Anda di halaman 1dari 2

9.

5 Alat Pengumpulan Data


Setelah menentukan pendekan pengumpulan data, termasuk tujuan, logistik,
dan M&E Personnel, perlu dilakukan pemilihan alat-alat untuk pengumpulan data.
Dikarenakan monitoring dan evaluasi seringkali melibatkan pendekatan pengumpulan
data yang berbeda-beda, seringkali dibutuhkan tipe alat pengumpulan data yang
berbeda-beda, baik untuk kualitatif atau kuantitatif (atau kombinasi keduanya), untuk
monitoring rutin atau evaluasi secara berkala. Alat pengumpulan data digunakan
untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk melaporkan indicator yang dipuluh
untuk monitoring atau mengevaluasi kinerja sistem, tergantung pada pendekatan yang
dipilih atau digunakan.
Dalam pelaksanaannya, dapat dipilih alat dari salah satu alat yang telah diuji,
divalidasi, dan diterapkan dalam situasoi yang sama, atau personil logistik dan M&E
dapat memutuskan untuk menyesuaikan alat yang ada untuk memenuhi kebutuhan
atau bahkan merancang alat baru. Perlu diingat bahwa bagaimanapun, merancang alat
pengumpulan data yang baru merupakan proses yang panjang yang membutuhkan
pengujian dan validasi. Akan lebih tepat dan layak untuk menggunakan alat yang ada,
atau untuk menyesuaikan alat yang ada untuk memenuhi kebutuhan program yang
spesifik.
Contoh alat pengumpulan data :
Logistics System Assessment Tool (LSAT) merupakan salah satu contoh dari
alat pengumpulan data kualitatif. Ini merupakan alat diagnosis dan monitoring, serta
dapat digunakan untuk mengevaluasi seluruh rantai pasokan nasional dan lingkungan
sistem. Pegawai menganalisis informasi yang dikumpulkan untuk mengidentifikasi
strengths, weaknesses, dan opportunities untuk penyelidikan lebih lanjut dan atau
intervensi yang tepat.
Logistics

Indicator

Assessment

Tool

(LIAT)

merupakan

instrument

pengumpulan data kualitatif yang digunakan untuk melakukan survey berbasis


fasilitas untuk menilai kinerja rantai supply komoditas kesehatan dan ketersediaan
komoditas di fasilitas kesehatan. LIAT ini juga dapat digunakan untuk memantau
kinerja suatu proses tertentu yang terlibat dalam manajemen logistik komoditas
kesehatan, dari waktu ke waktu, untuk mengevaluasi hasil tertentu intervensi rantai
pasokan, untuk melakukan supervise on-going dan monitoring kinerja, dan untuk
memantau ketersediaan komoditas.

Pengguna dapat menyesuaikan kedua alat untuk menilai kinerja rantai pasokan
untuk setiap kategori komoditas kesehatan dan untuk setiap level rantai pasokan, dari
tingkat pusat hingga tingkat layanan. Banyak alat lainnya yang dapat digunakan atau
disesuaikan untuk tujuan ini. Misal, untuk manajemen rantai pasokan, Strategic
Pathway for Reproductive Health Commodity Security (SPARHCS) memberikan
proses yang komprehensif serta alat evaluasi untuk menilai Reproductive Health
Commodity Security (RHCS), termasuk manajemen rantai pasokan. Alat SPARHCS
terutama kualitatif.
Contoh lainnya, Assessment Tool for Laboratory Services (ATLAS), alat
pengumpulan data, dikembangkan untuk menilai layanan laboratorium dan logistik.
ATLAS juga merupakan alat diagnosis dan monitoring yang dapat digunakan untuk
melakukan survey awal, untuk melengkapi penilaian tahunan, atau untuk menyertakan
sebagai bagian integral dari proses perencanaan kerja. ATLAS biasanya merupakan
alat kualitatif dengan sedikit sample kuantitatif survey fasilitas komoditas dan
perlengkapan yang tersedia. Untuk menguraikan rekomendasi untuk sistem penguatan
intervensi, dapat dilakukan menganalisis informasi yang dikumpulkan menggunakan
ATLAS untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan.