Anda di halaman 1dari 8

ACARA I

HAMBATAN LISTRIK
ABSTRAK
Praktikum hambatan listrik ini memiliki tiga tujuan yaitu mengetahui nilai resistor dengan
membaca kode warna dan membuktikan dengan multimeter, menentukan nilai resistor seri
dan paralel dengan cara membaca kode warna dan membuktikannya dengan multimeter, dan
membandingkan nilai resistor seri dan paralel. Resistor adlah komponen elektrik yang
berfungsi untuk memberikan hambatan terhadap aliran arus listrik dan juga resistor dapat
digunakan sebagai pembagi tegangan. Cara membaca nilai resistor adalah jika resistor
terdapat 4 gelang warna, berarti dua pita warna pertama merupakan dua digit harga resistor,
pita ketiga adalah pengali, dan pita keempat merupakan toleransi harga resistansi. Dari hasil
percobaan besar Rs yang didapatkan untuk kode warna sebesar 6,922 k ; 5,314 k ;
155,122 k ; 156,9 k ; dan 151,812 k. Untuk Rs perkaki sebesar 7,022 k ; 5,434 k ;
155,022 k ; 157 k ; dan 151,812 k. Nilai untuk Rp kode warna ialah 1,91 k ; 4,51 k ;
0,79 k ; 0,72 k ; dan 0,59 k. Untuk Rp perkaki nilainya sebesar berturut turut sebesar
1,91 k ; 4,57 k ; 0,77 k ; 0,7 k ; dan 0,58 k.
A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
1. Tujuan Praktikum
a. Mengetahui nilai resistor dengan membaca kode warna dan membuktikan dengan
multimeter.
b. Menetukan nilai resistor seri dan paralel dengan cara mebaca kode warna dan
membuktikannya dengan multimeter.
c. Membandingkan nilai resistor seri dan paralel.
2. Waktu Praktikum
Kamis, 26 November 2015
3. Tempat Praktikum
Lantai II, Laboratorium Fisika Dasar, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam, Universitas Mataram.
B. ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM
1. Alat-alat praktikum
a. Breadboard
b. Kabel multimeter
2

c. Multimeter Analog
2. Bahan-bahan praktikum
a. Resistor dengan nilai yang berbeda
C. LANDASAN TEORI
Rangkaian elektronika terdiri dari berbagai macam komponen diantaranya resistor,
kapasitor, IC ( Integrated Circuit ). Resistor adalah komponen elektrik yang berfungsi
untuk memberikan hambatan terhadap aliran arus listrik. Dalam rangkaian listrik
dibutuhkan resistor dengan spesifikasi tertentu seperti besar hambatan, arus maksimum
yang boleh dilewatkan dan karakteristik hambatan terhadap suhu dan panas. Resistor
meberikan hambatan agar komponen yang diberi tegangan tidak dialiri dengan arus yang
besar. Ia juga dapat digunakan sebagai pembagi tegangan ( Widodo, 2005 : 49 ).
Resistor dikenal ada dua macam yaitu resistor yang dibuat dari karbon dan resistor
fold. Penandaan resistor yang biasanya menggunakan pola peta warna untuk menunjkkan
resistansi. Identifikasi 4 pita adalah skema kode warna yang mengelilingi balon resistor.
Dua pita pertama merupakan dua digit harga resistansi, pita ketiga merupakan pengali
dan

pita

keempat

merupakan

toleransi.

Berikut

tabel

warna

resistor

( Anderson, 2001 : 72).


Warna
Hitam
Coklat
Merah
Jingga
Kuning
Hijau
Biru
Ungu
Abu
Putih

Angka
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Ada dua hal yang berhubungan dalam hal penggunaan resistor yaitu harga hambatan
dan daya maksimum yang dapat diterima oleh resistor bersangkutan. Jika daya
maksimum watt lebih kecil ukuran fisisnya dibandingkan dengan resistor 5 watt untuk
harga hambatan yang sama ( Sutrisno, 1979 : 69 ).
3

D. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Disiapkan 10 buah resistor di atas meja.
2. Ditentukan nilai dari 10 resistor dengan cara membaca kode warnanya.
3. Ditancapkan satu persatu resisor ke papan roti untuk mengukur nilai tahanan
resistor dengan menggunakan multimeter. Dibuktikan kebenaran pembacaan kode
warna yang telah dilakukan dengan hasil pengukuran menggunakan multimeter.
4. Disimpulkan dari langkah 1 dan 2.
5. Diulangi langkah 1 sampai 3 untuk dua buah resistor yang lainnya.
6. Dipilih 3 buah resistor yang telah diketahui nilai tahanannya. Ditncapkan 3 buah
resistor tersebut secara seri kemudian diukur dengan menggunakan multimeter
terminal awal sampai dengan akhir resistor tersebut. Gambar 1.
7. Diukur tiap-tiap kaki resistor dengan menggunakan multimeter.
8. Disimpulkan dari langkah 6 dan 7.
9. Diulangi langkah 7 sampai 8, dimana 3 buah resistor ditancapkan secara paralel.
Diukur menggunakan multimeter terminal awal sampai akhir dari resistor tersebut.
Gambar 2.

Gambar 1.

Gambar 2.
E. HASIL PENGAMATAN
1. Pembacaan Resistor
No
1
2
3
4
5
6

R (Kode warna ) k
1,8
0,022
5,1
0,012
150
3,3

R (Multimeter ) k
1,8
0,022
5,1
0,012
150
3,3
4

7
8
9
10

5,7
0,82
22
1000

5,8
0,82
22
1000

2. Rangkaian Seri
No

Rangkaian seri

1
2
3
4
5

( Multimeter ) k
7
6
155
160
155

R ( Kode warna ) k
R1
R2
R3
1,8
0,012
150
150
150

0,022
0,022
0,022
1,8
1,8

5,1
5,1
5,1
5,1
0,013

R ( Multimeter ) k
R1
R2
R3
2
0,012
150
150
150

0,022
0,022
0,022
2
1,8

5
5,4
5,2
5
0,012

3. Rangkaian Paralel
No

Rangkaian paralel

1
2
3
4
5

( Multimeter ) k
2
4,5
1
0,8
0,6

R ( Kode warna ) k
R1
R2
R3

R ( Multimeter ) k
R1
R2
R3

22
22
22
0,82
0,82

20
22
22
0,8
0,82

5,7
1000
1000
5,7
3,3

3,3
5,7
0,82
1000
5,7

5,6
1000
1000
5,8
3,2

3,
5,8
0,80
1000
5,6

F. ANALISIS DATA
1. Rangkaian Seri
a. Rangkaian seri pada Multimeter = 7 k
b. Rangkaian seri pembacaan kode warna
R1 = 1,8 k
R2 = 0,022 k
R3 = 5,1 k
Rs = R1 + R2 + R3
= 1,8 k + 0,022 k + 5,1 k
= 6,922 k
c. Rangkaian seri perkaki
R1 = 2 k
R2 = 0,022 k
R3 = 5 k
Rs = R1 + R2 + R3
= 2 k + 0,022 k + 5 k
= 7,022 k
5

Tabel Hasil Pengukuran pada Rangkaian Seri

Rs (Multimeter) k

Rs (kode warna) k

Rs (perkaki) k

o
1
2
3
4
5

7
6
155
160
166

6,022
5,134
155,122
156,9
151,812

7,022
5,434
155,022
157
151,812

2. Rangkaian Paralel
a. Rangkaian paralel pada multimeter = 2 k
b. Rangkaian pembacaan kode warna
R1 = 22 k
R2 = 5,7 k
R3 = 3,3 k
1
Rp

Rp=

= R1 + R2 + R3
R1 R2R3
R 1 R 2+ R 2 R 3+ R 1 R 3

( 22 k ) ( 5,7 k ) (3,3 k )
( 22 k )( 5,7 k )+ ( 5,7 k ) (3,3 k ) +(22 k )(3,3 k )

413,82
216,81

= 1.91 k
c. Rangkaian paralel perkaki
R1 = 20 k
R2 = 5,6 k
R3 = 3,4 k
1
Rp
=

= R1 + R2 + R3
R1 R2R3
R 1 R 2+R 2 R 3+R 1 R 3

( 20 k ) (5,6 k ) (3,4 k )
( 20 k )( 5,6 k ) + ( 5,6 k ) ( 3,4 k ) +(20 k )(3,4 k )

380,8
199,04

= 1,91 k
Tabel Hasil Pengukuran pada Rangkaian Paralel

Rp (Multimeter) k

Rp (kode warna) k

Rp (perkaki) k

o
1
2
3
4
5

2
4,5
1
0,8
0,6

1,91
4,51
0,79
0,72
0,59

1,91
4,57
0,77
0,7
0,58

G. PEMBAHASAN
Praktikum kali ini yaitu tentang hambatan listrik yang memiliki tiga tujuan yaitu
mengetahui nilai resistor dengan cara membaca dengan kode warnanya dan
membuktikannya dengan menggunakan multimete, menentukan nilai resistor seri dan
paralel dengan cara membaca kode warna dan membuktikan dengan multimeter dan
membandingkan nilai resistor seri dan paralel.
Pada percobaan pertama yaitu membandingkan nilai beberapa resistor hasil dari
pembacaan kode warna dan pembuktian dengan menggunakan multimeter. Resistor yang
dipakai sebanyak 10 buah. Cara membaca nilai resistor adalah jika pada resistor karbon
ada 4 gelang warna yang mengelilingi badan resistor, berarti dua pita pertama merupakan
dua digit harga resistor, pita ketiga ialah pengali dan pita keempat merupakan toleransi
harga resistansi. Nilai resistor yang kami dapatkan dari pembacaan kode warna berturutturut sebesar 1,8 k ; 0,022 k ; 5,1 k ; 0,012 k ;150 k ; 3,3 k ; 5,7 k ; 0,82 k ;
22 k ; dan 1000 k. Sementara itu nilai resistor yang kami dapatkan dengan
menggunakan multimeter sebesar 1,8 k ; 0,022 k ; 5,0 k ; 0,012 k ;150 k ; 3,3
k ; 5,8 k ; 0,82 k ; 22 k ; dan 1000 k. Hasil tersebut terlihat berbeda sedikit
namun tidak terlalu signifikan karena kurang ketelitian dalam pembacaan multimeter
dalam melaksanakan praktikum. Ada pula pengertian dari resistor adalah komponen yang
berfungsi untuk memberikan hambatan dan juga ia dapat digunakan sebagai pembagi
tegangan.
Pada percobaan kedua yaitu mengukur nilai resistor yang dirangkai secara seri.
Percobaan ini kami lakukan 5 kali dengan resistor yang berbeda-beda. Dalam satu kali
7

percobaan kami menggunakan tiga buah resistor. Percobaan pertama besar resistor
berdasarkan kode warna sebesar 1,8 k ; 0,022 k ; dan 5,1 k. Sementara besar resistor
berdasarkan multimeter perkakinya sebesar 2 k ; 0,022 k ; 5 k. Besar Rs yang kami
dapatkan menggunakan multimeter sebesar 7 k ; 6 k ; 155 k ; 160 k ; dan 155 k.
Rs dengan kode warna sebesar 6,022 k ; 5,134 k ; 155,122 k ; 156,9 k ; dan
151,812 k. Sementara Rs yang didapat dari penghitungan perkaki sebesar 7,022 k ;
5,434 k ; 155,022 k ; 157 k ; dan 151,812 k.
Pada percobaan ketiga yaitu mengukur nilai resistor yang dirangkai secara paralel.
Percobaan ini kami lakukan sama seperti dengan percobaan kedua, yang membedakan
hanyalah bentuk rangkaian yakni dirangkai secara paralel. Besar Rp yang didapat dengan
menggunakan multimeter sebesar 2 k ; 4,5 k ; 1 k ; 0,8 k ; dan 0,6 k. Besar Rp
dengan pembacaan kode warna sebesar 1,91 k ; 4,51 k ; 0,79 k ; 0,72 k ;dan 0,59
k. Sementara besar Rp perkaki sebesar 1,91 k ; 4,57 k ; 0,77 k ; 0,7 k ;dan 0,58
k.
H. PENUTUP
1. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa :
a. Hasil pengukuran dengan pembacaan kode warna diperoleh nilai resistansi
berturut-turut sebesar 1,8 k ; 0,022 k ; 5,1 k ; 0,012 k ;150 k ;
3,3 k ; 5,7 k ; 0,82 k ; 22 k ; dan 1000 k. Sedangkan pada pengukuran
multimeter diperoleh sebesar 1,8 k ; 0,022 k ; 5,0 k ; 0,012 k ;150 k ;
3,3 k ; 5,8 k ; 0,82 k ; 22 k ; dan 1000 k.
b. Pada rangkaian seri dilakukan 5 kali percobaan, diperoleh nilai Rs yang diukur
dengan multimeter bernilai sebesar berturut-turut 7 k ; 6 k ; 155 k ; 160
k ; dan 155 k. Pengukuran kedua dengan pembacaan kode warna besar Rs
yang didapat sebesar 6,022 k ; 5,134 k ; 155,122 k ; 156,9 k ; dan
151,812 k. Dan nilai Rs perkaki sebesar 7,022 k ; 5,434 k ; 155,022 k ;
157 k ; dan 151,812 k. Pada rangkaian paralel diperoleh nilai Rp yang
diukur menggunakan multimeter dengan perlakuan yang sama dengan
rangkaian seri, maka nilai Rp untuk multimeter sebesar 2 k ; 4,5 k ; 1 k ;
0,8 k ; dan 0,6 k. Besar Rp yang didapat dari pembacaan kode warna
sebesar 1,91 k ; 4,51 k ; 0,79 k ; 0,72 k ;dan 0,59 k. Sementara nilai
Rp yang didapat dari perhitungan perkaki yakni sebesar 1,91 k ; 4,57 k ;
0,77 k ; 0,7 k ;dan 0,58 k.
8

c. Pada rangkaian seri, tegangan pada resistor berbeda namun arus yang mengalir
sama. Sedangkan pada rangkaian paralel, tegangan pada resistor sama namun
arus yang mengalir berbeda.
2. Saran
Kepada setiap praktikan harus menguasai materi praktikum, terutama cara
membaca kode warna pada resistor, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam
pengambilan data.

DAFTAR PUSTAKA
Anderson, L.W.2001. Fisika untuk Universitas. Jakarta: Remaja Karya.
Sutrisno. 1979. Elektronika Dasar I. Bandung: ITB.
Widodo, Budiharto. 2005. Teknik Reparrasi PC dan Monitor. Jakarta: Eelex Media
Komputindo
9