Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN MEKANIKA

PERCOBAAN
HUKUM NEWTON

OLEH :
NAMA

: FATHUL KHAIR

STAMBUK

: A 241 15 001

KELOMPOK : III
ASISTEN

: RIRIN HANDAYANI

PROGRAM STUDI PENDINDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2016 LEMBAR KOREKSI

Nama
Stambuk
Kelompok
Asisten

: Fathul Khair
: A 241 15 001
: III
: Ririn Handayani

Hari, Tanggal

Koreksi

Paraf

PERCOBAAN II
HUKUM NEWTON (1 DAN 3)

I. Tujuan percobaan
1. Menentukan hubungan gaya eksternal yang mempengaruhi gerak
objek pada hukum pertama Newton
2. Menganalisis hasil gerak dari hukum pertama newton melalui grafik vt.
3. Menyelidiki hubungan antara gaya aksi dan reaksi.
4. Mengamati pengaruh massa terhadap hukum ketiga Newton dengan
menganalisis grafik f-t.

II. Alat dan bahan

1. Sistem Dinamika PASCAR1 buah


2. Sensor gerak 1 buah
3. Sensor gaya Resolusi tinggi 1 buah
4. Set magnetic bumper
5. Hover Puck
6. Aksesori Pendeteksi Gesekan 1 buah
7. Friction Tray Hitam dan Putih ( masing-masing 1 buah )
8. Track
9. Pengait 2 buah
10. Beban 25 x 10-2 kg 2 buah
11. Karet gelang 2 buah
12. PASCO Capstone Software1 buah
13. 850 Universal Interface 1buah

III.

Dasar teori

Hukum Newton diterapkan pada benda yang dianggap sebagai partikel,dalam


evaluasi pergerakan misalnya, panjang benda tidak dihiraukan, karena obyek yang
dihitung dapat dianggap kecil, relatif terhadap jarak yang ditempuh. Perubahan
bentuk (deformasi) dan rotasi dari suatu obyek juga tidak diperhitungkan dalam
analisisnya. Maka sebuah planet dapat dianggap sebagai suatu titik atau partikel
untuk dianalisa gerakan orbitnya mengelilingi sebuah bintang.
Dalam bentuk aslinya, hukum gerak Newton tidaklah cukup untuk
menghitung gerakan dari obyek yang bisa berubah bentuk (benda tidak padat).
Leonard Euler pada tahun 1750 memperkenalkan generalisasi hukum gerak
Newton untuk benda padat yang disebut hukum gerak Euler, yang dalam
perkembangannya juga dapat digunakan untuk benda tidak padat. Jika setiap
benda dapat direpresentasikan sebagai sekumpulan partikel-partikel yang berbeda,
dan tiap-tiap partikel mengikuti hukum gerak Newton, maka hukum-hukum Euler
dapat diturunkan dari hukum-hukum Newton. Hukum Euler dapat dianggap
sebagai aksioma dalam menjelaskan gerakan dari benda yang memiliki dimensi.
Ketika kecepatan mendekati kecepatan cahaya, efek dari relativitas khusus harus
diperhitungkan.
Hukum gerak Newton adalah tiga hukum fisika yang menjadi dasar
mekanika klasik. Hukum ini menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja
pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya. Hukum ini telah dituliskan
dengan pembahasaan yang berbeda-beda selama hampir 3 abad, dan dapat
dirangkum sebagai berikut:
1. Hukum Pertama: setiap benda akan memiliki kecepatan yang konstan
kecuali ada gaya yang resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut.
Berarti jika resultan gaya nol, maka pusat massa dari suatu benda tetap
diam, atau bergerak dengan kecepatan konstan (tidak mengalami
percepatan). Hal ini berlaku jika dilihat dari kerangka acuan inersial.
2. Hukum Kedua: sebuah benda dengan massa M mengalami gaya resultan
sebesar F akan mengalami percepatan a yang arahnya sama dengan arah

gaya, dan besarnya berbanding lurus terhadap F dan berbanding terbalik


terhadap M. atau F=Ma. Bisa juga diartikan resultan gaya yang bekerja pada
suatu benda sama dengan turunan dari momentum linear benda tersebut
terhadap waktu.
3. Hukum Ketiga: gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang
sama, dengan arah terbalik, dan segaris. Artinya jika ada benda A yang
memberi gaya sebesar F pada benda B, maka benda B akan memberi gaya
sebesar F kepada benda A. F dan F memiliki besar yang sama namun
arahnya berbeda. Hukum ini juga terkenal sebagai hukum aksi-reaksi,
dengan F disebut sebagai aksi dan F adalah reaksinya.
Ketiga hukum gerak ini pertama dirangkum oleh Isaac Newton dalam karyanya
Philosophi Naturalis Principia Mathematica, pertama kali diterbitkan pada 5 Juli
1687. Newton menggunakan karyanya untuk menjelaskan dan meniliti gerak dari
bermacam-macam benda fisik maupun sistem. Contohnya dalam jilid tiga dari
naskah tersebut, Newton menunjukkan bahwa dengan menggabungkan antara
hukum gerak dengan hukum gravitasi umum, ia dapat menjelaskan hukum
pergerakan planet milik Kepler.
Hukum

I Newton

menjelakan bahwa

sebuah benda cenderung

mempertahankan keadaannya, yaitu jika dia diam akan tetap diam dan jika jika
bergerak lurus beraturan dia akan tetap bergerak lurus beraturan. Hukum pertama
Newton dapat dinyatakan dengan persamaan.
Kecenderungan benda untuk mempertahankan gerak (malas untuk diam)
dan kecenderungan benda untuk mempertahankan diam (malas untuk bergerak)
berhubungan dengan sifat kelmbaman (inersia) atau kemalasan suatu benda. Oleh
karena itu, hukum I Newton juga disebut dengan hukum kelembaman.
Sebuah benda hanya dapat dipercepat jika resultan gaya atau gaya yang
bekerja pada benda tidak seimbang. Gaya-gaya yang tidak seimbang akan
mempercepat suatu benda karena gaya tersebut memnyebabkan benda mengalami
perubahan kecepatan. Menurut Newton, percepatan suatu benda yang dihasilkan
resultan gaya yang tidak seimbang berbanding lurus dengan resultan gayanya dan
berbanding terbalik dengan massanya.

Percepatan (a) yang dihasilkan oleh resultan gaya ( ) yang bekerja pada
suatu benda sebanding dan searah dengan resultan gaya serta berbanding terbalik
dengan massa benda (m). Gaya satu newton (1 N) didefinisikan sebagai gaya
yang menghasilkan percepatan 1 m / ketika bekerja pada benda yang massanya 1
kg. Dapat dinyatakan dengan :
a = atau = m . a
Menurut Newton, ketika dua benda A dan B berinteraksi satu sama lain
maka benda tersebut saling mengerjakan gaya. Jika benda A mengerjakan gaya
pada benda B maka benda B akan mengerjakan gaya pada benda yang besarnya
sama tapi tetapi berlawanan arah.
Hukum III Newton ini menjelaskan bahwa gaya tunggal yang hanya
melibatkan satu benda tak mungkin ada. Gaya hanya hadir jika sedikitnya ada dua
benda yang berinteraksi. Pada interaksi ini gaya-gaya selalu berpasangan. Jika A
mengerjakan gaya pada B, maka B akan mengerjakan gaya pada A. Gaya pertama
dapat disebut sebagai aksi dan gaya kedua sebagai reaksi. Ini tak berarti bahwa
aksi bekerja lebih dahulu baru timbul reaksi. Akan tetapi, kedua gaya ini terjadi
bersamaan. Dengan demikian, tidak jadi masalah, gaya mana yang dianggap
sebagai aksi dan gaya mana yang dianggap sebagai reaksi. Maka dari itu hukum
III Newton dapat dinyatakan sebagai berikut.
Jika A mengerjakan gaya pada B, maka B akan mengerjakan gaya pada A, yang
besarnya sama tetapi arahnya berlawanan.
Hukum ini kadang-kadang dinyatakan sebagai berikut.
Untuk setiap aksi, ada suatu reaksi yang sama besar tetapi berlawanan arah.
Secara matematis hukum III Newton dinyatakan sebagai:
aksi = - reaksi

IV.

Prosedur Kerja

Hukum I Newton

1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan pada percobaan ini
2. Menghubungkan sensor gerak ke input 850 Universal Interface
3. Meletakkan Friction Tray putih sekitar 0,7 m dari sensor gerak seperti
pada gambar di bawah ini

4. Memastikan tombol di bagian atas sensor gerak di atur ke posisi cart


5. Menekan tombol RECORD bersamaan dengan mendorong Friction Tray
ke arah sensor gerak.
6. Menekan tombol STOP ketika Tray berada sekitar 0,2 m dari sensor gerak
untuk menghentikan pengumpulan data
7. Memeriksa grafik kecepatan vs waktu dan menyimpan data menggunakan
snipping tool dengan nama label 1
8. Mengulangi langkah 3 untuk Friction Tray Hitam, Friction Tray corak,
Hover Puck, dan Pascar dengan label 2 sampai 5
9. Memasukkan data ke dalam hasil pengamatan

Hukum III Newton


Tarik menarik

10. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan pada percobaan ini
11. Menghubungkan kedua sensor gaya resolusi tinggi pada kedua input 850
Universal Interface
12. Memasang pengait ke sensor gaya
13. Menekan tombol ZERO pada sensor gaya untuk mengkalibrasi alat

14. Memasang karet gelang pada pengait sensor gaya seperti yang ditunjukkan
pada gambar dibawah ini

15. Menekan tombol RECORD pada software PASCO, dengan menarik


keduasensor gaya (A dan B) yang tidak ada satupun yang menang
16. Menekan tombol STOP setelah 10 detik
17. Memeriksa grafik kecepatan vs waktu dan menyimpan data menggunakan
snipping tool dengan nama label 6
18. Mengulangi langkah 6 8 dengan si A menang dan si B kalah (tertarik ke
A) dan menyimpan data dengan label 7Mengualngi langkah 6 8 dengan
si B menang dan si A kalah dan menyimpan data dengan label 8

Tumbukan
19. Melepaskan pengait dari sensor gaya dan menggantinya dengan bumper
magnetik seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini

20. Menggunakan sekrup panjang untuk memasang sensor gaya ke Pascar


seperti gambar di atas
21. Meletakkan kedua Pascar di ujung track
22. Menekan tombol ZERO pada sensor gaya untuk mengkalibrasi alat
(restart data)
23. Menekan tombol RECORD bersamaan dengan mendorong kedua Pascar

24. Menekan tombol STOP ketika kedua Pascar bertumbukan dan menyimpan
data dengan label 9
25. Mengulangi langkah 3-6 dengan salah satu Pascar dalam keadaan diam
(P2) dan P1 menumbuk P2. Serta menyimpan data dengan label 10
26. Mengulangi langkah 7 dengan menambahkan beban pada P2 sehingga
massanya menjadi dua kali massa P1 serta menyimpan data dengan label
11
27. Mengulangi langkah 3-6 dengan menambahkan beban pada P1 sehingga
massanya sama dengan P2 dan kedua benda saling bertumbukan (samasama bergerak). Serta menyimpan data dengan label 12
28. Memasukkan data ke dalam hasil pengamatan

V. Hasil Pengamatan
a. HUKUM I NEWTON
1. Friction tray corak coklat

2. Friction tray putih

b. HUKUM III NEWTON

TARIK MENARIK

1. Tidak Ada yang menang


FPI

FP2

2. A menang
F,P1

F,P2

3. B Menang
FP1

FP2

TUMBUKAN

1. Tumbukan Tanpa Beban


F,P1

F,P2

2. P2 diam
F,P1

F,P2

3. P2 diam diberibeban
F,P1

F,P2

4. P1 dan P2 diberi beban


F,P1

F,P2

VI.

Analisa data
1. Hukum I Newton
No.

Benda

v (m/s)

t (s)

1.

Friction tray putih

327,87

0,72

2.

Friction tray corak

239,70

0,76

Mencari percepatan
Rumus umum : a =

Friction tray putih


a= = -

= 455,375 m/s2

Friction tray hitam


a= = -

= 315,395 m/s2

2. Hukum III Newton


a. Tarik menarik
NO. Perlakuan

F-P1 (N)

F-P2 (N)

t(s)

t(s)

Tidak yangmenang

-13,80

-14,19

6,99

7,09

A menang

-3,41

-3,75

6,94

6,94

B menang

-1,93

-3,05

5,99

5,99

b. Tumbukan
NO. Perlakuan

F-P1 (N)

F-P2 (N)

t(s)

Kalibrasi/tumbukan

43,01

42,80

2,41

P2 diam

21,33

21,26

2,44

P2 diam + beban

23,73

23,89

2,16

P1+ beban dan P2 diam

45,23

45,98

2,38

+ beban

VII.

Pembahasan

Hukum Newton diterapkan pada benda yang dianggap sebagai partikel,dalam


evaluasi pergerakan misalnya, panjang benda tidak dihiraukan, karena obyek yang
dihitung dapat dianggap kecil, relatif terhadap jarak yang ditempuh. Perubahan
bentuk (deformasi) dan rotasi dari suatu obyek juga tidak diperhitungkan dalam
analisisnya. Maka sebuah planet dapat dianggap sebagai suatu titik atau partikel
untuk dianalisa gerakan orbitnya mengelilingi sebuah bintang.
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan hubungan gaya
eksternal yang mempengaruhi gerak objek pada hukum pertama Newton,
menganalisis hasil gerak dari hukum pertama newton melalui grafik v-t,
menyelidiki hukum Kedua Newton pada sistem satu dimensi, menentukan
percepatan pada hukum kedua Newton dengan menganalisis grafik v-t,
menyelidiki hubungan gaya terhadap waktu pada hukum kedua Newton,
menyelidiki hubungan antara gaya aksi dan reaksi, dan mengamati pengaruh
massa terhadap hukum ketiga Newton dengan menganalisis grafik f-t.
Alat dan bahan yang digunakan pada percobaan ini beserta fungsinya antara
lain sistem dinamika PASCAR adalah terdiri dari track, Friction Tray , dan
PASCAR yang menjadi objek dalam pengamatan. Sensor gerak berfungsi untuk
mendeteksi pergerakan dari Friction Tray yang digerakkan di atas Track. Sensor
gaya resolusi tinggi berfungsi untuk mendeteksi gaya yang bekerja pada objek. Set
magnetic bumper adalah suatu pegas yang digunakan pada perlakuan tumbukan
yang dipasangkan pada PASCAR. Friction Tray berfungsi untuk menjadi objek
yang di amati pada perlakuan Hukum pertama Newton. Friction Tray yang
digunakan pada percobaan ini adalah yang berwarna putih dan hitam. Track
adalah lintasan tempat bergeraknya Friction Tray dan PASCAR. Pengait adalah
suatu alat yang digunakan untuk mengait pada sensor gaya sehingga dapat
digunakan untuk mengaitkan karet gelang. Beban digunakan untuk menambah
massa pascar sebagai pembanding. Karet gelang untuk membantu mengetahui
besarnya gaya tarik menarik pada sensor gaya. PASCO capstone yang digunakan
sebagai software yang akan menampilkan output dari sensor gaya dan sensor

gerak dalam bentuk grafik. Serta 850 Universal Interface sebagai alat yang
berhubungan langsung dengan PASCO Capstone software.
Pada hukum 1 Newton, alat yang digunakan yaitu sistem dinamika PASCAR,
sensor gerak,

dua buah Friction Tray yaitu berwarna putih dan hitam, 850

universal interface dan software PASCO. Percobaan Hukum I Newton ini,


dilakukan dengan menghubungkan sensor gerak ke 850 universal interface yang
terhubung ke PASCO software untuk mendeteksi gerakan yang terjadi. Adapun
Friction Tray, akan diletakkan sekitar 70 centimeter dari sensor gerak secara
bergantian dan mendorong mereka kearah sensor gerak bersamaan dengan
menekan tombol RECORD pada software. Dan menghentikannya setelah Friction
Tray berada sekitar 20 cm dari sensor gerak. Sehingga, diperoleh grafik kecepatan
vs waktu. Sedangkan pada hukum III Newton, alat yang digunakan yaitu sistem
dinamika PASCAR, sensor gaya resolusi tinggi, pengait, karet gelang, set
magnetic bumper, beban, track, 850 universal interface ,dan PASCO capstone
software. Pada percobaan Hukum III Newton, akan dilakukan 2 jenis perlakuan
yaitu tarik menarik dan tumbukan. Untuk perlakuan tarik menarik, 2 buah sensor
gaya misalnya A dan B dihubungkan dengan sebuat karet gelang yang dipasang
pada pengait yang dipasang di sensor gaya tersebut dimana A dan B akan saling
tarik menarik, kemudian akan dilakukan 3 percobaan yaitu A dan B sama-sama
menang, untuk perlakuan ke dua A yang menang, dan B yang menang untuk
perlakuan ketiga. Sedangkan untuk percobaan tumbukan, dua buah PASCAR
akan diletakkan di track dan diatas masing-masing PASCAR diletakkan sebuah
sensor gaya yang dilengkapi dengan bumper magnetic. Kemudian akan dilakukan
4 jenis tumbukan yaitu kedua PASCAR saling bertumbukan untuk perlakuan
pertama, salah satu PASCAR diam untuk perlakuan kedua, salah satu PASCAR
diam dan diberi beban dua kali massa PASCAR yang bergerak untuk perlakuan
ketiga, dan kedua PASCAR diberi beban kemudian PASCAR pertama menumbuk
PASCAR kedua yang diam. Lalu untuk perlakuan keempat PASCAR tetap diberi
beban dan kemudian saling bertumbukan.
Pada hasil pengamatan, untuk Hukum I Newton diperoleh grafik kecepatan dan
waktu. Untuk Friction Tray putih yang berpermukaan licin diperoleh nilai

percepatan 455,375 m/s2. Sedangkan untuk Friction Tray hitam yang


berpermukaan kasar diperoleh nilai percepatan 315,395 m/s2. Hal ini
menunjukkan bahwa ketika Friction Tray yang diam di berikan gaya dorong
Friction Tray tersebut bergerak dengan percepatan tertentu dan mengalami
perlambatan hingga kembali ke posisi diam. Bergeraknya Friction Tray tersebut
disebabkan oleh adanya gaya yang bekerja padanya, dan berhentinya Friction
Tray tersebut juga karena adanya gaya gesek antara permukaan Friction Tray dan
Track. Oleh karena itu, Friction Tray hitam memiliki nilai percepatan lebih kecil
dibanding Friction Tray Putih. Dengan demikian, dapat dibuktikan pernyataan
hukum 1 Newton bahwa benda diam akan tetap diam dan benda bergerak akan
tetap bergerak jika tidak ada resultan gaya luar yang mempengaruhinya.
Pada hasil pengamatan Hukum III Newton, untuk percobaan tarik
menarik pada grafik yang ditampilkan terdapat tanda (+) dan ada yang (-).
Hal inidikarenakan, bukan karena gaya benda terhadap waktu mengalami
penurunan.Melainkan percobahan ini bergerak menjauhi sensor sehingga arah
gaya yang ditampilkan yaitu negatif ataupun karena terjadi penurunan sensor.
Melainkan pada percobaan ini benda bergerak menjauhi sensor sehingga
arah gaya yang ditampilkan yaitu negatif ataupun karena terjadi penurunan
sensor.Dari grafik, dapat dilihat besarnya gaya untuk tarik menarik padaF,P1 dan
F,P2 pada perlakuan tidak ada yang menang F,P1 adalah 13,80 N dan F,P2
adalah -14,19 N, A menang F,P1 dan F,P2 adalah -3,41 N dan -3,75 N dan B
menang F,P1 dan F,P2 adalah -1,93 N dan -3,05 N. Dan untuk tumbukan pada
perlakuan tumbukan F,P1 dan F,P2 adalah 43,01 N dan 42,80 N, P2 diam F,P1
dan F,P2 adalah 21,33 N dan 21,26 N, P2 diam + beban F,P1 dan F,P2 adalah
23,73 N dan 23,89 N , pada perlakuan P1 + beban dan P2 + beban F,P1 dan F,P2
adalah 45,23 N dan 45,98 N. Dari grafik tersebut juga dapat dilihat besarnya gaya
F1 dan F2 adalah sama. Hal ini sesuai dengan teori yang ada. Menurut Hukum III
Newton, jika gaya yang diberikan si A adalah gaya aksi, maka si B akan
memberikan gaya reaksi yang besarnya sama dengan gaya yang diberikan si A
tetapi arahnya berlawanan. Walaupun si A memberikan gaya yang lebih besar dari

B, ataupun sebaliknya. Besarnya gaya adalah sama. Sesuai dengan Hukum III
Newton.
Hal ini juga berlaku untuk percobaan tumbukan dua buah Pascar. Kedua Pascar
sama-sama bertumbukandan menghasilkan gaya aksi dan reaksi yang besarnya
sama namun berlawanan arah. Sedangkan pada perlakuanPascar A yang
menumbuk Pascar B yang diam, karena ditumbuk, Pascar B bereaksi memberikan
gaya pada Pascar A sehingga Pascar B bergerak ke belakang yang besarnya sama
dengan gaya pascar Begitupun untuk perlakuan sebaliknya.
Pada percobaan ini adapun faktor-faktor yang mempengaruhi hukum I Newton
ialah massa suatu benda.

Hukum I Newton disebut juga sebagai hukum

kelembaman atau hukum inersia Ukuran kuantitas kelembaman suatu benda


adalah massanya sehingga semakin besar massa sutu benda maka semakin
besar pula kelembaman benda tersebut. Dan faktor-faktor yang mempengaruhi
hukum Newton III ialah massa benda dan gaya.
Pada percobaan yang dilakukan kali ini, tidak terlepas dari adanya
kesalahankesalahan yang telah dilakukan. Kesalahan-kesalahan tersebut dapat
berupa kurangnya keterampilan praktikan dalam menggunakan alat maupun
ketidaksesuaian anatar menekan tombol RECORD dan melepas tray, dan alat
lainnya.

VIII. Kesimpulan
Dari percobaan yang kami lakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Hukum pertama Newton menyatakan bahwa

benda diam akan

tetap diam dan benda yang bergerak dengan kecepatan konstan


akan tetap bergerak selama tidak ada resultan gaya eksternal yang
mempengaruhinya.
2. Hukum ketiga Newton menyatakan bahwa setiap gaya yang
diberikan kepada sebuah benda maka akan mendapatkan gaya
reaksi yang sama besar namun dalam arah yang berlawanan.
3. Dalam hukum ketiga newton, massa sebuah benda tidak
berpengaruh terhadap besarnya gaya aksi reaksi. Sebuah benda
yang masanya lebih besar apabila bertumbukan dengan benda yang
massanya lebih kecil maka akan memberikan gaya yang sama
besar satu sama lain.
4. Pada percobaan ini hasil yang diperoleh untuk hukum III Newton
adalah :

Perlakuan Tarik menarik


1. Tiada yang menang

F,P1 = -13,80N , F,P2 =-14,19 N

2. A menang

F,P1 = -3,41 N , F,P2 =-3,75 N

3. B menang

F,P1= -1,93 N , F,P2 =-3,05 N

Perlakuan tumbukan
1. Kalibrasi/tumbukan

F,P1 = 43,01 N , F,P2 = 42,80N

2. P2 diam

F,P1 = 21,33 N , F,P2 = 21,26 N

3. P2 diam + beban

F,P1 =23,73N , F,P2 = 23,89 N

4. P1 + beban dan P2 + beban F,P1 = 45,23 N,F,P2 = 45,98 N

DAFTAR PUSTAKA

Anonim . (2012) . Hukum Newton Tentang Gerak . [online] . Tersedia :


https://phi6ka.wordpress.com/2012/11/08/hukum-newton-tentanggerak [14 November 2016]

Anonim . (2015) . Hukum Gerak Newton . [online] . Tersedia :


https://id.wikipedia.org/wiki/hukum_gerak_newton. [14 November
2016]

Putri, D . (2013) . Laporan Praktikum Fisika Hukum Newton . [online] .


Tersedia : http://diniputriutami01.blogspot.co.id/2013/10/laporanpraktikum-fisika- hukum-newton.html. [14 November 2016]

Tim Penyusun. (2016). Penuntun Praktikum Mekanika. Palu: UPT LABDAS


Universitas Tadulako.

LAPORAN SEMENTARA
PERCOBAAN II
HUKUM NEWTON ( 1 DAN III )

I.

HARI/TANGGAL

: RABU, 8 NOVEMBER 2016

II.

TUJUAN PERCOBAAN

1. Menentukan hubungan gaya eksternal yang mempengaruhi


gerak objek pada hukum petama Newton.
2. Menganalisis hasil gerak dari hukum pertama newton
melalui grafik v-t.
3. Menyelidiki hukum Kedua Newton pada sistem satu
dimensi.
4. Menentukan percepatan pada hukum kedua Newton dengan
menganalisis grafik v-t.
5. Menyelidiki hubungan gaya terhadap waktu pada hukum
kedua Newton
6. Menyelidiki hubungan antara gaya aksi dan reaksi.
7. Mengamati pengaruh massa terhadap hukum ketiga Newton
dengan menganalisis grafik f-t.
III.

HASIL PENGAMATAN

Hukum I Newton
No.

Benda

v (m/s)

t (s)

1.

Friction tray putih

327,87

0,72

2.

Friction tray corak

239,70

0,76

Hukum III Newton


c. Tarik menarik
NO. Perlakuan

F-P1 (N)

F-P2 (N)

t(s)

t(s)

Tidak yangmenang

-13,80

-14,19

6,99

7,09

A menang

-3,41

-3,75

6,94

6,94

B menang

-1,93

-3,05

5,99

5,99

d. Tumbukan
NO. Perlakuan

F-P1 (N)

F-P2 (N)

t(s)

Kalibrasi/tumbukan

43,01

42,80

2,41

P2 diam

21,33

21,26

2,44

P2 diam + beban

23,73

23,89

2,16

P1+ beban dan P2 diam

45,23

45,98

2,38

+ beban

Grafik hasil pengamatan


A. HUKUM I NEWTON
1. Friction tray corak coklat

2. Friction tray putih

B. HUKUM III NEWTON

TARIK MENARIK

1. Tidak Ada yang menang


FPI

FP2

2. A menang
F,P1

F,P2

3. B Menang
FP1

FP2

TUMBUKAN

1. Tumbukan Tanpa Beban


F,P1

F,P2

2. P2 diam
F,P1

F,P2

3. P2 diam diberibeban
F,P1

F,P2

4. P1 dan P2 diberi beban

F,P1

F,P2

NAMA KELOMPOK :
1. FATHUL KHAIR

(A 241 15 001)

2. FITTRI YANI

(A 241 15 073)

3.ASRINA

(A 241 15 037)

4, FIFI ANNEKE SARAPUN

(A 241 15 061)

ASISTEN

(RIRIN HANDAYANI)