Anda di halaman 1dari 2

LAPORAN PRAKTIKUM

PATOLOGI KLINIK
BLOK RESPIRASI

TES RIVALTA
I.TUJUAN
Membedakan jenis cairan tubuh transudat atau eksudat
II.

LANDASAN TEORI
Seromucin yang terdapat dalam eksudat dan tidak terdapat dalam transudat,
dalam suasana asam akan mengalami denaturasi hingga terjadi kekeruhan.
III. ALAT DAN BAHAN
a. Alat
Tabung silinder
Pipet tes
Rak tabung
b. Bahan
Aquades
Asam Asetat Glacial
Cairan pleura
IV. LANGKAH KERJA
Isi tabung erlenmeyer dengan 100 mL aquades
Tambahkan 1-2 tetes asam asetat glacial kedalam aquades sebanyak 100
mL
Teteskan 1-2 tetes cairan pleura
Amati ada atau tidaknya kekeruhan pada aquades dalam gelas ukur
tersebut
V. HASIL KEGIATAN
Cairan pleura yang ditetes kedalam asam asetat glacial memberikan hasil
berupa tidak nampaknya kekeruhan pada aquades dalam gelas ukur
tersebut ( negatif

tak tampak kekeruhan ).

VI. PEMBAHASAN
Eksudat ialah cairan dan sel yang keluar dari kapiler dan masuk kedalam
jaringan pada waktu radang.
Ciri eksudat spesifik yaitu keruh, lebih kental, warna bermacam-macam,
sering ada bekuan, kadar protein > 4,0 gr/dl, kadar glukosa kurang dari
kadar dalam plasma darah, berat jaenis > 1,018, WBC count > 1000 cell/L,
pH < 7,3, mengandung banyak sel dan sering ada bakteri. Fungsi dari
eksudat adalah sebagai respon tubuh terhadap adanya inflamasi akibat
infeksi bakteri.
Transudat terjadi sebagai akibat adanya gangguan kesetimbangan cairan
tubuh ( tekanan osmosis koloid ) dan bukan karena adanya proses
peradangan.
Ciri transudat spesifik yaitu cairan jernih, encer, kuning muda, berat jenis
< 1,018, WBC count > 1000 cell/ L, kadar glukosa sama dengan kadar
dalam plasma darah, kadar protein < 2,8 g/dl, pH > 7,3, tidak ada bekuan.
Fungsi dari transudat adalah sebagai respon tubuh terhadap adanya
gangguan sirkulasi dengan kongesti dan edema.
VII. KESIMPULAN
Cairan pleura yang diperiksa tergolong transudat karena tidak memberikan
gambaran kekeruhan.

Anda mungkin juga menyukai