Anda di halaman 1dari 12

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Status Gizi
Status gizi adalah suatu keadaan tubuh yang diakibatkan oleh keseimbangan
antara asupan zat gizi dengan kebutuhan. Keseimbangan tersebut dapat dilihat dari
variabel pertumbuhan, yaitu berat badan, tinggi badan/panjang badan, lingkar
kepala, lingkar lengan, dan panjang tungkai.9(Suyatno, 2010)
Status gizi merupakan ekspresi satu aspek atau lebih dari seorang individu
dalam suatu variabel (Hadi, 2002). Status gizi adalah ekspresi dari keadaan
keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu atau perwujudan dari nutriture
dalam bentuk variabel tertentu (Supariasa, dkk, 2001). Sedangkan menurut
Gibson (1990) menyatakan status gizi adalah keadaan tubuh yang merupakan
hasil akhir dari keseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam tubuh dan
utilisasinya.
Untuk menentukan status gizi seseorang atau kelompok populasi dilakukan
dengan interpretasi informasi dari hasil beberapa metode penilaian status gizi
yaitu: penilaian konsumsi makanan, antropometri, laboratorium/biokimia dan
klinis. Diantara beberapa metode tersebut, pengukuran antropometri adalah relatif
paling sederhana dan banyak dilakukan.9
Dalam antropometri dapat dilakukan beberapa macam pengukuran yaitu
pengukuran berat badan (BB), tinggi badan (TB) dan lingkar lengan atas (LILA).
Dari beberapa pengukuran tersebut BB, TB dan LILA sesuai dengan umur adalah
yang paling sering digunakan untuk survey sedangkan untuk perorangan,
keluarga, pengukuran BB dan TB atau panjang badan (PB) adalah yang paling
dikenal.9,10
Melalui pengukuran antropometri, status gizi anak dapat ditentukan apakah
anak tersebut tergolong status gizi baik, kurang atau buruk. Untuk hal tersebut
maka berat badan dan tinggi badan hasil pengukuran dibandingkan dengan suatu
standar internasional yang dikeluarkan oleh WHO. Status gizi tidak hanya
diketahui dengan mengukur BB atau TB sesuai dengan umur secara sendiri5

6 sendiri. tetapi juga merupakan kombinasi antara ketiganya.10 Indikator tinggi badan dibanding umur (TB/U) dapat menggambarkan status gizi masa lampau atau masalah gizi kronis.9. Pengaruh kurang gizi terhadap pertumbuhan TB baru terlihat dalam waktu yang cukup lama. Masing-masing indikator mempunyai makna sendiri-sendiri.10 Indikator berat badan dibanding tinggi badan (BB/TB) merupakan pengukuran antropometri yang terbaik karena dapat menggambarkan secara sensitif dan spesifik status gizi saat ini atau masalah gizi akut. Ini merupakan indikator yang baik untuk menilai status gizi saat ini terutama bila data umur yang akurat sering sulit diperoleh. baik pada anak maupun dewasa. Berbeda dengan berat badan yang dapat diperbaiki dalam waktu singkat. Seseorang yang pendek kemungkinan keadaan gizi masa lalu tidak baik.10 Indikator berat badan dibanding umur (BB/U) menunjukkan secara sensitif status gizi saat ini (saat diukur) karena mudah berubah. Dalam keadaan normal tinggi badan tumbuh bersamaan dengan bertambahnya umur. Berat badan berkorelasi linier dengan tinggi badan. artinya dalam keadaan normal perkembangan berat badan akan mengikuti pertambahan tinggi badan pada percepatan tertentu. namun tidak spesifik karena berat badan selain dipengaruhi oleh umur juga dipengaruhi oleh tinggi badan. Indikator ini dapat dengan mudah dan cepat dimengerti oleh masyarakat umum. dan dapat mendeteksi kegemukan. maka tinggi badan pada usia dewasa tidak dapat lagi dinormalkan. Pada anak balita kemungkinkan untuk mengejar pertumbuhan tinggi badan optimal masih bisa sedangkan anak usia sekolah sampai remaja kemungkinan untuk mengejar pertumbuhan tinggi badan masih bisa tetapi kecil kemungkinan untuk mengejar pertumbuhan optimal. Pertambahan TB relatif kurang sensitif terhadap kurang gizi dalam waktu singkat.9. Dengan demikian berat badan yang normal akan proporsional dengan tinggi badannya. Untuk kegiatan identifikasi dan manajemen penanganan bayi dan anak balita gizi buruk .9. sensitif untuk melihat perubahan status gizi dalam jangka waktu pendek. Indikator ini juga dapat dijadikan indikator keadaan sosial ekonomi penduduk.

Dari sudut pandang gizi.9.9 . Definisi Antropometri berasal dari kata anthropos dan metros.2. Berbagai jenis ukuran tubuh antara lain berat badan. ditarik pengertian bahwa antropometri gizi adalah berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi.1. Jadi antropometri adalah ukuran dari tubuh.1 Klasifikasi Status Gizi Anak Bawah Lima Tahun (Balita)12 INDEKS STATUS GIZI Berat Badan menurut Umur Gizi Lebih Gizi Baik (BB/U) Gizi Kurang Gizi Buruk Tinggi Badan menurutNormal Pendek (Stunted) Umur (TB/U) Berat badan menurutGemuk Normal Tinggi Badan (BB/TB) Kurus (wasted) Kurus sekali *) SD = Standard deviasi AMBANG BATAS *) > +2 SD ≥ -2 SD sampai +2 SD < -2 SD sampai ≥ -3 SD < -3 SD ≥ -2 SD < -2 SD > +2 SD ≥-2 SD sampai +2 SD < -2 SD sampai ≥-3 SD < -3 SD Sumber : SK Menkes 920/Menkes/SK/VIII/2002 2. tinggi badan.7 akut. maka WHO & Unicef merekomendasikan menggunakan indikator BB/TB dengan cut off point < -3 SD. Antropometri 2. Anthropos artinya tubuh dan metros artinya ukuran. lingkar lengan atas dan tebal lemak dibawah kulit.11 Secara umum klasifikasi status gizi balita yang digunakan secara resmi adalah seperti berikut ini: Tabel 2.2.

Hasil pengukuran tinggi badan dan berat badan yang akurat menjadi tidak berarti apabila tidak disertai dengan penentuan usia yang tepat. batasan usia adalah tahun umur penuh dan untuk anak usia 0-2 tahun digunakan bulan usia penuh. Alat mudah didapat dan digunakan 2. Pengukuran tidak hanya oleh tenaga professional namun juga dapat dilakukan oleh tenaga lain setelah dilatih 4. Gangguan ini biasanya terlihat dari pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak. 2.9 2.9 Menurut Puslitbang Gizi Bogor. Secara ilmiah diakui kebenarannya. Hampir semua negara menggunakan antropometri sebagai metode untuk mengukur status gizi masyarakat. dihitung 6 tahun Bulan usia penuh : usia 4 bulan 5 hari. Pengukuran dapat dilakukan berulang-ulang dengan mudah dan objektif 3. lingkar pinggul dan jaringan lemak bawah kulit.8 Antropometri sangat umum digunakan untuk mengukur status gizi dari berbagai ketidakseimbangan asupan protein dan energi.9 Contoh : Tahun usia penuh : usia 7 tahun 2 bulan. Berat Badan Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling sering digunakan untuk bayi baru lahir (neonatus). berat badan. dihitung 4 bulan Usia 3 bulan 27 hari dihitung 3 bulan B. lingkar kepala. Usia Faktor usia sangat penting dalam penentuan ststus gizi. dihitung 7 tahun Usia 6 tahun 11 bulan.3. lingkar lengan atas. Biaya relatif murah 5. khususnya untuk screening status gizi.2.2.. lingkar dada. tinggi badan. Kesalahan penentuan usia akan menyebabkan interpretasi status gizi menjadi salah. otot dan jumlah air dalam tubuh. Parameter yang Digunakan Parameter adalah ukuran tunggal dari tubuh manusia. Hasil mudah disimpulkan karena mempunyai ambang batas (cut off) dan baku rujukan yang sudah pasti 6. Dasar Penggunaan Beberapa alasan yang mendahului penggunaan antropometri adalah9: 1. antara lain usia. . Berat badan digunakan untuk mendiagnosa bayi normal ataukah BBLR.2.9 A.

Caranya timbang anak beserta ibu. berat badan dapat digunakan untuk melihat laju pertumbuhan fisik maupun status gizi. timbangan diperiksa dengan seksama apakah dalam kondisi baik atau tidak. kemudian timbang ibu sendiri. Apabila tidak memungkinkan maka hasil penimbangan dikoreksi dengan berat pakaian yang ikut ditimbang. maka ibu atau orang tua yang menyertai dapat menggendong anak yang akan ditimbang. Skala mudah dibaca 5. air dan mineral pada tulang.9 Pada masa bayi-balita. Alat pengukur mudah didapatkan dan sudah dikenal oleh masyarakat luas. Merupakan pengukuran yang sudah dipakai secara umum dan luas di Indonesia d. Usahakan pakaian dalam kondisi minim dan tidak menggunakan alas kaki. Adapun syarat-syarat timbangan yang baik adalah sebagai berikut9: 1.1 kg 4. setelah itu berat badan anak dihitung dengan mengurangi berat timbangan ibu dan anak . Memberikan gambaran status gizi sekarang dan kalau dilakukan secara periodik memberikan gambaran yang baik mengenai pertumbuhan c. Berat badan menggambarkan jumlah dari protein. Mudah diperoleh dan relatif murah 3. b. Ketelitian penimbangan maksimal 0. lemak. Aman untuk menimbang balita Sebelum menimbang. Ketelitian pengukuran tidak banyak ditentukan oleh keterampilan pengukur e. Apabila keadaan memaksa dimana anak tidak mau ditimbang. Mudah digunakan dan dibawa dari satu tempat ke tempat lain 2.9 Berat badan merupakan pilihan utama karena berbagai pertimbangan antara lain9: a. Merupakan parameter paling baik karena mudah terlihat perubahannya dalam waktu singkat akibat perubahan pada konsumsi makanan dan keadaan kesehatan.

3.1. tinggi badan merupakan ukuran kedua yang penting karena dengan diketahui berat badan dan tinggi badan maka faktor usia dapat dikesampingkan. menderita penyakit infeksi. Tempelkan microtoise pada dinding yang lurus dan datar setinggi tepat 2 meter.3. Baca angka pada skala yang nampak pada lubang gulungan microtoise. punggung dan kepala bagian belakang menempel pada dinding dan wajah menghadap lurus kedepan 4.9 2. Anak berdiri tegap dalam sikap sempurna seperti baris berbaris. Angka tersebut menunjukkan tinggi anak yang diukur.9 Untuk bayi. angka nol pada lantai yang datar dan rata 2. Bayi ditidurkan lurus didalam alat pengukur. Turunkan microtoise sampai rapat pada kepala bagian atas.9 Untuk balita yang sudah dapat berdiri.10 dengan berat badan ibu saja. cacat bawaan dan menderita penyakit . Berat badan dicatat dengan ketelitian satu angka desimal. kaki lurus. dengan cara sebagai berikut9: 1. dilakukan dengan alat pengukur tinggi badan microtoise (baca: mikrotoa).disamping itu. Gizi Kurang 2. pengukuran panjang badan dilakukan di atas meja khusus atau tempat yang datar. Penyebab Langsung. Lepaskan sepatu atau sandal anak 3. sikusiku lurus menempel pada dinding. tumit.9 C. Faktor Penyebab Gizi Kurang Ada 2 faktor penyebab dari gizi kurang adalah sebagai berikut: A. bokong. Kurangnya jumlah dan kualitas makanan yang dikonsumsi. Tinggi Badan/Panjang Badan Tinggi badan merupakan parameter yang penting bagi keadaan yang telah lalu dan keadaan sekarang jika umur tidak diketahui dengan tepat. bagian bawah alat pengukur digeser sehingga tepat menyinggung telapak kaki bayi dan skala pada sisi alat pengukur dapat dibaca.

Oleh karena itu untuk mengatasi gizi kurang dibutuhkan kerjasama lintas sektor. Kaitan infeksi dan kurang gizi seperti layaknya lingkaran setan yang sukar diputuskan. pendidikan rendah. penyebab kurang gizi dapat dijelaskan sebagai berikut: Pertama. Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Faktor yang menyebabkan kurang gizi telah diperkenalkan UNICEF dan telah digunakan secara internasional. Asupan makanan yang kurang disebabkan oleh berbagai faktor. atau terkena infeksi. tidak langsung. B. Sedangkan faktor-faktor lain selain faktor kesehatan. akar masalah dan pokok masalah. tetapi juga merupakan masalah utama gizi kurang adalah kemiskinan. Penyebab tidak langsung Ketersediaan pangan rumah tangga. 2. ketersediaan pangan dan kesempatan kerja.4. pelayanan kesehatan. 2000). yang meliputi beberapa tahapan penyebab timbulnya kurang gizi pada anak balita. anak tidak cukup mendapat makanan bergizi seimbang dan pola makan yang salah. baik penyebab langsung. antara lain tidak tersedianya makanan secara adekuat. perilaku. penyebab langsung yaitu makanan anak dan penyakit infeksi yang mungkin diderita anak. Secara garis besar gizi kurang disebabkan oleh karena asupan makanan yang kurang atau anak sering sakit. Penyebab gizi kurang tidak hanya disebabkan .11 kanker. Kondisi infeksi kronik akan meyebabkan kurang gizi dan kondisi malnutrisi sendiri akan memberikan dampak buruk pada sistem pertahanan sehingga memudahkan terjadinya infeksi. karena keduanya saling terkait dan saling memperberat. Anak yang mendapat makanan cukup baik tetapi sering diserang demam akhirnya menderita kurang gizi. Berdasarkan Soekirman dalam materi Aksi Pangan dan Gizi nasional (Depkes.

harga pangan. (Wikipedia.5. perhatian dan dukungan terhadap anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal baik fisik. umur manusia dikatakan lima belas tahun diukur sejak dia lahir hingga waktu umur itu dihitung. Umur atau usia adalah satuan waktu yang mengukur waktu keberadaan suatu benda atau makhluk. 2010). dan ketrampilan keluarga. Pola pengasuhan adalah kemampuan keluarga untuk menyediakan waktunya. Pelayanan kesehatan dan sanitasi lingkungan adalah tersedianya air bersih dan sarana pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau oleh seluruh keluarga. Kedua. makin baik pola pengasuhan anak dan keluarga makin banyak memanfaatkan pelayanan yang ada. penyebab tidak langsung yaitu ketahanan pangan di keluarga. 2. Ketahanan pangan keluarga juga terkait dengan ketersediaan pangan. pola pengasuhan anak. baik yang hidup maupun yang mati. Karakteristik Ibu Balita 2. pengetahuan dan ketrampilan terdapat kemungkinan makin baik tingkat ketahanan pangan keluarga. Faktor-faktor tersebut sangat terkait dengan tingkat pendidikan. Anak yang mendapat makanan yang baik tetapi karena sering sakit diare atau demam dapat menderita kurang gizi. dan sosial. 1998). pengetahuan. . Makin tinggi pendidikan. serta pengetahuan tentang gizi dan kesehatan.12 makanan yang kurang tetapi juga karena penyakit.5.1. Kenyataannya baik makanan maupun penyakit secara bersama-sama merupakan penyebab kurang gizi. serta pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan. Semisal. Umur Umur adalah lamanya seseorang hidup sejak dilahirkan sampai pada saat sekarang dihitung dalam tahun (Depkes RI. Demikian pada anak yang makannya tidak cukup baik maka daya tahan tubuh akan melemah dan mudah terserang penyakit. mental. Ketahanan pangan adalah kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh anggota keluarga dalam jumlah yang cukup dan baik mutunya. dan daya beli keluarga.

makin tinggi tingkat pendidikan seseorang. (Notoadmojo. misalnya hal-hal yang menunjang kesehatan sehingga meningkatkan kualitas hidup. tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja. Pendidikan Koentjoroningrat (1997). pekerjaan adalah kebutuhan yang harus dilakukan terutama untuk menunjang kehidupannya dan kehidupan keluarga. Oleh sebab itu. maka makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pengetahuan yang dimiliki dan semakin mudah orang tersebut menerima informasi. Pengetahuan atau pendidikan tentang kesehatan akan berpengaruh terhadap prilaku sebagai hasil jangka menengah (Intermediate Inpact). sehingga seseorang lebih mudah menerima terhadap nilai-nilai yang baru di kembangkan. Pekerjaan bukanlah sumber .2. Dari segi kepercayaan masyarakat seseorang yang lebih dewasa dipercaya dari orang yang belum tinggi kedewasaannya. Oleh sebab itu pendidikan kesehatan sebagai usaha intervensi perilaku harus diarahkan pada ketiga faktor tersebut. 2003) 2. 2. Selanjutnya Lewrence Green menjelaskan bahwa perilaku itu dilatar belakangi oleh 3 (tiga) faktor pokok yaitu: Faktor-faktor predisposisi (predisposing factor).13 Menurut Elisabeth BH yang dikutip Nursalam (2003).5. usia adalah umur individu yang terhitung mulai saat dilahirkan sampai berulang tahun. Pekerjaan Menurut Thomas yang dikutip oleh Nursalam (2003). mengatakan bahwa pendidikan diperlukan untuk mendapatkan informasi. Sedangkan menurut Huclok (1998) semakin cukup umur.5. Tingkat pendidikan adalah tingkat pendidikan formal yang berhasil dilalui oleh seseorang.3. Tingkat pendidikan seseorang akan dapat memberikan pengaruh terhadap pemahaman tentang sebuah pengalaman dan rangsang yang diberikan melalui belajar dan media lainnya. faktor yang mendukung (enabling factor) dan faktor yang memperkuat (reinforcing factor). Hal ini akan sebagai dari pengalaman dan kematangan jiwa.

2006. 133). Pendapatan Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (1999:233) dalam buku Standar Akuntansi Keuangan menyebutkan bahwa pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu periode.5. Paritas merupakan frekuensi ibu pernah melahirkan anak. yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. berulang dan banyak tantangan. Kelahiran kembar hanya dihitung satu paritas (Oxorn. 2003). hidup atau mati tetapi bukan aborsi. bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas. tetapi lebih banyak merupakan cara mencari nafkah yang membosankan. Sedangkan bekerja umumnya merupakan kegiatan yang menyita waktu. Hal ini juga dikemukakan Suwardjono (1989:167) dalam buku teori Akuntansi Perekayasaan Akuntansi Keuangan bahwa dari aspek fisik pendapatan dapat dikatakan sebagai hasil akhir suatu aliran fisik dalam proses menghasilkan laba.5. selanjutnya tingkat paritas dijelaskan sebagai 12 berikut: Primi Gravida yaitu ibu yang pernah hamil satu kali.5. Grande Multi Para ibu yang pernah melahirkan 5 kali atau lebih (Salmah.14 kesenangan. Tingkat paritas telah banyak menarik perhatian para peneliti dalam hubungan kesehatan ibu dan anak. Primi Para adalah ibu yang pernah melahirkan satu kali. 2003) 2. Paritas Paritas menunjukkan jumlah kehamilan terdahulu yang telah mencapai viabilitas dan telah dilahirkan tanpa melihat jumlah anak.4. Aspek moneter memberikan pengertian bahwa . Bekerja bagi ibu-ibu akan mempunyai pengaruh terhadap kehidupan keluarga. 2. Multi Gravida adalah ibu yang pernah hamil 2-4 kali sedangkan Multipara adalah ibu yang pernah melahirkan 2-4 kali dan Grande Multi Gravida adalah ibu yang pernah hamil 5 kali atau lebih. Dikatakan demikian karena terdapat kecendrungan kesehatan ibu yang berparitas rendah lebih baik dari pada yang berparitas tinggi (Notoadmojo.

(Susanto dkk. Jarak lima kilometer dianggap sebagai jarak yang dekat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.15 pendapatan dihubungkan dengan aliran masuk aktiva yang berasal dari kegiatan operasi perusahaan dalam arti luas.6. (Notoatmodjo. 2. rasa dan raba dengan sendiri. penciuman.6. pendengaran.5. 2004) 2. Kerangka Teori Status Gizi Penilaian Definisi Gizi Baik Gizi Kurang Karakteristik Ibu Usia Pendidikan Pekerjaan Paritas . 2010) Jarak pada penelitian ini adalah jarak rumah ibu balita ke tempat peleyanan kesehatan terdekat. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Dalam fisika atau dalam pengertian sehari-hari. jarak dapat berupa estimasi jarak fisik dari dua buah posisi berdasarkan kriteria tertentu (misalnya jarak tempuh antara Jakarta-Bandung).. Pengetahuan Pengetahuan adalah merupakan hasil ”tahu” dan ini terjadi setelah orang mengadakan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Jarak tempuh dari sarana pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor yang penting dalam utilisasi rawat sarana pelayanan kesehatan.7. Jarak Jarak adalah angka yang menunjukkan seberapa jauh suatu benda berubah posisi melalui suatu lintasan tertentu.5. Masyarakat cenderung memanfaatkan sarana yang ada di sekitar tempat tinggalnya. (Wikipedia. Penginderaan terhadap obyek terjadi melalui panca indra manusia yakni penglihatan. 2003) 2. Pada waktu pengindraan sampai menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian persepsi terhadap obyek.

2012 dengan modifikasi. A dan Ismawati.2 Kerangka Penelitian BBLR Tidak BBLR . Kerangka Penelitian Karakteristik Ibu BBLR Tidak BBLR Balita Gizi Kurang Gambar 2.16 Sumber : Proverawati. I. 2010 dan Supariasa.D.N dkk. Penilaian Status Gizi. C.7. Gambar 2. BBLR.1 Kerangka Teori 2.