Anda di halaman 1dari 11

[PEDOMAN SUASANA AKADEMIK

]
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kehidupan perguruan

tinggi sebagai

penyelenggara pendidikan

tinggi dapat berlangsung secara wajar, sehat dan produktif bila ditopang oleh
adanya kebebasan akademik dan otonomi keilmuan. Adanya hubungan
kondisional ini menandakan bahwa kebebasan akademik, kebebasan
mimbar akademik dan otonomi keilmuan merupakan hal yang sangat
esensial dalam kehidupan setiap perguruan tinggi. Oleh karena itu, pimpinan
perguruan tinggi berkewajiban mengupayakan dan menjamin agar segenap
anggota sivitas akademika di lingkungan Poltekkes Kemenkes Kaltim dapat
melaksanakan

kebebasan

akademik

dan

otonomi

keilmuan

secara

bertanggung jawab dan mandiri.
Sejalan dengan Statuta Poltekkes Kemenkes Kaltim bahwa Direktur
mempunyai tugas memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan
pengabdian

kepada

masyarakat

serta

membina

pendidik,

tenaga

kependidikan dan mahasiswa, dan hubungannya dengan lingkungan. Dalam
menjalanakan tugasnya tersebut, Direktur mempunyai wewenang menyusun
dan/atau menetapkan kebijakan akademik, norma akdemik dan kode etik
sivitas akademika. Selanjutnya Poltekkes Kemenkes Kaltim menjamin
terselenggaranya kebebasan akademik, mimbar akademik, dan otonomi
keilmuan dengan memperhatikan hak atas kekayaan intelektual (HaKI) dan
etika keilmuan dengan menghindari terjadinya tindakan tercela.
Poltekkes Kemenkes Kaltim bercita-cita menjadi Pendidikan Tinggi
Kesehatan yang unggul dan berdaya saing di tingkat regional Kalimantan
pada tahun 2024. Cita-cita ini memerlukan iklim Pendidikan Tinggi Kesehatan
yang memiliki budaya akademis dan menghargai nilai-nilai dan etika
akademis. Untuk mencapai cita- cita tersebut telah ditetapkan Kebijakan
Suasana Akademik dan Standar Mutu Suasana Akademik sebagai acuan
yang harus dipenuhi oleh semua unit kerja yang terkait dengan penciptaan
susana akademik yang kondusif di lingkungan Poltekkes Kemenkes Kaltim.
Penetapan standar mutu suasana akademik dimaksudkan sebagai acuan

Poltekkes Kemenkes Kaltim

1

pimpinan berkewajiban mengupayakan dan menjamin agar segenap anggota sivitas akademika di lingkungan Poltekkes Kemenkes Kaltim dapat melaksanakan kebebasan akademik. namun suasana akademik yang bermutu akan mampu dikenali dan dirasakan. Sejalan dengan diakuinya otonomi keilmuan. kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan. berkelanjutan serta dipergunakan sebagai salah satu komponen penjaminan mutu. merupakan salah satu komponen di dalam menghasilkan kualitas keluaran. Kebebasan akademik inilah yang harus menjadi semangat dalam penyelenggaraan berbagai bentuk komunikasi di antara sesama warga sivitas akademika. seperti halnya komponen input dan proses lainnya. melainkan juga berlakunya kebebasan mimbar akademik bagi mereka akademik berlaku yang memenuhi untuk Kebebasan bagi sivitas akademika. penelitian dan pengabdian masyarakat tersebut memerlukan peningkatan suasana akademik yang pada akhirnya berkembang menjadi budaya akademik. merumuskan dan menetapkan berbagai standar turunan di tingkat jurusan/bagian/program studi. baik para dosen maupun mahasiswa. penelitian serta pembelajaran ilmu kepada dan antara sesama warga sivitas akademika.[PEDOMAN SUASANA AKADEMIK] dalam merancang. maka kalangan para ilmuwan bukan saja mengharapkan diakuinya kebebasan akademik sebagai hak sivitas akademika. Oleh karena itu. kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan merupakan tiga hal yang sangat esensial dalam kehidupan setiap perguruan tinggi. Kehidupan perguruan tinggi sebagai penyelenggara pendidikan tinggi dapat berlangsung secara wajar. sehat dan produktif jika ditopang oleh adanya kebebasan akademik. Suasana akademik merupakan komponen evaluasi diri yang harus selalu diperbaiki dan ditingkatkan secara sistematis. Poltekkes Kemenkes Kaltim 2 . Suasana akademik memang bukan sebuah komponen fisik yang memiliki dimensi yang bisa diukur dengan suatu tolok ukur yang jelas. Adanya hubungan kondisional ini menandakan bahwa kebebasan akademik. melakukan bagi setiap anggota sivitas studi. dan unit terkait. Kebebasan akademik berlaku akademika prasyaratnya. Suasana akademik. Tiga misi terpenting Poltekkes Kemenkes Kaltim yaitu: pelaksanaan pendidikan. kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan secara bertanggung jawab dan mandiri.

Diakuinya wewenang dan wibawa itu tentunya didasarkan pada terpenuhinya berbagai persyaratan serta reputasi yang bersangkutan sebagai akademika. Poltekkes Kemenkes Kaltim 3 . Jadi kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik merupakan kebebasan yang bermitra etik karena serentak disertai oleh kesadaran bertanggungjawab oleh pelakunya. karena betapapun hebatnya seseorang dalam penguasaan disiplin ilmunya. yaitu mereka yang diakui memiliki wewenang danwibawa ilmiah untuk menyatakan pikiran dan pendapatnya dari mimbar akademik mengenai sesuatu yang berkenaan dengan disiplin ilmunya. tak ada alasan baginya untuk beranggapan bahwa pikiran dan pendapatnyalah yang benar. namun lisensi ini tidak terlepas dari pertanggungjawaban. Keterbukaan dalam komunikasi menjauhkan seorang dari arogansi akademik dan menghidupkan sikap saling-toleransi dalam perbedaan pendapat. Sub. Dengan pertimbangan hal-hal tersebut di atas maka Poltekkes Kemenkes Kaltim menetapkan kebijakan dan standar mutu suasana akademik yang akan menjadi pedoman dan tolok ukur bagi pimpinan Poltekkes Kemenkes Kaltim. Ketua Urusan dan dosen serta mahasiswa untuk bertanggung jawab dalam menciptakan suasana akademik yang kondusif. pimpinan Jurusan / Program Studi.[PEDOMAN SUASANA AKADEMIK] Kebebasan mimbar akademik memang merupakan hak bagi kalangan terbatas di antara para akademisi. Ketua Unit.bag. maka lengkaplah landasan untuk menjadikan setiap unit kerja di lingkungan Poltekkes Kemenkes Kaltim sebagai wahana pembelajaran dengan ciri khasnya masing-masing. Keterbukaan ini penting dijadikan sebagai semangat dalam segala bentuk komunikasi antara sesama warga masyarakat akademik. kebebasan mimbar akademik dalam lingkup kebebasan akademik dipandu oleh etika akademik. Kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik sekaligus membuka kesempatan bagi sivitas akademika untuk saling menguji pikiran dan pendapat. Dengan berlakunya asas kebebasan mimbar akademik maka para ilmuwan dan akademisi memperoleh kesempatan dan kebebasan untuk menyatakan pikiran dan pendapat yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. moral akademik dan norma akademik. Dengan berlakunya kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik serta diakuinya otonomi keilmuan. Kebebasan mimbar akademik merupakan lisensi bagi akademisi yang berhak menyandangnya.

4. Meningkatkan keterlibatan sivitas akademika dalam penelitian untuk pengembangan IPTEKS yang inovatif dan penyampaian hasilnya dalam berbagai seminar ilmiah dan jurnal ilmiah yang bereputasi baik pada tingkat nasional maupun internasional. Sasaran 1. 3. fakultas. Mendorong sivitas akademika dosen untuk dan terlibat mahasiswa dalam dalam kegiatan- kegiatan akademis. Meningkatkan kualitas interaksi kegiatan.[PEDOMAN SUASANA AKADEMIK] B. 3. 2. Meningkatkan penerapan pembelajaran yang interaktif. saintifik. Meningkatkan keterlibatan sivitas akademika dalam mengimplementasikan hasil penelitian kepada masyarakat dalam rangka transformasi ilmu pengetahuan dan hasil penelitian yang bermanfaat langsung bagi kepada masyarakat. BAB II PERENCANAAN MUTU SUASANA AKADEMIK Poltekkes Kemenkes Kaltim 4 . mengakomodasi. tematik. dan memfasilitasi tumbuhkembangnya budaya akademik. holistik. integratif. efektif. pelaksanaan. 2.kegiatan akademik. 4. Meningkatkan keiikutsertaan sivitas akademika dalam berbagai kegiatan akademik baik pada pada tingkat nasional maupun internasional. Mendorong tumbuhnya sikap dan kepribadian ilmiah di kalangan sivitas akademika. kolaboratif. kontekstual. C. Pedoman ini diharapkan dapat bermanfaat untuk: 1. Tujuan Pedoman Peningkatan Suasana Akademik disusun agar menjadi acuan peningkatan suasana akademik baik di tingkat Pendidikan Tinggi Kesehatan. maupun jurusan/bagian/program studi dengan menerapkan siklus mutu yang berupa alur perencanaan. Mendorong. dan monitoring dan evaluasi. dan berpusat pada mahasiswa dalam seluruh mata kuliah agar tercipta interaksi akademik yang kondusif antara dosen dan mahasiswa.

Langkah perbaikan bisa diawali dengan mengidentifikasi masalah utama dan Poltekkes Kemenkes Kaltim 5 . 3. serta otonomi keilmuan dengan menyelenggarakan kegiatankegiatan dan menyediakan fasilitas yang berkualitas. obyektivitas. kritis. Kebijakan Mutu Pendukung Suasana Akademik Poltekkes Kemenkes Kaltim yaitu: 1. dan etis. B. dilaksanakan dan dikendalikan. suasana akademis yang lebih baik dan lebih kondusif harus disiapkan dan dikondisikan dengan baik.[PEDOMAN SUASANA AKADEMIK] A. tetapi lebih merupakan akibat dari tindakan pengelolaan/pembinaan yang direncanakan. antara sesama dosen yang mendorong mereka menjadi pribadi yang proaktif. kebenaran ilmiah. inovatif. Menjunjung tinggi etika akademis dan budaya akademis sebagai pedoman berperilaku dan berinteraksi bagi sivitas akademika dalam mewujudkan visi misi melalui kegiatan pembelajaran. dinamis. Perencanaan Standar Mutu Suasana Akademik Peningkatan suasana akademik seperti halnya dengan peningkatan kinerja. penelitian. diorganisasikan. interaksi antara sesama mahasiswa. Kebijakan Mutu Suasana Akademik Poltekkes Kemenkes Kaltim menciptakan suasana yang kondusif bagi kegiatan akademik. antara dosen dan mahasiswa. Check. Semua komponen yang terkait dengan pencapaian tingkat mutu. dan 4. Menjunjung tinggi kebebasan akademik. Action) yang harus dikerjakan dengan sistematis. tetapi harus melalui mekanisme PDCA (Plan. tahap demi tahap (step-bystep). Kondisi dan suasana akademik yang kondusif dan melibatkan komponenkomponen yang terkait tersebut tidak dapat langsung mencapai tingkat ideal sekaligus. komprehensif dan terintegrasi. Menyediakan sarana dan prasarana yang berkualitas untuk mendukung keberhasilan akademik. 2. Mendorong kegiatan monitoring dan evaluasi untuk menjamin akuntabilitas penyelenggaraan kegiatan-kegiatan akademis. keterbukaan. tidak terjadi secara kebetulan. dan pengabdian pada masyarakat. berkelanjutan dan tentu saja memerlukan kesabaran serta komitmen semua pihak dalam berkepentingan (stake takeholders) yang terlibat proses peningkatan dan penjaminan mutu internal. Do.

khususnya dosen dan mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis tersebut kemudian dibuat strategi dan langkah perbaikan terhadap faktor-faktor yang secara signifikan bisa menghasilkan perubahan suasana akademik yang lebih kondusif. Poltekkes Kemenkes Kaltim menetapkan etika akademik dosen. threat). yang ditopang oleh keterampilan lunak (soft skills) dan nilai-nilai inti (core values). Poltekkes Kemenkes Kaltim sarana. Kegiatan akademik dosen bidang pembelajaran berorientasi kepada mahasiswa dalam mengembangkan intelektualitas. 3. tenaga kependidikan dan mahasiswa sebagai pedoman berperilaku dan berinteraksi bagi sivitas akademika dan tenaga pendukung suasana akademik. Suasana akademik yang kondusif dikembangkan dengan membangun hubungan antara sivitas akademika. Standar mutu suasana akademik dikembangkan melalui perencanaan sebagai berikut: 1.[PEDOMAN SUASANA AKADEMIK] pemetaan. melalui kegiatan tridharma. 4. opportunity. Langkah yang biasanya diambil adalah dengan analisis SWOT (strength. weakness. yang dalam hal ini dapat dijadikan sebagai tolok ukur kondisi suasana akademis yang diharapkan. prasarana dan merencanakan dan menyediakan dana guna mendukung terlaksananya peningkatan suasana akademik. Poltekkes Kemenkes Kaltim 6 . 2.

manajemen Poltekkes Kemenkes Kaltim harus mampu melakukan sinkronisasi antara tujuan pribadi dengan visi. suasana akademik yang kondusif dapat disimpulkan dari derajat kepuasan dan derajat berperilaku untuk motivasi sivitas akademika dalam mencapai tujuan pribadi. melainkan harus direncanakan. pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pendukung pengembangan suasana akademik yang kondusif di tingkat Poltekkes Kemenkes Kaltim Jurusan / Bagian / Program Studi. B. Kemampuan inovasi. Ketua Jurusan / bagian / program studi menyelenggarakan koordinasi dengan dosen dan perwakilan mahasiswa untuk perencanaan. Secara sederhana. yang akan menghasilkan pengembangan dan perbaikan secara berkelanjutan (continuous improvement) atau kaizen mutu suasana akademik. Pimpinan Poltekkes Kemenkes Kaltim menyediakan sarana dan prasarana pendukung pengembangan suasana akademik yang kondusif di tingkat Direktorat . Oleh karena itu. kinerja pribadi anggota sivitas akademika (yang tidak terlepas dan dilandasi dengan tujuan pribadi) terkait dan menunjang kinerja kelembagaan. diorganisasikan. 2. 1. Suasana akademik juga dapat dikendalikan melalui penggunaan PDCA. Dalam pengertian tersebut. 7 . serta Kenyamanan suasana kerja. Tata hubungan antar pribadi. Kepedulian pada peningkatan kualitas berkelanjutan. sebagai fungsi dari tujuan perguruan tinggi. adalah: 1. 4.[PEDOMAN SUASANA AKADEMIK] BAB III PENINGKATAN MUTU SUASANA AKADEMIK A. Dimensi yang digunakan sebagai komponen perencanaan dalam program pembinaan suasana akademik. Strategi Peningkatan Suasana Akademik yang Kondusif Peningkatan suasana akademik dapat dicapai melalui strategi sebagai berikut. 5. misi dan tujuan lembaga. Pembinaan Suasana dan Budaya Akademik Suasana akademik di lingkungan Poltekkes Kemenkes Kaltim tidak akan bisa terwujud dengan sendirinya. dioperasikan dan dikendalikan dengan model manajemen tertentu. 2. Kepedulian mengenai tujuan kelembagaan. 3.

dialogis. ketrampilan interaktif dan kualitas personalnya. e. Suasana akademik yang kondusif diciptakan melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dosen dengan mengikutsertakan mahasiswa. d. harmonis. Dosen. Suasana akademik yang kondusif diciptakan melalui hubungan dosen dan mahasiswa yang terbuka. b. Dosen meningkatkan kompetensi akademik. Pencapaian Standar Mutu Suasana Akademik Standar mutu suasana akademik dapat dicapai melalui upaya sebagai berikut: a.[PEDOMAN SUASANA AKADEMIK] 3. c. Poltekkes Kemenkes Kaltim kepribadian f. ilmiah mendorong ditumbuhkannya sikap melalui keaktifan mahasiswa dalam seluruh kegiatan yang bersifat akademik baik kurikuler maupun ko-kurikuler. mahasiswa dan tenaga kependidikan mematuhi dan menjunjung tinggi kode etik. Dosen dan tenaga kependidikan berusaha maksimal untuk menciptakan lingkungan sosial meningkatkan dan suasana psikologis akademik yang sehingga kondusif untuk mendukung proses pembelajaran. dan profesional melalui kegiatan yang dapat mengintensifkan interaksi dosen- mahasiswa serta monitoring dan evaluasi yang transparan dan obyektif. Poltekkes Kemenkes Kaltim 8 .

c. 1. b. keikutsertaan sivitas akademika dalam kegiatan akademik. integritas dan kejujuran. proses kegiatan akademik. Pengukuran Kinerja Suasana Akademik Peningkatan mutu suasana akademik dapat dilakukan melalui kegiatan pengukuran kinerja yang ditujukan terhadap komponen yang relevan. d. etika dan moral. Input. pengembangan kepribadian ilmiah. dan indikator kinerja (tolak ukur). b. Indikator kinerja peningkatan suasana akademik secara rinci diukur dengan instrumen audit mutu suasana akademik yang akan disusun berikutnya. sarana dan prasarana akademik. yang terdiri dari: 2. d. a. kuantitas interaksi kegiatan akademik (interaksi dosen dan mahasiswa dalam perkuliahan. interaksi dosen dan mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat. kemudian dapat dilakukan langkah perencanaan untuk meningkatkan mutu secara berkelanjutan dan mengimplementasikannya melalui tindakan-tindakan nyata. budaya akademika (perilaku akademik. kebebasan akademik. dan norma akademik). yang menekankan interaksi antara dosen dan mahasiswa dalam kegiatan akademik (tridharma perguruan 3. mahasiswa. tradisi akademik. Pencapaiaan standar mutu suasana akademik dapat dipetakan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi. tinggi) Output. yaitu terciptanya suasana akademik yang kondusif Indikator kinerja (tolok ukur). yang sesuai dengan standar mutu suasana akademik. 4. Komponen-komponen pengukuran kinerja suasana akademik mencakup input. perkembangan budaya akademik. dosen dan tenaga pendidikan. dan interaksi akademik dosen dan mahasiswa di luar kelas). interaksi dosen dan mahasiswa dalam penelitian. output. c. yang mencakup: a. Poltekkes Kemenkes Kaltim .[PEDOMAN SUASANA AKADEMIK] BAB IV KINERJA SUASANA AKADEMIK A. kebenaran ilmiah. Berdasarkan standar yang telah ditetapkan. kurikulum Proses/kegiatan akademik.

Poltekkes Kemenkes Kaltim . Pedoman Penjaminan Mutu (Quality Assurance) Pendidikan Tinggi. Tindakan Koreksi terhadap Temuan Kelemahan Suasana Akademik Hasil monitoring dan evaluasi melalui audit mutu internal terhadap standar mutu suasana akademik di setiap satuan kerja dilaporkan dalam bentuk laporan audit mutu. Mekanisme terhadap peningkatan tersebut merupakan peningkatan suasana kepada mutu akademik suasana secara akan menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan Poltekkes Kemenkes Kaltim DAFTAR RUJUKAN 1. berkelanjutan kerja Upaya terkait. Temuan mayor dan minor untuk setiap butir mutu sebagai tindakan koreksi disampaikan pimpinan unit perbaikan berkelanjutan akademik.[PEDOMAN SUASANA AKADEMIK] B.

Departemen Pendidikan Nasional. Dijen Dikti. DepDikNas. Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT). Tahun 2014 5. di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Tahun 2015. Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (SMPT). 3. Buku VI Suasana Akademik : Praktek Baik dalam Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. 2003. DepDikNas. 2005. 4. Poltekkes Kemenkes Kaltim .Jakarta. DiDirekturat Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan.[PEDOMAN SUASANA AKADEMIK] 2.