Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

KKN 65 UMM Melakukan Penyuluhan Peternakan bagi Warga Desa Dadapan Kecamatan
Wajak, Kabupaten Malang

Disusun oleh:
Wahyudin
200110150290
Fapet E

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2016

I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pengabdian mahasiswa bagi masyarakat sudah seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan
masyarakat. Sebagaimana di Desa Dadapan, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, sebagian
penduduk memiliki usaha yang bergerak di bidang peternakan. Warga Desa Dadapan memiliki
ternak sapi maupun kambing yang nantinya dimanfaatkan susu maupun dagingnya. Kelompok
KKN 65 UMM memiliki perhatian yang cukup besar terhadap pentingnya hewan ternak bagi
warga Desa Dadapan. Maka dari itu, divisi ekonomi dalam KKN 65 mengadakan penyuluhan
peternakan bertajuk Pemberdayaan Masyarakat melalui Penyuluhan Peternakan
Penyuluhan merupakan segala usaha untuk mengubah perilaku orang sampai mau dan
mampu melaksanakan perubahan melalui pendidikan (non formal), agar orang tersebut menjadi
lebih produktif (better farming), lebih untung (better business) dan lebih baik dan layak hidup
serta sejahtera (better living).
Metode penyuluhan merupakan suatu prosedur atau cara untuk mengerjakan sesuatu
dengan langkah sistematik (terencana, teratur, terarah dan berurutan). Penyuluhan kepada petani
dan peternak dilakukan bermanfaat untuk mengembangkan pola berpikir, untuk mengatasi
masalah dan mengembangkan kreatifitas dengan memanfaatkan potensi dan peluang yang ada.
Penyuluhan kepada petani dan peternak juga dapat membuat maju suatu usaha peternakan dan
meningkatnya keuntungan yang diperoleh sehingga dapat mensejahterakan.
1.2 Identifikasi Masalah
1. Bagaimana gambaran penyuluhan yang dilakukan oleh KKN 65 UMM ?
2. Bagaimana tingkat keberhasilan dari penyuluhan yang dilakukan oleh
KKN 65 UMM ?

II
KERANGKA TEORI
2.1 Pengertian Penyuluhan
Secara harfiah, penyuluhan bersumber dari kata suluh yang berarti obor,
dalam arti kata mampu memberi penerangan, dari keadaan yang gelap
meadi terang (Efendi,2005). Pada pokoknya suatu kegiatan penyuluhan
bertujuan mendidikkan seseorang atau sekelompok orang mengenai suatu
keterampilan atau cara-cara baru dalam bidang kehidupan. (Nasution,
Zulkarimen: 2001)
Van den Ban dan Hawkins, (2011: 28) dalam web resmi BBPP Lembang,
menyatakan bahwa penyuluhan secara sistematis dapat didefinisikan
sebagai proses yang:
1. membantu menganalisis situasi yang sedang dihadapi dan melakukan
perkiraan ke depan;
2. membantu petani menyadarkan terhadap kemungkinan timbulnya
masalah dari analisis tersebut;
3. meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan wawasan terhadap
suatu masalah, serta membantu menyusun kerangka berdasarkan
pengetahuan yang dimiliki petani;
4. membantu petani memperoleh pengetahuan yang khusus berkaitan
dengan cara pemecahan masalah yang dihadapi serta akibat yang
ditimbulkannya sehingga mereka mempunyai berbagai alternatif
tindakan;
5. membantu petani memutuskan pilihan yang tepat yang menurut
pendapat

6. mereka sudah optimal;


7. meningkatkan motivasi petani untuk dapat menerapkan pilihannya;
dan
8. membantu

petani

untuk

mengevaluasi

dan

meningkatkan

keterampilan mereka dalam membentuk pendapat dan mengambil


keputusan.
2.2

Komunikasi Penyuluhan
Penyuluhan merupakan proses komunikasi sebab, pengertian komunikasi itu sendiri

adalah sebuah proses dimana seseorang individu (komunikator) menyampaikan lambanglambang tertentu, biasanya berbentuk verbal untuk mempengaruhi tingkah laku komunikan.
Dengan demikian dalam proses penyuluhan banyak faktor yang harus diperhatikan oleh
penyuluh. Seorang penyuluh harus terampil dalam mengolah media pendukung. Media
komunikasi yang mutlak digunakan dalam kegiatan penyuluhan adalah media massa, baik cetak
maupun elektronik, pendekatan dalam bentuk komunikasi kelompok dan komunikasi antar
pribadi (Nasution,1990:10).
Dalam melakukan penyuluhan, faktor penyampaian hal-hal yang disuluhkan adalah amat
penting. Karena itu, penyuluhan menuntut dipersiapkannya lebih dahulu suatu desain yang
secara terperinci dan spesifik menggambarkan hal-hal pokok berikut ini (Nasution, 1990:10) :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Masalah yang dihadapi


Siapa yang disuluh
Apa tujuan (objectivities) yang hendak dicapai dari setiap kegiatan penyuluhan
Pengembangan pesan
Metoda atau saluran yang digunakan
Sistem evaluasi telah terpasang atau bulit-in di dalam rencana keseluruhan kegiatan yang
dimaksud.
Dengan adanya komunikasi penyuluhan diharapkan akan terjadi perubahan-perubahan,

terutama pada perilaku serta bentuk-bentuk kegiatan dari orang yang disuluh, seiring dengan
terjadinya perubahan cara berpikir, cara kerja, cara hidup, pengetahuan dan sikap mental yang
lebih terarah dan lebih menguntungkan, baik bagi dirinya beserta keluarga maupun
lingkungannya.

2.3 Faktor-Faktor Pendukung Penyuluhan


Untuk dapat mencapai tujuan dari suatu penyuluhan maka diperlukan faktor-faktor
pendukung agar efektifnya penyuluhan tersebut. Adapun faktor-faktor pendukung tersebut adalah
sebagai berikut (Santiana, 2005:48 56) :
A. Metode Penyuluhan, berdasarkan pendekatan sasaran metode ini dibagi atas tiga yakni :
1. Pendekatan Perorangan
Dalam metode ini, penyuluh berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan
sasarannya secara perorangan seperti kunjungan ke rumah, lokasi atau lahan usaha peternak,
hubungan telepon dan lain sebaginya. Namun pendekatan ini dinilai kurang efektif karena
memakan banyak waktu.
2. Pendekatan Kelompok
Dalam pendekatan kelompok banyak manfaat yang dapat diambil, disamping dari
transfer teknologi informasi juga terjadinya tukar pendapat dan pengalaman antar sasaran
penyuluhan dalam kelompok yang bersangkutan. Metode pendekatan kelompok lebih
menguntungkan karena adanya umpan balik dan interaksi kelompok yang memberi
kesempatan bertukar pengalaman maupun pengaruh terhadap perilaku dan norma para
anggotanya.
3. Pendekatan Massal
Metode yang menjangkau sasaran dengan jumlah yang cukup banyak dan dapat
mempercepat proses perubahan, tetapi jarang dapat mewujudkan perubahan dalam perilaku.
Hal ini disebabkan karena pemberi dan penerima pesan cenderung mengalami proses
selektif saat menggunakan media massa sehingga pesan yang disampaikan mengalami
distorsi.
B. Media Penyuluhan
Metode penyuluhan merupakan alat bantu penyuluhan yang berfungsi sebagai perantara
yang dapat dipercaya menghubungkan antara penyuluh dengan sasaran sehingga pesan atau
informasi akan lebih jelas dan nyata. Dalam penyuluhan dikenal beragam media atau alat bantu
penyuluhan, seperti benda (sampel, model tiruan), barang cetakan (brosur, poster, photo, leaflet,
sheet), gambar diproyeksikan (slide, film, film-strip, video, movie-film) dan lambang grafika
(grafik batang dan garis, diagram, skema, peta).
C. Materi Penyuluhan

Materi penyuluhan adalah segala sesuatu yang disampaikan dalam kegiatan penyuluhan
berupa informasi-informasi atau pesan. Pesan merupakan seperangkat simbol verbal dan
nonverbal yang mewakili perasaan, nilai, gagasan atau maksud. Selanjutnya Lasswell
(Mulyana,2005:63) mengatakan pesan mempunyai tiga komponen yaitu makna (gagasan, ide,
dan nilai), simbol yang digunakan (bahasa atau kata-kata) dan bentuk pesan (verbal dan
nonverbal). Materi dalam penyuluhan adalah yang sesuai dengan kebutuhan sasaran dan dapat
memecahkan masalah yang sedang dihadapi oleh sasaran penyuluhan.
D. Waktu dan Tempat Penyuluhan
Dalam penyuluhan, waktu dan tempat yang tepat harus sesuai situasi dan kondisi masyarakat
sasaran penting dan saling berkaitan dalam mencapai tujuan penyuluhan. Kapan dan dimana
dilaksanakan penyuluhan harus terkesan tidak mengganggu dan merugikan sasaran.

III
PEMBAHASAN
3.1 Gambaran Penyuluhan KKN 65 UMM
Pengabdian mahasiswa bagi masyarakat sudah seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan
masyarakat. Sebagaimana di Desa Dadapan, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, sebagian
penduduk memiliki usaha yang bergerak di bidang peternakan. Warga Desa Dadapan memiliki
ternak sapi maupun kambing yang nantinya dimanfaatkan susu maupun dagingnya. Kelompok
KKN 65 UMM memiliki perhatian yang cukup besar terhadap pentingnya hewan ternak bagi
warga Desa Dadapan. Maka dari itu, divisi ekonomi dalam KKN 65 mengadakan penyuluhan
peternakan bertajuk Pemberdayaan Masyarakat melalui Penyuluhan Peternakan.

Tujuan dari penyuluhan ini yaitu agar masyarakat Desa Dadapan mampu menambah nilai
guna maupun manfaat dari hewan ternak mereka. Materi yang diberikan dalam penyuluhan
peternakan ini yaitu bagaimana langkah-langkah dalam menggemukkan hewan ternak. Yang
mana materi ini sebelumnya merupakan hasil permintaan warga desa, setelah melakukan rapat
dengan divisi ekonomi KKN 65 UMM.
Adapun pemateri dalam penyuluhan tersebut yaitu Ir. Ahmad Yani, MP., yang merupakan
dosen peternakan dari UMM. Antusiasme warga terlihat sejak awal pelatihan ini akan diadakan.
Dimulai dari agenda rapat, hingga kegiatan berlangsung. Penyuluhan ini diikuti oleh ibu-ibu
pemilik ternak di Desa Dadapan. Kami berharap melalui penyuluhan ini warga dapat secara
langsung memahami kiat-kiat bagaimana membesarkan atau menggemukkan hewan ternaknya
dengan cara yang benar dari pakarnya langsung. Jadi, nanti mereka dapat memanfaatkan hewan
ternak mereka dengan baik pula untuk keperluan ekonomis. Kami juga yakin kalau program
seperti ini memberikan manfaat yang berkelanjutan karena hasil dari penyuluhan ini dapat
disebarkan maupun disosialisasikan ulang ke warga lainnya. ungkap Ghaus, sebagai ketua
pelaksana program penyuluhan ini yang juga merupakan anggota divisi ekonomi KKN 65 UMM.

3.2

Tingkat Keberhasilan

Seperti kita ketahui, suatu penyuluhan akan terlaksana dengan baik jika
didorong dengan faktor yang baik pula. Keberhasilan dari suatu penyuluhan
tidak hanya ditentukan oleh materi-materi yang disampaikan oleh penyuluh
tersebut namun lebih ditekankan pada cara penyampaian materi penyuluhan
tersebut kepada para peserta warga ataw Peternak. Dengan diadakannya
penyuluhan ini Peternak sebagai sasaran penyuluhan menunjukan keinginan untuk mewujudkan
materi yang telah disampaikan yaitu cara penggemukan hewan hewan ternak. Hal ini tentunya
didukung oleh beberapa faktor pendukung keberhasilan penyuluhan diantaranya :
1.
2.
3.
4.

Penyuluh menguasai materi


Media yang digunakan dalam penyuluhan menarik
Cara penyampaian mudah diterima oleh sasaran penyuluhan yaitu petani dan peternak
Adanya demonstrasi yang menarik

IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Penyuluhan yang dilakukan kepada peterna di Desa Dadapan, Kecamatan Wajak,
Kabupaten Malang. Sudah dilakukan dengan baik dan efektif, dimana materi yang disampaikan
merupakan kebutuhan yang diperlukan masyarakat, metode yang digunakan pun sudah membuat
peserta penyuluhan menjadi lebih interaktif, adapun media penyuluhan yang diberikan beurpa
cara-cara menggemukan hewan ternak sehingga mampu menambah nilai guna maupun manfaat
dari hewan ternak.
4.2 Saran

Saran saya, kegiatan penyuluhan lebih sering lagi dilakukan kepada masyarakat, guna
meningkatkan pengetahuan serta produktivitas peternak juga untuk memanjukan ekonomi
masyarakat tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Effendi, Onong Uchjana. 2005. Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek. Bandung : PT Remaja
Rosdakarya
Mulyana, Deddy. 2005. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Nasution, Zulkarimein. 1990. Prinsip-Prinsip Komunikasi untuk Penyuluhan. Lembaga Penerbit
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.
Santiana, Lucie. 2005. Teknik Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat. Bogor: Ghalia
Indonesia.

Van Den Ban, A, W., dan H.S. Hawkins. 1999. Penyuluhan Pertanian. Penerbit
Kanisius.Yogyakarta.