Anda di halaman 1dari 5

I.

KLASIFIKASI ISTILAH
1. Trauma
Kerusakan emosional maupun psikologis disebabkan oleh luka atau cedera.
(Dorland,2011)
II. IDENTIFIKASI MASALAH
III. ANALISIS MASALAH
1. Anatomi
System vestibulum dibagi menjadi 5 komponen :
a. Aparatus Reseptor Perifer
Berada di telinga dalam berfungsi untuk menghantarkan informasi berupa gerakan
kepala dan posisi pada neuron.
b. Nukleus Vestibular Sentral
Memiliki fungsi untuk menerima, mendistribusikan informasi yang mengontrol
aktivitas motoric.
c. Jaras Vestibulookular
Memiliki fungsi untuk mengontrol pergerakan mata.
d. Jaras Vestibulospinal
Memiliki fungsi untuk mengkoordinasikan pergerakan kepala dan reflex postural.
e. Jaras Vestibulo-talamo-kortikal
Memiliki fungsi untuk persepsi gerakan yang disadari dan erientasi spasial.
(Duus, Peter.2007)
2. mengalami pusing
Penyakit akibat gangguan vestibular yang dapat menimbulkan pusing :
a. Kelainan Otologi atau Vestibuler Perifer
a) BPPV
b) Neuritis Vestibuler
c) Penyakit Menier
b. Kelainan Centra
a) Migrain
c. Kelainan Proprioseptif
a) Vertigo Servikal
b) Alkoholisme

(Satyanegara M.D.2000)
3. memutar kepala terasa pusing
a. Teori Cupulolithiasis
Kepala dijatuhkan kebelakang posisi menggantung
Kupula bergerak secara utrikulofugal
Perpindahan partikal otolith
Masa laten 2-20 detik
Pusing dan nistagmus < 1 menit
(Satyanegara M.D.2000)
b. Teori Canalithiasis
Kepala direbahkan kebelakang
Partikel otolith berotasi keatas sampai 90 derajat
Cairan endolimfe mengalir menjauhi ampula
Kupula membengkok (deflected)
Nistagmus dan pusing
(Satyanegara M.D.2000)

Daftar Pustaka
Duus, Peter.2007.Diagnosis topik neurologi : anatomi, fisiologi, tanda, gejala. EGC, Jakarta
Satyanegara M.D.2000.Ilmu Bedah Saraf, Ed. 3, PT. GramediaPustaka Utama, Jakarta

Neuritis Vesibular
1. Definisi
Neuritis Vesibular adalah suatu bentuk penyakit pada apparatus vesibular dan terlokalisir
pada perjalanan saraf keatas mencakup nuclei vestibular pada batang otak.
2. Epidemiologi
a. merupakan penyakit ke 3 terbanyak dari vertigo perifer
b. insidensinya 3,5 atau 100.000
c. usia terbanyak pada 31 40 tahun, dan antara laki-laki dan perempuan sama banyak
3. Etiologi

a. Infeksi Herpes Simplek Virus tipe 1


b. Iskemik pada pembuluh darah yang memperdarahi bagian telinga
4. Patofisiologi
Sindroma vertigo muncul manakala ada disharmoni (discordance) masukan sensoris yang
berasal dari ketiga reseptor, vestibular (canalis semisirkularis), visus (retina) dan propioseptik
(tendon, sendi dan sensibilitas dalam). Apabila masukan sensoris tidak seimbang antara sisi
kiri dan kanan karena defisit vestibular unilateral akan menyebabkan ketidaksinkronan dan
menimbulkan kebingungan alat keseimbangan tubuh dan membangkitkan respon dari saraf
otonom, otot penggerak mata dan penyangga tubuh (ataksia, unsteadiness), serta kortek
vertigo. Rangsangan tersebut juga meningkatkan stres fisik dan atau psikis yang akan memacu
pelepasan CRF (corticopontin releasing faktor). CRF dapat mengubah keseimbangan kearah
dominasi saraf simpatik terhadap parasimpatik sehingga muncul gejala vertigo. Selanjutnya
ketika keseimbangan berubah kearah parasimpatik sebagai akibat hubungan reciprocal
inhibition antar saraf simpatik dan parasimpatik, maka gejala mual dan muntahakan muncul.
Bila rangsangan diulang-ulang maka jumlah ion Ca dalam sel pre sinap akan kian berkurang,
bersamaan dengan menyempitnya kanal Ca (kalsium) yang mempersulit masuknya ion Ca (Ca
influk). (Amar A,et all, 2012)

5. Gejala Klinis
Karakteristik sindrom klinis neuritis vestibularis adalah :
a. Vertigo rotatorik dan nause spontan yang berat, onset dalam beberapa jam, menetap lebih
dari 24 jam.
b. Nistagmus horisontal rotatorik spontan dengan arah ke non lesional dengan ilusi gerakan
sekitarnya (oskilopsia).
c. Gangguan keseimbangan saat berdiri atau berjalan.
d. Defisit fungsi kanalis horisontal unilateral , yang dapat dideteksi dengan tes VOR dan
irigasi kalorik
e. Pemeriksaan otoskopi dan pendengaran normal
f. Tidak didapatkan defisit neurologis

g. Nausea dan vomiting


Gejala vertigo muncul mendadak sering terjadi waktu malam dan saat bangun tidur
pagi. Biasanya berlangsung sampai 2 minggu. Dengan gejala berat ini pasien harus berbaring
dengan mata tertutup serta posisi miring dengan sisi telinga yang terganggu di bawah. (Amar
A,et all, 2012, Kusumastuti K, 201