Anda di halaman 1dari 2

Step 1

Koma : keadaan tidak sadar dan tidak respon terhadap rangsangan


Kejang : gangguan syaraf yang terjadi karena lepas muatan listrik yg abnormal
Kesadaran : keadaan yang mencerminkan ke integrasian impuls eferen dan
aferen

Step 2 :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Bagimanakah dari organ anatomi yang terkait ?


Mengapa julian koma dan tidak sadar kan diri ?
Bagaimana tahapan penurunan kesadaran?
Mengapa dia mengalami nyeri kepala ?
Apa hubungan nya kualitas dengan keluhan yang dirasakan oleh julian?
Apa yang menyebabkan julian kejang dan spasme ?
Bagaimanakah intepretasi hasil dari pemeriksaan fisik ?

Step 3:
1. Organ yang terkait otak,terdiri dari cerebellum crebri dan trunkus cerebri
Ada lapisan otak nya :
Kulit
Galea aponearitica
Os. calvaria
Duramater, ada dua yaitu ada diselaput otak dan dimedula spinalis
Spatium subdural
piamater,
spatium subaracnoidea
Arachnoideamater
Lcs dihasilkan oleh pleksus choroidalis, ada beberapa penyakit yang bisa
ditimbulkannya.
Lcs berfungsi sebgaia pemberi nutrisi,melindungi dari guncangan.
2. Koma adalah penurunan kesadaran penyebabnya bisa karena
radang,peningkatan intrakranial,kerusakan batang otak. SEMENITE.
Sirkulasi Metabolik Elektrolit Neoplasma Intoksikasi Trauma Epilepsi.
3. Tahapan :
Sadar,penurunan kesadara yang terlihat kacau,somnolen(keadaan mudah
megantuk),sopor,koma ringan (reflek masih baik),coma komplit (sudah
tidak ada reflek)
Kualitas kesadaran : compoos mentis (sadar sepenuhnyaa), apatis (cuek),
4. Sakit kepala karena ada tekanan pada kepala,tekanan yang
tinggi,toksik,infksi,neoplasma
Anamnesis : kejang (bisa karena adanya radang dikepalanya) ,riwayat
kebiasaan gaya hidup bebas (alkohol,mudah terpapar oleh bakteri yang
menyebar ke SSP kemudian ke meningeal yang bisa menyebabkan
radang)
Kehidupan bebas :masih belum diketahui, makanan bebas,bebas waktu
makan,pergaulan bebas,sek bebas,irama hidup bebas (tdr tidak teratur).
5. Kejang bisa kerana peningkatan intrakranial karena abses,terjadi potensial
aksi

Kejang parsial : lesi dikorteks cerebri,sederhana : motorik,sensorik,kurang


dari 1 menit ,komplek : sederhana dulu berlangsung 1-3 menit
Kejeang generalisata : tidak hilang kesadaran, tonik
klonik,abscens,mioklonik,atonik
Kejang bisa karena ada perubahan saraf :
- Cedera : tidak ada
- Meningitis,neoplsma kepala,epilepsi,radang kepala
- Obat-obatan :blm diketahui karena blm tahu gaya hidup bebasnya
- Elektrolit : tidak ada
- Intoksikasi :
- Gigitan hewan
6. Intepretasi PF :
NILAI gcs : Eye 2 (bisa melek ketika dipanggil dgn suara)
Verbal 2 (gremeng)
Motorik 3 (distimulus masih bisa)
Ada reflek patologis : babinski,chadok,brudzikski 1 dan 2,kaku kuduk
(reflek patologisnya bisa mngarah ke meningitis)
Vital sign : suhu meningkat (bisa karena bakteri)
- Meningitis didahului oleh penyakit genetik sperti pneumoni,penyakit
pada telinga. pemeriksaan penunjang bisa dilakukan dengan
pengambilan LCS,jika bakteri akan lisis karena antibiotik atau sistem
imun, antibiotik akan produksi sitokin. Meningkatakan tekanan
intrkranial yang bisa menyebabkan koma. Peningkatan intrkranial jika
> 10 mmhg, tekanan darah tinggi bisa waspada stroke,algoritma gajah
mada untuk membedakan strok hemiragik ,iskemik. Gejala strok
adalah ipsilateral (satu sisi)
- Kebiasaan bebas dgn keluhan yang dirasakan : kemungkinana
meningitis atau esephalitis, bisa dari seks bebas,tekanan darah tinggi
karena alkohol,orang yang berkomunikasi dengan dia bisa sudah
karena terinfeksi bakteri,virus atau jamur. Pertahanan primer(masuk
tubuh kemudian kekelenjar limfe,) pertahanan sekunder
(otak,paru,jantung)
- Kesimpulan : bisa karena infeksi bakteri,virus atau jamur yang
menyerang lapisan otak bisa mengarah ke meningio ensepalitis
- Pemeriksaan penunnjang : lcs(pmn,lmn,protein,bakteri),plasma
darah,darah rutin,CT-SCAN

LO :
1.
2.
3.
4.
5.

Penegakan diagnosis
meningitis
ensephalitis
membedakan kejang karena epilepsi atau infeksi.
tatalaksana,komplikasi,prognosis.