Anda di halaman 1dari 4

BAB.

8 SISTEM AKUNTANSI PIUTANG


Buku : Sistem Akuntansi, Mulyadi. Halaman 257 - 289
Oleh :
Devita Kumalasari
Latifatul Choiriyah Umami
Linggawati
Rida Silviatul Hidayah

Dosen Pengampuh :
Frenky Yusuf

NAROTAMA
TAHUN 2016

A. Prosedur Pencatatan Piutang


Prosedur Pencatatan Piutang bertujan untuk mencatat mutasi piutang perusahaan yang
disebabkan oleh transaksi penjualan kredit, penerimaan kas dari debitur, retur penjualan, dan
penghapusan piutang kepada setiap debitur.
A.1. Informasi yang di perlukan oleh manajemen
Informasi mengenai piutang yang dilaporkan kepada manajemen adalah :
1. Saldo Piutang pada saat tertentu kepada setiap debitur
2. Riwayat pelunasan piutang yang dilakukan oleh setiap debitu
3. Umur piutang kepada setiap debitu pada saat tertentu
A.2. Dokumen
Dokumen yang digunakan sebagai dasar oencatatan kedalam kartu piutang adalah :
1. Faktur Penjualan, digunakan sebagai dasar pencatatan timbulnya piutang dari transaksi
penjualan kredit yang dilampiri surat muat dan surat order pengiriman sebagai dokumen
pendukung untuk mencatat transaksi penjualan kredit.
2. Bukti Kas Masuk, digunakan sebagai dasar pencatatan berkurangnya piutang dari transaksi
pelunasan piutang dari debitur.
3. Memo Kredit, digunakan sebagai sumber pencatatan retur penjualan kredit
4. Bukti Memorial, digunakan sebagai sumber pencatatan transaksi kedalam jurnal umum.
A.3. Catatan Akuntansi
CAtatan Akuntansi yang digunakan adalah :
1. Jurnal Penjualan, digunakan untuk mencatat piutang dari transaksi penjualan kredit
2. Jurnal Retur Penjualan, digunakan untuk mencatat berkurangnya piutang dari transaksi retur
penjualan.
3. Jurnal Umum, digunakan untuk mencatat berkurangnya piutang dari transaksi penghapusan
piutang yang tidak dapat tertagih
4. Jurnal Penerimaan Kas, digunakan ntk mencatat berkurangnya piutang dari transaksi
penerimaan kas dari debitur
5. Kartu Piutang, digunakan untuk mencatat mutasi dan saldi piutang kepada setiap debitur.
A.4. Organisasi
Tugasdan fungsi akuntansi dalam hubungannya dengan pencatatan piutang adalah:
1. Menyelenggarakan catatan piutang kepada setiap debitu berupa kartu piutang (Buku
Pembantu Piutang) yang digunakan untuk merinci rekening control piutang dalam Buku
Besar.
2. Menghasilkan pernyataan piutang secara periodic dan mengirimkanya kesetiap debitur.
3. Menyelenggarakan catatan riwayat kredit setiap debitur guna menyediakan data dan data
penagihannya.
A.5. Metode Pencatatan Piutang
1. Metode Konvensional, yaitu dilakukan atas dasar data yang dicatat dalam jurnal. Meliputi
jurnal atas Penjualan Kredit, Retur Penjualan, Penerimaan kas dari piutang, dan Penghapusan
piutang.
2. Metode posting langsung kedalam kartu piutang. Terbagi menjadi 2 golongan, yaitu: posting
harian dan posting periodik
3. Metode pencatatan tanpa buku pembantu, yaitu pencatatan langsung kedalam kartu piutang
dari setiap transaksi atas piutang tersebut. Terbagi menjadi dua, yaitu : dicatat berdasarkan
nama / abjad dan atau berdasarkan kurun waktu terjadinya.
4. Metode pencatatan dengan menggunakan komputer
A.6. Metode Posting ditunda
Yaitu posting kedalam kartu piutang dilakukan sekaligus setelah faktur terkumpul dalam jumlah
yang telah banyak, karena dirasa lebih praktis.
A.7. Metode Penagihan bersiklus
Yaitu mengelompokan penagihan dengan mengumpulkan tagihan selama satu bulan kemudian
dinyatakan dalam pernyataan piutang dan mengirimnya kepada debitur berdasar kurun waktu
tertentu dalam satu bulan tersebut.
1

A.8. Metode pencatatan tanpa buku pembantu


Yaitu metode yang tidak menggunakan buku pembantuk piutang. Karena setiap faktur penjualan
yang diterima dari bagian penagihan akan diarsip oleh bagian piutang dalam arsip belum terbayar
dan kemudian akan dipindahkan kedalam arsip faktur yang telah terbayar.
A.9. Metode pencatatan piutang dengan computer
Yaitu metode pencatan yang menggunakan batch system. Sikumpukan dan di posting / diinput
setiap hari untuk memutkhirkan catatan piutang
B. Prosedur Pernyataan Piutang
Pernyataan piutang adalah formulir yagn menyajikan jumlah kewajiban debitur pada tanggal
tertentu dan (dalam pernyataan piutang bentuk tertentu) disertai dengan rinciannya. Pernyataan
piutang dapat berbentuk berikut ini:
1. Pernyataan saldo akhir bulan (Balance end of month statement)
2. Pernyataan satuan (unit statemen)
3. Pernyataan saldo berjalan dengan rekening koncensional (running balance statement with
conventional account)
4. Pernyataan faktur yagn belum dilunasi (open item statement)
B.1. Pernyataan saldo akhir bulan
Menyajikan saldo piutang kepada debitur pada akhir bulan
B.2. Peryataan satuan
Pernyataan piutang ini berisi :
1. Saldo kewajiban debitur pada awal bulan
2. Mutasi debit dan kredit selama sebulan penjelasana rinci setiap transaksi
3. Saldo kewajiban debitu oada akhir bulan.
B.3. Pernyataan saldo berjalan dengan rekening konvensional
Prosedur pencatatannya adalah sebagai berikut :
1. Pada awal bulan, diambil formulir pernyataan piutang 1 lembar
2. Semua transaksi debet maupun kredit dicatat dalam formulir pernyataan piutang yang
sebagai tembusannya adalah kartu piutang
3. Pada akhir bulan pernyataan piutang dikirim ke debitu
4. Pada awal bulan berikutnya akan tetap melanjutkan kartu sebelumnya bila tidak penuh.
B.4. Pernyataan faktur yang belum dibayar
Pernyataan yang berisi faktur faktur yang belm dilunasi oleh debitur tertentu disertai tanggal
faktur beserta jumlahnya.
C. Distribusi PEnjualan
Distribusi adalan prosedur peringkasan rincian yang tercantum dalam media (faktur
penjualan misalnya) dan pengumpulan total ringkasa tersebut untuk keperluan pembuatan
laporan.
Jika perusaan menjual berbagai produk, diberbagai daerah pemasaran, kepada berbagai jenis
pelanggan, dengan berbagai variasi order size, melalui berbagai saluran distribusi, dan melalui
berbagai pramuniaga, maka laporan penjualan yang biasanya dibutuhkan oleh manajer
pemasaran adalah sebagai berikut:
1. Hasil penjualan menurut produk
2. Hasil penjualan menurut pelanggan
3. Hasil penjualan menurut besarnya order
4. Hasil penjualan menurut daerah pemasar
5. Hasil penjualan menurut saluran distribusi
6. Hasil penjualan menurut pramuniaga
D. Metode distribusi penjualan
Ada 4 metode distribusi, yaitu:
1. Metode berkolom

Distribusi data penjualan dilakukan dengan menyediakan satu kolom untuk setiap unsure
dalam klasifikasi. Metode distribusi ini ditentukan oleh 2 faktor : (1.) Jumlah unsure dlaam
klasifikasi (2.)frekuensi kegiatan setiap unsur dalam klasifikasi tersebut.
Metode berkolom ini terdiri dari :
a. Metode jurnal berkelompok dengan tulis tangan
Dalam metode ini, jurnal penjualan disediakan kolom berdasar unsure klasifikasi yang
diingikan.
b. Metode worksheet, jumlah kolom yang disediakan dalam jurnal sangat terbatas.
c. Jurnal berkolom yang diselenggarakan dengan mesin pembukuan
Dalam metode distribusi in, jurnal berkolom merupakan alat untuk menampung data
sesuai dengan klasifikasi yang diingikan dan merupakan sumber informasi untuk membuat
laporan penualan.
2. Metode rekening tunggal dan rekening berkolom
Merupakan metode yang digunakan untuk mencatat jika jumlah unsure dalam klasifikasi
terlalu banyak. Denagn menggunakan rekening ini, setiap transaksi dapan diberi penjelasan
sebanyak yang diperlukan.
3. Metode summary strip dan metode tiket tunggal
4. Metode register
Metode ini digunakan dengan alat register kas.
5. Metode dengan computer
Merupakan metode yagn paling mudah pelaksanaannya dengan kemampuan menghasilkan
informasi penjulaan yang luar biasa dengan menggunakan computer.
E. Faktor faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan metode distribusi
Dalam memilij metode distribusi berbagai faktor berikut ini harus dipertimbangkan:
1. Informasi yang akan dicantumkan dalam laporan
2. Jumlah unsure dalam klasifikasi
3. Media yagn dipakai sebagai sumber informasi