Anda di halaman 1dari 6

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Negara

indonesia

adalah

negara

hukum

pernyataan

tersebut diatur dalam undang-undang dasar negara republik


indonesia 1945 pasal 1 ayat (3). Sebagai konsekuensi dari paham
negara hukum, seluruh sendi kehidupan dalam bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara harus berdasarkan kepada dan tidak
boleh menyimpang dari norma-norma hukum yang berlaku di
indonesia, artinya hukum harus dijadikan panglima dalam setiap
penyelesaian permasalahan yang berkenaan dengan individu,
masyarakat dan bernegara. Prinsip negara hukum menjamin
kepastian, ketertiban dan perlindungan hukum yang berintikan
dengan kebenaran dan keadilan.
Kepastian, ketertiban dan perlindungan hukum dalam lalu
lintas hukum pada umumnya memerlukan alat bukti yang
menentukan dengan jelas hak dan kewajiban seseorang sebagai
subyek hukm dalam masyarakat. Dalam kaitannya dengan
pembuktian kepastian hak dan kewajiban hukum seseorang
dalam

kehidupan

bermasyarakat,

salah

satunya

dilakukan

dengan peran yang dimainkan oleh Notaris. Notaris adalah


pejabat umum yang menjalankan sebagian kewenangan negara
dalam

hukum

privat,

formasi

jabatan

notaris

adalah

mekanismeyang di desain untuk memastikan setiap notaris yang


diangkat pemerintah mampu memenuhi kebutuhan hidupnya
dengan tetap menjunjung tinggi harkat dan martabat notaris.
Dalam menjalankan tugasnya, notaris tidak menggantungkan diri
pada penghargaan atau balas jasa dari pemerintah. Namun
seorang notaris dituntut untuk bekerja secara profesional,

berintegritas dan mampu menjaga kerahasiaan para klien serta


menjunjung tinggi hukum.
Dewasa ini pekerjaan notaris bukan lagi dituntut sebagai
pembuat akta saja, namun juga harus melayani klien. Melayani
dalam

hal

ini

merupakan

juga

didalamnya

memberikan

penjelasan dan pengarahan sesuai kebutuhan klien. Tidak jarang


notaris juga memberikan penyuluhan, menjadi dosen atau
memberikan konsultasi kepada masyarakat yang membutuhkan.
RUMUSAN MASALAH
1. Pengertian legal audit
2. Apakah seorang notaris dapat berperan sebagai legal
auditor ?

PEMBAHASAN
PENGERTIAN LEGAL AUDIT
Legal

Audit

adalah

suatu

pemeriksaan

dan/atau

penilaian

permasalahan-permasalahan hukum mengenai atau berkaitan


dengan suatu perusahaan. Legal audit terdiri atas bidang hukum
dan bidang audit. Dalam bidang hukum tertuang dalam bentuk
aturan-aturan yang saling berhubungan satu dengan yang lain
dan setiap tindakan yang umum terjadi di negara kami atau di
luar negeri, sedangkan dalam bidang audit tertuang dalam
bentuk

yang

berhubungan

dengan

persoalan

audit

(pemeriksaan), akuntasi, dan transaksi perdagangan dalam


bidang industri dan bidang perdagangan lainnya.
Legal audit saat ini sangat penting dimana disatu sisi legal audit
ada dan beroperasi ditengah-tengah kompleksitas pembaharuan
hukum keanekaragaman interpretasi hukum. Legal audit penting
dikarenakan untuk mengidentifikasi dari awal kemungkinankemungkinan

yang

akan

timbul

seperti

digugat,

didenda,

dituntut, atau hukuman yang dipaksakan dalam menghindari


litigasi yang disebabkan oleh kekurangan atau kekosongan
hukum yang ada didalam dokumen-dokmen tertulis, perjanjianperjanjian

yang

dibutuhkan

oleh

individu,

partnership,

perusahaan, perbuatan pengusaha, dan seterusnya.


Mencegah lebih baik dari pada mengobati, melakukan analisis
lebih awal lebih baik dari pada harus menanggung risiko-risiko

yang akan ditimbulkan apabila tidak terpenuhinya aturan yang


ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan.
Tujuan dilakukannya legal audit :
1. Memperoleh

status

hukum

atau

penjelasan

hukum

terhadap dokumen yang diaudit atau diperiksa;


2. Memeriksakan legalitas suatu badan hukum atau badan
usaha;
3. Memeriksa tingkat ketaatan suatu badan hukum atau
badan usaha;
4. Memberikan pandangan hukum atau kepastian hukum
dalam suatu kebijakan yang dilakukan oleh perusahaan
Legal audit diperlukan untuk hal-hal antara lain sebagai berikut :
1. Perusahaan yang akan melakukan initial public offering
2. Perusahaan yang akan melakukan merger, konsilidasi,
akusisi
3. Perusahaan yang akan melakukan transaksi kredit sindikasi
4. Perusahaan yang akan dijual ( legal audit dilaksanakan
apabila pihak pembeli menginginkannya)
5. Dan sebagainya
Sehubungan keperluan suatu Legal Audit, maka dokumendokumen yang diperlukan, antara lain, sebagai berikut:
a. Anggaran dasar perusahaan, antara lain berupa akta
pendirian perusahaan, berita acara rapat pemegang umum
saham, daftar pemegang saham perusahaan, struktur
organisasi perusahaan, daftar bukti penyetoran modal
perusahaan dan anggaran dasar perusahaan yang telah
disesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas;
b. Dokumen-dokumen mengenai asset perusahaan, antara
lain berupa sertifikat-sertifikat tanah, surat-surat tanda
bukti kepemilikan kendaraan bermotor, dokumen-dokumen
kepemilikan saham pada perusahaan lain, da sebagainya;

c. Perjanjian-perjanjian yang dibuat dan ditandatangani oleh


perusahaan dengan pihak ketiga, antara lain berupa
perjanjian hutang piutang, perjanjian kerja sama, perjanjian
dengan (para) pemegang saham, perjanjian-perjanjian
dengan supplier, dan sebagainya;
d. Dokumen-dokumen mengenai perizinan dan persetujuan
perusahaan, antara lain berupa surat keterangan domisili
perusahaan,

tanda

daftar

perusahaan,

perijinan

dan

persetujuan yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah,


dan sebagainya;
e. Dokumen-dokumen yang berkaitan dengan permasalahan
kepegawaian perusahaan, antara lain berupa peraturan
perusahaan, dokumen mengenai badan penyelenggara
jaminan sosial ketenagakerjaan, dokumen mengenai izin
tenaga kerja asing, dokumen mengenai perizinan dan
kewajiban pelaporan mengenai kepegawaian, dokumen
mengenai

upah

tenaga

kerja,

dokumen

mengenai

kesepkatan kerja bersama, dan sebagainya;


f. Dokumen-dokumen mengenai asuransi perusahaan, antara
lain berupa polis asuransi gedung, polis kendaraan, polis
mengenai gangguan usaha, polis untuk pihak ketiga
(misalnya konsumen), polis koperasi, polis dana yang
tersimpan, dan sebagainya;
g. Dokumen-dokumen mengenai pajak perusahaan, antara
lain berupa nomor pokok wajib pajak (NPWP) perusahaan,
dokumen

mengenai

pajak

bumi

bangunan,

dokumen

mengenai pajak-pajak terhutan, dan sebagainya; serta


h. Dokumen-dokumen yang terkait atau tidak terkaitnya
perusahaan dengan tuntutan dan/atau sengketa baik di
dalam maupun di luar Pengadilan.
Hal-hal yang termasuk ke dalam kategori Legal Audit antara lain,
yaitu :

1. Penelitian secara fisik atau penelitian area, peninjauan


lapangan dan pengamatan terhadap suatu obyek untuk
memastikan kebenaran
2. Penelitian dokumen yang berkaitan dengan obyek
3. Penelitian yang didasarkan pada sumber informasi lainnya,
misalnya

pengadilan,

laporan

keuangan,

keterangan

direksi, dan sebagainya.

PERAN NOTARIS SEBAGAI LEGAL AUDITOR


Berdasarkan pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Jabatan Notaris
bahwa yang dimaksud dengan notaris adalah pejabat umum
yang satu-satunya berwenang untuk membuat akta autentik dan
memiliki kewenangan lainnya sebagaimana dimaksud dalam
undang-undang ini atau berdasarkan undang-undang lainnya.
Sebagai pejabat umum yang diangkat oleh negara, notaris
memperoleh kewenangannya langsung dari kekuasan eksekutif,
artinya notaris melakukan sebagian kekuasaan eksekutif. Hal ini
tegas dinyatakan dalam pasal 2 UUJN yang menyebutkan bahwa
notaris

diangkat

dan

diberhentikan

oleh

menteri.

Notaris

berwenang untuk membuat akta mengenai semua perbuatan,


perjanjian dan penetapan yang diharuskan oleh suatu peraturan
umum atau oleh yang berkepentingan yang dikehendaki untuk
dinyatakan dalam suatu akta otentik.