Anda di halaman 1dari 86

Panduan Praktik Terbaik DBE 2:

Pembelajaran Aktif untuk Perguruan Tinggi

Daftar Isi

1. Pendahuluan

1

2. Deskripsi Program

3

 

Pertama : Pelatihan Pembelajaran Aktif di Sekolah (ALIS)

6

Kedua : Pelatihan Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi (ALIHE)

8

Ketiga : Implementasi dan Supervisi pembelajaran aktif di Perkuliahan

10

Keempat : Penilaian Portofolio Pembelajaran Aktif Di Perguruan Tinggi

12

3.

Lampiran

1. Prosedur Pelaksanaan Supervisi

15

2. Lembar Pengamatan

18

3. Lembar FGD

22

4. Panduan Penilaian Portofolio

25

5. Daftar Fasilitator

62

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

1. Pendahuluan

Latar Belakang Dalam rangka membantu pemerintah meningkatkan mutu pembelajaran di pendidikan dasar di Indonesia, sejak tahun 2005 lalu Decentralize Basic Education 2 (DBE2) telah bermitra dengan 14 Perguruan Tinggi di 7 propinsi binaan untuk merancang, mengembangkan paket-paket pelatihan dan melaksanakan pelatihan-pelatihan tersebut. Hingga akhir tahun 2009 sebanyak 1,100 SD/MI dan 24,000 orang guru telah mendapatkan manfaat dari serangkaian pelatihan yang telah dilaksanakan, yang semuanya berasaskan pembelajaran aktif (PAKEM).

Sebagai dampak positif dari pelatihan tersebut perguruan tinggi mitra merasakan perlunya para dosen mereka dibekali juga dengan keterampilan pembelajaran aktif tersebut. Untuk itu sejak tahun 2007 yang lalu bersama perguruan tinggi mitra DBE 2 merancang dan mengembangkan program Pembelajaran Aktif untuk Perguruan Tinggi (Active Learning for Higher Education/ ALFHE). Program ini merupakan serangkaian pelatihan untuk pelatih (TOT) tentang Pembelajaran Aktif untuk Perguruan Tinggi. Rangkaian pelatihan dan kegiatan tersebut tergambarkan dalam diagram di bawah yang meliputi empat kegiatan utama, yaitu : Pertama, pelatihan Pembelajaran Aktif di Sekolah (Active Learning in School/ ALIS), kedua, pelatihan Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi (Active Learning in Higher Education/ALIHE), ketiga, Implementasi Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi dan keempat adalah Penilaian Portofolio Peserta.

Setelah diujicobakan di tiga perguruan tinggi di Nangroe Aceh Darussalam (UNSYIAH, IAIN Ar-Raniry dan Universitas Muhammadiyah) dan di Universitas Cenderawasih, Papua pada tahun 2008, program tersebut kemudian diadopsi oleh 10 perguruan tinggi mitra DBE 2 lainnya 6 provinsi di Indonesia (Sumatera Utara, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan) pada tahun 2009.

Manfaat program ALFHE untuk meningkatkan mutu perkuliahan di perguruan tinggi nampaknya telah menarik perhatian perguruan tinggiperguruan tinggi lain non-mitra DBE 2 baik di wilayah Indonesia Barat, Timur maupun Tengah. Sesuai dengan permintaan, pada tahun 2010 DBE 2 telah memperluas kerjasama dengan 41 PTN dan PTS di wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan timur. Kerangka Acuan Kerjasama penyebarluasan ALFHE telah ditanda tangani baik dengan Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri wilayah Barat (BKS-PTN Barat) dan Konsorsium PerguruanTinggi Negeri kawasan timur Indonesia (KPTN-KTI) maupun dengan para rektornya termasuk 9 perguruan tinggi di provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dan 1 perguruan tinggi di DKI Jakarta. Kerjasama dalam program ALFHE ini tidak terbatas dengan PT penghasil guru tetapi telah meluas pula ke PT lain bukan penghasil guru karena dari 41 PT tersebut sebanyak 18 PTN adalah PT non-kependidikan. Sebagai bagian dari kerjasama ini telah dilaksanakan seminar nasional ALFHE di Dikti, Jakarta, pada 5-6 Juli 2010.

Keseluruhan peserta yang berhasil sebagai memperoleh seritifikat sebagai fasilitator atau

yang disebut sebagai champion berjumlah 334 orang. Mereka berasal dari 55 PT di Indonesia baik

negeri maupun swasta, pendidikan maupun non pendidikan, agama maupun umum yang tersebar di

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

20 provinsi. Selanjutnya setiap PT mitra telah dan akan melaksanakan rollout program ALFHE di

PT nya masing-masing dengan peserta berjumlah minimal 40 orang. Bahkan saat ini pelaksanaan

rollout di beberapa PT tersebut telah berlangsung 2-3 kali ( UNSYIAH dan UNS) dengan jumlah peserta yang lebih besar. Apabila roll-out kegiatan dapat berlangsung seperti direncanakan, pada

tahun 2011 nanti dosen yang mendapat pelatihan ALFHE akan berjumlah kurang lebih 2.320 orang.

Peningkatan mutu pembelajaran di perguruan tinggi sejalan dengan Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional (KemenDikNas) 2010 -2014 yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan tenaga kependidikan. Hal ini merupakan penerapan dari UU RI No. 14 tahun 2005 yang berkaitan dengan ketersediaan guru yang kompeten dan kaitannya dengan ketersediaan PT penghasil guru yang berkualitas. Untuk mendukung peningkatan mutu lembaga pendidikan tinggi yang berkualitas, salah satu aspek penting adalah penyediaan dosen yang berkompeten.

Buku Panduan ini disusun sebagai acuan bagi perguruan tinggi maupun instansi terkait yang berminat mendidik tenaga pengajarnya menjadi pelatih ALFHE melalui pelatihan bagi pelatih (training of trainer/ TOT) maupun melatih para pengajarnya untuk dapat menerapkan ALFHE

dalam perkuliahan mereka sehari-hari, dengan tetap menjaga standar mutu yang telah ditetapkan.

Tujuan Secara keseluruhan program TOT atau pelatihan ALFHE dimaksudkan untuk meningkatkan mutu perkuliahan di perguruan tinggi dengan jalan meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar

para dosen tentang pembelajaran aktif dengan pendekatan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif

dan Menyenangkan (PAKEM). Diharapkan kemampuan ini kelak dapat mereka gunakan dalam

merancang dan menerapkan pembelajaran aktif dalam perkuliahan mereka masing-masing maupun di sekolah bagi dosen perguruan tinggi yang berlatar pendidikan. Secara khusus, tujuan pelatihan ini adalah untuk:

 

mengembangkan kemampuan dosen dalam memahami pembelajaran aktif di sekolah dan

 

perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan hasil belajar mahasiswa,

 

mengimplementasikan teknik-teknik pembelajaran aktif dalam rangka meningkatkan

 

hasil belajar mahasiswa; dan

 

memperkuat kerjasama antar perguruan tinggi dengan pihak sekolah ( khusus bagi PT

 

pendidikan)

Di

Indonesia istilah PAKEM sudah lazim dikenal di kalangan PT sejak 1980 an namun

penerapannya masih belum optimal. Berbagai pelatihan telah diikuti oleh para dosen namun hingga saat ini masih jarang ditemukan perkuliahan yang menerapkan pendekatan ini. Kendala yang dihadapi adalah pada umumnya dosen belum merasa siap untuk menerapkan PAKEM

karena mereka lebih banyak memperoleh pengetahuan dan bukan praktek menerapkan pembelajaran aktif yang efektif di perkuliahan.

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

Berbagai penelitian di perguruan tinggi telah membuktikan bahwa penerapan pembelajaran aktif dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kompetensi mahasiswa secara utuh. Melalui penerapan pembelajaran aktif diharapkan dosen dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar mahasiswa seperti auditory, visual, tactile, kinesthetic & tactile-kinesthetic (Gregory & Chapman, 2007), melalui pengunaan media pembelajaran audiovisual, lakonan, simulasi, demontrasi dan lain-lain. Selain itu pembelajaran aktif dapat pula melatih mahasiswa berpikir tingkat tinggi (high order thinking) melalui latihan menganalisis kasus, pembelajaran berbasis masalah dan penemuan (Chickering & Gamson, 1987). Collaborative learning yang sering dipraktekkan dalam pembelajaran aktif akan dapat meningkatkan soft skill mahasiswa yang sangat diperlukan dalam dunia kerja (Agustian, 2005). Interaksi sosial melalui diskusi, presentasi, debat dll dalam proses belajar dapat menambah kepercayaan diri (self confidence) mahasiswa terutama dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain sehingga pembelajaran pun menjadi lebih menyenangkan.

Berbagai kompetensi profesional yang dapat diperoleh oleh para mahasiswa melalui pembelajaran

aktif tersebut merupakan kebutuhan yang diperlukan oleh lulusan perguruan tinggi di abad 21 ini.

Persaingan di pasar kerja menyebabkan mereka memerlukan kompetensi profesional ini.

2. Deskripsi Program

Program Pelatihan Pembelajaran Aktif untuk Perguruan Tinggi (ALFHE) merupakan serangkaian pelatihan dan kegiatan yang diberikan kepada dosen perguruan tinggi yang berlatar belakang pendidikan maupun yang umum. Rangkaian ini tertuang di dalam diagram 1 yang terdiri dari empat kegiatan utama, yaitu : Pertama adalah kegiatan pelatihan yang bertema Pembelajaran Aktif di Sekolah, kedua adalah kegiatan pelatihan yang bertema Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi, ketiga adalah kegiatan Implementasi dan Supervisi Pelaksanaan Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi dan keempat adalah Penilaian Portofolio.

Agar terjadi percepatan dalam penyebarluasan pemahaman dan keterampilan ini, para peserta yang berhasil memperoleh sertifikat sangat kompeten dan kompeten akan menjadi fasilitator dan bertanggung jawab untuk melaksanakan dan menyelenggarakan program yang sama di perguruan tingginya masing-masing. Kegiatan ini dikenal dengan sebutan roll-out. Diharapkan hasil pelaksanaan roll-out ini akan menjadi program perguruan tinggi yang dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan.

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

Bagan 1 Program Pelatihan Pembelajaran Aktif untuk Perguruan Tinggi (ALFHE)

Pelatihan ini bersifat aktif di mana peserta menjadi pusat orientasi pelatihan, aktif dalam mengkonstruksi pengetahuan, sikap dan keterampilan barunya berdasar pengalamannya melalui cara berbuat. Dalam pelatihan para fasilitator mempersiapkan diri dengan berbagai games dan ice breaker untuk membuat suasana menyenangkan, membangkitkan dan meningkatkan motivasi peserta serta membuat peserta merasa rileks. Kondisi santai dan menyenangkan merupakan suasana kelas yang perlu menjadi perhatian para fasilitator agar peserta mampu meningkatkan kemampuan mereka secara optimal. Pemberian games dan ice breaker perlu disesuaikan dengan tujuan dari sesi yang akan disampaikan, dan diberikan di awal kegiatan setelah istirahat terutama setelah makan siang. Pelatihan ini memerlukan minimal 3 5 orang fasilitator untuk peserta sebanyak 40 50 orang. Pendampingan merupakan aspek penting selama pelatihan ALFHE untuk dilaksanakan.

Jurnal sebagai refleksi kegiatan pelatihan merupakan aspek penting yang perlu dilaksanakan selama pelatihan ini berlangsung dan setiap hari harus dibahas oleh fasilitator

dalam diskusi interaktif bersama peserta.

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

Sasaran Peserta Pelatihan ALFHE ini diperuntukkan semua dosen dari fakultas dan jurusan apa pun juga. Namun untuk fakultas non kependidikan, peserta tidak perlu mempelajari semua materi ALIS. Untuk kepentingan TOT, perlu ada seleksi peserta mengingat mereka akan dijadikan fasilitator yang nantinya memberikan pelatihan ALFHE. Dalam hal ini, diperlukan persyaratan dalam pemilihan peserta. Adapun persyaratan sebagai peserta adalah sebagai berikut :

1. memiliki minat yang sangat tinggi terhadap pembelajaran aktif/pembelajaran inovatif;

2. memiliki komitmen yang tinggi untuk menjadi “Agen Perubahan dan Pembaharu” di perguruan tingginya;

3. mewakili PGSD dan Non PGSD dari beragam bidang studi (IPA, IPS, Bahasa, Seni, Humaniora);

4. salah satu peserta merupakan Anggota Lembaga Penjaminan Mutu / Lembaga P3AI;

5. mewakili jender secara proporsional;

6. memiliki jabatan atau kepribadian yang berpengaruh untuk mensosialisasikan Paket Pelatihan ALFHE;

7. bersedia mengikuti dan berpartisipasi aktif dalam seluruh Paket Pelatihan ALFHE dengan menandatangani surat kesediaan yang diketahui oleh rektor;

8. bersedia melaksanakan roll out seluruh paket ALFHE di PT ybs.;

9. memperoleh surat tugas dari rektor sebagai Fasilitator Inti dari PT terkait;dan

10. mewakili dosen pengampu PPL atau micro teaching (bagi PT pendidikan).

Pemberian Sertifikat dan Jumlah jam pelatihan Setiap peserta akan menerima sertifikat kehadiran dan sertifikat sebagai fasilitator TOT ALFHE. Sertifikat kehadiran diberikan untuk dua kegiatan pelatihan ALIS dan ALIHE. Setiap sertifikat mencantumkan jumlah jam pelatihan. Sementara sertifikat sebagai peserta nasional diberikan setelah peserta menyelesaikan implementasi dan supervisi pembelajaran aktif di perkuliahan masing-masing dan penilaian Portofolio dengan predikat sangat kompeten atau kompeten. Bagi peserta yang telah menyelesaikan implementasi di perkuliahan tetapi hasil penilaian portofolionya tergolong belum kompeten tidak akan menerima sertifikat. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas program. Program pelatihan ini berbobot 224 jam dengan rincian setiap pelatihan dan kegiatan sebagai berikut :

NO

KUNJUNGAN/ PELATIHAN/ PENDAMPINGAN

JML

JML

JAM

HARI

1

Pelatihan Pembelajaran Aktif di Sekolah /ALIS

45

Jam

5

Hari

2

Pelatihan Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi/ ALIHE

45

Jam

5

Hari

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

NO

KUNJUNGAN/ PELATIHAN/ PENDAMPINGAN

JML

 

JML

JAM

HARI

3

Implementasi & Supervisi Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi

56 Jam

 

8 Hari

Supervisi sejawat (2 x)

 

Supervisi Fasilitator/DBE2 Jakarta (1 x)

Supervisi Fasilitator sejawat back up (1x)

Focus Group Discussion (Refleksi Mahasiswa)

4

Penilaian Portofolio

140

Jam

15

Hari

 

Jumlah

286

Jam

33

Hari

Rangkaian pelatihan dan kegiatan dalam program ALFHE dapat dijelaskan secara lebih rinci

sebagai berikut :

Pertama : Pelatihan Pembelajaran Aktif di Sekolah (ALIS) Pelatihan Pembelajaran Aktif di Sekolah (ALIS) merupakan kegiatan pertama dari rangkaian progrom ALFHE. Pelatihan ini dilaksanakan selama 5 hari yang terdiri atas 4 hari kegiatan pelatihan dan 1 hari kunjungan sekolah. Keseluruhan jam yang digunakan adalah 40 jam tatap muka dan 5 jam kerja mandiri sehingga keseluruhan jam pelatihan berjumlah 45 jam. Bagi peserta yang dapat menyelesaikan keikutsertaannya secara penuh akan diberi sertifikat yang di bagian belakangnya dicantumkan jumlah jam pelatihannya.

Aspek penting dari keberhasilan PT adalah diterimanya lulusan mereka di pasar kerja dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan. Bagi PT yang berlatar belakang pendidikan, keberhasilannya adalah diterimanya lulusan mereka bekerja sebagai guru yang memiliki kompetensi profesional yang sesuai dengan kebutuhan sekolah saat ini dan mendatang. Bagi PT yang berlatar belakang bukan pendidikan, gambaran pembelajaran di sekolah khususnya tingkat SMU atau pendidikan yang sederajat merupakan hal penting sebagai gambaran awal kondisi para mahasiswa baru yang akan belajar di PT ybs. Hal ini diperlukan mengingat pembelajaran di PT merupakan kelanjutan dari pendidikan di jenjang sebelumnya. Bahkan bagi PT berlatar pendidikan, sekolah merupakan komponen penting yang berperan dalam proses pembelajaran di

PT. Dalam sertifikasi dosen kompetensi mengajar di sekolah menjadi salah satu aspek

yang perlu dimiliki oleh para dosen di PT yang berlatar pendidikan.

Sementara kenyataan di lapangan menunjukkan seringkali terjadi penolakan oleh pihak sekolah (khususnya yang telah menerapkan pembelajaran aktif) terhadap para calon guru dalam melaksanakan Program Kerja Lapangan (PPL) di sekolah. Alasan mereka adalah para calon guru bahkan dosen pembinanya dinilai kurang menguasai kompetensi pembelajaran aktif di sekolah. Berdasarkan kebutuhan tersebut maka dipandang perlu adanya hubungan yang nyata antara sekolah dan PT yang berkaitan dengan proses dan produk pendidikan. Oleh karenanya dalam pelatihan ALIS di dalamnya tercakup sesi „kunjungan sekolah‟.

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

Hubungan ini sangat penting khususnya bagi PT berlatar pendidikan karena mereka mendapat kewenangan dalam mensertifikasi guru untuk memenuhi kebijakan dalam UU RI Nomor 14 tahun

2005 yang mengharuskan ketersediaan LPTK sebagai lembaga yang bertugas menghasilkan calon

tenaga kependidikan dan menyelenggarakan sertifikasi pendidik.

Pelatihan ALIS bertujuan membantu para dosen untuk memahami proses pendidikan di sekolah dengan cara melakukannya. Melalui pelatihan ini, diharapkan para dosen mampu:

1. mengembangkan pemahaman dan keterampilan tentang teknik-teknik pembelajaran PAKEM di sekolah,

2. memiliki kompetensi sebagai fasilitator ALFHE melalui belajar sambil berbuat,

3. mengimplementasikan teknik-teknik pembelajaran aktif dalam rangka meningkatkan hasil belajar para mahasiswa, dan

4. memperkuat hubungan kerja PT dengan sekolah.

Dalam kunjungan sekolah para peserta diharapkan mampu memperoleh data tentang proses

pembelajaran di sekolah, menganalisis kondisi pembelajaran di sekolah, dan mengidentifikasi permasalahan pembelajaran yang ada di sana. Hasil pengamatan ini kemudian akan dianalisis oleh peserta untuk digunakan sebagai bahan diskusi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD). Hasil diskusi kemudian di presentasikan dalam pleno.

Setiap peserta wajib membuat dan menyerahkan laporan kunjungan sekolah secara personal dan kelompok. Peserta mengembangkan silabus yang berbasis PAKEM dari mata pelajaran yang berkaitan dengan bidang ilmu masing-masing dan mengembangkan RPP untuk 1 pertemuan. Keseluruhan hasil pelatihan pertama ini merupakan bagian dari dokumen portofolio pembelajaran yang perlu disusun oleh setiap peserta di kegiatan akhir program dan hasilnya akan menentukan kelulusan mereka dalam program ini.

Pelatihan ALIS, sebagai pelatihan dasar dalam pembelajaran aktif yang berkait dengan sekolah, merupakan prasyarat untuk mengikuti pelatihan berikutnya yaitu ALIHE (Active Learning in

Higher Education). Peserta yang tidak menyelesaikan pelatihan ALIS tidak diperkenankan untuk

mengikuti pelatihan ALIHE.

Bagi PT non pendidikan, pelatihan ALIS tetap diperlukan dengan memilih mata sesi yang penting

dan merupakan dasar bagi pelatihan ALIHE. Pemilihan mata sesi ini juga ditentukan oleh

kompetensi dasar dari dosen peserta.

Guru yang memiliki kompetensi mengajar yang tinggi perlu dipilih untuk menjadi fasilitator dalam pelatihan ALIS agar mereka mampu memberikan gambaran pembelajaran yang sebenarnya di sekolah kepada para peserta pelatihan. Hal ini berdampak sangat positif bagi kedua pihak: para guru makin percaya diri karena dapat memfasilitasi dosen sementara dosen dapat belajar tentang pembelajaran aktif di sekolah langsung dari guru. Kerjasama dan rasa saling percaya yang tumbuh antara guru dan dosen merupakan hal sangat penting khususnya bagi PT berlatar pendidikan. Proses pembelajaran mahasiswa dari PT pendidikan dapat didukung secara optimal melalui kerjasama yang sangat positif antara guru dan dosen seperti ini. Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

Materi Pelatihan ALIS Keseluruhan materi yang diberikan dalam pelatihan ALIS ini meliputi :

No

Topik

1

Pembukaan (Gambaran pelatihan ALFHE dan ALIS )

2

Tujuan, Harapan dan Kontrak Belajar

3

Apa dan Mengapa PAKEM

4

Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Media dan Sumber Belajar

5

Pengembangan Kegiatan Pembelajaran Aktif

6

Apa dan Mengapa Pembelajaran

Terpadu Model Keterpaduan

7

Merancang Pembelajaran Terpadu

8

Penataan Kelas Bernuansa PAKEM

9

Pengembangan Silabus

10

Penilaian Berbasis Kelas

11

Pengembangan RPP

12

Simulasi dan Refleksi Pembelajaran Aktif

13

Pembahasan jurnal dan refleksi harian

14

Simulasi Pembelajaran Aktif dan Refleksi

15

Rencana Kunjungan Sekolah

16

Kunjungan Sekolah

17

Fokus Group Discussion (FGD) dan Presentasi Hasil

Kunjungan Sekolah

18

Penutupan (Kesiapan untuk pelatihan ALIHE)

Kedua : Pelatihan Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi (ALIHE) Pelatihan ALIHE merupakan pelatihan kedua dari rangkaian program ALFHE. Hanya peserta

yang telah menyelesaikan pelatihan ALIS secara penuh yang dapat mengikuti pelatihan ALIHE.

Pelatihan ini dilaksanakan selama 5 hari dengan jumlah jam pelatihan sebesar 40 jam tatap muka dan 5 jam kerja mandiri sehingga keseluruhan jam pelatihan berjumlah 45 jam. Peserta yang telah mengikuti pelatihan secara penuh akan diberi sertifikat yang di bagian belakangnya dicantumkan jumlah jam pelatihannya.

Peserta dari perguruan tinggi berlatar pendidikan diharapkan dapat memberikan contoh langsung kepada mahasiswa sebagai calon guru maupun guru yang sedang belajar di universitas yang bersangkutan. Sedangkan peserta dari perguruan tinggi non pendidikan, diharapkan mampu merancang dan menerapkan pembelajaran aktif di mata kuliah yang mereka ampu serta mensupervisi teman sejawat dalam menerapkan pembelajaran aktif di perguruan tinggi.

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

Pengamatan terhadap pembelajaran aktif di sekolah yang dilakukan pada kegiatan kunjungan

sekolah (ALIS) yang meliputi perencanaan, kegiatan pembelajaran, manajemen kelas, dan penilaian setelah dianalisis, hasilnya akan dibahas dan digunakan pada pelatihan ALIHE untuk

peningkatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi.

Penyelenggaraan ALIHE sama dengan ALIS yaitu menerapkan prinsip pembelajaran aktif. Berbeda dengan pelatihan ALIS, pada pelatihan ALIHE seluruh fasilitator berasal dari perguruan tinggi. Setelah menyelesaikan pelatihan ALIHE, diharapkan peserta mampu:

a. merancang pembelajaran aktif di perkuliahan yang diampu,

b. mengimplementasikan berbagai strategi pembelajaran aktif berdasarkan konteks kehidupan nyata pada mata kuliah yang diampu,

c. menciptakan atmosfir belajar dan perkuliahan sebagai tempat yang nyaman dan menyenangkan serta menantang sehingga terbangun komunikasi multi arah antar dosen dengan mahasiswa dan mahasiswa dengan mahasiswa serta mahasiswa dengan sumber belajar lain, dan

d. menilai mahasiswa sesuai dengan kompetensi melalui penilaian otentik.

Materi Pelatihan ALIHE Keseluruhan materi pada pelatihan ALIHE adalah sebagai berikut :

No

Topik

1

Pembukaan

(Gambaran pelatihan ALIHE dan Implementasi PAKEM

Di Perkuliahan )

2

Tujuan, Harapan dan Kontrak Belajar

3

Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi

4

Berpikir Tinggi di Perguruan Tinggi

5

Model dan Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi

6

Media Pembelajaran berbasis ICT

7

Pengembangan Silabus Perguruan Tinggi

8

Penilaian Otentik

9

Penilaian „Portofolio Pembelajaran‟ di Perguruan

Tinggi 10 Pengembangan Satuan Acara Perkuliahan (SAP)

11

Demonstrasi Pembelajaran dan Supervisi/pendampingan

12

Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan Refleksi

13

Pembahasan Jurnal Harian dan refleksi

14

Evaluasi Pelatihan

15

Penutupan (Kesiapan untuk implementasi dan

supervise pembelajaran aktif di Perkuliahan)

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

Setelah menyelesaikan pelatihan ALIHE, setiap peserta wajib membuat dan menyerahkan silabus yang berbasis PAKEM pada perkuliahan yang diampu dan mengembangkan SAP serta perangkatnya yang berbasis PAKEM dari perkuliahan yang diampu sebanyak 4 kali pertemuan. Keseluruhan hasil pelatihan kedua ini juga merupakan bagian dari dokumen portofolio pembelajaran yang perlu disusun oleh setiap peserta di kegiatan akhir program dan hasilnya akan menentukan kelulusan mereka dalam program ini.

Ketiga : Implementasi dan Supervisi pembelajaran aktif di Perkuliahan Kegiatan ketiga dari rangkaian program pelatihan ALFHE ini merupakan wujud kerja dari hasil pelatihan ALIS dan ALIHE yang telah peserta selesaikan. Pengalaman melaksanakan pembelajaran aktif di perguruan tinggi merupakan hal penting untuk mengetahui tingkat pemahaman dan penguasaan keterampilan dalam pembelajaran aktif di perguruan tinggi. Untuk itu diperlukan pendampingan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga penilaian untuk menjamin mutu pembelajaran aktif dan keberlanjutannya di perguruan tinggi. Oleh karenanya pendampingan merupakan aspek penting dalam pelatihan ALFHE.

Setelah melaksanakan kegiatan ini peserta diharapkan mampu :

a. menerapkan rancangan pembelajaran aktif (silabus dan SAP sebanyak 4 pertemuan), dan

b. melakukan supervisi/ pendampingan sejawat untuk memperbaiki proses pembelajaran di

perguruan tinggi sebanyak minimal 2 kali kunjungan.

Kegiatan supervisi/ pendampingan bukanlah untuk mencari kelemahan rekan sejawat dalam pembelajaran melainkan untuk membantu mereka dalam memecahkan permasalahan dan kesulitan yang mereka hadapi serta memberikan penguatan atas hal-hal positif yang telah mereka miliki. Proses pemberian bantuan dan penguatan kepada rekan sejawat ini dilakukan dengan prinsip egaliter.

Supervisi (klinis) pada dasarnya merupakan pembinaan performansi dosen dalam mengelola proses belajar mengajar. Dalam kegiatan ini supervisi dilakukan oleh rekan sejawat selama 2 kali dan 1 kali oleh fasilitator. Diharapkan melalui supervisi sejawat, pendampingan menjadi bersifat lebih cair dan terbuka. Pada bagan di bawah ini digambarkan pelaksanaan pembelajaran dan supervisi/ pendampingan :

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

Tabel 1 Kegiatan Implementasi dan Supervisi Sejawat

No

Peserta/

Mengajar

Supervisi/

Catatan

Dosen

   

pendampingan

   

1

2

1

2

 

1

A v

 

v

B

C

Putaran pendampingan atau mengajar dapat diubah sesuai kebutuhan

2

B v

 

v

C

D

Sebaiknya menghindari pendampingan

3

C v

 

v

D

E

berpasangan karena dapat menimbulkan kondisi yang kurang profesional.

4

D v

 

v

E

A

5

E v

 

v

A

B

Supervisi fasilitator dilakukan setelah supervisi sejawat dilakukan minimal 2 kali untuk setiap peserta. Dengan semakin sering melakukan supervisi dan disupervisi, proses pembelajaran akan semakin optimal.

Setelah mengajar dan supervisi sejawat dilaksanakan sebanyak minimal 2 kali, dilanjutkan

dengan kegiatan supervisi fasilitator dan refleksi mahasiswa dalam bentuk FGD dengan

menggunakan pedoman FGD (Lampiran 1).

Kegiatan FGD dihadiri oleh minimal 2 mahasiswa (laki dan perempuan) wakil setiap kelas yang disupervisi. Dalam kegiatan FGD mahasiswa diminta mengisi angket dan kemudian dilakukan FGD. Fasilitator berfungsi sebagai moderator FGD. Selanjutnya fasilitator melakukan diskusi bersama dosen tentang hasil observasi dan FGD yang berkait dengan kelemahan dan kekuatan dosen yang bersangkutan. Pada dasarnya kegiatan ini merupakan refleksi dosen. Keseluruhan kegiatan implementasi dan supervisi ini meliputi :

a. Persiapan kunjungan/visitasi ke perkuliahan setiap peserta, b.Pelaksanaan Implementasi dan supervisi,

c. Focus Group Discussion bersama mahasiswa sebagai refleksi proses pembelajaran,

d.Refleksi Implementasi dan Supervisi Pembelajaran Aktif di perkuliahan

Agar kegiatan supervisi berjalan secara profesional dan menghindari faktor subyektivitas, peserta diwajibkan untuk mengikuti prosedur pelaksanaan supervisi dan menggunakan seluruh instrumen yang telah disiapkan DBE2 berupa Lembar observasi PBM di perkuliahan, Panduan FGD mahasiswa, Panduan supervisi (terlampir). Hasil pengamatan di kelas yang dilakukan peserta dan rekan sejawat akan dimasukkan dalam dokumen portofolio. Agar proses pemberian umpan balik berjalan lancar dan tujuan tercapai, perlu dilakukan langkah-langkah yang konstruktif dan produktif, seperti berikut:

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

Langkah-langkah pemberian umpan balik (refleksi)

No

Kegiatan

Tujuan

1

Membangun kemitraan

Mengakrabkan, komunikatif, keterbukaan

2

Memberikan apresiasi

Meningkatkan motivasi dan percaya diri dosen,

Menemukan kekuatan diri

3

Memberikan kesempatan

Mengenali kekuatan diri

dosen mengapresiasi dirinya

4

Membimbing dosen untuk

Mengarahkan dosen untuk menyadari kekurangannya

mengevaluasi dirinya

atau hal yang harus diperbaiki

5

Mengarahkan pada hal yang

Mengarahkan peningkatan kualitas pembelajaran

 

perlu diperbaiki yang belum

 
 

disebutkan

 

Jam kegiatan untuk implementasi dan supervisi pembelajaran aktif di perguruan tinggi berjumlah 63 jam yang terdiri atas : tatap muka/mengajar : 32 jam; supervisi sejawat: 16 jam dan kerja mandiri: 15 jam.

Berdasarkan pengalaman melaksanakan TOT ALFHE di 55 PT se Indonesia, kegiatan implementasi dan supervisi merupakan kegiatan yang sangat membutuhkan persiapan yang rinci

dan matang. Perubahan jam mengajar salah satu dosen dikarenakan tugas lain, akan berpengaruh

terhadap penjadwalan kegiatan dari supervisi sejawat dan fasilitator. Oleh karenanya peran aktif dari pihak koordinator dan masing-masing peserta sangat penting. Fasilitator yang akan hadir mensupervisi di perkuliahan perlu disesuaikan ragam bidang studinya dengan kompetensi bidang

studi serumpun dan bila memungkinkan sebaiknya dari bidang yang sejenis. Hal ini perlu diperhatikan agar hasil pendampingan menjadi lebih optimal.

Keempat :Penilaian Portofolio Pembelajaran Aktif Di Perguruan Tinggi Kegiatan penilaian portofolio merupakan kegiatan keempat atau terakhir dari program pelatihan ALFHE. Pendekatan penilaian ini dipilih karena memiliki kelebihan dibanding teknik penilaian

lain dan dinilai paling tepat dalam menilai proses pembelajaran aktif.

Penilaian Portofolio merupakan penilaian otentik, yaitu salah satu bentuk penilaian yang lebih berorientasi pada pengungkapan kompetensi peserta dalam menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan ALFHE. Portofolio merupakan suatu kumpulan atau berkas bahan pilihan yang dapat memberi informasi bagi suatu penilaian kinerja peserta secara lebih objektif. Berkas tersebut misalnya berupa pekerjaan sketsa, dokumen, karangan, tulisan, dan gambar yang menunjukkan

apa yang dapat dilakukan seseorang dalam lingkungan dan suasana kerja yang alamiah dan yang

sesungguhnya, bukan dalam lingkungan dan suasana yang dibuat-buat dan dimanipulasi. Portofolio dapat digunakan sebagai bukti belajar, baik pada saat proses belajar-mengajar maupun

di luar pembelajaran berlangsung. Dengan demikian portofolio dapat memperlihatkan

perkembangan dan kemajuan belajar peserta yang tidak dapat dilihat dari hasil penyajian (tes).

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

Penggunaan penilaian portofolio memiliki berbagai tujuan di antaranya adalah untuk menampilkan karya terbaik, atau menunjukkan perkembangan kinerja dalam kurun waktu tertentu, atau menunjukkan berbagai prestasi atau kompetensi seseorang. Portofolio pembelajaran aktif di Perguruan Tinggi ini merupakan bentuk penilaian otentik atau nyata terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki peserta setelah mengikuti serangkaian kegiatan dalam program pelatihan ALFHE yang terdiri dari dua kali pelatihan (ALIS dan ALIHE) serta kegiatan Implementasi dan supervisi pembelajaran aktif di perkuliahan .

Para fasilitator akan menilai berbagai aspek yang tercantum dalam apa saja yang telah peserta pelajari selama pelatihan dengan cara mengkaji semua dokumen rencana pembelajaran yang telah peserta buat dan gunakan dalam kegiatan mengajar anda sehari-hari seperti silabus, SAP, alat bantu /media belajar, dokumentasi pengelolaan pembelajaran dan hasil belajar mahasiswa.

Portofolio merupakan kumpulan karya dari berbagai tugas yang diberikan. Para dosen akan membuat silabus, SAP, alat bantu belajar, serta pedoman penskoran/ penilaian untuk masing- masing mata kuliah yang diampu. Untuk mata kuliah tersebut, para dosen juga diminta menuliskan refleksi atas pembelajaran dan penilaian yang mereka lakukan, dan juga meminta seorang pengawas atau rekan dosen untuk melakukan pengamatan pada pelajaran yang mereka lakukan dengan mengisi lembar pengamatan yang disediakan. Untuk melengkapi portofolionya, para dosen juga diminta menjelaskan penataan ruang kelas yang mereka lakukan dan alasan mengapa ditata demikian, dan mereka akan meminta rekan sejawat dan fasilitator setempat untuk melakukan penilaian dan memberikan komentar terhadap portofolio mereka.

Penilaian portofolio pembelajaran dalam program ini menilai hasil pembelajaran dalam pelatihan ALIS, ALIHE, serta implementasi dan supervisi pembelajaran aktif di perkuliahan. Dokumen yang akan dinilai dicantumkan di dalam daftar dan keseluruhan aspek tersebut dilengkapi dengan rubrik sebagai kriteria penilaian. (Lampiran 2)

Hasil penilaian portofolio akan memiliki akurasi yang tinggi karena dilakukan secara berkesinambungan melalui pengumpulan hasil pekerjaan peserta. Dalam penerapan portofolio melibatkan pimpinan unit terkait, mahasiswa, rekan sejawat dan fasilitator dosen, mahasiswa dan pihak terkait lainnya. Oleh karenanya penilaian portofolio dapat berfungsi sebagai alat bantu bagi dosen, mahasiswa maupun pimpinan jurusan untuk mengetahui kemajuan belajar yang telah dicapai dari waktu ke waktu untuk mendiagnosis kesulitan-kesulitan yang timbul. Berbeda dengan asesmen lainnya, keterlibatan peserta dalam asesmen portofolio bersifat langsung karena portofolio merupakan sesuatu yang harus dikerjakan sendiri oleh peserta yang bersangkutan.

Pelaksanaan penilaian Portofolio Agar obyektifitas penilaian terjaga dan hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan, maka penilaian portofolio dilakukan sebanyak 2 kali oleh fasilitator yang berbeda. Hasil penilaian yang diperoleh merupakan gabungan dari hasil kedua fasilitator.

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

Daftar dokumen untuk portofolio ada pada bagan lembar kegiatan pada sesi ini. Setiap dokumen akan dievaluasi secara terpisah, berdasarkan kriteria yang diuraikan dalam rubrik yang ada. Penilaian masing-masing akan diambil rata-rata dengan kategori penilaian belum kompeten, kompeten dan sangat kompeten. Kategori kompeten dan sangat kompeten dianggap berhasil. Peserta yang telah menghadiri semua pelatihan dan telah memperoleh nilai berhasil akan diberi sertifikat sementara untuk peserta TOT yang berhasil diberi sertifikat sebagai fasilitator ALFHE. Setelah menyusun portofolio sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan DBE2, peserta diharapkan :

a. memiliki kesadaran akan pentingnya penilaian portofolio dalam pelatihan dan pembelajaran,

b. memahami penilaian portofolio yang akan diberlakukan sebagai indikator keberhasilan peserta dalam mengikuti pelatihan ALFHE, dan

c. memiliki motivasi untuk menerapkan dan melakukan penilaian portofolio untuk

keberhasilan kinerjanya.

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

Lampiran 1 : Prosedur Pelaksanaan Supervisi atau Pendampingan

No

Kegiatan

Keterangan

Sebelum Visitasi

 

1

Melakukan pengecekan ulang jadwal visitasi yang sudah disepakati dengan universitas ybs kepada UCP (University Contact Person)

 

2

Membawa surat identitas sebagai fasilitator resmi

 

3

Membawa format pendampingan ALFHE yang sudah ditetapkan

 

Lembar Pengamatan KBM

Langkah2 Pemberian Umpan Balik

Lembar Focus Group Discussion (FGD)

Format RTL

4

Menjaga hubungan baik dengan para dosen peserta, pimpinan universitas dalam lingkup profesional

 

Selama Visitasi

 

5

Melakukan pertemuan sebelum dan sesudah melakukan pendampingan dengan pimpinan universitas (Rektor atau PR1) untuk :

 

minta izin melakukan visitasi di PT tsb

melakukan pengecekan pelaksanaan penyebarluasan pelatihan ALFHE di PT tsb atau pelaksanaan ALFHE di perkuliahan

membawa rencana tindak lanjut PT ybs dalam penyebarluasan pelatihan dan kegiatan lain yang dirancang di universitas tsb yang sudah disetujui oleh Rektor

Memberikan gambaran umum terhadap hasil yang diperoleh berdasarkan observasi dan pendampingan terhadap peserta dari PT ybs

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

No

Kegiatan

Keterangan

6

Melakukan pendampingan terhadap kegiatan pembelajaran di kelas ALFHE berdasarkan ketentuan dan format yang telah

 

disepakati . Memasukkan hasil pendampingan ke dalam odner masing-masing peserta/dosen

Mengadakan pertemuan sebelum proses KBM untuk meminta SAP 4 pertemuan

Melakukan pengamatan KBM

Memberikan pembimbingan dan pemberian umpan balik (refleksi)

7

Melakukan fokus group discussion (FGD) dengan pedoman

 

yang telah ditentukan oleh DBE2 Jakarta dengan mengundang 2-3 mahasiswa dari setiap kelas peserta.

Membuat daftar hadir peserta FGD

Peserta FGD adalah 2-3 wakil mahasiswa dari setiap dosen peserta ALFHE

Mahasiswa mengisi lembar isian FGD

Fasilitator melakukan konfirmasi lisan untuk memastikan kejelasan jawaban dari tiap butir pertanyaan.

Dalam FGD fasilitator berperan sebagai moderator dan motivator dalam kegiatan diskusi antara peserta FGD berlangsung. Topik2 pembicaraan yang dilontarkan moderator sesuai dengan lembar isian FGD

Selama diskusi berlangsung, fasilitator mencatat atau merekam dan selanjutnya fasilitator merangkum hasil FGD

Memberikan hasil FGD sebagai masukan berupa penguatan hasil pembelajaran

8

Melakukan pendampingan terhadap dosen :

 

Memberikan penguatan hasil observasi secara keseluruhan

Memeriksa kelengkapan dokumen portofolio dari ke 5 dosen peserta

9

Mengumpulkan dan membawa dokumen portofolio untuk dinilai

 

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

No

Kegiatan

Keterangan

10

Membuat laporan hasil visitasi dengan melampirkan salinan :

 

format observasi yang telah diisi fasilitator

salinan format FGD yang telah diisi mahasiswa

rangkuman hasil FGD

daftar hadir peserta FGD

RTL dari universitas yang dikunjungi

Setelah Visitasi Penilaian Portofolio

 

11

Melakukan penilaian berdasarkan format yang telah ditentukan terhadap dokumen portofolio dari PT ybs.

 

12

Membuat laporan hasil penilaian Tahap I terhadap portofolio setiap peserta

 

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

Lampiran 2 : Lembar Pengamatan Pembelajaran

Nama pengamat:

Tanggal:

Dosen yang diobservasi:

Universitas

Fakultas

Jurusan/ Prodi

Mata Kuliah

Jumlah mahasiswa di kelas:

laki-laki

Perempuan

Total

Pengamatan Pembelajaran:

Catat fakta-fakta yang terjadi selama observasi pelajaran ini (jangan masukan m menilai apapun

pada tahap ini. Catatan ini selanjutnya akan digunakan untuk bahan acuan diskusi)

Waktu

Pengamatan

Contoh:

Dosen memberikan 4 gambar kepada setiap ketua kelompok and meminta kelompok untuk

0900-

menyusun gambar tersebut berdasarkan urutan dan kemudian setiap mahasiswa menulis sebuah

0910

cerita berdasarkan gambar yang telah disusun tersebut.

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

NO.

ASPEK YANG DIAMATI

YA

TD

BUKTI (DESKRIPSI SINGKAT

FAKTA YANG TERAMATI)

PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Apakah tersedia SAP?

Apakah indikator pembelajaran mengarah pada pengembangan berpikir tingkat tinggi (C3/aplikasi, C4/analisis, C5/evaluasi,

C6/kreasi)

Apakah kegiatan/ pengamalan belajar menggambarkan pembelajaran aktif ?

Apakah bentuk penilaian yang dipilih sesuai dengan kompetensi yang hendak diukur?

STRATEGI PEMBELAJARAN

Apakah apersepsi dan penyampaian tujuan dilaksanakan?

Apakah kegiatan pembelajaran menunjukkan suasana yang menyenangkan dan mendorong antusias siswa?

Apakah kegiatan pembelajaran mendorong siswa untuk berpikir tingkat tinggi (kegiatan untuk menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana)?

Apakah kegiatan pembelajaran mendorong siswa menemukan konsep atau membangun pemahaman sendiri?

Apakah kegiatan pembelajaran mendorong interaksi antara guru, siswa, sumber belajar?

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

Apakah kegiatan pembelajaran memberikan kesempatan siswa untuk mengungkapkan pendapat?

Apakah pembelajaran mendorong siswa mengalami dan melakukan kegiatan secara langsung?

Apakah ada variasi metode pembelajaran? Jika ya, sebutkan!

Apakah kegiatan refleksi untuk menemukan pesan moral dari kegiatan pembelajaran?

Apakah

kesimpulan

dan

penguatan

diberikan?

MANAJEMEN KELAS

Apakah tata tertib kelas ada dan diterapkan dengan baik?

Apakah kelas ditata dengan baik sehingga memudahkan mobilitas, interaksi, dan komunikasi dalam kelas?

Apakah instruksi untuk setiap kegiatan disampaikan dengan jelas?

Apakah waktu untuk setiap langkah kegiatan dikelola dengan baik?

Apakah bahan dan peralatan pembelajaran dikelola dengan baik dari segi jumlah, penataan, dan penggunaannya sehingga semua siswa terlayani dengan baik.

PENILAIAN

Apakah perkembangan belajar siswa dipantau dengan baik sehingga dapat diketahui kemajuan dan kesulitan belajar mereka.

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

Apakah umpan balik diberikan terhadap hasil belajar sehingga siswa mengetahui kekuatan dan kelemahan mereka?

Apakah guru memberikan penghargaan? (mis. pujian)

REKAPITULASI HASIL PENGAMATAN

No.

Aspek

Kesimpulan

Rekomendasi

A.

Perencanaan

Kekuatan :

 

Pembelajaran

Hal perlu diperbaiki:

B

Strategi

Kekuatan :

 

Pembelajaran

Hal perlu diperbaiki:

C.

Manajemen

Kekuatan :

 

Kelas

Hal perlu diperbaiki:

C.

Penilaian

Kekuatan :

 

Hal perlu diperbaiki:

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

Lampiran 3 : Lembar untuk FGD dalam Kegiatan Supervisi

Tempat

:

Moderator

:

Hari /Tanggal

:

`

Notulis

:

Waktu

:

Dosen

:

 

Mata Kuliah

:

 

PROSES PEMBELAJARAN

 
 

Perencanaan

1.

Apakah Dosen menyampaikan kontrak perkuliahan? Memuat apa saja

 
 

2.

Bagaimana perubahan yang terjadi

 

di kelas berkaitan dengan strategi pembelajaran pada 4 pertemuan

terakhir dalam hal metode perkuliahan, media yang digunakan?

Bila, ya. Apa perubahannya? Apa perbedaannya dengan pembelajaran

sebelumnya?

3.

Apa yang anda rasakan dengan perubahan itu?

 

4.

Apakah ada manfaatperubahan itu?

 

Jelaskan

 

5.

Apakah ada aturan yang diberlakukan dalam perkuliahan? Apa saja aturannya?

 
 

Kelas

6.

Bagaimana pemanfaatan waktu? Apakah waktu dimanfaatkan secara efisien? Terlalu terburu-buru?

 
 

Manajeme

7.

Apakah kelas ditata secara dinamis dan nyaman sehingga memudahkan

 

n

komunikasi, interaksi dalam melakukan tugas pembelajaran ?

C

.

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

D. Penilaian

Personal

E. Keterampilan

F. Keterampilan Sosial

8. Apakah ada pemantauan terhadap proses belajar anda? Bagaimana cara dosen Anda memantau Anda?

9 . Apakah ada pemberian umpan

balik terhadap hasil perkembangan

belajar anda?

10. Kapan Anda merasa dipantau oleh dosen? Di awal perkuliahan, di tengah atau di akhir perkuliahan?

HASIL PEROLEHAN BELAJAR

11. Apakah ada peningkatan kemampuan dan hasil

belajar melalui 4 kali pertemuan terakhir?

Bila ya dalam hal apa?

Percaya Diri?

minat belajar? Pemahaman konsep?

kemampuan berpikir ?

motivasi belajar?

12. Bagaimana perubahan dalam perkuliahan dalam

4 pertemuan terakhir ini , dalam hal:

a. Kemampuan kerjasama dalam bekerja kelompok

b. Kemampuan berkomunikasi dalam presentasi

c. Kemampuan untuk saling menghargai bertoleransi/menghargai teman-pendapat orang lain

d. Kemampuan berinteraksi antar mahasiswa

dan dengan dosen

13.

Jelaskan

bermanfaat bagi Anda

mengapa

perubahan2

tersebut

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

Mengajar

G. Keterampilan

H. Tindak Lanjut

14. Apakah ada perubahan dalam perkuliahan selama 4 pertemuan terakhir ini dalam hal keterampilan mengajar sebagai calon guru? Kemukakan keterampilan mengajar yang mana?

SARAN TINDAK LANJUT

15. Apa yang anda sarankan untuk perbaikan kualitas perkuliahan di masa yang akan datang?

Panduan Praktik Terbaik DBE 2 - Active Learning for Higher Education

24

Lampiran 4

PANDUAN PENILAIAN PORTOFOLIO PEMBELAJARAN

TAN YA & JAW AB

Apakah Portofolio itu?

Portofolio merupakan kumpulan bahan yang mewakili karya seseorang,

biasanya merupakan karya terbaik atau yang menunjukkan kemajuan dalam

kurun waktu tertentu, yang juga bisa juga digunakan sebagai bukti pencapaian

suatu atau penguasaan kompetensi tertentu. Dalam konteks DBE 2, portofolio

dosen merupakan kumpulan dokumen yang menunjukkan kompetensi

berkaitan dengan topik-topik yang tercakup dalam paket pelatihan tentang Hasil

kunjungan sekolah, Penerapan Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi dan

Supervisi di kelas masing2 sesuai dengan mata kuliah yang diampu.

Apa saja yang harus dimasukkan dalam portofolio?

Secara umum, anda diharapkan menyertakan dokumen perencanaan, seperti

Silabus dan SAP, kemudian juga foto ataupun fotokopi alat bantu pengajaran,

refleksi pengajaran dan tata ruang kelas, serta rubrik atau lembar pengamatan

pembelajaran yang diisi oleh fasilitator atau rekan sejawat anda.

Penyusunan yang teratur akan sangat membantu para fasilitator pada saat melakukan penilaian.

Apakah tugas-tugas (misalkan silabus, SAP, dsb) harus dari kelas yang saya ajar saat ini?

Ya. Semua tugas-tugas sebaiknya berdasarkan mata kuliah yang anda ampu saat ini. Anda ditugaskan untuk untuk mengajar dengan menggunakan silabus yang telah anda susun sebelumnya (bernuansa pembelajaran aktif), kemudian menggunakan alat bantu belajar yang anda buat, dan juga menggunakan penilaian yang telah anda kembangkan, dokumen hasil kerja mahasiswa dan foto penataan kelas selama pembelajaran yang semua ini akan dimasukkan dalam portofolio anda. Dan, anda diharapkan untuk menuliskan refleksi anda setelah menggunakan/ mengaplikasikan apa yang anda siapkan sebelumnya dan juga mintalah fasilitator dan rekan sejawat anda

melakukan observasi di kelas untuk melihat kemajuan anda dalam menggunakan semua komponen pembelajaran tersebut

Oleh sebab itu, anda dimohon untuk tidak memasukkan rencana pembelajaran

atau penilaian atau bahan-bahan pendukung lain yang memang tidak berkaitan

dengan pembelajaran yang anda lakukan dan juga jangan masukkan apapun

yang anda buat sebelum semester ini.

Apakah DBE 2 akan memberikan bantuan dalam bentuk uang untuk membantu menutupi biaya pembuatan portofolio?

DBE 2 telah menyediakan buku jurnal yang dapat anda gunakan untuk

mencatat refleksi anda serta semua lembar kerja yang anda butuhkan untuk

melengkapi portofolio anda di dalam pedoman ini (daftar dokumen portofolio,

lembar pengamatan pembelajaran, sampul portofolio, dsb.)

Selain itu, untuk melengkapi portofolio ini anda tidak diminta untuk membuat

karya apapun di luar apa yang biasanya anda buat sebagai dosen. Portofolio

diserahkan dalam sebuah map folder yang dikemas rapih.

Kepada siapa portofolio saya serahkan?

Portofolio anda diserahkan ke koordinator pelatihan pelatih ALFHE di provinsi

masing2 . Sebelum portofolio diserahkan anda perlu memfotokopi/salinan atas

semua yang anda serahkan sebagai arsip anda sendiri.

Siapa yang akan menilai portofolio saya?

Tim penilai yang terdiri atas komponen Fasilitator Nasional Pelatihan pelatih nasional ALFHE dari DBE2 Jakarta,

Kapankah saya mengetahui hasilnya?

Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan portofolio

anda beserta penilaiannya paling lambat 2minggu setelah jadwal kegiatan

penilaian portofolio ditentukan dari DBE2 Jakarta.

Menyu sun P ort of olio And a

Susunan portofolio dapat dilihat pada daftar dokumen untuk porotofolio yang

akan anda kumpulkan. Dokumen-dokumen tersebut dapat dikembangkan

berdasarkan panduan rubrik yang ada. Panduan itu dapat membantu

mengarahkan dalam membuat portofolio.

Portofolio anda diharapkan disusun seperti berikut :

1. Sampul Portofolio

2. Daftar dokumen yang sudah ditandatangani oleh dosen dan fasilitator

3. Format untuk Komentar dan hasil penilaian dari Fasilitator

4. Laporan hasil kunjungan ke kelas/sekolah kegiatan ALIS (personal)

5. Laporan hasil FGD kunjungan sekolah kegiatan ALIS secara kelompok

6. Silabus untuk satu mata pelajaran di Sekolah (berbasis Pembelajaran AKTIF)

7. RPP satu pokok bahasan beserta perangkat pembelajarannya untuk satu mata pelajaran di sekolah (berbasis Pembelajaran AKTIF)

8. Silabus satu semester dari mata kuliah yang bernuansa PAKEM yang anda ampu

9. SAP dengan LK, bahan ajar, perangkat penilaian dsb yang bernuansa PAKEM

10. Denah (gambar atau foto) penataan kelas pada perkuliahan yang anda ampu berikut dengan penjelasannya (4 buah sesuai SAP)

11. Media atau Alat Bantu belajar (benda asli, deskripsi, gambar atau foto)

12. Refleksi (penilaian diri) sebanyak minimal 4 tatap muka terhadap pembelajaran yang telah dilakukan

13. Lembar pengamatan (rubrik) yang telah diisi oleh rekan sejawat ( minimal 2-3 kali) dan fasilitator (1 kali)

14. Hasil karya mahasiswa yang dihasilkan dalam pembelajaran (min 1 buah setiap SAP)

15. Penilaian beserta perangkat instrumennya

16. Refleksi terhadap penilaian dan instrumennya

DAFTAR DOKUMEN PORTOFOLIO PEMBELAJARAN DOSEN PROGRAM TOT NASIONAL ALFHE - DBE 2

     

PERKI

NO.

 

BUTIR

 

JML

RAAN

   

WAKTU

     
     

(JAM)

1.

Sampul Portfolio

 

0

2.

Daftar dokumen

 

0

 

Format untuk Komentar dan hasil penilaian dari

   

3.

Fasilitator / kajur/dekan

 

1

0

4.

Laporan hasil kunjungan sekolah /kelas secara personal pada kegiatan ALIS

 

1

2

5.

Laporan hasil FGD kunjungan sekolah secara kelompok pada kegiatan ALIS

 

1

2

6.

Silabus untuk satu mata pelajaran di Sekolah

 

1

 
 

RPP satu pokok bahasan beserta perangkat

     

7.

pembelajarannya untuk satu mata pelajaran di sekolah

1

4

8.

Silabus untuk satu mata kuliah selama satu semester yang ditandatangani Ketua Jurusan

1

16

 

SAP untuk 4 pokok bahasan yang diserahkan berikut

   

9.

bahan-bahan penyertanya (mis. lembar kerja dan bahan bacaan)

 

4

32

10.

Denah penataan ruang kuliah untuk perkuliahan yang diampu dan alasan penjelasannya

4

2

 

Alat bantu/ media belajar (asli atau gambar) untuk

     

11.

masing-masing SAP yang diserahkan. Alat bantu yang efektif dan efisien dan ramah lingkungan

4

24

 

Refleksi (penilaian diri) dosen tentang proses

     

12.

perkuliahan selama 4 kali pertemuan

4

8

 

Hasil observasi pelaksanaan perkuliahan pembelajaran

   

13.

aktif (3 -4 tatap muka) yang telah diisi oleh fasilitator dan teman sejawat

 

3

8

 

Karya mahasiswa sebagai hasil pembelajaran untuk

     

14.

setiap SAP. Disertai nama mahasiswa ybs dan hasil penilaian dari dosen terhadap karya mahasiswa tersebut.

4

8

 

Instrumen penilaian dan pedoman penskoran untuk

   

15.

kompetensi yang harus dikuasai mahasiswa yang tercantum dalam setiap SAP (4 instrumen)

 

4

24

 

Refleksi Dosen:

   

16

Terhadap instrumen penilaian dan pedoman penskoran setelah digunakan

 

4

4

PERKI RAAN NO. BUTIR JML WAKTU (JAM) Refleksi Mahasiswa: 17 Terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan
PERKI
RAAN
NO.
BUTIR
JML
WAKTU
(JAM)
Refleksi Mahasiswa:
17
Terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan
dosen
4
4
Total Perkiraan Waktu (jam)
140 jam
Saya,
dari Universitas
menyatakan bahwa semua dokumen dalam portofolio yang telah saya masukkan di
atas merupakan karya saya sendiri (silabus, SAP, alat bantu belajar, penilaian, dsb.)
Nama Dosen
Jurusan
Perguruan Tinggi
Tanda tangan Dosen
Tanggal
Saya,
memeriksa kelengkapan dokumen portofolio ini.
menyatakan bahwa saya telah
Nama Fasilitator
Tanda tangan Fasilitator
Tanggal

Penjelasan Portofolio Pembelajaran DBE 2

Keseluruhan dokumen dalam portofolio ini merupakan hasil kinerja anda secara keseluruhan dari serangkaian kegiatan dalam TOT Nasional Pembelajaran Akif untuk Perguruan Tinggi yang anda ikuti. Berdasarkan portofolio ini anda akan memperoleh penilaian secara keseluruhan dari paket pelatihan ALFHE ini.

1. Sampul Portofolio

2. Format hasil penilaian portofolio dan feed back dari Fasilitator

3. Silabus mata pelajaran di Sekolah.

Buat satu silabus untuk satu mata pelajaran di sekolah yang terkait dengan mata kuliah yang anda ampu. Mohon membuat silabus baru yang bernuansa belajar aktif (PAKEM).

4. RPP mata pelajaran di sekolah.

RPP dari satu pokok bahasan beserta perangkat pendukung pembelajarannya untuk satu mata pelajaran di sekolah. Pastikan anda menyertakan bahan-bahan pendukung RPP seperti LK atau bahan bacaan (handout) yang diperlukan untuk pelajaran tersebut.

5. Laporan kunjungan sekolah dan FGD.

Laporan hasil kunjungan ke sekolah sesuai dengan fokus pengamatan, yang meliputi catatan lapangan, permasalahan, solusi pemecahan masalah dan hasil Focus Group Discussion. Laporan hasil kunjungan terdiri atas laporan personal pengamatan Anda di kelas dan laporan kelompok sebagai hasil FGD setelah anda melakukan pengamatan di kelas

6. Silabus untuk satu mata kuliah yang disertai dengan tanda tangan fasilitator. Buat satu silabus untuk satu mata kuliah. Mohon membuat silabus baru yang bernuansa belajar aktif (PAKEM).

7. Empat SAP (minimal) untuk silabus beserta bahan-bahan penyertanya (mis. LK) dan tanda tangan Fasilitator berikut stempel DBE2 Aceh. Pastikan anda menyertakan bahan-bahan pendukung SAP seperti LK atau bahan bacaan (handout) yang diperlukan untuk pelajaran tersebut.

8. Empat Denah penataan ruang kuliah untuk sesuai SAP, alasan penataan ruang kuliah dan pajangan ruang kuliah. Gambarlah denah atau ambil foto ruang kelas anda dan tulislah penjelasan mengapa anda menata ruang kelas dan pajangan seperti itu dikaitkan dengan peningkatan kualitas pembelajaran.

9. Satu alat Bantu belajar (asli atau gambar) untuk masing-masing SAP yang diserahkan (4 alat bantu). Untuk masing-masing SAP yang anda serahkan, anda hendaknya menggunakan alat bantu belajar yang sesuai. Alat bantu belajar bisa berupa barang jadi (beli), buatan dosen atau didapatkan dari lingkungan sekitar.

10. Refleksi dosen terhadap 4 SAP, -1 halaman. Dosen diminta menulis refleksi (penialain diri) untuk masing-masing SAP. Tujuan refleksi bagi dosen adalah menilai diri sendiri akan keberhasilan dan permasalahan dari setiap mata kuliah yang telah dilaksanakan dan menentukan cara-cara untuk memperbaikinya untuk masa akan datang. Dosen diharapkan mempertimbangkan semua aspek dalam pembelajaran, termasuk persiapan, strategi pembelajaran, pengelolaan kelas, penilaian kemajuan belajar mahasiswa selama pelajaran. Gunakan pertanyaan berikut sebagai arahan untuk membuat refleksi tetapi boleh menambah dengan pemikiran lain.

a. Apa yang telah berjalan dengan lancar dalam perkuliahan ini dan mengapa?

b. Apa yang tidak berjalan dengan lancar dan mengapa ?

c. Apa yang akan saya lakukan agar pembelajaran lebih baik di waktu yang akan datang? (Ini bisa mengacu pada mata kuliah yang akan datang atau mata kuliah yang sama jika akan diajarkan lagi).

11. Lembar hasil pengamatan pembelajaran untuk setiap mata kuliah,

yang diisi oleh fasilitator (1 buah) dan teman sejawat (2-3 buah).

Anda diharapkan mengundang teman sejawat untuk mengamati dua -

tiga kali pertemuan tatap muka yang telah anda siapkan dalam portofolio

ini, satu lembar pengamatan dari fasilitator yang berkunjung ke kelas anda. Dalam panduan ini disertakan lembar pengamatan pembelajaran

yang dapat anda berikan ke pengamat anda.

12. Karya mahasiswa yang dihasilkan dari perkuliahan, Anda diharapkan

melakukan berbagai kegiatan yang tercantum dalam SAP yang sudah

diserahkan. Dalam kegiatan ini mahasiswa diharapkan menghasilkan

karyanya secara individual. Serahkan dua karya terbaik mahasiswa

untuk setiap SAP ( 8 karya). Contoh-contoh yang diserahkan hendaknya

mencantumkan nama mahasiswa ybs, penilaian diri mahasiswa terhadap

karya masing2 dan komentar dari dosen untuk setiap karya.

13. Penilaian dan panduan penskoran untuk setiap pokok bahasan

yang tercakup dalam SAP. Jika anda sudah siap menilai kompetensi

atau pokok bahasan dalam SAP yang telah diserahkan, rancanglah dan

laksanakan penilaian otentik dan buatkan panduan penskoran untuk

masing-masing SAP. Penilaian-penilaian ini diharapkan dapat menilai

pengetahuan dan keterampilan dalam konteks yang otentik atau terkait

dengan kehidupan nyata. Setiap penilaian hendaknya disertai panduan

penskoran, seperti rubrik atau lembar untuk checklist atau mengisi

14. Refleksi dosen terhadap instrumen penilaian dan pedoman penskoran setelah digunakan ( sebanyak - halaman) dan refleksi mahasiswa terhadap proses pembelajaran ( sebanyak - halaman). Sama dengan refleksi terhadap pelajaran, refleksi ini dimaksudkan untuk membantu Dosen menilai diri sendiri akan keberhasilan dan tantangan dalam pelaksanaan penilaian. Gunakan pertanyaan-pertanyaan berikut untuk memandu refleksi anda, dan anda dipersilahkan untuk menambahkan pemikiran-pemikiran lain di luar pertanyaan-pertanyaan berikut.

a.

Apakah

penilaian

telah

mengukur

dengan

akurat

kemampuan

mahasiswa di bidang yang diharapkan? Mengapa atau mengapa tidak?

b. Apakah panduan penskoran dapat menghitung dan memberi skor dengan adil? Mengapa ya dan tidak?

c. Apakah pembelajaran yang dilaksanakan telah memberikan kepuasan belajar bagi mahasiswa ?

d. Apakah yang akan diperbaiki untuk melakukan penilaian yang akan datang, baik untuk pokok bahasan ini atau yang lain?

PANDUAN/ RUBRIK PENILAIAN PORTOFOLIO PEMBELAJARAN

Penerap an Pembelaj aran A ktif di Pergurua n Tinggi - Tu ga s Ter st ruktur PROGRA M TO T NAS ION AL A LFHE DBE2

   

Belum

 

Sangat

Butir

Indikator

kompeten

Kompeten

kompeten

Tangg apan Kajur/ K aprog d an Fasi litator ata s Dokum en

 

Portofolio

     
 

Lihat lembar isian terlampir.

Tidak ada

Ada dan

Ada dan penilaian positif /sangat positif

tanggapan

 

kurang positif

Silabus di sekolah

     
 

Silabus berisi semua komponen yang diperlukan, seperti kompetensi, indikator, kegiatan, materi dsb. dan dibuat berdasarkan kurikulum

Tidak terdapat silabus, tidak ada informasi yang penting atau informasi tidak tepat (misalnya alat bantu belajar tidak sesuai dengan kegiatan).

Silabus lengkap

Silabus lengkap dan akurat dan rinci, menunjukkan pemikiran yang mendalam dari dosen.

 

Beberapa indikator dikembangkan berdasarkan kompetensi. Indikator menunjukkan kemampuan yang jelas, rinci dan kontekstual.

Beberapa indikator sudah dikembangkan dalam silabus tetapi kurang rinci dan kurang jelas dan kurang sesuai dengan kompetensi yang dituju.

Beberapa indikator telah dikembangkan yang sudah mengarah pada kompetensi tetapi masih belum rinci dan jelas.

Beberapa indikator telah dikembangkan dengan sangat jelas dan rinci sehingga menggambarkan dengan jelas bahwa seseorang sudah menguasai kompetensi tersebut.

 

Di semua silabus terdapat beragam strategi pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk menggunakan semua indera mereka dalam belajar (misalnya siswa

Di dalam silabus, kegiatan hanya menyangkut ketrampilan menyimak dan berbicara. Tidak ada kegiatan yang melibatkan indera penglihatan,

Di dalam silabus terdapat beberapa kegiatan yang melibatkan panca indera siswa (bila sesuai). Namun ada banyak kegiatan yang hanya

Di dalam silabus terdapat keseimbangan jenis kegiatan yang memungkinkan siswa untuk menggunakan semua indera mereka (bila sesuai) dan

   

Belum

 

Sangat

Butir

Indikator

kompeten

Kompeten

kompeten

 

mendengarkan nara sumber, menulis cerita mereka sendiri, melakukan eksperimen, membuat model, menyajikan temuan-temuan, mengamati proses tumbuh kembang tertentu) serta berfikir tingkat tinggi.

pendengaran, perasa atau peraba meskipun seharusnya bisa.

mengandalkan

keterampilan

bicara

berfikir tingkat

danketerampilan

tinggi

berfikir tingkat

 

rendah.

.

 

Beragam alat bantu belajar digunakan beberapa berasal dari lingkungan, beberapa dibuat oleh pengajar dan beberapa hasil buatan pabrik/toko. Beberapa berbasis ICT

Tidak terdapat alat bantu belajar atau hanya terdapat alat bantu yang dibeli di toko yang digunakan dalam pelajaran.

Digunakan alat bantu belajar untuk beberapa (75%) mata pelajaran Beberapa atau

Dosen menggunakan alat bantu belajar di semua atau hampir semua kompetensi atau pokok bahasan. Sebagian besar(75% atau lebih). merupakan hasil

sebagian besar merupakan buatan sendiri atau berasal dari lingkungan

   

sekitar.

karya dosen itu sendiri ataupun berasal dari lingkungan. Beberapa memanfaatkan ICT (seperti foto digital, film, komputer, radio kaset)

 

Kegiatan mendorong siswa untuk mengembangkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi menganalisa, membandingkan, mengkontraskan, mensintesakan,

Dalam silabus hanya terdapat beberapa kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan Ketrampilan berpikir tingkat tinggi. Kegiatan yang ada sebagian besar

Dalam silabus terdapat beberapa atau banyak kegiatan yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi seperti

Dalam silabus terdapat banyak strategi pembelajaran dan interaksi dosen siswa yang membantu siswa dalam mengembangkan ketrampilan berpikir tingkat

   

Belum

 

Sangat

Butir

Indikator

kompeten

Kompeten

kompeten

 

merangkum, menyatakan pendapat, menciptakan dsb.

hanya mendorong siswa untuk mengingat kembali, menjawab pertanyaan dengan ya atau tidak, membaca dengan suara lantang dsb.

misalnya merangkum informasi, membandingkan, dan mengkontraskan, pemecahan masalah, atau mengikuti instruksi yang rinci.

tinggi seperti misalnya menganalisis data, mengaplikasikan pengetahuan ke dalam situasi yang baru, melakukan penilaian, menarik kesimpulan ataupun memprediksi atau meramalkan.

 

Kegiatan bervariasi dan bersifat kontekstual berkaitan dengan kehidupan siswa sehari-hari. Beberapa kegiatan berupa kegiatan dalam kehidupan nyata misalnya mengunjungi pabrik batik untuk belajar tentang industri lokal dan juga menyangkut proses ilmiah.

Tidak ada atau hanya sedikit kegiatan dalam silabus yang bersifat kontekstual. Sebagian besar kegiatan adalah latihan dari buku paket, hafalan atau pengulangan fakta-fakta yang abstrak dan rumus-rumus ataupun mahasiswa menyimak secara pasif pelajaran yang tidak ada kaitannya dengan keseharian mahasiswa.

Sebagian besar atau hampir semua kegiatan

Hampir semua atau semua kegiatan yand ada di silabus terkait dengan kehidupan nyata (kontekstual). Dosen berusaha melakukan hal nyata di kelas. Ada beberapa bagian dalam silabus yang membuat siswa dapat terpapar dengan suasana kehidupan nyata yang berkaitan dengan topik ataupun unit yang diajarkan, misalnya mahasiswa mengunjungi pasar untuk belajar cara menggunakan mata uang, ataupun

bersifat kontekstual. Dosen berusaha untuk mensimulasikan

pengalaman-

pengalaman dalam kehidupan sehari-hari di dalam kelas, sehingga perkuliahan menjadi lebih bermakna, termasuk misalnya membuat suasana menyerupai toko untuk jual beli, menunjukkan cara membuat batik ataupun membuat kebun sekolah.

   

Belum

 

Sangat

Butir

Indikator

kompeten

Kompeten

kompeten

       

mengunjungi pabrik produksi makanan untuk mengaplikasikan penemuan ilmiah.

 

Terdapat banyak kesempatan untuk belajar antar siswa, secara berpasangan atau berkelompok. siswa juga mendapat kesempatan cukup untuk belajar secara perorangan.

Semua atau hampir semua kegiatan dilakukan secara klasikal atau perorangan. siswa tidak banyak kesempatan untuk belajara dari teman lain.

Dalam beberapa atau banyak pelajaran terdapat kesempatan untuk belajar secara berpasangan, dan dalam kelompok Namun demikian masih ada waktu cukup yang dihabiskan untuk kegiatan individu.

Dalam sebagian besar atau bahkan semua pelajaran siswa memiliki kesempatan untuk belajar secara berpasangan, dan kelompok, namun demikian masih ada kesempatan untuk belajar secara perorangan.

 

Penilaian direncanakan dengan baik dan sebagian besar otentik (misalnya apabila siswa belajar berpidato hendaknya diuji kemampuannya dalam menyampaikan pidato, dalam pelajaran mereka memiliki kesempatan untuk belajar dan berlatih berpidato). Penilaian juga bervariasi agar siswa juga dapat menunjukkan kebisaan dan

Semua atau hampir semua penilaian berupa tes tertulis, tidak memperhatikan keaktifan dari pelajaran tersebut atau tes hanya berupa ketrampilan berpikir tingkat rendah seperti misalnya mengingat informasi ataupun menjelaskan suatu obyek.

Beberapa penilaian menggunakan kegiatan dalam kehidupan nyata, seperti misalnya menyajikan temuan-temuan, atau membuat poster. Dosen membuat rubrik untuk menilai pencapaian. Beberapa penilaian berupa tes tertulis dalam rangka menyiapkan mahasiswa untuk tes-tes di waktu mendatang. Beberapa atau

Sebagian besar penilaian menggunakan kegiatan dalam kehidupan nyata seperti misalnya menyajikan temuan-temuan, membuat model, menanam tanaman, atau membuat poster. Dosen membuat rubrik untuk menilai hasil belajar mahasiswa. Beberapa penilaian masih berupa tes tertulis tetapi ini lebih

   

Belum

 

Sangat

Butir

Indikator

kompeten

Kompeten

kompeten

 

ketrampilan

 

sebagian besar kegiatan menguji ketrampilan berpikir tingkat tinggi seperti misalnya membandingkan dan mengkontraskan, mengkonstuksi atau merangkum data.

dimaksudkan untuk menyiapkan mahasiswa bilamana mereka harus mengerjakan tes di waktu mendatang. Sebagian besar kegiatan penilaian menguji ketrampilan berpikir tingkat tinggi seperti membandingkan, menciptakan, mengkonstruksi, atau merangkum data.

mereka dalam

berbagai cara.

RPP di sekolah

     
 

Terdapat tujuan yang jelas berdasarkan satu kompetensi atau beberapa kompetensi serta indikator dalam silabus. Kegiatan- kegiatan membantu

Tidak terdapat tujuan ataupun indikator dalam SAP. Kegiatan- kegiatan tampaknya tidak membantu siswa mencapai tujuan atau indikator itu.

RPP memiliki

RPP memiliki tujuan dan indikator yang mendukung kompetensi, dan kegiatan secara jelas membantu siswa mencapai tujuan atau

tujuan dan

mendukung

kompetensi,

akan tetapi

masih belum

benar-benar

tertuju pada

kompetensi.

 

Kegiatan-

 

siswa mencapai tujuan tersebut.

 

kegiatan yang ada tampaknya membantu siswa mencapai tujuan atau indikator itu. Tetapi hal itu masih perlu diperkuat.

indikator tersebut.

 

Strategi pembelajaran dan hubungan guru- siswa bersifat aktif dan mendorong

Strategi pembelajaran dan interaksi guru-siswa yang dijelaskan hanya

Strategi pembelajaran dan interaksi guru-siswa mengembangkan

Strategi pembelajaran dan interaksi dosen-siswa mengembangkan

   

Belum

 

Sangat

Butir

Indikator

kompeten

Kompeten

kompeten

 

siswa untuk mengembangkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi mereka.

mengembangkan ketrampilan berpikir tingkat rendah, seperti misalnya mengingat (memori), mengutarakan kembali, menjawab pertanyaan ya atau tidak, membaca nyaring dsb.

ketrampilan berpikir tingkat tinggi, seperti misalnya merangkum informasi, membandingkan dan mengkontraskan, pemecahan masalah, atau mengikuti instruksi.

ketrampilan berpikir tingkat tinggi, seperti misalnya menganalisa data, mengaplikasikan pengetahuan pada situasi yang baru, melakukan penilaian, menarik kesimpulan atau membuat prediksi.

 

Alat bantu belajar direncanakan dengan baik dan mendukung tujuan pembelajaran

Tidak menggunakan alat bantu belajar ataupun alat bantu yang ada tidak mendukung tujuan pembelajaran

Dosen menggunakan alat bantu belajar sederhana yang dibuat sendiri ataupun ada di sekitarnya; alat bantu belajar mendukung tujuan pembelajaran akan tetapi masih bisa lebih mantap lagi dan lebih berkaitan. Alat bantu belajar meningkatkan pembelajaran tetapi sebaiknya menggunakan alat bantu yang lebih baik.

menggunakan alat bantu belajar yang dibuat sendiri ataupun yang ada di sekitarnya. Alat bantu belajar inovatif, relevan dengan pelajaran dan jelas terlihat mendukung tujuan pembelajaran. Alat bantu tersebut benar- benar memperkaya pelajaran.

 

Kegiatan berpusat pada siswa dan kontekstual berhubungan dengan kehidupan nyata

Kegiatan tidak

Kegiatan bersifat kontekstual, seperti misalnya bermain peran untuk mempraktekkan

Pembelajaran membawa siswa ke dalam suasana dalam kehidupan nyata yang berkaitan

bersifat

kontekstual,

lebih banyak

menggunakan

latihan buku

   

Belum

 

Sangat

Butir

Indikator

kompeten

Kompeten

kompeten

   

paket, memori ataupun pengulangan fakta-fakta yang abstrak dan juga rumus-rumus, atau siswa secara pasif mendengarkan pelajaran yang tidak berkaitan dengan kehidupan sehari-hari mereka.

ketrampilan berbahasa ataupun menggunakan toko kecil untuk mempraktekkan ketrampilan matematika, membuat batik ataupun menanam pohon. Kegiatan sebagian besar dilakukan oleh siswa, bukan oleh guru.

dengan topik atau unit yang sedang diajarkan, seperti misalnya mengunjungi pasar untuk belajar bagaimana menggunakan mata uang atau mengunjungi pabrik makanan untuk melihat prosedur penemuan ilmiah. siswa terlibat dalam kegiatan secara aktif.

 

Adanya dorongan/dukungan untuk pembelajaran antar sesama teman.

siswa bekerja secara perorangan (misalnya dalam lembar kerja) ataupun menggunakan formasi seluruh kelas (misalnya mendengarkan ceramah)

siswa memiliki kesempatan untuk melakukan kegiatan secara berpasangan atau dalam kelompok kecil. Ini dilakukan misalnya setelah ceramah atau ketika siswa bertukar atau berbagi pekerjaan yang sebelumnya sudah dikerjakan secara perorangan.

siswa untuk sebagian besar waktu bekerja dalam kelompok atau berpasangan, namun masih ada kesempatan bagi mereka untuk menggunakan ketrampilan mereka melalui kerja perorangan.

Laporan Hasil Kunjungan Sekolah dan FGD

   
 

Hasil catatan

Tidak ada

Ada catatan

Ada catatan

lapangan,

catatan

lapangan,

lapangan,

   

Belum

 

Sangat

Butir

Indikator

kompeten

Kompeten

kompeten

 

permasalahan, solusi pemecahan masalah hasil pengamaan Personal

lapangan, atau Tidak ada permasalahan, atau Tidak ada solusi pemecahan masalah

permasalahan

permasalahan dan solusi pemecahan masalah disertai foto yang diuraikan dengan sangat jelas

dan solusi

pemecahan

masalah tetapi

kurang jelas

 

Hasil Fokus Group Discussion (FGD) mengenai catatan lapangan, permasalahan, solusi pemecahan masalah hasil pengamaan secara kelompok

Tidak ada laporan hasil FGD berupa :

Ada laporan hasil FGD berupa : catatan lapangan, permasalahan dan solusi pemecahan masalah tetapi kurang jelas

Ada laporan hasil FGD berupa: catatan lapangan, permasalahan dan solusi pemecahan masalah disertai foto yang diuraikan dengan sangat jelas

catatan lapangan, atau Tidak ada permasalahan, atau Tidak ada solusi pemecahan masalah

P en at aan K el as & P aj an ga n

   
 

Denah gambar atau foto penataan ruang kuliah dengan penjelasan mengapa dosen menata ruang dan pajangan seperti itu. Gambar dan penjelasan itu dapat menggambarkan penataaan ruang kuliah sehari-hari atau untuk mata kuliah atau strategi pembelajaran tertentu

Tidak ada gambar, foto dan penjelasan. Atau tidak ada penjelasan yang kuat tentang penataan kelas dan pajangan

Ada denah yang menggambarkan penataan kelas yang mendukung pembelajaran aktif (PAKEM). Penjelasan secara jelas menerangkan mengapa seorang dosen mengatur kelasnya sedemikian rupa. Namun, dosen tersebut masih mengikuti pola umum seperti menempatkan mahasiswa dalam kelompok. Beberapa pajangan sekedar dekoratif dan tidak

Ada denah yang menggambarkan penataan kelas yang kaya gagasan yang mendukung pembelajaran aktif (PAKEM). Penjelasan secara jelas menerangkan mengapa seorang dosen mengatur kelasnya sedemikian rupa. Dosen ybs telah melakukan pola yang lebih dari yang biasa, tidak sekedar duduk dalam kelompok. Disini dia meciptakan sentra-sentra

   

Belum

 

Sangat

Butir

Indikator

kompeten

Kompeten

kompeten

     

mendukung

belajar atau bahkan membuat penaataan

alternatif untuk

pembelajaran.

kegiatan-

kegiatan

tertentu.

Silabus di P T

     
 

Silabus berisi semua komponen yang diperlukan, seperti kompetensi, indikator, kegiatan, materi dsb. dan dibuat berdasarkan kurikulum

Tidak terdapat silabus, tidak ada informasi yang penting atau informasi tidak tepat (misalnya alat bantu belajar tidak sesuai dengan kegiatan).

Silabus lengkap dan akurat.

Silabus lengkap dan akurat dan rinci, menunjukkan pemikiran yang mendalam dari dosen.

 

Beberapa indikator dikembangkan berdasarkan kompetensi. Indikator menunjukkan kemampuan yang jelas, rinci dan kontekstual.

Beberapa indikator sudah dikembangkan dalam silabus tetapi kurang rinci dan kurang jelas dan kurang sesuai dengan kompetensi yang dituju.

Beberapa indikator telah dikembangkan yang sudah mengarah pada kompetensi tetapi masih belum rinci dan jelas.

Beberapa indikator telah dikembangkan dengan sangat jelas dan rinci sehingga menggambarkan dengan jelas bahwa seseorang sudah menguasai kompetensi tersebut.

 

Di semua silabus terdapat beragam strategi pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa untuk menggunakan semua indera mereka dalam belajar (misalnya mahasiswa mendengarkan nara sumber, menulis cerita mereka

Di dalam silabus, kegiatan hanya menyangkut ketrampilan menyimak dan berbicara. Tidak ada kegiatan yang melibatkan indera penglihatan, pendengaran, perasa atau peraba meskipun

Di dalam silabus terdapat beberapa kegiatan yang melibatkan panca indera mahasiswa (bila sesuai). Namun ada banyak kegiatan yang hanya mengandalkan bicara danketerampilan

Di dalam silabus terdapat keseimbangan jenis kegiatan yang memungkinkan mahasiswa untuk menggunakan semua indera mereka (bila sesuai) dan keterampilan berfikir tingkat tinggi

   

Belum

 

Sangat

Butir

Indikator

kompeten

Kompeten

kompeten

 

sendiri, melakukan eksperimen, membuat model, menyajikan temuan-temuan, mengamati proses tumbuh kembang tertentu) serta berfikir tingkat tinggi.

seharusnya bisa.

berfikir tingkat

 

rendah.

.

 

Beragam alat bantu belajar digunakan beberapa berasal dari lingkungan, beberapa dibuat oleh pengajar dan beberapa hasil buatan pabrik/toko. Beberapa berbasis ICT

Tidak terdapat alat bantu belajar atau hanya terdapat alat bantu yang dibeli di toko yang digunakan dalam pelajaran.

Dosen menggunakan alat bantu belajar untuk beberapa (75%) mata kuliah. Beberapa atau sebagian besar merupakan buatan sendiri atau berasal dari lingkungan

Dosen menggunakan alat bantu belajar di semua atau hampir semua kompetensi atau pokok bahasan. Sebagian besar(75% atau lebih). merupakan hasil

sekitar.

karya dosen itu sendiri ataupun berasal dari lingkungan. Beberapa memanfaatkan ICT (seperti foto digital, film, komputer, radio kaset)

 

Kegiatan mendorong mahasiswa untuk mengembangkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi menganalisa, membandingkan, mengkontraskan, mensintesakan, merangkum, menyatakan pendapat,

Dalam silabus hanya terdapat beberapa kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan Ketrampilan berpikir tingkat tinggi. Kegiatan yang ada sebagian besar hanya mendorong mahasiswa untuk

Dalam silabus terdapat beberapa atau banyak kegiatan yang memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi seperti misalnya merangkum informasi,

Dalam silabus terdapat banyak strategi pembelajaran dan interaksi dosen mahasiswa yang membantu mahasiswa dalam mengembangkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi seperti

   

Belum

 

Sangat

Butir

Indikator

kompeten

Kompeten

kompeten

 

menciptakan dsb.

mengingat kembali, menjawab pertanyaan dengan ya atau tidak, membaca dengan suara lantang dsb.

membandingkan, dan mengkontraskan, pemecahan masalah, atau mengikuti instruksi yang rinci.

misalnya menganalisis data, mengaplikasikan pengetahuan ke dalam situasi yang baru, melakukan penilaian, menarik kesimpulan ataupun memprediksi atau meramalkan.

 

Kegiatan bervariasi dan bersifat kontekstual berkaitan dengan kehidupan mahasiswa sehari- hari. Beberapa kegiatan berupa kegiatan dalam kehidupan nyata misalnya mengunjungi pabrik batik untuk belajar tentang industri lokal dan juga menyangkut proses ilmiah.

Tidak ada atau hanya sedikit kegiatan dalam silabus yang bersifat kontekstual. Sebagian besar kegiatan adalah latihan dari buku paket, hafalan atau pengulangan fakta-fakta yang abstrak dan rumus-rumus ataupun mahasiswa menyimak secara pasif pelajaran yang tidak ada kaitannya dengan keseharian mahasiswa.

Sebagian besar atau hampir semua kegiatan bersifat kontekstual. Dosen berusaha untuk mensimulasikan

Hampir semua atau semua kegiatan yand ada di silabus terkait dengan kehidupan nyata (kontekstual). Dosen berusaha melakukan hal nyata di kelas. Ada beberapa bagian dalam silabus yang membuat mahasiswa dapat terpapar dengan suasana kehidupan nyata yang berkaitan dengan topik ataupun unit yang diajarkan, misalnya mahasiswa mengunjungi pasar untuk belajar cara menggunakan mata uang, ataupun

pengalaman-

pengalaman dalam kehidupan sehari-hari di dalam kelas, sehingga perkuliahan menjadi lebih bermakna, termasuk misalnya membuat suasana menyerupai toko untuk jual beli, menunjukkan cara membuat batik ataupun membuat kebun sekolah.

   

Belum

 

Sangat

Butir

Indikator

kompeten

Kompeten

kompeten

       

mengunjungi pabrik produksi makanan untuk mengaplikasikan penemuan ilmiah.

 

Terdapat banyak kesempatan untuk belajar antar mahasiswa, secara berpasangan atau berkelompok. Mahasiswa juga mendapat kesempatan cukup untuk belajar secara perorangan.

Semua atau hampir semua kegiatan dilakukan secara klasikal atau perorangan. Mahasiswa tidak banyak kesempatan untuk belajara dari teman lain.

Dalam beberapa atau banyak pelajaran terdapat kesempatan untuk belajar secara berpasangan, dan dalam kelompok Namun demikian masih ada waktu cukup yang dihabiskan untuk kegiatan individu.

Dalam sebagian besar atau bahkan semua pelajaran mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar secara berpasangan, dan kelompok, namun demikian masih ada kesempatan untuk belajar secara perorangan.

 

Penilaian direncanakan dengan baik dan sebagian besar otentik (misalnya apabila mahasiswa belajar berpidato hendaknya diuji kemampuannya dalam menyampaikan pidato, dalam pelajaran mereka memiliki kesempatan untuk belajar dan berlatih berpidato). Penilaian juga bervariasi agar mahasiswa juga dapat menunjukkan

Semua atau hampir semua penilaian berupa tes tertulis, tidak memperhatikan keaktifan dari pelajaran tersebut atau tes hanya berupa ketrampilan berpikir tingkat rendah seperti misalnya mengingat informasi ataupun menjelaskan suatu obyek.

Beberapa penilaian menggunakan kegiatan dalam kehidupan nyata, seperti misalnya menyajikan temuan-temuan, atau membuat poster. Dosen membuat rubrik untuk menilai pencapaian. Beberapa penilaian berupa tes tertulis dalam rangka menyiapkan mahasiswa untuk tes-tes di waktu mendatang.

Sebagian besar penilaian menggunakan kegiatan dalam kehidupan nyata seperti misalnya menyajikan temuan-temuan, membuat model, menanam tanaman, atau membuat poster. Dosen membuat rubrik untuk menilai hasil belajar mahasiswa. Beberapa penilaian masih berupa tes tertulis tetapi ini

   

Belum

 

Sangat

Butir

Indikator

kompeten

Kompeten

kompeten

 

kebisaan dan

 

Beberapa atau sebagian besar kegiatan menguji ketrampilan berpikir tingkat tinggi seperti misalnya membandingkan dan mengkontraskan, mengkonstuksi atau merangkum data.

lebih dimaksudkan untuk menyiapkan mahasiswa bilamana mereka harus mengerjakan tes di waktu mendatang. Sebagian besar kegiatan penilaian menguji ketrampilan berpikir tingkat tinggi seperti membandingkan, menciptakan, mengkonstruksi, atau merangkum data.

ketrampilan

mereka dalam

berbagai cara.

Sat u an Acuan

P em b elaj ar an ( S AP )

 
 

Terdapat tujuan yang jelas berdasarkan satu kompetensi atau beberapa kompetensi serta indikator dalam silabus. Kegiatan- kegiatan membantu mahasiswa mencapai tujuan tersebut.

Tidak terdapat tujuan ataupun indikator dalam SAP. Kegiatan- kegiatan tampaknya tidak membantu mahasiswa mencapai tujuan atau indikator itu.

SAP memiliki tujuan dan mendukung kompetensi, akan tetapi masih belum benar- benar tertuju pada kompetensi. Kegiatan-kegiatan yang ada tampaknya membantu mahasiswa mencapai tujuan atau indikator itu. Tetapi hal itu masih perlu diperkuat.

SAP memiliki tujuan dan indikator yang mendukung kompetensi, dan kegiatan secara jelas membantu mahasiswa mencapai tujuan atau indikator tersebut.

Strategi pembelajaran dan hubungan dosen- mahasiswa bersifat aktif dan mendorong mahasiswa untuk mengembangkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi mereka.

Strategi pembelajaran dan interaksi dosen- mahasiswa yang dijelaskan hanya mengembangkan ketrampilan berpikir tingkat rendah, seperti misalnya mengingat (memori), mengutarakan kembali, menjawab pertanyaan ya atau tidak, membaca nyaring dsb.

Strategi pembelajaran dan interaksi dosen- mahasiswa mengembangkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi, seperti misalnya merangkum informasi, membandingkan dan mengkontraskan, pemecahan masalah, atau mengikuti instruksi.

Strategi pembelajaran dan interaksi dosen- mahasiswa mengembangkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi, seperti misalnya menganalisa data, mengaplikasikan pengetahuan pada situasi yang baru, melakukan penilaian, menarik kesimpulan atau membuat prediksi.

Alat bantu belajar direncanakan dengan baik dan mendukung tujuan pembelajaran

Dosen tidak menggunakan alat bantu belajar ataupun alat bantu yang ada tidak mendukung tujuan pembelajaran

Dosen menggunakan alat bantu belajar sederhana yang dibuat sendiri ataupun ada di sekitarnya; alat bantu belajar mendukung tujuan pembelajaran akan tetapi masih bisa lebih mantap lagi dan lebih berkaitan. Alat bantu belajar meningkatkan pembelajaran tetapi sebaiknya menggunakan alat bantu yang lebih baik.

Dosen menggunakan alat bantu belajar yang dibuat sendiri ataupun yang ada di sekitarnya. Alat bantu belajar inovatif, relevan dengan pelajaran dan jelas terlihat mendukung tujuan pembelajaran. Alat bantu tersebut benar-benar memperkaya pelajaran.

Kegiatan berpusat pada mahasiswa dan kontekstual berhubungan

Kegiatan tidak bersifat kontekstual, lebih banyak

Kegiatan bersifat kontekstual, seperti misalnya bermain peran

Pembelajaran membawa mahasiswa ke dalam suasana

dengan kehidupan nyata

menggunakan latihan buku paket, memori ataupun pengulangan fakta-fakta yang abstrak dan juga rumus-rumus, atau mahasiswa secara pasif mendengarkan pelajaran yang tidak berkaitan dengan kehidupan sehari-hari mereka.

untuk mempraktekkan ketrampilan berbahasa ataupun menggunakan toko kecil untuk mempraktekkan ketrampilan matematika, membuat batik ataupun menanam pohon. Kegiatan sebagian besar dilakukan oleh mahasiswa, bukan oleh dosen.

dalam kehidupan nyata yang berkaitan dengan topik atau unit yang sedang diajarkan, seperti misalnya mengunjungi pasar untuk belajar bagaimana menggunakan mata uang atau mengunjungi pabrik makanan untuk melihat prosedur penemuan ilmiah. Mahasiswa terlibat dalam kegiatan secara aktif.

Adanya dorongan/dukungan untuk pembelajaran antar sesama teman.

Mahasiswa bekerja secara perorangan (misalnya dalam lembar kerja) ataupun menggunakan formasi seluruh kelas (misalnya mendengarkan ceramah)

Mahasiswa memiliki kesempatan untuk melakukan kegiatan secara berpasangan atau dalam kelompok kecil. Ini dilakukan misalnya setelah ceramah atau ketika mahasiswa bertukar atau berbagi pekerjaan yang sebelumnya sudah dikerjakan secara perorangan.

Mahasiswa untuk sebagian besar waktu bekerja dalam kelompok atau berpasangan, namun masih ada kesempatan bagi mereka untuk menggunakan ketrampilan mereka melalui kerja perorangan.

Mahasiswa mengaplikasikan pengetahuan dan ketrampilan baru mereka dalam

Mahasiswa tidak memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan

Mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan ketrampilan yang

Mahasiswa memiliki waktu yang banyak untuk mengaplikasikan ketrampilan yang

 

pelajaran

ataupun ketrampilan yang mereka pelajari. Secara umum waktu di kelas untuk aplikasi kurang dari 25%, tetapi pada umumnya mahasiswa tidak membuat karya sendiri, hanya sekedar menjawab pertanyaan tertulis menyangkut topik tertentu.

dipelajari dalam pelajaran. misalnya setelah belajar mengenai bagian-bagian dari sebuah surat, Mahasiswa kemudian praktik menulis sebuah surat. Tetapi, hampir semua waktunya digunakan untuk mengisi lembar kerja atau buku latihan. Tidak terdapat waktu menghasilkan karya asli. Sebagai panduan umum, 25-50% waktu digunakan untuk mengaplikasikan ketrampilan atau pengetahuan baru.

dipelajari dalam pelajaran. Contoh, setelah belajar bagian-bagian surat, Mahasiswa menulis surat sendiri., menulis alamat di amplop dan mengirimkannya lewat pos. hamper semua atau semua kegiatan memberi kesempatan mahasiswa untuk menghasilkan karya asli seperti membuat model, mengukur ruang, mengklasifikasikan jenis-jenis tanaman di sekitar sekolah. Secara umum, 50- 75% waktu dikelas dialokasikan untuk mengaplikasikan ketrampilan.

Ala t Ban t u Bel a j ar

     
 

Alat bantu belajar direncanakan dengan baik dan mendukung pencapaian tujuan belajar. Satu alat bantu belajar diserahkan bersama SAP

Dosen tidak menggunakan alat bantu belajar atau alat bantu belajar yang digunakan tidak mendukung pencapaian tujuan belajar.

Dosen menggunakan alat bantu belajar efektif dan efisien yang dibuat dan didapatkan di lingkungan sekitar atau bahan jadi (tidak lebih dari satu dari 4 SAP menggunakan bahan beli); alat bantu belajar mendukung pencapaian tujuan tetapi sebetulnya masih bisa

Dosen menggunakan alat bantu belajar yang efektif dan efisien yang telah dibuat dan didapatkan di lingkungan sekitar atau bahan jadi (tidak satu pun alat bantu belajar dari bahan beli); alat bantu belajar relevan, mendorong kreativitas dan mendukung pencapaian tujuan. Benar-benar

     

ditingkatkan dan disesuaikan .

memperkaya

pembelajaran.

Reflek si (peni laian di ri) Pembelaj ara n

   
 

Refleksi dosen atas pembelajaran yang telah berlangsung (dapat berupa

Terdapat 0-3 refleksi pelajaran dan/atau ada tetapi tidak sesuai dengan SAP yang diserahkan.

Terdapat refleksi pelajaran untuk setiap SAP yang diserahkan, setiap refleksi antara 1 halaman dan sifatnya mendalam, tetapi sebetulnya dosen masih bisa lebih rinci lagi dalam mengulas setiap aspek pelajaran (misalnya persiapan, strategi pembelajaran, pengelolaan kelas, menilai kemajuan mahasiswa selama pelajaran berlangsung, dsb.) dan mengidentifikasi aspek untuk peningkatan.

-

Terdapat refleksi pelajaran untuk setiap rencana pembelajaran yang dikumpulkan, setiap refleksi

jurnal,

halaman; sebaiknya memasukkan perbandingan dengan pelajaran non-PAKEM sebelumnya.

- 1

 

antara

- 1

halaman, mendalam dan bersifat analitis. Dosen telah merefleksikan semua aspek pelajaran dan juga

 

menunjukkan kemampuannya untuk menilai dan bagaimana meningkatkan praktik pengajarannya sendiri.

Lemba r P engamata n P embelaja ran

   
 

Lembar Pengamatan Pembelajaran untuk setiap mata kuliah ( minimal 2 lembar oleh rekan sejawat, 1 lembar oleh fasilitator)

Lembar Pengamatan Pembelajaran yang ada antara 0- 3 dan/atau rubrik tersebut tidak sesuai dengan SAP yang diserahkan.

Terdapat Lembar Pengamatan Pembelajaran untuk setiap SAP yang diserahkan.

Terdapat Lembar Pengamatan Pembelajaran untuk setiap SAP yang diserahkan dan didalamnya terdapat komentar Dosen ybs atas observasi yang berlangsung.

Hasil Ka rya Maha si swa d engan Kom entar Do s en

 
 

Karya mahasiswa yang dihasilkan dari setiap pembelajaran diserahkan, masing-

Tidak ada hasil karya mahasiswa yang diserahkan untuk setiap pelajaran atau ada

Semua karya mahasiswa berkaitan dengan SAP yang diserahkan. Hasil

Semua karya mahasiswa berkaitan dengan SAP yang diserahkan. Semua

masing dari 4 contoh ada nama mahasiswa dan komentar Dosen akan kualitas karya tersebut.

karya mahasiswa tetapi tidak berhubungan dengan pelajaran yang diberikan. Tidak ada nama dan komentar Dosen dangkal atau tidak ada.

karya mahasiswa dari setidaknya tiga pelajaran menunjukkan pembelajaran aktif seperti misalnya lembar kerja hasill eksperimen, hasil karya tulisan asli, foto kebun sekolah, dsb. Ada nama mahasiswa dan komentar Dosen membantu mahasiswa memperbaiki.

karya mahasiswa yang ada merupakan hasil dari kegiatan pembelajaran aktif. Komentar Dosen atau kepsek membantu mahasiswa memperbaiki dan memotivasi mahasiswa.

Inst rumen P eni laian & P anduan P en s koran

Instrumen penilaian dan panduan penskoran untuk setiap perkuliahan//tema.

Dua atau lebih penilaian berupa tes tertulis (pen and paper tests) dan tes terutama hanya berkaitan dengan ketrampilan berpikir tingkat rendah seperti mengingat atau menghafal informasi.

Paling sedikit ada 3 jenkis penilaian non tes , seperti misalnya proyek, unjuk kerja dan produk. Jika ada tes diusahakan bersifat kontekstual dan mendorong ketrampilan berpikir tingkat tinggi, seperti misanya pemecahan masalah atau menafsirkan (interpretasi). Dosen telah membuat setidaknya satu rubrik (kriterai penialain) untuk pemberian nilai non-tes. Rubrik dapat dipahami tetapi masih tidak mudah digunakan (misalnya

Semua penilaian sifatnya non-tes, kontekstual dan menguji ketrampilan berpikir tingkat tinggi. Dosen telah membuat dua atau tiga rubrik yang jelas dan mudah digunakan, yang dimanfaatkan untuk penilaian non-tes.

kategori tidak terpisah secara jelas).

Ref l ek si t e rh a d a p P en i l a i a n

Refleksi Dosen atas instrumen penilaian dan pemberian nilai (skoring) (keefektifan, perubahan yang perlu dilakukan untuk masa mendatang)

Tidak terdapat refleksi ataupun sifatnya hanya di permukaan saja sekedar catatan kegiatan tetapi tanpa analisis atau tanpa aspek yang diidentifikasi untuk peningkatan.

Ada 4 refleksi yang berkaitan dengan materi dalam SAP. Refleksi mendalam dan analitis. Dosen dapat mengidentifikasi cara-cara dan/atau alat untuk meningkatkan penilaian di masa mendatang sesuai dengan fungsinya.

Ada 4 refleksi yang berkaitan dengan materi dalam SAP. Refleksi sifatnya mendalam dan analitis. Dosen telah mengidentifikasi cara-cara dan/alat untuk meningkatkan penilaian untuk waktu mendatang dan juga telah mengetahui cara bagaimana suatu materi dapat diajarkan. Dsen menunjukkan hubungan yang jelas antara hasil mahasiswa, penilaian yang digunakan dan pelajaran yang sebelumnya dan bagaimana pelajaran disampaikan.

HALAMAN SAMPUL PORTFOLIO

Dosen

Pimpinan ………………….

HALAMAN SAMPUL PORTFOLIO Dosen Pimpinan ………………….

Tanggal

52

JURUSAN / KETUA PROGRAM STUDI ATAU FASILITATOR ATAS PORTOFOLIO

on serahkan lembar isian ini ke Pimpinan di Jurusan anda untuk dilengkapi

Ketua Jurusan

Sekretaris Jurusan

n menyatakan bahwa da di dalamnya merupakan Ya Tidak utan.

an menyatakan bahwa lah dimasukkan dan telah

Ya

Tidak

53

tas dari hasil karya yang

g dilakukan Dosen ybs ementasikan apa yang rapan Pembelajaran Aktif

komentar anda di bawah

ni)

Tanggal

54

ENILAIAN PORTOFOLIO DBE 2 PORTOFOLIO DOSEN PEMBELAJARAN AKTIF UNTUK PERGURUAN TINGGI (ALFHE)

rikut Format untuk Menilai Hasil Portofolio Peserta.

Mata Kuliah - SKS :

Prodi/Fakultas:

Tanggal dilakukan penialaian

:

Tidak Ada
Tidak Ada
Tidak Ada
Tidak Ada
Tidak Ada
Tidak Ada
Tidak Ada
Tidak Ada

Tidak Ada

Tidak Ada

Ada

ctore SSE Belum Sangat Bukti Kompete Kompete Kompete (Apa yang membuat anda memberikan nilai tersebut
ctore SSE
Belum
Sangat
Bukti
Kompete
Kompete
Kompete
(Apa yang membuat anda memberikan nilai tersebut untuk
n
n
n
butir ini?)
n
ual)
55
 

Belum

Sangat

Bukti

Kompete

Kompete

Kompete

(Apa yang membuat anda memberikan nilai tersebut untuk

n

n

n

butir ini?)

ok)

     

ran

     

di

serta

     

untu

k

mata dan an ti itu n ai ar rika n dari
mata
dan
an
ti itu
n
ai
ar
rika
n
dari
 

Belum

Sangat

Bukti

Kompete

Kompete

Kompete

(Apa yang membuat anda memberikan nilai tersebut untuk

n

n

n

butir ini?)

PB

     

M

oran

     
dan an rti itu ai ikan n dari PBM
dan
an
rti
itu
ai
ikan
n
dari
PBM

57

 

Belum

Sangat

Bukti

 

Kompet

   
 

Kompete

e

Kompete

(Apa yang membuat anda memberikan nilai tersebut untuk

 

n

n

n

butir ini?)

oran

     

as

h

     

las

     
PT) an esua i p but han ah asil
PT)
an
esua
i
p
but
han
ah
asil

58

 

Belum

Sangat

Bukti

Kompete

Kompete

Kompete

(Apa yang membuat anda memberikan nilai tersebut untuk

n

n

n

butir ini?)

ik)

     

en

     

lah

las

     
PT) an suai M sil ik) en lah
PT)
an
suai
M
sil
ik)
en
lah

59

Kompete

n

Komp

ete

Kompete

(Apa yang membuat anda memberikan nilai tersebut untuk

n

n

butir ini?)

anda memberikan nilai tersebut untuk n n butir ini?) Belum Sangat Bukti uai an an Komentar

Belum

Belum Sangat Bukti

Sangat

Bukti

memberikan nilai tersebut untuk n n butir ini?) Belum Sangat Bukti uai an an Komentar keseluruhan:

uai

an

an

Komentar keseluruhan:

ntuk

n”

ahwa peserta :

kurang dari 70%) al 70%)

al 84% dengan subtotal untuk Sangat Kompeten lebih besar atau setara dengan 24%)

nilai kelulusan adalah Kompeten atau Sangat Kompeten

RAN 1 / PUTARAN 2

Tempat, tanggal, bulan, tahun

60

Lampiran 5 : Daftar Fasilitator ALFHE

Lampiran 5 : Daftar Fasilitator ALFHE
Dosen
Dosen