Anda di halaman 1dari 20

BAB II

LANDASAN TEORI

Mikroprosesor adalah gabungan 2 kata yaitu mikro dan prosesor. Jadi,

mikroprosesor adalah sebuah alat yang berukuran kecil yang digunakan untuk

memproses data secara digital. Selain berukuran kecil, mikroprosesor memiliki

kemampuan komputasi yang lebih rendah dibandingkan dengan komputer yang

digunakan.

Pengendali mikro (Inggris: microcontroller) adalah sistem mikroprosesor lengkap

yang terkandung di dalam sebuah chip. Mikrokontroler berbeda dari mikroprosesor

serba

guna

yang

digunakan

dalam

sebuah

PC,

karena

sebuah

mikrokontroler

umumnya telah berisi komponen pendukung sistem minimal mikroprosesor, yakni

memori dan antarmuka I/O.

Sistem komputer dewasa ini paling banyak justru terdapat di dalam peralatan

lain, seperti telepon, jam, perangkat rumah tangga, kendaraan, dan bangunan. Sistem

embedded biasanya mengandung syarat minimal sebuah sistem mikroprosesor yaitu

memori untuk data dan program, serta sistem antarmuka input/output yang sederhana.

Sistem mikrokontroler lebih banyak melakukan pekerjaan-pekerjaan sederhana yang

penting

seperti

mengendalikan

motor,

saklar,

resistor

variabel,

atau

perangkat

elektronis lain. Seringkali satu-satunya bentuk antarmuka yang ada pada sebuah

sistem mikrokontroler hanyalah sebuah LED, bahkan ini pun bisa dihilangkan jika

tuntutan konsumsi daya listrik mengharuskan demikian.

1

2

Sebuah chip mikrokontroler umumnya memiliki fitur:

central processing unit - mulai dari prosesor 4-bit yang sederhana hingga prosesor

kinerja tinggi 64-bit.

input/output antarmuka jaringan seperti port serial (UART)

antarmuka komunikasi serial lain seperti I²C, Serial Peripheral Interface and

Controller Area Network untuk sambungan sistem

periferal seperti timer dan watchdog

RAM untuk penyimpanan data

ROM,

EPROM,

komputer

EEPROM

atau

Flash

memory

untuk

menyimpan

program

pembangkit clock - biasanya berupa resonator rangkaian RC

pengubah analog-ke-digital

Jenis microcontroller yang banyak dipakai di Indonesia :

MCS 51

ATMEL (AVR)

PIC

ARM

ARDUINO

Dalam Tugas Akhir ini jenis microcontroller yang dipakai adalah dari

keluarga Arduino. Arduino adalah kit elektronik atau papan rangkaian elektronik

open

source

yang

di

dalamnya

terdapat

komponen

utama

yaitu

sebuah

chip

mikrokontroler dengan jenis AVR dari perusahaan Atmel. Salah satu yang membuat

3

Arduino memikat hati banyak orang adalah karena sifatnya yang open source, baik

untuk

hardware

maupun

software-nya.

Diagram

rangkaian

elektronik

Arduino

digratiskan kepada semua orang. Kita bisa bebas men-download gambarnya, membeli

komponen-komponennya, membuat PCB-nya dan merangkainya sendiri tanpa harus

membayar kepada para pembuat Arduino. Sama halnya dengan IDE Arduino yang

bisa di-download dan diinstal pada komputer secara gratis.

Saat

ini

komunitas

Arduino

berkembang

dengan

pesat

dan

dinamis

di

berbagai belahan dunia. Bermacam-macam kegiatan yang berkaitan dengan projek-

projek Arduino bermunculan di mana-mana, termasuk di Indonesia. Yang membuat

Arduino dengan cepat diterima oleh orang-orang adalah karena:

Murah, dibandingkan platform yang lain.

Sebuah investasi yang sangat

murah untuk berbagai keperluan projek. Harganya akan lebih murah lagi jika

pengguna

membuat

papannya

sendiri

komponennya satu per satu.

dan

merangkai

komponen-

Lintas platform, software Arduino dapat dijalankan pada system operasi

Windows, Macintosh OSX dan Linux, sementara platform lain umumnya

terbatas hanya pada Windows.

Sangat

mudah

dipelajari

dan

digunakan.

Processing

adalah

bahasa

pemrograman yang digunakan untuk menulis program di dalam Arduino.

Processing adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang dialeknya sangat

mirip dengan C++ dan Java, sehingga pengguna yang sudah terbiasa dengan

kedua bahasa tersebut tidak akan menemui kesulitan dengan Processing.

4

Bahasa pemrograman Processing sungguh-sungguh sangat memudahkan dan

mempercepat pembuatan sebuah program karena bahasa ini sangat mudah

dipelajari

dan

diaplikasikan

dibandingkan

bahasa

pemrograman

tingkat

rendah seperti Assembler yang umum digunakan pada platform lain namun

cukup sulit.

Sistem yang terbuka, baik dari sisi hardware maupun software-nya.

Secara umum Arduino terdiri dari dua bagian, yaitu:

1. Hardware berupa papan input/output (I/O)

2. Software, software Arduino meliputi IDE untuk menulis program, driver untuk

koneksi

program.

dengan

komputer,

contoh

program

dan

library

untuk

pengembangan

Selanjutnya kita akan mengenal masing-masing bagian ini lebih jauh.

2.1 DFRduino Mega

Mikrokontroler yang digunakan dalam DFRduino Mega yaitu ATmega1280.

Terdiri dari 54 pin digital input/output (yang 14 diantaranya dapat digunakan sebagai

output PWM), 16 input analog, 4 UARTs (hardware serial ports), 16 MHz oscillator,

USB port, konektor power, header ICSP, dan sebuah tombol reset. DFRduino Mega

1280 sudah terdiri dari komponen-komponen yang dibutuhkan untuk mengoperasikan

mikrokontroler,

kita

tinggal

menghubungkan

ke

komputer

via

port

USB

atau

memberinya tegangan sumber melalui adaptor atau baterai 9V, dan langsung bisa

memulai melakukan programming. Gambar 2.1 di bawah merupakan foto board

DRFduino mega.

5

5 Gambar 2.1 DFRduino Mega Sedangkan layoutnya dapat dilihat pada gambar 2.2 di bawah ini. Ganmbar

Gambar 2.1 DFRduino Mega

Sedangkan layoutnya dapat dilihat pada gambar 2.2 di bawah ini.

layoutnya dapat dilihat pada gambar 2.2 di bawah ini. Ganmbar 2.2 Layout DFRduino Mega Spesifikasi DFRduino

Ganmbar 2.2 Layout DFRduino Mega

Spesifikasi DFRduino Mega :

Microcontroller : ATmega1280

Operating Voltage : 5V

Input Voltage (recommended) : 7-12V

Input Voltage (limits) : 6-20V

6

Digital I/O Pins : 54 (of which 14 provide PWM output)

Analog Input Pins : 16

DC Current per I/O Pin : 40 mA

DC Current for 3.3V Pin : 50 mA

Flash Memory : 128 KB of which 4 KB used by bootloader

SRAM : 8 KB

EEPROM : 4 KB

Clock Speed : 16 MHz

2.2 Software Arduino

IDE

Arduino

adalah

software

yang

sangat

canggih

ditulis

menggunakan Java. IDE Arduino terdiri dari:

dengan

Editor program, sebuah window yang memungkinkan pengguna menulis dan

mengedit program dalam bahasa Processing.

Compiler, sebuah modul yang mengubah kode program (bahasa Processing)

menjadi

kode

biner.

Bagaimanapun

sebuah

microcontroller

tidak

akan

bisa

memahami bahasa Processing. Yang bisa dipahami oleh microcontroller adalah

kode biner. Itulah sebabnya compiler diperlukan dalam hal ini.

Uploader, sebuah modul yang memuat kode biner dari Jomputer ke dalam

memory di dalam papan Arduino.

7

2.3 Program Bahasa C Arduino

Program C pada hakekatnya tersusun atas sejumlah blok fungsi. Setiap fungsi

terdiri atas satu atau beberapa pernyataan, yang secara keseluruhan dimaksudkan

untuk melaksanakan tugas khusus. Bagian pernyataan fungsi diawali dengan tanda

kurung kurawal buka ({) dan diakhiri dengan tanda kurung kurawal tutup (}).Di

antara kurung kurawal itu dapat dituliskan statemen-statemen program C.

Dalam arduino, struktur dasar C minimal terdiri dari dua fungsi yaitu setup()

dan loop() . Fungsi setup() dijalankan sekali setiap board

arduino dihidupkan

sedangkan fungsi loop() dijalankan terus menerus selama board arduino hidup. Secara

garis besar skecth program arduino adalah seperti gambar 2.3 berikut.

skecth program arduino adalah seperti gambar 2.3 berikut. Gambar 2.3 arduino sketch Fungsi setup() ini sama

Gambar 2.3 arduino sketch

Fungsi setup() ini sama halnya seperti fungsi main() pada bahasa C. Seperti kita

ketahui bahasa C dikenal sebagai bahasa pemrograman terstruktur karena strukturnya

menggunakan

fungsi-fungsi

sebagai

program-program

bagiannya

(subroutine).I

Fungsi-fungsi yang ada selain fungsi utama merupakan program-program bagian.

8

2.4 Prinsip Kerja Air Conditioner

Air Conditioner atau lebih dikenal dengan singkatan AC merupakan alat yang

berfungsi sebagai pendingin ruangan. Sebuah AC terdiri dari dari :

Compressor AC

Compressor

AC

adalah

power

unit

dari

sistem

AC.

Ketika

AC

dijalankan,

compressor AC mengubah fluida kerja/refrigent berupa gas dari yang bertekanan

rendah

menjadi

gas

yang

bertekanan

tinggi.

diteruskan menuju kondensor.

Kondensor AC

Gas

bertekanan

tinggi

kemudian

Kondensor adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengubah gas yang bertekanan

tinggi berubah menjadi cairan yang bertekanan tinggi yang kemudian akan dialirkan

ke orifice tube. Kondensor merupakan bagian yang “panas” dari air conditioner.

Kondensor bisa disebut heat exchange yang bisa memindahkan panas ke udara atau

ke intermediate fluid (semacam air larutan yang mengandung ethylene glycol), untuk

membawa panas ke orifice tube.

Orifice Tube

Orifice tube merupakan tempat di mana cairan bertekanan tinggi diturunkan tekanan

dan suhunya menjadi cairan dingin bertekanan rendah. Dalam beberapa sistem, selain

memasang sebuah orifice tube, dipasang juga katup ekspansi.

Katup Ekspansi

Katup ekspansi merupakan komponen penting dalam sistem air conditioner. Katup ini

dirancang untuk mengontrol aliran cairan pendingin melalui katup orifice yang

9

merubah

wujud

cairan

menjadi

uap

ketika

zat

pendingin

pemuaian dan memasuki evaporator/pendingin.

Evaporator AC

meninggalkan

katup

Refrigent menyerap panas dalam ruangan melalui kumparan pendingin dan kipas

evaporator meniupkan udara dingin ke dalam ruangan. Refrigent dalam evaporator

mulai berubah kembali menjadi uap bertekanan rendah, tapi masih mengandung

sedikit cairan. Campuran refrigent kemudian masuk ke akumulator / pengering. Ini

juga dapat berlaku seperti mulut/orifice kedua bagi cairan yang berubah menjadi uap

bertekanan rendah yang murni, sebelum melalui compressor AC untuk memperoleh

tekanan dan beredar dalam sistem lagi. Biasanya, evaporator dipasangi silikon yang

berfungsi untuk menyerap kelembapan dari refrigent.

Thermostat

Thermostat pada air conditioner beroperasi dengan menggunakan lempeng bimetal

yang peka terhadap perubahan suhu ruangan. Lempeng ini terbuat dari 2 metal yang

memiliki koefisien pemuaian yang berbeda. Ketika temperatur naik, metal terluar

memuai lebih dahulu, sehingga lempeng membengkok dan akhirnya menyentuh

sirkuit listrik yang menyebabkan motor AC aktif. Gambar 2.4 menunjukan bagian-

bagian dari AC tersebut.

10

10 Gambar 2.4 Bagian-bagian AC Dalam perkembangannya sebuah AC dapat dikontrol melalui remote kontrol. Melalui remote

Gambar 2.4 Bagian-bagian AC

Dalam perkembangannya sebuah AC dapat dikontrol melalui remote kontrol. Melalui

remote kontrol ini kita dapat mematikan/menyalakan AC, mengatur suhu yang di

inginkan, mengatur kecepatan kipas, mengatur timer agar AC bisa mati sesuai waktu

yang di inginkan dan lain-lain. Media transmisi untuk komunikasi antara AC dengan

remote kontrol ini menggunakan infra merah/infra red.

2.5 Infra Red

Sinar inframerah adalah termasuk cahaya monokromatis yang tidak tampak

oleh mata manusia. Inframerah, mempunyai panjang gelombang 0,3 mm–0,7 µm.

Aplikasi infra merah sering kita lihat penggunaannya untuk remote kontrol. Remote

kontrol

inframerah

menggunakan

cahaya

inframerah

sebagai

media

dalam

mengirimkan data ke penerima. Data yang dikirimkan berupa pulsapulsa cahaya

dengan modulasi frekuensi 40kHz. Sinyal yang dikirimkan merupakan data-data

11

biner. Untuk membentuk data-data biner tersebut, ada tiga metode yang digunakan

yaitu pengubahan lebar pulsa, lebar jeda (space), dan gabungan keduanya.

Pulse - Coded Signals

Dalam mengirimkan kode, lebar jeda tetap yaitu t sedangkan lebar pulsa adalah 2t.

Jika lebar pulsa dan lebar jeda adalah sama yaitu t, berarti yang dikirim adalah bit

0, jika lebar pulsa adalah 2t dan lebar jeda adalah t, berarti yang dikirim adalah 1,

diperlihatkan pada gambar 2.5 berikut

yang dikirim adalah 1, diperlihatkan pada gambar 2.5 berikut Gambar 2.5 Pengiriman Kode dengan Tipe Pulse-Coded

Gambar 2.5 Pengiriman Kode dengan Tipe Pulse-Coded Signal

Space - Coded Signal

Dalam mengirimkan kode remote kontrol dilakukan dengan cara mengubah lebar

jeda, sedangkan lebar pulsa tetap. Jika lebar jeda dan lebar pulsa adalah sama yaitu

t, berarti yang dikirim adalah 0 . Jika lebar jeda adalah 3t, berarti data yang dikirim

adalah 1, diperlihatkan pada gambar 2.6 berikut ini.

dikirim adalah 1, diperlihatkan pada gambar 2.6 berikut ini. Gambar 2.6 Pengiriman Kode dengan Tipe Space-Coded

Gambar 2.6 Pengiriman Kode dengan Tipe Space-Coded Signal

12

Shift - Coded Signal

Tipe ini merupakan gabungan dari tipe pulse dan space, yaitu dalam mengirimkan

kode remore kontrol, dengan cara mengubah lebar pulsa dan lebar jeda. Jika lebar

jeda adalah t dan lebar pulsa adalah 2t, maka ini diartikan sebagai data 1. Jika

lebar jeda adalah 2t dan lebar pulsa adalah t, maka ini diartikan sebagai data 0

(low).

Sebelum kode dikirim, terlebih dahulu mengirimkan sinyal awal yang disebut

sebagai header. Header adalah sinyal yang dikirimkan sebelum kode sebenarnya, dan

juga merupakan sinyal untuk mengaktifkan penerima. Header selalu dikirimkan

dengan

lebar

pulsa

yang

jauh

lebih

panjang

daripada

kode.

Setelah

header

dikirimkan, baru kemudian kode remote kontrol. Kode remote kontrol dibagi menjadi

dua fungsi, yaitu fungsi pertama digunakan sebagai penunjuk alamat peralatan yang

akan

diaktifkan,

fungsi

kedua

adalah

sebagai

command

atau

perintah

untuk

melaksanakan instruksi dari remote kontrol. diperlihatkan pada gambar 2.7 berikut.

dari remote kontrol. diperlihatkan pada gambar 2.7 berikut. Gambar 2.7 Sinyal Header dan Kode remote kontrol

Gambar 2.7 Sinyal Header dan Kode remote kontrol

2.6 Digital IR Transmitter

Digital IR Transmiter

dirancang untuk berkomunikasi dengan digital IR

receiver module. Modul ini biasa digunakan sebagai alat pengontrol yang biasa kita

13

sebut remote controll. Modul Digital IR Transmiter diperlihatkan pada gambar 2.8

berikut.

IR Transmiter diperlihatkan pada gambar 2.8 berikut. Gambar 2.8 Digital IR Tansmitter Spesifikasi : • Power

Gambar 2.8 Digital IR Tansmitter

Spesifikasi :

Power Supply : 5V

Interface : Digital

Modulate Frekuensi : 38 Khz

Red - V+

Green – Signal

Black – GND

2.7 Digital IR Receiver

IR Digital Receiver biasanya digunakan untuk membuat aplikasi pengendalian

menggunakan remot pengontrol. Dengan module ini kita dapat membuat proyek

arduino yang menerima perintah dari Remote Controller, jika kita bisa menyesuaikan

data yang dikeluarkan oleh remot yang kita gunakan. tapi lebih mudah lagi jika kita

14

menggunakan IR digital Receiver dengan digital IR transmitter. Modul digital IR

receiver diperlihatkan pada gambar 2.9 berikut.

digital IR receiver diperlihatkan pada gambar 2.9 berikut. Spesifikasi : • Power Supply : 5V •

Spesifikasi :

Power Supply : 5V

Interface:Digital

Gambar 2.9 Digital IR Receiver

Modulate Frekuensi : 38 Khz

Red - V+

Green – Signal

Black – GND

2.8 DHT11

DHT11 adalah sensor digital yang dapat mengukur suhu dan kelembaban

udara di sekitarnya. Menggunakan teknik Digital Signal Acqusition dan teknologi

penginderaan suhu dan kelembaban. Sensor ini mencakup pengukuran kelembaban

15

resistif dan komponen pengukuran suhu NTC yang terhubung pada microcontroller 8

bit. Sensor ini sangat mudah digunakan bersama dengan Arduino. Memiliki tingkat

stabilitas yang sangat baik serta fitur kalibrasi yang sangat akurat. Koefisien kalibrasi

disimpan dalam OTP program memory, sehingga ketika internal sensor mendeteksi

sesuatu, maka module ini menyertakan koefisien tersebut dalam kalkulasinya. DHT11

diperlihatkan dalam gambar 2.10 berikut.

Spesifikasi :

Supply Voltage: +5 V

gambar 2.10 berikut. Spesifikasi : • Supply Voltage: +5 V Gambar 2.10 DHT11 • Temperature range

Gambar 2.10 DHT11

Temperature range : 0-50 °C error of ± 2 °C

Humidity : 20-90% RH ± 5% RH error

Interface : Digital

2.9 Liquid Crystal Display (LCD) 16x2

Sebuah LCD merupakan sebuah modulator opto-elektrikal yang berbentuk

tipis dan rata, dan dibuat dari beberapa warna atau pikel monokromatik yang diatur

16

didepan sumber cahaya atau reflector. Alat ini biasanya memerlukan sumber tenaga

yang kecil. diperlihatkan pada gambar 2.11 berikut.

tenaga yang kecil. diperlihatkan pada gambar 2.11 berikut. Gambar 2.11 LCD Alhanumerik 2 baris 16 karakter

Gambar 2.11 LCD Alhanumerik 2 baris 16 karakter

Setiap kolom pada LCD memiliki rangkaian tunggal sendiri. Pikel-pikel pada

LCD

dialamatkan

sekali

menurut

alamat

baris

dan

kolom.

Tipe

ini

disebut

pengalamatan matriks pasif, karena piksel harus bertahan pada keadaan stabilnya,

meskipun sebenarnya harus melakukan refresh tanpa kelebihan dari pengisian listrik

yang stabil. Semakin banyak piksel maka tampilan yang dihasilkan oleh LCD matriks

akan semakin halus.

2.10 Keypad Matriks 4x4

Keypad

berfungsi

sebagai

interface

antara

perangkat

(mesin)

elektronik

dengan manusia atau dikenal dengan istilah HMI (Human Machine Interface). Bentuk

keypad 4x4 bisa dilihat pada gambar 2.12 berikut.

17

17 Gambar 2.12 Keypad 4x4 Konstruksi matrix keypad 4×4 untuk mikrokontroler dapat dibuat seeperti gambar 2.13

Gambar 2.12 Keypad 4x4

Konstruksi matrix keypad 4×4 untuk mikrokontroler dapat dibuat seeperti gambar

2.13 di bawah 2.

mikrokontroler dapat dibuat seeperti gambar 2.13 di bawah 2. Gambar 2.13 Kontruksi matrik keypad 4x4 Konstruksi

Gambar 2.13 Kontruksi matrik keypad 4x4

Konstruksi matrix keypad 4×4 diatas cukup sederhana, yaitu terdiri dari 4 baris dan 4

kolom dengan keypad berupas saklar push buton yang diletakan disetiap persilangan

kolom dan barisnya. Rangkaian matrix keypad diatas terdiri dari 16 saklar push buton

dengan konfigurasi 4 baris dan 4 kolom. 8 line yang terdiri dari 4 baris dan 4 kolom

tersebut dihubungkan dengan port mikrokontroler 8 bit. Sisi baris dari matrix keypad

ditandai dengan nama Row1, Row2, Row3 dan Row4 kemudian sisi kolom ditandai

dengan nama Col1, Col2, Col3 dan Col4. Sisi input atau output dari matrix keypad

18

4×4 ini tidak mengikat, dapat dikonfigurasikan kolom sebagi input dan baris sebagai

output atau sebaliknya tergantung dari programnya.

Proses scaning untuk membaca penekanan tombol pada matrix keypad 4×4

untuk mikrokontroler diatas dilakukan secara bertahap kolom demi kolom dari kolom

pertama sampai kolom ke 4 dan baris pertama hingga baris ke 4. Program untuk

scaning matrix keypad 4×4 dapat bermacam-macam, tapi pada intinya sama. Misal

kita asumsikan keypad aktif LOW (semua line kolom dan baris dipasang resistor pull-

up) dan dihubungkan ke port mikrokontroler dengan jalur kolom adalah jalur input

dan jalur baris adalah jalur output maka proses scaning matrix keypad 4×4 diatas

dapat dituliskan sebagai berikut.

1. Mengirimkan logika Low untuk kolom 1 (Col1) dan logika HIGH untuk kolom

yang lain kemudian membaca data baris, misal tombol SW1 ditekan maka data

baris pertama (Row1) akan LOW sehingga data baris yang dibaca adalah 0111,

atau tombol yang ditekan tombol SW5 maka data pada baris ke 2 akan LOW

sehingga data yang terbaca 1011, atau tombol SW9 yang ditekan sehingga data

yang terbaca 1101, atau tombol SW13 yang ditekan maka data yang dibaca adalah

1110 dan atau tidak ada tombol pada kolom pertama yang di tekan maka data

pembacaan baris akan 1111. Mengirimkan logika Low untuk kolom 2 (Col2) dan

logika HIGH untuk kolom yang lain kemudian membaca data baris, misal tombol

SW1 ditekan maka data baris pertama (Row1) akan LOW sehingga data baris yang

dibaca adalah 0111, atau tombol yang ditekan tombol SW5 maka data pada baris

ke 2 akan LOW sehingga data yang terbaca 1011, atau tombol SW9 yang ditekan

sehingga data yang terbaca 1101, atau tombol SW13 yang ditekan maka data yang

19

dibaca adalah 1110 dan atau tidak ada tombol pada kolom pertama yang di tekan

maka data pembacaan baris akan 1111.

2. Mengirimkan logika Low untuk kolom 3 (Col3) dan logika HIGH untuk kolom

yang lain kemudian membaca data baris, misal tombol SW1 ditekan maka data

baris pertama (Row1) akan LOW sehingga data baris yang dibaca adalah 0111,

atau tombol yang ditekan tombol SW5 maka data pada baris ke 2 akan LOW

sehingga data yang terbaca 1011, atau tombol SW9 yang ditekan sehingga data

yang terbaca 1101, atau tombol SW13 yang ditekan maka data yang dibaca adalah

1110 dan atau tidak ada tombol pada kolom pertama yang di tekan maka data

pembacaan baris akan 1111.

3. Mengirimkan logika Low untuk kolom 4 (Col4) dan logika HIGH untuk kolom

yang lain kemudian membaca data baris, misal tombol SW1 ditekan maka data

baris pertama (Row1) akan LOW sehingga data baris yang dibaca adalah 0111,

atau tombol yang ditekan tombol SW5 maka data pada baris ke 2 akan LOW

sehingga data yang terbaca 1011, atau tombol SW9 yang ditekan sehingga data

yang terbaca 1101, atau tombol SW13 yang ditekan maka data yang dibaca adalah

1110 dan atau tidak ada tombol pada kolom pertama yang di tekan maka data

pembacaan baris akan 1111.

Kemudian data pembacaan baris ini diolah sebagai pembacaan data penekanan

tombol keypad. Sehingga tiap tombol pada matrix keypad 4×4 diatas dengan teknik

scaning tersebut akan menghasilkan data penekanan tiap-tiap tombol sebagai berikut.

SW1 = 0111 0111

SW2 = 1011 0111

SW9 = 0111 1101

SW10 = 1011 1101

20

SW3 = 1101 0111

SW4 = 1110 0111

SW5 = 0111 1011

SW6 = 1011 1011

SW7 = 1101 1011

SW8 = 1110 1011

SW11 = 1101 1101

SW12 = 1110 1101

SW13 = 0111 1110

SW14 = 1011 1110

SW15 = 1101 1110

SW16 = 1110 1110

Data port mikrokontroler, misalkan pada SW2 = 1011 0111 tersebut terbagi dalam

nible atas dan nible bawah dimana data nible atas (1011) merupakan data yang kita

kirimkan sedangkan data nible bawah (0111) adalah data hasil pembacaan penekanan

tombol keypad SW2 pada proses scaning matrix keypad 4×4 diatas.

2.11 Buzzer

Buzzer adalah suatu alat yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi sinyal

suara. Pada umumnya buzzer digunakan untuk alarm, karena penggunaannya cukup

mudah yaitu dengan memberikan tegangan input maka buzzer akan mengeluarkan

bunyi. Frekuensi suara yang di keluarkan oleh buzzer yaitu antara 1-5 KHz. Modul

buzzer diperlihatkan pada gambar 2.14 di bawah ini.

oleh buzzer yaitu antara 1-5 KHz. Modul buzzer diperlihatkan pada gambar 2.14 di bawah ini. Gambar

Gambar 2.14 Buzzer