Anda di halaman 1dari 9

BACKWATER

Nama

: Priscilia Dana Mentari

NIM

: F44140037

Kelompok (Hari)

: 4 (Jumat)

I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di Indonesia sering sekali terjadi banjir, bahkan di beberapa kota sekalipun. Hal
tersebut salah satunya dikarenakan kurang perhatiannya pemerintah terhadap
sistem saluran yang ada. Sehingga ketika curah hujan meningkat, dan saluran yang
ada tidak dapat menampung debit air yang masuk, maka air tersebut meluap dari
saluran. Dalam rangka upaya pencapaian suatu kondisi lingkungan yang aman,
nyaman dan bebas dari bahaya banjir pada suatu kawasan terutama yang terdiri dari
perumahan penduduk, maka perlu dilakukan suatu perencanaan yang mantap dan
terpadu.
Pada kawasan hilir sungai banyak dijumpai “bendungan” yang berfungsi
menaikkan permukaan air dimusim kemarau, agar dapat ditumpahkan kedalam
sawah petani. Karena topografi, kawasan hilir relatif datar, maka luasan sawah yang
dapat dicetak sangatlah luas. Tetapi sebaliknya, pada musim banjir, keberadaan
bendung ini tidak dikehendaki, karena menimbilkan back –water dan banjir
disebelah hulu bendungan (Fauziyyah 2014).
Pada pengendalian banjir perlu memperhatikan muka air pada waktu banjir di
sepanjang sungai dan muka air banjir akibat back water. Hal ini atas pertimbangan
bahwa dengan adanya limpasan pada sebagian tanggul akan mengakibatkan
bobolnya tanggul adalah merupakan gagalnya system pengendali banjir. Cara yang
biasa digunakan dalam menghitung pengaruh back water adalah cara analisa
hidrolik steady non uniform flow, terutama untuk sungai yang mempunyai bentuk
penampang yang tidak beraturan maupun kemiringan dasar sungai yang bervariasi
(Chow 1992).
Aliran balik terjadi apabila aliran menagalami hambatan akibat adanya bangunan
atau rintangan pada saluran tersebut, misal : bendung, bendungan, jembatan, dll.
Pada pertemuan saluran, baik saluran kecil dengan saluran yang lebih besar, saluran
pembuang primer dengan badan air penerima seperti sungai, laut, danau, dsb
bilamana terjadi pasang airlaut, selalu terjadi aliran balik /back water, karena
elevasi muka air tertinggi pintu air lebih tinggi dari elevasi muka air di saluan /
sungai yang bermuara dipintu air tersebut.Agar saluran tetap berfungsi dan dapat
mengalirkan air dengan baik dan sesuai denganperencanaan, maka pengaruh

A = B x Y + G x Y2 ….adanya back water tersebut harus diperhitungkan dan dipakaisebagai dasar penentuan bangunan bangunan pelengkap (bangunan pertolongan) yakni tanggul.(1) Keterangan : A = Luas penampang aliran (m2) . dan di input secara manual. step length. koefisien manning. slope. Penetapan variabel tersebut dilakukan baik di quick basic maupun pada microsoft excel. 1.. step length (m). y0. Perumusan secara manual di Microsoft Excel disimpan Masukkan data lebar saluran. slope kemiringan (%). II METODOLOGI DAN ANALISIS Praktikum backwater dilakukan dengan bantuan software. koefisien manning. debit aliran. Setelah itu data yang telah dimasukkan didalam Microsoft Excel dilakukan pengolahan data menggunakan rumus-rumus yang telah ditentukan. Hal pertama yang dilakukan dalam praktikum ini yaitu dengan ditetapkan variabel-variabel seperti lebar saluran (m). dan perbandingan dimensi penampang (G). y1 (kedalaman aliran).2 Tujuan Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara kedalaman dan energi spesifik pada aliran backwater dengan bantuan program quick basic dan visual basic. debit (m3/det). kedalaman aliran normal (m). Software yang digunakan adalah quick basic dan microsoft excel. dan perbandingan dimensi penampang Melakukan kodingan di Quick Basic Didapat hasil perhitungan berupa jarak aliran dari sekat ukur (m) Run program quick basic dan microsoft excel Selesai Gambar 1 Diagram alir prosedur praktikum Besarnya luas penampang aliran (A) dapat dihitung dengan persamaan (1). kedalaman aliran kritis (m).

. R = A / P ….B = Lebar Saluran (m) G = Perbandingan jarak horisontal dan vertikal saluran Y = Kedalaman aliran (m) Parameter terbasahkan (P) dihitung dengan persamaan (2).(5) Keterangan: E = Energi spesifik (m) Y = Kedalaman aliran (m) V= Kecepatan aliran (m/det) Friction slope (F) dapat dihitung dengan persamaan (6).81) …..(2) Keterangan: P = Parameter terbasahkan (m) Y = Kedalaman aliran (m) B = Lebar Saluran (m) G = Perbandingan jarak horisontal dan vertikal Jari-jari hidrolik (R) dapat dihitung dengan persamaan (3).. P = B + 2 x Y x ( ( 1 + G2 ) ) 0.(3) Keterangan: R = Jari-jari hidrolik (m) A = Luas penampang aliran (m2) P = Penampang terbasahkan (m) Kecepatan aliran (V) dapat dihitung dengan persamaan (4)..5 ….. E = Y + V2 / ( 2 x 9.(4) Keterangan: V = Kecepatan aliran (m/det) Q = Debit aliran (m3/det) A = Luas penampang aliran (m2) Energi spesifik (E) dapat dihitung dengan persamaan (5). V = Q / A ….

Bentuk dari garis kemiringan energi dapat dilihat dari Gambar 2. Garis kemiringan energi (Sf) adalah garis yang sejajar dengan garis muka air (Sw) dan garis dasar saluran (So). D = ( E 1.E2 ) / ( S . X2 = X1 + D …. Energi spesifik adalah energi relatif terhadap saluran (Kodoatie 2002).. kemudian klik menu run..F = ( ( V x N ) / ( R2/3 ) )2 . Setelah dimasukkan kodingan pada quick Basic.(6) Keterangan: F = Friction slope (m) N = Koefisien Manning R = Jari-jari hidrolik (m) V = Kecepatan aliran (m/det) Jarak horisontal terhadap bendung (D) dapat dihitung dengan persamaan (7).. III HASIL DAN PEMBAHASAN Pembangunan bendung dibagian hulu saluran pelimpah dapat menyebabkan suatu efek aliran balik atau backwater.. Jarak horisontal adalah koordinat memanjang terhadap suatu titik pada saluran terbuka.(7) Keterangan : D = Jarak horisontal terhadap bendung (m) E = Energi spesifik (m) S = Slope kemiringan F = Friction slope (m) Jarak aliran terhadap hulu bendung (X) dapat dihitung dengan persamaan (8). .( F 1 + F2 ) / 2 ) …. Kemiringan gesekan atau friction slope adalah gesekan... Kemiringan sisi tepi adalah kemiringan adalah kemiringan yang didasarkan pada perbandingan antara jarak horizontal dan vertikal.(8) Keterangan: X = Jarak aliran terhadap hulu bendung/sekat ukur (m) D = Jarak horisontal terhadap bendung (m) Perumusan dengan excel dilakukan dengan hati-hati dan teliti agar tidak terjadi kesalahan pemasukan data dan tidak ada kesalahan perintah dalam perhitungan data.

0344 1.3245 0.0006 45.07 m.6019 271. hal ini dikarenakan batasan kedalaman (Yo) yang ditetapkan yaitu sebesar 1.05 Z2 -0.0016 2 Z1 -0.0485 0.05 m disajikan dalam Tabel 2.47 3 1.9372 1.0000 0.0000 1.8100 1. dan friction slope (F).9315 1. Tabel 2 Hasil perhitungan jarak aliran dari hulu bendung dengan interval -0.0610 Berdasarkan hasil yang disajikan dalam Tabel 2 diperoleh banyak pengulangan kedalaman aliran sebanyak 10 kali.9905 0.5072 0.35 0.3693 0.2268 11.2151 1.4504 12.0032 10.03 1.6442 79. pada saat kedalaman menurun nilai energi spesifik (E) yang dihasilkan juga mengalami penurunan.0772 0. Jika kedalaman air bertambah dalam arah aliran (hilir) maka akan menggambarkan lengkung air balik/ backwatered curve. .4188 11.53 6.5842 538. dan saat kedalaman aliran 1.8170 1.0007 49.22 8 1.42 4 1. saat kedalaman aliran 1.9728 11.47 m dihasilkan jarak aliran dari hulu bendung sebesar 39.0009 54.8408 1.12 10 1.6877 0.3249 0.2888 12.0005 40.27 7 1. Namun.8541 1.2805 0. begitu juga pada luas penampang aliran (A).6292 334.0894 1.0012 80.32 6 1.1088 8.05 Y NO (m) 1 1.42 m dihasilkan jarak aliran sebesar 79.Sifat penting dari aliran berubah beraturan adalah perbedaan kedalaman di sepanjang saluran bervariasi secara gradual.0014 122.5560 9.9016 1.0196 0.4148 0. Profil aliran menunjukkan lengkung permukaan (surface curve) aliran.8976 13.2373 0.3954 0.17 9 1.37 5 1. parameter terbasahkan (P).5368 12. Maka distribusi tekanan vertikalnya dapat ditentukan menjadi hidrostatits. salah satunya yaitu Kurva backwater.2873 1.8748 11.1260 39.7796 10.3324 9. Jika kedalaman aliran berkurang dalam arah aliran (hilir) maka akan menggambarkan lengkung surut air (Harseno et al 2007).7702 m.9838 1.0010 63.5540 0. sehinga lengkung garis aliran dapat diabaikan.7702 0.2923 167.025 0.0006 42.02 Z3 -0.3408 11.9542 0. Jarak dari hulu bendung semakin meningkat seiring dengan berkurangnya kedalaman.4767 0. Kedalaman aliran saat 1.0004 39.8852 E(I) F(I) R(m) V(m/det) (m) (m) D (m) X(I) (m) 1.0004 0.0353 216.9611 0.6948 12.52 m dihasilkan jarak aliran dari hulu bendung sebesar 0 m.1953 0.8928 12.03 m.6740 12.6252 122.5226 415.1260 1. Ada dua tipe kurva permukaan air pada aliran ini. dan jari-jari hidrolik (R).8714 1.1494 1. Kedalaman aliran minimum yang dihasilkan pada saat interval kedalaman sebesar -0.05 m adalah 1.8168 10.07 A(m2) P(m) 13.1108 12.4607 0. Tabel 1 Variabel yang telah ditentukan dalam perhitungan Y0 Y1 B Q N S G 1.8941 1. begitu juga pada nilai kecepatan aliran (V). Pengukuran variasi kedalaman dan jarak dari bendung dengan memanfaatkan software Quick Basic’64 menggunakan desain varibel-variabel rancangan yang telah ditentukan disajikan dalam Tabel 1.7230 0. jika kedalaman aliran bertambah besar pada arah aliran (dy/dx > 0).52 2 1.1260 m.1545 0.01 Setelah melakukan perumusan pada excel dan qbasic maka didapat hasil pengukuran variasi kedalaman dan jarak aliran dari hulu bendung dengan interval kedalama ke -0.1 11.

0239 1.4326 508.8941 1.6942 31.2541 415.8671 Berdasarkan hasil yang disajikan dalam Tabel 3 diperoleh banyak pengulangan kedalaman aliran sebanyak 24 kali.4423 0.46 1.3693 0.4504 12.0005 16.03 m.2288 0.1788 0. Tabel 4 Hasil perhitungan jarak aliran dari hulu bendung dengan interval -0.1953 0.8777 1. Kedalaman aliran saat 1.8928 13.4239 0.0880 380.6090 0.8162 1.0193 10.3874 0.1821 12.1805 m.02 m adalah 1.8653 1.1465 0.8465 1.8408 1. pada saat kedalaman menurun nilai energi spesifik (E) yang dihasilkan juga mengalami penurunan.0668 1.2151 1.5352 0.8170 1.4583 79.5189 0.9493 1.9208 8.44 1.0004 15.0000 1.5159 248.1621 1.9299 10.18 1.4600 12.6293 12. Tabel 3 Hasil perhitungan jarak aliran dari hulu bendung dengan interval -0.0657 0.0009 24. Jarak dari hulu bendung semakin meningkat seiring dengan berkurangnya kedalaman. lebih banyak dibandingkan dengan pada saat interval kedalaman -0.3100 11.4188 10.0008 21.5532 9.0011 31.9016 1.9729 0.4 1.5560 11. dan jari-jari hidrolik (R).5147 0.1088 11.6500 13.9136 1.0004 15.2877 11.6354 0.02 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Y (m) 1.8531 1.16 1.9283 1.7585 206.5114 0.0543 0.8285 1.3157 0.0450 1.8976 12.0005 17.7188 12.4863 15.0927 12.02 m disajikan dalam Tabel 3.6392 10.9611 0.14 1.8038 1.8619 1.9838 1.32 1.0734 186.0772 0.9309 0.7722 96.2000 9.3771 11.0035 1. Hasil pengukuran variasi kedalaman dan jarak aliran dari hulu bendung pada saat interval kedalaman -0.1300 8.5037 578.8243 11.28 1. begitu juga pada luas penampang aliran (A).2 1.5165 0.2980 0.8300 321.6454 11.0886 349. parameter terbasahkan (P).9375 1. dan saat kedalaman aliran 1.Hasil pengukuran variasi kedalaman dan jarak aliran dari hulu bendung pada saat interval kedalaman -0.1241 113.8895 1.0427 0.3635 0.4979 0.2540 0.7132 P(m) 12.6824 0.2459 0.0894 1.9138 11.5205 131.0005 16.1 1.0006 17.2805 0.2631 0.08 1. Kedalaman aliran minimum yang dihasilkan pada saat interval kedalaman sebesar -0.2723 1.1881 1.2432 1.4831 167.0005 16.0012 35. dan friction slope (F).0007 19.0006 17.04 m.5621 227.1127 1.01 m disajikan dalam Tabel 4.1692 12.3610 12.1725 0.9109 1.9462 1.0004 15.1560 0.4607 0.9312 12.4863 m.0080 0.0008 20. hal ini dikarenakan batasan kedalaman (Yo) yang ditetapkan yaitu sebesar 1.0013 51.0839 0.3 1.0009 22.1832 0.3513 0.0014 70.34 1.05 m.4088 13.0312 0.5540 0.9700 149.9964 0.1039 1.9952 11.4863 1.7349 11.1805 1.0000 0.0848 10.0030 0.9647 1.38 1.50 m dihasilkan jarak aliran dari hulu bendung sebesar 15.9234 47.7392 1.1769 63.2268 11.01 . Namun.7672 9.9847 0.0196 0.0012 41.8405 E(I) F(I) R(m) V(m/det) (m) (m) D (m) X(I) (m) 1.36 1.22 1.0010 25.0006 18.4793 0.2119 0.3408 9.8774 1.3026 1.1982 11.5399 12.48 1.2808 1.4162 456.0032 11.0708 295.5368 11.0010 28. saat kedalaman aliran 1.8315 1.4666 11.8612 10.2715 12.52 m dihasilkan jarak aliran dari hulu bendung sebesar 0 m.0004 0.8082 12.6948 12.7652 11.06 A(m2) 13.1625 0.42 1.48 m dihasilkan jarak aliran sebesar 31.52 1.6643 271.1370 1.9255 1.4056 0.26 1.1259 0. begitu juga pada nilai kecepatan aliran (V).12 1.4409 0.2606 0.5 1.3334 0.24 1.9828 9.0007 19.

2204 0.4239 0.1213 63.0009 11.9136 1.8470 1.1749 1.8612 11.6740 1.3245 0.5058 1.2892 0.9255 1.5 13.2584 415.0008 11.8082 1.1127 1.0010 13.3441 88.9837 380.8800 12.14 9.0657 0.0008 10.7635 1.3408 11.4566 177.4952 1.0011 15.6679 307.5292 12.0007 9.0162 397.0441 149.28 11.1537 1.34 11.8242 1.8465 1.9006 1.4088 12.4423 0.0004 7.9742 1.1247 1.0558 1.52 13.3674 349.8389 1.0012 19.9195 1.0912 11.7347 1.9315 1.8128 12.6902 0.0479 0.1712 216.1374 0.3874 0.7863 1.8122 131.6600 11.2352 11.0006 8.8619 1.5973 1.9728 11.2151 1.0005 8.0450 1.8774 1.9905 0.9196 1.2119 0.9312 39.9076 1.6007 0.6948 12.7237 334.9964 0.2497 1.4979 0.2268 0.8777 1.2888 12.0006 9.2657 79.32 11.2373 0.3693 0.9312 12.2000 11.0035 1.4057 1.5165 0.9138 0.4700 0.0427 0.1621 1.0012 18.5399 1.0544 1.NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Y (m) A(m2) P(m) R(m) V(m/det) 1.0004 7.0007 9.44 12.0011 17.8243 0.0312 0.0004 7.5259 0.0196 0.6392 11.0206 1.0007 10.5846 1.1630 1.6286 1.1010 1.9434 1.0026 1.8347 1.0668 1.9611 0.4 12.0009 12.9708 206.0543 0.9847 0.8541 1.0772 0.9864 1.3092 11.9913 47.0780 1.9647 1.11 9.4468 11.1692 12.3432 12.8941 1.8928 12.7349 0.5288 11.9838 1.1821 0.3068 0.9828 11.3093 167.1108 12.0138 0.1494 1.0714 0.1972 11.3610 1.4607 0.2288 0.0641 0.9585 0.1102 1.38 12.4218 0.6151 186.0005 8.0485 0.26 10.1088 0.3047 .5446 0.49 13.7675 15.15 9.16 9.8697 1.2658 1.22 10.0004 7.13 9.47 13.0370 0.6080 113.5242 1.2718 0.8592 1.43 12.9936 1.25 10.2459 0.48 13.4262 1.0005 8.5072 0.1953 0.9024 1.0010 13.4232 11.9283 1.3050 1.6500 12.31 11.3424 0.7500 11.0005 8.6694 1.4504 1.6132 1.46 13.8748 11.2327 1.35 11.4666 0.7180 1.4793 0.8691 0.3334 0.9244 140.0004 7.0005 8.0022 0.39 12.0894 1.1015 1.0626 1.5004 1.6508 12.7796 0.0006 9.0927 0.9016 1.2805 0.1620 321.0006 8.3324 0.2 10.9375 1.8895 1.8531 1.1478 1.3513 0.45 13.7860 196.8408 1.23 10.8315 1.19 10.8653 1.9462 1.9729 0.4148 0.7069 122.3771 0.5368 12.21 10.2430 0.1982 0.7180 7.5540 0.4331 0.0080 0.37 12.9952 12.6738 1.7712 12.6268 237.6293 1.42 12.3 11.3356 1.1916 71.0005 8.0136 1.2268 12.41 12.4886 0.0004 7.17 9.6454 0.4554 1.1163 1.8740 31.3163 1.1535 0.0006 9.0239 1.2545 0.1790 1.5352 0.3965 0.0600 0.5532 11.9552 0.2631 0.1562 1.2660 1.5113 0.0000 1.27 10.24 10.0032 0.0000 0.0722 1.3157 0.9554 1.9788 0.1881 1.0010 14.0009 11.0848 11.3891 226.1722 158.3603 0.2885 1.4270 96.4056 0.2290 E(I) F(I) (m) (m) D (m) X(I) (m) 1.51 13.5772 12.1734 259.8714 1.9670 0.29 11.2301 295.2774 1.0009 12.8976 1.2980 0.8956 1.2036 0.0007 9.8396 283.4690 1.0007 9.8835 1.0500 12.0546 55.7672 11.0005 8.33 11.9109 1.7805 435.9493 1.8858 1.7188 1.2877 0.3784 0.4188 11.4515 0.36 11.9372 1.4855 1.0004 0.0008 10.0254 0.2715 0.18 9.1123 364.4892 271.7652 12.0011 15.5560 0.8195 23.8170 1.1370 1.5978 1.3100 11.12 9.8529 1.0005 8.0788 1.4600 12.2015 1.8872 248.0008 10.1870 0.0344 1.0006 8.5148 105.

3026 1.7957 10.8168 8.03 m. begitu juga pada nilai kecepatan aliran (V).8162 0.8038 0. selalu terjadi aliran balik / back water.6272 579.7913 0.0396 .0016 21. dan jari-jari hidrolik (R).02 m. karena elevasi muka air laut lebih tinggi dari elevasi muka air disaluran / sungai yang bermuara ke laut tersebut. Selain itu.2576 1. Namun.7063 0.6614 74.6880 24. saluran-saluran yang lebih kecil bermuara / mengalir bergabung dengan saluran yang lebih besar atau saluran primer bermuara pada laut.9927 481.04 1.8852 10.0015 0. begitu juga pada luas penampang aliran (A). Saat banjir. sebagai badan air penerima.1545 1. Backwater valve merupakan salah satu kegunaan backwater yang banyak digunakan pada sistem pembuangan air tanah.8100 0.4349 32.0252 8. analisis backwater juga berperan penting dalam analisis kejadian banjir yang dapat terjadi.1 Simpulan Pada sistem jaringan drainase.3342 1. IV SIMPULAN DAN SARAN 4.2723 1. Semakin kecil interval kedalaman suatu aliran maka semakin banyak pengulangan kedalaman.0013 0.07 1.1470 27.1307 1. hal ini dapat diatasi dengan baik (Baskerville 2012).5072 8.4885 m.05 1.52 m dihasilkan jarak aliran dari hulu bendung sebesar 0 m.1625 1.0015 0. Pengulangan kedalaman aliran terbanyak berada pada saat interval kedalaman aliran -0.7850 1.0527 39. dan friction slope (F).6100 8.9746 10.3504 1.0012 0. saat kedalaman aliran 1.0013 0. dan saat kedalaman aliran 1.1 1.01 m adalah 1. begitu juga pada jarak horisontal terhadap bendung (D). lebih banyak dibandingkan dengan pada saat interval kedalaman -0.1947 146.4048 11.7510 10.03 9.51 m dihasilkan jarak aliran dari hulu bendung sebesar 7. nilai kecepatan aliran (V).0014 0.1386 1.7132 8.05 m yaitu sebanyak 10 kali.08 1.05 m dan -0. Kedalaman aliran minimum yang dihasilkan pada saat interval kedalaman sebesar -0.8224 0.4900 851. Namun. dan friction slope (F).9208 8. Penurunan kedalaman mengakibatkan terjadinya kenaikan jarak aliran terhadap hulu bendung. pada saat kedalaman menurun nilai energi spesifik (E) yang dihasilkan juga mengalami penurunan.1396 508.0067 50.43 44 45 46 47 48 49 50 1.7180 m. Kedalaman aliran saat 1.1788 1.3182 1. Berfungsi untuk mencegah aliran balik dari saluran pembuangan saat banjir.5496 Berdasarkan hasil yang disajikan dalam Tabel 4 diperoleh banyak pengulangan kedalaman aliran sebanyak 50 kali.1300 9.9299 10. parameter terbasahkan (P).01 m yaitu sebanyak 50 kali dan pengulangan kedalaman terkecil berada pada saat interval kedalaman aliran -0.7975 0.50 m dihasilkan jarak aliran sebesar 15.06 1.6339 630.8405 10.1465 1.1706 1.0014 0. hal ini dikarenakan batasan kedalaman (Yo) yang telah dirancang yaitu sebesar 1.2873 1. saluran pembuangan akan penuh dan bertekanan tinggi sehingga memungkinkan aliran balik.03 m.0193 10. pada saat kedalaman menurun nilai energi spesifik 456. Melalui pertemuan tersebut misalnya pertemuan disuatu hari bilamana terjadi pasang air laut.1229 0.5745 540.09 1. Jarak dari hulu bendung (X) semakin meningkat seiring dengan berkurangnya kedalaman.8285 0.2953 704. dengan menggunakan backwater valve.2432 1.

Backwater of Dengkeng River using standard method [Skripsi]. Fauziyyah AL. 4. 1992. Jonas S.Valve: Handbook for New Employees First Editions. Hidrolika Terapan Aliran Terbuka dan Pipa. DAFTAR PUSTAKA Baskerville. V. 2014. 2007. 2002. Program ini merupakan progam yang efektif dalam perhitungan sehingga lebih mudah diaplikasikan. Valve Corporation: Washington (USA). Alangkah baiknya dalam praktikum ini dilakukan percobaan pada saluran di lapangan sehingga melihat tinjauan langsung. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang backwater. begitu juga pada luas penampang aliran (A). namun hendaknya praktikan lebih menguasai program aplikasi qbasic danmicrosoft excel. Erlangga: Jakarta (ID). Universitas Sebelas Maret: Surakarta (ID).T. parameter terbasahkan (P).2 Saran Praktikum telah berjalan sesuai prosedur. Studi eksperimental aliran berubah beraturan pada saluran terbuka bentuk prismatis. Majalah Ilmiah UKRIM: Vol (2):1-26. . Yogyakarta (ID): Penerbit Andi. Kodoatie RJ. Hidrolika Saluran Terbuka . Harseno E. dan jari-jari hidrolik (R).2012. Chow. N.(E) yang dihasilkan juga mengalami penurunan.