Anda di halaman 1dari 11

Sekolah tinggi teknologi nasional yogyakarta /  TEKNIK GEOLOGI

2005). kerapatan formasi (densitas). dan kemiringan lapisan batuan. Mencari batas-batas lapisan permeabel dan korelasi antar sumur berdasarkan lapisan itu.Suatu grafik kedalaman/waktu dari suatu set data yang menunjukkan parameter diukur secara berkesinambungan di dalam sebuah sumur pemboran disebut log (Harsono. kecepatan rambat gelombang elastis. Menentukan nilai resistivitas air formasi (Rw) 4. Log Resistivity digunakan untuk mendeterminasi zona hidrokarbon dan zona air. B. Log SP digunakan untuk : 1. 2002). Penyimpangan SP dapat ke kiri atau ke kanan tergantung pada kadar garam air formasi dan filtrasi lumpur (Rider. Pada lapisan serpih. kurva SP umumnya berupa garis lurus yang disebut garis dasar serpih. Yang mendasar dari wireline log adalah mengukur parameter sifat-sifat fisik dari suatu formasi pada setiap kedalaman secara kontinyu dari sumur pemboran.Supaya SP dapat berfungsi maka lubang harus diisi oleh lumpur konduktif. Secara kualitatif dengan data sifat-sifat fisik tersebut kita dapat menentukan jenis litologi dan jenis fluida pada formasi yang tertembus sumur Macam macam log : LOG LISTRIK A. . sedangkan nilai resistivitas tinggi apabila batuan sulit untuk mengalirkan arus listrik. Log Resistivitas Resistivitas atau tahanan jenis suatu batuan adalah suatu kemampuan batuan untuk menghambat jalannya arus listrik yang mengalir melalui batuan tersebut (Darling. Memberikan indikasi kualitatif lapisan serpih. 1997). sedangkan pada formasi permeabel kurva SP menyimpang dari garis dasar serpih dan mencapai garis konstan pada lapisan permeabel yang cukup tebal yaitu garis pasir. mengindikasikan zona permeabel dengan mendeteminasi porositas resistivitas. karena batuan dan matrik tidak konduktif. Sifat-sifat fisik yang diukur pada log yaitu potensial listrik batuan/kelistrikan. serta kekompakan formasi yang kesemuanya tercermin dari lubang bor. Log Spontaneous Potensial (SP) Log SP adalah rekaman perbedaan potensial listrik antara elektroda di permukaan dengan elektroda yang terdapat di lubang bor yang bergerak naik – turun. radioaktivitas. Identifikasi lapisan permeabel 2. maka kemampuan batuan untuk menghantarkan arus listrik tergantung pada fluida dan pori. 3.Nilai resistivitas rendah apabila batuan mudah untuk mengalirkan arus listrik. tahanan jenis batuan.

sehingga berguna untuk mendeteksi / mengevaluasi endapan-endapan mineral radioaktif seperti Potasium (K). Banyaknya energi sinar gamma yang hilang menunjukkan densitas elektron di dalam formasi. dan korelasi antar sumur Respon Log Gamma Ray terhadap batuan(G.Log ini bekerja dengan merekam radiasi sinar gamma alamiah batuan. Bulk density merupakan indikator yang penting untuk menghitung porositas bila dikombinasikan dengan kurva log neutron. atau bijih Uranium (U). evaluasi mineral bijih yang radioaktif. Prinsip dasar dari log ini adalah menembakkan sinar gamma kedalam formasi. dimana densitas elektron merupakan indikasi dari densitas formasi. karena kurva log densitas ini akan menunjukkan besarnya kerapatan medium beserta isinya. Selain itu apabila log densitas . Log Densitas Log densitas merupakan kurva yang menunjukkan besarnya densitas (bulk density) dari batuan yang ditembus lubang bor dengan satuan gram / cm3. Kegunaan log GR ini antara lain adalah untuk menentukan kandungan serpih (Vsh). dimana sinar gamma ini dapat dianggap sebagai partikel yang bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi. evaluasi lapisan mineral tidak radioaktif. Thorium (Th). Krygowsky2004) B. Asquith &D. Log Gamma Ray (GR) Log Gamma Ray merupakan suatu kurva dimana kurva tersebut menunjukkan besaran intensitas radioaktif yang ada dalam formasi. kandungan lempung. menentukan lapisan permeabel.LOG RADIOAKTIF A.

Log Neutron Prinsip dasar dari log neutron adalah mendeteksi kandungan atom hidrogen yang terdapat dalam formasi batuan dengan menembakan atom neutron ke formasi dengan energi yang tinggi. Batuan yang kompak dimana porositas mendekati nol akan menurunkan harga neutron. Partikel-partikel neutron memancar menembus formasi dan bertumbukan dengan material formasi. akibat dari tumbukan tersebut neutron akan kehilangan energi. 2002) C. karena konsentrasi atom hidrogen pada gas lebih kecil daripada minyak dan air. menentukan besarnya densitas hidrokarbon (h) dan membantu dalam evaluasi lapisan shaly. maka akan dapat dipakai untuk memperkirakan kandungan hidrokarbon atau fluida yang terdapat di dalam formasi. kurva densitas akan cenderung mempunyai defleksi ke kiri (densitas total (Rhob) makin kecil).dikombinasikan dengan Log netron. Energi yang hilang saat benturan dengan atom di dalam formasi batuan disebut sebagai porositas formasi (ф N). contohnya atom hidrogen. Jika pori-pori didominasi oleh minyak dan air harga porositas neutron kecil. sedangkan defleksi log netron ke kanan. Hilangnya energi paling besar bila neutron bertumbukan dengan sesuatu yang mempunyai massa sama atau hampir sama. Respon log densitas terhadap batuan(Malcolm Rider. Apabila formasi terisi oleh gas. Pada lapisan yang mengandung hidrokarbon. Lapisan . maka nilai log netron kecil mendekati batuan sangat kompak (2–6%). Dengan demikian besarnya energi neutron yang hilang hampir semuanya tergantung banyaknya jumlah atom hidrogen dalam formasi. Kandungan air akan memperbesar harga porositas neutron. Neutron adalah suatu partikel listrik netral yang mempunyai massa hampir sama dengan atom hidrogen.

Kurva log neutron ini tidak dapat untuk korelasi karena tidak mewakili litologi suatu batuan.serpih mempunyai porositas besar antara 30–50% dalam kurva log. Kandungan air asin atau air tawar dalam batuan akan memperbesar harga porositas neutron. Pengaruh serpih dalam lapisan permeabel akan memperbesar harga porositas neutron. tetapi permeabilitas mendekati nol. .

dalam interpretasi seismik dapat digunakan untuk menentukan interval velocities dan velocity profile. selain itu juga dapat dikalibrasi dengan penampang seismik. Tipikal Respon caliper untuk berbagai litologi (Malcolm Rider. Secara kualitatif dapat digunakan untuk mendeterminasi variasi tekstur dari lapisan pasir-shaledan dalam beberapa kasus dapat digunakan untuk identifikasi rekahan (fractures) (Rider.dan dapat merefleksikan lapisan permeable dan lapisan yang impermeable. Sedangkan pada lapisan yang impermeable diameter lubang bor akan bertambah besar karena ada dinding yang runtuh (vug). Analisis Kualitatif . Pada lapisan yang permeable diameter lubang bor akan semakin kecil karena terbentukya kerak lumpur (mud cake) pada dinding lubang bor. Lamanya waktu perabatan bunyi tergantung kepada litologi batuan dan porositas batuannya. log sonik dapat digunakan untuk mengevaluasi porositas dalam lubang yang terisi fluida. 2002) LOG SONIC Sonic log merupakan log akustik dengan prinsip kerja mengukur waktu tempuh gelombang bunyi pada jarak tertentu didalam lapisan batuan Prinsip kerja alat ini adalah bunyi dengan interval yang teratur dipancarkan dari sebuah sumber bunyi (transmitter) dan alat penerima akan mencatat lamanya waktu perambatan bunyi di dalam batuan (Δt). 1996).LOG CALIPER Log ini digunakan untuk mengukur diameter lubang bor yang sesungguhnyauntuk keperluan poerencanaan atau melakukan penyemenan.Secara kuantitatif.Log sonik mengukur kemampuan formasi untuk meneruskan gelombang suara.

akan tetapi dalam kondisi lapangan tertentu juga ditemukan high gamma ray sand dimana lapisan sandstone banyak mengandung mineral feldspar sehingga kurva log gamma ray akan menunjukan defleksi nilai yang tinggi disebabkan oleh mineral feldspar yang bersifat radioaktif (Umumnya Potassium). penentuan jenis litologi sangat penting terutama untuk memasukan nilai parameter dalam perhitungan petrofisik misalnya untuk memasukan faktor sementasi dan konstanta archie karena perbedaan dalam penafsiran jenis litologi akan mempengaruhi hasil dari perhitungan. Penentuan Zona Reservoir Menggunakan Log Gamma Ray B. baik itu sandstone maupun limestone. Identifikasi Jenis Litologi Setelah membagi zona reservoir kemudian kita dapat menentukan jenis litologi yang ada di lokasi penelitian. Sebagai contoh kita dapat mengklasifikasikan jenis litologi berdasarkan klasifikasi Adi Harsono (1997) seperti yang terlihat dalam tabel. meski begitu kita tetap harus mengkalibrasi data kita dengan data sampel cutting maupun side wall core untuk mendapatkan data yang lebih akurat. log neutron. log sonic dan Photoelectric Index (PEF). Semakin banyak parameter log yang dipakai semakin baik dalam penafsiran jenis litologi. Identifikasi Zona Reservoir Mengidentifikasi zona reservoir umumnya dilakukan dengan membaca log gamma ray. Gamma ray dengan nilai yang tinggi biasanya mencirikan litologi berbutir halus (shaly) sedangkan gamma ray dengan nilai yang rendah biasanya menunjukan litologi berupa reservoir. Penentuan jenis litologi umumnya didasarkan pada klasifikasi beberapa parameter dengan membaca log. 1997) . log yang dibaca antara lain log resisitivity.A. dengan defleksi kurva kekanan. untuk itu dalam penentuan zona reservoir kita juga harus mengkalibrasi dengan sampel cutting dan side wall core. log ini mengidentifikasi kandungan radioaktif yang terdapat dalam batuan dimana semakin tinggi kandungan radioaktifnya maka log gamma ray akan menunjukan nilai yang tinggi. Tabel Penentuan Jenis Litologi Berdasarkan Log (Harsono.

.

air lumpur pemboran. Log SP dapat menunjukkan lapisan permeable.Log SP sangat dipengaruhi oleh beberapa parameter seperti resistivitas formasi. ketebalan formasi dan parameter lainnya. prinsip dari log ini adalah . Log density merupakan log yang membaca fungsi dari densitas batuan. Asquith. Dan apabila salinitas komposisi dalam lapisan sama dengan salinitas lumpur maka defleksi kurva SP akan menunjukkan garis lurus sebagaimana pada shale (G. 1976) C. dimana semakin tinggi hidrogen indeksnya maka neutron yang dipantulkan kembali kedalam detektor dalam logging tool akan semakin sedikit (log neutron menunjukan nilai yang rendah) dan sebaliknya ketika kandungan hidrogen pada formasi sedikit maka jumlah neutron yang dipantulkan kembali kedalam detektor logging tools akan semakin banyak (log neutron menunjukan nilai yang tinggi). Asquith. Sehingga jika salinitas komposisi dalam lapisan lebih besar dari salinitas lumpur maka kurva SP akan berkembang negative. Identifikasi Prospek Hidrokarbon Log neutron merupakan log yang dapat membaca Hydrogen Index yang terkandung dalam batuan dengan cara menembakan neutron kedalam formasi.Jenis litologi juga dapat dilakukan dengan menggunakan log SP. dan jika salinitas komposisi dalam lapisan lebih kecil dari salinitas lumpur maka kurva SP akan berkembang positif. Karakteristik Log Sp (G. 1976). namun tidak dapat mengukur harga absolute dari permeabilitas maupun porositas dari suatu formasi.

banyaknya jumlah elektron yang ditangkap oleh detektor merupakan fungsi dari nilai densitas formasi (semakin banyak elektron yang ditangkap maka semakin tinggi densitas formasi dan sebaliknya). Zona Cross Over (Butterfly Effect ) Selain itu kita juga perlu membandingkan dengan log resistivity. sinar gamma tersebut akan menendang elektron keluar dan ditangkap oleh detektor dalam logging tools. semakin besar separasi cross over yang ditunjukan oleh log neutron dan density maka dapat ditafsirkan bahwa hidrokarbon tersebut merupakan gas dan apabila separasinya sedikit lebih kecil maka ditafsirkan bahwa jenis hidrokarbon tersebut merupakan minyak atau air. jika resistivitas menunjukan nilai yang tinggi maka dimungkinkan daerah cross over tersebut merupakan hidrokarbon akan tetapi jika resisitivitasnya rendah dimungkinkan zona tersebut merupakan air. Ketika dikombinasikan dengan interval skala yang berlawanan maka log neutron dan density dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kandungan hidrokarbon yang ditunjukan oleh adanya cross over (butterfly effect ). Hubungan Nilai Resisitivitas Terhadap Zona Hidrokarbon Dan Air .dengan menembakan sinar gamma kedalam formasi.

Basic Well Log Analysis For Geologist .DAFTAR PUSTAKA Asquith and Gibson. Tusla.id/128/11/BAB%20III (diakses pada tanggal 15 Oktober 2016) .ac. 1982. Oklahoma : AAPG digilib.unila.