Anda di halaman 1dari 4

Die/model kerja

Die adalah reproduksi positif dari gigi yang telah dipreparasi dan yang dibuat dari
bahan stone gips keras atau logam atau plastik. Menurut hubungan dengan model kerja die
dibagi menjadi solitair die dan removable die.
a. Die Soliter
Die soliter merupakan die yang berdiri sendiri, digunakan untuk pembuatan mahkota
tiruan. Tinggi hasil pengecoran 2 kali panjang mahkota.

Pembuatan solitair die


Setelah cetakan untuk die dibuka dengan pisau ukir yang tajam, gelembung yang

terjadi dibuang secara hati-hati.


Batas preparasi servikal dipertegas dengan pensil merah yang tajam
Buat garis pedoman vertikal kebawah untuk pemotongan batas proksimal dengan

memperlihatkan sumbu panjang gigi dan dibuat knvergen


Garis dibuat pada permukaan bukal/labial dan palatal/lingual
Pemotongan dengan gergaji khusus atau dapat dengan gergaji triplek
A

Gambar 1 (A), (B), (C). Pemotongan dengan Gergaji Khusus.


-

Hasil pemotongan dirapikan


Daerah servikal dipertegas batas dengan membuat groove memakai round akrilik.

Gambar 2. Cara Mempertegas Daerah Servikal dengan Round Akrilik

Die siap digunakan setelah mengolesinya dengan die spacer. Die spacer berfungsi sebagai:
-

Menutup pori stone gips, sehingga memudahkan melepas pola malam yang telah

dibuat
Mempekeras permukaan die
Melindungi batas servikal
Sebagai kompensasi kontraksi logam dan ruangan untuk sementasi

b. Removable Die
Merupakan die yang terletak pada model kerja dan dapat dilepas dari model kerja.
Cara membuat removable die :
Sistem Di-Lok Tray
Suatu bentuk kotak untuk tempat model kerja. Dasar model kerja dikecilkan
sampai masuk di-lok tray kemudian dibuat undercut berupa groove memanjang sesuai
lengkung gigi. Model kerja ditanam pada Di-lok tray dengan stone. Kemudian dipisah
dengan gergaji dari gigi tetangga halus sampai 2-3 mm dari dasar stone. Die dapat
dilepas dan disatukan lagi

Gambar 3. Sistem Di-Lok Tray

Menggunakan Dowel Pin

Gambar 4 (A), (B). Removable Die Menggunakan Dowel Pin.


Persiapan :
-

Dowel pin dengan cakram retensi/paper clips


Penjepit rambut atau jarum pentul
Stone gips dua warna
Sticky wax dan lampu spiritus
Vaselin dan kuas
Gergaji die/triplek

Kepala dowel pin mempunyai retensi harus berada dalam cetakan negatif tanpa
menyentuh bidang oklusal (difiksasi dengan wax pada penjepit rambut). Lakukan
pengecoran I sampai batas garis horizontal ( 3 mm diatas servikal). Buat retensi dengan
bur bulat kedalaman 2 mm di sisi bukal dan lingual untuk keperluan stabilisasi.
Kemudian buat bulatan wax dg diameter 3 mm dilekatkan diujung pin. Olesi
permukaan gigi yang dipreparasi dengan vaseline.

Prajitno, H.R. 1994. Ilmu Geligi Tiruan Jembatan: Pengetahuan Dasar dan Rancangan
Pembuatan. Jakarta : EGC.