Anda di halaman 1dari 22

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

PADA KELUARGA TN. A DENGAN HIPERTENSI


DI DESA NYIUR GADING RT 01 RW 00 SIMPANG BABEKO KECAMATAN BATHIN II
BABEKO.
A. PENGKAJIAN.
Pengkajian pada keluarga Tn.A Dilakukan Hari Sabtu- minggu, 11- 12 mei 2013 di rumah Tn.A
I. Data Umum.
1. Nama KK : Tn. A
2. Umur : 45 Tahun
3. Pendidikan : SD
4. Pekerjaan : TANI
5. Alamat : Ds. Nyiur Gading Rt 01 / Rw 00 Simpang Babeko
Kecamatan Bathin Ii Babeko.
6. Komposisi Keluarga.
NO NAMA J.K Hub dgn KK Pnddkn Umur STATUS IMUNISASI Ket
BCG POLIO DPT Hepatitis
1 Tn.A L Suami SD 45 Th
2 Ny.N P Istri SPMA 42 Th
3 An.M P Anak SMA 20 Th
4 An. J P Anak SD 11 Th
5 An.F L Anak TK 6 Th
7. Genogram :
Keterangan :
: Laki laki : Klien
: Perempuan : Meninggal
: Tinggal serumah : Meninggal
Tn. A kakak beradik 6 orang, 2 orang laki-laki dan 4 orang perempuan, orang tua Tn. A 1 orang
perempuan meninggal yang laki-laki masih hidup, Tn. A ada 3 orang dari 6 saudara dan menikah
dengan Ny. N anak ke 6 dari 6 saudara, 2 orang anak laki-laki dan 3 orang perempuan dan 1
orang perempuan meninggal dunia.
8. Tipe Keluarga :
Keluarga Tn. A termasuk tipe keluarga inti (Nuclear family). Keluarga Tn. A terdiri dari Tn. A
sebagai kepala keluarga, Ny. N istri, An. M, J, F
9. Suku Bangsa.
Tn. A dari suku padang dan Ny. N dari suku melayu. Bahasa yang digunakan dalam keseharian
adalah bahasa daerah. Dalam keluarga Tn. A tidak ada pantangan atau kebiasaan yang mengikat,
terutama kaitannya dengan kesehatan.

10. Agama.
Keluarga Tn. A beragama Islam, taat dalam menjalankan ibadah. Keluarga Tn. A menganggap
bahwa agama adalah keyakinan akan adanya Tuhan dan manusia sebagai hambanya harus
mengabdi dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Keyakinan yang
dianut dalam keluarga Tn. A tidak ada yang bertentangan dengan kesehatan.
11. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Tn. A bekerja sebagai buruh pabrik dengan penghasilan Rp. 1-< 3.000.000 perbulan dan dibantu
istrimya berjualan makanan yang diterima dan pengeluaran Tn. A setiap bulan. Dari pendapatan
tersebut keluarga Tn. A menggunakannya untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
12. Aktivitas Rekreasi Keluarga.
Aktivitas rekreasi yang biasa dilakukan keluarga Tn. A adalah hanya mendengarkan musik dan
sesekali menonton TV di rumah bersama keluarga.
II. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA.
1. Tahapan Perkembangan Keluarga Saat Ini.
Saat ini keluarga Tn. A berada pada tahap keluarga mulai melepas anaknya sebagai orang
dewasa. Hal ini didukung data masih ada anak Tn. A yang belum menikah yaitu An. M, An J, An.
F.
2. Tugas Tahapan Perkembangan Yang Belum Terpenuhi.
Tugas tahapan perkembangan yang belum terpenuhi adalah membantu anak untuk mandiri
sebagai keluarga baru di masyarakat.
3. Riwayat Keluarga Inti.
Keluarga Tn. A saat ini dalam keadaan sehat, hanya Ny. N yang menderita tekanan darah tinggi.
Ny. N mengeluh pegel-pegel dan linu-linu pada persendian. Ny. N sering mengalami kepala
terasa pusing dan berat secara tiba-tiba, Satu bulan yang lalu tidak bisa bangun dari tempat tidur.
4. Riwayat Keluarga Sebelumnya.
Dari keluarga Tn. A tidak yang mengalami penyakit keturunan, Ny. N ada riwayat penyakit
keturunan. Hubungan antara keluarga dari pihak Tn. A dan Ny. N baik, tidak ada konflik.
III. Data Lingkungan.
1. Karakteristik Rumah.
Keluarga Tn. A didesa simpang babeko, dengan luas tanah 110 m2. Rumah milik sendiri,
bangunan permanen, tembok belum disemen, lantai plester, ada 3 kamar tidur, ruang tamu,
dapur, kamar mandi. Kondisi dalam rumah agak kotor dan tidak teratur. Semua ruang terdapat
jendela yang dibuka kadang-kadang saja. Sumber mata air menggunakan sumur arthritis yang
mengalir pada jam-jam tertentu. Septic tank berada di samping rumah, jarak dengan sumber air
lebih dari 10 m. Kondisi air jernih, tidak berbau, tidak berasa. Keluarga Tn. A memiliki gentong
sebagai penampung air untuk keperluan memasak. Sampah ditampung di tempat sampah di
samping rumah, yang akan dibakar jika sudah kering. Terdapat fasilitas pembuangan limbah
rumah tangga berupa selokan yang dialirkan ke sungai. Keluarga Tn. A mengetahui jika ada
lingkungan yang kotor seperti sampah yang berserakan, air yang menggenang itu semua dapat

menimbulkan penyakit. Dalam keluarga Tn. A kebiasaan membersihkan rumah setiap hari berupa
menyapu lantai.
Denah Rumah :
Keterangan :
1. Pintu depan
2. Kamar tidur 1
3. Ruang tamu
4. Kamar tidur 2
5. Sumur
6. Wc
7. Kamar mandi
8. Meja makan
9. Dapur
10. Kamar tidur 3
11. Pintu belakang
2. Karakteristik Tetangga dan Komunitasnya.
Lingkungan tetangga cukup ramah, keluarga Tn. A tinggal berdekatan dengan tetangganya.
Hubungan dengan tetangga cukup baik. Kebanyakan tetangga bermata pencaharian sebagai
Petrawat.
3. Mobilitas Geografis Keluarga.
Tn. A bersama keluarga menempati rumahnya sudah 8 tahun. Letak rumah tepat di dekat jalan
raya kampung, alat transportasi umum yang ada yaitu angkutan umum dan ojek. Sedang untuk
mobilitas, keluarga menggunakan sepeda Motor. Jarak rumah ke puskesmas 7 km.
4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi Dengan Masyarakat.
Keluarga Tn. A biasa berkumpul pada sore hari, sepulang kerja. Di lingkungan rumah ada
kegiatan rutin seperti pengajian ibu-ibu, pertemuan RT , kamling, posyandu dan kebersihan
lingkungan. Kadang-kadang Tn. A ikut pertemuan RT. Ny. N tidak pernah ikut kegiatan karena
takut jika berjalan jauh nanti jatuh. Keamanan lingkungan terjaga, hubungan antar tetangga baik.
Tn. A, Ny. N An. M, dan Ny. Sn menyadari pentingnya posyandu lansia untuk memantau
kesehatan. Tetapi kendalanya jarak posyandu yang jauh, sehingga enggan untuk datang.
5. Sistem Pendukung Keluarga.
Keluarga Tn. A tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan (askes gakin) yang dapat digunakan
untuk pengobatan dan perawatan di fasilitas kesehatan yang ada.
IV. Struktur Keluarga.
1. Pola Komunikasi Keluarga.
Komunikasi yang digunakan dalam keluarga Tn. A yaitu komunikasi terbuka, jika ada masalah
maka akan dirembuk bersama. Jika pagi tidak ada yang di rumah karena ada kesibukan

tersendiri, Jika sore hari setelah keluarga kumpul semua anggota keluarga juga biasa
bercengkeramah di ruang tamu.
2. Struktur Kekuatan Keluarga.
Tn. A sebagai kepala keluarga berperan sebagai pengambil keputusan, meskipun tetap lewat
musyawarah keluarga.
3. Struktur Peran.
Tn. A berperan sebagai kepala keluarga masih aktif bekerja mencari nafkah untuk menghidupi
keluarganya. Ny. N berperan sebagai ibu istri, An.M sebagai anak bungsu yang masih tinggal
dengan kedua orang tuanya. Ny. Sn adalah kakak Ny. S
4. Nilai dan Norma Budaya
Dalam keluarga Tn. A menekankan etika dan sopan santun dalam bergaul dengan orang lain,
saling menghormati dan menghargai, serta berani karena benar.
V. Fungsi Keluarga.
1. Fungsi Afektif.
Keluarga Tn. A termasuk keluarga yang harmonis, interaksi dalam keluarga terjalin baik. Antar
anggota keluarga saling memperhatikan, menghormati, dan menyayangi sehingga tidak ada
istilah pilih kasih.
2. Fungsi Sosialisasi.
Dalam keluarga Tn. A biasa ditanamkan kedisiplinan. Hubungan dengan tetangga baik, Tn. A
juga anggota keluarga yang lain selalu berusaha melakukan sosialisasi dengan lingkungan jika
ada waktu senggang.
3. Fungsi Perawatan Kesehatan.
a. Mengenal masalah kesehatan.
Keluarga Tn. A mengetahui kalau Ny. N menderita tekanan darah tinggi. Keluarga hanya tahu
makanan yang harus dihindari oleh Ny. N yaitu makan yang asin-asin dan daging. Ny. N jarang
mengontrolkan kesehatannya dengan alasan tidak memiliki cukup uang. Ny. N juga tidak rutin
minum obat pengontrol tekanan darah tinggi.
b. Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan.
Jika dalam keluarga ada yang sakit biasanya dibelikan obat di warung dan makan obat herbal,
tetapi jika dirasa sakitnya berat dan tidak sembuh dengan obat warung dan obat herbal maka
akan dibawa ke Puskesmas atau poliklinik 24 jam terdekat.
c. Kemampuan merawat anggota keluarga yang sakit.
Dalam keluarga belum ada yang memperingatkan Ny. N untuk memeriksa keadaannya Karena
Ny. N ada riwayat hipertensi maka Tn. A sudah berusaha untuk Ny. N Semua anggota keluarga
juga sangat memperhatikan kondisi Ny. N.
d. Kemampuan keluarga memelihara/memodifikasi lingkungan rumah yang sehat.
Kondisi rumah tidak rapi, agak kotor, dan penataan ruangan kurang serasi. Keluarga kurang tahu
bahaya akibat lingkungan yang tidak teratur bagi anggota keluarga yang sudah lanjut usia.
e. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas/pelayanan kesehatan di masyarakat.
Tn. A mengatakan kebiasaan keluarga akan berobat ke Puskesmas atau pelayanan kesehatan lain

jika dirasa sakitnya berat dan tidak sembuh dengan obat yang dibeli di warung dan obat herbal.
Tn. A dan Ny. N tidak memiliki kartu JPS atau Askes Gakin.
4. Fungsi Reproduksi.
Saat ini Ny. N sudah mengalami penyakit hipertensi. An. M belum menikah, kedua orang tua
berharap An.M segera mendapatkan pendamping hidup.
5. Fungsi Ekonomi
Semua pendapatan yang ada digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari. Dari makan, listrik,
air, dan hal-hal yang tidak terduga. Dengan pendapatan yang pas-pasan tersebut keluarga tidak
dapat menabung.
VI. Stress Dan Koping Individu.
1. Stressor Jangka Pendek dan jangka panjang.
Bagi keluarga Tn. A saat ini yang masih menjadi pikiran adalah anaknya, An. M yang belum
menikah dalam usia 20 tahun. Tn. A maupun Ny. N ingin agar anaknya segera menikah.
2. Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Stressor.
Terkadang Tn.A maupun Ny. N sedih jika memikirkan An. M yang belum menikah.
3. Strategi Koping Konstrufktif Yang Digunakan.
Kedua orang tuanya hanya bisa pasrah dan berharap An. M segera menemukan jodohnya.
4. Strategi Adaptasi Fungsional.
Di keluarga Tn. A tidak ada yang bersifat kekerasan di dalam membina rumah tangganya.
VII. Pemeriksaan Kesehatan Tiap Individu Anggota Keluarga.
Pemeriksaan Fisik Hanya Dilakukan Pada Ny. N.
1. Kondisi umum : Kesadaran komposmentis, KU baik, T 150/120 mmHg, N 96 x/mnt, Rr 18
x/mnt, S 36 oC.
2. Kepala : Kulit kepala bersih, beruban, rambut tidak mudah dicabut.
3. Mata : Mata kiri sudah tidak bias melihat, mata kanan masih bisa melihat, konjungtiva merah
muda, pupil isokor.
4. Hidung : Septum di tengah, tidak ada discharge, penciuman normal.
5. Telinga : Kedua telinga simetris, masih bias mendengar dengan jelas, kotor, tampak serumen.
6. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid juga vena jugularis.
7. Dada : Bentuk simetris, suara napas vesikuler, tidak ada suara napas tambahan, BJ I II
murni, tidak terdengar gallop, perkusi sonor.
8. Perut : Simetris, kenyal, tidak ada bekas luka, peristaltik terdengar normal, tidak kembung,
tidak teraba massa.
9. Genitalia : Tidak ada keluhan, normal-normal saja.
10 Anus : Tidak ada hemoroid, tidak ada keluhan.
11 Extremitas : Reflek hamer positif, reflek babinski negatif, tampak deformitas pada kedua
kaki, klien tampak susah berjalan.
12 Kulit : Warna sawo matang, turgor kurang (keriput), kering.

VIII. Harapan Keluarga.


Tn. A berharap di dalam kelurganya dalam keadaan sehat.
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA.
1. Analisa Dan Sintesis Data.
NO DATA PROBLEM ETIOLOGI
1 DS :
Ny. N memiliki riwayat hipertensi.
Tn. A mengatakan Ny. N tidak rutin minum obat pengontrol tekanan darah tinggi.
Tn. A mengatakan kebiasaan keluarga akan berobat ke pelayanan kesehatan jika dirasa sakitnya
berat dan tidak sembuh dengan obat warung dan obat herbal.
DO :
T 150/120 mmHg, N 96 x/mnt. Risiko tinggi terhadap ketidak patuhan. Ketidakmampuan
keluarga mengenal masalah pengobat an yang diperlukan pada hipertensi.
2 DS :
Ny. N tidak pernah kontrol & minum obat.
Ny. N ke Puskesmas hanya jika sakitnya dirasa berat.
Ny. N sering memikirkan anaknya (An. M) yang belum menikah.
DO :
Keluarga hanya tahu pantangan orang hipertensi adalah makan makanan yang asin-asin dan
daging.
Pemeliharaan kesehatan Ny. N tentang diet dan gaya hidup tidak efektif. Ketidakmampuan
keluarga dalam merawat anggota keluarganya yg men derita hipertensi.
3. DS :
Ny. N memiliki riwayat hipertensi lama.
Ny. N mengeluh pegel-pegel dan linu-linu pada persendian.
Ny. N mengatakan sering kepalanya tiba-tiba pusing dan terasa berat.
Ny. N satu bulan yang lalu tidak bisa bangun dari tempat tidurnya.
DO :
T 150/200 mmHg, N 96 x/mnt.
Kondisi rumah agak kotor, tidak teratur tidak rapi, penataan ruangan < serasi. Risiko tinggi
cidera pd Ny. N. Ketidakmampuan keluarga memodifi kasi lingkungan.
2. Perumusan Diagnosis Keperawatan.
No Diagnosis Keperawatan
1. Pemeliharaan kesehatan Ny. N tentang diet dan gaya hidup tidak efektif berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menderita hipertensi.
2. Risiko tinggi terhadap ketidakpatuhan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
mengenal masalah pengobatan yang diperlukan pada hipertensi.
3. Risiko tinggi cidera pd Ny. N berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga memodifikasi
lingkungan.

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA


PADA KELUARGA TN. A DENGAN HIPERTENSI
DI DESA NYIUR GADING RT 01 RW 00 SIMPANG BABEKO KECAMATAN BATHIN II
BABEKO.
DI SUSUSN OLEH :
NAMA : GUSTI YAWATI
NIM : 101009314401058
AKADEMI KEPERAWATAN SETIH SETIO
MUARA BUNGO
TAHUN AJARAN 2012/2013
IMPLEMENTASI
No Implementasi Evaluasi
1.
2.
3. 1. bina ham dengan keluarga
2. kaji pengetahuan keluarga tentang pengetahuan hipertensi
3. beri reinforcement positif atas jawaban keluarga
4. diskusikan pengertian hipertensi dengan keluarga
5. beri kesemapatan keluarga bertanya
6. minta keluarga menyebutkan kembali
7. jawab pertanyaan keluarga
1. kaji pengethauan keluarga tentang penyebab hipertensi
2. beri reinforcement positif atas jawaban keluarga
3. diskusikan penyebab hipertensi
4. motivasi keluarga untuk mengulang kembali
5. beri reinforcement positif atas keberhasilan keluarga
1. Diskusikan tanda dan gejala hipertensi dengan keluarga
2. kesempatan keluarga bertanya
3. Jawab pertanyaan keluarga
4. Motivasi keluarga untuk mengulang kembali
5. Beri reinforcement positif atas keberhasilan keluarga

S:
Ny. N memiliki riwayat hipertensi.
Tn. A mengatakan Ny. N sudah rutin minum obat pengontrol tekanan darah tinggi.
Tn. A mengatakan kebiasaan keluarga akan berobat ke pelayanan kesehatan jika dirasa sakitnya
berat dan tidak sembuh dengan obat warung dan obat herbal.
O:
TD 150/120 mmHg,
N 96 x/mnt.
A : sudah rutin minum obat pengontrol tekanan darah tinggi.
P : lanjutkan intervensi
S:
Ny. N tidak pernah kontrol & minum obat.
Ny. N ke Puskesmas hanya jika
sakitnya dirasa berat.
Ny. N sering memikirkan anaknya (An. M) yang belum menikah.
O:
Keluarga hanya tahu pantangan orang hipertensi adalah makan makanan yang asin-asin dan
daging.
A:
Ny. N sering memikirkan anaknya (An. M) yang belum menikah.
P : intervensi di lanjutkan.
S:
Ny. N memiliki riwayat hipertensi lama.
Ny. N mengeluh pegel-pegel dan linu-linu pada persendian.
Ny. N mengatakan sering kepalanya tiba-tiba pusing dan terasa berat.
Ny. N satu bulan yang lalu tidak bisa bangun dari tempat tidurnya.

Home

About

Contact

Download

Report

Miku

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Ny. P


DENGAN HIPERTENSI
I. PENGKAJIAN (TANGGAL 09 MEI 2015)
A. Data Umum
Nama KK
: Ny. P (45 tahun)
Alamat
: RT. 06 RW. 001
Pekerjaan KK
: Petani
Pendidikan KK
: SD
Komposisi Keluarga
No Nama J
Hub Umur Pendidika
.
K dgn.
n
KK
1. Ny. A P Anak
25
S1
2.
Ny.
P Anak
20
SMA
PW

Pekerjaan

Status
Kes.

Swasta
Mahasiswa

Sehat
Seha

1. Jenis Keluarga : Orang Tua Tunggal


2. Kewarganegaraan
Ny. P dan keluarganya memiliki kewarganegaraan Indonesia, Ny. P dan Ny. PW berasal dari
suku jawa. Tidak ada budaya yang mempengaruhi kesehatan keluarga.
3. Agama
Ny. P sekeluarga menganut agama Islam. Tidak ada nilai / kepercayaan yang mempengaruhi
kesehatan keluarga.
4. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Penghasilan keluarga Rp. 1.400.000,- perbulan yang diperoleh dari hasil kerja Ny. P
sebagai penyadap karet. Penghasilan yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari
dan membayar biaya kuliah Ny. PW.
5. Aktivitas Rekreasi
Kegiatan yang dilakukan Ny. P biasanya bertani dan menyadap karet. Pada sore dan malam
hari Ny. P biasanya menonton TV bersana Ny. PW.
B. Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga
1. Tahap perkembangan keluarga saat ini : Keluarga dengan anak dewasa
2. Tahap perkembangan yang belum tercapai
Tidak ada tahap perkembangan keluarga yang belum tercapai
3. Riwayat kesehatan keluarga :
Ny. P 2 hari yang lalu mengeluh terasa pusing dan berat di bagian belakang leher. Pada saat
pengkajian tekanan darah 220/150 mmHg keluhan pusing tidak ada, namun tangan dan kaki
terasa kesemutan. Ny. P jarang memeriksakan diri ke puskesmas apa bila dirasa tidak ada
keluhan, klien akan ke puskesmas apa bila penyakitnya tidak mempan dengan obat. Ny. PW
mengatakan sehat dan tidak mengeluhkan apapun.
4. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya

Ny. P mengatakan pada saat suaminya meninggal 5 tahun yang lalu tekanan darah Ny. P
250/150 mmHg dan tidak bisa bangun selama dua hari, Ny. P di berikan obat oleh puskesmas dan
minum pepaya muda di blender sehari sekali sampai saat ini. Ny. P mengatakan ibunya juga
menderita tekanan darah tinggi.
C. Keadaan Lingkungan
1. Karakteristik Rumah
Rumah Ny. P berukuran 9 x 20 m2 yang terbagi 2 bagian. Bagian kanan terdiri dari 1 ruang
tamu, 3 kamar tidur, 1 ruang dapur, 1 kamar mandi dan bagian kiri sebuah gudang penyimpanan
padi yang menyatu dengan rumah. Rumah permanen, lantai dari tegel, ada ventilasi dan jendela.
Sumber air minum keluarga adalah air mineral, untuk mandi dan mencuci menggunakan air
PDAM. Rumah mempunyai WC yang menggunakan septic tank. Keluarga biasa memasak
dengan kompor minyak yang berada di dapur. Keluarga Ny. P mempunyai pekarangan rumah
yang cukup luas dan ditanami dengan buah dan bibit karet.
a.

R. Tamu

: Tampak bersih, terdapat ventilasi dan yang 5 jendela namun yang sering di buka hanya 3
jendela.
b. R. Tidur : Tempat tidur terbuat dari kayu dan kasur.
c. R. Dapur : Tampak bersih dan rapi, makanan ditutup
dengan tudung saji
d. MCK
: MCK terdiri dari 1 bak mandi dan 1 WC, keadaan air di dalam bak mandi tampak bersih
2. Karakteristik Tetangga
Tetangga sebelah kanan dan kiri saling memperhatikan keadaan kesehatan tetangganya.
Hubungan dengan tetangga juga baik, terkadang pada sore hari Ny. P dan tetangga sering
berkumpul di depan rumah Ny.P
3. Mobilitas Keluarga
Ny. P bersama keluarga sudah 20 tahun menempati rumahnya yang sekarang. Letak rumah
Ny. P masuk kedalam gang RT. 06 desa tirta jaya, alat transportasi klien adalah sepeda motor,
jarak antara rumah dengan puskesmas adalah sekitar 500 meter.
4. Pola Keluarga dan Interaksi Masyarakat
Ny.P dan Ny.PW aktif dalam kegiatan yasinan yang diadakan warga perumahan setiap jumat
sore.
5. Sistem Pendukung Keluarga
Jumlah anggota keluarga yang sehat ada 1 yaitu Ny.PW. Ketika salah satu anggota keluarga
dirasa sakit, maka saling membatu untuk merawat keluarga yang sakit. Jika sakit yang dialami
anggota keluarga dirasa sudah parah maka biasanya keluarga Ny.P memilih memeriksakan diri
ke Puskesmas yang jaraknya 500m dari rumah.
D. Struktur Keluarga
1. Pola komunikasi keluarga
Keluarga mengatakan komunikasi dilakukan secara musyawarah. Mereka biasa
bermusyawarah setelah selesai salat magrib ketika menonton tv. Pengambil keputusan utama
ialah Ny. P.
2. Struktur peran

Sejak suami Ny.P meninggal maka Ny.P lah yang menggantikan sebagai kepala keluarga
yang harus bertanggung jawab terhadap kehidupan keluarganya.
3. Nilai atau norma
Nilai dan norma yang berlaku dikeluarga menyesuaikan dengan nilai agama yang dianut dan
norma yang berlaku dimasyarakat. Tidak ada nilai atau norma yang mempengaruhi kesehatan.
4. Struktur kekuatan keluarga
Ny. P merupakan kepala rumah tangga yang mampu mempengaruhi dan mengubah perilaku
buruk anggota keluarga.
E. Fungsi Keluarga
1. Fungsi afeksi
Ny.P hanya tinggal berdua dengan anaknya. Interaksi dalam keluarga terjalin baik. Antar
angoota keluarga saling memperhatikan, menghormati dan menyayangi.
2. Fungsi sosial
Ny. P mengajarkan kepada keluarga bagaimana berprilaku sesuai dengan ajaran agama yang
dianut dalam kehidupan dirumah dan dilingkungan tempat tinggalnya. Keluarga mementingkan
bagaimana seharusnya menjaga satu sama lain.
3. Fungsi perawatan kesehatan
a. Mengetahui kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
Keluarga mengatakan bahwa sakit yang dialami Ny. P adalah tekanan darah tinggi. Keluarga
tahu makanan yang berpantangan dengan tekanan darah tinggi. Ny. P jarang memeriksakan
tekanan darahnya ke puskesmas.
b. Mengetahui kemampuan keluarga mengambil keputusan
Jika ada keluarga yang sakit maka biasanya keluarga membelikan obat di warung atau
memberikan obat herbal.

c.

Mengetahui kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit


Keluarga jarang memperingatkan Ny.P untuk sering periksa kepuskesmas karena Ny. P selalu
mengatakan tidak merasakan apa - apa.
d. Mengetahui kemampuan keluarga memelihara atau memodifikasi lingkungan
Keluarga mengetahui tentang upaya pencegahan penyakit yaitu dengan menjaga lingkungan
tetap bersih dan menghindari penyebab terjadinya penyakit.
e. Mengetahui kemampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan
Keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan apabila ada anggota keluarga yang
sakit namun dirasa tidak bisa lagi dirawat di rumah keluarga dapat dengan mudah menjangkau
fasilitas kesehatan karena berdekatan dengan rumah 500m. Keluarga belum mampu
memanfaatkan fasilitas yang ada karena merasa keadaan Ny.P tidak terlalu buruk dan masih
dapat ditangani di rumah.
4. Fungsi reproduksi
Ny.P mengatakan sudah berhenti ber-Kb semenjak suaminya meninggal.
5. Fungsi ekonomi

Menurut pengakuan keluarga, penghasilannya cukup memenuhi kebutuhan sehari hari dan
untuk biaya kuliah Ny. PW.
F. Stressor yang dimiliki
1. Stresor yang dimiliki
Sejak setelah suaminya meninggal, Ny. P menghidupi kebutuhan sehari hari dan kuliah
anaknya dengan hasil sadapan karet dan padi. Sejak saat itu juga tekanan darah Ny. P tinggi.
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor
Keluarga saling membantu dan mengingatkan. Ketika anaknya sering mengantarkan Ny.P ke
puskesmas pada saat Ny. P terasa sakit.
3. Strategi koping yang digunakan
Keluarga melibatkan semua anggota keluarga dalam mengambil keputusan dan saling
bekerja sama.
4. Strategi adaptasi yang disfungsi : -

G. Pemeriksaan Fisik
Px. Fisik
TD
Nadi
Suhu
RR
Kepala

Ny. P
220/150 mmHg
88 x/mnt
36.8 C
21 x/menit
Simetris, tidak ada nyeri
tekan,rambut

Mata

Ny. PW
130/80 mmHg
94 x/mnt
36.5 C
18 x/menit
Simetris, tidak ada nyeri

bersih, tekan,rambut bersih, warna

warna hitam
hitam
Simetris,
konjungtiva Simetris, konjungtiva tidak
tidak anemis, sklera tidak anemis, sklera tidak ikterik
ikterik,

Hidung

klien

memakai

alat bantu kacamata


Bersih, fungsi penciuman Bersih, fungsi penciuman
baik, tidak ada sekret, baik, tidak ada sekret, tidak
tidak

Telinga

ada

pernafasan ada

pernafasan

cuping

cuping hidung
hidung
Bersih, simetris, tidak ada Bersih, simetris, tidak ada
serumen,
pendengaran

fungsi serumen,

fungsi

baik pendengaran baik (menoleh

(menoleh saat dipanggil saat dipanggil nama)


Mulut

nama)
Bersih, simetris, mukosa Bersih,

simetris,

mukosa

bibir

lembab,

pengecapan
Leher

fungsi bibir

lembab,

fungsi

dan pengecapan dan mengunyah

mengunyah baik
baik
Tidak ada pembesaran Tidak

ada

pembesaran

kelenjar tiroid, tidak ada kelenjar tiroid, tidak ada


Dada

distensi vena jugularis


distensi vena jugularis
Bentuk
simetris, Bentuk simetris, Pergerakan

Paru-paru

Pergerakan dinding dada dinding dada simetris, tidak


simetris,

tidak

penggunaan

otot

ada ada penggunaan otot bantu


bantu pernafasan,

bunyi

nafas

pernafasan, bunyi nafas vesikuler.


Jantung

vesikuler.
Ictus cordis tidak tampak, Ictus cordis tidak tampak,

Abdomen

bunyi jantung I,II tunggal


bunyi jantung I,II tunggal
simetris, tidak ada nyeri simetris, tidak ada nyeri

Ekstrimitas

tekan
tekan
Tidak ada varises, tidak Tidak ada varises, tidak ada
ada

Kulit

udema.

Skala udema. Skala kekuatan otot :

kekuatan otot :5
5
Warna kulit sawo matang, Warna kulit sawo matang,
tidak ada lesi, turgor kulit tidak ada lesi, turgor kulit

Genitalia

kembali dalam < 2 detik.


kembali dalam < 2 detik.
Bersih, jenis kelamin Bersih,
jenis
kelamin
perempuan

perempuan

H. Harapan Keluarga :
Ny. P berharap klien bisa sembuh dan dapat bekerja untuk biaya kuliah anaknya, klien juga
berharap anaknya dapat lulus kuliah.

II.
DIAGNOSIS KEPERAWATAN KELUARGA
A. Analisa Data
Data
Masalah (P)
DS:

Ny. P mengatakan dulu


pernah periksa ke puskesmas
tekanan darahnya 250/150
mmHg dan tidak bisa bangun
selama dua hari.
terjadinya

Ny. P mengatakan sudah Resiko


komplikasi
hipertensi
terbiasa dengan keadaannya.

Ny. P mengatakan jarang


memeriksakan kesehatannya
dan akan membawa ke
puskesmas
apa
bila
penyakitnya sudah berat dan
tidak dapat ditangani di
rumah.

Ny. P mengatakan punya


riwayat hipertensi.

Untuk mengontrol tekanan


darahnya klien sering makan
jus pepaya muda dan
mengurangi makanan yang
asin.
Ny. P mengeluhkan sekarang
kakinya sedang kesemutan.

DO :
N = 220/150 mmHg
Rr = 22 x/menit
N = 88 x/menit
T = 36,8C
DS :
Ny. P mengatakan bahwa
anaknya sehat dan tidak
pernah menderita sakit parah
Ny. P mengatakan anaknya
rukun rukun.
Ny. P mengatakan bila
anaknya sakit maka akan
segera ke puskesmas.

Potensial peningkatan
status
kesehatan
anggota keluarga Ny.
P

Penyebab (E)

Ketidak
mampuan
keluarga
merawat
anggotanya yang sakit
karena
kurangnya
pengetahuan keluarga

DO :
Pemeriksaan fisik anggota
keluarga tidak di temukan
adanya kelainan.

B. Skoring dan Prioritas Diagnosis Keperawatan


1. Resiko terjadinya komplikasi hipertensi pada Ny. P berhubungan dengan ketidak mampuan
keluarga merawat anggotanya yang sakit karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang
hipertensi.
No
Kriteria
Skor
Pembenaran
1. Sifat masalah:
x 1 = Ny. P mengatakan mempunyai
Ancaman
riwayat hipertensi. Namun sekarang
tidak mengeluhkan apa apa.
Tekanan datrah sekarang 220/150
mmHg
2. Kemungkinan
x 2 = Ny. P mengatakan harapannya untuk
masalah dapat
dapat sembuh dan sangat berharap
diubah:
pada petugas kesehatan akan
2
Mudah
memberikan pengetahuan kesehatan
tenatang penyakitnya lebih lanjut.
3. Potensial masalah
x 1 = Keluaraga mengetahui penyakit yang
dapat dicegah:
diderita Ny.P, namun keluarga tidak
Cukup
pernah memeriksakan ke puskesmas.

4.

Menonjolnya
masalah:
Ada masalah,
tetapi tidak perlu
ditangani
Total skor

x 1 = 1 Ny. P mengatakan tidak perlu ke


puskesmas karena tidak punya
keluhan.
3

2. Potensial peningkatan status kesehatan anggota keluarga Ny. P


No
Kriteria
Skor
Pembenaran
1. Sifat masalah:
x 1 = Ny. P mengatakan tidak perlu di
Ancaman
bawa ke puskesmas karena tidak ada
keluhan apa apa, keluarganya juga
mengatakan jika penyakit ibunya
sudah berat baru akan membawa ke
puskesmas
2. Kemungkinan
x 2 = 1 Belum sadarnya Ny.PW terhadap
masalah dapat
penyakit ibunya sehingga jarang
diubah:
memeriksakan ke puskesmas apa bila
Sebagian
belum berat.

3.

Potensial masalah
dapat dicegah:
Cukup

x1=

4.

Menonjolnya
masalah:
Ada masalah,
tetapi tidak perlu
ditangani
Total skor

x1=

Keluarga Ny.P mengetahui


penyakitnya namun jarang ke
puskesmas karena tidak merasakan
keluhan apapun.
Ny. P mengatakan tidak perlu ke
puskesmas karena tidak punya
keluhan

C. Prioritas Diagnosis Keperawatan dengan Skoring


No
Diagnosa Keperawatan
.
1.
Resiko terjadinya komplikasi hipertensi pada Ny. P
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
merawat anggota yang sakit karena kurangnya
pengetahuan keluarga tentang hipertensi
2.
Potensial peningkatan status kesehatan anggota
keluarga Ny.P
D. Intervensi Keperawatan
No.
Tujuan
Tujuan Jangka
Kriteria
Dx
Jangka
Pendek
Evaluasi
Panjang
1.
Setelah di
Setelah
Verbal
berikan
dilakukan
4 Psikomot
perawatan
kali kunjungan or
selama 1
keluarga
minggu
dapat :
keluarga 1.
Memahami
dapat
tentang
merawat
hipertensi
anggota
2.
Dapat
keluarga
merawat
yang
anggota
memderita
keluarga
hipertensi
hipertensi
sehingga 3. Tekanan darah
tidak terjadi Ny.
P
komplikasi terkontrol
-

Standar
Evaluasi

Skor
3

Intervensi

keluarga
1. Jelaskan dan
mengerti
diskusikan
tentang
dengan keluarga
Penyebab tentang penyakit
hipertensi :
hipertensi
Tanda dan - Pengertian
Tanda dan
gejala
hipertensi
gejala
Faktor yang - Faktor resiko
mempengaruhi hipertensi
hipertensi
Penyebab
Komplikasi
hipertensi
Cara - Komplikasi
pencegahan
Cara
dan perawatan pencegahan dan
Keluarga perawatan
membawa Ny. hipertensi.
P
ke2.
Lakukan

puskesmas
3.

2.

Setelah
dilakukan
kunjungan
selama 1
minggu
keadaan
kesehatan
anggota
keluarga
Ny. P
meningkat

Seteah
dilakukan 4
kali kunjungan
keluarga dapat
mempertahank
an dan
meningkatkan
derajat
kesembuhanny
a

Verbal
Psikomot
or

Keluarga 1.
Ny.P tidak
pernah
mengeluhkan
penyakit yang
2.
serius

3.

E. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan


Hari/Tanggal/
No
Diagnose
Implementasi
.
keperawatan
1. Sabtu, 9 Mei 1. Membina hubungan saling S :
2015
Resiko
terjadinya

percaya
2.
Menggali
keluarga

pemeriksaan
tekanan darah
Motivasi
keluarga untuk
membawa Ny.P
berobat
ke
puskesmas.
Jelaskan pada
keluarga untuk
tetap
mempertahanka
n kesehatannya
Jelaskan kepada
keluarga tentang
pola hidup sehat
Makan tertatur
Istirahat
cukup
Olahraga
Menghindari
stress
Motivasi untuk
memeriksakan
kesehatan
secara teratur.

Evaluasi

Klien
pengetahuan

tentang

penyakit

penyakit

mengatakan
tekanan

darah

tinggi tidak boleh makan


hipertensi
komplikasi
yang asin asin
3. Berdiskusi dengan keluarga
hipertensi pada
O:
tentang tindakan tindakan
Ny. P
Keluarga nampak tertarik
keluarga
yang
sudah
berhubungan
dengan diskusi dengan
dilakukan
dengan
4.
Melakukan pemeriksaan mahasiswa
Keluarga
nampak
ketidakmampua tekanan darah
5. Menganjurkan untuk pergi ke mengerti tentnag penjelasan

n keluarga
merawat anggota

yang dijelaskan mahasiswa


TD : 220/150 mmHg

yang sakit

A:

karena

Kurangnya pengetahuan

puskesmas

kurangnya

tetang hipertensi

pengetahuan

P:
Menjelaskan

keluarga tentang

tentang

hipertensi
S:

hipertensi

Keluarga
Senin, 11 Mei
2015
Resiko

mengatakan

paham dengan penjelasan


yang disampaikan
Ny. P mengatakan
kemaren tidak sempat untuk

terjadinya

ke puskesmas.

komplikasi

O:
pada
1.
Melakukan pemeriksaan
Keluarga
dapat
Ny.
P tekanan darah
menjelaskan
kembali
2.
Penkes
keluarga
dan
pasien
berhubungan
tentang pengertian, tanda
tentang
Hipertensi
dengan
dan gejala, serta komplikasi
Pengertian
ketidakmampua
Tanda dan gejala
hipertensi
Komplikasi
TD : 200/150 mmHg
n
keluarga
Penyebab
merawat anggota
A:
Faktor resiko
hipertensi

2.

yang

sakit

Pengetahuan

karena

tekanan

kurangnya

bertambah

pengetahuan

P:

keluarga tentang
hipertensi

Pantau

darah

tentang
keluaraga

tekanan

darah

penderita
Motivasi untuk berobat
kepuskesmas

S:
Keluarga
pahan

mengatakan

dengan

penjelasan

yang disampaikan
Rabu, 13 Mei
1.
2015

Memberi

penyuluhan

Keluarga

menjelaskan

kesehatan tentang pola hidup kembali tentang pola hidup

Potensial
3.

O:

sehat :
Mengatur makanan
Mengatur istirahat
status kesehatan
Olahraga teratur
anggota keluarga
2. Mengatur tekanan darah
Ny.P
peningkatan

sehat
Tekanan darah Ny. P
160/100 mmHg
A:
Pengetahuan tentang pola
hidup bertambah
P:
Pantau status kesehatan

4.

Jumat, 15 Mei
1.
2015

Mengevaluasi
perawatan keluarga

anggota keluarga Ny. P


kunjungan S :
Ny. P mengatakan sudah
kepuskesmas

dan

Resiko

memeriksakan

terjadinya

darahnya

komplikasi

terapi :
Catopril 2x 25 mh

hipertensi

pada

Ny.

berhubungan

dan

mendapat

O:
TD 200/150 mmHg
A:

dengan

Tekanan darah Ny. P

ketidakmampua
n

tekanan

keluarga

merawat anggota
yang

sakit

masih tinggi
P:
Motivasi

karena

mengontrol

kurangnya

teratur

untuk
TD

tetap
secara

pengetahuan
keluarga tentang
hipertensi

Terminasi akhir