Anda di halaman 1dari 3

CHECKLIST MENGAJARKAN TEKNIK MENYUSUI

Nama :
NIM :
ASPEK YANG DINILAI
0

NILAI
1
2

Definisi :
cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan
benar
Tujuan :
A. untuk pemenuhan nutrisi
B. komposisi asi ideal untuk bayI
C. Asi memiliki kekebalan lebih tinggi terhadap penyakit
D. Asi selalu siap sedia saat bayi menginginkannya
E. memberikan pendekatan antara ibu dan anak
F. mencegah timbulnya penyakit
G. pada bayi prematur asi bermanfaat untuk menaikan berat badan dan
menumbuhkan sel otak
H. IQ bayi asi lebih tinggi 7-9 poin dari pada IQ non asi
I. menimbulkan rasa aman dan nyaman pada bayi
Indikasi :
1. Pada bayi yang haus
B. Persiapan alat dan bahan :
Alat :
1. Bantal
2. Lap
3. Kom berisi kapas dan air hangat
Tahap pre interaksi
1. Cuci tangan
2. Siapkan alat-alat
Tahap orientasi
1. Memberi salam , panggil klien dengan panggilan yang disenangi
2. Memperkenalkan nama perawat
3. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien atau keluarga
4. Menjelaskan tentang kerahasiaan
Tahap Kerja
1. Persilakan ibu untuk duduk santai dan nyaman, jelaskan bahwa apabila ibu
merasa tegang dan stress akan mempengaruhi produksi ASI yang sedikit.
2. Mempersiapakan dan membantu ibu membuka pakaian bagian atas.
3. Bersihkan bagian payudara
4. Ajarkan ibu untuk mengoleskan sedikit ASI di puting dan sekitar areola.
Jelaskan bahwa tujuan melakukan ini untuk melembabkan puting dan sebagai
desinfektan.
5. Ajarkan ibu untuk meletakkan bayi pada satu lengan, kepala bayi berada pada
1

lengkung siku ibu dan bokong bayi berada pada lengan bawah ibu, gunakan
bantal untuk menyokong bayi agar lebih nyaman.
6. Ajarkan ibu untuk menempelkan perut bayi pada perut ibu dengan meletakkan
satu tangan bayi di belakang badan ibu dan yang satu di depan, kepala bayi
menghadap payudara.
7. Ajarkan ibu untuk memposisikan bayi dengan telinga dan lengan pada garis
lurus.
8. Ajarkan ibu untuk memegang payudara dengan ibu jari diatas dan jari yang
lain menopang dibawah serta jangan menekan puting susu dan areolanya.
9. Ajarkan ibu untuk merangsang membuka mulut bayi dengan cara menyentuh
pipi dengan puting susu atau menyentuh sudut mulut bayi.
10. Setelah bayi membuka mulut, anjurkan ibu untuk mendekatkan dengan cepat
kepala bayi ke payudara ibu, kemudian memasukkan puting susu serta
sebagian besar areola ke mulut bayi.
11. Setelah bayi mulai menghisap, menganjurkan ibu untuk tidak memegang atau
menyangga payudara lagi
12. Anjurkan ibu untuk memperhatikan bayi selama menyusui (jaga agar hidung
tidak tertutup).
13. Ajarkan ibu cara melepas isapan bayi dengan cara jari kelingking ibu
dimasukkan ke mulut bayi melalui sudut mulut atau dagu bayi ditekan ke
bawah.
14. Setelah selesai menyusui, ajarkan ibu untuk mengoleskan sedikit ASI pada
puting susu dan areola. Biarkan kering dengan sendirinya.
15. Bersihkan mulut bayi dengan kapas dan air hangat.
16. Ajarkan ibu untuk menyendawakan bayi dengan cara :
Bayi digendong tegak dengan bersandar pada bahu ibu kemudian
punggung ditepuk perlahan-lahan sampai bayi bersendawa (bila tidak
bersendawa tunggu 15 20 menit) atau
Bayi ditengkurapkan dipangkuan ibu dengan menyangga dahi bayi,
kemudian punggung atas ditepuk perlahan-lahan sampai bayi
bersendawa (bila tidak bersendawa tunggu 15 20 menit)
17. Ajarkan ibu untuk selalu menyusukan kedua payudara secara bergantian (1520 menit)
18. Anjurkan ibu untuk menyusui bayi setiap saat bayi menginginkan (on
demand).
Tahap terminasi
1. Menyimpulkan hasil prosedur yang dilakukan
2. Melakukan kontrak untuk tindakan selanjutnya
3. Berikan reinforcement sesuai dengan kemampuan klien
Tahap Evaluasi
Menanyakan pada pasien apa yang dirasakan setelah dilakukan kegiatan .
Tahap dokumentasi
Catat seluruh hasil tindakan dalam catatan keperawatan
Keterangan :
0 = tidak dikerjakan

1= di kerjakan tapi tidak lengkap/ tidak sempurna


2= dikerjakan dengan sempurna