Anda di halaman 1dari 66

PEMERINTAH KOTA PADANG

DINAS PENDIDIKAN

SMK DHUAFA NUSANTARA PADANG


FORMULIR

BAHAN AJAR/HAND OUT MESIN FRAIS

Edisi
Revisi
Berlaku Efektif
Halaman

01
01
november 2014
1 dari 66 Halaman

B. KEGIATAN BELAJAR
1.

Kegiatan Belajar 1
Tindakan Keselamatan Kerja Pada Mesin Frais
a. Tujuan Kegiatan pembelajaran
1) Siswa dapat melakukan pencegahan sendiri tentang resiko dan bahaya pada
mesin frais.
2)

Siswa dapat Menentukan dan menggunakan alat keselamatan kerja


pelindung tubuh sewaktu bekerja dengan mesin frais .

3) Siswa dapat mengoperasikan mesin frais sesuai dengan prosedur dan


keselamatan kerja.
4) Siswa dapat melaksanakan prosedur keselamatan kerja yang benar pada
mesin frais.
b .Uraian Materi
1)

Mengidentifikasi bahaya dan resiko pada mesin frais beserta cara


mengatasinya.
Mesin frais adalah mesin perkakas dengan gerak utama berputar (pisau
berputar) pada sumbu yang tetap, dan benda

kerja bergerak melintasi

cutter. Bahaya-bahaya yang sering terjadi antara lain :


a) Mata terkena chip (tatal).
Untuk menghindari mata kemasukan chip maka setiap melakukan
pekerjaan harus memakai kaca mata. Apalagi kerja dengan mesin frais,
dimana pisau berputar pada poros yang tetap sedangkan benda kerja
hanya bergerak melintasi pisau. Oleh karena itu biar mata aman dari
1

chip yang berterbangan maka harus memakai kaca mata sesuai dengan
keselamatan kerja.
b) Tangan terkena cutter pisau frais. Untuk menghindari tangan anda
terkena pisau frais, maka jika ingin mengambil bagian, melihat, dan
membersihkan tatal yang dekat dengan pisau maka lebih baik putaran
poros dimatikan.
c) Tangan terkena chip.
Biasanya bahaya seperti ini terjadi pada waktu kita membersihkan tatal
seusai kerja pada mesin frais. Untuk mengatasi resiko ini maka
gunakanlah kuas untuk membersihkan.
2) Mengidentifikasi dan menggunakan alat keselamatan kerja

pada mesin

frais.
a. Keselamatan Operator
Untuk menjamin keselamatan operator, operator harus menggunakan
peralatan keselamatan kerja seperti :
Pakaian Kerja
Pakaian kerja yang dipakai operator harus mempunyai syarat-syarat
sebagai berikut :
-

Tidak mengganggu pergerakan tubuh operator

Tidak terasa panas waktu dipakai.

Gbr.2. Pakaian Kerja


2

Sepatu kerja
Sepatu harus benar-benar dapat memberikan
perlindunganterhadap

kaki

kita. Berdasarkan standart yang telah

ditentukan, sepatu kerja terbuat dari bahan kulit, sedangkan alas terbuat
dari karet yang elastis tetapi tidak mudah rusak karena berinteraksi
dengan minyak pelumas (oli). Untuk bagian ujung sepatu masih dilapisi
dengan pelat besi yang digunakan untuk melindungi kaki jika terjatuh
oleh benda-benda yang berat.

Gbr.2 Sepatu Kerja

Gb.3 . Sepatu Kerja


Kaca Mata
Kaca mata digunakan untuk melindungi mata dari chip-chip yang
berterbangan pada saat kerja di mesin frais. Oleh karena itu kaca mata
yang dipakai oleh operator harus memenuhi syarat-syarat berikut :
- Mampu menutup seluruh bagian-bagian mata dari kemungkinan
terkena chip.
- Tidak mengganggu penglihatan operator
- Memiliki lubang sebagai sirkulasi udara kemata.

Gbr.3 Kaca Mata

Gb.4. Kaca Mata Pengaman


3) Memilih alat keselamatan kerja yang benar pada waktu kerja dengan mesin
frais.
Untuk menjaga keselamatan kita pada waktu bekerja dengan mesin frais
maka kita harus benar-benar dapat memilih alat keselamatan kerja tersebut.
Alat keselamatan kerja yang kita pakai harus benar-benar mampu
melindungi kita dari semua bahaya yang terjadi walaupun itu tidak dapat
berjalan 100 %. Cara memilih alat keselamatan kerja harus sesuai dengan
syarat utama yang harus dimiliki oleh tiap-tiap alat tersebut. Antara lain :
a) Pakaian kerja
- Tidak merasa panas jika dipakai.
- Tidak mengganggu gerakan tubuh.
b) Sepatu kerja
- Tidak licin waktu dipakai
- Mampu melindungi kaki dari chip yang jatuh dan benda-benda yang
lain.
- Alas kaki tidak mudah rusak karena berinteraksi dengan minyak
pelumas.
c) Kaca mata
- Tidak mengganggu penglihatan jika dipakai.
- Mempunyai lubang sirkulasi udara.

Rangkuman
Setelah kita mampu mengidentifikasi semua bahaya yang terdapat pada
kerja frais. Maka kita juga harus mampu, menetukan alat keselamatan kerja
yang sesuai dengan standart keselamatan kerja dan mengatasi bahaya itu
sendiri. Disamping itu alat tersebut juga harus mampu melindungi kita terhadap
semua bahaya yang mungkin saja terjadi.

d Tugas
1) Lakukan kegiatan observasi di industri terdekat yang terdapat mesin frais.
Kemudian amati apakah pekerja di industri tersebut telah memakai semua
peralatan keselamatan

kerja

untuk mesin frais

yang

telah

distandartkan.
e

Test
1) Peralatan keselamatan kerja apakah yang harus dipakai jika kita mengefrais
bahan dari besi tuang.
2) Mengapa alas kaki (sepatu) harus tahan terhadap oli (minyak pelumas).
3) Sebutkan cirri-ciri kaca mata yang sesuai dengan standart keselamatan
kerja.

Jawaban Test Formatif


1) - Pakaian kerja
- Masker
- Kaca mata
2) Karena pada lantai bengkel banyak terdapat oli (minyak pelumas) sisa-sisa
pengisian pada mesin atau tumpahan yang tak disengaja.
3) -

Mampu menutup semua bagian-bagian mata.

Bahan untuk kacanya tidak mengganggu penglihatan (kabur)

Memiliki lubang sebagai saluran sirkulasi.

Lembar Kerja
Berikut ini adalah lembar kerja yang digunakan oleh siswa sewaktu observasi
di industri :
5

DATA HASIL OSERVASI DI INDUSTRI


Nama
No.Induk
Kelas
Nama industri
Alamat

: ..
: ..
: ..
: ..
: ..

NO Jenis Pekerjaan

Alat

Bahan

Gambar
Kerja

2.

Kegiatan Belajar 2 Menentukan Persyaratan Kerja


a. Tujuan
1) Siswa dapat mengidentifikasi gambar kerja beserta spesifikasinya.
2) Siswa dapat menentukan langkah-langkah kerja.
3) Siswa dapat menentukan peralatan yang diperlukan dalam membuat suatu
benda kerja dengan mesin frais.
4) Siswa dapat menentukan peralatan bantu (cutter dan alat ukur) yang
digunakan pada waktu bekerja dengan mesin frais.
b Uraian Materi
1) Memilih alat bantu yang digunakan.
Pada mesin frais banyak sekali terdapat peralatan bantu yang digunakan
untuk membuat benda kerja. Antara lain :
a) Ragum (catok)
Benda kerja yang akan dikerjakan dengan mesin frais harus dijepit
dengan kuat agar posisinya tidak berubah waktu difrais. Berdasarkan
gerakannya ragum dibagi menjadi 3 jenis yaitu :
(1) Ragum biasa
Ragum ini digunakan untuk menjepit benda kerja yang bentuknya
sederhana . Ragum ini dapat dipasang sejajar atau membuat sudut
90 terhadap spindle.

Gb.5. Ragum Mesin ( biasa )

(2) Ragum Putar


Ragum ini digunakan untuk menjepit benda kerja yang dapat
membentuk sudut terhadap spindle.Bentuk ragum ini sama dengan
ragum biasa tetapi pada bagaian bawahnya terdapat alas yang
dapat diputar 3600

Gb.6. Ragum Putar

(3) Ragum universal


Ragum ini mempunyai dua sumbu perputaran, sehingga dapat
diatur letaknya secara datar dan tegak.

Gb.7. Ragum Universal

b) Kepala pembagi (dividing head)


Kepala pembagi (dividing head) adalah peralatan mesin frais
yang digunakan untuk membentuk segi-segi yang beraturan pada
poros benda kerja . Pada peralatan ini biasanya dilengkapi
dengan plat pembagi yang

berfungsi untuk membantu

pembagian yang tidak dapat dilakukan dengan pembagian


langsung.
Spindle

Engkol
Piringan
pembagi

Gb.8. Kepala Pembagi ( Deviding Head )

c) Kepala lepas
Alat ini digunakan untuk menyangga benda kerja yang ikerjakan
dengan dividing head. Sehingga waktu disayat enda kerja tidak
terangkat atau tertekan ke bawah.

Gb.9. Kepala Lepas

d) Meja Putar ( Rotary Table )


Rotary table digunakan untuk membagi jarak-jarak lubang , alur
alur radius (melingkar) dan bentuk-bentuk segi banyak.

Skala
utama

Skala
nonius

Gb. 10. Rotary Table

e) Adaptor
Bagian ini adalah tempat dudukan (pengikatan) cutter sebelum
dimasukkan ke sarung tirus pada sumbu utama.

Gb. 11. Adaptor


f) Arbor beserta cincin dan dudukan penyangga
Cutter pada mesin frais horizontal dipasang pada arbor yang

10

posisinya diatur dengan pemasangan cincin.

Arbor

Cincin arbor

Gb. 12. Arbor dan Cincin arbor

2) Menentukan parameter-parameter pemotongan.


Parameter-parameter yang mempengaruhi pemotongan antara lain :
a) Kecepatan Penyayatan
Pada saat proses pengefraisan berlangsung, cutter berputar memotong
benda kerja yang diam dan menghasilkan potongan atau sayatan yang
menyerupai chip, serpihan-serpihan tersebut dapat juga berbentuk
seperti serbu (tergantung dari bahan). Kemampuan mesin menghasilkan
panjang sayatan tiap menit disebut kecepatan potong (sayat), yang diberi
symbol Cs (Cutting Speed). Jika cutter mempunyai ukuran diameter
(mm) spindle dengan putaran (RPM), maka kecepatan pemotonganya
dapat dihitung dengan rumus :
Cs = . D . n
Keterangan :
Cs = Cutting Speed ( m/menit )
D = Diameter Cutter ( mm )
N = Putaran Spindle ( Rpm )
= Konstanta ( 3,14 )

11

Pada prinsipnya kecepatan pemotongan suatu material tidak dapat


dihitung secara matematis. Karena setiap material memiliki kecepatan
potong sendiri-sendiri berdasarkan karakteristiknya dan harga kecepatan
potong dari tiap material ini dapat dilihat didalam table yang terdapat
didalam buku atau referensi.Untuk lebih jelasnya mengenai harga
kecepatan potong dari tiap material dapat dilihat pada table dibawah
ini :

Tabel 2. Kecepatan Potong Untuk Beberapa Jenis Bahan.

No

Bahan Benda Kerja

Vc ( m/ menit )

Kuningan, Perunggu keras

30 45

Besi tuang

14 21

Baja >70

10 14

Baja 50-70

14 21

Baja 34-50

20 30

Tembaga, Perunggu lunak

40 70

Allumunium murni

Plastik

300 500
40 - 60

b) Kecepatan spindle
Kecepatan spindle utama dapat dihitung apabila kecepatan
penyayatan telah diketahui. Untuk itu langkah

pertama yang

harus dilakukan untuk menghitung kecepatan spindle adalah


melihat harga kecepatan potong dari bahan yang akan kita sayat
pada table/referensinya.

12

Kecepatan putar sumbu utama dapat dihitung dengan rumus :

n=

Vc .1000
.D

Keterangan :
n = Putaran Spindle (rpm )
Vc = Kecepatan potong ( m/menit )
D = Diameter cutter ( mm )
= Konstanta ( 3,14 )
c) Bahan cutter
Bahan cutter sangat berpengaruh terhadap kemampuan cutter dalam
menyayat benda kerja. Cuttermesin frais dibuat dari berbagai jenis
bahan antara lain :
(1) Unalloyed tool steel
Adalah baja perkakas bukan paduan dengan kadar karbon 0,5
1,5% kekerasannya akan hilangjika suhu kerja mencapai 250 0C,
oleh karena itu material ini tidak cocok untuk kecepatan potong
tinggi.
(2) Alloy tool steel
Adalah baja perkakas paduan yang mengandung
kromium,

vanadium

karbon

dan molybdenum. Baja ini terdiri dari

baja paduan tinggi dan paduan rendah. HSS (High Speed Steel)
adalah baja paduan tinggi yang tahan terhadap keausan sampai
suhu 6000C.

(3) Cemented Carbide


Susunan bahan ini terdiri dari tungsten atau molybdenum,
cobalt serta carbon. Cemented Carbide pemasangannya dibaut
atau dilas(patri) pada holdernya (pemegang tip). Pada suhu
9000C bahan ini masih mampu memotong dengan baik.

13

Cemented carbide sangat cocok untuk proses pengefraisan


dengan kecepatan tinggi. Dengan demikian waktu pemotongan
dapat dipersingkat putaran yang tinggi dapat menghasilkan
kualitas permukaan yang halus
d) Mata potong pisau frais (geometri pisau).
Salah satu faktor yang menentukan baik buruknya kualitas
hasil pengerjaan proses frais adalah pengerindaan permukaan
atau bidang-bidang utama dari cutter frais. Untuk pekerjaanpekerjaan khusus, cutter yang digunakan juga harus dipersiapkan
secara khusus pula. Permukaan cutter yang harus diperhatikan
pada waktu menggerinda adalah sudut tatal, sudut bebas sisi,
sudut bebas depan, sudut bebas mata potong, dan sudut bebas
belakang.

3) Menentukan jenis jenis cutter.


Cutter mesin frais baik horisontal maupun vertikal banyak sekali jenisnya
antara lain :
a) Cutter mantel
Cutter jenis ini dipakai untuk mesin frais horizontal.

Gb. 13. Pisau Mantel

14

b) Cutter alur
Digunakan untuk membuat alur-alur pada batang atau permukaan
benda lainnya.

Cutter

Benda
kerja

Gb. 14. Cuitter Alur

c) Cutter modul
Cutter ini dalam satu set terdapat 8 buah. Cutter ini dipakai untuk
membuat roda-roda gigi.

Gb. 15 . Cutter Roda Gigi

15

d) Cutter radius cekung


Cutter ini dipakai untuk membuat benda kerja yang

bentuknya

memiliki radius dalam (cekung)

Gb. 16. cutter Radius Cekung ( konvex )


e) Cutter radius cembung
Cutter ini dipakai untuk membuat benda kerja yang bentuknya
memiliki radius dalam (cekung)

Cutter

Benda
kerja

Gb. 17 . Cutter Radius Cembung ( konkav )

16

f) Cutter alur T.
Alat ini hanya digunakan untuk untuk membuat alur berbentuk T
seperti halnya pada meja mesin frais.

Gb.18 . Cutter Alur T

g) Cutter ekor burung


Cutter ini dipakai untuk membuat alur ekor burung. Cutter ini sudut
kemiringannya terletak pada sudut-sudut istimewa yaitu : 300, 450 ,600

Gb. 19 . Cutter Ekor Burung sudut 60

17

h) Cutter Jari (Endmill Cutter )


Ukuran cutter ini sangat bervariasi mulai ukuran kecil sampai ukuran
besar. Cutter ini biasanya dipakai untuk membuat alur pasak dan ini
hanya dapat dipasang pada mesin frais vertikal.

Gb. 20. Cutter Jari ( endmill Cutter )


4) Pemasangan alat bantu.
a) Pemasangan ragum
Berikut ini adalah langkah-langkah dalam memasang ragum pada
meja mesin :
(1) Periksalah ragum dalam kondisi baik dan bersih.
(2) Usahakan pemasangan ragum berada ditengah-tengah meja
mesin , hal ini bertujuan untuk mendapatkan keleluasaan kerja.
(3) Luruskan lubang baut pengikat agar bertepatan dengan alur meja
mesin.
(4) Keraskan baut-baut pengikat. Pada pekerjaan yang membutuhkan
kesejaran dan ketegaklurusan, pemasangan ragum harus didial
dahulu .
Penyetelan kesejajaran ragum tersebut dapat dilakukan
dengan menggunakan dial indikator dengan langkah-langkah
sebagai berikut :
(a) Ikatlah ragum pada meja mesin dengan menggunakan baut
mur pengikat

18

(b) Pasang pararel pada ragum, kemudian pasang blok magnet


dial indikator pada badan mesin.
(c) Sentuhkan poros dial indikator pada sisi pararel.
(d)

Gerakan meja mesin sejalan dengan sisi pararel

yang

dipasang pada ragum.


(e) Periksa besarnya penyimpangan kesejajaran dengan melihat
gerakan jarum dial indikator. Pukul bagian samping ragum
dengan palu plastik hingga bila meja mesin digeser
sepanjang parallel jarum dial indikator tidak bergerak (nol).
(f) Keraskan baut baut pengikat dengan tidak merubah posisi
ragum.

BLOK
MAGNET
DIAL
INDIKATOR

PARALLEL

RAGUM

Gb. 21 . Cara memeriksa kesejajaran ragum dengan dial indikator

b) Pemasangan dividing head


Pemasangan dividing head harus sejajar dengan meja mesin karena
kalau tidak benda kerja yang dihasilkan akan miring. Oleh karena itu
pada waktu memasang jarak tepi dividing head harus sama bila diukur
dari tepi

meja. Untuk lebih tepatnya dalam mancari kesejajaran

dividing head terhadap meja mesin dapat digunakan

prosedur

pengukuran seperti dibawah ini :


(1) Pastikan mandrill dan lubang spindle dalam keadaan bersih,
kemudian pasang mandril kedalam lubang spindle.

19

(2) Lepaskan hubungan gigi spindle dengan sumbu cacing.


(3) Pasang blok magnet dial indikator pada bodi mesin , sentuhkan
ujung dial pada mandril . Putar spidle dan periksa gerakan jarum
dial indikator , Jika jarum bergerak berarti belum sentris.
(4) Geser dial indikator dari ujung sampai spindle dan perhatikan
angka yang ditunjukkan oleh jarumnya, kemudian jam penunjuk
digeser lagi ke arah mandrel sambil diputar spindlenya .
(5) Kerjakan langkah ini dengan cermat sampai jarum dial indikator
tidak bergerak lagi. setelah jam penunjuk tidak bergerak sama
sekali waktu digeser maka setting kedataran telah selesai dan
keraskan semua baut-baut pengikatanya.
c. Rangkuman
Sebelum kita bekerja dengan mesin frais, maka kita harus menyiapkan
beberapa peralatan yang akan kita gunakan nantinya. Disamping itu
pemilihan alat bantu juga banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari
bahan benda kerja, cara pembuatan, ketelitian dan mesin yang akan dipakai
untuk proses. Alat bantu yang digunakan pada mesin frais vertikal dan
horizontal tidak jauh berbeda, oleh karena itu biasanya peralatan ini dapat
digunakan untuk mesin hiorizontal dan

vertikal. Sedangkan untuk

menentukan parameter pemotongan tergantung pada : bahan yang disayat,


bahan alat potong, geometri cutter dan putaran spindle. Karena tiap-tiap
cutter mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. Maka dari itu pada saat
menggunakan suatu cutter kita harus benar-benar mengetahui karakteristiknya
jika cutter tersebut tidak ingin rusak. Setelah semua alat bantu dan cutter
tersebut terkumpul maka kita harus mensetting semua peralatan tersebut
dengan benar. Jika pemasangannya sudah benar maka dapat digunakan untuk
mengerjakan benda kerja.

20

d. Tugas
1. Lakukan pengamatan pada salah satu dividing head yang ada dibengkel
anda, jelaskan cara kerjanya dengan dilengkapi sketsa /gambar .
2. Lakukan pengamatan pada rotary table yang ada dibengkel anda,
berapakah ketelitiannya .

Test
1. Hitunglah putaran mesin frais jika diketahui diameter pisau endmill : 20
mm dan kecepatan potong Vc: 24 m/menit
2. Jika kita akan membuat alur sproket dengan jumlah gigi 31, berapakah
putaran engkol pembagi pada dividing head?
3. Sebutkan 6 macam cutter frais ?

21

Jawaban Test Formatif


1.
n =

n =

Vc . 1000
.D

24000
3,14. 20

n = 381,62 Rpm

2. Rumus
Nc =

Nc =

Nc = 1

I
z

40
31

9
31

jadi putaran engkolnya adalah :


satu putaran tambah 9 lubang pada sector 31
3. Peralatan yang digunakan antara lain :
a) Cutter mantel
b) Cutter jari
c) Cutter ekor burung
d) Cutter alur
e) Cutter sudut
f) Cutter radius
g) Cutter roda gigi

22

Lembar Kerja
Berikut ini adalah lembar kerja pengamatan dibengkel

DATA PENGAMATAN DIVIDING HEAD

No

Nama

: ..

Kelas

: ..

Nomor Induk Siswa

: ..

Merek

Nama Nama
Bagian Utama

Ratio

Keterangan

23

DATA PENGAMATAN ROTARY TABLE

No

Nama

: ..

Kelas

: ..

Nomor Induk Siswa

: ..

Merek

Nama-Nama
Bagian Utama

Ketelitian

Keterangan

24

3. Kegiatan Belajar 3
Melakukan Pekerjaan Dengan Mesin Frais.
a

Tujuan Kegiatan Pembelajaran


1)

Siswa dapat menerapkan langkah-langkah pengoperasian mesin mesin


frais.

2) Siswa dapat menerapkan proses produksi berdasarkan kondisi mesin,


material, alat bantu, alat potong, caliber atau alat ukur.
3) Siswa dapat menyebutkan proses pemotongan.
4) Siswa dapat menghitung putaran engkol kepala pembagi sesuai dengan
pembagian yang telah ditentukan.
5) Siswa dapat menghitung putaran skala deviding head untuk pengefraisan
dengan sudut sudut yang telah ditentukan.

b Uraian Teori
1) Langkah-langkah pengoperasian Mesin frais.
Pengoperasian

mesin

frais

pada

dasarnya

sama

dengan

pengoperasian mesin perkakas lainnya. Mesin frais digunakan untuk


membuat benda-benda kerja dengan berbagai bentuk tertentu dengan
jalan penyayatan. Dari berbagai mesin perkakas yang ada, mesin
fraislah yang mampu digunakan untuk membuat berbagai macam
bentuk komponen. Oleh sebab itu diperlukan langkah-langkah sistematis
yang perlu dipertimbangkan sebelum mengoperasikan mesin frais.
Langkah-langkah tersebut antara lain :
a) Mempelajari gambar kerja untuk menentukan langkah kerja yang
efektif dan efesien
b) Menentukan karakteristik bahan yang akan dikerjakan untuk
menentukan jenis cutter dan media pendingin yang akan digunakan.
c) Menetapkan kualitas hasil penyayatan yang diinginkan.
d) Menentukan geometri cutter yang digunakan
e) Menentukan alat bantu yang dibutuhkan didalam proses.
f) Menentukan parameter-parameter pemotongan yang berpengaruh

25

dalam prosese pengerjaan (kecepatan potong, kecepatan

sayat,

kedalaman pemakanan, waktu pemotongan dll).


2) Memahami metode pemotongan
Metode pemotongan pada kerja frais dibagi menjadi 3, antara lain :
a) Pemotongan searah
Yaitu : pemotongan yang datangnya benda kerja seiring
dengan arah putaran cutter. Pada pemotongan ini hasilnya
kurang baik karena meja (benda kerja) cenderung tertarik oleh
cutter.

Gb . 22 . Pemotongan searah

26

b) Pemotongan berlawanan arah jarum jam


Yaitu : pemotongan yang datangnya benda kerja berlawanan
deangan arah putaran cutter. Pada pemotongan ini hasilnya
dapat maksimal karena meja (benda kerja) tidak tertarik oleh
cutter.

Gb. 23. Pemotongan berlawanan arah

c) Pemotongan netral.
Yaitu : pemotongan yang terjadi apabila lebar benda yang
disayat lebih kecil dari ukuran diameter cutter. Diameter cutter
yang ideal untuk pemotongan netral adalah

1/3 kali lebih

besar dari ukuran lebar benda kerja dengan posisi pengefraisan


vertikal.

27

Arah putaran cutter

Arah gerakan benda kerja

Gb. 24. Pemotongan Netral

3) Memahami alat Bantu yang digunakan.


a) Dividing head.
Dividing head adalah peralatan mesin frais yang terdiri dari 2 bagian
utama yaitu : roda gigi cacing dan ulir cacing. Perbandingan antara
jumlah gigi cacing dengan ulir cacing nya disebut ratio. Ratio
dividing head ada dua jenis 1 : 40 dan 1 : 60, tetapi yang paling
banyak dipakai adalah 1 : 40. Posisi kedudukan dividing head dapat
diputar 900 sehingga dividing head juga dapat berfungsi sebagai
rotary table.
Dalam pelaksanaannya untuk membuat segi-segi ke-n, jika tidak
dapat

digunakan

pembagian

langsung,

pembagiannya

ini

menggunakan bantuan plat pembagi. Misal :


Jika kita akan membentuk suatu benda segi 7 beraturan. Karena
angka 7 adalah bilangan prima maka hal ini tidak dapat dibagi
langsung, melainkan harus menggunakan bantuan plat pembagi,
dengan

menghitung

putaran

engkol

kepala

pembagi

menngunakan rumus :

28

Nc =

Nc =

40
7

15

Nc = 5

21

jadi putaran engkol kepala pembagi adalah :


5 putaran ditambah 15 jarak lubang pada sector 21
b) Rotary table.
Rotary table adalah suatu alat yang digunakan untuk membagi jarak
suatu bentuk benda dalam satuan derajat sampai ketelitian detik.
Misal :
Jika kita membuat suatu sprocket dengan jumlah gigi Z = 24,
maka setiap perpindahan pemotongan gigi yang satu dengan
yang lain , skala rotary table harus diputar sebesar :

n =

n =

360
z

360
24

n = 15
jadi jarak antara gigi yang satu dengan yang sebelahnya membentuk
sudut 150

29

Rangkuman
Mesin frais adalah suatu mesin yang sangat komplek. Baik dari segi hasil
maupun dari pengoperasiannya. Untuk itu sebelum kita mengoperasikan
mesin frais, maka kita harus dapat :
1) Memahami gambar kerja untuk menentukan langkah kerja yang efektif
dan efesien.
2) Menentukan karakteristik bahan yang akan dikerjakan untuk
menentukan jenis cutter dan cairan pendingin yang akan digunakan.
3) Menetapkan kualitas hasil penyayatan yang diinginkan.
4) Menentukan geometri cutter yang digunakan
5) Menentukan alat bantu yang gunakan didalam proses pengerjaaanya.
6) Menentukan parameter-parameter pemotongan yang berpengaruh
dalam proses pengerjaan (kecepatan potong, kecepatan sayat,
kedalaman pemakanan, waktu pemotongan dll).

d Tugas
1.
2.
3.
4.
e

Kerjakan
Kerjakan
Kerjakan
Kerjakan

lembaran kerja ( job sheet ) BALOK DASAR


lembaran kerja ( job sheet ) BALOK BERTINGKAT
lembaran kerja ( job sheet ) KUNCI CHUCK
lembaran kerja ( job sheet ) ALUR RADIUS

Test
1. Sebutkan 3 macam metode pemotongan pada mesin frais !
2. Mengapa metode pemotongan searah jarang digunakan pada proses
pengefraisan ?

30

f. Jawaban test formatif


1. - Pemotongan searah
- Pemotongan berlawanan arah
- Pemotongan netral
2. Pada metode pemotongan searah , benda kerja cenderung tidak stabil
pemotongannya, karena :
a) benda kerja cenderung tertarik karena adanya kelonggaran poros ulir
meja mesin.
b) Pada pemotongan samping ,hasil sayatan akan bergelombang .
c) Bila terjadi hentakan cutter bisa pecah.

Norma Penilaian :
-Masing- masing nomor dijawab benar , mendapat score maks. 5
-Semua soal dijawab benar mendapat score 10

31

g . Lembar Kerja
Lembar Kerja : BALOK DASAR
SMK

Topik :

Kode :
BALOK DASAR

Teknik
Permesinan
Unit Kompetensi

FR. 1
Waktu : 3 jam
Tanggal :
Nama :

32

Tujuan

: Agar Siswa dapat mengoperasikan mesin frais untuk


pengerjaan balok dasar .

Alat & Perlengkapan

: 1. Mesin frais dan kelengkapannya


2. Cutter Sheell end mill
3. Kaliper dan Square line

Bahan
Keselamatan Kerja

: St. 37

25 x 25 x 25

: 1. Pergunakanlah pakaian kerja dan kaca mata

pengaman
2. Pergunakanlah alat sesuai fungsinya.

Langkah Kerja

: 1. Periksa gambar kerja dan material .


2. Pasang benda kerja pada ragum mesin dengan
landasan parallel dan pasang cutter
3. Setel putaran mesin yang sesuai.
4. Frais bidang 1 hingga rata
5. Balik benda kerja dan frais sampai memperoleh
ukuran 22 mm
6. Frais bidang 3 hingga rata
7. Balik benda kerja dan frais sampai memperoleh
ukuran 22 mm
8. Jepit benda kerja untuk pengefraisan bidang 5
diperlukan siku-siku (squre line) ,agar
mendapatkan bidang yang tegak lurus. Bidang 5
difrais hingga rata.
9. Frais bidang 6 hingga mendapatkan ukuran 22
10. Debur bagian- bagian yang tajam

Gambar Kerja : BALOK DASAR

33

22

Est. Waktu Pengerjaan : 3 jam

22

22

Debur : 0,2
N7
Tol. midlle

BALOK DASAR

Material :Ms. 25x25x25


Skala:
2:1

Digamb.
Diperik.
Dilihat.

SMK Negeri 2 Surakarta

LAT FR1

34

Lembar Penilaian

Nama Pekerjaan

: BALOK DASAR

Nama Siswa

Kelas

Nomor Induk Siswa :

Bobot

Item Penilaian

Skor Maks

Skor Hasil

Total

A. Proses
1. Penggunaan Alat
20%

2. Langkah Kerja

3. Keselamatan Kerja

5
5

4. Perawatan Mesin

B. Produk
1. Ukuran 22
2. Ukuran 22
3. Ukuran 22

70%

4. N7

15
15
15
10

5. Kesikuan

10

6. Tampilan

C. Alokasi Waktu : 3 jam


1. Sesuai Alokasi
10%

10

2. Lebih Cepat Alokasi

10

3. Tidak Sesuai Alokasi

Jumlah

100

Lembar Kerja : BALOK BERTINGKAT


SMK

Topik :

Kode :

35

BALOK BERTINGKAT
Teknik
Permesinan
Unit Kompetensi

Tujuan

LAT.FR.02
Waktu : 4 jam
Tanggal :
Nama :

: Siswa dapat mengefrais bertingkat , mengefrais alur


dan mengefrais miring.

Alat & Perlengkapan

: 1. Mesin frais dan perlengkapannya.


2. Cutter frais jari 20
3. kaliper.

Bahan
Keselamatan Kerja

: Lanjutan dari LAT FR.1


: 1. Pergunakanlah pakaian kerja dan kaca mata

pengaman
2. Periksalah baut baut pengikat sebelum
menjalankan mesin.
3. Pergunakanlah peralatan sesuai fungsinya.
Langkah Kerja

: 1. Periksalah gambar kerja dan material.


2. Pasang ragum dengan diperiksa dial indikator agar
memperoleh kesejajaran.
3. Jepit benda kerja dan pasang cutter.
4. Frais step dengan ukuran 8 x 4
5. Frais step dengan ukuran 4 x 4
6. Frais alur dengan ukuran 6 x 4
7. Frais miring 15
8. Debur bagian- bagian yang tajam

36

Gambar Kerja : BALOK BERTINGKAT


Est. Waktu Pengerjaan : 4 jam
15
10 0 ,1

22

22

15
8
22

Debur 0,2
N7
Tol. midlle

BALOK BERTINGKAT

Material :lanj.LAT FR.1


Skala:
2:1

Digamb.
Diperik.
Dilihat.

SMK Negeri 2 Surakarta

LAT FR2

37

Lembar Penilaian
Nama Pekerjaan

: BALOK BERTINGKAT

Nama Siswa

Kelas

Nomor Induk Siswa :


Bobot

Item Penilaian

Skor Maks

Skor Hasil

Total

A. Proses

20%

1. Penggunaan Alat

2. Langkah Kerja

3. Keselamatan Kerja

4. Perawatan Mesin

B. Produk

70%

1. Ukuran 15

2. Ukuran 10

3. Ukuran 8

4. Ukuran 6

5. Ukuran 5

6. Ukuran 5

7. Ukuran 4

8. Ukuran 4

9. Ukuran 15

10. N7

12. Kesikuan

13. Tampilan

C. Waktu Alokasi : 4 jam


1. Sesuai Alokasi

10

2. Lebih Cepat Alokasi

10

3. Tidak Sesuai Alokasi

Jumlah

100

38

Lembar Kerja : KUNCI CHUCK


SMK

Topik :

Kode :
KUNCI CHUCK

Teknik
Permesinan
Unit Kompetensi

LAT.FR.03
Waktu : 2 jam
Tanggal :
Nama :

39

Tujuan

: Agar Siswa dapat mengoperasikan deviding head


untuk mengefrais segi empat.

Alat & Perlengkapan

: 1. Mesin frais dan kelengkapannya


2. Cutter jari ( endmill cutter ) 20
3. Kaliper

Bahan
Keselamatan Kerja

: St. 37

25 x 150

: 1. Pergunakanlah pakaian kerja dan kaca mata

pengaman
2. Pergunakanlah alat sesuai fungsinya.
Langkah Kerja

: 1. Periksa gambar kerja dan material .


2. Pasang kepala pembagi (deviding head ) dan
cutter jari .
3. Jepit benda kerja pada kep. Pembagi
3. Setel putaran mesin yang sesuai.
4. Frais bidang 1 dengan kedalaman pemakanan 5
sepanjang 25.
5. Putar engkol kepala pembagi sebanyak 3 jarak alur
pada pembagian langsung yang beralur 12 ; atau
sama dengan 10 kali putaran engkol kep. pembagi
6. Frais bidang 2
7. Putar engkol kepala pembagi sebanyak 3 jarak
alur pada pembagian langsung yang beralur 12 ;
atau sama dengan 10 kali putaran engkol kep.
pembagi
8. Frais bidang 3 dan periksa ukuran 17
9. Putar engkol kepala pembagi sebanyak 3 jarak
alur pada pembagian langsung yang beralur 12 ;
atau sama dengan 10 kali putaran engkol kep.
Pembagi
10. Frais bidang 4 dan periksa ukuran 17
11. Debur bagian- bagian yang tajam

40

Gambar Kerja : KUNCI CHUCK


Est. Waktu Pengerjaan : 2 jam

25

17h8

17h
8

10

2 x 45

150

25

17 h 9 ( 17 0 , 043 )

Debur : 0.2
N7
Tol. midlle

KUNCI CHUCK

Material :Ms. 25X150


Skala:
2:1

Digamb.
Diperik.
Dilihat.

SMK Negeri 2 Surakarta

LAT FR.3

41

Lembar Penilaian

Nama Pekerjaan

: KUNCI CHUCK

Nama Siswa

Kelas

Nomor Induk Siswa :

Bobot

Item Penilaian

Skor Maks

Skor Hasil

Total

A. Proses
1. Penggunaan Alat
20%

2. Langkah Kerja

3. Keselamatan Kerja

5
5

4. Perawatan Mesin

B. Produk
1. Ukuran 25
2. Ukuran 15
70%

3. Ukuran 22
4. N7

15
15
15
10

5. Kesikuan

10

6. Tampilan

C. Waktu Alokasi : 2 jam


1. Sesuai Alokasi
10%

10

2. Lebih Cepat Alokasi

10

3. Tidak Sesuai Alokasi

Jumlah

100

Lembaran Kerja : ALUR RADIUS


42

SMK

Topik :

Kode :
ALUR RADIUS

Teknik
Permesinan
Unit Kompetensi

Tujuan

LAT.FR.04
Waktu : 2 jam
Tanggal :
Nama :

: Agar Siswa dapat mengoperasikan rotary table untuk


mengefrais alur radius.

Alat & Perlengkapan

: 1. Mesin frais dan kelengkapannya


2. Cutter jari 2 bibir ( endmill cutter ) 10
3. Kaliper

Bahan
Keselamatan Kerja

: Alumunium ,

100 x 6

: 1. Pergunakanlah pakaian kerja dan kaca mata

pengaman
2. Pergunakanlah alat sesuai fungsinya.
Langkah Kerja

: 1. Periksa gambar kerja dan material .


2. Pasang rotary table dan cutter jari .
3. Jepit benda kerja pada rotary table.
3. Setel putaran mesin yang sesuai.
4. Frais bagian alur pertama dengan menembus
benda kerja, dilanjutkan dengan pemakanan
melingkar dengan memutar skala rotary table
sebesar 90
5. Frais bagian alur pertama dengan menembus
benda kerja, dilanjutkan dengan pemakanan
melingkar dengan memutar skala rotary table
sebesar 90
6. Debur bagian- bagian yang tajam

43

Est. waktu pengerjaan : 2 jam

Tebal = 6
R=5

10

150

Debur : 0,2
N7
Tol. midlle

ALUR RADIUS

Material :Ms. 10X6


Skala:
2:1

Digamb.
Diperik.
Dilihat.

SMK Negeri 2 Surakarta

LAT FR.3

44

Lembar Penilaian

Nama Pekerjaan

: KUNCI CHUCK

Nama Siswa

Kelas

Nomor Induk Siswa :

Bobot

Item Penilaian

Skor Maks

Skor Hasil

Total

A. Proses
1. Penggunaan Alat
20%

2. Langkah Kerja

3. Keselamatan Kerja

5
5

4. Perawatan Mesin

B. Produk
1. Ukuran lebar alur 10
2. Ukuran koordinat r 5
70%

3. Ukuran alur 90
4. Ukuran alur 90

15
15
15
10

5. N7

10

6. Tampilan

C. Waktu Alokasi : 2 jam


1. Sesuai Alokasi
10%

10

2. Lebih Cepat Alokasi

10

3. Tidak Sesuai Alokasi

Jumlah

100

45

4. Kegiatan Belajar 4
Pemerikasaan Komponen Berdasarkan Spesifikasinya.
a

Tujuan
1)

Siswa dapat memilih alat ukur yang sesuai dengan ketelitian yang
dikehendaki.

2) Siswa dapat melakukan pengukuran yang benar.


3)

Siswa dapat menerapkan gambar kerja dan pengukuran yang sesuai


dengan spesifikasi ukuran dan toleransi.

4) Siswa dapat mendokumentasikan hasil pengukuran.


b Uraian materi
1) Cara pembacaan toleransi.
Didalam pemesinan, bagian komponen yang telah selesai dibuat harus
mampu bebas tukar ( berpasangan ) dengan komponen yang lain. Sifat
bebas tukar hanya akan mungkin dilaksanakan jika bagian-bagian yang
bersesuaian

mempunyai 2 batas ukuran (toleransi yang tepat) Pada

prinsipnya

dalam

pembuatan

benda

kerja

pasti

terjadi

kesalahan/penyimpangan ukuran, karena itulah tidak mungkn dapat dibuat


tepat menurut ukuran yang

ditentukan. Agar kita dapat membuat

komponen yang bebas tukar maka harus diberi batasan ukuran yang
diijinkan

menyimpang

dari

ukuran

nominal/sebenarnya,

penyimpangan ukuran yang diijinkan dari ukuran yang

dimana

sebenarnya

disebut toleransi .
Contoh : penulisan toleransi 30 H 7
30 = Diameter nominal
H = Kedudukan daerah toleransi lubang
7

= Kwalitas ukuran toleransi

Ukuran yang diijinkan untuk 30 H 7 = 30,000 s/d 30,025 ( lihat table )

46

Berikut ini table harga daerah toleransi :

Keterangan tabel.
Satuan harga toleransi dalam mikron (0,001 mm)
Penyimpangan membesar yang diijinkan (upper allowence) adalah ES ; es
Penyimpanganmengecil yang diijinkan (lower allowence) adalah EI ; ei
Didalam gambar kerja, setiap toleransi sudah terdapat keterangan mengenai
batasan ukurannya. Jika harga dari batasan tersebut tidak terdapat maka dapat
dilihat seperti pada Tabel .
2) Pemilihan alat ukur sesuai dengan ketelitian yang dikehendaki
Macam-macam alat ukur yang sering digunakan untuk pengukuran komponen

47

(benda kerja ) antara lain :

a) Jangka sorong ketelitian 0,05 mm

Gb.25. Vernier Caliper ketelitian 0,05 mm

b) Jangka sorong ketelitian 0,02 mm

Gb. 26. Vernier Caliper ketelitian 0,02 mm

c) Mikrometer ketelitian 0,01 mm

Gb.27. Mikrometer ketelitian 0,01 mm

48

d) Mikrometer ketelitian 0,001 mm

Gb.28. Mikrometer ketelitian 0,001 mm

3) Metode pengukuran.
Untuk mendapatkan benda kerja yang presisi. Kemampuan melakukan
pengukuran memegang peranan yang sangat penting. Untuk melihat
berbagai ukuran dimensi benda kerja kita dapat menggunkan beberapa
jenis alat ukur.
Berdasarkan cara pembacaan skala ukurnya, alat ukur dibagi menjadi 2
yaitu :

a) Alat ukur langsung


Yaitu : alat ukur yang datanya dapat langsung dibaca pada alat ukur
tersebut contoh : jangka sorong, mikrometer, mistar, busur derajat
(protector)dll. Alat ukur ini biasanya digunakan untuk mengukur
bagian-bagian yang mudah diukur dan dijangkau oleh alat ukur
langsung.
b) Alat ukur tak langsung.
Yaitu : alat ukur yang datanya hanya dapat dibaca dengan bantuan
alat ukur langsung, contoh : telescopic gauge, inside caliper dll Alat
ukur ini dipakai untuk mengukur bagian-bagaian yang tidak dapat
dijangkau oleh alat ukur langsung.
Pada alat ukur langsung memiliki beberapa tingkatan
ketelitian. Untuk itu kita harus dapat menentukan alat ukur apa yang
49

harus kita gunakan berdasarkan tingkatan toleransi yang ingin kita


capai. Disamping alat ukur yang menentukan kebenaran dari
pengukuran adalah posisi dan sikap sewaktu melakukan pengukuran,
antara lain :
a) Lakukan pengukuran dalam keadaan mesin berhenti.
b) Letakkan sensor ukur tegak lurus terhadap bidang ukur.
c) Berilah penerangan yang cukup pada saat melakukan
pengukuran.
d) Posisi tubuh dan pandangan pada saat pembacaan skala ukur
diusahakan nyaman.
c. Rangkuman
Pemeriksaan komponen hasil pemesinan bertujuan untuk
pencapaian kualitas benda kerja , sehingga hasil produk akan
sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
Langkah-langkah yang harus perhatikan agar menghasilkan
produk yang memenuhi standar antara lain:
1) Harus memahami pengoperasian mesin frais dengan baik dan
benar.
2) Mampu menentukan cutting speed dari bahan yang akan kita
kerjakan.
3) Mampu menentukan kecepatan putar spindle sesuai dengan
ukuran diameter dan jenis cutter yang kita gunakan.
4) Dapat menentukan dan menggunakan alat ukur berdasarkan
tingkatan ketelitiannnya.
5) Mengetahui cara-cara yang tepat dan benar dalam
d. Tugas
1) Periksalah ukuran-ukuran dan tampilan benda kerja :
a) Balok Dasar ( LAT.FR.1)
b) Kunci Chuck ( LAT. FR.3 )
2) Periksalah 3 macam permukaan hasil penggerindaan ( 3 benda
kerja) yang ada di bengkel sekolah dengan alat pembanding
Rugotest !

50

e. Test formatif
1) Sebutkan 2 alat ukur tak langsung !
2) Sebutkan 5 macam alat ukur langsung !
3) Tentukan jenis alat ukur yang digunakan untuk mengukur
ukuran-ukuran dibawah ini :
a) 20 h 7

b) 15 0 , 01

0 , 2

c) 24 0 ,1

4) Apakah akibatnya bila komponen yang saling berpasangan


memiliki toleransi ukuran yang melebihi batas yang diijinkan?
5) Mengapa pada saat mengukur komponen (benda kerja) ,poros
mikrometer harus tegak lurus terhadap bidang yang diukur?
f. Jawaban test formatif :
1) Telescopic dan inside kaliper
2) Rol meter, mistar baja, kaliper, mikrometer dan dial indikator
3) a) mikrometer
b) mikrometer
c) kaliper
4) Komponen sulit diasembling secara standart.
5) Agar pengukuran lebih akurat karena mendapatkan bidang
kontak ukur yang baik.

51

BAB III
EVALUASI

A. Test Teori
a).Jawablah soal-soal berikut dengan memberi tanda silang ( x ) pada jawaban
yang anda anggap benar !
1. Kaca mata yang memenuhi syarat keselamatan kerja untuk operator mesin frais ,
kecuali :
a. Tidak mengganggu penglihatan ( bening )
b. Memiliki lubang untuk sirkulasi udara
c. Mampu melindungi terhadap beram yang masuk melalui celah kaca mata
d. Terbuat dari kaca
2. .termasuk alat alat keselamatan kerja untuk operator mesin frais ,
kecuali :
a. Kaca mata
b. Pakaian kerja
c. Sepatu kerja
d. Kaos tangan
3. Ragum mesin frais yang memiliki dua sumbu yang dapat diatur pada posisi
mendatar dan tegak adalah :
a. Ragum biasa
b. Ragum putar
c. Ragum universal
d. Ragum vertikal
4. Pada pembuatan bentuk segi lima menggunakan alat bantu :
a. Ragum mesin
b. Adaptor
c. Kepala pembagi ( deviding head )
d. Arbor
5. Pada pembuatan bentuk-bentuk alur melingkar , digunakan alat bantu :
a. Meja putar ( rotary table )
b. Adaptor
c. Arbor
d. Ragum mesin
6. Pada pemasangan cutter mantel (plain cutter) di mesin frais ,diperlukan :
a. Collet
b. Arbor
c. Adaptor
d. Mandril

52

7. Tentukan putaran mesin (rpm) jika diketahui diameter cutter endmill 20, material
st.37 dengan kecepatan potong (Vc) 24m/menit !
a. 100 rpm
b. 200 rpm
c. 400 rpm
d. 800 rpm
8. Cutter frais yang digunakan untuk pengefraisan bertingkat adalah :
a. Cutter shell endmill
b. Cutter mantel
c. Cutter roda gigi
d. Cutter alur T
9. Jenis material cutter frais yang mampu digunakan untuk putaran tinggi adalah:
a. Cemented carbide
b. HSS
c. Unalloyed tool steel
d. Alloyed tool steel
10. Pada pemasangan ragum mesin frais yang memerlukan kesejajaran ,diperlukan alat
bantu :
a. Kaliper
b. Dial indikator
c. Siku-siku (square line)
d. Mistar baja
11. Blok magnet dial indikator pada saat penyetelan kesejajaran ragum ,dipasang pada:
a. Meja mesin
b. Ragum mesin
c. Tiang/body mesin
d. Mulut ragum
12. Perlengkapan untuk penyetelan ragum mesin frais dengan dial indikator ,kecuali :
a. Palu plastik
b. Parallel
c. Kunci pas
d. Kaliper
13. Jika akan membuat alur dengan z = 30 ,maka putaran kepala pembagi adalah :
5
putaran
27
5
b. 1
putaran
20
5
c. 1
putaran
15

a. 1

d. 2 putaran

53

14. Ketelitian yang dapat dicapai alat ukur kaliper adalah


a. 0,001 mm
b. 0.002 mm
c. 0,01 mm
d. 0,02 mm
15. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur bagian benda kerja yang tidak dapat
dijangkau oleh alat ukur langsung adalah
a. Kaliber T ( telescopic )
b. Kaliper
c. Mikrometer
d. Mistar baja
b).Jawablah pertanyaan dibawah ini !
1. Sebutkan persyaratan sepatu kerja untuk operator mesin fris !
2. Sebutkan 3 macam jenis ragum mesin frais !
3. Hitunglah putaran mesin ,jika diketahui diameter cutter endmill 6mm, material
benda kerja kuningan dengan Vc = 30m/menit !
4. Hitunglah putaran engkol kepala pembagi ,jika akan mengerjakan alur z = 35 !
5. Sebutkan 5 macam cutter frais !
6. Sebutkan 2 macam metoda pemakanan pengefraisan ?
7. Berapakah ukuran yang ditunjukkan pada mikrometer dibawah ini?

B. Test Praktik
Kerjakan lembar kerja ( jobsheet ) di bawah ini :

54

Lembar kerja : BLOK V


SMK

Topik :

Kode :
BLOK V

Teknik
Permesinan
Unit Kompetensi

Tujuan

TEST.FR.01
Waktu : 6 jam
Tanggal :
Nama :

: Siswa dapat mengefrais bertingkat , mengefrais alur


dan mengefrais miring.

Alat & Perlengkapan

: 1. Mesin frais dan perlengkapannya.


2. Cutter frais jari 20
3. kaliper.

Bahan
Keselamatan Kerja

: Lanjutan dari LAT FR.1


: 1. Pergunakanlah pakaian kerja dan kaca mata

pengaman
2. Periksalah baut baut pengikat sebelum
menjalankan mesin.
3. Pergunakanlah peralatan sesuai fungsinya.
Langkah Kerja

: 1. Periksalah gambar kerja dan material.


2. Pasang ragum dengan diperiksa dial indikator agar
memperoleh kesejajaran.
3. Jepit benda kerja dan pasang cutter.
4. Frais step dengan ukuran 8 x 4
5. Frais step dengan ukuran 4 x 4
6. Frais alur dengan ukuran 6 x 4
7. Frais miring 15
8. Debur bagian- bagian yang tajam

55

Gambar Kerja : BLOK V

22
35

18

22

90

Debur : 0,2

N7
Tol. midlle

BLOK V

Material :Ms. 35x25x25


Skala:
2:1

Digamb.
Diperik.
Dilihat.

SMK Negeri 2 Surakarta

TEST.FR.1

56

Lembar Penilaian
Nama Pekerjaan

: BLOK V

Nama Siswa

Kelas

Nomor Induk Siswa :


Bobot

Item Penilaian

Skor Maks

Skor Hasil

Total

A. Proses

20%

1. Penggunaan Alat

2. Langkah Kerja

3. Keselamatan Kerja

4. Perawatan Mesin

B. Produk

70%

0, 2

1. Ukuran 35 0 ,1

10

2. Ukuran 22

3. Ukuran 22

4. Ukuran 18

5. Ukuran 8

6. Ukuran 6

0
7. Ukuran 4 0 ,1

10

9. Sudut 90

10. N7

12. Kesikuan

13. Tampilan

C. Waktu Alokasi : 6 jam


10%

1. Sesuai Alokasi

10

2. Lebih Cepat Alokasi

10

3. Tidak Sesuai Alokasi

Jumlah

100

57

SMK

Topik :

Kode :
PLANDES

Teknik
Permesinan
Unit Kompetensi

Tujuan

TEST FR.02
Waktu : 2 jam
Tanggal :
Nama :

: Siswa dapat mengoperasikan kepala pembagi untuk


pengefraisan benda kerja.

Alat & Perlengkapan

: 1. Mesin frais dan perlengkapannya.


2. Cutter frais jari two lips 8
3. kaliper.

Bahan
Keselamatan Kerja

: Lanjutan dari LAT . Bubut


: 1. Pergunakanlah pakaian kerja dan kaca mata

pengaman
2. Periksalah baut baut pengikat sebelum
menjalankan mesin.
3. Pergunakanlah peralatan sesuai fungsinya.
Langkah Kerja

: 1. Periksalah gambar kerja dan material.


2. Pasang kepala pembagi dan benda kerja pada
mandril.
3. Pasang senter tap setting benda kerja pada posisi
senter
4. Gerakkan eretan sampai pada titik pusat lubang
yang akan dibuat.
5. Pasang cutter endmill dan frais lubang tembus 8
6. Putar engkol kepala pembagi 10 kali putaran
7. Frais lubang tembus 8 yang kedua
9. Putar engkol kepala pembagi 10 kali putaran
10. Frais lubang tembus yang ketiga
11. Putar engkol kepala pembagi 10 kali putaran
12. Frais lubang tembus 6
13. Frais dengan gerakan pemotongan menuju ke
pusat sampai ukuran 10
13. Debur bagian- bagian yang tajam

58

100
20

20
Tebal : 6

3x8

150

Debur : 0,2

N7
Tol. midlle

PLANDES

Material : AL. 150x6


Skala:
1:2

Digamb.
Diperik.
Dilihat.

SMK Negeri 2 Surakarta

TES FR.2

59

Lembar Penilaian

Nama Pekerjaan

: PLANDES

Nama Siswa

Kelas

Nomor Induk Siswa :

Bobot

Item Penilaian

Skor Maks

Skor Hasil

Total

A. Proses
1. Penggunaan Alat
20%

2. Langkah Kerja

3. Keselamatan Kerja

5
5

4. Perawatan Mesin

B. Produk

70%

1. Ukuran 8

10

2. Ukuran 8

10

3. Ukuran 8

10

4. Ukuran alur 8

15

5. Ukuran 10

15

5. N7

5
5

6. Tampilan
C. Alokasi Waktu : 2 jam
1. Sesuai Alokasi
10%

10

2. Lebih Cepat Alokasi

10

3. Tidak Sesuai Alokasi

Jumlah

100

60

C. Kunci Jawaban
Soal a
e. d
f. d
g. c
h. c
i. a
Soal b

6. b
7. c
8. a
9. b
10. b

11. c
12. d
13. c
14. d
15. a

1. - Tidak licin sewaktu dipakai.


- Alas kaki tidak mudah rusak karena berinteraksi daengan minyak pelumas
- Mampu melindungi kaki dari chip yang jatuh atau benda yang lain
2. a. Ragum biasa
b. Ragum putar
c. Ragum universal
3.
n =

Vc . 1000
.d

n =

30 . 1000
3,14. 6

n = 1600 rpm
4.
nc =

i
z

nc =

40
35

nc = 1

1
7

3
21

1 putaran engkol ditambah 21 jarak lubang piringan pembagi


5. a. Cutter mantel (plain cutter)
b. Cutter jari (endmill cutter)
c. Cutter alur
d. Cutter roda gigi
e. Cutter sudut
6. Metode pemakanan searah dan pemakanan berlawanan arah
7. 11,36 mm

61

Norma penilaian :
-Soal a , setiap nomor dijawab benar, mendapat score 2
Jika semua soal dijawab benar , mendapat score 30
-Soal b, setiap nomor dijawab benar, mendapat score 10
Jika semua soal dijawab benar , mendapat score 70

Score soal a + Score soal b


Nilai Teori =

10

Nilai Akhir = 25% .Nilai Teori + 75% . Nilai Praktek

D . Kriteria Kelulusan
Peserta diklat yang dinyatakan lulus apabila mendapatkan penilaian minimal 70
dengan ketentuan :
70 79 : Memenuhi kriteria minimal, dapat bekerja denganbimbingan.
80 89 : Memenuhi kriteria minimal, dapat bekerja tanpa bimbingan.
90 100 : Di atas kriteria minimal, dapat bekerja tanpa bimbingan.

62

BAB IV
PENUTUP

Siswa yang telah memenuhi syarat batas kelulusan minimal untuk bidang teori maupun
praktik dinyatakan lulus dan telah memiliki kompetensi Mempergunakan Mesin Frais.
Kepada peserta diklat yang bersangkutan dapat melanjutkan mempelajari Mempergunakan
Mesin Frais Komplek . Sedangkan siswa yang dinyatakan belum lulus harus mengulang
kembali modul ini dan belum diperkenankan untuk mempelajari modul berikutnya.

63

Rekomendasi Penyelesaian Kegiatan Belajar


Peserta telah mengikuti pembelajaran Unit Kompetensi :
Menggunakan mesin bubut
dan kepadanya telah dilakukan penilaian dengan kesimpulan
Kompeten
sehingga berhak untuk mempelajari Unit Kompetensi berikutnya yang
dipersyaratkan.
Dibuat di

: ..

Pada Tanggal

: ..

Penilai,

_____________________

Peserta diklat,

_____________________

Komentar/Saran Penilai :

64

DAFTAR PUSTAKA

1. B.H.Amstead, Philip F.Ostwald, Myron L.Begeman, Sriati Djaprie, Ir.


Teknologi Mekanik, Erlangga, 1995
2. D. West Fitting and Course Trade Technology, Government Printer, New South
3.

Wales, 1979
D. Sugianto, Keselamatan Kerja, Politeknik Mekanik Swiss-ITB, Bandung, 1978.

4. Suha Mashuda, Teknologi Pengerjaan Logam, Media Cetak PPPG Teknologi,


Bandung, 1995.

65

Penilaian
STANDAR
Klarifikasi
Rekomend
Verifikasi
Remedial
Kegiatan
Apakah
Tidak
Ya
hasil
KOMPETE
Pembelajar
eksternal
hasilnya
internal
siswa
asi
/
belajar
NSI
penerbitan
perbaikan
(sesuai
lulus?
QA
QC
an
/GBPP
)
sertifikat
SUMBER/REFERENSI
1.
2.
3.
4.

P3GT, Buku Mengefrais Komplek P3GT. Bandung.


UNY, Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Frais,Yogyakarta
Solih Rohyana, Mesin Frais, Surabaya
Daryanto, Mesin Perkakas Bengkel, Malang

Padang,

Juli 2014

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Guru yang bersangkutan

Syamsurizal, S. Hum

Effamerismet, S.Pd

66