Anda di halaman 1dari 7

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ANALISIS EKONOMI TEKNIK

Abstrak
Analisis pengambilan keputusan untuk memecahkan suatu masalah atau untuk pemilihan suatu
alternatif tidak boleh hanya sekedar bisa dilaksanakan, tetapi harus diuji kelayakan secara
ekonomis, oleh sebab itu ekonomi teknik menjadi alat yang tidak bisa dipisahkan dalam proses
analisis pengambilan keputusan. Analisis ekonomi teknik digunakan untuk menentukan pilihan
terbaik dari sejumlah alternatif yang ada. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk
menganalisis sehingga dapat dipilih alternatif yang terbaik.
Pengambilan keputusan merupakan bagian utama dalam memecahkan masalah yang dihadapi
tiap hari. Masalah tersebut dapat dibedakan 3 kategori yaitu:
1. Simple problems, merupakan masalah yang solusinya tidak memerlukan banyak
pertimbangan maupun analisis
2. Intermediate problems, merupakan masalah yang solusinya memerlukan pertimbangan
dan anlisis pada suatu bidang ilmu tertentu
3. Complex problems, merupakan masalah yang rumit yang solusinya memerlukan
pertimbangan dan analisis dari berbagai bidang ilmu
Ferianto Raharjo (2007) menyatakan bahwa analisis pengambilan keputusan dapat dilakukan
dengan 2 cara yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, analisis kualitatif dilakukan pada
masalah yang sederhana pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan pertimbangan dan
pengalaman manajemen, seiring bertambahnya pengalaman semakin analisis pengambilan
keputusan dapat ditingkatkan.
Analisis kuantitatif dilakukan pada masalah yang lebih rumit dan pengambilan keputusan belum
memiliki pengalaman. Pengambilan keputusan dapat memadukan analisis kualitatif dan
kuantitatif dengan baik akan memiiki keuntungan buat membandingkan dan mengevaluasi
berbagai alternatif untuk memperoleh keputusan yang baik. Ekonomi teknik merupakan salah
satu alat evaluasi pngambilan keputusan kuantitatif yang menitikberatkan pada aspek ekonomi
dalam bidang teknik.
Masalah yang dapat dipecahkan dengan ekonomi teknik adalah masalah yang termasuk kategori
intermediate problems. Dalam analisis ekonomi teknik, aspek ekonomi merupakan komponen
utama dalam pengambilan keputusan.
Proses Pengambilan Keputusan
Untuk melakukan evaluasi ekonomi terhadap rancangan teknik dibutuhkan pengetahuan
pendukung ekonomi teknik (Economic Engineering). Oleh karena itu ekonomi teknik adalah
suatu ilmu pengetahuan yang berorientasi pada pengungkapan dan pertimbangan nilai-nilai
ekonomis yang terkandung dalam rencana kegiatan teknik.
Kegiatan teknik memerlukan investasi besar dan berdampak panjang terhadap aktivitas
berikutnya, sehingga menuntut adanya keputusan-keputusan strategis dan memerlukan
pertimbangan teknik maupun ekonomi yang baik dan rasional. Ilmu ekonomi teknik dianggap

sebagai sarana pendukung keputusan. Menurut M. Giatman (2007) menyatakan bahwa keputusan
yang baik dan rasional pada dasarnya memerlukan prosedur dan proses yang sistematis serta
terukur dengan tahapan sebagai berikut:
a. Mengidentifikasi atau memahami persoalan dengan baik.
b. Merumuskan tujuan penyelessaian masalah.
c. Mengumpulkan data-data yang relevan.
d. Klarifikasi, klasifikasi dan validasi kebenaran data yang terkumpul.
e. Identivikasi atau pelajari alternatif pemecahan masalah yang mungkin.
f. Menetapkan kriteria pengukuran alternatif.
g. Menyusun atau menyiapkan model keputusan.
h. Melakukan evaluasi dan analisis terhadap semua alternatif yang disediakan.
i. Mengambil keputusan sesuai dengan tujuan.
j. Menerapkan atau mengimplementasikan keputusan yang telah diambil.
Pengambilan keputusan pada analisis ekonomi teknik banyak melibatkan dan menentukan apa
yang ekonomis dalam jangka panjang. Dalam hal ini dikenal dengan istilah nilai waktu dari
uang. Nilai uang sekarang dibandingkan dengan 2 tahun atau 3 tahun yang akan datang berbeda,
hal ini disebabkan adanya bunga.
Analisis ekonomi teknik digunakan untuk menentukan pilihan terbaik dari sejumlah alternatif
yang ada. Agar dapat menentukan pilihan terbaik harus dibandingkan nilai dari masing-masing
alternatif. Nilai uang itu baru dapat dibandingkan bila berada pada waktu yang sama. Apabila
nilai uang yang akan dibandingkan berada pada waktu yang berbeda-beda harus dibawa terlebih
dahulu ke waktu yang sama. Waktu yang sama tersebut bisa waktu sekarang, waktu yang akan
datang ataukapan saja.
Penerapan ekuivalensi dalam anlisis ekonomi teknik adalah menjadikan nilai uang dari masingmasing alternatif yang akan dibandingkan menjadi nilai-nilai yang dapat dibandingkan dengan
mengkonversi nilai-nilai dari waktu yang berbeda-beda kesuatu waktu yang sama.
Analisis Pemilihan Alternatif
Kegiatan investasi merupakan kegiatan penting yang memerlukan biaya besar dan berdampak
jangka panjang terhadap kelayakan usaha. Oleh karena itu analisis yang sistematis dan rasional
sangat dibutuhkan sebelum kegiatan direalisasi.
Sebelum keputusan diambil hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
a. Apakah investasi tersebut akan memberikan manfaat ekonomis terhadap perusahaan
b. Apakah investasi tersebut merupakan pilihan yang optimal dari berbagai kemungkinan yang
ada.
Untuk mengambil keputusan diperlukan analisis evaluasi investasi yang bisa menjelaskan apakah
investasi tersebut menjanjikan suatu keuntungan dalam jangka panjang atau tidak. Untuk
menjelaskan apakah pilihan yang diambil sudah merupakan pilihan yang terbaik dari alternatif
yang tersedia perlu dilakukan analisis pemilihan alternatif.
Suatu investasi merupakan kegiatan menanamkan modal jangka panjang, dimana selain investasi
awal dan akan diikuti sejumlah pengeluaran yang secara periodik perlu disiapkan. Pengeluaran
tersebut terdiri dari biaya operasional (operational cost), biaya perawatan (maintenance cost) dan
biaya-biaya lain yang tidak dapat dihindari. Disamping pengeluaran investasi akan menghasilkan
keuntungan atau manfaat mungkin dalam bentuk penjualan produk atau jasa atau penyewaan
fasilitas sehingga kegiatan investasi akan menghasilkan komponen cash flow.
Dalam mengevaluasi kelayakan investasi atau pemilihan sejumlah alternatif yang tersedia ada

beberapa metode yang dapat digunakan yaitu :


a. Metode Net Present Value (NPV)
b. Metode Future Worth (FW)
c. Metode Annual Equivalent (AE)
d. Metode Internal Rate of Return (IRR)
e. Metode Benefit Cost Ratio (BCR)
f. Metode Payback Period (PBP)
Pada dasarnya semua metode tersebut konsisten satu sama yang lain artinya jika dievaluasi
dengan metode NPV dan metode yang lain akan menghasilkan rekomendasi yang sama, tetapi
informasi spesifik yang dihasilkan tentu akan berbeda. Oleh karena itu dalam prakteknya
masing-masing metode sering dipergunakan bersamaan untuk mendapatkan gambaran yang lebih
komprehensif terhadap perilaku investasi tersebut.
Jika rencana investasi tersebut dimunculkan dalam sejumlah alternatif (lebih dari satu alternatif)
maka proses analisis dan pemilihan disebut analisis alternatif.
Memilih alternatif merupakan kegiatan pemilihan alternatif yang terbaik (optimal). Untuk
menjamin suatu pilihan sudah optimal perlu dipilih salah satu yang terbaik diantaranya.

Metode Net Present Value (NPV)

Net Presernt Value adalah metode menghitung nilai bersih pada waktu sekarang, dimana semua
arus kas masuk dan keluar diperhitungkan terhadap titik waktu sekarang pada suatu tingkat
pengembalian minimum yang diinginkan (minimum alternative rate of return MARR).
Usia pakai berbagai alternatif yang akan dibandingkan dan periode analisis yang akan digunakan
bisa berada dalam situasi :
1) Usia pakai sama dengan periode analisis
2) Usia pakai berbeda dengan periode analisis
3) Periode analisis tak terhingga
Analisis dilakukan dengan terlebih dahulu menghitung Net Present Worth dari masing-masing
alternatif.
NPV = PWpendapatan PW
pengeluaran
Untuk alternatif tunggal jika diperoleh NPV > 0 maka alternatif tersebut layak diterima.
Untuk alternatif lebih dari satu, maka alternatif dengan nilai NPV terbesar merupakan alternatif
yang paling baik.
a. Analisis terhadap alternatif tunggal
NPV = - I + Ab (P/A, i , n) + S (P/F, i, n) Ac (P/A, i, n) Oh (P/F, i, n)
Keterangan :
I = investasi
Ab = Annual benefit
i = nilai suku bunga / faktor bunga pesent
S = Nilai sisa
Ac = Annual Cost
Oh = overhoul
NPV > O alternatif layak diterima
b. Usia Pakai Sama Dengan Periode Analisis.
Jika umur masing-masing alternatif sudah sama, analisis pemilihan alternatif dapat langsung

dilakukan produk analisis sebagai berikut :


1) Hitung NPV dari masing-masing alternatif dengan formula :
NPV = - I + Ab (P/A, i , n) + S (P/F, i, n) Ac (P/A, i, n) Oh (P/F, i, n)
nilai i = Faktor bunga present
2) Bandingkan NPV masing-masing alternatif
3) Keputusan : NPV terbesar merupakan alternatif terbaik
c. Usia Pakai Berbeda dengan Periode Analisis
Bila umur alternatif tidak sama, perhitungan NPV msaing-masing alternatif belum dapat
dilakukan. Oleh karena itu, sebelumnya perlu dilakukan proses penyamaan umur alternatif.
Proses penyamaan umur alternatif ini dapat dilakukan dengan tiga metode, yaitu :
1) Metode penyamaan umur dengan angka kelipatan persekutuan terkecil (KPK)
Metode ini mengasumsikan setiap alternatif akan dilakukan Re-investasi semu sebanyak hasil
bagi KPK dengan umur alternatif yang bersangkutan dikurang satu. Dengan demikian cash flow
yang akan diperhitungkan merupakan cash flow keseluruhan sepanjang umur KPK tersebut.
Metode KPK mempunyai kelemahan, dimana jika umur masing-masing alternatif bukan
merupakan bilangan istimewa atau jumlah alternatif terlalu banyak, akan diperoleh nilai KPK
yang cukup besar. Artinya akan terjadi sekian kali re-investasi semu, yang tentu saja akan
menjadikan alternatif gabungan menjadi tidak ideal lagi. Jika terjadi hal demikian, biasanya tidak
dilakukan analisis NPV dan dapat diganti dengan analisis Annual Ekuivalen.
2) Metode penyamaan umur dengan umur alternatif terpanjang
Jika pada metode KPK re-investasi dilakukan pada semua alternatif, pada metode ini umur
dipatok sama dengan umur terpanjang dari alternatif tersedia dan yang lainnya tetap dilakukan
re-investasi semu sejumlah periode kekurangannya dengan memperhatikan nilai buku pada
periode terpotong menjadi nilai sisa dari Reinvestasi semuanya. Selanjutnya perhitungan NPV
dilakukan dengan metode yang sama.
Perhitungan nilai buku :
BV = I t (SLD)
BV = I t {1/n (I S)}
3) Metode penyamaan umur dengan alternatif terpendek
Kebalikan dari metode 2. dimana umur diambil alternatif terpendek, sehingga umur yang
panjang dipotong dengan memperhatikan nilai buku (BV) sebagai nilai sisa dari alternatif
terpotong.
4) Metode Analisis Tak Terhingga (Capiltalized Worth)
Pada periode analisis tak terhingga, perhitungan NPV dari semua arus masuk dan arus keluar
dilakukan dengan metode capitalized worth (nilai modal) jika hanya unsur biaya saja yang
diperhitungkan maka hasil yang dipeorleh disebut capitalized cost (biaya modal). Metode
tersebut mempermudah perbandingan alternatif dengan usia pakai yang tak terhingga, dimana
asumsi perulangan sulit untuk diterapkan.
Capitalized Worth (CW) adalah sejumlah uang yang harus dimiliki saat ini. Dengan demikian
diperoleh pembayaran yang besarnya sama selama periode tak terhingga pada tingkat suku bunga
i % per periode. Dari faktor bunga majemuk untuk nilai n tak terhingga didapatkan nilai (P/A, i,
n) = 1/i sehingga
CV = PWn - = A (P/A, i, ~) = A (1/i)

Metode Future Worth

Future worth analysis (analisis nilai masa depan), semua arus kas masuk dan arus keluar di akhir
periode analisis pada suatu tingkat pengembalian minimum yang diinginkan (MARR).
Hasil FW alternatif sama dengan PW dimana FW = PW (F/P, i %, n). Perbedaan dalam nilai
ekonomis yang dihasilkan bersifat relatif terhadap acuan waktu yang digunakan saat ini atau di
masa depan.
Untuk alternatif tunggal jika diperoleh FW > 0, maka alternatif tersebut layak diterima. Untuk
alternatif lebih dari satu maka nilai FW yang terbesar yang dipilih.
Pada situasi dimana alternatif yang ada bersifat independen maka yang dipilih semua alternatif
yang memiliki nilai FW > 0.
Untuk usia pakai yang berbeda analisisnya sama seperti pada NPV.

Metode Annual Equivalent (AE)

Annual worth analysis (analisis nilai tahunan) dimana semua kas msauk dan kas keluar
diperhitungkan dalam sederetan nilai uang tahunan yang sama besar pada suatu tingkat
pengembalian minimum yang diinginkan (MARR).
Hasil AW alternatif sama dengan PW atau FW dimana
AW = PW (A/P, i, n) dan
AW = FW (A/F, i, n)
Nilai AW alternatif diperoleh dari persamaan :
AW = R E CR
R = revenues (penghasilan / penghematan ekuivalen tahunan)
E = expenses (pengeluaran ekuievalen tahunan)
CR = capital recovery (pengembalian modal)
CR dapat dihitung dengan persamaan :
CR = I (A/P, i, n) S (A/F, i, n)
CR = (I S) (A/F, i, n) + I (i)
CR = (I S) (A/P, i, n) + S (i)
I = investasi awal alternatif
S = nilai sisa diakhir usia pakai
n = usia pakai alternatif
Untuk alternatif tunggal jika diperoleh AW > 0 alternatif tersebut layak diterima. Untuk alternatif
lebih dari satu nilai AW terbesar merupakan alternatif yang dipilih.
Untuk alternatif yang bersifat independent dipilih semua alternatif yang memiliki AW > 0.
Pemilihan alternatif dengan metode ini tidak perlu memperhatikan (menyamakan) umur
alternatif sehingga diperhitungkan nilai annual ekuivalen dapat langsung dilakukan.
Caranya :
a. Setiap alternatif dihitung nilai annual equivalent (AE atau AW)
b. Bandingkan nilai AE dari masing-masing alternatif
c. Nilai AE atau AW yang terbesar merupakan alternatif terbaik

Metode Internal Rate of Return (IRR)

Analisis rate of return menghasilkan solusi berupa tingkat suku bunga yang berlaku pada
serangkaian arus kas masuk dan arus kas keluar. Besarnya tingkat suku bunga i* dapat dihitung

dengan salah satu dari analisis present worth, future worth, annual worth sebagai berikut :
PWpendapatan = PWpengeluaran
FWpendapatan = FWpengeluaran
AWpendapatan = AWpengeluaran
Metode yang digunakan untuk menyelesaikan persamaan adalah trial and error sampai nilai i
diperoleh dengan interpolasi. Untuk alternatif tunggal setelah i* diperoleh. Nilai itu
dibandingkan dengan MARR untuk dievaluasi jika i* > MARR, alternatif tersebut layak diterima
untuk alternatif lebih dari satu kemungkinan akan diperoleh hasil analisis yang berbeda jika
dibandingkan dengan metode analysis yang lain, untuk menghindari perbedaan hasil analisis itu,
perhitungan untuk mencari i* dilakukan dari arus kas inkremental alternatif yang sedang
dibandingkan.
Prosedur analisis inkremental.
a. Identifikasi semua alternatif yang tersedia
b. Hitung IRR masing-masing jika IRR < MARR maka alternatif gugur
c. Susun ranking alternatif sementara berdasarkan investasi terkecil (investasi terkecil dianggap
terbaik sementara)
d. Bandingkan alternatif I (defenden) dan alternatif II (challengger) dengan menghitung selisih
cash flow (alternatif (C) alternatif (D).
e. Hitung IRR dari alternatif C D tersebut.
f. Bandingkan IRR II-I dengan MARR jika IRR(-1) > MARR maka alternatif C yang terbaik,
sebaliknya jika IRRC-D < MARR maka alternatif D tetap terbaik.
g. Bandingkan pula pemenang tadi dengan alternatif III, seperti prosedure 4 s/d 6 di atas.
h. Siklus di atas telah dipertemukan
i. Pemenang terakhir akan menjadi alternatif terbaik.

Metode Benefit Cost Ratio

Benefit cost ratio adalah perbandingan nilai ekuivalen semua manfaat terhadap nilai ekuivalen
semua biaya. Nilai ekuivalen dapat dilakukan menggunakan analisis nilai sekarang, nilai yang
akan datang atau nilai tahunan.
B/C= PWmanfaatPWbiaya=FWmanfaatFWbiaya=AWmanfaatAWbiaya
Untuk alternatif tunggal jika nilai B/C > 1 alternatif layak diterima.
Untuk alternatif lebih dari satu dilakukan benefit cost ratio dengan inkremental. Prosedur
inkremental sama dengan inkremental dari IRR.
Kriteria pengambilan keputusan berdasarkan nilai B/C yang diperoleh jika dari dua alternatif
yang dibandingkan diperoleh nilai B/C > 1 maka alternatif dengan biaya yang lebih besar yang
dipilih. Namun jika dua alternatif yang dibandingkan nilai B/C < 1 maka alternatif dengan biaya
yang lebih kecil yang dipilih.

Metode Payback Period

Analisis payback period menghitung waktu yang diperlukan arus kas masuk sama dengan arus
kas keluar. Analisis ini biasanya digunakan untuk mengukur tingkat resiko alternatif berkaitan
dengan seberapa cepat nilai investasi dapat dikembalikan. Alternatif dengan periode

pengembalian yang lebih singkat merupakan pilihan yang lebih menarik. Hasil analisis payback
period hanya menyajikan kecepatan pengembalian investasi.

Kesimpulan

Dari ke enam metode evaluasi investasi yang telah diterangkan di atas dapat dipergunakan dalam
rangka pemilihan investasi, tentu saja dengan memperhatikan syarat-syarat yang harus dipenuhi
oleh alternatif dalam menetapkan metode apa yang sebaiknya dipergunakan.
Untuk alternatif lebih dari satu dengan umur yang berbeda sebaiknya digunakan dengan metode
annual ekuivalent, perhitungan setiap alternatif cukup dilakukan pada satu siklus usia pakai saja,
hal ini lebih memudahkan.
Pada analisis dengan menggunakan metode IRR apabila didapat hasil analisis yang berbeda
sebaiknya digunakan dengan metode IRR dengan inkremental maka akan diperoleh alternatif
yang terbaik.