Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP

)
DIIT DIABETES MELITUS

ISUSUN OLEH:

NAMA

:

NIM

:

AKADEMI KEPERAWATAN
PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SERANG
TAHUN 2016/2017

ibu diharapkan 1. Dapat menjelaskan bagaimana kadar zat makanan yang bisa dikonsumsi setiap harinya. Drajat Prawiranegara Kabupaten Serang Waktu : 30 menit Hari / tanggal : I. Kadar zat makanan yang bisa dikonsumsi setiap harinya. . 4. MATERI 1. 4. Dapat menjelaskan tentang tujuan dilakukannya diit Penyakit Diabetes Melitus 2. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM : Setelah diberikan penyuluhan 30 menit. Pengaturan makanan. III. Syarat diit penyakit Diabetes Melitus 3. Tujuan dilakukannya diit Penyakit Diabetes Melitus 2. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Setelah diberikan penjelasan selama 30 menit.SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) DIIT DIABETES MELITUS Pokok Bahasan : DIABETES MELITUS Penyuluh : Sasaran : Pasien Penyakit Diabetes Melitus Tempat : Rumah Sakit dr. II. Dapat menjelaskan bagaimana syarat diit penyakit Diabetes Melitus 3. diharapkan WUS mampu memahami dan mengerti tentang Diet Penyakit Diabetes Melitus. Dapat menjelaskan tentang bagaimana cara pengaturan makanan.

Manuaba. Menggali pengetahuan WUS tentang 2 Inti 20menit Diabetes Mellitus 1. Prawirohardjo. SUMBER a. Menjelaskan tujuan Penyuluhan Curah c. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Menjelaskan tentang bagaimana cara pengaturan makanan.Ilmu Kebidanan. Melakukan evaluasi secara lisan tentang Diit Diabetes Melitus c. Menjelaskan tentang tujuan dilakukannya diit Penyakit Diabetes Melitus 2. Menjelaskan bagaimana kadar Ceramah zat makanan yang bisa dikonsumsi setiap harinya. Bandung: Elstar Offset. Menyepakati waktu untuk Penyuluhan pendapat d. Menjelaskan bagaimana syarat diit penyakit Diabetes Melitus 3. Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan.1998. 2003. METODE No 1 Tahapan Pembukaan Waktu 5 menit Kegiatan a. 4. MEDIA.Teknik Keluarga Berencana. Memberikan kesempatan sasaran untuk Tanya bertanya tentang hal yang belum dimengerti jawab b. . Memperkenalkan diri Ket b.Sarwono. Sumber : Bagian Obstetry dan Genekologi FK Unpad.IV. Jakarta: EGC. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. 3 Penutup 5 menit a. Media : Leafleat b.2000. Memberikan salam penutup V.

Diabetes Mellitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan adanya peningkatan kadar gula darah (glukosa) darah secara terus menerus (kronis) akibat kekurangan insulin baik kuantitatif maupun kualitatif (Tapan. 2008). Pengertian Diabetes Mellitus Diabetes Mellitus berasal dari kata diabetes yang artinya penerusan atau pipa untuk menyalurkan air atau mengalir terus dan mellitus artinya manis. Prosedur : post test b. Diabetes Mellitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Syahbudin. 2009).VII. Diabetes Mellitus disebut juga penyakit kencing manis. 2005). Diabetes Mellitus A. (2004) Diabetes Mellitus merupakan gangguan metabolisme (metabolic syndrome) dari distribusi gula oleh tubuh. Cara : test lisan MATERI Materi 1. Menurut Sustrani et al. atau tubuh tak mampu menggunakan insulin secara efektif. Insulin adalah hormon yang bekerja memasukkan gula dari peredaran darah ke dalam sel dan diproduksi oleh kelenjar pankreas yang berada di dalam perut (Tandra. sehingga penyakit ini sering disebut kencing manis (Sutedjo. Dalam hal ini. sehingga terjadilah kelebihan kadar gula dalam darah. kadar gula darah seseorang melebihi normal karena tubuh tidak lagi memiliki insulin atau insulin tidak dapat bekerja dengan baik. EVALUASI a. Penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup. 2010). .

Salah satu pilar utama pengelolaan diabetes adalah perencanaan makan. sisanya dari lemak tidak jenuh tunggal).Materi 2. Kolesterol makanan dibatasi maksimal 300 mg/hari. ditambah kebutuhan untuk aktivitas fisik dan keadaan khusus. · Kebutuhan Karbohidrat 60 -70% dari kebutuhan energi total. 2005). bila kadar gula darah sudah terkendali diperbolehkan mengkonsumsi gula murni sampai 5 % dari kebutuhan energi total. · Kebutuhan lemak 20-25% dari kebutuhan energi total ( <10% dari lemak jenuh. 10% dari lemak tidak jenuh ganda. Sedangkan menurut Maulana (2008) perencanaan makan (meal planning) bertujuan untuk . ibu hamil dan janinnya. · Kebutuhan protein 10-15% dari kebutuhan energi total. · Serat dianjurkan 25 gr / hari. Tujuan diet: · Memberikan makanan sesuai kebutuhan · Mempertahankan kadar gula darah sampai normal/ mendekati normal · Mempertahankan berat badan menjadi normal · Mencegah terjadinya kadar gula darah terlalu rendah yang dapat menyebabkan pingsan · Mengurangi/ mencegah komplikasi Syarat diet: · Kebutuhan energi ditentukan dengan memperhitungkan kebutuhan untuk metabolisme basal sebesar 25-30 kkal/kg BB normal. menjamin nutrisi yang optimal untuk pertumbuhan anak dan remaja. misalnya kehamilan atau lakatasi dan adanya komplikasi. Tujuan perencanaan makan dan pengelolaan diabetes antara lain: mempertahankan kadar glukosa darah dan lipid dalam batas-batas normal. · Penggunaan gula murni tidak diperbolehkan. Perencanaan Makan Diabetes Mellitus Diabetes melitus atau kencing manis adalah penyakit gangguan metabolisme gula darah yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin sehingga terjadi peningkatan kadar gula darah dengan segala akibatnya. mencapai dan mempertahankan berat badan ideal (Syahbudin.

Ternyata karbohidrat 70-75% masih dapat ditoleransikan terutama pada pasien yang kurang mampu dan bekerja kasar seperti tukang becak. lemak. dan 10-20% protein. kebiasaan dan kesukaan pasien (PERKENI. 1996). artinya harus dilakukan individualisasi. Diet untuk seorang penderita Diabetes Mellitus terdiri dari 2 yaitu A dan B. Dalam merencanakan makan untuk pasien diabetes pertama-tama haruslah dipikirkan secara matang apakah diet itu dipatuhi atau tidak. 2005). Pada dasarnya mengelola penyakit Diabetes Mellitus sebenarnya mudah asal penderita bisa mendisiplinkan diri dan melakukan olahraga secara teratur. 1998). 20-30% lemak. Diet B dengan komposisi 60-70% karbohidrat. hingga kepatuhan pasien rendah. Karbohidrat dalam diet memiliki efek langsung pada tingkat glukosa darah. karena kata diet selalu dihubungkan dengan penderitaan sehingga atau dengan segala macam larangan makan berbagai jenis makanan. Karbohidrat sebesar 60-70%. Kebutuhan karbohidrat . menuruti saran dokter dan tidak mudah patah semangat. sesuai dengan kecukupan gizi baik. tingkat pendidikannya. status gizi. lebih cocok untuk orang Indonesia dibanding dengan diet A yang terdiri atas 40-50% karbohidrat. penghasilannya dan lain-lain. 2004). Jumlah energi disesuaikan dengan pertumbuhan. sesuai dengan cara hidupnya. protein. Menurut Soegondo (2009) Anjuran konsumsi karbohidrat untuk pasien diabetes di Indonesia adalah 60-70% energi. pola jam kerjanya latar belakang kulturnya. Jumlah karbohidrat total yang diperlukan setiap harinya didasarkan pada kebutuhan energi seseorang yang harus terdiri dari 60-70% karbohidrat per hari (Blanchette. protein 10-15% lemak 20-25%. Karbohidrat dikonversikan ke glukosa darah dengan cepat dalam waktu jam setelah makan akan secara langsung berkaitan dengan jumlah karbohidrat yang dikonsumsi. Jalan terbaik adalah dengan membuat perencanaan makan yang cocok untuk setiap pasien. stres akut dan kegiatan jasmani untuk mencapai dan mempertahankan berat badan ideal (Waspadji. Dalam rekomendasi diet menurut ADA (2004) karbohidrat sebesar 55-60% dan lemak 35%. umur. Standar yang dianjurkan adalah makanan dengan komposisi yang seimbang dalam hal karbohidrat.mempertahankan kadar glukosa darah senormal mungkin dan mengusahakan agar berat badan mencapai batas normal. 30-35% lemak dan 2025% protein (Maahs & Darcy. Perencanaan makanan (meal planning) untuk memberikan kesan kepada pasien agar tidak terlalu menakutkan. Diet biasannya diartikan pengaturan makan selamanya sesuai kebutuhan gizi. kuli pelabuhan dan lain-lain.

sedangkan kebutuhan protein dan lemak masing-masing 10-15% dan 20-25% dari kebutuhan energi total (Almatsier. 2005). PEMBAGIAN MAKANAN SEHARI Diet untuk seorang penderita Diabetes Mellitus terdiri dari 2 yaitu A dan B. Diet A yang terdiri atas : 40-50% karbohidrat 30-35% lemak 20-25% protein (Maahs & Darcy. 2004).adalah sisa dari kebutuhn energi total yaitu 60-70%. Diet B dengan komposisi : 60-70% karbohidrat 20-30% lemak 10-20% protein Diet B lebih cocok untuk orang Indonesia .