Anda di halaman 1dari 12

TUGAS TEKNIK TEGANGAN TINGGI

PENGUJIAN TRANSFORMATOR

Oleh:
Galih Budi Santosa

(1404405076)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER


UNIVERSITAS UDAYANA
JIMBARAN
2016

Difinisi Transformator
Transformator atau biasa dikenal dengan trafo berasal dari kata transformatie yang berarti
perubahan. Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah
energi listrik dari satu rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain, melalui gandeng magnit
berdasarkan pada prinsip elektromagnetik

Gambar transformator dan bagian transformator


Transformator bekerja berdasarkan prinsip elektromagnetik. Ketika kumparan primer
dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, perubahan arus listrik pada kumparan primer
menimbulkan perubahan medan magnet. Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi
yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melalui kumparan, sehingga fluks magnet yang
timbulkan akan mengalir ke kumparan sekunder, sehingga pada ujung-ujung kumparan sekunder
akan timbul ggl induksi. Efek ini dinamakan induktansi timbal-balik (mutual inductance). Bila
pada rangkaian sekunder ditutup (rangkaian beban) maka akan mengalir arus pada kumparan
sekunder. Jika efisiensi sempurna (100%), semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan ke
lilitan sekunder.
Bagian utama transformator adalah dua buah kumparan yang keduanya dililitkan pada
sebuah inti besi lunak. Kedua kumparan tersebut memiliki jumlah lilitan yang berbeda.
Kumparan yang dihubungkan dengan sumber tegangan AC disebut kumparan primer, sedangkan
kumparan yang lain disebut kumparan sekunder.
Besarnya tegangan pada transformator sebanding
kesebandingan itu dinyatakan dengan:
V~ N atau

dengan

jumlah

lilitannya

Sedangan efisiensi adalah perbandingan daya sekunder dengan daya primer. Efisiensi
maksimum adalah 100% yang berarti tidak ada energi yang hilang. Efisiensi dirumuskan sebagai:
atau

Kegunaan Transformator
Untuk keperluan apa tegangan atau arus suatu trasformator diubah, ada beberapa alasan
antara lain:

Digunakan untuk pengiriman tenaga listrik


Untuk menyesuaikan tegangan
Untuk mengadakan pengukuran dari besaran listrik
Untuk memisahkan rangkaian yang satu dengan yang lain
Untuk memberikan tenaga pada alat tertentu

Trafo apabila ditinjau dari kegunaannya dapat dibedakan menjadi bermacam macam
antara lain:
1. Trafo tenaga, ada 2 macam yaitu:
Trafo penaik tegangan (step up)
Trafo penurun tegangan (step down)
2. Trafo distribusi
3. Trafo pengukuran, ada 2 macam yaitu:
Trafo tegangan
Trafo arus
4. Trafo dengan bentuk khusus,misal:
Trafo pemberi daya
Trafo pengatur tegangan
Trafo las
Prinsip Kerja Transformator

Transformator bekerja berdasarkan prinsip


induksi elektromagnetik. Tegangan masukan bolakbalik
yang membentangi primer menimbulkan fluks
magnet yang idealnya semua bersambung dengan
lilitan

sekunder.

Fluks

bolak-balik

ini

menginduksikan GGL dalam lilitan sekunder. Jika

efisiensi sempurna, semua daya pada lilitan primer


akan dilimpahkan ke lilitan sekunder.
Pengujian Transformator
Sebelum dikeluarkan ke pasaran,trafo terlebih dahulu dilakukan beberapa pengujian.
Pengujian ini bertujuqan untuk mengetahui apakah trafo layak atau tidak. Terdapat 3 tahap
pengujian tranformator sesuai dengan SPLN50-1982, antara lain:
1. Pengujian Rutin
Pengujian rutin adalah pengujian yang dilakukan terhadap setiap transformator, meliputi:

pengujian tahanan isolasi


pengujian tahanan kumparan
pengujian perbandingan belitan Pengujian vector group
pengujian rugi besi dan arus beban kosong
pengujian rugi tembaga dan impedansi
pengujian tegangan terapan (Withstand Test)

pengujian tegangan induksi (Induce Test).

2. Pengujian jenis
Pengujian jenis adalah pengujian yang dilaksanakan terhadap sebuah trafo yang mewakili
trafo lainnya yang sejenis, guna menunjukkan bahwa semua trafo jenis ini memenuhi persyaratan
yang belum diliput oleh pengujian rutin. Pengujian jenis meliputi:

pengujian kenaikan suhu

pengujian impedansi

3. Pengujian khusus
Pengujian khusus adalah pengujian yang lain dari uji rutin dan jenis, dilaksanakan atas
persetujuan pabrik denga pmbeli dan hanya dilaksanakan terhadap satu atau lebih trafo dari
sejumlah trafo yang dipesan dalam suatu kontrak. Pengujian khusus meliputi:

pengujian dielektrik
pengujian hubung singkat
pengujian impedansi urutan nol pada trafo tiga phasa
pengujian harmonik pada arus beban kosong
pengujian tingkat bunyi akuistik

pengukuran daya yang diambil oleh motor-motor kipas dan pompa minyak.

1. Pengujian Rutin
a. Pengukuran tahanan isolasi
Pengukuran tahanan isolasi dilakukan pada awal pengujian dimaksudkan untuk
mengetahui secara dini kondisi isolasi trafo, untuk menghindari kegagalan yang fatal dan
pengujian selanjutnya, pengukuran dilakukan antara:

sisi HV - LV
sisi HV - Ground
sisi LV- Groud
X1/X2-X3/X4 (trafo 1 fasa)
X1-X2 dan X3-X4 )trafo 1 fasa yang dilengkapi dengan circuit breaker.

Pengukuran dilakukan dengan menggunakan megger, lebih baik yang menggunakan


baterai karena dapat membangkitkan tegangan tinggi yang lebih stabil. Harga tahanan isolasi ini
digunakan untuk kriteria kering tidaknya trafo, juga untuk mengetahui apakah ada bagian-bagian
yang terhubung singkat.
b. Pengujian tahanan kumparan
Pengukuran tahanan kumparan adalah untuk mengetahui berapa nilai tahanan listrik pada
kumparan yang akan menimbulkan panas bila kumparan tersebut dialiri arus. Pada saat
melakukan pengukuran yang perlu diperhatikan adalah suhu belitan pada saat pengukuran yang
diusahakan sama dengan suhu udara sekitar, oleh karenanya diusahakan arus pengukuran
kecil. Peralatan yang digunakan untuk pengukuran tahanan di atas 1 ohm adalah Wheatstone
Bridge, sedangkan untuk tahanan yang lebih kecil dari 1 ohm digunakan Precition Double
Bridge.
c. Pengujian perbandingan belitan Pengujian vector group
Pengukuran perbandingan belitan adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah
kumparan sisi tegangan tinggi dan sisi tegangan rendah pada setiap tapping, sehingga tegangan
output yang dihasilkan oleh trafo sesuai dengan yang dikehendaki. toleransi yang diijinkan
adalah:
a) 0,5 % dari rasio tegangan
b) 1/10 dari persentase impedansi pada tapping nominal.
Pengukuran perbandingan belitan dilakukan pada saat semi assembling yaitu setelah coil
trafo di assembling dengan inti besi dan setelah tap changer terpasang, pengujian kedua ini
bertujuan untuk mengetahui apakah posisi tap trafo telah terpasang secara benar dan juga untuk
pemeriksaan vector group trafo.
Pengukuran dapat dilakukan dengan menggunakan Transformer Turn Ratio Test (TTR),
misalnya merk Jemes G. Biddle Co Cat. No.55005 atau Cat. No. 550100-47.

d. Pengujian rugi besi dan arus beban kosong


Pengukuran ini untuk mengetahui berapa daya yang hilang yang disebabkan oleh rugi
histerisis dan eddy current dari inti besi (core) dan besarnya arus yang ditimbulkan oleh kerugian
tersebut. Pengukuran dilakukan dengan memberikan tegangan nominal pada salah satu sisi dan
sisi lainnya dibiarkan terbuka.
e. Pengujian rugi tembaga dan impedansi
Pengukuran ini bertujuan untum mengetahui besarnya daya yang hilang pada saat trafo
beroperasi akibat dari tembaga (Wcu) dan strey loss (Ws) trafo yang digunakan.
Pengukuran dilakukan dengan memberi arus nominal pada salah satu sisi dan pada sisi
yang lain dihubung-singkat, dengan demikian akan terbangkit juga arus nominal pada sisi
tersebut, sehingga trafo seolah-olah dibebani penuh
f. Pengujian tegangan terapan (Withstand Test)
Pengujian ini dimaksudkan untuk menguji kekuatan isolasi antara kumparan dan body
tangki.
Pengujian dilakukan dengan memberi tegangan uji sesuai denga standar uji dan
dilakukan pada:
a) sisi tegangan tinggi terhadap sisi tegangan rendah dan body yang di ke tanahkan
b) sisi tegangan rendah terhadap sisi tegangan tinggi dan body yang di ke tanahkan.
Lamanya waktu pengujian tegangan terapan (withstand test0 pada transformator adalah 60 detik.
g. Pengujian tegangan induksi (induce test).
Pengujian tegangan induksi bertujuan untuk mengetahui kekuatan isolasi antara layer dari
tiap-tiap belitan dan kekuatan isolasi antara belitan trafo. Pengujian dilakukan dengan memberi
tegangan supply dua kali tegangan nominal pada salah satu sisi dan sisi lainnya dibiarkan
terbuka. Untuk mengatasi kejenuhan pada inti besi (core) maka frekwensi yang digunakan harus
dinaikkan sesuai denga kebutuhan W.aktu lamanya pengujian ini adalah 60 detik.
2. Pengujian jenis
a. Pengujian kenaikan suhu
Pengujian kenaikan suhu dimaksudkan untuk mengetahui berapa kenaikan suhu oli dan
kumparan trafo yang disebabkan oleh rugi-rugi trafo apabila trafo dibebani. Pengujian ini juga
bertujuan untuk melihat apakah penyebab panas trafo sudah cukup effisien atau belum.
Pada trafo dengan tapping tegangan di atas 5% pengujian kenaikan suhu dilakukan pada
tappng tegangan terendah (arus tertinggi), pada trafo dengan tapping maksimum 5% pengujian
dilakukan pada tapping nominal.

Pengujian kenaikan suhu sama dengan pengujian beban penuh, pengujian dilakukan
dengan memberikan arus trafo sedemikian hingga membangkitkan rugi-rugi trafo, yaitu rugi
beban penuh dan rugi beban kosong.
b. Pengujian tegangan Impuls
engujian impulse ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan dielektrik dari sistem
isolasi trafo terhadap tegangan surja petir.
Pengujian impuls adalah pengujian dengan memberi tegangan lebih sesaat dengan bentuk
gelombang tertentu. Bila trafo mengalami tegangan lebih, maka tegangan tersebut hampir
didistribusikan melalui effek kapasitansi yang terdapat pada :

antar lilitan trafo


antar layer trafo

antara coil denga ground.

c. Pengujian Tegangan tembus oli


Pengujian tegangan tembus oli dimaksudkan mengetahui kemampuan dielektrik oli. Hal
ini dilakukan karena selain berfungsi sebagai pendingin dari transformator, oli juga berfungsi
sebagai isolasi. Persyaratan yang ditentukan adalah sesuai dengan standart SPLN 49 - 1 : 1982,
IEC 158 dan IEC 296 yaitu:
= 30 KV/2,5 mm sebelum purifying
= 50 KV/2,5 mm setelah purifying
3. Pengujian Khusus
a. pengujian dielektrik
Tujuan pengujian dielektrik pada trafo adalah untuk mengetahui bahwa trafo telah
didesain sehingga dapat bertahan terhadap tegangan lebih yang tidak tepat pada trafo berkaitan
pada level kemampuan isolasi trafo. Suhu trafo selama uji dielektrik haruslah berada diantara
100C 400C. Pengujian dielektrik dapat dilakukan pada kondisi low-frequency dielectric test.
b. pengujian hubung singkat
Pengujian hubung singkat (short circuit) dilakukan pada trafo untuk dapat mengetahui
kemampuan trafo terhadap tekanan elektrik dan mekanik yang disebabkan oleh hubung singkat
pada bagian beban. Hubung singkat yang dimaksud dapat meliputi hubung singkat satu fase ke
tanah, fase - fase, tiga fase, dan double fase ke tanah. Kejadian hubung singkat dapat membentuk
arus simetri dan arus asimetri pada trafo.
A. Arus simetri (symmetrical current)

Formula yang digunakan untuk menghitung arus hubung singkat (I SC, dalam ampere
rms) adalah :

Dimana:
IR
: arus nominal pada trafo ( per unit)
ZT
: impedansi trafo pada keadaan I (per unit)
ZS
: impedansi sistem sebagai beban yang terhubung ke trafo (per unit)
Sehingga arus simetri hubung singkat yang terjadi dengan besar beberapa kali dari arus
normalnya adalah:

B. Arus asimetri (asymmetrical current)


Trafo didesain untuk dapat bertahan terhadap arus asimetri yang mencapai puncaknya di
awal cycle saat arus tersebut mengalir di trafo. Arus asimetri, ISC (pk asymm) dapat diketahui
dengan formula berikut :

Dimana,
: arc tan (x/r) (dalam radian)
e : bilangan logaritma alami
c.
d.
e.
f.

Pengujian impedansi urutan nol pada trafo tiga phasa


Pengujian harmonik pada arus beban kosong
Pengujian tingkat bunyi akuistik
Pengukuran daya yang diambil oleh motor-motor kipas dan pompa minyak.

Setelah dilakukan beberapa pengujian-pengujian, maka dapat dinilai baik buruknya


keadaan transformator. Berikut contoh form uji kelayakan tranformator:

DAFTAR PUSTAKA

http://www.elektroindonesia.com/elektro/ener36b. html
http://kamuslistrik.blogspot.com/2011/05/pengujian-transformator.html