Anda di halaman 1dari 6

BAB 1.

METODOLOGI

1.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan


1.1.1 Waktu Kunjungan Lapang
Kunjungan Lapang ini dilaksanakan pada tangga 8 Desember 2014 dimana
seluruh mahasiswa THP FTP-UJ angkatan 2013 beserta asisten dan dosen
pendamping berkumpul di depan Double Way UJ untuk berangkat menuju PT
1.1.2

Indofood Sukses Makmur Tbk


Tempat Kunjungan Lapang
Kunjungan Lapang ini dilaksanakan di PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang
bertempat di Jl. Raya Cangkrimanmalang KM. 32 Beji Pasuruan.

1.2 Tujuan
Tujuan dari kunjungan lapang ini antara lain :
Untuk mengetahui profil dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk
Untuk mengetahui GMP, SOP dan SSOP dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk
Untuk mengetahui penerapan system management mutu dan keamanan pangan

pada perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk


Untuk mengetahui proses produksi pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk

BAB 2. PEMBAHASAN

2.1 Profil Singkat Perusahaan Indofood


2.1.1 Sejarah

Perusahaan ini didirikan dengan nama PT Panganjaya Intikusuma berdasarkan Akta


Pendirian No.228 tanggal 14 Agustus 1990 yang diubah dengan Akta No.249 tanggal 15
November 1990 dan yang diubah kembali dengan Akta No.171 tanggal 20 Juni 1991,
semuanya dibuat dihadapan Benny Kristanto, SH., Notaris di Jakarta dan telah mendapat
persetujuan

dari

Menteri

Kehakiman

Republik

Indonesia

berdasarkan

Surat

Keputusan No.C2-2915.HT.01.01Th.91 tanggal 12 Juli 1991, serta telah didaftarkan di


Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dibawahNo.579, 580 dan 581 tanggal 5 Agustus 1991, dan
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.12tanggal 11 Februari 1992,
Tambahan No.611. Perseroan mengubah namanya yang semula PT Panganjaya Intikusuma
menjadi PT Indofood Sukses Makmur, berdasarkan keputusan Rapat Umum Luar Biasa Para
Pemegang Saham yang dituangkan dakam Akta Risalah Rapat No.51 tanggal 5 Februari 1994
yang dibuat oleh Benny Kristianto, SH., Notaris di Jakarta.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. merupakan salah satu perusahaan mie instant
dan makanan olahan terkemuka di Indonesia yang menjadi salah satu cabang perusahaan
yang dimiliki oleh Salim Group.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Cabang Bandung didirikan pada bulan Mei
1992 dengan nama PT Karya Pangan Inti Sejati yang merupakan salah satu cabang dari PT
Sanmaru Food Manufcturing Company Ltd. yang berpusat di Jakarta dan mulai beroperasi
pada bulan Oktober 1992. Pada saat itu jumlah karyawan yang ada sebanyak 200 orang
Pada tahun 1994, terjadi penggabungan beberapa anak perusahaan yang berada di
lingkup Indofood Group, sehingga mengubah namanya menjadi PT Indofood CBP Sukses
Makmur Tbk. yang khusus bergerak dalam bidang pengolahan mie instan. Divisi mie instan
merupakan divisi terbesar di Indofood dan pabriknya tersebar di 15 kota, diantaranya Medan,
Pekanbaru, Palembang, Tangerang, Lampung, Pontianak, Manado, Semarang, Surabaya,
Banjarmasin, Makasar, Cibitung, Jakarta, Bandung dan Jambi, sedangkan cabang tanpa
pabrik yaitu Solo, Bali dan Kendari. Hal ini bertujuan agar produk yang dihasilkan cukup
didistribusikan ke wilayah sekitar kota dimana pabrik berada, sehingga produk dapat diterima
oleh konsumen dalam keadaan segar serta membantu program pemerintah melalui
pemerataan tenaga kerja lokal.
2.1.2 Visi dan Misi

Visi
o Untuk menjadi suatu Total Perusahaan Solusi Makanan
Misi

o Untuk secara terus-menerus meningkatkan orang-orang kami, proses kami dan


teknologi kami
o Untuk menghasilkan mutu tinggi, inovatif, dan yang produk bisa usahakan
lebih disukai oleh pelanggan
o Untuk memastikan ketersediaan produk kami ke pelanggan yang domestically
dan secara internasional.
2.2 Hasil Pengamatan dan Analisa Data
2.2.1 Analisa Sistem HACCP pada Indofood
PT Indofood Sukses Makmur Tbk memiliki Sertifikat Hazard Analysis Critical
Control Point Tepung,
(HACCP) air,
dandan
Sertifikat
bumbuhalal yang berlaku untuk semua

produk

internasional pada akhir tahun 2008. Sertifikat PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yaitu
pencampuran
setifikat HACCP ISO 22000:2005
(Hazard Analytical Crtical Control) Risiko Reputasi
Terkait Isu Keamanan Pangan.
pengepresan
2.2.2 SOP, SSOP yang diterapkan pada perusahaan Indofood
2.2.3 Sistem ISO pada perusahaan
Pembentukan untaian
Pada 21 Maret 1998 PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. memperoleh
sertifikat manajemen mutu ISO versi 9001 yang diserahkan di Jakarta pada 3 Maret
1999. Kemudian pada 5 Februari 2004 PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
Pengukusan , 65oC
diperoleh sertifikasi ISO 9001:2000 (ISO 9001 versi 2000) dari badan akreditasi SGS
International of Indonesia. Hal ini ditunjukan melalui slogan yang terdapat pada logo
Pencetakan
Indofood The Symbol of Quality
Foods atau Lambang Makanan Bermutu yang
mengandung konsekuensi hanya produk bermutulah yang dihasilkan. Produk bermutu
tidak hanya dibuat dari bahan baku pilihan, tetapi diproses secara higienis dan
Penggorengan
memenuhi unsur kandungan gizi
dan halal.

Pendinginan

pengemasan
2.2.4 Diagram Alir produk dan jenis produk yang dihasilkan
Penyimpana
a. Diagram Alir Produk Mie Instan
n

distribusi

Tahapan

pembuatan

mie

terdiri

dari

tahap

pencampuran

(mixing),

pengepresan, pembentukan, pengukusan (steaming), pencetakan, penggorengan (frying),


pendinginan (cooling), pengemasan (packing), penyimpanan serta distribusi.
Tahap pencampuran bertujuan agar hidrasi tepung dengan air berlangsung secara
merata dan menarik seratserat gluten. Untuk mendapatkan adonan yang baik harus
diperhatikan jumlah penambahan air (2838%), waktu pengadukan (1525 menit), dan suhu
adonan (24400C) (Anonim, 2008).

Proses roll-pressing/roll-sheeting (pembentukan

lembaran)

bertujuan

untuk

menghaluskan serat - serat gluten dan membuat lembaran adonan. Pasta yang dipress
sebaiknya tidak bersuhu rendah yaitu kurang dari 250C, karena pada suhu tersebut
menyebabkan lembaran pasta pecah-pecah dan kasar. Mutu lembaran pasta yang
demikianakan menghasilkan mie yang mudah patah. Tebal akhir pasta sekitar 1,22
mm.

Di

akhir

proses pembentukan lembaran, lembar adonan yang tipis dipotong

memanjang selebar 12 mm dengan roll pemotong mie, dan selanjutnya dipotong melintang
padapanjang tertentu, sehingga dalam keadaan kering menghasilkan berat standar (Anonim,
2008).
Setelah pembentukan mie dilakukan proses pengukusan. Pada proses ini terjadi
gelatinisasi pati dan koagulasi gluten sehingga dengan terjadinya dehidrasi air dari gluten
akan menyebabkan timbulnya kekenyalan mie. Hal ini disebabkan oleh putusnyaikatan
hidrogen, sehingga rantai ikatan kompleks pati dan gluten lebih rapat. Pada waktu sebelum
dikukus, ikatan bersifat lunak dan fleksibel, tetapi setelah dikukus menjadi keras dan kuat
(Anonim, 2008). Pengukusan dengan pemanasan akan mengakibatkan perombakan struktur
pati dan penurunan integritas granula sehingga terjadi gelatinisasi. Secara alami senyawa pati
bersifat tidak larut dalam air tetapi menyerap air 1530%. Dengan peningkatan suhu, ikatan H
antara molekul amilosa dan molekul air cenderung lepas. Molekul air pada tingkat energi
lebih tinggi dapat memperlemah struktur pati dan secara bertingkat terjadi hidrolisis molekul
pati. Selama mengembang granula pati melepaskan amilosa dan beberapa molekul
amilopektin yang mempunyai derajat polimerisasi lebih kecil dan meninggalkan granula
secara difusi (Kerr, 1950).
Setelah pengukusan, mie digoreng dengan minyak pada suhu 140150C selama
60-120 detik. Tujuannya agar terjadi dehidrasi lebih sempurna sehingga kadar airnya
menjadi 3%5%. Suhu minyak yang tinggi menyebabkan air menguap dengan cepat dan
menghasilkan pori-pori halus pada permukaan mie, sehingga waktu rehidrasi dipersingkat.
Teknik tersebut biasa dipakaidalam pembuatan mie instan (Anonim, 2008).
Setelah digoreng, mie ditiriskan dengan cepat hingga suhu 40C dengan kipas
angin yang kuat pada ban berjalan. Proses tersebut bertujuan agar minyak memadat dan
menempel pada mie. Selain itu juga membuat tekstur mie menjadi keras. Pendinginan
harus

dilakukan sempurna,

karena

tumbuhnya jamur (Anonim, 2008).

jika

uap air berkondensasi akan menyebabkan

Setelah semua tahap dilakukan dilakukan pengemasan untuk melindungi produk akhir
tersebut dan dilakukan penyimpanan. Dan pada tahap akhir produk yang dihasilkan tersebut
di distribusikan melalui agen-agen.
b. Jenis produk yang dihasilkan PT Indofood Sukses Makmur Tbk

Indomie
Indomie Special
Indomie Vegan
Indomie Regional Flavor
Indomie Kriuk
Indomie Jumbo
Indomie SQN
Indomie Paket
Supermi Reguler
Supermi Sedaaap
Supermi Go Series
Sarimi
Sarimi Extra Besar
Sakura
Intermi
POP Mie
Mie Telor
Anak Mas
POP Bihun Spesial

BAB 3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran