Anda di halaman 1dari 15

8UKMakroskopis Mikroskopi Paru dan Mekanisme Pernafasan

Ika Salamah
(102014151 / kelompok B7)
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida wacana
Alamat Korespondensi :
E-mail: Ika.2014fk151@civitas.ukrida.ac.id

Abstrak:
Bernapas merupakan proses menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang
karbondioksida ke lingkungan. Pernapasan adalah proses ganda yaitu terjadinya pertukaran
gas di dalam jaringan dan yang terjadi didalam paru-paru. Udara sampai ke dalam paru-paru
melalui hidung dan trakea. Dinding trakea disokong oleh gelang rawan supaya menjadi kuat
dan sentiasa terbuka. Trakea bercabang kepada bronkus kanan dan bronkus kiri yang
disambungkan keparu-paru. Kedua bronkus bercabang lagi kepada bronkiol dan alveolus
pada ujung bronkiolus, pada alveoluslah udara didifusi sehingga terjadi pertukaran udara.
Transpor oksigen dan juga karbondioksisa didalam jaringan, darah, maupun paru-paru
ditentukan oleh beberapa faktor. Paru-paru juga memiliki kapasitas yang berbeda untuk setiap
proses bernapas yang dialami.
Kata Kunci : Organ Respirasi, Mekanisme Respirasi, volume pernapasan
Abstract:
Breathing is the process of inhaling oxygen from free air and exhaling of carbon
dioxide into the environment. Breathing is a dual process of gas exchange in the network and
those that occur in the lungs. Air up into the lungs through the nose and trachea. Walltrachea supported by cartilage in order to be strong and was always open. Tracheal
bronchus branched to the right and left bronchial-pulmonary k connected. Both branching
bronchi and alveoli bronchiol again to the end of the bronchioles, the air diffusion happened
in alveolus. oxygen and carbondioxide transport in tissue, blood, and lungs is determined by
several factors. The lungs also have different capacities for each breathing process.

1

bagian apeks paru (ujung superior) terletak setinggi klavikula. dan dengan demikian memisahkan lobus satu dari yang lain. Respiratory Mechanism. Volume dan kapasitas paru setiap individu akan berbeda dengan individu yang lain. Setelah oksigen disalurkan ke paru. yang diakibatkan oleh kontraksi otot-otot interkostal dan diafragma. Proses bernapas terjadi akibat dari inspirasi dan ekspirasi. dan hal ini dapat ditentukan melalui pengukuran kapasitas paru dengan menggunakan spirometri. masuk ke dalam fisura.1. akan berlakulah proses difusi dan transportasi gas tersebut ke kapiler darah seterusnya ke jaringan dalam tubuh yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. dan bagian yang terletak di leher ialah pleura servikalis. organ pertukaran gas. Pleura yang melapisi iga-iga ialah pleura kostalis. Fungsi utama pernapasan adalah untuk menyediakan oksigen untuk kelangsungan proses metabolisme sel-sel tubuh dan mengeluarkan karbon dioksida hasil dari metabolisme tersebut. Membran ini kemudian dilipat kembali di sebelah tampak paru-paru dan membentuk pleura parietalis. Pleura viseralis erat melapisi paru-paru. dan sistem sirkulasi darah yang membawa oksigen ke jaringan tubuh dan membawa karbon dioksida ke alveolus. Di antara kedua lapisan pleura itu terdapat sedikit eksudat untuk meminyaki permukaannya dan menghindarkan gesekan antara paru-paru dan dinding dada yang sewaktu 2 . medial dan inferior) dan 10 segmen .1 Paru-paru kanan terdiri dari tiga lobus (superior. dan melapisi bagian dalam dinding dada. Selaput pembungkus paru-paru disebut pleura.Keywords: Respiratory Organ. respiratory volume Pendahuluan Pernapasan merupakan satu proses pertukaran gas-gas respirasi yaitu oksigen dan karbon dioksida. Paru-paru kiri terdiri dari dua lobus (superior dan inferior) dan 8 segmen . Bagian dasar paru terletak di atas diafragma. Pleura ini diperkuat oleh membran yang kuat bernama membran suprapleuralis (fasia sibson) dan di atas membran ini terletak arteri subklavia. pharynx.2 Pembahasan Makroskopis Paru-Paru Paru Paru terletak di kedua sisi jantung di dalam rongga dada dan dikelilingi serta dijaga oleh sangkar iga. bagian yang menutupi diafragma ialah pleura diafragmatika. larynx sehingga paru. Sistem pernapasan meliputi saluran pernapasan yang berfungsi dalam konduksi udara― bermula dari rongga hidung.

Dalam keadaan sehat. tetapi dalam keadaan tidak normal udara atau cairan memisahkan kedua pleura itu dan ruang diantaranya menjadi jelas. dan adventisia. kedua lapisan itu satu dengan yang lain erat bersentuhan. dilapisi oleh sel mesotel. lempeng tulang rawan hialin. Pada kelenjar campur. venul. Pembuluh bronkial yang tampak pada jaringan ikat bronkus mencakup sebuah arteriol. selapis tipis otot polos. Sebuah cabang arteri pulmonalis yang lebih kecil menyertai bronkus kecil atau bronkiolus pada bidang irisan lain. Duktus dari kelenjar bronkial submukosa melalui lamina propria untuk bermuara ke dalam lumen bronkus.5 Bronkus intrapulmonal biasanya dikenali dari adanya beberapa lempeng tulang rawan yang letaknya berdekatan. submukosa dengan kelenjar bronkial.5 Bronkiolus Terminalis 3 . mukosa atau asini mukoserosa. mungkin terlihat demilun serosa. dan kapiler. 3 Mikroskopis Paru-Paru Bronkus Intrapulmonal Gambar 1. Sisa dindingnya terdiri atas lamina propria tipis. Pleura disusun oleh jaringan ikat fibrosa dengan serat elastin dan kolagen dan sel fibroblas. Submukosa mengandung kelenjar serosa.5 Cabang arteri pulmonaris yang menyertainya terdapat di daerah bronki yang berdekatan atau di dalam adventisia bagian luar. Epitelnya adalah epitel bertingkat torak silindris bersilia dengan sel goblet. Ruang atau rongga pleura itu hanyalah ruang yang tidak nyata. Bronkus intrapulmonal.bernapas bergerak.

rongga dada mengecil dan 4 .6 Proses pernapasan meliputi dua proses. yaitu menarik napas atau inspirasi. Terdapat banyak lipatan mukosa yang menyolok dan epitelnya silindris bersilia tanpa sel goblet Lapisan otot polos yang berkembang baik mengelilingi lamina propria tipis. dan sel goblet tidak terdapat disini. Dari hidung udara masuk ke tenggorokan kemudian ke dalam paruparu.Lalu udara mengalir sampai ke alveoli yang merupakan ujung dari saluran.Selanjutnya. rongga dada mengembang sehingga tekanan dalam rongga dada berkurang dan udara masuk. dari posisi melengkung ke atas menjadi lurus.Akibatnya. Gas karbondioksida yang dihasilkan selama proses respirasi sel tubuh akan ditukar dengan oksigen.7 Oksigen diperlukan untuk proses respirasi sel-sel tubuh. Selanjutnya. oksigen diikiat oleh hemoglobin. kira-kira 1 mm atau kurang. otot diafragma berkontraksi. Lempeng tulang rawan. Dalam darah. serta mengeluarkan napas atau ekspresi. otot-otot tulang rusuk pun berkontraksi. kelenjar.5 Bronkiolus terminalis memiliki diameter kecil. Bronkus terminalis.Akibat berkontraksinya kedua jenis otot tersebut.Bersamaan dengan itu. Udara yang masuk mengandung oksigen dan gas-gas lain. Oksigen yang tekandung dalam alveolus bertukar dengan karbondioksida yang terkandung dalam darah yang ada di pembuluh darah alveolus melalui proses difusi.5 Mekanisme Pernapasan Saat bernapas manusia menghirup udara melalui hidung.Gambar 2.6.Saat manusia mengeluarkan napas. darah mengangkut karbondioksida untuk dikembalikan ke alveolus paru-paru dan akandikeluarkan ke udara melalui hidung saat mengeluarkan napas. yang pada gilirannya dikelilingi oleh adventisia. Sewaktu menarik napas. darah yang telah mengandung oksigen mengalir ke seluruh tubuh. otot diafragma dan otot tulang rusuk melemas.

pernapasan agak sukar tetapi cukup adekuat untuk mempertahankan hidup.tekanan udara di dalam paru-paru naik sehingga udara keluar. 5 Diafragma terdiri atas 3 bagian yaitu bagian kostal. Muskulus skalenus dan sternokleidomastoideus di leher merupakan otot – otot inspirasi tambahan yang ikut membantu mengangkat yang sukar dan dalam.7 Otot-otot Pernafasan Gerakan diafragma menyebabkan perubahan volume intratorakal sebesar 75 % selama inpirasi tenang.iga berputar seolah – olah bersendi di bagian punggung. udara mengalir dari tempat yang bertekanan besar ke tempat yang bertekanan lebih kecil. Otot diafragma melekat di sekeliling bagian dasar rongga toraks. nervus frenicus timbul dari medulla spinalis setinggi segmen servikal 3-5. Serat – serat krural melintasi kedua sisi esophagus. sehingga memungkina bergeraknya berbagai bahan dari lambung ke dalam esophagus. karena nerfus frenikus yang mempersarafi diafragma tetap ututh. namun tidak demikiannya halnya bila dilakukan pemotongan di bawah segmen servikalis ke lima. Sebagai contoh. igaiga dibawahnya akan terangkat. dibentuk oleh serat otot yang bermula dari ligamentum sepanjang tulang belakang. Bagian kostal dank rural diafragma dipersarafi oleh bagian lain dari nervbus prenicus dan dapat berkontrkasi secara terpisah. Diameter transversal boleh dikatakan tidak berubah. Tendon sentral juga mencakup bagian inferior pericardium. Gerakan ini akan mendorong sternum ke luar dan memperbesar diameter anteroposterior rongga dada.5 sampai 7 cm saat inpirasi dalam. Sebaliknya. pada penderita dengan paralisis bilateral nervus frenikus yang mempersarafi diafragma tetap utuh. nerfus frenikus yang memersarafi diafragma tetap utuh. dibentuk oleh serat otot yang bermula dari iga – iga sekeliling bagian dasar rongga toraks.Jadi. Iga. Masing –masing otot interkostalis eksternus maupun diafragma dapat mempertahankan interkasi yang kuat pada keadaan istirahat. tekanan intra – abdominal meningkat akibat kontrkasi serat kostal diafragma. dan tendon sentral. sedangkan serat – serat krural tetap lemas. sehingga ketika otot interkostalis eksternus berkontraksi.5 5 . pada waktu muntah dan bersendawa. bagian krural. Potongan melintang medulla spinalis di atas segmen servikalis ketiga dapat berakibat fatal bila tidak diberikan pernapasan buatan. membentuk kubah di atas hepar dan bergerak ke bawah pada saat berkontrkasi. 5 Otot inspirasi penting lainya adalah muskulus interkostalis eksternus yang berjalan dari iga ke iga secara miring kearah bawah dan kedepan. Jarak pergerakan diafragma berkisar antara 1.6. tempat bergabungnnya serat – serat kostal dan krural.

6 .5 Inspirasi Gambar 3. kontrkasi otot dinding abdomen anterior juga ikut membantu proses ekspirasi dengan cara menarik iga – iga ke bawah dan ke dalam serta dengan meningkatkan tekanan intra abdominal yang akan mendorong diafragma ke atas. Pada permulaan inspirasi. Manakala apabila otot interkostal externus berkontraksi ia akan menyebabkan penambahan volume thoraks pada dimensi lateral dan anteroposterior.Apabila otot ekspirasi berkontrakasi. otot-otot inspirasi utama berkontraksi di mana diafragma (dirangsang oleh nervus phrenicus) menurun. ia akan menurun dan menyebabkan volume thoraks bertambah secara vertikal. terjadi penurunan volume intratorakal dan ekspirasi paksa. Volume intrapulmonal meningkat akibat dari regangan paru. sehingga pada waktu berkontrkasi akan menarik rongga dada ke bawah. Ototutama yang berkontraksi untuk menghasilkan inspirasi sewaktu pernafasan tenang termasuklah diafragma dan otot interkostal eksternus.6 Proses inspirasi merupakan suatu proses aktif di mana otot-otot inspirasi berkontraksi. Inspirasi berlaku secara umum mengikut urutan peristiwa seperti berikut: 1. Apabila difragma berkontraksi. Hal ini menyebabkan volume rongga thoraks diperbesar secara keseluruhannya. Tulang-tulang iga terangkat dan sternum bergerak ke anterior atas. Inspirasi pernapasan. 3. Kemampuan ini dimiliki oleh otot – otot interkostalis internus karena otot ini berjalan miring ke arah bawah dan belakang dari iga ke iga. 2. Paru-paru dipaksa meregang dan menjadi luas untuk mengisi rongga thoraks yang membesar.

Otot-otot inspirasi tambahan antaranya termasuklah otot sternocleidomastoideus.6 Inspirasi kuat melibatkan kontraksi diafragma dan otot interkostal externus dengan lebih kuat dengan membawa otot-otot inspirasi tambahan sama-sama berperan dalam membesarkan lagi rongga thoraks. Udara (gas) mengalir ke dalam paru-paru menuruni gradien tekanan sehingga tekanan intra alveol menjadi 0 atau menyamai tekanan atmosfer.6 7 . Apabila paru membesar. Otot-otot yang berperan dalam pernapasan. pektolaris major dan scalenus.4.6 Gambar 4. tekanan intra alveoli menurun dari 760 mmHg menjadi 759 mmHg (-1 mmHg) dan mengakibatkan ia lebih rendah dari tekanan atmosfer (760 mmHg). Ekspirasi Gambar 5.Perluasan yang lebih ini menyebabkan penurunan tekanan intra alveol yang lebih dan mengakibatkan pengaliran udara ke dalam paru dengan lebih banyak. 5. Ekspirasi pernapasan.Kontraksi otot-otot inspirasi tambahan ini menyebabkan kenaikan sternum dan dua tulang iga pertama sehingga menyebabkan rongga thoraks bagian atas diperbesar.

5. Terdapat tiga tekanan penting dalam ventilasi: 8 .Kontraksi otot dinding perut (abdominal muscles) meningkatkan tekanan intra-abdominal menyebabkan diafragma terdorong ke atas dan mengurangkan dimensi vertikal rongga thoraks. Jaringan paru yang elastis kembali ke kedudukan semula sesudah teregang. Peristiwa yang berlaku dalam menyebabkan ekspirasi termasuk: 1. Relaksasi otot-otot inspirasi membawa kepada pengurangan volume rongga thoraks secara keseluruhan. Kontraksi otot interkostal internus pula menurunkan volume rongga thoraks dalam dimensi lateral dan anteroposterior dengan meratakan sternum dan tulang-tulang iga. yaitu menuruni gradien tekanan. Ini merupakan daya recoil pasif jaringan paru.6 Tekanan Udara cenderung mengalir dari daerah dengan tekanan tinggi ke daerah dengan tekanan rendah.6 Udara mengalir masuk dan keluar paru selama tindakan bernapas karena berpindah mengikuti gradien tekanan antara alveolus dan atmosfer yang berbalik arah bergantian dan ditimbulkan oleh aktivitas siklik otot pernapasan.Proses ekspirasi secara umumnya di mana udara dibawa keluar dari paru. 3. Recoilnya paru membawa kepada berkurangnya volume intrapulmonal. Hal ini akan menyebabkan tulang-tulang iga untuk turut menurun ke bawah. Udara mengalir keluar dari paru menuruni gradient tekanan sehingga tekanan intra alveol menjadi 0 atau menyamai tekanan atmosfer (760 mmHg).6 Ekspirasi kuat atau ekspirasi aktif membutuhkan kontraksi dari otot-otot ekspirasi yaitu otot dinding perut dan otot interkostal internus. Volume paru yang berkurang mengakibatkan tekanan intra alveol meningkat dari 760 mmHg menjadi 761 mmHg (+1 mmHg) dan menjadi lebih tinggi dari tekanan atmosfer. 2. Ekspirasi tenang merupakan suatu proses pasif dan iamelibatkan relaksasi otot-otot inspirasi yaitu diafragma dan otot interkostal externus. Selain itu. 4. Otot-otot inspirasi berelaksasi di mana diafragma menaik. Penaikan diafragma ini mengakibatkan volume rongga thoraks berkurang dalam dimesi vertikal. relaksasi otot interkostal externus menyebabkan mengurangan volume rongga thoraks dalam dimensi lateral dan anteroposterior.

Tekanan ini adalah tekanan yang ditimbulkan di luar paru di dalam rongga thorax.Tekanan atmosfer adalah tekanan yang ditimbulkan oleh berat udara di atmosfer pada benda di permukaan bumi. Jumlah udara yang masih dapat masuk ke dalam paru pada inspirasi maksimal. meregangkan.7 Gambar 6. setelah 9 . gradien tekanan transmural. udara terus mengalir sampai kedua tekanan seimbang. Tekanan intrapleura biasanya lebih rendah daripada tekanan atmosfer. udara cepat mengalir menuruni gradien tekanannya setiap tekanan intra-alveolus berbeda dari tekanan atmosfer.6 Tekanan intra-alveolus adalah tekanan di dalam alveolus. Tekanan atmosfer berkuang seiring dengan penambahan ketinggian di atas permukaan bumi juga semakin menipis. Karena gradien tekanan ini maka paru selalu dipaksa mengembang untuk mengisi rongga thorax. Karena alveolus berhubungan dengan atmosfer melalui saluran napas penghantar. atau menyebabkan distensi paru. lebih besar daripada tekanan intrapleura yang 756 mmHg. mendorong paru keluar. Jumlah udara yang dapat dikeluarkan secara aktif dari dalam paru melalui kontraksi otot ekspirasi. Pada ketinggian permukaan laut tekanan ini sama dengan 760 mmHg. berbagai tekanan yang penting pada ventilasi. rerata 756 mmHg saat istirahat. yang menyeimbangkan diri dengan tekanan atmosfer pada 760 mmHg.6 Tekanan intra-alveolus.6 Volume dan Kapasitas Paru Jumlah udara yang masuk ke dalam paru setiap inspirasi (atau jumlah udara yang keluar dari paru setiap ekspirasi) dinamakan volume alun napas (tidal volume / TV). Perbedaan netto tekanan ke arah luar ini. setelah inspirasi biasa disebut volume cadangan inspirasi (inspiratory reserve volume / IRV). sehingga tekanan yang menekan keluar dinding pariu lebih besar daripda tekanan yang mendorong ke dalam.6 Tekanan intrapleura adalah tekanan di dalam kantung pleura.

Subyek pertama-tama melakukan inspirasi maksimal lalu ekspirasi maksimal (VC = IRV + TV + ERV).ekspirasi biasa disebut volume cadangan ekspirasi (expiratory reserve volume / ERV). 10 .8 Kapasitas inspirasi (inspiratory capacity / IC) merupakan volume udara maksimal yang dapat dihirup pada akhir ekspirasi tenang normal (IC = IRV + TV). Ruang di dalam saluran napas yang berisi udara yang tidak ikut serta dalam proses pertukaran gas dengan darah dalam kapiler paru disebut ruang rugi pernapasan. Volume Tidal (VT) adalah volume udara yang masuk dan keluar paru-paru selama ventilasi normal biasa. VT pada dewasa normal berkisar 500 mL untuk laki-laki dan 380 mL untuk perempuan. VC mencerminkan perubahan volume maksimal yang dapat terjadi pada paru.6 Gambar 18. dan udara yang masih tertinggal di dalam paru setelah ekspirasi maksimal disebut volume residu (residual volume / RV).7. Variasi volume paru. Volume cadangan inspirasi (IRV) adalah volume udara ekstra yang masuk ke paruparu dengan inspirasi maksimum di atas inspirasi tidal berkisar 3100 ml pada lakilaki dan 1900 ml pada perempuan. Kapasitas residual fungsional (functional residual capacity / FRC) adalah volume udara di paru pada akhir ekspirasi pasif normal (FRC = ERV + RV). Kapasitas paru total (total lung capacity / TLC) adalah volume udara maksimal yang dapat ditampung oleh paru (TLC = VC + RV).6 Volume paru dan kapasitas paru: Kapasitas total paru (total lung capacity [TLC]) diukur dengan dilusi atau gas inert seperti helium atau dalam suatu kotak tertutup: 1. Kapasitas vital (vital capacity / VC) adalah volume udara maksiml yang dapat dikeluarkan dalam satu kali bernapas setelah inspirasi maksimal. 2.

8. Volume residual (RV) adalah volume udara sisa dalam paru-paru setelah melakukan ekspirasi kuat. medulla oblongata.3. a. Kapasitas inspirasi (IC) adalah penambahan volume tidal dan volume cadangan respirasi (IC=TV+IRV). Kapasitas residual fungsional (FRC) adalah penambahan volume residual dan volume cadangan ekspirasi (FRC= RV+ERV). Nilai rata-ratanya adalah 3500 ml. Misalnya pada saat bicara atau makan. Kapasitas Vital (VC) menggambarkan kemampuan pengembangan paru. Nilai rata-ratanya adalah 2200 ml. Penderita dengan obstruksi parsial menunjukan berkurangnya pertukaran udara yang dihubungkan dengan retraksi pada dada bagian atas dan suara snoring jika obstruksinya di nasofaring atau stridor inspirasi jika obstruksinya di daerah laring. TLC=VC+RV 8. berbeda dengan tidak efektifnya usaha pernafasan. 11 . Rata-rata volume ini pada laki-laki sekitar 1200 ml dan pada perempuan 1000 ml.9 Efek tahanan jalan napas Atas Obstruksi jalan nafas atas dapat total atau parsial. Kapasitas ini merupakan jumlah udara sisa dalam sistem respiratorik setelah ekspirasi normal (jumlah udara yang tertinggal dalam paru saar akhir ekspirasi selama pernapasan tidal. Kapasitas paru total (TLC): jumlah udara total dalam paru saat inspirasi maksimal. Korteks Cerebri Berperan dalam pengaturan pernapasan yang bersifat volunter sehingga memungkinkan kita dapat mengatur napas dan menahan napas. VC=IRV+TV+ERV. 6. didapatkan dari dilusi helium selama pernapasan tidal). Jika upaya inspirasi berat. 7. Volume residual penting untuk kelangsungan serasi dalam darah saat jeda pernapasan. Obstuksi total ditandai oleh hilangnya gerakan atau suara nafas. 5. dan pons.9 Pengendalian Pernapasan Oleh Sistem Persarafan Pengaturan pernapasan oleh persarafan dilakukan oleh korteks cerebri. Volume cadangan ekspirasi (ERV) adalah volume ekstra udara yang dapat dengan kuat dikeluarkan pada akhir ekspirasi tidal normal biasanya berkisar 1200 ml pada laki-laki dan 800 ml pada perempuan 4. jalan nafas atas mungkin mengalami tekanan dinamis inspirasi karena perbedaan gradien tekanan dalam jalan nafas atas.

Fungsi pusat apneutik adalah untuk mengkoordinasi transisi antara inspirasi dan ekspirasi dengan cara mengirimkan rangsangan impuls pada area inspirasi dan menghambat ekspirasi. Sedangkan pusat pneumotaksis terletak di pons bagian atas. Pada kedua oblongata terdapat dua kelompok neuron yaitu Dorsal Respiratory Group (DRG) yang terletak pada bagian dorsal medulla dan Ventral Respiratory Group (VRG) yang terletak pada ventral lateral medula. berperan dalam pernapasan automatik atau spontan. karbon dioksida dan ion hidrogen dalam darah arteri. c. Perubahan tersebut menimbulkan perubahan kimia dan menimbulkan respon dari sensor yang disebut kemoreseptor. Medulla oblongata Terletak pada batang otak. Impuls dari neuron ekspirasi kelompok ventral akan menyebabkan kontraksi otot-otot ekspirasi untuk ekspirasi aktif. tetapi meningkatkan frekuensi respirasi sehingga irama respirasi menjadi halus dan teratur. yaitu kemoreseptor 12 . Impuls dari neuron inspirasi kelompok ventral akan merangsang motor neuron yang mensyarafi otot inspirasi tambahan melalui N IX dan N X. Pusat apneutik terletak di formasio retikularis pons bagian bawah. Ada 2 jenis kemoreseptor. neuron inspirasi pada kelompok ventral diaktifkan melalui rangsangan kelompok dorsal. Kedua kelompok neuron ini berperan dalam pengaturan irama pernapasan. Pada saat pernapasan kuat. terjadi peningkatan aktivitas neuron di DRG yang kemudian menstimulasi untuk mengaktifkan otot-otot asesoris inspirasi. Kelompol ventral (VRG) terdiri dari neuron inspirasi dan neuron ekspirasi. yaitu adanya perubahan kadar oksigen. Pons Pada pons terdapat 2 pusat pernapasan yaitu pusat apneutik dan pusat pnumotaksis.b. setelah inspirasi selesai secara otomatis terjadi ekspirasi dengan menstimulasi otot-otot asesoris. tetapi jika kebutuhan ventilasi meningkat. DRG terdiri dari neuron yang mengatur serabut lower motor neuron yang mensyarafi otot-otot inspirasi seperti otot intercosta interna dan diafragma untuk gerakan inspirasi dan sebagian kecil neuron akan berjalan ke kelompok ventral. Impuls dari pusat pneumotaksis adalah membatasi durasi inspirasi. Pada saat pernafasan tenang atau normal kelompok ventral tidak aktif. proses inspirasi dan ekspirasi berjalan secara teratur pula. Kendali Kimia Banyak faktor yang mempengaruhi laju dan kedalaman pernapasan yang sudah diset oleh pusat pernapasan.

Pada saat inspirasi mencapai batas tertentu terjadi stimulasi pada reseptor regangan dalam otot polos paru untuk menghambat aktifitas neuron inspirasi. hormon epineprin. Keseimbangan asam dan basa Keseimbangan asam basa menunjuk kepada regulasi tepat konsenterasi ion hidrogen [H +] bebas. misalnya karena demam atau olahraga maka secara otomatis tubuh akan mengeluarkan kelebihan panas tubuh dengan cara meningkatkan ventilasi. refleks hering-breuer. pH darah arteri normalnya adalah 7. a. Peningkatan tekanan darah arteri akan menghambat respirasi. peningkatan hormon epinephrin akan meningkatkan rangsangan simpatis yang juga akan merangsang pusat respirasi untuk meningkatkan ventilasi. Peningkatan suhu tubuh. karbon dioksida dan ion hidrogen. Kemoreseptor perifer. Pengaturan Oleh Mekanisme Non Kimiawi Beberapa faktor non kimiawi yang mempengaruhi pengatuan pernapasan di antaranya : pengaruh baroreseptor. peningkatan suhu tubuh. Baroreseptor berespon terhadap perubahan tekanan darah. peningkatan karbon dioksida dan peningkatan ion hidrogen maka pernapasan menjadi meningkat.45 dan pH darah vena 7. yaitu refleks hambatan inspirasi dan ekspirasi. cairan serebrospinal peningkatan ion hidrogen dengan merespon peningkatan frekuensi dan kedalaman pernapasan. Hormon epinephrin. Terjadi asidosis jika pH darah turun di bawah 7.pusat yang berada di medulla dan kemoreseptor perifer yang berada di badan aorta dan karotid pada sistem arteri. d. ventrikel dan pembuluh darah besar. Refleks hering-breuer. dirangsang oleh peningkatan kadar karbon dioksida dalam darah arteri. arkus aorta atrium.4. a. reseptor kimia ini peka terhadap perubahan konsentrasi oksigen. Baroreseptor. Kemoreseptor pusat. b. Rata-rata pH darah adalah 7.35. Dengan demikian refleks ini mencegah terjadinya overinflasi paru-paru saat aktifitas berat. menurunnya tekanan darah arteri dibawah tekanan arteri rata-rata akan menstimulasi pernapasan. c. b.35 dan alkalosis jika pH darah 13 . Misalnya adanya penurunan oksigen. berada pada sinus kortikus.

satu bahan dapat melepas H +. CO2 berdifusi dari darah ke dalam paru paru dan menghasilkan penurunan CO 2.45.6 Kesimpulan 14 .10. Oleh karena itu pH 7.6 Sistem pernapasan mengatur H+ dengan mengeksresi CO2 penghasil H+. sehingga napas menjadi dalam dan cepat.7. sehingga napas menjadi lambat dan dangkal. dan CO2 yang dikeluarkan pun semakin banyak. Satu bahan dapat mengikat H +. system dapar haemoglobin. H2CO3 yang ditambahkan ke tubuh juga menjadi berkurang dan menghilangkan asam dari sumber non respiratorik di tubuh. yaitu adanya system dapar kimiawi. ketika [H+] arteri meningkat. yaitu system dapar karbonat-bikarbonat. tetapi terikat. bergantung pada kesediaan bahan. sehingga tidak mempengaruhi pH.10. mengakibatkan bertambah banyaknya [H+] sehingga mendorong reaksi menjadi asam. mekanisme pernapasan untuk mengontrol pH. ventilasi paru berkurang. pusat pernapasan di batang otak secara reflek terangsang untuk meningkatkan ventilasi. Tubuh memiliki empat system dapar. mekanisme ginjal untuk mengontrol pH.10.6 Untuk mengatasi peningkatan atau penurunan [H+]. dan system dapar fosfat. contoh penting adalah pasangan dapar asam karbonat dan bikarbonat. Sebaliknya ketika [H+] arteri turun.2 darah dianggap asam meskipun dalam ilmu kimia itu termasuk basa. tetapi system dapar tidak mengeliminasi [H+]. CO2 yang di produksi tidak cepat dikeluarkan sehingga otomatis akan menambah H2CO3 dan meningkatkan [H+] menuju normal. [H+] dapat berasal dari asam inorganic yang diproduksi selama penguraian nutrient dan asam organik yang berasal dari metabolism antara. Sistem dapar kimiawi adalah campuran senyawa kimia yang bersifat reversible. tubuh mempunyai garis garis pertahanan. kadar CO2 darah meningkat.diatas 7. melainkan hanya membuat ion hidrogen tersebut tidak bebas. System dapar bekerja cepat untuk mengatur pH. reaksi berbalik. Di dalam kapiler sistemik.3 Hidrogen [H+] dalam tubuh bisa berasal dari pembentukan asam karbonat dengan rumus sebagai berikut CO2 + H2O ↔ H2CO3 ↔ H+ +HCO3Reaksi ini reversible karena dapat berlangsung di kedua arah. sedangkan di paru. system dapar protein.

Hall.1. Ed. Yang terjadi dalam proses respirasi ini adalah di mana seseorang menghirup oksigen dari atmosfer lalu akan dikeluarkan dalam bentuk gas CO2. 64 15 . Atlas histologi di fiore dengan korelasi fungsional. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 3. Eroschenko VP. Buku ajar fisiologi kedokteran. Guyton AC. Edisi ke-2.2010. Buku saku Fisiologi kedokteran. 2007.1-22. 2002. Jakarta. h. 9.293-4. Somantri I. h.Proses respirasi merupakan salah satu proses yang sangat penting bagi tubuh manusia. Mitchel LG. Asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem pernapasan. Edisi 6. Gunardi S.231-43 6.h. Edisi ke-2. 2004. Anatomi sistem pernapasan. Moffat D.h 4. Edisi ke-9.h. 2009.11.130. Jakarta: Penerbit Erlangga. 2. 2011. Faiz O. 497-509. Jakarta : Erlangga. Reece JB. 2006. Buku ajar fisiologi. 2006 h. Biologi.h. Ganong WF. Sherwood L. Grant RM.674. Skofronick JG. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.EGC. Campbell NA.h. Edisi ke-20. 2003. 517-539 7. Buku Kedokteran EGC.h. Jakarta: CV Sagung Seto. Guyton & Hall.h. At a glance anatomi. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Daftar Pustaka 1.2002. 5 th ed (3). Bila terjadi gangguan pada sistem respirasi tersebut dapat timbul sesak nafas. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Fisika tubuh manusia. Cameron JR. Jakarta : Salemba Medika. 5.296-7 10.491 8. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.