Anda di halaman 1dari 111

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL
31 DESEMBER 2008 DAN 2007
PT. WIJAYA KARYA (PERSERO), TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN

Nomor
Tanggal

: 13/LA-WIKA/III/2009
: 04 Maret 2009

DAFTAR ISI

Halaman

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ..

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN .

Neraca konsolidasian ..............................................................................................

Laporan laba rugi konsolidasian ................

Laporan perubahan ekuitas konsolidasian .

Laporan arus kas konsolidasian ..

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN .......................................

10

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN


NERACA KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas
Piutang Usaha
(setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu
sebesar Rp 75.920.832 tahun 2008 dan Rp.
22.071.310 tahun 2007)
Pihak Hubungan Istimewa
Pihak Ketiga
Piutang Retensi
Tagihan Bruto Pemberi Kerja
Pendapatan Yang Akan Diterima
Piutang Lain-lain
(setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu
sebesar Rp.16.627.386 tahun 2008 dan 2007)
Persediaan
Uang Muka
Pajak Dibayar Dimuka
Biaya Dibayar Dimuka
Jaminan Usaha
Jumlah Aset Lancar
ASET TIDAK LANCAR
Aset Pajak Tangguhan
Investasi Pada Perusahaan Asosiasi
Tanah Belum Dikembangkan
Aset Tetap
(setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar
Rp 169.027.814 tahun 2008 dan Rp.131.290.004
tahun 2007)
Setoran Dana Kerja Sama Operasi
Goodwill
Aset Lain-lain
Jumlah Aset Tidak Lancar

Catatan

2008

2007

2e,3

1.051.432.167

1.364.820.703

205.518.435
833.583.556
352.172.831
706.972.814
60.224.624

104.453.064
494.781.463
235.278.298
572.831.043
55.248.549

8
2i,9
2u,10
2y,11
2j,12
13

85.800.618
1.350.022.508
234.276.781
203.677.628
146.172.362
75.983
5.229.930.307

40.539.682
464.468.902
166.882.405
106.747.821
80.454.783
813.170
3.687.319.884

2y,23
2k,14
2l,15

19.708.510
21.589.497

6.597.280
1.708.240
3.441.729

16
2n,17
18
19

335.877.846
94.753.932
12.561.205
57.002.513
541.493.503

245.500.972
119.604.768
68.890.973
445.743.961

5.771.423.810

4.133.063.845

2d,4
4
2g,5
2h,2p,6
2u,7

JUMLAH ASET

Lihat catatan atas laporan keuangan kosolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari laporan keuangan secara keseluruhan

PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN


NERACA KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KEWAJIBAN LANCAR
Pinjaman Jangka Pendek
Hutang Usaha
Pihak Ketiga
Pihak Hubungan Istimewa
Hutang Lain-lain
Kewajiban Bruto Pemberi Kerja
Hutang Pajak
Uang Muka Dari Pelanggan
Biaya Yang Masih Harus Dibayar
Pendapatan Yang Diterima Dimuka
Hutang Jangka Panjang Jatuh Tempo Dalam
Satu Tahun
Hutang Obligasi-Bersih
Hutang Bank
Jumlah Kewajiban Lancar

2007

603.838.743

175.994.348

1.285.670.315
21.326.789
32.894.938
386.430
106.675.119
74.868.631
819.278.650
652.072.975

943.748.570
29.991.077
44.087.972
4.389.806
51.472.128
17.162.123
569.314.413
262.352.797

2r,27
30

23.574.000
3.620.586.590

133.443.664
2.231.956.898

2y,23
2s,28
2t,29

3.718.383
8.037.914
665.257.512

934.489
544.013.001

30

6.426.000
683.439.809

544.947.490

HAK KEPEMILIKAN MINORITAS

31

82.756.205

64.947.389

EKUITAS
Modal Saham
Modal Dasar 16.000.000.000 saham - nilai nominal
Rp. 100 (Rupiah penuh) per saham, Modal
ditempatkan dan disetor 5.846.154.000 saham tahun
2008 dan 2007
Modal saham yang diperoleh kembali disajikan
dengan nilai nominal 127.448.000 saham
Tambahan Modal Disetor
Saldo laba
Jumlah Ekuitas

32

584.615.400

584.615.400

33
34
35

(12.744.800)
565.877.973
246.892.633
1.384.641.206

577.339.779
129.256.889
1.291.212.068

5.771.423.810

4.133.063.845

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR


Kewajiban Pajak Tangguhan
Kewajiban Imbalan Pasca Kerja
Uang Muka Proyek Jangka Panjang
Hutang Bank Jangka Panjang setelah dikurangi
Bagian Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar

20
21

2008

22
2h,2p,6
2y,23
2q,24
2u,25
26

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS

Lihat catatan atas laporan keuangan kosolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari laporan keuangan secara keseluruhan

PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN


LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
PENJUALAN BERSIH
BEBAN POKOK PENJUALAN
Laba Kotor Sebelum Bagian Laba (Rugi) Proyek KSO
Laba (Rugi) Proyek KSO

2u,37
2u,38
2u,39

Laba Kotor Setelah Bagian Laba Proyek KSO

2008
6.559.077.280
6.113.046.734
446.030.546
(3.099.025)

2007
4.284.581.223
3.925.624.207
358.957.015
17.349.374

442.931.521

376.306.389

2.589.810
152.411.483
155.001.293

10.948.795
124.745.623
135.694.418

LABA USAHA

287.930.228

240.611.971

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN


Pendapatan Bunga
Laba (Rugi) Selisih Kurs Mata Uang Asing - Bersih
Laba Penjualan Aktiva Tetap
Beban Bunga dan Denda
Beban Penyisihan Piutang
Lain-lain Bersih
Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN

53.743.541
26.437.634
4.289.126
(44.024.039)
(50.177.873)
(21.783.740)
(31.515.351)
256.414.877

10.533.319
4.863.378
12.779.358
(51.044.430)
(23.641.148)
(6.154.769)
(52.664.291)
187.947.679

(72.726.644)
(9.034.916)
(81.761.560)

(40.351.800)
(3.973.255)
(44.325.055)

LABA BERSIH SEBELUM HAK MINORITAS

174.653.317

143.622.624

HAK MINORITAS ATAS LABA ANAK PERUSAHAAN


LABA BERSIH

(18.618.922)
156.034.395

(14.483.717)
129.138.907

BEBAN USAHA
Beban Penjualan
Beban Umum dan Administrasi
Jumlah Beban Usaha

PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK


Pajak Kini
Pajak Tangguhan
Jumlah Penghasilan (Beban) Pajak

2u,40

2y,22
2y,22

Laba Bersih Per Saham Dasar (Rupiah penuh)

26,75

Lihat catatan atas laporan keuangan kosolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari laporan keuangan secara keseluruhan

45,09

PTWIJAYAKARYA(PERSERO),Tbk.DANANAKPERUSAHAAN
LAPORANPERUBAHANEKUITASKONSOLIDASIAN
Untuktahuntahunyangberakhirtanggal31Desember2008dan2007
(dinyatakandalamribuanRupiah,kecualidinyatakanlain)
ModalDisetor

Modalsaham
DiperolehKembali

Tambahan
ModalDisetor

SelisihPenilaian
KembaliAktivaTetap

PerubahanEkuitas
AnakPerusahaan

SaldoLaba
DitentukanPenggunaannya
Cadangan
Cadangan
Lainnya
Bertujuan

Belum
Ditentukan
Penggunaannya

Jumlah

SALDOPER1JANUARI2007

69.523.000

563

87.635.040

19.246.853

99.272.565

126.579.754

402.257.775

TantiemDireksidanKomisaris
BinaLingkungan
ProgramKemitraan
DanaCadanganBertujuan
KapitalisasikeModalDisetor
Penerbitansaham:
PenawaranUmumSaham
ProgramESA
Agiosaham

330.477.000





(563)





(87.635.040)





(19.246.853)




92.458.932
(191.731.497)

(1.012.793)
(376.000)
(751.000)
(92.458.932)
(31.863.047)

LabaBersih

166.153.860
18.461.540

584.615.400



577.339.779
577.339.779




117.982
129.138.907

(1.012.793)
(376.000)
(751.000)

166.153.860
18.461.540
577.339.779
1.162.073.161
129.138.907

SALDOPER31DESEMBER2007

584.615.400

577.339.779

129.256.889

1.291.212.068

(34.907.865)
(1.163.595)
(2.327.191)
(11.635.955)
(79.104.301)

(24.206.606)
(34.907.865)
(1.163.595)
(2.327.191)

PembelianKembaliSahamyangBeredar
Deviden
BinaLingkungan
ProgramKemitraan
DanaCadanganBertujuan
Cadanganlainnya

(12.744.800)

(11.461.806)

11.635.955
79.104.301
584.615.400

(12.744.800)

565.877.973

79.104.301

11.635.955

117.982

1.228.606.811

LabaBersih

156.034.395

156.034.395

SALDOPER31DESEMBER2008

584.615.400

(12.744.800)

565.877.973

79.104.301

11.635.955

156.152.377

1.384.641.206

Lihatcatatanataslaporankeuangankonsolidasianyangmerupakanbagiantidakterpisahkan
darilaporankeuangansecarakeseluruhan

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
URAIAN

2008

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI


Penerimaan Kas dari Pelanggan
Pembayaran Kepada Pemasok
Pembayaran Kepada Direksi dan Karyawan
Pembayaran Beban Usaha
Penerimaan Bunga
Pembayaran Bunga Pinjaman
Pembayaran Pajak Penghasilan

6.382.186.684
(6.540.233.238)
(105.161.538)
(64.520.070)
53.743.541
(44.024.039)
(136.495.315)

Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi


ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penurunan (Penambahan) Jaminan Usaha
Pembelian Aktiva Tetap
Penempatan pada Perusahaan Assosiasi
Penurunan (Kenaikan) Kerjasama Operasi
Pengeluaran Investasi Lainnya
Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman Bank
Pembelian Kembali Obligasi
Pembelian Kembali Saham yang Beredar
Setoran Modal
Pembayaran Dividen
Pembayaran Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
Pembayaran Dividen Hak Minoritas
Setoran modal dan bagian laba hak minoritas yang dikonsolidasi
Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan
KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS

2007

4.585.214.927
(3.688.116.406)
(92.490.543)
(81.520.224)
10.533.319
(51.044.430)
(55.449.836)

(454.503.975)

627.126.807

737.187
(123.685.912)
(18.000.270)
21.751.811
(672.745)

111.790
(24.476.972)
(26.362.085)
(6.830.923)

(119.869.929)

(57.558.190)

457.844.395
(133.443.664)
(24.206.606)
(34.907.865)
(3.490.786)

(271.288.039)
(25.478.021)
761.955.179
(2.139.793)
(4.541.691)
-

(5.080.895)
4.270.788
260.985.368
(313.388.536)

458.507.635
1.028.076.251

SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN

1.364.820.703

336.744.452

SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN

1.051.432.167

1.364.820.703

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari laporan keuangan secara keseluruhan

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM
a.

Pendirian Perusahaan
Perseroan didirikan berdasarkan Undang-undang No.19 Peraturan Pemerintah tahun 1960 jo Peraturan
Pemerintah No. 64 tahun 1961 tentang Pendirian Perusahaan Negara "Widjaja Karja", tanggal 29 Maret
1961 . Berdasarkan Peraturan pemerintah No. 64 ini pula, Perusahaan Bangunan bekas milik Belanda
yang bernama Naamloze Vennootschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedrijf Vis en Co.
yang telah dikenakan nasionalisasi, dilebur ke dalam PN. Widjaja Karja.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 40 tanggal 22 Juli 1971, PN. Widjaja Karja dinyatakan bubar
dan dialihkan bentuknya menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO), sebagaimana dimaksud dalam
pasal 2 ayat 3 Undang-Undang No.9 tahun 1969 (Lembaran Negara Republik Indonesia No. 40 tahun
1969, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 2904). Selanjutnya Perseroan ini dinamakan
"PT Wijaya Karya", berdasarkan Akta Perseroan Terbatas No. 110 tanggal 20 Desember 1972 yang
dibuat di hadapan Dian Paramita Tamzil, pada waktu itu pengganti dari Djojo Muljadi, SH., Notaris di
Jakarta, jo Akta Perubahan Naskah Pendirian Perseroan Terbatas "PT Wijaya Karya" No. 106, tanggal
17 April 1973 yang dibuat di hadapan Kartini Muljadi, SH., Notaris di Jakarta, keduanya telah disahkan
oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No. Y.A.5/165/14 tanggal 8 Mei 1973,
didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta dengan No. 1723 dan No. 1724 tanggal 16 Mei 1973, serta
telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 76 tanggal 21 September 1973,
Tambahan No. 683.
Anggaran Dasar Perseroan yang termuat dalam Akta Pendirian, telah mengalami beberapa kali
perubahan, terakhir Perseroan menjadi perusahaan terbuka berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan
Para Pemegang Saham Perubahan Anggaran Dasar, Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 28 tanggal
13 Agustus 2007 dibuat dihadapan Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta juncto Akta Perubahan
Anggaran Dasar No. 13 tanggal 11 September 2007 dibuat dihadapan Nila Noordjasmani Soeyasa
Besar, S.H, pengganti dari Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta yang masing-masing telah disetujui
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan persetujuan No.W7-09068
HT.01.04-TH.2007 tanggal 16 Agustus 2007 dan No. W7-10030 HT.01.04-TH.2007 tanggal 11
September 2007.
Perusahaan beralamat di Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9, Jakarta Timur, Perusahaan mulai beroperasi secara
komersial pada tahun 1961

b.

Bidang Usaha
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perseroan adalah turut serta
melaksanakan dan menunjang kebijakan serta program Pemerintah di bidang ekonomi dan
pembangunan nasional pada umumnya serta pembangunan di bidang industri konstruksi, industri
pabrikasi, jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro industri, perdagangan, pengelolaan kawasan,
layanan jasa peningkatan kemampuan di bidang jasa konstruksi, teknologi informasi dan pengembang
pada khususnya.
Kegiatan usaha yang saat ini dilakukan adalah Jasa Konstruksi, Mekanikal Elektrikal, Real Estate,
Industri Pabrikasi dan Perdagangan.

10

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

c.

Pengurus Perseroan
Dewan Komisaris :
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara selaku Rapat Umum
Pemegang Saham No.KEP-208/MBU/2007 tanggal 21 September 2007 dan Akta Pernyataan Menteri
Negara Badan Usaha Milik Negara No.149 tanggal 31 Agustus 2007 dibuat dihadapan Imas Fatimah
S.H Notaris di Jakarta, susunan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut :
Komisaris Utama
Komisaris
Komisaris
Komisaris Independen
Komisaris Independen

:
:
:
:
:

Ir. Agoes Widjanarko. MIP


Pontas Tambunan, SH. MM.
Soepomo, SH, SP.N, L.LM
Brigjend TNI (Pur) Dadi Pratjipto, SE.
DR. Amanah Abdulkadir. MA

Direksi :
Berdasarkan Akta No. 59 tanggal 23 Mei 2008 mengenai Pernyataan Keputusan Rapat Perusahaan
Perseroan (Persero) PT. Wijaya Karya Tbk dibuat dihadapan Notaris Imas Fatimah. SH., Notaris di
Jakarta, susunan Direksi tanggal 31 Desember 2008, sebagai berikut :
Direktur Utama
Direktur Operasi I
Direktur Operasi II
Direktur Keuangan
Direktur Sumber Daya Manusia dan
Pengembangan

:
:
:
:

Bintang Perbowo, SE. MM.


Ir. Budi Harto, MM.
Ir. Slamet Maryono
Drs. R. Ganda Kusuma, MBA.

Ir. Tonny Warsono., MM.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara RI No. KEP-114/MMBU/2002 tanggal 30 Juli 2002 yang diikuti dengan Surat Keputusan Komisaris PT. Wijaya Karya No.
39/DK/PT.WK/2002 tanggal 8 Agustus 2002, susunan Dewan Direksi tanggal 31 Desember 2007,
sebagai berikut:
Direktur Utama
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur

:
:
:
:
:

Ir. A. Sutjipto, MM.,MT.


Ir. Slamet Maryono
Ir. Djokomulyono, MM.
Ir. Sutedjo Wirokusumo, MM.
Ir. Tonny Warsono., MM.

Komite Audit :
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 98/DK/PTWK/2007 tanggal 9 Oktober 2007,
susunan Komite Audit tanggal 31 Desember 2007, sebagai berikut:
Ketua
Anggota
Anggota

:
:
:

DR. Amanah Abdulkadir, MA.


Rosmala, SE. Ak.
Ir. Tri Budi Santoso

11

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 65/DK/WIKA/2008 tanggal 6 Nopember 2008, telah
diangkat Sdr. Shalahuddin Haikal sebagai anggota komite audit, sehingga susunan Komite Audit tanggal
31 Desember 2008, sebagai berikut:
Ketua
Anggota
Anggota
Anggota

:
:
:
:

DR. Amanah Abdulkadir, MA.


Rosmala, SE. Ak.
Ir. Tri Budi Santoso
Shalahuddin Haikal, SE. MM.LLM.

Sekretaris Perusahaan :
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.SK.02.01/A.DIR.0362/2008, Perusahaan telah mengangkat
Sdr. Imam Sudiyono sebagai Pejabat Sementara Sekretaris Perusahaan.
Biaya remunerasi Direksi Perusahaan untuk tahun 2008 dan 2007, masing-masing sebesar
Rp.3.852.572.482 (rupiah penuh) dan Rp.1.646.230.000 (rupiah penuh). Biaya remunerasi Dewan
Komisaris Perusahaan untuk tahun 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp. 1.523.547.087 (rupiah
penuh) dan Rp.553.334.916 (rupiah penuh).
Jumlah karyawan Perusahaan (organik dan non organik) untuk tahun 2008 sebanyak 1.268 orang (tidak
diaudit) dan tahun 2007 sebanyak 1.177 orang (tidak diaudit).
d.

Perusahaan Anak
Perusahaan memiliki secara langsung lebih dari 50% saham anak perusahaan, dengan rincian sebagai
berikut :
Dimulainya
Jumlah aktiva
Kegiatan
Persentase
(sebelum eliminasi)
2007
Komersial
Kepemilikan
2008
Nama Perusahaan
Bidang Usaha
PT Wijaya Karya Beton
PT Wijaya Karya Realty
PT Wijaya Karya Intrade
PT Catur Insan Pertiwi
PT Wijaya Karya
Bangunan Gedung

Industri Beton
Real estate
Perdagangan
Konstruksi,
Mekanikal Elektrikal
Konstruksi dan
Engineering

1997
2000
2000
1984
Tahap
Pengembangan

78,40%
78,40%
78,40%
70,08%

1.370.998.105
421.879.881
650.195.372
34.603.012

747.052.414
322.309.915
248.800.490
33.065.359

99,00%

50.093.001

Seluruh anak perusahaan berdomisili di Indonesia


PT Wijaya Karya Beton ("WIKA BETON")
WIKA BETON merupakan Anak Perusahaan dari Perseroan. Sebelum menjadi Anak Perusahaan dari
Perseroan, sejak tahun 1974 WIKA BETON merupakan bagian dari Induk Perusahaan yaitu Divisi
Produk Beton. Seiring dengan visi dan misi Perseroan maka WIKA BETON resmi menjadi Anak
Perusahaan dari Perseroan pada tanggal 11 Maret 1997 sesuai dengan Akta Perseroan Terbatas WIKA
BETON No. 44 tanggal 11 Maret 1997, yang dibuat dihadapan Achmad Bajumi, SH; selaku pengganti
dari Imas Fatimah, SH; Notaris di Jakarta.

12

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir berdasarkan Akta
Perubahan Anggaran Dasar PT Wijaya Karya Beton No. 31 tanggal 15 Agustus 2007 ("Akta No. 31")
yang dibuat dihadapan Hambit Maseh, SH., Notaris di Jakarta yang telah memperoleh persetujuan dari
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI. No.W7-09069HT.0104-TH.2007 tanggal 16 Agustus
2007. Kantor Pusat WIKA BETON, beralamat di Jln. D.I Panjaitan Kav. 3 - 4, Jakarta. Perusahaan
dalam menjalankan operasinya mempunyai 6 Wilayah Penjualan ("WP") dan 7 Pabrik Produk Beton
("PPB"), yang berlokasi tersebar di beberapa Wilayah Indonesia.
Berdasarkan Anggaran Dasar WIKA BETON, kegiatan usaha WIKA BETON bergerak dalam bidang
usaha industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lainnya yang terkait.
Berdasarkan akta berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa WIKA BETON No. 15
tanggal 30 April 2007, dibuat dihadapan Hambit Maseh, SH, Notaris di Jakarta, struktur permodalan dan
susunan pemegang saham WIKA BETON adalah sebagai berikut :
Nilai Nominal Rp.100,- per saham
Saham
Rupiah
280.000.000.000
2.800.000.000

Pemegang Saham
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh :
- PT Wijaya Karya (Persero)
- Yayasan Kesejahteraan Pegawai PT WIKA
- Koperasi Karya Mitra Satya
Jumlah
Saham dalam Portepel

54.880.000.000
903.000.000
14.217.000.000
70.000.000.000
210.000.000.000

548.800.000
9.030.000
142.170.000
700.000.000
2.100.000.000

78,40%
1,29%
20,31%
100,00%

Ikhtisar Data Keuangan


Uraian

2008
1.370.998.105
1.176.375.961
194.622.144

Jumlah Aktiva
Jumlah Kewajiban
Jumlah Ekuitas

2007
747.052.415
591.371.101
155.681.314

PT Wijaya Karya Realty ("WIKA REALTY")


WIKA REALTY didirikan pada tanggal 20 Januari 2000 berdasarkan akte Notaris Imas Fatimah, SH. No
17 telah memperoleh persetujuan dari Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN
nomor S-01/MDU.1-PBUMN/1999 tentang persetujuan Pendirian Anak Perusahaan PT Wijaya Karya
(Persero). Akte pendirian tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik
Indonesia No. C-20856 HT 01.01 tahun 2000 tanggal 15 September 2000. Maksud dan tujuan WIKA
REALTY telah dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat no. 67 Notaris Imas fatimah, SH
dimana Perusahaan bergerak dibidang usaha Realty dan bidang properti memulai kegiatan
komersialnya pada tanggal 21 Januari 2000. Pada tanggal 2 Juli 2004, dalam rangka peningkatan modal
dasar perusahaan dan pemecahan nilai saham, anggaran dasar perusahaan dirubah dengan akta No. 4
dari notaris Imas Fatimah, SH. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi
Manusia RI no C-1689 HT.01.04.TH.2004 tanggal 8 Juli 2004. Perubahan terakhir adalah berdasarkan
Akta Perubahan Anggaran Dasar PT Wijaya Karya Realty Tbk. No. 33 tanggal 15 Agustus 2007 ("Akta
No. 33") yang dibuat dihadapan Hambit Maseh. SH, Notaris di Jakarta yang telah mendapat persetujuan
dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI No.W7-09022HT.0104-TH2007 tanggal 21 Agustus
2007.

13

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 67 tanggal 15 Agustus 2001 Notaris Imas Fatimah,
SH disebutkan maksud dan tujuan bidang usaha WIKA REALTY yaitu Realty, Property dan Jasa kecuali
jasa dalam bidang hukum dan pajak.
Berdasarkan akta berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa WIKA REALTY No. 17
tanggal 30 April 2007, dibuat dihadapan Hambit Maseh, SH, Notaris di Jakarta, struktur permodalan dan
komposisi susunan pemegang saham WIKA REALTY adalah sebagai berikut :
Nilai Nominal Rp.100,- per saham
Saham
Rupiah
4.600.000.000
460.000.000.000

Pemegang Saham
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh :
- PT Wijaya Karya (Persero)
- Yayasan Kesejahteraan Pegawai PT WIKA
- Koperasi Karya Mitra Satya
Jumlah
Saham dalam Portepel

901.600.000
14.835.000
233.565.000
1.150.000.000
3.450.000.000

90.160.000.000
1.483.500.000
23.356.500.000
115.000.000.000
345.000.000.000

78,40%
1,29%
20,31%
100,00%

Ikhtisar Data Keuangan


Uraian

2008

2007

Jumlah Aktiva
Jumlah Kewajiban
Jumlah Ekuitas

421.879.881
318.122.335
103.757.546

322.309.915
232.515.164
89.794.751

PT Wijaya Karya Intrade ("WIKA INTRADE")


WIKA INTRADE didirikan pada tanggal 20 Januari 2000 berdasarkan Akte Perseroan Terbatas No 16
dibuat dihadapan Nila Noordjasmani Soeyasa Besar, SH. pengganti dari Imas Fatimah, SH Notaris di
Jakarta, dimana telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik
Indonesia dengan No. C-19656HT 01 tahun 2000 tanggal 4 September 2000 dan telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No.10 tanggal 2 Februari 2001. Anggaran Dasar WIKA
INTRADE telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir mencakup perubahan Nilai Nominal
Saham Dasar, dengan Akta Notaris Imas Fatimah, SH No.3 tanggal 2 Juni 2004 Perihal Pernyataan
Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham dan pengesahan dari Departemen Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia No. C-16985.HT.01.04.TH.2004 tanggal 8 Juli 2004, serta telah terdaftar
WIKA INTRADE bergerak dalam bidang Industri dan Perdagangan umum baik untuk memenuhi
permintaan dalam negeri maupun permintaan luar negeri meliputi Bisnis Unit Metal, Konversi Energi,
Pressing dan Jasa Handling Ekspor dan Impor.
Berdasarkan akta berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa WIKA INTRADE No. 19
tanggal 30 April 2007, dibuat dihadapan Hambit Maseh, SH, Notaris di Jakarta, struktur permodalan dan
komposisi susunan pemegang saham WIKA INTRADE adalah sebagai berikut :

14

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Nilai Nominal Rp.100,- per saham


Saham
Rupiah
1.080.000.000
108.000.000.000

Pemegang Saham
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh :
- PT Wijaya Karya (Persero)
- Yayasan Kesejahteraan Pegawai PT WIKA
- Koperasi Karya Mitra Satya
Jumlah
Saham dalam Portepel

211.680.000
3.483.000
54.837.000
270.000.000
810.000.000

Ikhtisar Data Keuangan


Uraian
Jumlah Aktiva
Jumlah Kewajiban
Jumlah Ekuitas

21.168.000.000
348.300.000
5.483.700.000
27.000.000.000
81.000.000.000

2008
650.195.372
606.501.617
43.693.755

78,40%
1,29%
20,31%
100,00%

2007
248.800.490
208.471.662
40.328.828

PT Catur Insan Pertiwi


PT. Catur Insan Pertiwi merupakan perseroan swasta nasional yang mengkhususkan diri di bidang
konstruksi mekanikal dan elektrikal, dengan berbagai pengalaman di proyek-proyek Pembangkit Tenaga
Di
Diesel,
l P
Pembangkit
b
kit Li
Listrik
t ik P
Panas B
Bumii d
dan llainnya.
i
Terhitung November 2008 PT Wijaya Karya, Tbk telah mengambil alih 70.08% saham PT Catur Insan
Pertiwi.
Struktur permodalan dan komposisi susunan pemegang saham PT Catur Insan Pertiwi adalah sebagai
berikut :
Nilai Nominal Rp.1.000.000,- per saham
Saham
Rupiah
625
625.000.000

Pemegang Saham
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh :
- PT Wijaya Karya (Persero). Tbk
- Wijadjanarko Tantono
- Suprapto
- Ir. Hastjaryo
Jumlah
Saham dalam Portepel

438
93
32
62
625
-

Ikhtisar Data Keuangan


Uraian
Jumlah Aktiva
Jumlah Kewajiban
Jumlah Ekuitas

438.000.000
93.000.000
32.000.000
62.000.000
625.000.000
-

2008
34.603.012
17.374.375
17.228.637

70,08%
14,88%
5,12%
9,92%
100,00%

2007
33.065.359
18.356.026
14.709.333

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung


PT Wijaya Karya Bangunan Gedung didirikan sesuai Akta No. 43 tanggal 24 Oktober 2008 dibuat
dihadapan Imas Fatimah, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta. Anggaran Dasar Perusahaan telah
mendapat Pengesahan dari Menteri hukum dan hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai surat No.
AHU.92223.AH.01.01.Tahun 2008 tanggal 1 Desember 2008.

15

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Maksud dan tujuan dari Perseroan adalah Industri konstruksi dan engineering, jasa pemborongan
dengan pola progres termyn maupun turnkey/Build Operate Transfer (BOT), pengelolaan dan
penyewaan gedung/kawasan niaga terpadu, perdagangan dan pemeliharaan peralatan serta material
konstruksi, layanan peningkatan kemampuan di bidang jasa konstruksi dan engineering pada khususnya
sesuai dengan prinsip-prinsip perseroan terbatas.
Struktur permodalan dan komposisi susunan pemegang saham PT Wijaya Karya Bangunan Gedung
adalah sebagai berikut :
Nilai Nominal Rp.1.000.000,- per saham
Saham
Rupiah
200.000
200.000.000.000

Pemegang Saham
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh :
- PT Wijaya Karya (Persero). Tbk
- Koperasi Karya Mitra Satya
Jumlah
Saham dalam Portepel

49.500
500
50.000
150.000

Ikhtisar Data Keuangan


Uraian
Jumlah Aktiva
Jumlah Kewajiban
Jumlah Ekuitas
e.

49.500.000.000
500.000.000
50.000.000.000
150.000.000.000

2008
50.093.001
50.093.001

99,00%
1,00%
100,00%

2007
-

Penawaran Umum Saham Perusahaan


Pada tanggal 11 Oktober 2007, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM
dengan suratnya No. S-5275/BL/2007 untuk melakukan penawaran perdana kepada masyarakat atas
1.846.154.000 lembar saham Seri B baru, denga nilai nominal Rp. 100 per saham dan harga penawaran
Rp 420 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta pada tanggal 29
Oktober 2007
Seluruh saham Perusahaan sebanyak 5.846.154.000 saham pada tahun 2008 dan 2007 telah
dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
Program Penjatahan Saham
Program ESA adalah penjualan saham Perseroan kepada peserta program ESA, melalui penjatahan
pasti pada saat penawaran umum perdana saham dilaksanakan. Jumlah saham dalam program ESA
sebanyak-banyaknya 10% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana
Saham, dengan harga diskon sebesar 20% (dua puluh persen) dari harga Penawaran Umum, yang
harus dibayar secara penuh oleh peserta Program ESA pada saat melakukan Pemesanan Saham.
Saham yang diperoleh dari program ESA diberlakukan Lock Up Period selama 8 (delapan) bulan sejak
tanggal pencatatan di BEJ. Adapun beban diskon harga sebesar 20% tersebut akan ditanggung oleh
Perseroan.
Dari jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum kepada masyarakat tersebut sebesr 10%
atau sebanyak 184.615.400 lembar saham biasa seri B dijatahkan secara khusus kepada Manajemen
dan Karyawan Perusahaan melalui program penjatahan saham untuk pegawai Perusahaan (Employee
Stock Allocation / ESA).
Program ESA diimplementasikan sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IX.A.7.

16

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Porsi saham ESA untuk Manajemen (Pengurus dan Pengawas) adalah sebesar 22,5%, dengan
pembagian sebesar 17,5% untuk manajemen Perusahaan Induk dan sebesar 5% untuk manajemen
Anak Perusahaan. Adapun porsi saham ESA untuk pegawai sebesar 77,5% dengan pembagian sebesar
62,5% untuk pegawai Perusahaan Induk dan sebesar 15% untuk pegawai Anak Perusahaan.

Rencana Opsi Pembeliaan Saham untuk management dan karyawan


Program ESOP/MSOP adalah pemberian Hak Opsi Pembelian Saham kepada Peserta Program
ESOP/MSOP untuk membeli saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel Perseroan sebanyakbanyaknya 5% dari modal ditempatkan dan disetor dalam Perseroan yang berdasarkan Peraturan
Bapepam No. IX.D.4 merupakan maksimum saham yang dapat diterbitkan oleh perusahaan publik
dalam periode 5 (lima) tahun tanpa memberikan hak lebih dahulu kepada pemegang saham lama (Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu/HMETD).
2.

KEBIJAKAN AKUNTANSI
a.

Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian


Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan dasar harga perolehan (historical cost) dan disusun
berdasarkan prinsip berkesinambungan (going concern). Laporan keuangan konsolidasian juga disusun
berdasarkan konsep akrual.
akrual Kebijakan akuntansi ini telah diterapkan secara konsisten kecuali apabila
dinyatakan adanya perubahan dalam kebijakan akuntansi yang dianut. Sejak tahun 2000, Perseroan
menyesuaikan penyajian laporan keuangan berdasarkan Peraturan Bapepam No.VIII.G.7 tanggal 13
Maret 2000 mengenai Pedoman Penyajian Laporan Keuangan. Pada tahun 2003, Perseroan juga
menyesuaikan penyajian laporan keuangan berdasarkan Surat Edaran Bapepam Nomor: SE02/PM/2002 tanggal 27 Desember 2002 tentang Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, untuk Industri Konstruksi. Pada tahun 2005, perusahaan
mulai menerapkan manual akuntansi BUMN konstruksi yang ditindaklanjuti dengan SK Direksi
No.KU.04.09/A.DIR.0806/2005.
Laporan arus kas konsolidasian untuk aktivitas operasi disusun menggunakan metode langsung dan
arus kas dikelompokkan atas dasar aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini, kecuali dinyatakan secara khusus, dinyatakan
dalam ribuan Rupiah.

b.

Prinsip Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian


Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perseroan dan Perusahaan Anak dengan
kepemilikan lebih dari 50%, baik langsung maupun tidak langsung.
Pengaruh dari seluruh transaksi dan saldo antara Perusahaan Anak di dalam Perseroan telah
dieliminasi dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian.
Kebijakan akuntansi yang dipakai dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan
secara konsisten oleh Perusahaan Anak, kecuali dinyatakan secara khusus.
Kepemilikan pemegang saham minoritas atas ekuitas Perusahaan Anak disajikan sebagai
Minoritas" pada neraca konsolidasian.
Penyertaan pada Anak Perusahaan seperti dijelaskan pada Catatan 1d.

17

"Hak

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

c.

Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing


Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan dilakukan dalam satuan Rupiah. Transaksi-transaksi
selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya
transaksi. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan dalam
mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia. Keuntungan dan kerugian kurs
yang timbul dibebankan dalam laporan laba rugi konsolidasi dalam tahun yang bersangkutan. Kurs
tengah yang digunakan pada tanggal neraca, adalah sebagai berikut :

Dolar Amerika Serikat


Euro Eropa
Yen Jepang
Dolar Singapura
Dinar
d.

2008

2007

10.950,00
15.432,00
121,22
7.608,00
156,24

9.419,00
13.760,00
83,07
-

Pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa


Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Sesuai
dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 7, "Pengungkapan atas Pihak-pihak yang
Mempunyai Hubungan Istimewa".
Yang dimaksud dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah:
1) Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau
berada di bawah pengendalian bersama dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies,
subsidiaries, dan fellow subsidiaries).
2) Perusahaan asosiasi
3) Perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak
suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari
perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat
diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan
perusahaan pelapor).
4) Karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk
merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota
dewan komisaris, direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang
tersebut, dan.
5) Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung
maupun tidak langsung, oleh setiap orang yang diuraikan dalam angka 3) atau 4), atau setiap orang
tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaanperusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari
perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang
sama dengan perusahaan pelapor.
Sifat hubungan istimewa yang terjadi pada perusahaan adalah sebagai berikut :
1) Pemerintah Republik Indonesia yang diwakili oleh Menteri Negara BUMN merupakan pemegang
saham mayoritas Perseroan. Oleh karena itu Perseroan dan BUMN lain memiliki hubungan afiliasi
melalui Penyertaan Modal Pemerintah Republik Indonesia.

18

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2) Perseroan menempatkan dana dan memiliki pinjaman dana pada bank-bank pemerintah atau bankbank yang dimiliki oleh BUMN dengan persyaratan dan tingkat bunga normal sebagaimana yang
berlaku pada pihak ketiga.
3) Perseroan mengadakan perjanjian dalam rangka usaha Perseroan dengan BUMN-BUMN lain
maupun anak perusahaan serta lembaga-lembaga pemerintah berwenang
4) Mempunyai anggota pengurus yang sama dengan Anak Perusahaan yaitu Direksi perseroan
menjadi anggota Dewan Komisaris Anak Perusahaan.
Semua transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan
atau tidak dengan tingkat bunga atau harga, persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana
dilakukan dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasi.
e.

Kas dan Setara Kas


Kas dan setara kas mencakup kas, bank dan investasi jangka pendek yang jatuh tempo dalam waktu
tiga bulan atau kurang. Kas dan setara kas yang telah ditentukan penggunaannya atau yang tidak dapat
digunakan secara bebas tidak tergolong dalam kas dan setara kas.

f.

Penyisihan Piutang Ragu-Ragu


Perusahaan menerapkan akuntansi BUMN Konstruksi yang ditindaklanjuti dengan SK Direksi No.
IN.03.00/A.DIR.0003/2005 tentang pembentukan penyisihan piutang ragu-ragu dengan kriteria sebagai
berikut:
Prosentase
Umur Piutang
Penyisihan Piutang
>
>
>
>
>
>
>
>

g.

12 s.d. 15 bulan
15 s.d. 18 bulan
18 s.d. 21 bulan
21 s.d. 24 bulan
24 s.d. 27 bulan
27 s.d. 30 bulan
30 s.d. 33 bulan
33 s.d. 36 bulan

5%
10%
20%
30%
40%
60%
80%
100%

Piutang Retensi
Piutang retensi merupakan piutang perusahaan kepada pemberi kerja yang akan dilunasi setelah
penyelesaian kontrak atau pemenuhan kondisi tertentu yang ditetapkan dalam kontrak. Piutang retensi
dicatat pada saat pemotongan sejumlah persentase tertentu dari setiap tagihan termin untuk ditahan
oleh pemberi kerja sampai suatu kondisi setelah penyelesaian kontrak dipenuhi.

h.

Tagihan Bruto Pemberi Kerja atas Kontrak Konstruksi


Tagihan bruto pemberi kerja merupakan piutang perusahaan yang berasal dari pekerjaan kontrak
konstruksi yang dilakukan namun pekerjaan yang dilakukan masih dalam pelaksanaan. Tagihan bruto
disajikan sebesar selisih antara biaya yang terjadi ditambah dengan laba yang diakui dikurangi dengan
kerugian yang diakui dan termin.

19

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Tagihan bruto diakui sebagai pendapatan sesuai dengan metode persentase penyelesaian yang
dinyatakan dalam berita acara penyelesaian pekerjaan yang belum diterbitkan faktur karena perbedaan
antara tanggal berita acara progress fisik dengan pengajuan penagihan pada tanggal neraca.

i.

Persediaan
Persediaan barang jadi, bahan baku, perlengkapan dan barang dalam proses diakui berdasarkan nilai
terendah antara harga perolehan atau nilai realisasi bersih, harga perolehan ditentukan dengan
menggunakan metode rata-rata tertimbang. Persediaan barang dagangan yang tidak terjual karena tipe,
bentuk atau model tidak sesuai dengan kebutuhan pasar, dipindahkan ke pos "Aktiva lain-lain".
Persediaan yang tidak terjual disisihkan sebesar 20% dari nilai saldo akhir persediaan yang
bersangkutan.
Persediaan Real Estat
Persediaan real estat terdiri dari tanah dan bangunan, bangunan sedang dalam penyelesaian dan tanah
sedang dikembangkan dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih
rendah.
Biaya perolehan tanah sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah yang belum
dik b
dikembangkan
k
di
ditambah
b h dengan
d
bi
biaya
pengembangan
b
l
langsung
d
dan
tidak
id k llangsung pada
d aktiva
ki
pengembangan real estat ditambah dengan biaya pinjaman.
Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan meliputi biaya pra perolehan dan perolehan tanah
dan dipindahkan ke tanah yang sedang dikembangkan pada saat pematangan tanah akan dimulai atau
dipindahkan ke tanah matang pada saat tanah tersebut siap dibangun.
Biaya perolehan bangunan sedang penyelesaian meliputi biaya perolehan tanah yang telah selesai
dikembangkan ditambah dengan biaya pembangunan dan biaya pinjaman serta dipindahkan ke aktiva
tanah dan bangunan pada saat dibangun dan siap dijual.
Biaya pinjaman yang berhubungan dengan kegiatan pengembangan proyek dikapitalisasi ke proyek
yang sedang dikembangkan.

j.

Biaya Dibayar Dimuka


Biaya dibayar dimuka terdiri dari biaya usaha, biaya produksi, biaya pengadaan, biaya pengelolaan,
biaya distribusi, biaya sewa dan asuransi.
Untuk biaya usaha, biaya produksi, biaya pengadaan, biaya distribusi akan dibebankan secara
proporsional dengan pendapatan yang diakui pada setiap periode.
Untuk biaya dibayar dimuka sewa dan asuransi diamortisasi selama masa manfaat masing-masing
biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

20

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

k.

Investasi
Investasi Jangka Pendek
Deposito berjangka yang jatuh tempo kurang dari tiga bulan namun dijaminkan dan deposito berjangka
yang jatuh tempo lebih dari tiga bulan disajikan sebagai "Investasi jangka pendek" dan dinyatakan
sebesar nilai perolehan.
Investasi Pada Perusahaan Asosiasi
Penyertaan dalam bentuk saham yang dimiliki kurang dari 20% dinyatakan sebagai biaya perolehan
(metode biaya). Penyertaan dengan kepemilikan 20% atau lebih dan dapat mempengaruhi kebijakan
manajemen dicatat dengan metode ekuitas, akan tetapi, apabila Perusahaan mampu mengendalikan
anak perusahaan walaupun Perusahaan mempunyai penyertaan kurang dari atau sama dengan 20%,
maka dicatat dengan metode ekuitas.
Dengan metode ekuitas, penyertaan saham dinyatakan sebesar biaya perolehannya dan ditambah atau
dikurangi dengan bagian laba (rugi) perusahaan asosiasi yang bersangkutan dan dividen yang diterima
sejak tanggal perolehan.

l.

Tanah Belum Dikembangkan


Tanah belum dikembangkan merupakan tanah yang sudah dimiliki tetapi belum mulai dikembangkan
di
dinyatakan
t k b
berdasarkan
d
k nilai
il i tterendah
d h antara
t
bi
biaya perolehan
l h d
dan nilai
il i realisasi
li
ib
bersih
ih (th
(the llower off costt
or net realizable value) dan akan dipindahkan sebagai akun persediaan pada saat mulai dikembangkan
dan dibangunnya prasarana

m. Aktiva Tetap
1) Kepemilikan Langsung
Aktiva tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan, kecuali
untuk aktiva tetap tertentu yang digunakan dan diperoleh sebelum tahun 1987,dinilai kembali
berdasarkan Peraturan Pemerintah No.45 tanggal 2 Oktober 1986 dengan dikredit ke akun "Selisih
penilaian kembali aktiva tetap" dalam bagian ekuitas di neraca.
Peralatan proyek disusutkan berdasarkan metode jumlah angka tahun (sum of the years digit method)
yang disesuaikan, sedangkan aktiva tetap yang lainnya berdasarkan metode garis lurus (straight line
method).
Umur ekonomis aktiva tetap sesuai Surat Keputusan Direksi No.01.09/A.DIR 0702/95 tanggal 22
Desember 1995, adalah sebagai berikut:
Masa manfaat
Aktiva Tetap
(Tahun)
Prasarana
Bangunan kantor, mess/guest house, rumah tinggal/villa permanen
Bangunan semi permanen dan pabrik
Perlengkapan kantor
Kendaraan bermotor
Peralatan proyek - Mesin dan peralatan prefab housing
Peralatan produksi/pabrik - Mesin dan peralatan pabrik tiang beton
Mesin dan peralatan pabrik

21

20
10
4
4
4 - 8
4 - 8
4 - 8

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya,
pemugaran dan peningkatan daya guna dalam jumlah besar dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak
digunakan lagi atau yang dijual, biaya perolehan serta akumulasi penyusutan dan amortisasinya
dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang diperoleh/diderita
dilaporkan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan.
Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan dipindah ke aktiva tetap pada saat
selesai dan siap digunakan.
2) Sewa
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara
substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa
diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan
manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.
Klasifikasi sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi didasarkan pada substansi transaksi dan
bukan pada bentuk kontraknya. Contoh dari sutuasi yang secara individual atau gabungan dalam
kondisi normal mengarah pada sewa yang diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan adalah:
a) sewa mengalihkan kepemilikan aset kepada lessee pada akhir masa sewa
b) Lessee mempunyai opsi untuk membeli aset pada harga yang cukup rendah dibandingkan nilai
wajar pada tanggal opsi mulai dapat dilaksanakan, sehingga pada awal sewa dapat dipastikan
b h
bahwa
opsii memang akan
k dil
dilaksanakan.
k
k
c) masa sewa adalah untuk sebagian besar umur ekonomis aset meskipun hak milik tidak dialihkan.
d) pada awal sewa, nilai kini dari jumlah pembayaran sewa minimum secara substansial mendekatai
nilai wajar aset sewaan; dan
e) aset sewaan bersifat khusus dan dimana hanya lessee yang dapat menggunakannya tanpa perlu
modifikasi secara material.
Indikator dari situasi yang secara individual ataupun gabungan dapat juga menunjukkan bahwa sewa
diklasifikasikan sebaga sewa pembiayaan adalah:
a) jika lessee dapat membatalkan sewa, maka rugi lessor yang terkait dengan pembatalan ditanggung
oleh lessee.
b) laba atau rugi dari fluktuasi nilai wajar residu dibebankan kepada lessee 9sebagai contoh, dalam
bentuk potongan harga rental dan yang setara dengan sebagian besar hasil penjualan residu pada
akhir sewa); dan
c) lessee memiliki kemampuan untuk melanjutkan sewa untuk periode kedua dengan nilai rental yang
secara sunstansial lebih rendah dari nilai pasar rental.
n.

Proyek Kerja Sama


Perusahaan melakukan perjanjian kerja sama dengan berbagai pihak sebagaimana tersebut pada
masing-masing perjanjian, berupa penyerahan dana kepada Pengelola dengan kewajiban yang
tertuang dalam perjanjian kerja sama menurut porsi yang ditetapkan. Pengelola proyek dibentuk
dengan anggota yang berasal dari masing-masing pihak yang melakukan perjanjian kerjasama.
Pengelola proyek ini melaksanakan kegiatan pembangunan proyek yang berasal dari Pemberi Kerja
(Owner) dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan tersebut termasuk laporan
pertanggungjawaban keuangan dan proyek kepada masing-masing pihak yang melakukan perjanjian
kerjasama. Penyerahan dana kepada pengelola proyek dicatat dan diberlakukan sebagai Setoran Dana
Kerja Sama Operasi.

22

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Pendapatan diakui pada saat laporan pertanggungjawaban proyek disetujui dan dicatat sebesar
porsinya.
o.

Aktiva Tetap Yang Tidak Digunakan Dalam Usaha


Aktiva tetap yang tidak digunakan dalam kegiatan usaha dinyatakan sebesar harga perolehan dan tidak
disusutkan, disajikan dalam kelompok aktiva lain-lain.

p.

Kewajiban Bruto Pemberi Kerja


Kewajiban bruto pemberi kerja merupakan kewajiban perusahaan yang berasal dari pekerjaan kontrak
konstruksi yang dilakukan namun pekerjaan yang dilakukan masih dalam pelaksanaan. Kewajiban bruto
disajikan sebesar selisih antara biaya yang terjadi ditambah laba yang diakui dikurangi dengan kerugian
yang diakui dan termin.

q.

Uang Muka Dari Pelanggan


Uang muka dari pelanggan merupakan uang muka yang diterima dari pelanggan atau pemilik proyek.
Jumlah tersebut secara proporsional akan dikompensasikan dengan tagihan yang didasarkan atas
kemajuan fisik yang telah dicapai.

r.

Hutang Obligasi dan Biaya Emisi Obligasi


Hutang obligasi disajikan sebesar nilai nominal setelah memperhitungkan amortisasi premium atau
diskonto.
Biaya emisi obligasi merupakan biaya transaksi yang harus dikurangkan langsung dari hasil emisi dalam
rangka menentukan hasil emisi neto obligasi. Selisih antara emisi neto dengan nilai nominal merupakan
diskonto atau premium yang harus diamortisasi selama jangka waktu obligasi dengan metode garis
lurus.

s.

Biaya Emisi Saham


Seluruh beban yang terjadi sehubungan dengan penawaran perdana saham Perusahaan kepada
masyarakat dicatat sebagai pengurang "Tambahan Modal Disetor" (Agio Saham) yang merupakan
komponen ekuitas dalam neraca konsolidasian.

t.

Saham Beredar yang Diperoleh Kembali


Saham beredar yang diperoleh kembali yang ditarik dari peredaran, dinyatakan sebesar nilai nominal
(par value method) dan disajikan sebagai pengurang "Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh" pada
neraca konsolidasi. Selisih harga perolehan kembali dengan nilai nominal saham disajikan sebagai
pengurang akun "Tambahan Modal Disetor" (Agio Saham).

u.

Dana Pensiun dan Imbalan Pasca Kerja


Dana Pensiun
Perseroan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti yang dikelola oleh Dana Pensiun WIKA
untuk pegawai organik yang masa penerimaan sampai dengan tahun 2006, untuk pegawai dengan
masa penerimaan 2007 dan seterusnya serta pegawai terampil diikut-sertakan pada program pensiun
iuran pasti yang pelaksanaannya dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Manulife.

23

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Iuran pegawai ditetapkan 5% dari pendapatan tetap pegawai, sedangkan iuran beban perusahaan
sebesar 12,3% dari pendapatan tetap pegawai.
Sejak tahun 2006 Dana Pensiun telah berada pada posisi Full Funded, sehingga perseroan hanya
memiliki kewajiban untuk pemenuhan iuran saja dan tidak mempunyai kewajiban untuk pemenuhan
dana untuk Past Service Liabilities (PSL).
Perseroan tetap mengikutsertakan seluruh karyawan pada program jaminan hari tua melalui Jamsostek.

Imbalan Pasca Kerja


Perusahaan menghitung kewajiban imbalan pasca kerja dengan metode projected unit credit, sesuai
dengan PSAK 24 (Revisi 2004). Biaya jasa kini diakui sebagai beban pada tahun berjalan. Biaya jasa
lalu sebagai dampak perubahan asumsi aktuaria bagi karyawan aktif diakui dalam laporan laba rugi
selama sisa masa kerja rata-rata karyawan tersebut. Imbalan kerja atas pemutusan hubungan kerja
diakui sebagai kewajiban dan beban pada saat terjadi.
v.

Uang Muka Proyek Jangka Panjang


Uang muka proyek jangka panjang merupakan uang muka yang diterima dari pemberi kerja atau pemilik
proyek atas pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan.yang jangka waktu penyelesaian proyek lebih dari
satu tahun. Jumlah tersebut secara proporsional akan dikompensasikan dengan tagihan yang
didasarkan atas kemajuan fisik yang telah dicapai
dicapai.

w. Pengakuan Pendapatan dan Beban


Pendapatan bidang usaha konstruksi diakui berdasarkan metode persentase penyelesaian.
Persentase penyelesaian konstruksi ditetapkan berdasarkan kemajuan fisik proyek yang dinyatakan
dalam bentuk berita acara opname proyek (BAOP) yang ditandatangani kedua belah pihak. Terhadap
pendapatan usaha konstruksi yang telah diterbitkan fakturnya diakui sebagai piutang usaha, sedangkan
yang belum diterbitkan fakturnya diakui sebagai tagihan bruto pemberi kerja.
Pendapatan bidang manufaktur dan perdagangan diakui berdasarkan penyerahan barang kepada
pembeli. Pendapatan jasa penyewaan alat-alat berat dihitung berdasarkan masa penggunaannya.
Terhadap pendapatan yang telah diterbitkan fakturnya diakui sebagai piutang usaha, sedangkan yang
belum diterbitkan fakturnya diperlakukan sebagai pendapatan yang akan diterima.

Pendapatan bidang usaha perumahan diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) yaitu
setelah penandatanganan akte jual beli untuk penjualan tunai dan setelah akad kredit untuk penjualan
melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari bank.
Berdasarkan ketentuan tersebut, pendapatan dari penjualan rumah diakui bila seluruh syarat berikut
telah terpenuhi:
1) Penjualan tanah dan bangunan fasilitas KPR:
a) Pengikatan jual beli telah berlaku
b) Harga jual akan tertagih dimana jumlah pembayaran yang diterima sekurang-kurangnya telah
mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati.
c) Tagihan penjual terhadap pembeli pada masa yang akan datang bebas dari Subordinasi terhadap
hutang lain dari pembeli.

24

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

d) Penjual telah mengalihkan kepada pembeli seluruh resiko dan manfaat kepemilikan yang umum
terdapat pada suatu transaksi penjualan, dan penjual selanjutnya tidak mempunyai kewajiban
atau terlibat lagi secara signifikan dengan aktiva (property) tersebut. Dalam hal ini setidaktidaknya bangunan tersebut telah diserahterimakan dan siap dihuni.
2) Penjualan tanah dan bangunan tanpa fasilitas KPR
Pengakuan pendapatan atas penjualan tanah beserta bangunan tanpa fasilitas KPR Bank dilakukan
bila pembeli telah membayar minimal 50% dari harga jual dan progres pembangunan telah
mencapai minimal 80%.
3) Penjualan kavling tanah tanpa bangunan
a) Pengikatan jual beli telah berlaku
b) Harga jual akan tertagih dimana jumlah pembayaran yang diterima sekurang-kurangnya telah
mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati.
c) Tagihan penjual terhadap pembeli pada masa yang akan datang bebas dari Subordinasi terhadap
hutang lain dari pembeli.
d) Penjual tidak mempunyai kewajiban yang signifikan lagi untuk menyelesaikan pematangan lahan
yang dijual, pembangunan fasilitas yang dijanjikan ataupun yang menjadi kewajiban penjual
pengikatan
g
jjual beli.
sesuai p
4) Pengakuan pendapatan atas penjualan apartemen diakui dengan metode persentase penyelesaian,
(percentage-of-completion method) apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi:
a. Proses konstruksi telah melampaui tahap awal, yaitu fondasi bangunan telah selesai dan semua
persyaratan untuk memulai pembangunan telah terpenuhi;
b. Jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati dan
jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli; dan
c. Jumlah pendapatan penjualan dan biaya unit bangunan dapat diestimasi dengan andal.
Apabila semua persyaratan tersebut diatas tidak terpenuhi, semua penerimaan uang yang berasal dari
pelanggan dicatat sebagai uang muka dari pelanggan dengan menggunakan metode deposit (deposit
method), sampai semua persyaratan terpenuhi.
Beban diakui sesuai dengan manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual method).
x.

Bunga Pinjaman
Bunga atas pinjaman yang digunakan untuk membangun/ membuat aktiva tetap sampai konstruksi,
dibebankan sebagai unsur harga perolehan. Bunga atas pinjaman yang digunakan untuk pembiayaan
bidang usaha realty dan konstruksi dibebankan ke harga pokok. Bunga untuk pembiayaan bidang usaha
industri dan perdagangan dibebankan sebagai beban lain-lain.

y.

Beban Ditangguhkan
Yang dapat termasuk dalam biaya ditangguhkan
a. Pengeluaran untuk pendirian suatu segmen dalam tahap pengembangan.
b Pengurusan legal hak atas tanah

25

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Biaya ditangguhkan disajikan di Neraca pada nilai bersihnya, yaitu harga perolehan dikurangi akumulasi
amortisasi.
Pembebanan pada periode berjalan dilakukan dengan metode garis lurus sesuai dengan taksiran masa
manfaatnya selama-lamanya 3 tahun. Pembebanan dimulai saat manfaat dari pengeluaran tersebut
mulai terjadi.
z.

Goodwill
Goodwill merupakan selisih lebih yang tidak terindentifikasi antara biaya perolehan dengan nilai wajar
aktiva bersih anak perusahaan pada saat perolehan (akuisisi). Goodwill diamortisasi selama 5 (lima)
tahun.

aa. Revaluasi
Revaluasi aktiva tetap dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No.384/KMK.04/1998
tanggal 14 Agustus 1998. Selisih antara nilai revaluasi dan nilai buku (nilai tercatat) aktiva tetap,
dibukukan dalam perkiraan modal dengan nama Selisih Penilaian Aktiva Tetap.
Beban penyusutan aktiva tetap yang direvaluasi dicatat berdasarkan metode garis luruh dengan tarif
penyusutan yang dihitung menurut sisa umur ekonomis aktiva tersebut.
Pada saat pencatatan revaluasi akumulasi penyusutan bangunan dieliminasi ke dalam jumlah bruto dari
aktiva bangunan, sehingga harga perolehan tercatat merupakan nilai wajar dari hasil revaluasi atas
bangunan tersebut.
ab. Pajak Penghasilan
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan penghasilan kena pajak dalam periode yang bersangkutan
yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas
konsekuensi pajak pada tahun mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aktiva dan
kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aktiva dan kewajiban pada
tanggal neraca. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan
aktiva pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi
fiskal, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi penghasilan kena pajak
pada masa mendatang.
Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah
berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan pada laporan laba rugi
konsolidasi atau ke ekuitas apabila pajak tersebut berhubungan dengan transaksi yang langsung
dikreditkan atau dibebankan ke ekuitas.
Sehubungan dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah RI No. 51 Tahun 2008 tanggal 20 Juli 2008
yang diundangkan pada tanggal 23 Juli 2008 tentang Pajak Atas Penghasilan Dari usaha Jasa
Konstruksi sebagai pengganti Peraturan Pemerintah RI No. 140 tahun 2000, PT Wijaya Karya (Persero)
sebagai pelaksana konstruksi sesuai Pasal 3 PP No. 51 Tahun 2008 dikenakan tariff 3% final untuk
kontrak yang diperoleh mulai 1 Januari 2008.
Perbedaan nilai tercatat aktiva atau kewajiban yang berhubungan dengan pajak penghasilan final
dengan dasar pengenaan pajaknya, tidak diakui sebagia aktiva atau kewajiban pajak tangguhan. Beban
pajak kini sehubungan dengan penghasilan yang menjadi subjek pajak penghasilan final diakui
proposional dengan jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada periode berjalan. Selisih
antara pajak penghasilan final yang telah dibayar dengan jumlah yang dibebankan sebagi beban pajak
penghasilan pajak final pada pehitungan laba-rugi konsolidasi diakui sebagai pajak dibayar dimuka atau
hutang pajak.

26

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Sesuai dengan peraturan perundangan perpajakan, penghasilan yang telah dikenakan PPh Final tidak
lagi dilaporkan sebagai penghasilan kena pajak, semua beban sehubungan dengan penghasilan yang
telah dikenakan PPh Final tidak boleh dikurangkan. Dilain pihak, baik pendapatan maupun beban
tersebut dipakai dalam perhitungan laba rugi menurut akuntansi. Oleh karena itu tidak terdapat
perbedaan temporer sehingga tidak diakui adanya aset atau kewajiban pajak tangguhan, dan terhadap
saldo aktiva pajak tangguhan tahun 2007 telah dibebankan pada tahun berjalan.

Pada laporan keuangan per 31 Desember 2008, Perusahaan belum menerapkan ketentuan perpajakan
sebagaimana diatur dalam PP No. 51 Tahun 2008 secara keseluruhan, tetapi menghitung kewajiban
perpajakan sesuai PP No 51 Tahun 2008 hanya untuk kontrak yang diperoleh mulai 1 Agustus 2008
(tidak memberlakukan sejak 1 Januari 2008), dengan pertimbangan Perusahaan secara bersama-sama
dengan Kontraktor BUMN Karya lainnya dan Asosiasi Kontraktor Indonesia telah mengajukan surat
keberatan terhadap pemberlakuan PP No. 51 Tahun 2008 dikeluarkan tanggal 20 Juli 2008 dan
diundangkan pada tanggal 23 Juli 2008, yang berlaku surut sejak 1 Januari 2008.
ac. Laba Bersih Per Saham
Laba bersih per saham masing-masing dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
ad. Segmen Usaha
Informasi pelaporan segmen usaha disajikan untuk menunjukkan hasil usaha group yang berasal dari
tiap segmen berdasarkan bidang usaha.

3.

KAS DAN SETARA KAS


Akun ini terdiri dari :
2008
Kas
Kas dalam perjalanan
Bank
Pihak Hubungan Istimewa:
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero)
PT Bank BNI (Persero) Tbk.
PT Bank Jatim
PT Bank BTN (Persero)
PT Bank BPD Sumsel
PT Bank BPD Jabar
PT Bank BPD Aceh
PT Bank BPD Kaltim
PT Bank BPD Riau
PT Bank BRI (Persero)
PT Bank Syariah Mandiri
PT Bank Bukopin
Jumlah dipindahkan

27

2007

3.345.673
2.496.776

5.080.936
152.889

127.730.243
6.396.050
1.605
1.659.140
5.143
71.442
2.098.617
7.205.702
16.008.777
23.532.661
724.548
353.540
191.629.917

171.545.993
30.554.878
1.605
1.507.543
1.552.852
760.476
4.234.571
12.621
114.308
44.680
215.563.352

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2008
191.629.917

2007
215.563.352

72.706.597
119.092
30.075.680
-

16.666.689
68.901.873
1.250.999
-

772.342
17.921

Pihak Ketiga:
Rupiah
PT Bank Mega Tbk.
PT Bank NISP Tbk.
PT Bank Danamon
PT Bank Permata
PT Bank Lippo
Bank Niaga
PT Bank Central Asia Tbk.
Bank DBS
HSBC
Bank PANIN
PT Bank Bukopin
PT Bank Shinta
Deutch Bank
Standarchatered Bank
Bank International Indonesia

1.092.387
3.276
66.812.807
92.672
1.019.928
853.106
6.168.411
5.836
304.450
683.921
32.404
97.161

1.287.623
5.936
1.295.805
92.303
6.947
2.307.801
205.640
3.850.727
38.339
861.434
2.838.676
1.786
15.611
32.470
-

US Dollar
PT Bank Mega Tbk.
Banque exterieure d'Algerie
Citibank
Bank DBS
HSBC
PT Bank Danamon
Standarchatered Bank
Bank Niaga
Bank International Indonesia

11.190.230
65.026
12.170.137
631
299.690
815.002
258.792
4.901

86.749
22.327.548
56.005
89.436
9.191
35.144
702.254
-

Yen Jepang, Bank DBS


Euro Eropa, Bank DBS
Dinar, Banque exterieure d'Algerie
SGD, Bank International Indonesia

18.962.648
7.992.802
7.819.088
14.994

38.884
7.918.731
-

Deposito Berjangka
Pihak Hubungan Istimewa:
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero)
PT Bank Mandiri Syariah (Persero)
Jumlah dipindahkan

207.477.000
45.886.183
685.445.032

471.500.000
206.750.000
1.024.737.952

Jumlah pindahan
US Dollar
PT Bank Mandiri (Persero)
PT Bank BNI (Persero) Tbk.
PT Bank BRI (Persero)
PT Bukopin
Euro Eropa, PT Bank Mandiri (Persero)
Yen Jepang, PT Bank Mandiri (Persero)

28

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Jumlah pindahan
PT Bank BNI (Persero) Tbk.
PT Bank BRI (Persero)
PT Bank BTN (Persero)
PT Bank BPD Jabar
Pihak Ketiga:
Rupiah
PT Bank Mega Tbk.
PT Bank DBS
PT Bank Danamon
PT Bank Panin
PT Bank Niaga
PT Bank Victoria
Jumlah

2008
685.445.032
102.342.481
171.264.645
782.000
2.251.000

2007
1.024.737.952
-

27.027.926
4.864.230
30.466.126
25.447.778
1.540.949
-

93.851.192
201.650.000
44.581.559

1.051.432.167

1.364.820.703

Kas dalam perjalanan merupakan transfer dari departemen ke proyek yang telah di debet dari rekening
bank pada tanggal Neraca namun rekening penerima masuk setelah tanggal Neraca.
Seluruh deposito berjangka waktu dibawah 3 bulan, Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 seluruh
deposito dalam mata uang rupiah,
rupiah dengan tingkat suku bunga antara 8.75%
8 75% s.d.
s d 13.5%
13 5% tahun 2008 dan 4%
s.d. 6% tahun 2007.
Tidak terdapat kas dan setara kas yang dijadikan jaminan

4.

PIUTANG USAHA
Akun ini merupakan piutang usaha dari jasa-jasa konstruksi, penyerahan barang hasil industri dan
perdagangan, penyewaan alat-alat berat yang telah diterbitkan fakturnya dan piutang atas usaha realty,
dengan rincian sebagai berikut :
2008
2007
Pihak hubungan istimewa
168.380.132
104.453.064
Rupiah
39.244.517
Dollar Amerika Serikat
207.624.649
104.453.064
(2.106.214)
Akumulasi penyisihan
Jumlah
205.518.435
104.453.064
Pihak ketiga
Rupiah
Dollar Amerika Serikat
Euro
Yen Jepang

876.653.589
8.835.739
1.323.789
19.699.111
906.512.228
(72.947.166)
833.565.062
1.039.083.497

Akumulasi penyisihan
Jumlah
Jumlah Piutang Usaha

29

470.485.270
46.367.503
516.852.773
(22.071.310)
494.781.463
599.234.526

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Rincian piutang usaha berdasarkan unit kerja adalah sebagai berikut :


2008
Pihak hubungan istimewa
Jasa Konstruksi
Produk PT Wika Beton
Produk PT Wika Realty
Produk PT Wika Intrade
Produk PT Catur Insan Pertiwi
Sub Jumlah
Akumulasi penyisihan
Jumlah

Pihak Ketiga
Jasa Konstruksi
Produk PT Wika Beton
Produk PT Wika Realty
Produk PT Wika Intrade
Produk PT Catur Insan Pertiwi
Penyisihan piutang ragu-ragu

Jumlah

2007

68.133.061
88.489.517
3.398.863
47.603.208
207.624.649
(2.106.214)
205.518.435

47.988.220
40.854.531
11.734.455
3.875.858
104.453.064
104.453.064

570.133.853
182.087.053
104.136.105
26.511.774
23.643.443
906.512.229
(72.947.166)
833.565.062

281.637.096
95.252.725
69.156.066
70.806.886
516.852.773
(22.071.310)
494.781.463

1.039.083.497

599.234.527

Mutasi penyisihan piutang ragu - ragu adalah sebagai berikut:

Saldo Awal
Penambahan (Pengurangan)
Saldo Akhir

2008

2007

22.071.310
52.963.576
75.034.886

11.709.000
10.362.310
22.071.310

Berdasarkan analisa atas status masing-masing saldo akun piutang usaha pada akhir tahun, manajemen
Perusahaan berpendapat bahwa jumlah penyisihan piutang ragu-ragu adalah cukup untuk menutupi
kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang ragu-ragu.
Rincian piutang usaha berdasarkan umur adalah sebagai berikut:
2008
Umur piutang
s.d. 1 bulan
1 s.d. 3 bulan
4 s.d. 6 bulan
7 s.d. 12 bulan
> 12 bulan
Jumlah

30

2007

541.687.876
163.505.751
99.240.699
48.999.215
185.649.955

331.196.723
136.058.240
31.885.383
68.670.509
53.494.981

1.039.083.497

621.305.837

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Rincian saldo piutang usaha berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut:


2008
Pihak Hubungan Istimewa:
94.273.980
PT Pertamina (Persero)
19.475.175
PT Istaka karya
18.739.359
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
Pembangunan Perumahan
17.246.886
PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
11.364.158
PT Waskita Karya
9.142.026
PT Rekayasa Industri
7.580.765
PT Nidya Karya
5.298.833
PT Brantas Abipraya
4.881.180
PT Pertamina Unit V Balikpapan
3.725.931
1.772.534
PT Hutama Karya
1.716.925
Dirjen PU Cipta Karya Jakarta
1.456.072
Cipta Karya - Kabupaten Dairi
1.285.540
DPU dan Kimpraswil Kaltim
1.164.671
PT Petrokimia Gresik
1.071.776
Dep.Kim.Pras.Wilayah Riau
Sekretaris Negara
Departemen Kimpraswil
P k b Si
Pemkab
Singkil
kil (NAD)
Pemprov. Sumatera Selatan
Pemprov. DKI Jakarta
Dinas Perhubungan DKI Jakarta
Dit Jen Perhubungan Darat
7.428.838
Hubungan Istimewa lainnya dibawah Rp 1.000.000
Sub Jumlah
207.624.649
(2.106.214)
Penyisihan piutang
205.518.435
Jumlah
Pihak Ketiga :
PT Jakarta Lingkar Barat
PT Sumber Segera Primadaya
Chengda (Proyek PLTU Cilacap)
PT UE Assa
PT Bukit Darmo Property
PT Marga Nujyasumo Agung
Cojaal
PT Lapindo Brantas
PLTU Labuan Banten 2 Labuan
PT Sahid Sahirman
PLTUJETTYLABUAN
USAID
PT Trubo Jaya Engineering
Mitsubishi / PLTGU Muara Karang
Teluk Naga
Deyon Resources PT
PT Alfa Goldland Realty

142.785.000
77.013.968
34.241.812
31.167.164
23.348.849
23.220.804
22.927.828
22.393.413
18.958.485
12.118.458
11.679.815
10.870.369
9.607.564
8.391.895
8.214.806
7.234.827
464.175.057

31

2007
6.087.212
7.144.412
2.940.830
7.225.968
4.766.494
7.305.716
7.675.108
1.682.738
2.438.498
3 833 194
3.833.194
5.530.184
5.693.428
7.456.798
31.786.357
3.472.510
105.039.447
105.039.447

3.532.799
12.240
34.241.812
12.594.932
16.332.440
23.427.828
8.781.474
48.920.031
147.843.556

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2008
464.175.057
6.571.666
5.405.285
5.299.188
5.147.272
5.045.049
4.676.822
4.422.545
4.062.375
3.148.077
3.108.274
2.754.729
2.573.925
2.088.065
2.081.849
1.934.451
1.796.826
1.766.481
1.699.808
1.568.070
1 323 789
1.323.789
6.583.208
6.751.325
5.878.401
5.127.040
2.970.170
2.846.106
1.169.373

Gloria Ramayana, PT
Pabrik Metanol Brunai
Dinamika Karya Utama, PT
PLTU Indramayu
Traveler Suramadu
PT Pelindo III
PKS Malimping
MHWS
PT Inco, Tbk.
PT. Sunindo Gapura Prima
Sinar Himalaya, PT.
Permata Berlian Realty, PT.
PKS Adaro
Pabrikasi Tower Transisi Teluk Naga
CMEC/PLTU Labuan Angin
Pabrik Conveyor Phase 2
Sukses Karya Perdana, PT.
PLTMG Palembang
PKS Buana Karya Bhakti
Cent nion 3
Centunion
China National Machinery & Equipment (CMEC)
PT Indocement Tunggal Perkasa
PT GRHA 165
PT Magnium Anugerah Lestari
PT Lucky Sakti
PT Excelcomindo Pratama
PT Sumber Daya Nusaphala
Jakarta Prima Crane
PT Multidaya Prima Elektrindo
PT Mandiri Dipta Cipta
PT Bakrie Swasakti Utama
PT Mahkota Inti Citra
PT Panca Surya Agrindo
Canadian Red Cross Society
Proyek PLTU II Sulut
Proyek Bribin
PT Mandra Jasa Trimitra
PT Ciliandra Perkasa Group
Proyek NPK Granulasi
Pelanggan PT Catur Insan Pertiwi
Pelanggan Wika Beton
Pelanggan Wika Realty
Pelanggan Wika Intrade
Pihak ketiga lainnya dibawah Rp.1.000.000

1.500.000
1.493.688
1.111.701
23.643.443
182.087.053
104.136.105
26.511.774
4.053.239
906.512.229
(72.947.166)
833.565.063
1.039.083.497

Penyisihan piutang
Jumlah

32

2007
147.843.556
10.893.914
4.288.510
1.489.032
1.687.546
1.540.455
3.848.627
3.184.130
2.723.951
1.705.786
1.500.000
1.464.654
2.342.920
2.744.931
13.874.256
42.359.443
1.310.424
3.065.105
7.299.915
9.847.951
95.252.725
68.972.541
70.806.886
16.805.513
516.852.773
(22.071.310)
494.781.463
599.234.526

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Piutang usaha dijaminkan pada bank-bank pemberi pinjaman, dengan rincian sebagai berikut:
-

PT Bank Mandiri, piutang yang dijaminkan Rp.401.982.480.000 (Rupiah penuh)


PT Bank Bukopin, piutang yang dijaminkan terhadap proyek-proyek yang dibiayai oleh PT Bank
Bukopin.
PT Bank DBS Indonesia, piutang usaha senilai minimal 125% dari total kredit tertarik dijaminkan.
PT Bank Niaga, piutang usaha dijaminkan Rp.5.000.000.000 (Rupiah penuh), pada WIKA Realty senilai
minimal 120% dari total outstanding dijaminkan.
PT Bank BTN, piutang yang dijaminkan berkaitan dengan penjualan rumah pada PT WIKA Realty yang
dibiayai oleh PT Bank BTN.
PT Bank Syariah mandiri, piutang usaha yang dijaminkan Rp.100.000.000.000 (Rupiah penuh) pada
tahun 2006.
Piutang dan Persediaan minimal senilai Rp.84.000.000.000 (dalam rupiah penuh) yang dimiliki
perusahaan dijaminkan pada Bank Mega sesuai dengan akta fiducia baik sekarang maupun
dikemudiaan hari.
Lihat catatan 19

Pada tahun 2007 sesuai surat dari Bank Mandiri Syariah tertanggal 27 Desember 2007 Nomor: 9/0473/SP3/DKP tentang penegasan persetujuan pengambilalihan piutang atas nama PT Wijaya Karya (Persero),
Tbk., Perusahaan melakukan perikatan dengan Bank Syariah Mandiri untuk Pengambilalihan piutang usaha
proyek yang telah invoicing sebesar Rp 200.000.000, dengan rincian sebagai berikut:
Nama Proyek
-

Jumlah

Proyek Busway
Proyek Alam Sutera
Proyek Car Terminal
Poryek PLTU Cilacap
Proyek Jalan Surabaya - Mojokerto
Proyek Jalan Waru - Juanda
Proyek Chip Plant
Proyek Lucky Square
Proyek Power Plant Sulut

20.233.483
5.935.916
11.319.991
75.883.500
5.026.154
49.099.557
3.048.932
9.689.644
19.762.822

Jumlah

200.000.000

Syarat dan ketentuan penting yang diatur dalam perikatan, antara lain:
Skema/jenis pembiayaan
: Qord Wal Ijaroh
Jangka waktu
: 1 bulan sejak tanggal pencairan
Ujroh
: Rp 1.750.000 dibayar dimuka
Jaminan
Bilyet giro PT Wijaya Karya sebesar Rp 200.000.000
Buy Back Guarantee dari PT Wijaya Karya untuk mengambil alih sisa piutang yang tidak terbayar.
Pada bulan Januari tahun 2008 Perusahaan telah mengambil alih kembali seluruh piutang tersebut.

33

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Proyek Trade Center Mall, Surabaya


Perusahaan mempunyai Piutang Usaha sebesar Rp. 34.241.812 atas Pembangunan Trade Center Mall
yang sementara dihentikan pekerjaannya (suspended) pada progres pekerjaan 78%, hal ini disebabkan
pihak pemberi kerja PT UE ASSA belum dapat menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada perusahaan.

Perusahaan telah membentuk penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang tersebut untuk menutupi
kemungkinan kerugian tidak tertagihnya piutang tersebut, akumulasi penyisihan piutang masing-masing
sebesar Rp 28.771.345 pada tahun 2008 dan sebesar Rp 7.192.836 pada tahun 2007.
Perusahaan menempuh jalur hukum untuk penyelesaian masalah tersebut dan terus melakukan negosiasi
untuk menyelesaikan hak dan kewajiban masing-masing.

5.

PIUTANG RETENSI
Akun ini merupakan jaminan yang ditahan oleh pemberi kerja dan dipotong dari setiap pembayaran yang
diperoleh dan akan cair pada saat serah terima pekerjaan kedua, dengan rincian sebagai berikut:
2008

2007

Pihak
Pih
k hubungan
h b
istimewa
i ti
Rupiah
Dollar Amerika Serikat
Sub jumlah

48.893.067
9.787.692
58.680.759

44.868.474
44.868.474

Pihak ketiga
Rupiah
Dollar Amerika Serikat
Yen Jepang
Sub jumlah
Jumlah

284.838.234
2.391.495
6.262.342
293.492.071
352.172.830

161.305.626
19.820.788
9.283.409
190.409.824
235.278.298

Rincian per unit kerja adalah sebagai berikut :


2008
Departemen Sipil Umum
Departemen Bangunan Gedung
Departemen Utilitas
Departemen EPC
Departemen Wilayah dan Luar Negeri
PT Wika Realty
Jumlah

71.608.612
90.628.009
97.226.577
15.725.438
45.178.669
31.805.525
352.172.830

2007
96.215.432
62.165.404
11.428.798
3.348.726
31.069.941
31.049.997
235.278.298

Perseroan mempunyai hak tagih penuh dan sampai saat ini tidak mengalami hambatan untuk melakukan
pencairannya, dan rata-rata umur piutang retensi kurang dari satu tahun, sehingga manajemen berkeyakinan
bahwa terhadap piutang retensi tersebut tidak dilakukan penyisihan

34

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Rincian piutang retensi per customer adalah sebagai berikut :


Pihak Hubungan Istimewa
PT Jasa Marga (Persero), Tbk.
Pemprov. Riau
Departemen Perhubungan
PT Pelindo II
PT Pelindo III
Bank Indonesia
Pemda Kaltim
Pemda Riau
PT Petrokimia Gresik (Persero)
Pemerintah Kabupaten Berau
Pemprov. Sumsel
Dit Jen Perhubungan Darat
DPU Bina Marga Kab Medan
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
PT Pertamina DOH Jawa Barat
BPLS
Dep.Kim.Pras.Wilayah Riau
Pemda DKI Jakarta
Pih k iistimewa
Pihak
ti
llainnya
i
dib
dibawah
hR
Rp 1
1.000.000
000 000
Sub jumlah
Pihak Ketiga:
Chengda (Proyek PLTU Cilacap)
JFE Civil Engineering & Construction Corp.
Pelanggan PT Wika Realty
China National Machinery & Equipment (CMEC)
PT Sumberdaya Nusaphala
British Red Cross Society
UE Assa
Srikaya, PT
PT Bukit Darmo Property
PT Citra Margatama Surabaya
PT Bakrie Swasakti Utama
PT Propelat
Catholic Relief Services
USAID II
Ciliandra Perkasa Group
PT Mangium Anugerah Lestari
PT Marga Nujyasumo Agung
PT Korra Antar Lestari
PT Mahkota Inti Citra
PT.Dian Anggara Persada
Canadian Red Cross Society
PT Muriniwood Indah Industri
PT Bumi Serpong Damai
China Red Cross / PMI
Jumlah dipindahkan

35

2008

2007

1.532.653
10.326.662
2.799.558
226.659
3.666.351
820.343
2.442.898
2.018.027
5.974.876
11.781.830
2.054.154
6.654.266
5.386.532
2 995 951
2.995.951
58.680.760

6.801.857
4.322.631
7.445.114
6.306.640
2.784.396
2.495.736
6.917.228
2.347.252
1.708.195
436.738
3 302 688
3.302.688
44.868.474

54.138.029
14.020.515
7.798.920
6.653.241
4.802.433
18.999.585
10.032.985
4.473.182
4.787.521
21.721.765
2.768.550
2.858.922
3.628.734
1.768.253
1.600.000
7.298.162
215.224
167.566.019

22.576.273
17.571.894
25.606.547
12.399.228
7.621.865
9.292.253
6.653.241
5.802.433
5.534.086
4.604.144
4.473.182
4.318.282
7.237.978
11.061.986
4.631.685
2.780.546
2.584.187
2.053.728
1.736.103
1.600.000
1.740.847
1.470.000
1.739.910
1.736.878
166.827.274

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Jumlah pindahan
PT Sumbergas Sakti Prima
PT Graha 165
PT Sahid Sahirman
Cojaal
PT Argo Intan Griyatama
PT Lucky Sakti
PT Indocement Prakarsa
Truba Jurong
PT Permata Berlian Realty
PT Dinamika Karya Utama
Mitsubishi Corp
Sumitomo
Corporation (CNEEC)
PT Sinar Himalaya
PT Buana Karya Bakti
PT Panca Surya Agrindo
PT Teknik Umum
PT Trubajaya Engineering
PT Sumber Alfaria Trijaya
PT Adaro Indonesia
PT Pandega Citra Niaga
PT Sunindo Gapura Prima
PT Cakrawala Sakti Kencana
PT Deyon Resources
Australian Red Cross Society
PT Alfa Goldland Realty
PT Jakarta Lingkar Barat
PT Medco Power Indonesia
Yayasan Kesehatan Bank Mandiri
Pelanggan Realty
Pihak ketiga lainnya dibawah Rp 1.000.000
Sub Jumlah
Jumlah

2008
167.566.019
1.636.207
2.384.335
3.980.806
9.166.409
2.883.292
3.052.337
8.584.799
2.386.364
4.249.714
188.930
9.577.947
2.262.600
1.254.882
2.612.300
203.601
1.358.796
2.463.904
1 167 509
1.167.509
7.097.539
1.191.864
5.590.482
4.194.886
1.584.946
1.199.078
7.515.000
1.186.318
1.477.082
31.545.127
3.928.999
293.492.071

2007
166.827.274
1.227.273
1.479.678
1.753.638
1.708.310
1.179.600
1.101.834
9.208.908
5.923.308
190.409.824

352.172.831

235.278.298

Proyek Trade Center Mall, Surabaya


Perusahaan mempunyai Piutang Retensi sebesar Rp. 6.653.241 atas Pembangunan Trade Center Mall
yang sementara dihentikan pekerjaannya (suspended) pada progres pekerjaan 78%, hal ini disebabkan
pihak pemberi kerja PT UE ASSA belum dapat menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada perusahaan.
Perusahaan menempuh jalur hukum untuk penyelesaian masalah tersebut dan terus melakukan negosiasi
untuk menyelesaikan hak dan kewajiban masing-masing.

36

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

6.

TAGIHAN (KEWAJIBAN) BRUTO KEPADA PEMBERI KERJA


Tagihan bruto kepada pemberi kerja merupakan piutang perusahaan yang berasal dari pekerjaan jasa
konstruksi yang sudah diakui sebagai pendapatan sesuai dengan metode persentase penyelesaian yang
dinyatakan dalam Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan yang belum diterbitkan faktur karena perbedaan
antara tanggal berita acara prestasi fisik dengan pengajuan penagihan pada tanggal neraca, rincian tagihan
bruto kepada pemberi kerja, adalah sebagai berikut:
2008
Biaya Konstruksi
Laba yang Diakui

5.827.131.229
256.454.705
6.083.585.934
5.376.999.549
706.586.384

Penagihan
Tagihan Bruto Pemberi Kerja (bersih)
Tagihan Bruto Pemberi Kerja
Kewajiban Bruto Pemberi Kerja
Tagihan Bruto Pemberi Kerja (besih)
a.
a

706.972.814
(386.430)
706.586.384

3.506.570.981
214.020.325
3.720.591.306
(3.152.150.069)
568.441.237
572.831.043
(4.389.806)
568.441.237

Tagihan
ag a Bruto
uto Kepada
epada Pemberi
e be Kerja
e ja
2008
Departemen Sipil Umum
Departemen Utilitas
Departemen EPC
Departemen Bangunan Gedung
Departemen Wilayah dan Luar Negeri
PT Wika Realty
Jumlah

b.

2007

2007

207.053.808
145.428.111
55.564.649
215.090.221
36.993.627
46.842.398

296.123.051
15.096.378
25.075.568
108.614.716
101.751.094
26.170.236

706.972.814

572.831.043

Kewajiban Bruto Kepada Pemberi Kerja


2008
Departemen Sipil Umum
Departemen Utilitas
Jumlah

386.430
386.430

Rincian saldo Tagihan bruto pemberi kerja per pelanggan adalah sebagai berikut :
2008
Pihak Hubungan Istimewa
PT Jasa Marga (Persero), Tbk.
Pelindo II (Persero)
387.920
Pelindo III (Persero)
9.022.806
Dit Jen Perhubungan Darat
46.290.122
Universitas Gadjah Mada
9.682.908
Dep. Pek Umum
Pemprov. Kaltim
Jumlah dipindahkan
65.383.756

37

2007
798.506
3.591.300
4.389.806

2007
3.685.681
31.716.549
13.062.024
41.950.779
8.714.617
9.351.106
3.917.825
112.398.581

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Pemda Riau
Pemkab. Singkil (Aceh)
Pemkab. Dairi (Aceh)
BPD Jawa Barat
Dept. PU Dirjen Cipta Karya
Pemda DKI Jakarta
PT Angkasa Pura I
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
Dikpora Kab. Kuantan Singingi (RIAU)
Dep.Kim.Pras.Wilayah Riau
DPU Bina Marga Kab Medan
DPU dan Kimpraswil Kaltim
PT Perkebunan Nusantara (Persero)
Pabrik
Pemda Kaltim
Pelanggan Realty
Pemerintah RI, Satuan Kerja Sementara Pengembangan &
Pengelolaan Sumber Air Jratunseluna
Pihak istimewa lainnya dibawah Rp 1.000.000
S b JJumlah
Sub
l h

2008
65.383.756
16.159.651
1.420.370
6.807.992
14.182.614
18.024.277
4.723.126
8.381.288
1.105.548
1.404.354
5.761.649
14.063.206

2007
112.398.581
18.230.078
6.803.967
3.722.444
2.683.690
4.099.990
-

5.796.291
163 214 123
163.214.123

11.024.967
2.618.622
161 582 338
161.582.338

Pihak Ketiga :
JFE Civil Engineering & Construction Corp.
USAID
China National Machinery & Equipment (CNME)
British Red Cross Society
PT Adaro Indonesia
PT Bukit Dharmo Properti
PT Mandiri Dipta Cipta
PT Permata Berlian Realty
Catholic Relief Services
Excelcomindo
PT Marga Nadjyasumo Agung
PT Lucky Sakti
PT UE ASSA
PT Dinamika K Utama
Canadian Red Cross
PT Pandega Citra Niaga
PT Citra Margatama Surabaya
Mitsubishi Corp.
China Red Cross
PT Cawang Housing Development
PT Lestari Indah Raya Persada
PT Mangium Anugerah Lestari
PT General Energy Bali
PT Buana Karya Bhakti
PT Sinar Himalaya
PT Alfa Goldland Realty
Jumlah dipindahkan

98.320.919
13.973.243
1.418.251
13.242.861
7.970.276
1.722.369
9.521.239
701.273
10.482.651
220.266
5.850.037
4.963.567
168.386.951

46.604.801
27.465.911
11.469.239
33.006.669
4.901.830
24.326.232
11.963.027
1.244.148
19.835.001
6.517.644
12.113.750
19.209.432
1.377.895
2.334.270
18.179.789
3.185.518
6.825.455
12.664.876
3.263.723
6.969.869
1.691.582
3.951.889
1.534.981
5.293.115
2.165.483
5.143.865
293.239.996

Jumlah pindahan

38

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Jumlah pindahan
PT Bumi Serpong Damai
PT Jakarta Lingkar Barat 1
China National Electric Equipment Corp. (CNEEC)
PT Mahkota Inti
China Mechanical Electric Corp
Chengda (Proyek PLTU Cilacap)
PT Sahid Sahirman
PT Sunindo Gapura Prima
PT Gloria Ramayana Inter Hotel
PT Samadista Karya
PT Cakrawala Sakti Kencana
PT Deyon Resources
Yayasan Kesehatan Bank Mandiri
Sumitomo
BRR NAD-NIAS
Proyek PLTU Kalimantan Selatan
MHWS
PT Alam Sutera
PT Bumi Nusa Kaltim
PT Indocement
PT Sumber Alfaria Trijaya
PT Truba Jaya Engineering
SNVT
Tobishima Corp
Dongfang
Pakkodian Group
Pelanggan Realty
Pihak ketiga lainnya dibawah Rp 1.000.000

Jumlah

2008
168.386.951
16.985.210
54.172.769
1.622.768
28.462.268
41.714.847
1.537.881
4.296.402
6.944.759
7.606.250
31.345.178
9.893.988
3.930.654
2.476.810
13.499.145
7.875.752
38.697.703
6.849.559
7.152.791
19 266 009
19.266.009
2.208.763
11.465.062
12.562.694
6.091.662
1.599.481
1.480.075
32.779.192
2.854.068
543.758.690

2007
293.239.996
15.432.474
19.936.404
17.738.575
1.604.839
53.081.821
6.222.340
3.992.257
411.248.705

706.972.814

572.831.043

Proyek Mangga Dua Square (PT. Mandiri Dipta Cipta)


Perusahaan mempunyai Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja sebesar Rp 17.963.027 yang diajukan
kepada PT. Mandiri Dipta Cipta atas claim extra cost (biaya-biaya tambahan/lain diluar kontrak).
Review terhadap nilai claim extra cost telah dilakukan oleh PT Jurukur Bahan Indonesia dan QS-PT Mandiri
Dipta Cipta.
Bedasarkan surat pernyataan manajemen No. KU.01.00/A.DIR.1974/07 tanggal 10 Agustus 2007 yang di
tandatangani oleh Komisaris Utama dan Direktur Utama PT Wijaya Karya (persero), manajemen
berkeyakinan bahwa claim extra cost tersebut dapat disetujui oleh PT Mandiri Dipta Cipta.
Sejak bulan Oktober 2007, PT Mandiri Dipta Cipta telah membayar claim extra cost tersebut secara
bertahap setiap bulannya sebesar Rp 1.500.000. Sampai dengan 31 Desember 2007 telah ditagihkan
sebesar Rp 6.000.000, sehingga saldo Tagihan brutto kepada PT Mandiri Dipta Cipta tanggal 31 Desember
2007 sebesar Rp 11.963.027, dan pada tanggal 31 Desember 2008 seluruh piutang tersebut telah dibayar
lunas.

39

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Proyek Trade Center Mall, Surabaya


Perusahaan mempunyai Tagihan Brutto atas Pembangunan Trade Center Mall sebesar Rp 1.377.895 yang
sementara dihentikan pekerjaannya (suspended) pada progres pekerjaan 78%, hal ini disebabkan pihak
pemberi kerja PT UE ASSA belum dapat menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada perusahaan. Pada
tanggal 31 Desember 2007.
Perusahaan menempuh jalur hukum untuk penyelesaian masalah tersebut dan terus melakukan negosiasi
untuk menyelesaikan hak dan kewajiban masing-masing.
Pembangunan Jalur Ganda KA antara Kroya-Yogyakarta Lintas Selatan Jawa, Tahap I dan II
Perusahaan mempunyai Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja sebesar Rp.41.950.778.959 (Rupiah penuh),
sebesar Rp. 27.548.589.277 (Rupiah penuh) dari proyek Double Track yang merupakan penyesuaian harga
terutama unsur BBM
Sesuai Surat No. LAP-815/DI/04/2007 tanggal 23 Oktober 2007 dari BPKP kepada Dirjen Perkeretaapian
mengenai Laporan hasil evaluasi Usulan Penyesuaian Harga Kontrak dengan rekomendasi secara legal dan
substansi, Kontraktor dapat dipertimbangkan penyesuaian Harga Kontrak akibat kenaikan BBM dan
keterlambatan SPK dengan dibuatkan amandemen kontrak.
Dengan Surat No. PL.102/A.248/DJKA/12/07 tanggal 7 Desember 2007 Dirjen Perkeretaapian
menyampaikan surat kepada Menteri Perhubungan mengenai Usulan Penyesuaian harga Kontrak yang
dimaksud.
Tanggal 17 Januari 2008 terbit Surat dari Menteri Perhubungan dengan No. A.08/PL.102/MPHB mengenai
persetujuan Penyesuaian Harga Kontrak dengan catatan dilakukan amandemen kontrak pasal G.71 dan
dilakukan perhitungan kembali sesuai ketentuan berlaku.
Tanggal 11 Pebruari 2008 terbit Berita Acara Re-evaluasi Usulan Penyesuaian Harga no 02/BAPA/BLN/PLS/II/2008 yang dilakukan oleh Panitia Peneliti pelaksanaan Kontrak (P3K) terhadap usulan
penyesuaian harga yang telah diajukan kontraktor dengan hasil evaluasi penyesuaian harga akibat
keterlambatan SPK sebesar Rp 68.3M dan kenaikan BBM sebesar Rp 31.7M total sebesar Rp 100M dengan
perkiraan Porsi Wika sebesar Rp 28.5M
Saat ini BPKP sedang proses persiapan presentasi untuk menyampaikan hasil audit lapangan proyek
tersebut.
Manajemen berkeyakinan bahwa claim tersebut dapat disetujui oleh Departemen Perhubungan Direktorat
Jenderal Perkeretaapian.

40

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7.

PENDAPATAN YANG AKAN DITERIMA


Pendapatan Akan Diterima merupakan piutang usaha yang belum ditagihkan selain dari aktivitas
pelaksanaan proyek, dengan rincian sebagai berikut :

Pelanggan PT Wika Beton


Pelanggan PT Wika Intrade
Pelanggan PT Wika Realty
Jumlah

8.

2008

2007

22.766.608
31.340.632
6.117.384
60.224.624

8.212.697
46.204.448
831.404
55.248.549

2008

2007

PIUTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari:

26.010.007

Pusat Manajemen
g lain-lain Konstruksi
Piutang
Departemen Sipil Umum
Departemen Utilitas
Divisi Peralatan Konstruksi
Departemen Bangunan Gedung
Departemen Wilayah dan Luar Negeri
Departemen EPC
PT Wika Beton
PT Wika Realty
PT Wika Intrade
PT Catur Insan Pertiwi
Jumlah
Penyisihan piutang ragu-ragu
Jumlah

828.500

53.241.023
4.288.568
7.756.304
692.174
3.722.391
480.477
4.076.443
1.848.309
312.310
102.428.005
(16.627.387)

28.410.482
159.816
1.575.400
3.348.382
8.207.887
10.498.814
94.089
923.488
3.120.211
57.167.068
(16.627.387)

85.800.618

40.539.682

Piutang lain-lain pusat manajemen diantaranya merupakan piutang pajak atas SKPLB Pajak Penghasilan
tahun pajak 2006 Nomor: 00098/406/06/051/08 tanggal 9 Desember 2008 sebesar Rp 25.858.969.756
dikurangi SKPKB dan STP yang belum dibayar sebesar Rp 2.536.368.514 sehingga jumlah yang harus
diterima sebesar Rp 23.322.599.242. SKPLB tersebut telah diterima oleh Perusahaan pada bulan Januari
2009.
Piutang lain-lain konstruksi merupakan piutang perusahaan kepada subkontraktor atas pembayaran yang
telah dilakukan untuk pembelian material proyek yang sedang dikerjakan yang akan diperhitungkan dengan
pembayaran hutang kepada subkontraktor.
Piutang lain-lain PT Wika Realty merupakan piutang perusahaan kepada kontraktor atas pembayaran yang
telah dilakukan untuk pembelian material proyek yang sedang dikerjakan yang akan di set off dengan
pembayaran hutang kepada kontraktor.

41

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Piutang lain-lain Departemen Sipil Umum sebesar Rp.53.241.022.557 (Rupiah penuh) merupakan piutang
atas pengadaan besi proyek-proyek JO serta Piutang kepada PT Propelat atas Proyek Cikubang sebesar
Rp.13.700.000.000 (Rupiah penuh) yang telah disisihkan 100% pada tahun 2007.
Berdasarkan analisa atas status masing-masing saldo akun piutang lain-lain pada akhir tahun, manajemen
Perusahaan berpendapat bahwa jumlah penyisihan piutang ragu-ragu adalah cukup untuk menutupi
kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang ragu-ragu.
Seluruh piutang lain-lain dalam mata uang rupiah.

9.

PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari:
2008
Barang Jadi
Barang dalam proses
Bahan baku dan bahan penolong
Persediaan dalam pengiriman
Suku cadang
g
Persediaan Aktiva Real Estat
Tanah sedang dikembangkan
Tanah matang
Bangunan sedang konstruksi
Bangunan jadi
Bahan Material
Jumlah/Total

2007

851.177.123
19.149.603
278.100.142
18.710.466
3.982.792

225.462.592
7.747.740
98.503.048
213.363
4.957.546

119.030.871
19.911.698
33.939.243
5.176.177
844.393
1.350.022.508

105.954.175
10.671.346
7.384.260
2.904.807
670.027
464.468.902

Tanah yang sedang dikembangkan terdiri dari :


a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

LT
1.637
32.813
284.098
32.761
45.377
23.568
11.525
56.638
-

Festival Fatmawati
Tamansari Samarinda
Tamansari Bukit Mutiara
Tamansari Majapahit
Tamansari Manglayang Regency
Tamansari Puri Bali
Tamansari Metropolitan Manado
Tamansari Pelabuhan Ratu
Tamansari Sudirman
Jumlah

42

2008
13.522.392
24.604.863
15.982.418
18.741.004
15.232.026
13.476.700
7.105.300
5.400.834
4.965.333
119.030.871

LT
2.824
86.896
284.098
25.582
90.705
34.434
25.488
148.956
-

2007
21.310.340
19.205.939
14.193.697
13.662.886
13.563.132
13.194.360
6.951.014
3.872.806
105.954.175
-

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Tanah matang terdiri dari :


LT
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

Tamansari Persada Bogor


Tamansari Mangly. Regency
Tamansari Pesona Bali
Tanah Aceh
Tamansari Bukit Damai
Tamansari Samarinda
Tamansari Bukit Mutiara
Tamansari Majapahit
Tamansari Pelabuhan Ratu
Tamansari Metropolitan Manado
Tamansari Puri Bali
Jumlah

2008

LT

2007

5.105
10.761
1.729
2.316
14.062
551
7.402
436
655
507

1.988.103
2.435.914
451.356
1.607.740
365.212
6.594.735
416.267
5.381.254
50.017
322.389
298.709
19.911.698

10.861
10.083
2.749
878
3.688
924
821
-

4.470.481
2.036.398
1.924.725
1.125.000
523.110
423.633
167.999
10.671.346

LT
4.298
2.092
4.226
2 732
2.732
6.518
1.479
496
4.846
1.688

2008
4.073.856
1.387.950
3.032.470
2 687 975
2.687.975
4.161.999
1.515.029
661.850
2.607.574
11.780.649
2.029.891
33.939.243

LT
1.385
3.112
2.461
2 165
2.165
1.173
636
634
502
-

2007
1.749.556
1.572.467
1.299.485
1 012 406
1.012.406
623.144
472.036
347.893
307.273
7.384.260

Bangunan yang sedang dikonstruksi terdiri dari :


a.
b.
c.
d
d.
b.
e.
i.
f.
g.
h.

Tamansari Bukit Mutiara


Tamansari Pelabuhan Ratu
Tamansari Manglayang Regency
Tamansari Puri Bali
Grand Tamansari Samarinda
Tamansari Metropolitan Manado
Tamansari Persada Bogor
Tamansari Majapahit
Tamansari Sudirman
Festival Fatmawati
Jumlah

2007
Persediaan bahan terdiri dari :
a. Proyek Sidikalang
b. Proyek Sudirman
c. Proyek Centro City
d. Proyek Akper MUBA
e. Proyek Rusun Cawang
f. Proyek Rusunawa Unismuh
Jumlah/Total

396.294
237.871
165.486
44.741
844.393

2007
453.656
216.370
670.027

Persediaan Barang jadi dan barang dalam proses merupakan persediaan barang jadi dan barang dalam
proses produksi atas produk beton, produk metal, dan produk konversi energi.
Bahan Baku dan Penolong merupakan persediaan bahan baku pada industri beton, metal dan konversi
energi, serta bahan-bahan material konstruksi di proyek.
Persediaan dalam pengiriman merupakan persediaan yang telah dikirim sebelum tanggal Neraca tetapi
belum sampai tujuan.

43

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Piutang dan Persediaan minimal senilai Rp.84.000.000.000 (dalam rupiah penuh) yang dimiliki perusahaan
dijaminkan pada Bank Mega sesuai dengan akta fiducia baik sekarang maupun dikemudiaan hari. atas
fasilitas kredit yang diberikan kepada PT Wika Beton
Perseroan mengasuransikan persediaan produk komponen, barang jadi di gudang dan suku cadang pada
PT Asuransi Jasa Indonesia dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 9.135.900.000, dengan polis No.
203.204.300.07.0080 dan 203.204.300.07.0081, dengan jangka waktu pertanggungan 20 Juni 2007 s.d. Juni
2008. Manajemen berkeyakinan nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kerugian.
Seluruh persediaan dimiliki atas nama Perseroan.
Piutang dan stock dengan nilai minimal Rp 50 milyar sebagai agunan utama atas fasilitas kredit modal kerja
revolving dan fasilitas non cash loan yang diperoleh PT Wika Beton pada Bank Mandiri sesuai Perpanjangan
Perjanjian No. CGB.ONE/SPPK/RD2.060/2007 tanggal 9 Mei 2007
Persediaan tersebut juga dijaminkan ke CIMB Niaga dengan nilai penjaminan sebesar Rp 5 milyar.
Lihat Catatan 20.

10. UANG MUKA


Rincian uang muka adalah sebagai berikut :
2008
Subkontraktor
Pemasok
Uang Muka Pekerjaan
Lain-lain
Jumlah

74.874.668
149.186.509
480.420
9.735.184
234.276.781

2007
79.500.114
63.782.885
22.808.609
790.798
166.882.405

Uang muka kepada subkontraktor merupakan uang muka yang diberikan kepada subkontraktor sehubungan
dengan kontrak pelaksanaan pekerjaan proyek, subkontraktor akan mengangsur kepada Perusahaan pada
saat pembayaran prestasi kerja.
Uang muka kepada pemasok merupakan uang muka yang diberikan kepada pemasok sehubungan dengan
pengadaan bahan baku dan materials konstruksi di proyek.
Uang muka intern pekerjaan/kegiatan kerja (persekot) merupakan uang muka yang diberikan kepada
pelaksana proyek untuk keperluan operasional proyek.
Lain-lain pada uang muka tersebut merupakan persekot operasional pegawai dan pemasaran.

11. PAJAK DIBAYAR DIMUKA


Rincian pajak dibayar dimuka adalah sebagai berikut
2008
22.115.331
6.055.556
111.722.113
18.339.250
15.360.817
30.084.561
203.677.628

PPh Pasal 22 Impor


PPh Pasal 22 Wajib Bayar
PPh Pasal 23
PPh Pasal 25
Pajak Pertambahan Nilai
PPN Impor
Jumlah

44

2007
4.739.354
491.903
79.645.310
14.133.535
4.598.686
3.139.033
106.747.821

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

12. BIAYA DIBAYAR DIMUKA


Rincian biaya dibayar dimuka adalah sebagai berikut :
2008
Biaya usaha
Biaya produksi
Biaya pengadaan
Biaya pengelolaan
Biaya distribusi
Biaya sewa dan asuransi
Lain-lain
Jumlah

3.327.985
8.762.317
3.097.745
5.890.472
116.105.091
7.796.900
1.191.852
146.172.362

2007
9.803.006
14.795.612
88.111
1.354.356
53.541.397
796.073
76.228
80.454.783

Biaya Usaha Dibayar Dimuka per unit kerja atau lokasi, merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan
sehubungan dengan kegiatan usaha perusahaan seperti biaya pengusahaan proyek, tender dan biaya usaha
lainnya serta biaya sewa dan asuransi.
Rincian biaya usaha dibayar dimuka adalah sebagai berikut
2008
Departemen Utilitas
Departemen Bangunan Gedung
Departemen Sipil Umum
Departemen Wilayah dan Luar Negeri
PT Wika Beton
PT Wika Realty
PT Wika Intrade
Jumlah

551.963
771.478
85.597
1.238.167
358.768
322.012
3.327.985

2007
2.726.696
2
726 696
6.260.258
261.236
542.999
1.395
10.423
9.803.006

Biaya produksi dibayar dimuka merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan perusahaan dan
belum dapat diperhitungkan dengan penjualan karena pada tanggal neraca berita acara kemajuan fisik
belum dapat ditandatangani pengawas lapangan dan atau berita acara penyerahan barang belum
ditandatangani.
Rincian biaya produksi dibayar dimuka adalah :
2008
Departemen Sipil Umum
Divisi Peralatan Konstruksi
Departemen Bangunan Gedung
Departemen Utilitas
Departemen EPC
Departemen Wilayah dan Luar Negeri
PT Wika Beton
PT Wika Realty
PT Wika Intrade
PT Catur Insan Pertiwi
Jumlah

1.208.860
293.556
66.000
1.551.670
2.587.059
1.089.211
1.317.508
648.453
8.762.317

45

2007
9.309.014
6.263
1.346.535
2.073.012
578.749
1.482.038
14.795.612

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Biaya distribusi dibayar dimuka merupakan biaya atas distribusi produk beton dan intrade yang ditangguhkan
sehubungan dengan perbedaan waktu antara pengakuan penjualan dan saat terjadinya pengiriman produk
beton dan produk intrade.

13. JAMINAN USAHA


Akun ini merupakan jaminan yang diberikan perusahaan dalam rangka memperoleh/pelaksanaan pekerjaan
kontrak konstruksi. Jaminan tersebut berupa dana yang disetor kepada bank yang ditunjuk dan akan
dicairkan setelah habis masa berlakunya bank garansi, dengan rata-rata berlakunya bank garansi kurang
dari satu tahun.

14. INVESTASI PADA PERUSAHAAN ASOSIASI


Akun ini merupakan penyertaan saham pada perusahaan asosiasi, sebagai berikut:
TAHUN 2008
Nama Perusahaan

1.
2.
3.

PT WIKA - NGK Insulators


PT. Wijaya Tama Perkasa
PT. Marga Kunciran Cengkareng
Jumlah

TAHUN 2007
Nama Perusahaan

1.

PT WIKA - NGK Insulators

Persentase
Kepemilikan
(%)
18,70%
40,00%
10,00%

1.708.240
1.708.240

Persentase
Kepemilikan
(%)
18,70%

Jumlah

Jumlah
Penyertaan
Awal Periode

Jumlah
Penyertaan
Awal Periode

Penambahan /
(Pengurangan)

15.000.000
3.000.270
18.000.270

Penambahan /
(Pengurangan)

Jumlah
Penyertaan
Akhir Periode
1.708.240
15.000.000
3.000.270
19.708.510

Jumlah
Penyertaan
Akhir Periode

1.708.240

1.708.240

1.708.240

1.708.240

PT WIKA NGK Insulators


Perusahaan memiliki 1.708 saham yang merupakan 18,70% hak kepemilikan, WIKA NGK Insulators
bergerak dalam bidang Insulators.
WIKA NGK didirikan pada tanggal 23 Juli 1987 berdasarkan Akte Perseroan Terbatas No 76 dibuat
dihadapan Kartini Muljadi, SH. Notaris di Jakarta sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan Akta
Pendirian No. 5 tanggal 3 Juni 1988, dibuat dihadapan Inge Hendarmin, SH., pengganti dari Kartini
Muljadi, SH., Notaris di Jakarta, yang keduanya telah mendapatkan pengesahan dari Menteri
Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-5652-HT.01.01.TH'88 tanggal 2
Juli 1988, serta telah diumumkan dalam Tambahan No.816, Berita Negara Republik Indonesia No. 65
tanggal 12 Agustus 1988.

46

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Anggaran Dasar WIKA NGK telah beberapa kali mengalami perubahan yang perubahan terakhirnya,
antara lain sehubungan dengan perubahan seluruh Anggaran Dasar WIKA-NGK, adlah sebagaimana
termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.3, tanggal 25 Pebruari 2000, dibuat dihadapan
Sarina Sihombing, SH., Notaris di kabupaten Daerah Tingkat II Tangerang berkedudukan di Ciputat.
Maksud dan tujuan usaha WIKA NGK adalah sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar adalah
melaksanakan kegiatan usaha membuat dan merakit "high tension porcelain insulators" dan produkproduk lainnya yang berhubungan serta memasarkan dan menjual seluruh hasil produknya di wilayah
Indonesia maupun luar Indonesia.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 3 tanggal 25 Pebruari 2000, dibuat dihadapan
Sarina Sihombing, SH, Notaris di kabupaten Daerah Tingkat II Tangerang, berkedudukan di Ciputat,
struktur permodalan dan komposisi susunan pemegang saham WIKA NGK adalah sebagai berikut :
Nilai Nominal Rp.1.630.000/US$ 1.000 per saham
Saham
Rupiah/USD
%
5.620
Rp
9.160.600.000 /
USD
5.620

Pemegang Saham
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh :
- PT Wijaya Karya (Persero)

1.048

NGK Insulators Ltd

3.048

Sumitomo Corporation

1.524

Jumlah

5.620

Saham dalam Portepel

Rp
USD
Rp
USD
Rp
USD
Rp
USD

1.708.240.000
1.048
4.968.240.000
3.048
2.484.120.000
1.524
9.160.600.000
5.620

18,65%

54,23%

27,12%

100,00%

PT Wijaya Tama Perkasa


Perusahaan memiliki 15.000 lembar saham yang merupakan 40% hak kepemilikan, PT Wijaya Tama
Perkasa yang bergerak dalam bidang penyelenggaraan pembangunan dan pengelolaan fasilitas jalan
tol.
PT.Wijaya Tama Perkasa didirikan pada tanggal 1 April 2008 berdasarkan Akte Perseroan Terbatas No
04 dibuat dihadapan Imas Fatimah, SH. Notaris di Jakarta.
Maksud dan tujuan usaha PT Wijaya Tama Perkasa adalah sebagaimana tercantum dalam Anggaran
Dasar adalah melaksanakan kegiatan usaha dibidang penyelenggaraan pembangunan jalan tol,
pembangunan prasarana dan sarana dasar (infrastruktur), fasilitas penunjang jalan, pengembangan
lahan-lahan / kawasan sekitar jalan tol, melakukan usaha perdagangan umum termasuk antar pulau,
import, eksport, distributor, dan pemasok.

47

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Berdasarkan Akta tersebut, struktur permodalan dan komposisi susunan pemegang saham PT Wijaya
Tama Perkasa adalah sebagai berikut :
Nilai Nominal Rp.1.000.000,- per saham
Saham
Rupiah
150.000
150.000.000.000

Pemegang Saham
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh :
PT Wijaya Karya (Persero). Tbk
PT. Margatama Perkasa
PT. Kartika Marga Sakti
Jumlah
Saham dalam Portepel

15.000
15.000
7.500
37.500
112.500

15.000.000.000
15.000.000.000
7.500.000.000
37.500.000.000
112.500.000.000

40,00%
40,00%
20,00%
100,00%

PT Marga Kunciran Cengkareng


Perusahaan memiliki 329.700 lembar saham yang merupakan 10% hak kepemilikan, PT Marga
Kunciran Cengkareng yang bergerak dalam bidang perencanaan, penyelenggaraan pembangunan
jalan, jembatan bangunan pelengkap dan fasilitas jalan tol serta pengelolaan jalan dan fasilitas tol.

15. TANAH BELUM DIKEMBANGKAN


Tanah yang belum dikembangkan terdiri dari :
2007

2008
LT
a.
b.

Jumlah

259.605
38.427

Tamansari Pelabuhan Ratu


Tamansari Puri Bali
Jumlah/Total

LT

10.507.624
11.081.873
21.589.497

14.213

Jumlah
3.441.729
3.441.729

16. AKTIVA TETAP


Rincian aktiva tetap adalah sebagai berikut:
Saldo awal
01-Jan-08
Harga Perolehan :
Kepemilikan sendiri
Hak atas tanah
Bangunan
Prasarana
Perlengkapan kantor
Peralatan pabrik dan proyek
Kendaraan
Aktiva tetap dalam penyelesaian
Jumlah

114.592.031
44.145.282
7.412.508
10.895.517
175.608.057
3.050.499
21.087.081
376.790.976

48

Penambahan

2.023.764
44.323.819
14.529.308
2.445.742
76.019.006
123.405
139.465.044

Pengurangan

11.490.005
11.490.005

Saldo Akhir
31-Des-08

116.615.795
88.469.101
21.941.816
13.341.259
251.627.063
3.173.904
9.597.076
504.766.014

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Saldo awal
01-Jan-08
Akumulasi penyusutan :
Kepemilikan sendiri
Bangunan
Prasarana
Perlengkapan kantor
Peralatan pabrik dan proyek
Kendaraan
Jumlah
Nilai Buku

22.105.270
4.312.252
8.837.016
95.454.243
581.223
131.290.003
245.500.972

Saldo awal
01-Jan-07
Harga Perolehan :
Kepemilikan sendiri
Hak atas tanah
Bangunan
Prasarana
Perlengkapan kantor
Peralatan pabrik dan proyek
Kendaraan
Aktiva tetap dalam penyelesaian
Sewa Guna Usaha
Peralatan Pabrik
Jumlah
Akumulasi penyusutan :
Kepemilikan sendiri
Bangunan
Prasarana
Perlengkapan kantor
Peralatan pabrik dan proyek
Kendaraan
Sewa Guna Usaha
Peralatan Pabrik
Jumlah
Nilai Buku

Penambahan

6.271.922
1.031.425
1.987.067
26.695.877
1.611.873
37.598.165

Penambahan

Saldo Akhir
31-Des-08

Pengurangan

Pengurangan

28.377.192
5.343.677
10.824.083
122.150.120
2.193.096
168.888.168
335.877.846

Saldo Akhir
31-Des-07

108.128.183
43.119.078
4.381.585
9.723.842
177 886 738
177.886.738
360.640
15.708.256

6.463.848
1.942.387
3.030.923
1.171.675
18 119 577
18.119.577
2.689.859
8.889.482

916.183
20 398 258
20.398.258
3.510.657

114.592.031
44.145.282
7.412.508
10.895.517
175 608 057
175.608.057
3.050.499
21.087.081

2.806.020
362.114.342

42.307.751

2.806.020
27.631.118

376.790.976

18.717.456
4.090.839
8.014.170
97.980.178
352.324

3.387.814
221.413
822.846
19.186.624
228.899

21.712.559
-

22.105.270
4.312.252
8.837.016
95.454.243
581.223

867.138
130.022.105
232.092.237

23.847.595

867.138
22.579.697

131.290.003
245.500.972

Aktiva dalam pelaksanaan pada tanggal 31 Desember 2007 merupakan biaya renovasi gedung Wika yang
semula 8 (delapan) lantai menjadi 11 (sebelas) lantai.
Untuk Renovasi gedung telah mencapai 99% dari total biaya yang diestimasi sebesar Rp 24.816.700, tidak
ada beban bunga yang dikapitalisir dan tidak ada kendala/hambatan signifikan yang timbul selama
pelaksanaan renovasi gedung.
Aktiva tetap yang dijual tahun 2007 terdiri dari Peralatan Konstruksi dan Alat-alat Berat yang ada di Divisi
Peralatan Konstruksi, dengan nilai buku Rp 967.208.000, dijual karena Aktiva Tetap tersebut sudah tidak
produktif lagi, penjualan kepada Pihak Ketiga, dan telah disetujui oleh Pemegang Saham sesuai surat No.
129/DK/PTWK/2005 tanggal 17 Oktober 2005 dan No. 110/DK/PTWK/2006 tanggal 5 Desember 2006.
Seluruh aktiva tetap dimiliki oleh perusahaan

49

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Pada tahun 2008, aktiva tetap perusahaan kecuali tanah, telah diasuransikan dengan Polis Standar
Kebakaran Indonesia dengan nilai pertanggungan sebagai berikut :
Nilai
Penanggung
PT Asuransi Umum Mega
PT Asuransi Umum Mega
PT Asuransi Himalaya Pelindung
PT Asuransi Himalaya Pelindung
PT Asuransi Jasa Indonesia
PT Asuransi Jasa Indonesia
PT Asuransi Jasa Indonesia
PT Asuransi Jasa Raharja Putera
PT Asuransi Jasa Raharja Putera

Nomor Polis
IP.01.01.08.002637
IP.01.01.08.002638
PST.0102/2007 - 00132
PST.0102/2007 - 00132
203.204.300.07.0081
209.482.200.08.001
203.204.300.08.063
02.00.13.07.00421/09
02.00.13.07.00422/09

Jangka Waktu
20/10/08 - 20/10/09
20/10/08 - 20/10/09
26/08/08 - 26/08/09
26/08/08 - 26/08/09
12/06/08 - 12/06/09
14/01/08 - 14/01/09
20/06/08 - 20/06/09
10/09/08 - 10/09/09
10/09/08 - 10/09/09

Pertanggungan
2.469.100.000
675.600.000
642.026.000
4.835.140.000
12.904.180.000
9.538.700.000
18.058.480.875
29.064.700.000
29.064.700.000
107.252.626.875

Beban penyusutan untuk tahun 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp 37.598.165 dan Rp. 23.847.595.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan atas aktiva tetap yang diasuransikan adalah cukup
untuk menutup kemungkinan kerugian yang terjadi.
Aktiva tetap berupa tanah serta bangunan di atasnya yang berlokasi di Bekasi dan Medan dijadikan jaminan
atas fasilitas kredit modal kerja pada Bank Bukopin (lihat catatan 20).
Aktiva tetap berupa tanah yang berlokasi di Surabaya, Ciracas, dan Cipinang Jakarta Timur dijaminkan atas
fasilitas kredit modal kerja pada Bank Mega(lihat catatan 20).
Aktiva tetap berupa tanah yang berlokasi di Deli Serdang, dan Lampung Selatan dijaminkan atas fasilitas
kredit modal kerja WIKA Beton pada Bank Mega (lihat catatan 20).
Aktiva tetap berupa tanah yang berlokasi di Cipinang, Karangrejo, dan Kembang Kuning dijaminkan atas
fasilitas kredit pada Bank Mandiri(lihat catatan 20).
Aktiva tetap berupa tanah yang berlokasi di Boyolali dijaminkan atas fasilitas kredit modal kerja pada Bank
Niaga (lihat catatan 20).
Aktiva tetap berupa tanah (17 Sertfikat HGB) dijaminkan oleh WIKA-Realty atas fasilitas kredit pada Bank
BTN (lihat catatan 20).
Aktiva tetap berupa peralatan, mesin, kendaraan bermotor, dan peralatan proyek senilai Rp.2.214.214.426
(rupiah penuh) dijaminkan pada Bank Mandiri (lihat catatan 20).
Aktiva tetap berupa peralatan dan mesin senilai Rp.5.000.000.000 (rupiah penuh) dijaminkan pada Bank
Niaga (lihat catatan 20).

50

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

17. SETORAN DANA KERJA SAMA OPERASI


Akun ini merupakan setoran dana kerja sama operasi dengan pihak lain, dengan rincian sebagai berikut:

JO WIKA-IKPT-Adhi Karya(TPPI)
JO WIKA-Waskita (Cikapayang)
JO WIKA-Mirai (Amandit)
JO WIKA-Adhi Karya (Tuban Aromatic)
JO WIKA-Pelita (Cut Nyak Dien)
JO WIKA-Hutama (CA-1 )
JO WIKA-Adhi Karya (Batang Tongar)
JO WIKA-Hutama-Waskita-Adhi
Karya (Suromadu BT Tengah)
JO WIKA-BK (Bawakaraeng Tahap 2)
JO WIKA (Suramadu Causeway sisi Sby)
JO WIKA - Pelita (Ulee-Lheu)
JO WIKA-SACNA (Bendung Mamak)
JO WIKA-Realty (Ciomas Hills dan
Tamansari Samarinda)
JO WIKA-DGI (Kanjiro)
JO WIKA (Sungai
(S
i Ular)
Ul )
JO WIKA-PP-Hutama (Jati Gede)
JO WIKA-Himpun Karya (Sungai Kayan Bulungan)
JO WIKA-Bumi Intan (Sarmi)
JO WIKA-Hazama (Sabodam Bawakaraeng)
JO WIKA (Liang Anggang Pelaihari)
JO WIKA-Brantas-Mahir (JLB Sulsel)
JO WIKA-PP (FO Cengkareng)
Setoran KSO lainnya dibawah Rp.1.000.000
Jumlah

2008

2007

24.510.720
3.846.246
22.697.111
702.871
4.983.238
29.222.836
149.002
5.380.029
(100)
-

26.704.485
5.721.246
18.610.229
1.906.713
3.002.871
2.739.629
4.819.284
39.987.273
2.891.730
1.795.361
3.662.850

1.375.603
1 875 292
1.875.292
(19.587.903)
1.630.244
1.418.436
2.952.611
1.098.532
7.864.434
1.086.966
3.547.766
94.753.932

3.373.422
2.755.553
(2 747 471)
(2.747.471)
4.381.593
119.604.768

Setoran Dana Kerja Sama terdiri dari setoran modal dan bagian laba (rugi) JO yang diakui.

18. GOODWILL
Akun ini merupakan goodwill yang berasal dari akuisisi PT Catur Insan Pertiwi, yang dibeli diatas nilai buku,
dengan perhitungan sebagai berikut:
Nilai perolehan
Didistrisbusikan:
Setoran Modal
Saldo laba

625.000
11.981.009

x
x

Jumlah

51

70,08%
70,08%

21.395.497

=
=
=
=

438.000
8.396.291
8.834.291
12.561.205

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19. AKTIVA LAIN-LAIN


Rincian aktiva lain-lain adalah sebagai berikut:
2008
Keanggotaan Golf Club
Aktiva tetap yang tidak digunakan dalam usaha
Persediaan Slow Moving
Tanah di Buniwangi
Tanah di Pampang
Aktiva Eks Proyek selesai
Properti Klub:
Taman Sari Persada Raya
Taman Sari Persada Kemala
Taman Sari Persada Bogor
Taman Sari Pesona Bali
Taman Sari Bukit Bandung
Aktiva Eks Bisnis Unit Metal & Dies
Aktiva Eks Proyek Pasopati DSUI
Beban Ditangguhkan
Lain-lain
J l h
Jumlah

2007

708.280
12
146.880
3.002.018

708.280
12
193.171
6.175.845
1.900.083
5.769.791

14.941.755
3.092.796
1.784.370
16.929.011
3.438.000
7.496.876
3.353.143
1.926.275
183.097
57 002 513
57.002.513

15.088.941
3.142.176
1.855.079
16.948.619
3.438.000
5.180.779
4.347.305
2.400.696
1.742.196
68 890 973
68.890.973

Keanggotaan Golf Club merupakan biaya perolehan hak pakai keanggotaan klub golf, dengan tujuan
sebagai sarana pemasaran. Terhadap biaya perolehan keanggotaan Golf Club ini tidak diamortisasi
karena masa berlaku keanggotaannya tidak dibatasi, dan dapat dipindahtangankan.

Aktiva tetap yang tidak digunakan, merupakan aktiva tetap ex Divisi Mould dan Polymer (DMP).

Aktiva lain-lain Property Club Tamansari merupakan fasilitas milik PT Wijaya Karya yang ada pada
masing-masing kawasan Tamansari,yang pengelolaannya diserahkan kepada PT Wika Realty.

20. PINJAMAN JANGKA PENDEK


Rincian pinjaman bank adalah sebagai berikut:
2008
Pokok Pinjaman
Hubungan Istimewa
PT Bank Rakyat Indonesia
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Syariah Mandiri
Sub Jumlah

46.513.501
331.348.955
14.998.947
392.861.404

52

2007

33.662.832
17.500.000
7.011.228
58.174.060

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2008
Pihak ketiga
PT Bank Central Asia
PT Bank Bukopin Tbk.
PT Bank Mega Tbk.
CIMB Niaga
PT Bank Danamon Tbk.
PT Bank Panin Tbk.
Sub Jumlah
Jumlah

5.000.000
19.183.957
29.322.443
98.170.940
59.300.000
210.977.340
603.838.743

2007
3.910.000
4.796.927
14.955.057
79.158.304
15.000.000
117.820.288
175.994.348

PT WIJAYA KARYA (Persero), Tbk.


a

PT Bank BUKOPIN Tbk.


Pinjaman pada PT Bank Bukopin merupakan pinjaman fasilitas modal kerja (revolving) dalam bentuk
setting facilities reguler dengan tingkat bunga 16,5% per tahun pada tahun 2006, dijamin dengan tagihan
pembayaran atas proyek yang dibiayai dengan perbandingan antara Pembiayaan per Proyek dengan
nilai tagihan minimal 70% dalam bentuk Standing Instruction, tanah beserta bangunan diatasnya dengan
sertifikat Hak Guna Bangunan No 3903 dan 3902 yang berlokasi di Jakasampurna Bekasi, 2 Bidang
g
No sertifikat HGB No 346 & 347 y
yang
g berlokasi di Pulo Brayan
y Darat II Medan
Tanah dan Bangunan
Sumatera Utara.
Perusahaan memperoleh fasilitas tambahan pinjaman yang diatur dalam Addendum Perjanjian Kredit V
tanggal 30 Mei 2006 antara PT Wijaya Karya (Persero) dan PT Bank Bukopin berupa perpanjangan
waktu dan penambahan Fasilitas Kredit setting facilities reguler sebanyak-banyaknya Rp
25.000.000.000 (rupiah penuh) menjadi Rp 125.000.000.000 (rupiah penuh) dengan tingkat bunga
16,5% per tahun dari outstanding pinjaman dengan jangka waktu terhitung sampai dengan 22 Mei 2007
yang telah diperpanjang dengan addendum perjanjian kredit No. XXXVIII/076A/BUKI/ADD-PK/VI/2007
tanggal 5 Juni 2007 yang menyetujui untuk diperpanjang sampai dengan 22 Mei 2008 dengan tingkat
bunga pinjaman 12,75% dan memberikan fasilitas pembayaran kembali hutang pokok dalam bentuk
fasilitas kredit setting fasilitas reguler sebanyak-banyaknya sebesar Rp. 75.000.000.000 (rupiah penuh).

Sesuai Surat Bank Bukopin No.4619/DKM/VI/2008 tanggal 16 Juni 2008 Perusahaan kembali telah
mendapat persetujuan Perpanjangan Jangka Waktu Kredit sampai dengan 22 Mei 2009, dengan tingkat
sukubunga menjadi 11% efektif per tahun (review per 3 bulan)
Pinjaman tersebut digunakan untuk Pembangunan Proyek-proyek yang dimenangkan dan layak dibiayai
menurut Bank dengan ketentuan untuk Pemilik Proyek adalah Pemerintah RI termasuk BUMN, BUMD,
Perum dan Perusahaan yang Pemegang Sahamnya mayoritas Pemerintah RI, pola pembayaran termin
bulanan sesuai prestasi pekerjaan dengan Plafond per proyek maksimal 70% dari nilai Standing
Instruction yang diterbitkan sesuai format Bank, sedangkan untuk Proyek Swasta maksimal 50% dan
bonafiditas bouwheer harus dievaluasi.
PT Wijaya Karya (Persero) tidak diperkenankan mengadakan perjanjian pinjaman uang dengan
Bank/Kreditur lainnya atas tagihan/piutang yang dijaminkan kepada PT Bank Bukopin.

53

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

b.

PT Bank Mega Tbk.


Berdasarkan Akta Perubahan X No.07 tanggal 4 Mei 2007 dengan komposisi Fasilitas Pinjaman
Rekening Koran sebesar Rp.50.000.000.000 (Rupiah penuh), Bank Garansi Line sebesar
Rp.300.000.000.000 (Rupiah penuh). Atas Pinjaman Rekening Koran dan Kredit Modal Kerja Tanpa
Schedule dikenakan bunga floating rate sebesar 14% per tahun. Fasilitas Bank Garansi hanya untuk
tambahan modal kerja atas pekerjaan yang diterima dan digunakan untuk memenuhi syarat dalam
setiap pekerjaan yang didapat. Total Fasilitas Bank dari Bank Mega Rp 350.000.000.000 (Rupiah
penuh).
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Perpanjangan Kredit dari Bank Mega No.369/CRB2/0/
tanggal 11 Juni 2008 atas Akta Perubahan X No.07 tanggal 4 Mei 2007 dengan komposisi Fasilitas
Pinjaman Rekening Koran sebesar Rp.50.000.000.000 (Rupiah penuh), Bank Garansi Line sebesar
Rp.500.000.000.000 (Rupiah penuh). Atas Pinjaman Rekening Koran dan Kredit Modal Kerja Tanpa
Schedule dikenakan bunga floating rate sebesar 13% per tahun. Fasilitas Bank Garansi hanya untuk
tambahan modal kerja atas pekerjaan yang diterima dan digunakan untuk memenuhi syarat dalam
setiap pekerjaan yang didapat. Total Fasilitas Bank dari Bank Mega Rp 550.000.000.000 (Rupiah
penuh).
Pinjaman ini dijamin dengan Piutang Usaha senilai Rp 60.000.000.000 dan hak atas tanah yang
berlokasi di Bekasi, Bandung, Surabaya, dan hak atas tanah atas nama anak Perusahaan, PT Wijaya
K
Karya
Beton,
B
yang berlokasi
b l k i di D
Delili S
Serdang
d
d
dan L
Lampung S
Selatan,
l
d
dengan rincian
i i sebagai
b
ib
berikut:
ik

a. Sertifikat atas tanah HGB No. 21/Kel.Gayungan Surabaya, yang tercatat atas nama Perseroan.
b. Sertifikat atas tanah HGB No.0410/Kelapa Dua Wetan Ciracas Jakarta Timur yang tercatat atas
nama Perseroan
c. Sertifikat atas tanah HGB No. 1414/Cipinang Cempedak Jakarta Timur, tercatat atas nama
Perseroan.
c.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.


1. Akte Perjanjian Kredit Modal Kerja (Transaksional) No. KP-COD/026/PK.KMK/2005 No. 32 tanggal
22 September 2005 telah mengalami addendum sebanyak 4 (empat) kali terakhir dengan No.
TOP.CRO/CLA.271/ADD/2008 tanggal 13 Mei 2008 dengan limit kredit tetap sebesar
Rp.300.000.000.000 (Rupiah penuh).
2. KMK Revolving No. KR-CRU/009/PK-KMK/2001 No. 22 tanggal 11 Mei 2001 yang telah mengalami
addendum sebanyak 9 (sembilan) dalam addendum IX atas KMK Revolving No. KR-CRU/009/PKKMK/2001 tertuang dalam Surat No. TOP.CRO/CLA.269/ADD/2008 tanggal 13 Mei 2008 dengan
limit kredit sebesar Rp.60.000.000.000 (Rupiah penuh).
3. Akte Perjanjian Pemberian Fasilitas Non Cash Loan No. KP-006/NCL-CRG/2002 Akta No. 22
tanggal 7 Agustus 2002 yang telah mengalami addendum sebanyak 8 (delapan) kali terakhir dengan
No. TOP.CRO/CLA.272/ADD/2008 tanggal 13 Mei 2008 dengan limit Non Cash Loan sebesar
Rp.1.000.000.000.000 (Rupiah penuh).
Syarat dan ketentuan sebagai berikut :
- Fasilitas yang tertuang dalam perpanjangan ini adalah KMK Revolving sebesar Rp
60.000.000.000 (rupiah penuh),

54

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Perpanjangan jangka waktu FASILITAS KMK LAMA selama 1 (satu) tahun terhitung sejak
tanggal 11 Mei 2008 sampai dengan 10 Mei 2009.

Debitur wajib membayar bunga kepada Bank sebesar 13% per tahun dan wajib dibayar efektif
pada tanggal 23 setiap bulannya.

Memperpanjang Fasilitas NCL selama 1 tahun dan memberikan tambahan Fasilitas NCL sebesar
Rp 294.000.000.000 (Rupiah penuh), sehingga Fasilitas NCL yang semula Rp. 706.000.000.000
(Rupiah penuh) sebagaimana ternyata dalam Akta Addendum VII Perjanjian Pemberian Fasilitas
NCL Nomor KP/006/NCL.CRG/2002 Akta No. 22 tanggal 7 Agustus 2002.

Mengubah ketentuan tentang Agunan dengan rincian sebagai berikut :


1.

Agunan Utama

2.

Agunan Tambahan

d.

Piutang / Tagihan berdasarkan kontrak proyek yang dimiliki Debitur dengan nilai
Rp.405.000.00.000 (rupiah penuh) sesuai akta jaminan Fidusia No. W7175.HT04.TH.2007/P tanggal 11 Pebruari 2007.
Seluruh persediaan / stock barang milik Debitur dengan nilai Rp.45.000.000.000
(Rupiah penuh) sesuai Akta Jaminan Fidusia No . W7-176.HT04.TH.2007/P tanggal 27
Pebruari 2007.
O
Omset
t Kontrak
K t k Proyek
P
k milik
ilik Debitur
D bit
sebagaimana
b
i
t
ternyata
t dalam
d l
suatu
t daftar
d ft
tersendiri dengan nilai objek dan penjaminan sebesar Rp.1.853.702.353.697 (Rupiah
penuh) yang tertuang dalam Akta Cessie atas Omset Kontrak Proyek sebagai Jaminan
dengan akta No. 61 tertanggal 27 Nopember 2006.

Sertifikat atas tanah HGB No. 1174/Cipinang Cempedak, yang tercatat atas nama
Perseroan.
Sertifikat atas tanah HGB No. 250/Karangrejo, yang tercatat atas nama Perseroan.
Sertifikat atas tanah HGB No. 3 / Kembang Kuning yang tercatat atas nama Perseroan.
Sertifikat atas tanah HGB No. 0444 / Ciracas -Kelapa Dua Wetan yang tercatat atas
nama Perseroan.
Sertifikat atas tanah HGB No. 0436 / Ciracas -Kelapa Dua Wetan yang tercatat atas
nama Perseroan.
Seluruh peralatan mesin-mesin, kendaraan bermotor, barang inventaris pabrik/kantor
dan 1 (satu) unit buldozer dan 2 (dua) unit hydrolic excavator milik DEBITUR, dengan
nilai sebesar Rp.1.115.481.159 (Rupiah penuh), yang telah diikat dengan akta Jaminan
Fidusia No .25 tertanggal 11 Mei 2001.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)


Perusahaan telah mengadakan perjanjian Kredit dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang
dituangkan dalam Akta No. 73 tanggal 30 Nopember 2006 berupa Persetujuan Pemberian Fasilitas
Kredit Modal Kerja Konstruksi Plafond PT Wijaya Karya.

55

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Perusahaan telah mendapat persetujuan perpanjangan perjanjian Kredit dengan PT Bank Rakyat
Indonesia (BRI) yang dituangkan dalam Akta No. 107 tanggal 31 Maret 2008 dan telah diperpanjang
sementara masa berlaku perjanjian tersebut sesuai Surat BRI No. B.2848 -BMN/BMD 12/2008 tanggal
22 Desember 2008, Fasilitas Kredit Modal Kerja Konstruksi Plafond PT Wijaya Karya sebagai berikut :

1. Fasilitas Kredit Modal Kerja Konstruksi Plafond Pseudo R/K dengan Max. Co menurun sesuai
dengan penyelesaian proyek dengan limit fasilitas kredit sebesar Rp 50.000.000.000 (rupiah penuh).
2. Fasilitas Bank Garansi sebesar Rp 800.000.000.000 (rupiah penuh) yang akan digunakan sebagai
tambahan modal kerja proyek-proyek yang ditangani PT Wijaya Karya.
3. Jangka waktu fasilitas kredit berlaku terhitung sampai dengan 30 Januari 2009.
4. Tingkat suku bunga per tahun adalah sebesar 11%. (subject to review).
Fasilitas Pinjaman ini dijamin dengan:
-

Sebidang tanah dan bangunan dengan SHGB No. 4/Kembang Kuning atas nama PT Wijaya Karya
(Persero) dengan luas tanah 124.417 m2 dan luas bangunan 29.082 m2 terletak di propinsi Jawa
Barat, Kota Bogor.

Tagihan proyek baik uang telah ada saat ini maupun yang akan datang dan pertama kali adalah
sebagaimana
b
i
model
d l PJ
PJ-07A
07A dib
dibuatt dib
dibawah
h ttangan ttertanggal
t
l 30 N
Nopember
b 2006 yaitu
it atas
t :
i. Piutang Usaha Proyek Jetty Cilacap Indonesia sebesar Rp 208.000.000.000 (rupiah penuh)
ii. Piutang Usaha atas proyek Car Terminal Pelabuhan Tanjung Priok sebesar Rp 154.654.723.000
(rupiah penuh) dan Proyek Gedung Kantor Gabungan Dinas Provinsi Riau sebesar Rp
152.595.000.000 (rupiah penuh), yang diikat sebesar Rp 270.000.000.000 (rupiah penuh) sesuai
akta Notaris No. 75.

e.

PT Bank Danamon Tbk


Perusahaan telah mengadakan perjanjian Kredit dengan PT Bank Danamon Indonesia.Tbk,
sebagaimana tertuang dalam Akta Perjanjian Kredit No. 14 tanggal 8 Mei 2007 dan pihak Bank
Danamon sepakat dan setuju untuk memberikan Fasilitas Kredit berupa Fasilitas Kredit Berjangka (KB)
dan Fasilitas Kredit Rekening Koran (KRK) sebesar Rp 100.000.000.000 (rupiah penuh) dengan
ketentuan sebagai berikut:
- Fasilitas I berupa Fasilitas Kredit Berjangka (KB) bersifat Revolving (uncommitted) sampai jumlah
pokok setinggi-tingginya sebesar Rp 50.000.000.000 (rupiah penuh) dengan Sub Limit Accounting
Limit Account Receivables Financing sampai jumlah pokok setinggi-tingginya Rp 50.000.000.000
(rupiah penuh) dengan tingkat suku bunga sesuai Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 1 bulan ditambah
Margin atau Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 3 bulan ditambah Margin. Margin saat ini 2,5 % (dua
koma lima persen) per tahun.
- Fasilitas II berupa Fasilitas Kredit Koran (Overdraft) bersifat Revolving (uncommitted) sampai jumlah
pokok setinggi-tingginya sebesar Rp 50.000.000.000 (rupiah penuh) dengan tingkat suku bunga
sebesar Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 1 bulan ditambah Margin. Margin saat ini 3% (tiga persen)
per tahun.

56

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Fasilitas III berupa Fasilitas Transaksi Valuta Asing dengan Pre Settlement Exposure Foreign
Exchange (PSE-FX) / Settlement Risk (SR) dengan jumlah maksimum PSE-FX tidak lebih dari US$
100.000,- (seratus ribu Dollar Amerika Serikat) dan / atau jumlah maksimum SR tidak lebih dari US$
1.000.000 (satu juta Dollar Amerika)
Perusahaan telah mengadakan perjanjian Kredit dengan PT Bank Danamon Indonesia.Tbk,
sebagaimana tertuang dalam Akta Perjanjian Kredit No. 15 tanggal 8 Mei 2007 dan pihak Bank
Danamon sepakat dan setuju untuk memberikan Fasilitas Kredit dengan ketentuan sebagai berikut :
-

Fasilitas Kredit Revolving yang diberikan Bank adalah Fasilitas Uncommitted Omnibus Trade
Finance sampai jumlah pokok setinggi-tingginya sebesar Rp 249.000.000.000,- (rupiah penuh)
ekuivalen dalam mata uang Dollar Amerika Serikat (US$) dan/ atat mata uang lain yang tersedia
di Bank, yang dapat dipergunakan dalam bentuk:
i. Sight Letter of Credit (L/C) Impor dan/ atau Sight Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri
(SKBDN) dengan jumlah Rp 249.000.000.000 (rupiah penuh) L/C Validity maksimum 90
(sembilan puluh) hari untuk keperluan impor raw materials, peralatan dan mesin.
ii. Usance Letter of Credit (L/C) Impor dan/atau Usance Surat Kredit Berdokumern Dalam Negeri
(SKBDN) Usance Letter of Credit (L/C) Impor dan/atau Usance Surat Kredit Berdokumern
Dalam Negeri (SKBDN ) jumlah Rp 100.000.000.000 (Rupiah penuh) L/C Validity maksimum
90 (sembilan puluh) hari dengan tujuan untuk keperluan impor raw materials, peralatan dan
i
mesin.
iii. L/C Impor dan/atau Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) Usance Payable At
Sight jumlah Rp 200.000.000.000 (rupiah penuh) L /C Validity maksimum 90 (sembilan puluh)
hari dengan tujuan untuk keperluan impor raw materials, peralatan dan mesin.
Bank Garansi jumlah Rp 249.000.000.000 (Rupiah penuh) Guarantee Tenor maksimum 180
(seratus delapan puluh) hari untuk Bid Bond, Retention Bond, dan Custom Bond Guarantee
Tenor maksimum 12 (dua belas) bulan untuk Performance Bond, Payment Bond, dan Counter
Guarantee.
v. Stand By Letter of Credit (SBLC) Jumlah Rp 249.000.000.000 (Rupiah penuh) Guarantee
Tenor maksimum 180 (seratus delapan puluh) hari untuk Bid Bond, Retention Bond, dan
Custom Bond Guarantee Tenor maksimum 12 (dua belas) bulan untuk Performance Bond,
Payment Bond, dan Counter Guarantee.

f.

Jangka Waktu Fasilitas Kredit terhitung mulai tanggal 8 Mei 2007 sampai dengan 8 Mei 2008,
saat ini masih dalam proses pengajuan perpanjangan perjanjian kredit.

PT Bank PANIN Tbk


Perusahaan telah mengadakan perjanjian Kredit dengan PT Bank PANIN.Tbk, sebagaimana tertuang
dalam Akta Perjanjian Kredit No.15 tanggal 13 Juni 2007 dan pihak Bank PANIN sepakat dan setuju
untuk memberikan Fasilitas Kredit berupa Fasilitas money market sejumlah maksimal
Rp.200.000.000.000 (rupiah penuh).
Perusahaan sedang memproses perpanjangan perjanjian Kredit dengan PT Bank PANIN.Tbk dengan
klausul penurunan Fasilitas Kredit berupa Fasilitas money market menjadi sejumlah maksimal
Rp.100.000.000.000 (rupiah penuh).
Tujuan kredit akan digunakan sebagai modal kerja umum
Jangka waktu fasilitas kredit adalah 1 tahun terhitung sejak penandatangan perjanjian yaitu sejak
tanggal 13 Juni 2007-13 Juni 2008

57

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Jangka waktu pinjaman adalah 1 bulan, 3 bulan atau 6 bulan untuk setiap penarikan pinjaman dengan
ketentuan tanggal jatuh tempo setiap pinjaman tidak boleh melebihi tanggal jatuh tempo fasilitas kredit
yang akan digunakan oleh PT WIKA.
Atas tiap jumlah uang yang terhutang atau sisanya yg belum dibayar lunas atas pemberian fasilitas
kredit, perusahaan wajib membayar bunga kepada Bank sebesar:
-

Untuk jangka waktu pinjaman selama 1 bulan sebesar tingkat suku bunga SBI berjangka 1 bulan
ditambah 2% per tahun.
Untuk jangka waktu pinjaman selama 3 bulan sebesar tingkat suku bunga SBI berjangka 1 bulan
ditambah 2,125% per tahun.
Untuk jangka waktu pinjaman selama 6 bulan sebesar tingkat suku bunga SBI berjangka 1 bulan
ditambah 2,375% per tahun.

Sedangkan bilamana perusahaan tidak atau lalai membayar lunas jumlah pokok yg terhutang, bunga
atau lain-lain yang wajib dibayar sesuai dengan perjanjian maka tanpa mengurangi kewajiban Debitur
untuk tetap membayar jumlah uang yg telah wajib dibayarnya, perusahaan wajib membayar bunga
denda atas jumlah uang yang tidak atau lalai dibayar tersebut sebesar 3% per tahun di atas bunga yg
berlaku saat itu.
Bunga denda dihitung secara harian mulai dari hari dan tanggal jatuh tempo jumlah uang yang wajib
S l i hal-hal
Selain
h l h l diatas
di t perusahaan
h
j
juga
wajib
jib membayar
b
provisi,
i i biaya
bi
administrasi
d i i t i dan
d
bi
biaya
l i l i
lain-lain
yang dikeluarkan oleh Bank kepada pihak ketiga.
Untuk menjamin pembayaran yang lunas, penuh dan dengan sebagaimana mestinya setiap jumlah
uang yang terhutang maka perusahaan telah bersedia melakukan perjanjian jaminan piutang kepada
kreditur yang diatur dalam akte perjanjian fidusia No.16 tanggal 13 Juni 2007.
Perusahaan telah mengadakan perjanjian jaminan fidusia dengan PT Bank PANIN.Tbk, sebagaimana
tertuang dalam Akta Perjanjian Kredit No.16 tanggal 13 Juni 2007 , perjanjian ini untuk menjamin
terbayarnya dengan baik segala sesuatu yang terhutang baik hutang pokok berupa money market
maupun biaya-biaya lainnya yang timbul karena perjanjian ini. Nilai jaminan fidusia sekurang-kurangnya
Rp.120.000.000.000 (rupiah penuh).
Objek jaminan fidusia saat ini adalah sebesar Rp. 138.994.585.958 (rupiah penuh).
Objek Jaminan fidusia ini berupa semua dan setiap hak, wewenang, tagihan-tagihan, serta klaim-klaim
terhadap pihak ketiga yang sekarang telah dimiliki oleh pemberi fidusia dan atau dikemudian hari akan
dimiliki, diperoleh dan dapat dijalankan oleh pemberi fidusia terhadap pihak ketiga siapapun juga
berdasarkan perjanjian-perjanjian yang sekarang telah dan atau dikemudian hari akan dibuat oleh
pemberi fidusia dengan pihak ketiga manapun juga, satu dan lain menjadi milik pemberi fidusia
sebagaimana diuraikan dalam Daftar Piutang yang diagunkan ke PT Bank Panin Tbk per 13 Juni 2007.

Apabila hasil penjualan dari objek jaminan fidusia tidak mencukupi untuk melunasi semua apa yg wajib
dibayar oleh perusahaan kepada Bank, maka perusahaan tetap terikat membayar lunas sisa uang yg
masih harus dibayar berdasarkan perjanjian kredit.
Pembebanan Jaminan Fidusia ini akan berakhir dengan sendirinya pada saat perusahaan telah
membayar semua kewajibannya kepada PT Bank Panin Tbk.

58

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

g.

PT Bank DBS Indonesia


Pinjaman pada PT Bank DBS Indonesia merupakan pinjaman fasilitas modal kerja (revolving) dengan
tingkat bunga sesuai tarif SBI + 2,5% per tahun tertuang dalam Perubahan Perjanjian fasilitas
Perbankan No. 175/PFP-DBSI/VIII/2008 tanggal 7 Juli 2008 dengan Fasilitas Perbankan maksimum
senilai Rp 370.000.000.000.
Fasilitas yang disediakan berupa :
a. Kredit Modal Kerja dengan nilai maksimum Rp 70.000.000.000 (rupiah penuh)
b. Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri dengan nilai maksimum Rp 62.500.000.000 (rupiah
penuh) atau dalam mata uang lain yang disetujui oleh BI yang setara dengan nilai tersebut.
c. Letter of Credit dengan nilai maksimum Rp 62.500.000.000 (rupiah penuh) atau dalam mata uang
lain yang disetujui oleh BI yang setara dengan nilai tersebut.
d. Bank Garansi dengan nilai maksimum Rp.175.000.000.000 (rupiah penuh) atau alam mata uang lain
yang disetujui oleh BI yang setara dengan nilai tersebut.
e. Standby Letter Of Credit Facility (SBLC) dengan nilai maksimum Rp 25.000.000.000 (rupiah penuh)
atau dalam mata uang lain yang disetujui oleh BI yang setara dengan nilai tersebut.
Fasilitas berlaku sampai dengan 7 Juli 2009 dan dijamin dengan omzet kontrak minimal senilai 125%
dari total kredit tertarik (CL & NCL)

PT WIKA BETON
a.

PT Bank Mega Tbk.


PT Wijaya Karya Beton memiliki fasilitas kredit Rekening Koran (PRK), Fasilitas Kredit Modal Kerja dan
Fasilitas Bank Garansi dari Bank Mega sesuai dengan perjanjian kredit tanggal 6 Desember 2000 no.
23, yang telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir sesuai perubahan XIII perpanjangan kredit
No. 15 tanggal 5 Desember 2008, dengan jangka waktu 6 Desember 2008 s.d 6 Desember 2009,
dengan tingkat bunga 12,50%. Fasilitas Kredit berupa fasilitas Pinjaman rekening Koran sebesar Rp
5.000.000 digunakan hanya untuk tambahan dana operasional perusahaan, berupa Fasilitas Kredit
Modal Kerja dengan nilai kesanggupan sampai dengan sebesar Rp 31.000.000 digunakan hanya untuk
tambahan modal kerja atas pekerjaan yang diterima perusahaan,, dengan jumlah penarikan sebesar
70% dari nilai kontrak. dan fasilitas Bank Garansi sampai dengan Rp 15.000.000 digunakan hanya untuk
tender, uang muka pelaksanaan dan pemeliharaan.
Pinjaman ini dijamin dengan hak atas tanah rincian sebagai berikut :
-

Tanah seluas 33.834 M2 yang terletak di Kecamatan Biringkanaya, Kelurahan Kapasa, Sulawesi
Selatan, tercatat atas nama PT Wijaya Karya Beton dengan HGB No 6/Kapasa.
Tanah seluas 18.570 M2 yang terletak di Kabupaten Deli Serdang, Kecamatan Sunggal, Desa Dei
Semayang, tercatat atas nama PT Wijaya Karya Beton dengan HGB No. 101/Sei Semayang.

Tanah seluas 33.615 M2 yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan, Kecamatan Natar, Desa
Bumi Agung, Lampung, tercatat atas nama PT Wijaya Karya Beton dengan HGB No. 8/Bumi Agung.

Mesin-mesin yang berada di pabrik yang terletak di Medan, Lampung dan Makassar.
Piutang dan/atau persediaan yang dimiliki perusahaan baik sekarang maupun dikemudian hari
minimal senilai Rp 84.000.000.

59

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

b.

PT Bank Mandiri (Persero),Tbk


PT Wika Beton memperoleh fasilitas kredit Non Cash Loan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., sesuai
Akte Perjanjian Kredit Modal Kerja antara PT WIKA Beton dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
tertuang dalam bentuk persetujuan atas Surat Penawaran Pemberian Kredit (SPPK) untuk
perpanjangan jangka waktu KMK Revolving dan perpanjangan jangka waktu serta tambahan limit
Fasilitas Non Cash Loan (L/C, SKBDN dan Bank Garansi) dari PT Bank Mandiri ke PT WIKA Beton
No.CBG.ONE/SPPK/RD2.055/2008 tanggal 05 Mei 2008 yang merupakan adendum kedua atas
perjanjian Kredit Modal Kerja No: KPCOD/016/PK.KMK/2006, Akta tanggal 5 Juni 2006 Nomor 11,
dibuat dihadapan Sri Ismiyati, SH, Notaris, tentang Perpanjangan Jangka Waktu Fasilitas Kredit Modal
Kerja.
Ketentuan yang tertuang adalah sebagai berikut:
I. Fasilitas Kredit Modal Kerja Revolving
1 Limit Kredit -Tetap
: Rp. 15.000.000.000,- (Lima belas milyar Rupiah)
2 Jenis Kredit
: KMK
3 Sifat Kredit
: Revolving
4 Tujuan Penggunaan
: Tambahan Modal kerja dalam rangka membiayai produksi
berbagai beton pra cetak
5 Jangka Waktu
: 11 Mei 2008 s/d 10 mei 2009
6 Suku bunga
: 12.00% p.a dibayar efektif dan berubah sesuai dengan ketentuan
b kM
bank
Mandiri,
di i d
dan dib
dibebankan
b k setiap
ti ttanggall 23
23.
7 Provisi
: 1% p.a dari limit kredit
8 Denda
: 2% pertahun diatas tingkat suku bunga kredit, bila terlambat
9 Agunan
pembayaran
1) Agunan utama
: Piutang dan stock dgn nilai minimal Rp.72,4 milyar
2) Agunan Tambahan
a 3 (Tiga) bidang tanah berikut bangunan-bangunan dan atau
segala sesuatu yang telah atau dikemudian hari akan didirikan
diatasnya, luas tanah 65.103 m2 terlatak di Jl. Raya
Kejapanan-Mojosari, Pasuruan Jawa Timur, SHGB no. 14, 25
dan 408 atas nama Wika Beton, telah diikat dan dipasang hak
tanggungan senilai Rp. 15.000 juta, nilai pengikatan akan
ditingkatkan sehingga menjadi Rp.25.000 juta.
Alat berat dan peralatan pabrik diikat secara Fiducia minimal
senilai Rp. 10.000 juta.
Atas jaminan tersebut diserahkan dan diikat sesuai dengan ketentuan serta diasuransikan.
b

II Fasilitas Non Cash Loan


1 Limit Non Cash Loan
2. Tujuan Penggunaan

3. Jangka Waktu

: Rp. 30.000.000.000 (tiga puluh milyar rupiah)


: 1) Penerbitan Garansi bank a.l. Jaminan Penawaran, Jaminan
Pelaksanaan, Jaminan uang muka, Jaminan Pemeliharaan,
Jaminan Pembayaran dan Counter guarantee, maksimum
sebesar Rp.15 milyar.
2) Pembukaan Letter of Credit (L/C) dan atau SKBDN, yang
bersifat Sight, Usance, atau (UPAS) dengan tenor maksimum
180 hari, maksimum sebesar Rp.5 Milyar.
: 11 Mei 2008 s/d 10 Mei 2009

60

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

4. Agunan
Utama
Tambahan
c.

: Terkait dengan jaminan utama fasilitas KMK


: Terkait dengan jaminan tambahan fasilitas KMK

PT Bank Niaga
Perusahaan telah mengadakan perjanjian kredit dengan Bank Niaga sesuai dengan Perjanjian kredit No.
266/CBG/JKT/05 dan No. 267/CBG/JKT/05 tanggal 12 September 2005 yang dibuat di bawah tangan.
Sebagaimana diubah dengan Perubahan Terhadap Perjanjian Kredit Nomor 427/AMD/CBG/JKT/08
tertanggal 1 September 2008 (selanjutnya berikut perpanjangan, perubahan dan penambahannya
disebut
"Perjanjian
Kredit",dengan
Perubahan
Terhadap
Perjanjian
Kredit
Nomor
:
392/AMD/CBG/JKT/06,berdasarkan mana bank telah memberikan fasilitas kredit Pinjaman Tetap
sebesar Rp. 12.000.000.000 (dua belas milyar rupiah) kepada perseroan (selanjutnya disebut "Fasilitas
Kredit")yang dibuat dan ditandatangani tanggal 6 Nopember 2006.
Berdasarkan perjanjian kredit tersebut, Bank Niaga memberikan fasilitas kredit berupa :
1) Pinjaman Tetap dengan jumlah sebesar Rp 12.000.000.000,- (dua belas milyar rupiah), tingka suku
bunga pinjaman 15,25% per tahun.
Penggunaan fasilitas kredit adalah untuk membiayai modal kerja PT Wika Beton.
Jangka
J
k waktu
kt pinjaman
i j
adalah
d l h 11 September
S t b 2008 sampaii dengan
d
11 September
S t b 2009.
2009 Dengan
D
ketentuan-ketentuan lain dalam perjanjian kredit tidak diubah dan dengan demikian tetap berlaku dan
mempunyai kekuatan hukum yang mengikat antara Bank dan Peminjam.
Berdasarkan Perubahan terhadap perjanjian untuk panjar melalui Rekening Koran Nomor :
525/AMD/CBG/JKT/08 Bank setuju untuk memperpanjang jangka waktu fasilitas PRK yang jatuh
tempo pada tanggal 11 September 2008, diperpanjang jangka waktunya sampai dengan tanggal 11
September 2009.
2) Fasilitas Rekening Koran dengan jumlah sebesar Rp 3.000.000.000,- (tiga milyar rupiah), dengan
tingkat suku bunga pinjaman sebesar 15,25% per tahun.
Penggunaan fasilitas kredit adalah untuk membiayai kegiatan operasional usaha (modal kerja) PT
Wika Beton.
Jangka waktu pinjaman adalah 11 September 2008 sampai dengan 11 September 2009.
Sehubungan dengan fasilitas tersebut perusahaan memberikan jaminan kepada Bank Niaga berupa :
a) Hak tanggungan atas tanah dan bangunan dengan SHGB No. 101, 160 dan 99 terletak di
Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah atas nama peminjam dengan nilai hak tanggungan minimal
sebesar Rp 6.262.000.000,- (enam milyar dua ratus enam puluh dua juta rupiah).
b) Fidusia atas inventori milik peminjam dengan nilai penjaminan sebesar Rp 5.000.000.000,- (lima
milyar rupiah).
c) Fidusia atas tagihan peminjam kepada pihak ketiga dengan nilai penjaminan sebesar Rp
5.000.000.000,- (lima milyar rupiah).
d) Fidusia atas mesin-mesin dan peralatan milik peminjam dengan nilai penjaminan sebesar Rp
5.000.000.000,- (lima milyar rupiah).

61

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

c.

Bank Syariah Mandiri


PT Wika Beton memperoleh fasilitas pembiayaan kepada supplier/sukontraktor PT.Hutama Karya atas
nama PT.Wijaya Karya Beton sesuai dengan Perjanjian Kerjasama antara PT. Hutama Karya (Persero)
dengan PT. Bank Syariah Mandiri tentang pemberian fasilitas Pembiayaan Modal Kerja kepada PT.
Hutama Karya No.15 tanggal 21 September 2007 dibuat dihadapan Notaris Efran Yuniarto,SH dan Surat
Penegasan Persetujuan Pembiayaan kepada Supplier PT. Hutama Karya No.9/084-3/SP3/DKI tanggal
11 September 2007. Jangka waktu pembiayaan 19 Desember 2007 s.d. 26 Maret 2008. Pinjaman
tersebut dijamin dengan Tagihan/Piutang (Invoice yang telah diendorse PT Hutama Karya) dengan
jangka waktu 26 Maret 2008 (tidak dapat diperpanjang) sebesar Rp 7.011.282 sesuai dan tidak terbatas
pada Bilyet Giro Bank Bukopin No. 22635595 tanggal efektif 26 Maret 2008.

PT WIKA REALTY
a.

PT Bank CIMB Niaga Tbk


PT Wika Realty memperoleh fasilitas pinjaman Transaksi Khusus (PTK) dan pinjaman Rekening Koran
(PRK) dari Bank Niaga sesuai surat No. 529/AP/CBG..II/VII/07 tanggal 27 Juni 2007, dengan plafon
pinjaman transaksi khusus sebesar Rp. 24 Milyar dan Pinjaman Rekening Koran sebesar Rp.1 Milyar.
Pinjaman tersebut dijamin dengan Hak Tanggungan (APHT) atas tanah, sebanyak 14 sertifikat a.n. PT
Wijaya Karya seluas 116.118 M2 yang berlokasi di Curug, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Fidusia atas
rekening senilai Rp 1.000.000 dan assignment dari proceed contract proyek yang dibiaya minimal 120%
dari outstanding
PT Wika Realty memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank CIMB Niaga Tbk berupa Pinjaman
Transaksi Khusus (PTK) dengan plafond sebesar Rp. 34.000.000.000 sesuai dengan Perjanjian Kredit
No.: 350/AMD/CBG/JKT/08 dan Pinjaman Rekening Koran (PRK) dengan plafond Rp. 1.000.000.000
sesuai Perjanjian Kredit No.:351/AMD/CBG/JKT/08).
Ketentuan dan syarat-syarat pokok yang diatur dalam perjanjian, sebagai berikut:
I. Pinjaman Transaksi Khusus (PTK)
Jumlah

: Rp

34.000.000.000,-

Penggunaan Dana

: Bidang Konstruksi :
- Working capital untuk financing proyek-proyek WR dan atau
refinancing existing proyek-proyek yang dibiayai secara self financing.
- Besarnya penarikan pinjaman adalah 80% dari nilai progress proyek
atau 80% dari nilai tagihan kepada Bowheer, mana yang paling
rendah.
Bidang Realty :
- Digunakan untuk modal kerja pembangunan
sarana/prasarana diluar pematangan lahan.

perumahan

dan

- Besarnya penarikan pinjaman maksimum 80% Rencana Anggaran


Biaya perumahan.

62

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Fasilitas Letter Of Credit


- Fasilitas Letter of Credit atas unjuk ("Sight L/C) dan/ atau Berjangka
("Usance L/C") dan atau Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri
Suku Bunga
Provisi
Jatuh Tempo

: 11,5% pa
: 1% pa. atas plafon
: 14 Juni 2010.

II. Pinjaman Rekening Koran (PRK)


Plafon
Penggunaan dana
Jangka Waktu
Sifat
Suku Bunga
Pembayaran bunga
Provisi
Jatuh Tempo

:
:
:
:
:
:
:
:

Rp
1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah)
Untuk memenuhi kebutuhan modal kerja yang sifatnya mendesak.
1 tahun
Revolving basis
12% pa. (subject to change)
Setiap awal bulan.
1 % pa. atas plafond pinjaman.
14 Juni 2009.

Jaminan :
1. APHT senilai Rp 517.150.000,- atas tanah HGB No. 029, 032, 033, 037, 038, 047 dan 048 a/n
PT. Wijaya Karya (Persero) di Curug, Sawangan, Depok, Jawa Barat.
2. APHT senilai Rp 23.238.000.000,- atas tanah HGB No. 021, 025, 028, 035, 039, 046, 059, 060,
063 dan 065 a/n PT. Wijaya Karya (Persero) di Curug, Sawangan, Depok, Jawa Barat.
3. APHT senilai Rp 23.690.000.000,- atas tanah HGB No. 754 a/n PT. Wijaya Karya (Persero) di
Gunung Samarinda, Balikpapan Utara, Balikpapan, Kalimantan Timur.
4. Gadai dan Kuasa Cair atas rekening Peminjam sebesar Rp. 1.000.000.000,5. Jaminan-jaminan tersebut juga terikat secara "Cross Collateralized" terhadap fasilitas-fasilitas
kredit lainnya yang diberikan oleh Bank.
6. Assignment dari proceed contract proyek yang dibiayai/AR yang dibiayai minimal 120 % dari
outstanding.
b.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.


PT Wika Realty mendapatkan Kredit Modal Kerja dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan
Perjanjian Kredit Modal Kerja No. 07.149 dan Perjanjian Kredit Modal Kerja Line No. 07.150 pada bulan
September 2007.
Sesuai dengan surat permohonan fasilitas kredit tanggal 26 Mei 2008, telah disetujui kredit modal kerja
dengan rincian sebagai berikut :
I. Kredit Modal Kerja Plafond
Plafon

: Rp 15.000.000.000,- (Lima belas milyar rupiah) terdiri dari:


a. Tambahan KMK maksimum Rp. 7.500.000.000,b. KMK berjalan maksimum Rp. 7.500.000.000,-

63

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Keperluan

Jangka waktu
Bentuk/Sifat
Suku Bunga

: Tambahan modal kerja usaha property, konstruksi dan building


manajemen (tidak termasuk pembelian dan pengolahan tanah) dengan
target penjualan tahun 2008 sebesar Rp 306.508 juta.
: Sejak penandatanganan PK sampai dengan jatuh tempo fasilitas tanggal
24 September 2008
: R/C terbatas
: 12,25% pa atau sesuai ketentuan yang berlaku pada tanggal
penandatanganan PK dan direview setiap bulan sekali untuk
disesuaikan dengan tarif yang berlaku pada saat itu.

II. Kredit Modal Kerja Line


Maksimum

Keperluan

Jangka Waktu
Bentuk/Sifat
Suku Bunga

: Rp 25.000.000.000,- (Dua puluh lima milyar Rupiah) terdiri dari:


a. Tambahan KMK Line maksimum Rp. 15.000.000.000,b. KMK Line berjalan maksimum Rp. 10.000.000.000,: Tambahan modal kerja usaha property, konstruksi dan building
manajemen (tidak termasuk pembelian dan pengolahan tanah) dengan
target penjualan tahun 2008 sebesar Rp 306.508 juta.
: Sejak tanggal penandatanganan kredit sampai dengan jatuh tempo
fasilitas tanggal 24 September 2008
: Transaksional bersifat Clean up System
: 12,25% p.a. yang akan ditinjau kembali setiap bulan untuk disesuaikan
dengan tarif bunga yang berlaku di Bank BNI pada saat itu.

III. Plafond Garansi Bank


Maksimum

Keperluan

Jangka Waktu

: Rp 10.000.000.000,- (Sepuluh Milyar Rupiah) terdiri dari:


a. GB Berjalan Rp. 2.500.000.000,b. GB Tambahan Rp. 7.500.000.000,: Untuk menjamin tender, pelaksanaan pekerjaan, dan penerimaan uang
muka serta pembelian barang atas proyek pemerintah dan swasta
: Disesuaikan dengan fasilitas kredit berjalan yang sejak tanggal
penandatanganan PPGB sampai dengan 24 September 2009

Jaminan :
1. Tanah kosong di jalan RS. Fatmawati, Kel. Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Terdiri dari 3 sertifikat :

a. SHGB No. 1877 an. PT Wijaya Karya Realty, jangka waktu tanggal 25 Oktober 2005 sd 29 Mei
2036. Surat Ukur No. 06695/2004 tanggal 28 Desember 2004 seluas 2.300 m2. Diikat dengan
hak tanggungan senilai Rp 7.744.400.000,b. SHGB No. 1873 an. PT Wijaya Karya Realty, jangka waktu tanggal 25 Oktober 2005 sd 31 Mei
2036. Surat Ukur No. 06696/2004 tanggal 28 Desember 2004 seluas 2.170 m2. Diikat dengan
hak tanggungan senilai Rp 6.318.000.000,-

64

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

c. SHGB No. 1876 an. PT Wijaya Karya Realty, jangka waktu tanggal 25 Oktober 2005 sd 31 Mei
2036. Surat Ukur No. 06694/2004 tanggal 28 Desember 2004 seluas 2.810 m2. Diikat dengan
hak tanggungan senilai Rp 8.238.000.000,2. Tanah kosong di jalan Ringroad MT. Haryono, Kel. Gunung Samarinda, Kec. Balikpapan Utara,
Balikpapan, Kalimantan Timur. SHGB No 753 an. PT Wijaya Karya Realty tanggal 30 Desember
1999 sd 29 Desember 2019. Surat Ukur no. 404/Gn. Samarinda/1999 tanggal 30 Desember 1999
seluas 12.930 m2. Akan diikat hak tanggungan Rp 7.111.500.000,
3. Tanah, bangunan dan kolam renang (Sport Club) di Komplek Tamansari Bukit Mutiara Blok D1 No.1,
Kel. Gunung Bahagia, Kec. Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. SHGB No. 1122
an. PT Wijaya Karya Realty. Surat Ukur No. 89/Gunung Samarinda/2001.Imb No. 280/DPKP/BU/GS
tanggal 17 Juni 2002. Akan diikat hak tanggungan Rp 3.390.000.000
4. Jaminan piutang (fiducia) senilai Rp. 70.000.000.000,- (tujuh puluh milyar rupiah).
PT WIKA INTRADE
a)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk


1 Fasilitas Kredit Investasi
1.
Limit Kredit
Nomor Perjanjian
Tanggal
Jangka Waktu
Suku Bunga
Angsuran
Jaminan

:
:
:
:
:
:
:

Rp.30.000.000.000
CBG.ONE/SPPK.RD2.087/2008
16 Juli 2008
Sejak penandatanganan Perjanjian Kredit s.d 23 Maret 2010
11 % p.a
Angsuran pokok dilakukan setiap tanggal 23 pada setiap triwulan.
- Mesin dan peralatan produksi tabung gas yang sudah dimiliki dan yang
akan dibeli dengan pembiayaan Bank serta piutang usaha dan
persediaan tabung gas 3 kg.
- Cross default dan cross collateral dengan fasilitas Kredit Modal Kerja

2. Fasilitas Kredit Modal Kerja Transaksional


Limit Kredit
Nomor Perjanjian
Tanggal
Jangka Waktu
Suku Bunga
Jaminan

:
:
:
:
:
:

Rp.50.000.000.000
CBG.ONE/SPPK.RD2.087/2008
16 Juli 2008
Berlaku maksimal s.d tanggal 10 Mei 2009
12 % p.a
- Mesin dan peralatan produksi tabung gas yang sudah dimiliki dan yang
akan dibeli dengan pembiayaan Bank serta piutang usaha dan
persediaan tabung gas 3 kg.
- Cross default dan cross collateral dengan fasilitas Kredit Investasi

65

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

B. PT Bank CIMB Niaga


1. Perjanjian Penerbitan Bank Garansi
Limit Kredit
: Rp.75.000.000.000
Nomor Perjanjian
: 164/CBG/JKT/07
Jangka Waktu
: 13 Desember 2007 s.d 13 Desember 2008
Persetujuan perpanjangan sementara sd 13 Maret 2009 sesuai surat Bank CIMB-Niaga
No.579/AMD/CBG/JKT/08 tanggal 4 Desember 2008.
Jaminan
: - Hak Tanggungan atas tanah dan bangunan pabrik Jatiwangi, terletak di
Desa Brujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka,
Propinsi Jawa Barat, seluas 28.272 M2, sesuai dengan sertifikat Hak
Guna Bangunan No.5,6 dan 8 atas nama PT Wijaya Karya (Persero)
senilai Rp.7.207.710.000,- Inventory yang terletak di pabrik Jatiwangi, Desa Brujul Kulon,
Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Propinsi Jawa Barat,
senilai Rp.12.000.000.000
- Mesin produksi senilai Rp.12.535.500.000,- Piutang Usaha senilai Rp.75.000.000.000
2. Perjanjian Untuk Membuka Letter of Credit Impor
Limit Kredit
: Rp.75.000.000.000
Nomor Perjanjian
: 165/CBG/JKT/07
Jangka Waktu
: 13 Desember 2007 s.d 13 Desember 2008
Persetujuan perpanjangan sementara sd 13 Maret 2009 sesuai surat Bank CIMB-Niaga
No.580/AMD/CBG/JKT/08 tanggal 4 Desember 2008.
Jaminan

: - Hak Tanggungan atas tanah dan bangunan pabrik Jatiwangi, terletak di


Desa Brujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka,
Propinsi Jawa Barat, seluas 28.272 M2, sesuai dengan sertifikat Hak
Guna Bangunan No.5,6 dan 8 atas nama PT Wijaya Karya (Persero)
senilai Rp.7.207.710.000,- Inventory yang terletak di pabrik Jatiwangi, Desa Brujul Kulon,
Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Propinsi Jawa Barat,
senilai Rp.12.000.000.000
- Mesin produksi senilai Rp.12.535.500.000,- Piutang Usaha senilai Rp.75.000.000.000

66

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. Perjanjian Untuk Menerbitkan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN)


Limit Kredit
: Rp.75.000.000.000
Nomor Perjanjian
: 166/CBG/JKT/07
Jangka Waktu
: 13 Desember 2007 s.d 13 Desember 2008
Persetujuan perpanjangan sementara sd 13 Maret 2009 sesuai surat Bank CIMB-Niaga
No.581/AMD/CBG/JKT/08 tanggal 4 Desember 2008.
Jaminan

: - Hak Tanggungan atas tanah dan bangunan pabrik Jatiwangi, terletak di


Desa Brujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka,
Propinsi Jawa Barat, seluas 28.272 M2, sesuai dengan sertifikat Hak
Guna Bangunan No.5,6 dan 8 atas nama PT Wijaya Karya (Persero)
senilai Rp.7.207.710.000,- Inventory yang terletak di pabrik Jatiwangi, Desa Brujul Kulon,
Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Propinsi Jawa Barat,
senilai Rp.12.000.000.000
- Mesin produksi senilai Rp.12.535.500.000,- Piutang Usaha senilai Rp.75.000.000.000

4. Perjanjian Untuk Panjar Melalui Rekening Koran


Limit Kredit
: Rp.3.000.000.000
Nomor Perjanjian
: 167/CBG/JKT/07
Bunga
: 12%/Th
Jangka Waktu
: 13 Desember 2007 s.d 13 Desember 2008
Persetujuan perpanjangan sementara sd 13 Maret 2009 sesuai surat Bank CIMB-Niaga
No.585/AMD/CBG/JKT/08 tanggal 4 Desember 2008.
Jaminan

: - Hak Tanggungan atas tanah dan bangunan pabrik Jatiwangi, terletak di


Desa Brujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka,
Propinsi Jawa Barat, seluas 28.272 M2, sesuai dengan sertifikat Hak
Guna Bangunan No.5,6 dan 8 atas nama PT Wijaya Karya (Persero)
senilai Rp.7.207.710.000,- Inventory yang terletak di pabrik Jatiwangi, Desa Brujul Kulon,
Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Propinsi Jawa Barat,
senilai Rp.12.000.000.000
- Mesin produksi senilai Rp.12.535.500.000,- Piutang Usaha senilai Rp.75.000.000.000

67

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5. Perjanjian Kredit
Limit Kredit
: Rp.25.000.000.000
Nomor Perjanjian
: 169/CBG/JKT/07
Bunga
: 11,5%/Th
Jangka Waktu
: 13 Desember 2007 s.d 13 Desember 2008
Persetujuan perpanjangan sementara sd 13 Maret 2009 sesuai surat Bank CIMB-Niaga
No.584/AMD/CBG/JKT/08 tanggal 4 Desember 2008.
Jaminan

: - Hak Tanggungan atas tanah dan bangunan pabrik Jatiwangi, terletak di


Desa Brujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka,
Propinsi Jawa Barat, seluas 60.000 M2, sesuai dengan sertifikat Hak
Guna Bangunan No.2,4,5,6 dan 8 atas nama PT Wijaya Karya (Persero)
senilai Rp.7.207.710.000,- Inventory yang terletak di pabrik Jatiwangi, Desa Brujul Kulon,
Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Propinsi Jawa Barat,
senilai Rp.12.000.000.000
- Mesin produksi senilai Rp.12.535.500.000,- Piutang Usaha senilai Rp.75.000.000.000

C. PT BANK DANAMON INDONESIA .Tbk


1. Fasilitas Uncommitted Omnibus Trade Finance
Limit Kredit
Nomor Perjanjian
Jangka Waktu
Jaminan

:
:
:
:

Rp.100.000.000.000
31
15 Mei 2008 s.d 15 Mei 2009
- Jaminan Fidusia Piutang, sesuai dengan Akta Jaminan Fidusia Nomor
32, tanggal 15 Mei 2008.

2. Fasilitas Transaksi Valuta Asing dengan Pre Settlement Exposure Foreign Exchange (PSEFX)/Settlement Risk (SR)
Limit Kredit
Nomor Perjanjian
Jangka Waktu
Jaminan

:
:
:
:

USD.100.000, dan/atau jumlah maksimum SR tidak lebih dari USD


32
15 Mei 2008 s.d 15 Mei 2009
- Jaminan Fidusia Piutang, sesuai dengan Akta Jaminan Fidusia Nomor
32, tanggal 15 Mei 2008.

68

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

21. HUTANG USAHA


Akun ini terdiri dari:
2008
Sub Kontraktor
Pemasok
Mandor
Lain-lain
Jumlah

505.609.244
313.277.667
12.888.442
475.221.751
1.306.997.104

2007
270.214.730
279.113.986
16.354.917
408.056.013
973.739.646

Rincian hutang usaha berdasarkan umur adalah sebagai


2008
s.d. 1 bulan
1 s.d. 3 bulan
4 s.d. 6 bulan
7 s.d. 12 bulan
> 12 bulan
Jumlah

526.952.493
460.870.640
187.646.753
71.244.108
60.283.110
1.306.997.104

Rincian saldo hutang usaha kepada pihak ketiga dan hubungan istimewa sebagai berikut:
2008
Pihak hubungan istimewa
Pihak ketiga
Jumlah

21.326.789
1.285.670.315
1.306.997.104

Pihak Hubungan Istimewa


Pemerintah RI/Bappenas
Sub Jumlah
Pihak Ketiga :
PT Holcim
PT Farika Duta Agung
PT Adhimix
PT Kemilau
PT Wilmar Tading
PT Sinoma China
Kemilau PT
Focon Ready Mix PT
Horas PT
Multi Structure . PT
Lampiri Djaya. PT
Cakrawala. PT
Jumlah dipindahkan

69

2007
218.226.055
521.200.776
173.864.871
26.760.977
33.686.966
973.739.646

2007
29.991.077
943.748.570
973.739.646

2008

2007

21.326.789
21.326.789

29.991.077
29.991.077

7.960.326
12.202.651
5.469.587
6.307.758
189.050.000
45.885.000
6.307.758
5.746.653
28.241.681
9.554.714
11.799.422
8.899.120
337.424.671

4.214.922
5.248.931
5.834.225
15.298.078

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Jumlah pindahan
PT Sinar Indah Perkasa
PT Delta Mas
PT Walsin Lippo Industries
China United Engineering Corp
Interworld Steel
Beijing Lovol Int'l HM Trading Co Ltd
China National Material Industry
Import & Exsport Corporation
Sandav Pacific PTE LTD
Berkat Jaya Niaga Tama
Dua Samudra Perkasa
Jiangyin Jetion Science
And Technology Co Ltd
Exxon Mobil
Kakancan Mukti
Catur Tunggal, CV
Jaya Readymix
Berdikari Pondasi P
Daksa Kalimantan Putra
Gatra Cempaka Sakti
Swadaya Graha
Hutang usaha anak perusahaan dan
hutang usaha dengan nilai Dibawah Rp.5.000.000
Sub Jumlah
Jumlah

2008
337.424.671
2.875.511
-

2007
15.298.078
9.749.513
7.420.356
5.050.784
30.156.571
19.845.103
18.928.804

112.138.100
-

16.971.750
15.983.596
14.633.742
13.698.508

5.021.323
-

13.579.475
13.351.073
12.360.300
11.916.601
10.120.059
8.263.124
7.881.899
7.813.105
5.014.756

828.210.711
1.285.670.315
1.306.997.104

685.711.374
943.748.569
973.739.646

Hutang pihak hubungan istimewa adalah Hutang kepada Pemerintah RI (Bappenas) yang jatuh tempo dalam
satu tahun sejak tanggal neraca. Perjanjian dengan Bappenas meliputi penjualan aspal dan alumunium alloy
ingot.

22. HUTANG LAIN-LAIN


Akun ini terdiri dari:

Iuran dan Potongan Pegawai lainnya


PT Pertamina Dana Ventura
Koperasi Karyawan - Wika
Pengurusan Akta Jual Beli, HGB,BPHTB Realty
Pembelian Kembali Saham
Lain-lain
Jumlah

70

2008

2007

556.921
455.752
22.385.080
4.464.103
5.033.082
32.894.938

4.298.469
20.000.000
603.391
15.790.225
3.395.887
44.087.972

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT WIka Intrade mempunyai kewajiban kepada PT Pertamina Dana Ventura sesuai dengan Perjanjian
Penyertaan Modal Kerja Untuk Pengadaan Kompor dan Tabung Gas LPG Pertamina Nomor SP-052/PDVWIN/VIII/2007, Nomor KU.02.01/WI-A.DIR.0359/2007. Pinjaman Dana Modal Kerja sehubungan dengan
kontrak pekerjaan pengadaan kompor dan tabung gas dari PT Pertamina (Persero) berdasarkan Surat PT
Pertamina (Persero) Nomor 0154/F1Q500/2007-SO tanggal 25 Mei 2007 perihal penunjukan Pemasok
Tabung LPG 3 Kg dan Surat Nomor 575/F10500/2007-SO tanggal 26 April 2007 perihal penunjukan
pelaksanaan Pengadaan Kompor Gas Satu Tungku.
Pada tanggal 4 Agustus 2008 pinjaman PT Pertamina Dana Ventura telah dilunasi.

23. HUTANG PAJAK


Akun ini terdiri dari:
2008
Hutang Pajak :
Pajak Penghasilan
Pasal 23 Wapu
PPH pasal 4 ayat 2
Pasal 29
Pajak Pertambahan Nilai
Jumlah

13.554.220
74.181.825
16.494.674
106.675.119

2007

8.465.219
100.735
30.108.694
10.564.607
51.472.128

Beban Pajak Penghasilan


2008
Beban Pajak Kini
Pendapatan (Beban) Pajak Tangguhan
Jumlah

(72.726.644)
(9.034.916)
(81.761.560)

2007
(40.351.800)
(3.973.255)
(44.325.055)

Beban Pajak Kini


Rekonsiliasi antara laba komersial sebelum taksiran pajak penghasilan menurut laporan rugi laba dengan
taksiran penghasilan kena pajak adalah sebagai berikut:
2008

2007

Laba sebelum taksiran pajak penghasilan


menurut laporan laba rugi konsolidasian

256.414.877

187.947.679

Dikurangi:
Laba sebelum pajak penghasilan anak perusahaan
PT Wika Beton
PT Wika Realty
PT Wika Intrade
PT Catur Insan Pertiwi
PT Wika Gedung

(73.432.693)
(29.035.093)
(7.680.797)
(6.078.944)
-

(31.421.350)
(26.603.924)
(16.220.439)
-

PT Wika Gedung
Laba Proyek Loan
Laba sebelum pajak penghasilan PT Wijaya Karya (Persero)

(93.001)
140.094.349

113.701.965

71

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Koreksi Positif:
Selisih penyusutan menurut akuntansi dan fiskal
Beban penyisihan piutang ragu-ragu
Kenikmatan, sumbangan & representasi
Penyisihan Imbalan Pasca Kerja
Beban pajak hasil pemeriksaan PPh badan tahun 2006
Beban atas pendapatan yang telah dikenakan PPh Final
Koreksi Negatif:
Selisih penyusutan menurut akuntansi dan fiskal
Pendapatan bunga deposito & jasa giro
Laba penjualan aktiva tetap atas tanah
Penyisihan Imbalan Pasca Kerja
Pendapatan yang telah dikenakan PPh Final

Penghasilan Kena Pajak


Taksiran pajak penghasilan Induk Perusahaan
10% x
50.000
15% x
50.000
30% x
143 637 941
143.637.941
t h 2008
tahun
tahun 2007
94.773.150
Beban Pajak Kini Induk Perusahaan
PPh Pajak Loan
Beban Pajak Kini Anak Perusahaan
PT Wika Beton
PT Wika Realty
PT Wika Intrade
PT Catur Insan Pertiwi
Pajak Kini
Pendapatan (Beban) Pajak Tangguhan:
Pengaruh Perbedaan Temporer
Pada Tarif Pajak Maksimal (30%)
Penyusutan dan amortisasi
Komersial di atas Penyusutan Fiskal
Employee Benefit
Beban Penyisihan Piutang
Aktiva (kewajiban) pajak tangguhan akhir tahun
Aktiva (kewajiban) pajak tangguhan awal tahun
Pendapatan (beban) pajak tangguhan Induk Perusahaan
Pendapatan (beban) pajak tangguhan Anak Perusahaan
PT Wika Beton
PT Wika Realty
PT Wika Intrade
PT Catur Insan Pertiwi
Pendapatan (beban) pajak tangguhan konsolidasian

72

2008

2007

40.378.240
4.347.275
2.355.699
9.316.212
42.118.167
98.515.593

1.455.650
19.009.974
3.903.499
24.369.123

(565.592)
51.211.842
44.225.751
94.872.001

9.417.195
21.415.878
12.364.866
43.197.939

143.737.941

94.873.150

5.000
7.500
43 091 382
43.091.382
43.103.882
5.575.689
37.528.193

5.000
7.500
28.431.945
28.444.445
13.183.862
15.260.583

18.880.939
11.084.923
3.930.713
1.301.877
35.198.451
72.726.644

14.107.594
7.757.308
3.226.315
25.091.217
40.351.800

8.954.606
(8.954.606)

436.695
241.755
8.276.156
8.954.606
9.411.733
(457.127)

(2.940.302)
2.548.794
465.638
(154.441)
(9.034.917)

(1.286.521)
(171.852)
(2.057.754)
(3.973.254)

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Aktiva dan (Kewajiban) Pajak Tangguhan


2008
Aktiva Pajak Tangguhan
PT Wijaya Karya (Persero)
PT Wika Beton
PT Wika Realty
Jumlah Aktiva Pajak Tangguhan
Kewajiban Pajak Tangguhan
PT Wika Intrade
PT Wika Beton
PT Catur Insan Pertiwi
Jumlah Aktiva (Kewajiban) Pajak Tangguhan

2007

3.666.528
3.666.528

8.954.606
1.117.734
10.072.340

(3.003.170)
(3.690.595)
(691.146)
(3.718.383)

(3.475.060)
6.597.280

Pada tahun 2008, Perusahaan telah menerima Surat Ketetapan Pajak, dengan rincian sebagai berikut:
1)

SKPLB Pajak Penghasilan tahun pajak 2006 Nomor: 00098/406/06/051/08 tanggal 9 Desember 2008
sebesar Rp 25.858.969.756.
Realisasi pengembalian kelebihan pembayaran Pajak Penghasilan sebesar Rp.25.858.969.756 lebih
kecil dari yang diajukan perusahaan sebesar Rp.33.407.947.011.

Perusahaan juga menerima STP dan SKPKB, atas pajak-pajak yang masih terutang, yang pembayarannya
diperhitungkan dengan SKPLB tersebut, dengan rincian sebagai berikut:
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

STP atas denda Pasal 14 (4) KUP, PPN masa pajak Januari s/d Nopember 2006, Nomor:
00091/107/06/051/08 tanggal 9 Desember 2008, sebesar Rp 587.543.814
SKPKB Pajak Penghasilan Pasal 21 masa pajak Januari-Desember 2006 tanggal 9 Desember 2008,
sebesar Rp 111.706.428
SKPKB PPN masa pajak Januari s/d Nopember 2006, Nomor: 00091/107/06/051/08 tanggal 9
Desember 2008, sebesar Rp 192.575.348
SKPKB Pajak Penghasilan Pasal 4 (2) Final masa pajak Januari-Desember 2006 Nomor:
00040/240/06/051/08 tanggal 9 Desember 2008, sebesar Rp 174.185.768
SKPKB Pajak Penghasilan Pasal 26 masa pajak Januari-Desember 2006 Nomor: 0004/204/06/051/08
tanggal 9 Desember 2008, sebesar Rp 22.320.250
SKPKB Pajak Penghasilan Pasal 23 masa pajak Januari-Desember 2006 Nomor: 00052/203/06/051/08
tanggal 9 Desember 2008, sebesar Rp 591.468.924
STP PPh Pasal 25 tahun 2008, dengan rincian sebagai berikut:
Nomor Surat Tagihan Pajak
00040/106/08/051/08
00036/106/08/051/08
00046/106/08/051/08
00042/106/08/051/08
00044/106/08/051/08
00037/106/08/051/08
00039/106/08/051/08
00045/106/08/051/08

Masa/Tahun Pajak
Januari 2008
Februari 2008
Maret 2008
Apr-08
Mei 2008
Juni 2008
Juli 2008
Agustus 2008
Jumlah

73

Jumlah
113.520.914
111.596.831
109.672.748
107.748.664
105.824.581
103.900.498
101.976.414
100.052.331
854.292.981

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

8)

STP PPN, dengan rincian sebagai berikut:


Nomor Surat Tagihan Pajak
02061/107/99/901/00
00433/107/03/429/03
00322/107/03/429/03
00321/107/03/429/03
01785/107/03/429/05
00874/101/05/429/06
00016/107/06/429/06
00144/107/07/429/07

9)

Masa/Tahun Pajak
1999
Juni 2003
Peb 2003
Apr-03
Nop-03
2005
2006
2007
Jumlah

Jumlah
25.000
50.000
50.000
50.000
100.000
600.000
550.000
550.000
1.975.000

Masa/Tahun Pajak
2004
2005
2005
2005
2003
Jumlah

Jumlah
50.000
50.000
50.000
50.000
100.000
300.000

STP PPh Pasal 21


Nomor Surat Tagihan Pajak
00107/101/06/429/06
00108/101/05/331/05
01048/101/05/331/05
01047/101/05/331/05
04501/101/03/331/06

Perusahaan menerima seluruh SKPLB, SKPKB dan STP yang diterbitkan tersebut.
Pada tanggal 28 Juli 2007, PT Wijaya Karya (Persero) selaku perusahaan induk telah menerima Surat
Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) atas Pajak Penghasilan Badan dan Pajak Pertambahan Nilai untuk
tahun pajak 2005 (lihat Catatan 47)
Pada tanggal 20 Juli 2008, Pemerintah RI telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor: 51 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Dari Usaha Jasa Konstruksi, yang
berlaku sejak tanggal 1 Januari 2008. Sesuai Pasal 2 PP No. 51 Tahun 2008 Atas penghasilan dari usaha
Jasa Konstruksi dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat final.
Pada tanggal 20 Nopember 2008 Menteri Keuangan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik
Indonesia Nomor: 187/PMK.03/2008 tanggal 20 Nopember 2008 tentang Tata Cara Pemotongan,
Penyetoran, Pelaporan dan Penatausahaan Pajak Penghasilan atas Penghasilan Dari Usaha Jasa
Konstruksi.
Perusahaan telah menyesuaikan perhitungan kewajiban perpajakan sesuai dengan PP No. 51 Tahun 2008
dan Peraturan Menteri Keuangan No. 187/PMK.03/2008 tanggal 20 Nopember 2008
Sesuai dengan peraturan perundangan perpajakan, penghasilan yang telah dikenakan PPh Final tidak lagi
dilaporkan sebagai penghasilan kena pajak, semua beban sehubungan dengan penghasilan yang telah
dikenakan PPh Final tidak boleh dikurangkan. Dilain pihak, baik pendapatan maupun beban tersebut dipakai
dalam perhitungan laba rugi menurut akuntansi. Oleh karena itu tidak terdapat perbedaan temporer
sehingga tidak diakui adanya aset atau kewajiban pajak tangguhan, dan terhadap saldo aktiva pajak
tangguhan tahun 2007 telah dibebankan pada tahun 2008.

74

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Terhadap pemenuhan kewajiban perpajakan tahun pajak 2006 dan 2007, perusahaan telah menyampaikan
Surat Pemberitahuan (SPT) baik Masa maupun Tahunan PPh dan PPN dan menyetorkan pajak
terhutangnya termasuk akan melakukan pembetulan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan dan SPT Masa
PPN atas Kredit Pajak dan Pajak Masukan yang belum dilaporkan.

24. UANG MUKA DARI PELANGGAN


Akun ini terdiri dari:

PT Wika Beton
PT Wika Realty
PT Wika Intrade
PT Catur Insan Pertiwi
Jumlah

2008

2007

38.878.042
33.141.467
216.184
2.632.938
74.868.631

3.179.587
13.906.536
76.000
17.162.123

2008

2007

25. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR


Akun ini terdiri dari:
Produksi
Usaha
Pengadaan
Pengelolaan
Biaya distribusi
Pemeliharaan
Lain-lain
Jumlah

655.202.468
104.808.006
15.636.121
2.056.236
26.279.478
842.653
14.453.688
819.278.650

440.534.818
95.555.530
3.173.455
2.705.648
16.627.721
648.836
10.068.405
569.314.413

Biaya produksi yang masih harus dibayar merupakan kewajiban yang belum ditagihkan oleh pihak ketiga
maupun tenaga kerja proyek sehubungan dengan pengeluaran-pengeluaran untuk proyek-proyek di
lapangan.
Biaya usaha yang masih harus dibayar merupakan kewajiban yang belum ditagihkan oleh pihak ketiga
sehubungan dengan aktivitas umum dan administrasi perusahaan.
26. PENDAPATAN YANG DITERIMA DIMUKA
Akun ini terdiri dari:
2008
Sewa diterima dimuka
PT Wika Beton
PT Wika Intrade
PT Wika Realty
Jumlah

207.684
648.489.374
2.434.340
941.577
652.072.975

75

2007
161.857
257.429.910
4.761.030
262.352.797

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

27. HUTANG OBLIGASI - Bersih


Rincian hutang obligasi bersih adalah sebagai berikut:
2008
Obligasi Amortisasi WIKA III 2003
Saldo awal hutang obligasi
Pembelian kembali obligasi
Pembayaran Obligasi Jatuh Tempo
Jumlah

2007

133.875.000
(133.875.000)
-

Obligasi Amortisasi WIKA III 2003, berdasarkan jatuh tempo


Hutang obligasi jatuh tempo lebih dari 1 tahun
Dikurangi :
Biaya Emisi Obligasi
Akumulasi amortisasi
Sub Jumlah
Jumlah
Hutang obligasi jatuh tempo kurang dari satu tahun

6.470.044
(6.470.044)
-

160.650.000
3.225.000
(30.000.000)
133.875.000

133.875.000
6.470.044
(6.038.708)
431.336
133.443.664
133.443.664

Sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan No:22 tanggal 21 Februari 2003 sebagaimana telah diubah
dengan Addendum I Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Amortisasi Wika Tahun 2003 No. 49 tanggal 24
Maret 2003, PT Wijaya Karya (Persero) telah menerbitkan Obligasi sebesar Rp.200.000.000.000 (rupiah
penuh) dengan tingkat bunga tetap dan mengambang untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang akan jatuh
tempo pada tanggal 11 April 2008. Tujuan penerbitan Obligasi 60% akan digunakan untuk modal kerja,
meliputi Konstruksi dan proyek EPC (Engineering, Procurement, dan Construction) sebagai pengembangan
usaha SBU (Strategic Business Unit) baru serta 40% akan digunakan untuk pembayaran Obligasi II PT
Wijaya Karya Tahun 1996.
Obligasi ini diterbitkan dengan pokok obligasi sebesar Rp.200.000.000.000 (rupiah penuh) dengan satuan
jumlah Obligasi yang dapat dipindahbukukan dan diperdagangkan dari satu rekening Efek ke rekening Efek
lainnya adalah senilai Rp.50.000.000 (rupiah penuh) dan kelipatannya. Pokok obligasi dari waktu ke waktu
jumlah dan nilainya dapat berkurang sehubungan dengan pelaksanaan amortisasi dan buy back. Satuan
pemindahbukuan dan kelipatannya dari waktu ke waktu jumlah dan nilainya dapat berkurang sehubungan
dengan pelaksanaan amortisasi.
Tingkat bunga obligasi untuk obligasi seri A adalah bunga tetap sebesar 15,875% (lima belas koma delapan
ratus tujuh puluh lima persen) per tahun yang berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. Untuk obligasi seri
B tingkat bunga sebesar 16% (enam belas persen) per tahun untuk tahun I dan tingkat bunga mengambang
untuk Tahun II sampai dengan tahun V yang dihitung berdasarkan tingkat bunga terakhir Sertifikat Bank
Indonesia atau instrumen penggantinya berjangka waktu 3 (tiga) bulan sebelum penentuan tingkat bunga
mengambang, ditambah premi sebesar 2,75% (dua koma tujuh puluh lima persen) per tahun, dengan batas
atas (tingkat bunga maksimal) sebesar 18% (delapan belas persen) per tahun dan batas bawah (tingkat
bunga minimal) sebesar 15% (lima belas persen) per tahun.
Pada tahun 2005 perusahaan membeli kembali obligasi yang beredar sebesar Rp.21.500.000 melalui
sekuritas sebagai berikut:

76

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Nominal
PT Mitra Investdana Sekurindo
PT Samuel Sekuritas Indonesia
Jumlah

10.000.000
11.500.000
21.500.000

Harga beli
9.500.000
10.875.000
20.375.000

Laba (Rugi)
500.000
625.000
1.125.000

Pada tanggal 30 April 2007 berdasarkan PT Pemeringkat Efek Indonesia, hasil rating obligasi tersebut untuk
periode 16 April 2007 - Maret 2008 adalah idA- (A minus).
Pada Bulan April 2008 perusahaan telah melunasi seluruh Obligasi tersebut.
28. KEWAJIBAN IMBALAN PASCA KERJA
Perusahaan telah menghitung kewajiban sehubungan dengan undang-undang Ketenagakerjaan No.13/2003.
Penilaian aktuaria atas imbalan pasca kerja pensiun tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, dilakukan oleh
perusahaan konsultan aktuaria PT Dian Artha Tama, dengan menggunakan metode Projected Unit Credit.
Asumsi-asumsi yang digunakan dalam perhitungan di atas adalah sebagai berikut:
2008
2007
Mortalitas
CSO - 1980
Tingkat Cacat/tahun
0,01%
0,01%
Tingkat Pengunduran Diri/tahun
Umur 18 - 44
1%
1%
Umur 45 - 54
0,05%
0,05%
Tingkat Kenaikan Gaji/tahun
7%
10%
Bunga Teknis/tahun
10,50%
12%
Metode
Projected Unit Credit
a.

Beban Imbalan Pasca Kerja


2008

Induk Perusahaan
Biaya jasa kini - staff (organik)
Biaya jasa kini - non staff (terampil)
Biaya jasa kini Perusahaan
Biaya Bunga
Aktiva Aktuaria
Koreksi Aktuaria
Sub jumlah
Anak Perusahaan
PT Wika Beton
PT Wika Realty
PT Wika Intrade
PT Catur Insan Pertiwi
Sub jumlah
Jumlah

77

2007

1.362.392
246.450
1.608.842
2.157.288
(1.567.281)
156.850
2.355.699

919.133
221.662
1.140.795
986.205
(7.081)
(194.470)
1.925.448

1.834.225
576.693
549.488
2.303.819
5.264.225
7.619.924

2.064.232
456.696
470.390
2.991.319
4.916.767

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

b.

Jumlah kewajiban yang diakui di Neraca

Induk Perusahaan
Nilai sekarang kewajiban imbalan pasca kerja
Nilai wajar aktiva kewajiban
imbalan pasca kerja
Status Pendanaan
Koreksi aktuaria yang belum diakui
Sub jumlah

2008

2007

24.554.499

17.977.396

(9.890.331)
14.664.168
(11.702.727)
2.961.441

(13.060.679)
4.916.717
(4.110.867)
805.850

2008
Anak Perusahaan
PT Wika Beton
PT Wika Realty
PT Wika Intrade
PT Catur Insan Pertiwi
Sub jumlah
Jumlah
c.

1.827.505
481.422
463.727
2.303.819
5.076.473
8.037.914

2007
128.638
128.638
934.489

Perubahan Kewajiban yang dicatat di Neraca


2008

Induk Perusahaan
Kewajiban Imbalan paca kerja awal tahun
Pembayaran Imbalan Pasca Kerja
Pendapatan (beban) Imbalan Pasca Kerja
Kontribusi
Sub jumlah
Anak Perusahaan
PT Wika Beton
PT Wika Realty
PT Wika Intrade
PT Catur Insan Pertiwi
Sub jumlah
Jumlah

805.850
(200.107)
2.355.698
2.961.441
1.827.505
481.422
463.727
2.303.819
5.076.473
8.037.914

2007

13.170.716
(1.236.717)
1.925.448
(13.053.598)
805.850
128.638
128.638
934.488

Pada bulan Desember 2007, Perusahaan mengadakan kerjasama dengan PT AIA Indonesia untuk
pengelolaan Dana Imbalan Pasca Kerja, dengan menyetorkan dana sebesar Rp 30.671.973.624.
Pada tanggal 16 Oktober 2008, sesuai surat No. PU.01.09/A.DIR.0946/2008 yang ditujukan ke Asuransi PT
AIA Indonesia Perusahaan telah menutup Polis Asuransi Jiwa CAREPACK PRO terhitung tanggal 16
Oktober 2008 No Polis 62158-00 yang dikeluarkan tgl 2 Januari 2008 dan selanjutnya memerintahkan saldo
Dana ke Bank Mandiri atas nama Koperasi Karyawan PT Wijaya Karya.
Pada tanggal 28 Oktober 2008, PT AIA Indonesia mentransfer saldo dana senilai Rp 26.512.512.052 ke
Bank Mandiri a.n Koperasi Wika, dan pada tanggal 17 Nopember 2008, sesuai surat No.
PU.01.09/A.DIR.1029/2008 yang ditujukan ke PT AIA Indonesia Perusahaan meminta dana kekurangan atas
saldo polis sebesar Rp 4.159.461.572.

78

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Sesuai dengan Perjanjian Kerjasama antara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.


No.
TP.01.01/A.DIR.0187A/2008 dengan Koperasi Karyawan PT Wijaya Karya 005/SPK/KOKAR-WIKA/2008,
dengan syarat-syarat dan ketentuan pokok sebagai berikut:
-

Para pihak sepakat dengan maksud dan tujuan Perjanjian Kerjasama ini untuk melakukan kerjasama yg
saling menguntungkan dan saling mendukung pengelolaan dana pesangon WIKA dengan tingkat
keamanan yang tinggi dan return yang baik.

Jangka waktu berlaku selama 1 tahun terhitung sejak 23 Oktober 2008

Penempatan dana pesangon dilakukan berdasarkan arahan investasi dari Wika.

KOKAR dapat menempatkan dana pesangon di Koperasi Karya Mitra Satya (KKMS) untuk jangka waktu
tertentu berdasarkan permintaan dari Serikat Pekerja WIKA dan Anak Perusahaan WIKA serta
mendapat persetujuan WIKA

Besar Dana Pesangon Wika yang dikelola adalah Rp 26.512.512.050

Para pihak sepakat bahwa pengembangan dana pesangon tersbut dilakukan dengan tingkat
pengembangan sebesar 10% per tahun sebelum pajak

Besaran pengembangan dapat dilakukan peninjauan setiap 3 bulan.

29. UANG MUKA PROYEK JANGKA PANJANG


Akun ini terdiri dari:
2008
Rupiah
Dollar Amerika Serikat
Jumlah

2007

665.257.512
665.257.512

500.167.862
43.845.139
544.013.001

147.177.318
168.844.550
128.589.212
98.765.537
121.880.895
665.257.512

262.049.256
26.732.934
36.340
78.797.524
36.670.033
544.013.001

Rincian uang muka berdasarkan unit kerja adalah sebagai berikut :


Departemen Sipil Umum
Departemen Bangunan Gedung
Departemen Utilitas
Divisi Peralatan Konstruksi
Departemen EPC
Departemen Wilayah dan Luar Negeri
Jumlah

79

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Rincian uang muka berdasarkan proyek adalah sebagai berikut :


2008
Pembangunan Jalan Tol Surabaya - Mojokerto Jawa Timur
Proyek Sorek Meranti Sumatera Barat
Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah Riau
Pembangunan Double Track Jogja-Kroya
Pembangunan Balantang Port
Pembangunan PLTU Labuhan Angin Sumut
Pabrikasi Tower Meterindo Jakarta
Pembangunan Mall Lucky Square Bandung
Pembangunan Bendung Bendali III
Pembangunan Revetment Pantai Amal Tarakan Kalimantan
Renovasi RS Sahid Jakarta
Pembangunan Saluran Air Panti Rao Sumbar
Pabrikasi Methanol Brunei Jakarta
Pabrikasi Konstruksi Baja Teluk Naga Jakarta
Pikitring
Pembangunan PLTU Pelabuhan Ratu Jawa Barat
Pembangunan Alfamart Cikarang Jawa Barat
Pro ek Pipanisasi Pertamina Balongan Ja
Proyek
Jawa
a Barat
Pembangunan Perumahan Calang Aceh (CRC 11)
Pembangunan Apartemen Belleza ME Jakarta
Menara Nusa Finishing
Pembangunan Masjid Polres Jakarta Utara
Pembangunan PCC Grinding Indocement Palimanan
Pembangunan Indocement Hambalang
Pemb.Pabrik Kelapa Sawit Lebak Banten Malimping Jabar
Pemb. Apartement Adhiwangsa Surabaya
Pemb. Mall Paragon Solo
Pembangunan Apartemen Servino Jakarta
Pembangunan Apartemen Trilium
Pembangunan Hotel Meritus Surabaya
Pembangunan Gedung Astra Jakarta
Pemb. Mall Paragon Semarang
Pemb. BSD Entertainment Centre
Pemb. Apartemen MT Haryono Square Jakarta
Pemb. RSIA YPK Mandiri Jakarta
Rehabilitasi Bandara Polonia Medan
Rehabilitasi Bandara Adi Sumarmo
East Mottorway Aljazair
Production of Concrete Pipe Algeria
Pemb. PLTU Jetty Labuan
Pemb. PLTU Labuan Banten
Pemb. PLTU Sulawesi Utara
Pemb. RFO II Gresik
Pemb. Cement Mill Palimanan
Pemb. GPPP Switchyards

80

60.000.000
968.713
876.893
240.309
1.549.531
347.761
3.426.037
1.300.779
708.265
1.050.193
906.342
883.247
24.041.204
645.653
9 037 572
9.037.572
4.579.136
35.370
190
71.418
8.031.689
828.240
5.940.848
38.773.139
6.126.727
16.477.273
6.434.084
6.492.906
18.365.333
20.559.926
2.408.108
7.373.645
2.085.602
4.477.273
35.977.574
77.305.646
25.054.149
17.398.576
15.024.707
39.017.302
17.813.342
10.200.000
906.307
493.741.005

2007
40.000.000
12.106.960
7.699.176
3.912.332
5.793.448
4.614.636
3.673.605

7.226.909
108.438.348
87.516.751
43.963.970
324.946.135

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2008
493.741.005
16.483.562
48.149.657
167.536
11.054.051
423.822
5.900.278
26.303.636
1.584.421
3.484.689
2.414.400
9.003.175
14.941.965
12.047.271
3.143.173
1.179.113
15.200.000
35.757
665.257.512

Pemb. PLTU Kalimantan Selatan


Pemb. Gardu Induk Muara Karang Jakarta
Pemb. PKS PT Buana Karya (Kalsel)
Proyek Pengendali Banjir Kanal Timur
Proyek Perumahan Calang NAD
Pemb. Mall Balikpapan Kalimantan
Proyek Amplas FO Sumatera Utara
Proyek Normalisasi Kali Cisadane Hilir
Proyek Perumahan Kahju NAD
Pabrikasi Tower Matrindo
Proyek Dermaga Sampit Kalimantan
Proyek Kelinjau
Proyek Jalan BSD City Tangerang
Proyek Ware House Soho Jakarta
PLTU Indramayu Jawa barat
Proyek Biodiesel Pabrik Ciliandra Group
Proyek NPK Gresik Jawa Timur
Pabrikasi Steel Trust Lambesso
Dermaga Calang
Proyek Berau
Proyek Jl Layang OLC KPC
Proyek Jalan Alam Sutera Tangerang
Proyek Collection Road Wahau
Proyek TPO3 Jakarta
Tower Excelcomindo
Proyek Rumah Lamno NAD
Lain-lain Dibawah Rp.1.000.000
Jumlah

2007
324.946.135
73.004.076
31.948.174
25.318.995
12.115.409
11.915.717
10.160.125
7.600.929
7.517.228
6.883.636
4.840.360
3.148.916
2.951.149
2.533.390
2.331.295
2.273.700
2.159.969
2.080.998
1.529.924
1.843.420
1.134.307
5.775.150
544.013.001

Konsekuensi apabila pekerjaan konstruksi tidak dapat diselesaikan secara tepat waktu adalah denda
keterlambatan (yang umumnya sebesar 0,1% dari nilai kontrak awal per hari keterlambatan) sampai
maksimal 5% dari nilai kontrak awal.

30 KEWAJIBAN JANGKA PANJANG


2008

2008

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

30.000.000

Dikurangi : Bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun


Bagian jangka panjang

23.574.000
6.426.000

PT Wika Intrade memperoleh fasilitas kredit investasi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., sesuai Akte
Perjanjian Kredit antara PT WIKA Intrade dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk No.:
CBG.ONE/SPPK.RD2.087/2008 tanggal 16 Juli 2008, dengan jangka waktu sejak penandatanganan
Perjanjian Kredit sampai dengan 23 Maret 2010, tingkat suku bunga 11% p.a., Angsuran pokok dilakukan
setiap tanggal 23 pada setiap triwulan. jaminan Cross default dan cross collateral dengan fasilitas Kredit
Modal Kerja (lihat Catatan 20).

81

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

31. HAK MINORITAS


Akun ini merupakan kewajiban pada pemegang saham minoritas atas kekayaan pada anak perusahaan,
yang diperhitungkan berdasarkan persentase modal yang disetor.
Sehubungan dengan dilaksanakannya Program MESOP (Management Employee Stock Option Program)
yaitu opsi kepemilikan saham Wika Induk di Perusahaan Anak oleh Manajemen dan Pegawai Wika, maka
persentase hak minoritas mengalami kenaikan sebesar rata-rata 21,6%.
Rincian hak minoritas pada Perusahaan anak:

PT WIKA Beton
PT WIKA Intrade
PT WIKA Realty
PT Catur Insan Pertiwi
PT Wika Building
Jumlah

2008

2007

38.494.682
23.779.376
14.827.339
5.154.808
500.000
82.756.205

30.083.463
23.052.552
11.811.375
64.947.389

32. MODAL SAHAM


Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2008 berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT
Datindo Entrikom, biro admnistrasi efek, sesuai surat No. DE/I/09-0055 tanggal 8 Januari 2009, adalah
sebagai berikut:
Jumlah Saham
Saham Preferen (Seri A Dwiwarna)
Pemerintah Republik Indonesia
Saham Biaya (Seri B)
Pemerintah Republik Indonesia
Komisaris:
Ir. Agoes Widjanarko. MIP (Komisaris Utama)
Pontas Tambunan, SH. MM. (Komisaris)
Soepomo, SH, SP.N, L.LM (Komisaris)
Direksi
R. Ganda Kusuma (Direktur Keuangan)
Budi Harto (Direktur Operasi I)
Slamet Maryono (Direktur Operasi II)
Tonny Warsono (Direktur SDM dan Pengembangan)
Karyawan
Masyarakat
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh

82

Nilai Nominal
Rupiah Penuh

100

0,00%

3.999.999.999

399.999.999.900

68,42%

1.013.500
1.865.000
912.000

101.350.000
186.500.000
91.200.000

0,02%
0,03%
0,02%

793.000
904.000
4.742.000
4.742.000
183.769.500
1.647.413.000
5.846.154.000

79.300.000
90.400.000
474.200.000
474.200.000
18.376.950.000
164.741.300.000
584.615.400.000

0,01%
0,02%
0,08%
0,08%
3,14%
28,18%
100%

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2007 berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT
Datindo Entrikom, biro admnistrasi efek, sesuai surat No. DE/I/08-0035 tanggal 8 Januari 2008, adalah
sebagai berikut:
Jumlah Saham
Saham Preferen (Seri A Dwiwarna)
Pemerintah Republik Indonesia
Saham Biaya (Seri B)
Pemerintah Republik Indonesia
Komisaris:
Ir. Agoes Widjanarko. MIP (Komisaris Utama)
Pontas Tambunan, SH. MM. (Komisaris)
Soepomo, SH, SP.N, L.LM (Komisaris)
Direksi
Ir. Aloysius Sutjipto, MM, MT
Ir. Slamet Maryono (Direktur Keuangan)
Ir. Sutedjo Wirokusumo, MM (Direktur Operasi I)
Ir. Djokomulyono, MM (Direktur Operasi II)
Ir. Tonny Warsono (Direktur SDM & Pengembangan)
Karyawan
Masyarakat
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh

Nilai Nominal
Rupiah Penuh

100

0,00%

3.999.999.999

399.999.999.900

68,42%

1.013.500
1.865.000
912.000

101.350.000
186.500.000
91.200.000

0,02%
0,03%
0,02%

5.269.000
4.742.000
4.742.000
4.742.000
4.742.000
183 769 500
183.769.500
1.634.357.000
5.846.154.000

526.900.000
474.200.000
474.200.000
474.200.000
474.200.000
18 376 950 000
18.376.950.000
163.435.700.000
584.615.400.000

0,09%
0,08%
0,08%
0,08%
0,08%
3 14%
3,14%
27,96%
100%

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 7 Januari 1998 telah disetujui peningkatan
modal dasar Perusahaan menjadi Rp.260.000.000.000 (rupiah penuh) yang terdiri dari 260.000 saham
dengan nilai Rp.1.000.000 (rupiah penuh) per saham serta peningkatan modal disetor dan modal
ditempatkan menjadi Rp.68.000.000.000 (rupiah penuh). Peningkatan modal dasar, modal ditempatkan, dan
modal yang disetor tersebut telah dikukuhkan dengan akta Nomor 55 tanggal 18 Maret 1998 oleh notaris
Imas Fatimah, S.H. dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Nomor: C2-19202
HT.01.04.Th.98 tanggal 12 Oktober 1998.
Berdasarkan akta perubahan anggaran dasar Nomor 6 tanggal 1 Juni 2001 oleh Nila Noordjasmani Soeyasa
Besar, S.H. notaris pengganti dari Imas Fatimah, S.H. yang telah disetujui peningkatan modal ditempatkan
dan disetor Perseroan dari Rp.68.000.000.000 (rupiah penuh) yang terbagi atas 68.000 saham menjadi
Rp.69.523.000.000 (rupiah penuh) terbagi atas 69.523 saham. Penambahan modal ditempatkan dan disetor
sebesar Rp.1.523.000.000 (rupiah penuh) berasal dari tambahan penyertaan modal Pemerintah Nomor 85
Tahun 2000 tanggal 28 September 2000.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 14 Juni 2007 telah disetujui
dan disahkan perubahan nilai nominal saham Perusahaan dari Rp.1.000.000 (rupiah penuh) setiap saham
menjadi Rp. 100 (rupiah penuh) setiap saham, Peningkatan Modal Dasar Perusahaan dari Rp.
260.000.000.000 (rupiah penuh) menjadi Rp. 1.600.000.000.000 (rupiah penuh). Peningkatan Modal
Ditempatkan dan Disetor dalam Perusahaan yang dilakukan oleh Negara Republik Indonesia, yaitu dari Rp.
69.523.000.000 (rupiah penuh) yang terbagi atas 69.523 (rupiah penuh) saham menjadi sebesar Rp.
400.000.000.000 (rupiah penuh) yang terbagi atas 4.000.000.000 saham, terdiri dari saham seri A Dwiwarna
1 saham dan saham seri B 3.999.999.999 saham.
Peningkatan Modal ditempatkan dan disetor dalam perseroan sebesar Rp. 330.477.000.000 ( rupiah penuh)
berasal dari :

83

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

i.

Kapitalisasi selisih (keuntungan) penilaian Kembali Aktiva Tetap sebesar Rp 87.635.040.495 (rupiah
penuh);

ii

Kapitalisasi selisih positif ekuitas anak perusahaan sebesar Rp 19.246.853.100 (rupiah penuh);

iii

Kapitalisasi saldo laba perseroan sampai dengan 31 Desember 2006 sebesar Rp 223.594.543.514
(rupiah penuh);

iv

Tambahan modal disetor sebesar Rp 562.891 (rupiah penuh) sebagai akibat selisih kekayaan sisa hasil
likuidasi PT Kertas Gowa;

Perusahaan melakukan penilaian kembali atas aktiva tetapnya yang telah disetujui Menteri Negara
Pendayagunaan BUMN dengan surat No. S-315/M-PBUMN/2000 tanggal 28 Juni 2000 dan berdasarkan
ketentuan Menteri Keuangan No. 384/KMK.04/98 tanggal 14 Agustus 1998.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 14 Juni 2007, kapitalisasi
selisih (keuntungan) penilaian Kembali Aktiva Tetap sebesar Rp 87.635.040.495 (rupiah penuh),
dikapitalisasi sebagai setoran modal.
Pada tahun 2004 PT Wika Beton telah mengalami perubahan komposisi modal dimana modal disetor
meningkat dari Rp.44.500.000.000 (rupiah penuh). menjadi Rp.80.000.000.000 (rupiah penuh) yang
berasal dari kapitalisasi laba ditahan dan revaluasi aktiva tetap. Perubahan ekuitas anak perusahaan
tersebut mengakibatkan nilai investasi bersih perusahaan meningkat sebesar Rp.19.246.853.100 (rupiah
penuh).
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 14 Juni 2007, kapitalisasi
selisih positif ekuitas anak perusahaan sebesar Rp 19.246.853.100 (rupiah penuh), dikapitalisasi sebagai
setoran modal.

33. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI


Berdasarkan Undang - Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas Pasal 37 dan 38 ("UU
No. 40 Tahun 2007) dan Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan Nomor : KEP-401/BL/2008 Peraturan XI.B.3 : Pembelian Kembali Saham Emiten atau
Perusahaan Publik Dalam Kondisi Pasar yang berpotensi Kritis, Perusahaan memutuskan untuk
melaksanakan Program Pembelian Kembali Saham (Buyback).
Periode Perolehan Kembali Saham dijadwalkan tanggal 13 Oktober 2008 sampai dengan 13 Januari 2009
dengan rencana Perolehan Kembali Saham total sebanyak 143.279.000 lembar saham. Realisasi Perolehan
Kembali Saham sampai dengan periode 31 Desember 2008 adalah sebanyak 127.448.000 lembar saham
dengan harga perolehan keseluruhan sebesar Rp 24.206.606.
Saham-saham yang diperoleh kembali tersebut dicatat dengan menggunakan metode nilai nominal (par
value method) dan disajikan sebagai pengurang akun-akun sebagai berikut :
-

12.744.800
11.461.806
24.206.606

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh


Tambahan Modal Disetor - Agio Saham
Jumlah

84

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

34. TAMBAHAN MODAL DISETOR


Akun ini terdiri dari:
2008
Selisih kekayaan sisa hasil likuidasi PT Kertas Gowa
Kapitalisasi ke Modal Disetor
Selisih nilai nominal saham dengan
penerimaan hasil penawaran umum saham
Alokasi beban MSOP
Biaya emisi saham
Biaya perolehan kembali saham beredar
Jumlah

2007
563
(563)

563
(563)

590.769.280
2.368.209
(15.797.710)
(11.461.806)
565.877.973

590.769.280
2.368.209
(15.797.710)
577.339.779

Lihat catatan 32 dan 33.

35. PEMBAGIAN LABA


Pembagian Laba induk dan anak perusahaan dan Penggunaan Saldo Laba berdasarkan Keputusan Rapat
Umum Pemegang Saham (RUPS) telah diputuskan pembagian laba dan penggunaan saldo laba sebagai
berikut:
2008
2007
Dividen
Tantiem Direksi / Komisaris
Program Kemitraan
Bina Lingkungan
Cadangan bertujuan
Cadangan lainnya
Jumlah

34.907.865
2.327.191
1.163.595
11.635.955
79.104.301

311.510
376.000
751.000
92.458.922
-

129.138.907

93.897.432

36. LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM DASAR


Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan rata-rata tertimbang jumlah saham
biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
2008
2007
Laba (rugi) bersih untuk perhitungan laba (rugi)
per saham dasar
156.034.395
129.138.907
Jumlah rata-rata tertimbang saham untuk tujuan
perhitungan laba (rugi) bersih per saham dasar
Laba bersih per saham dasar (rupiah penuh)

5.832.447.019
26,75

85

2.864.116.016
45,09

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

37. PENJUALAN BERSIH


2008
Jasa Konstruksi
Produk Beton
Produk Realty
Manufaktur dan perdagangan
Mekanikal Elektrikal

4.311.332.558
1.021.729.529
352.862.085
941.228.509
62.653.025
6.689.805.706
(3.127.704)
6.686.678.002
(127.600.722)
6.559.077.280

Dikurangi potongan penjualan


Sub jumlah
Eliminasi
Jumlah

2007
2.784.896.409
851.269.168
291.912.301
515.441.893
4.443.519.771
(1.742.530)
4.441.777.241
(157.196.018)
4.284.581.223

Sebesar Rp 1.275.364 juta atau 30% dan Rp 1.289.957 juta atau 42% dari pendapatan usaha bersih
konstruksi merupakan pendapatan dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa, masing-masing untuk
tahun 2008 dan 2007.
Tidak ada kontrak dengan nilai bersih melebihi 10% dari penjualan bersih.
38. BEBAN POKOK PENJUALAN
2008
4.071.600.236
921.676.036
300.653.221
889.151.560
51.385.998
6.234.467.051
(121.420.317)
6.113.046.734

Jasa Konstruksi
Produk Beton
Realty
Manufaktur dan Perdagangan
Mekanikal Elektrikal
Sub jumlah
Eliminasi
Jumlah

2007
2.556.883.995
777.618.945
249.761.636
490.653.674
4.074.918.250
(149.294.042)
3.925.624.207

39. LABA (RUGI) PROYEK KERJASAMA OPERASI


Laba proyek kerjasama (Joint Operation) merupakan laba atas proyek-proyek yang dilaksanakan dengan
pola kerjasama (Joint Operation). Proyek-proyek yang dikerjakan dengan pola kerjasama (Joint Operation)
meliputi proyek-proyek Sipil Umum berupa, jembatan dan bendungan serta proyek Mekanikal berupa
Untuk tahun 2008 dan 2007, proyek kerjasama tersebut berasal dari proyek-proyek sebagai berikut:

86

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2008
6.902.425
(6.165.438)
(13.384.970)
(2.587.910)
3.422.611
1.067.538
2.795.209
2.272.131
2.406.738
(1.869.029)
2.041.670
(3.099.025)

JO Proyek Cikapayang
JO Proyek Suramadu Causeway sisi Surabaya
JO Proyek Amandit
JO Proyek Sendimen Bawakaraeng
JO Proyek Suromadu BT Tengah
JO Proyek Ulee-Lheu
JO Proyek Jalan Tanjung Api-api
JO Proyek Cut Nyak Dien
JO Proyek Jl. 46 Tapaktuan Aceh Selatan
JO Proyek Jembatan Lintas Barat
JO Mamak Kakian
JO Proyek Sabodam Bawakaraeng
JO Proyek Sarmi
JO Proyek Sungai Ular
JO Proyek TPPi
JO Proyek Lainnya dibawah Rp.1.000.000
Jumlah

2007
5.053.065
9.010.790
1.225.262
1.469.861
1.319.353
(2.093.201)
1.364.244
17.349.374

40 BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI


40.
2008
112.264.963
27.185.065
7.045.225
3.886.299
2.029.931
152.411.483

Personalia
Fasilitas Kantor
Penelitian dan Pengembangan
Informatika
Keuangan
Jumlah

2007
92.490.543
19.109.890
7.331.120
3.931.000
1.883.071
124.745.623

41. PERJANJIAN KERJASAMA


Perusahaan melakukan perjanjian kerja sama dengan berbagai pihak sebagaimana tersebut pada masingmasing perjanjian, berupa penyerahan dana kepada Pengelola sesuai kewajiban yang tertuang dalam
perjanjian kerja sama menurut porsi yang ditetapkan. Pengelola proyek dibentuk dengan anggota yang
berasal dari masing-masing pihak yang melakukan perjanjian kerja sama. Pengelola proyek ini
melaksanakan kegiatan pembangunan proyek yang berasal dari Pemberi Kerja (Owner) dan bertanggung
jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan tersebut termasuk laporan pertanggungjawaban keuangan dan
proyek kepada masing-masing pihak yang melakukan perjanjian kerja sama.

87

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Perjanjian kerjasama antara lain, sebagai berikut:


Porsi
Nama Project / Nama Kerja sama

Bagi Hasil (%)

Status

50% : 50%

Selesai

51% : 49%

Selesai

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT LKD

75% : 25%

Selesai

Sub Proyek Batang Tongar Irigation

55% : 45%

Berjalan

33.3%:33.3%:33.3.%

Selesai

50% : 50%

Selesai

25%:25%:25%:25%

Berjalan

49% : 51%

Selesai

No.
1

Pasteur-Cikapayang-Surapati Elevated Road & Bridge Project


PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Waskita Karya

Sumatera East Coast Highway Proyek-CA.01


PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Hutama Karya

Pekerjaan Jembatan Ogan-Tanjung Raja

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Adhikarya (Persero) Tbk


5

Proyek Jembatan Suromadu Sisi Surabaya


PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Hutama Karya - PT Agra Budhi

Tuban, Aromatic
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk -PT Adhikarya (Persero) Tbk

Proyek Bendung Jati Gede


PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Waskita - HK - PP

Proyek Eastern Indonesia Region (Karajae)


PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Nindya Karya

Proyek TPPI Tuban Aromatic TPPI.1


PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT IKPT -PT Adhikarya

35% : 30% : 35%

Selesai

10 Proyek TPPI Tuban Aromatic TPPI.2


PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT IKPT -PT Adhikarya

35% : 30% : 35%

Selesai

11 Wika PP Sacna JO Panti Rao


PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT PP - PT Sacna

15% : 42% : 43%

Berjalan

12 Wika Mirai, Proyek Amandit


PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Nindya Karya

51% : 49%

Berjalan

98% : 2%

Berjalan

13 Wika Sacna, Proyek Bendung Mamak


PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Sacna

88

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Porsi
Nama Project / Nama Kerja sama

No.

Bagi Hasil (%)

Status

51% : 49%

Selesai

75% : 25%

Selesai

60% : 40%

Selesai

33.3% : 33.3% : 33.3.%

Berjalan

32.75% : 67.25%

Berjalan

25%:25%:25%:25%

Berjalan

20% : 80%

Selesai

50% : 50%

Selesai

60% : 40%

Selesai

51% : 49%

Berjalan

35% : 65%

Berjalan

55% - 45%

Berjalan

60% - 40%

Berjalan

14 Proyek Kanjiro
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Nindya Karya
15 Proyek Bawakaraeng
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT BK
16 Proyek Cut Nyak Dien
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT PELITA
17 Proyek Suramadu Causeway
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Agrabudi - PT Hutama Karya
18 Proyek Sungai Ular
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Adhi Karya Tbk
19 Proyek Suromadu Bentang Tengah
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Hutama Karya - PT Waskita
Karya - PT Adhi Karya Tbk
20 Proyek Tanjung Api-api
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT CIA
21 Proyek Cokroyasan
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Pembangunan Perumahan
22 Proyek Ulee Lheu NAD
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Pelita
23 Proyek Berau
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Karka
24 Proyek Sabo
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Hazama
25 Proyek Sungai Kayang Bulungan
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - Himpun Karya
26 Proyek Jln. Nintombong - Sarmi
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - Bumi Intan Perkasa

89

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Porsi
No.

Nama Project / Nama Kerja sama

Bagi Hasil (%)

Status

35% - 65%

Berjalan

33%-40%-27%

Berjalan

60% - 40%

Berjalan

60% - 40%

Berjalan

55% - 45%

Berjalan

42.5%-32.5%-25%

Berjalan

49%-51%

Berjalan

49%-51%

Berjalan

33%-34%-33%

Berjalan

27 Proyek Bendungan Sabo - Bawakaraeng


PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - Hazama
28 Proyek Pati - Rembang
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - Adhikarya- DGI
29 Proyek Liang Anggang Pelairi
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - Raden Panji Suprapto
30 Proyek Pangkalan Bun
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - Jaya Konstruksi
31 Proyek Cikro Girder
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - Nindya Karya
32 Proyek Jembatan Lintas Barat Sulsel
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - Brantas - Mahir
33 Proyek Bosem Morokembangan
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - Adhikarya
34 Proyek Fly Over Cengkareng
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PP
35 Proyek Jalan Merve Surabaya
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PP - Kartikabhakti

42. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING


Pada tahun 2008 dan 2007 Perusahaan dan Anak Perusahaan mempunyai aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing sebagai
berikut :
2008
2007
Mata Uang
Ekuivalen
Mata Uang
Ekuivalen
Asing
Rupiah
Asing
Rupiah
AKTIVA
Kas dan Setara Kas
11.662,63
127.705.778
11.691.888
110.125.889
US Dollar
156.431,68
18.962.648
468.082
38.884
Yen Jepang
567,98
8.765.144
575.489
7.918.731
Euro Eropa
Dinar
50.160,07
7.837.009
SGD
1,97
14.994

90

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2008
Mata Uang
Asing

2007
Ekuivalen
Rupiah

Mata Uang
Asing

Ekuivalen
Rupiah

Piutang Usaha
US Dollar
Euro
Yen Jepang

4.390,89
85,78
162.507,11

48.080.256
1.323.789
19.699.111

4.922.763

46.367.503

Piutang Retensi
US Dollar
Yen Jepang

1.112,25
51.660,96

12.179.187
6.262.342

2.104.341
111.754.053

19.820.788
9.283.409

17.165,77
370.599,75
653,77
50.160,07
1,97

187.965.222
44.924.101
10.088.933
7.837.009
14.994

18.718.991
112.222.135
575.489

176.314.180
9.322.293
7.918.731

8.056.731
332.187

60.061.063
2.527.277

8.056.731
332.187

60.061.063
2.527.277

71.821.005
112.222.135
575.489

676.482.042
9.322.293
7.918.731

Jumlah Aktiva Valas


US Dollar
Yen Jepang
Euro Eropa
Dinar
SGD
KEWAJIBAN
Hutang Usaha
US Dollar
Sin Dollar
Jumlah Kewajiban Valas
US Dollar
Sin Dollar
Yen Jepang
Aktiva (Kewajiban)
Valas Bersih
US Dollar
Yen Jepang
Euro Eropa
Dinar
SGD

(8.039.565)
38.413

127.904.159
42.396.825

50.160,07
1,97

7.837.009,00
14.994,00

91

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

43. INFORMASI SEGMEN USAHA


a.

Informasi mengenai segmen industri Perseroan dan anak perusahaan sebagai berikut:
2008
Konstruksi

Industri

(Dalam Jutaan Rupiah)


Eliminasi
Konsolidasi

Real Estate Perdagangan Mekanikal

Pendapatan Bersih

4.311.333

1.021.730

350.157

940.806

62.653

(127.601)

6.559.077

Beban Kontrak & Usaha

(4.185.143)

(944.064)

(312.814)

(897.042)

(56.585)

127.601

(6.268.048)

Laba (Rugi) Proyek KSO

(3.099)

(3.099)

Total Laba Usaha

123.091

77.665

37.343

43.764

6.068

Pendapatan (beban) Lain-lain

79.519

(4.232)

(8.308)

(32.618)

11

Laba Sebelum Pajak

202.610

73.433

29.035

11.146

6.079

Pajak Kini

(37.528)

(18.881)

(11.085)

(3.931)

(1.302)

(72.727)

(8.955)

(2.940)

2.549

466

(154)

(9.035)

156.127

51.611

20.499

7.681

4.623

(11 148)
(11.148)

(4 428)
(4.428)

(1 659)
(1.659)

(1 383)
(1.383)

40.463

16.071

6.022

3.240

Pajak Tangguhan
Laba Sebelum Hak Minoritas
Hak Minoritas anak Perusahaan
Laba Bersih

156.127

Konstruksi

Industri

287.930
(65.888)

(31.515)
256.415

174.653
-

(18 618)
(18.618)
156.035

(Dalam Jutaan Rupiah)


Eliminasi
Konsolidasi

Real Estate Perdagangan Mekanikal

Informasi Lainnya
Aktiva Segmen

3.715.142

1.370.998

421.880

650.195

34.603

(441.103)

5.751.716

Asosiasi

321.720

(302.012)

19.709

Jumlah Aktiva

4.036.862

1.370.998

421.880

650.195

34.603

Kewajiban Segmen

2.602.128

1.176.376

318.122

606.502

17.374

Investasi pada Perusahaan


5.771.424
(416.476)

4.304.026

2007
Konstruksi

Industri

Real Estate

Perdagangan

(Dalam Jutaan Rupiah)


Eliminasi
Konsolidasi

Pendapatan Bersih

2.784.896

851.269

291.912

513.699

(157.196)

4.284.581

Beban Kontrak & Usaha

2.664.028

797.241

260.765

496.481

(157.196)

4.061.319

Laba (Rugi) Proyek KSO

17.349

17.349

Total Laba Usaha

138.218

54.028

31.148

17.218

240.612

Pendapatan (beban) Lain-lain

(24.516)

(2.585)

(4.544)

397

(21.416)

(52.664)

Laba Sebelum Pajak

113.702

51.443

26.604

17.615

187.948

92

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Konstruksi
Beban Pajak
Tahun Berjalan
Pajak Tangguhan
Laba Sebelum Hak Minoritas

Perdagangan

(Dalam Jutaan Rupiah)


Eliminasi
Konsolidasi

(14.108)
(1.287)
36.048
(7.786)

(7.757)
(172)
18.675
(4.034)

(3.226)
(2.058)
12.331
(2.664)

(40.352)
(3.973)
143.623
(14.484)

97.984

28.262

14.641

9.668

129.139

Konstruksi
Informasi Lainnya
Aktiva Segmen
Investasi pada
Perusahaan Asosiasi

Real Estate

(15.261)
(457)
97.984

Hak Minoritas anak Perusahaan


Laba Bersih

Industri

Industri

Real Estate

Perdagangan

(Dalam Jutaan Rupiah)


Eliminasi
Konsolidasi

2.989.900

747.052

322.310

248.800

350.537

4.658.600

Jumlah Aktiva

179.013
3.168.913

747.052

322.310

248.800

179.013
4.837.614

Kewajiban Segmen

1.650.760

450.277

151.529

153.035

129.833

2.535.435

b.

Informasi mengenai segmen geografis Perseroan dan anak perusahaan sebagai berikut:
(Dalam Jutaan Rupiah)
Jawa

Luar Jawa
lainnya

Luar Negeri

Eliminasi

Konsolidasi

Tahun 2008
Pendapatan bersih
Laba kotor
Aktiva

4.454.183
288.624
6.514.085

2.076.077
137.757
388

156.418
25.830
66

(127.601)
(9.278)
(743.115)

6.559.077
442.932
5.771.424

Tahun 2007
Pendapatan bersih
Laba kotor
Aktiva

2.914.933
233.089
3.968.623

314.285
90.652
595.379

542.811
43.117
285.415

512.553
(7.902)
(716.354)

4.284.581
358.957
4.133.064

93

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

44. SIFAT DAN TRANSAKSI HUBUNGAN ISTIMEWA


Sifat Hubungan Istimewa
Sifat hubungan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut:
a.
b.

c.
d.

Pemerintah RI diwakili oleh Menteri BUMN merupakan pemegang saham Perusahaan dan BUMN lain
memiliki hubungan afiliasi melalui penyertaan modal Pemerintah RI.
Perusahaan yang menempatkan dana dan memiliki pinjaman dana pada bank-bank yang dimiliki oleh
Pemerintah atau dari bank-bank yang dimiliki oleh BUMN dengan persyaratan dan tingkat bunga normal
sebagaimana yang berlaku untuk nasabah pihak ketiga.
Perusahaan yang mengadakan perjanjian dalam rangka usaha, dengan BUMN-BUMN lain maupun
anak perusahaan BUMN serta badan-badan lembaga-lembaga pemerintah yang berwenang.
Mempunyai anggota pengurus yang sama dengan Perusahaan Anak, yaitu Direksi Perusahaan menjadi
Komisaris pada Perusahaan Anak.

Ikhtisar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Perusahaan adalah sebagai berikut :
Pihak hubungan istimewa

Sifat hubungan istimewa

Transaksi

PT Bank Mandiri ((Persero)) Tbk.


PT Bank Tabungan Negara (Persero)
PT Bank Negara Indonesia (Persero)
PT Bank Syariah Mandiri
PT Bank BNI (Persero) Tbk.
PT Bank Jatim
PT Bank BTN (Persero)
PT Bank BPD Sumsel
PT Bank BPD Jabar
PT Bank BPD Aceh
PT Bank BPD Kaltim
PT Bank BRI (Persero)
PT Bank Bukopin
Sekretaris Negara
Pemprov. DKI Jakarta
PT Hutama Karya
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
PT Pembangunan Perumahan
PT Waskita Karya
Dinas Perhubungan DKI Jakarta
PT.Pertamina Unit V Balikpapan
PT Istaka karya
Departemen Kimpraswil
PT Pertamina DOH Jawa Barat
BPKP
Pemprov. Sumatera Selatan
Pemkab Singkil (NAD)

Kepemilikan
p
sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat
Kepemilikan sama terikat

Rekening
g koran, p
pinjaman
j
dana
Rekening koran, pinjaman dana
Rekening koran, pinjaman dana
Rekening koran, pinjaman dana
Rekening koran
Rekening koran
Rekening koran
Rekening koran
Rekening koran
Rekening koran
Rekening koran
Rekening koran
Rekening koran
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi

94

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Pihak hubungan istimewa


Sifat hubungan istimewa
PT Jasa Marga (Persero), Tbk.
Kepemilikan sama terikat
Pemprov. Riau
Kepemilikan sama terikat
Departemen Perhubungan
Kepemilikan sama terikat
Bank Indonesia
Kepemilikan sama terikat
Pemda Kaltim
Kepemilikan sama terikat
Pemda Riau
Kepemilikan sama terikat
PT Petrokimia Gresik (Persero)
Kepemilikan sama terikat
Pemerintah Kabupaten Berau
Kepemilikan sama terikat
Dirjen Sumber Daya Air
Kepemilikan sama terikat
Pemprov. Sumsel
Kepemilikan sama terikat
Dinas Bina Marga Kab Kutai Timur
Kepemilikan sama terikat
Pelindo II
Kepemilikan sama terikat
Pelindo III
Kepemilikan sama terikat
Dit Jen Perhubungan Darat
Kepemilikan sama terikat
Universitas Gadjah Mada
Kepemilikan sama terikat
Dep. Pek Umum
Kepemilikan sama terikat
Pemprov. Sumbar
Kepemilikan sama terikat
PU Prop Kaltim
Kepemilikan sama terikat
Pemkab. Muba
Kepemilikan sama terikat
Dephub. BRR
Kepemilikan sama terikat
P
Pemprov.
K
Kaltim
lti
K
Kepemilikan
ilik sama tterikat
ik t
Pemda Riau
Kepemilikan sama terikat
Pemda. Jogya
Kepemilikan sama terikat
Pemkab. Singkil (Aceh)
Kepemilikan sama terikat
Pemkab. Dairi (Aceh)
Kepemilikan sama terikat
BPD Jawa Barat
Kepemilikan sama terikat
Dept. PU Dirjen Cipta Karya
Kepemilikan sama terikat
Satuan Kerja Sementara Pengembangan &
Pengelolaan Sumber Air
Jratunseluna
Kepemilikan sama terikat

Transaksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
J
Jasa
k
konstruksi
t k i
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi
Jasa konstruksi

Jasa konstruksi

Transaksi-transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa

KAS DAN SETARA KAS


Bank - Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero)
PT Bank BNI (Persero) Tbk.
PT Bank Jatim
PT Bank BTN (Persero)
PT Bank BPD Sumsel
PT Bank BPD Jabar
PT Bank BPD Aceh
PT Bank BPD Kaltim
PT Bank BPD Riau
PT Bank BRI (Persero)
PT Bank Syariah Mandiri
PT Bank Bukopin

95

2008

2007

127.730.243
6.396.050
1.605
1.659.140
5.143
71.442
2.098.617
7.205.702
16.008.777
23.532.661
724.548
353.540

171.545.993
30.554.878
1.605
1.507.543
1.552.852
760.476
4.234.571
12.621
114.308
44.680
-

% terhadap
Total Aktiva
2007
2008

2,21%
0,11%
0,00%
0,03%
0,00%
0,00%
0,04%
0,12%
0,28%
0,41%
0,01%
0,01%

4,15%
0,74%
0,00%
0,04%
0,04%
0,02%
0,10%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2008
Bank - US Dollar
PT Bank Mandiri (Persero)
PT Bank BNI (Persero) Tbk.
PT Bank BRI (Persero)
PT Bukopin
Deposito Berjangka
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero)
PT Bank Mandiri Syariah (Persero)
PT Bank BNI (Persero) Tbk.
PT Bank BRI (Persero)
PT Bank BTN (Persero)
PT Bank BPD Jabar
Jumlah
PIUTANG USAHA
PT Pertamina (Persero)
PT Istaka karya
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
Pembangunan Perumahan
PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
PT Waskita Karya
PT Rekayasa Industri
PT Nidya Karya
PT Brantas Abipraya
PT Pertamina Unit V Balikpapan
PT Hutama Karya
Dirjen PU Cipta Karya Jakarta
Cipta Karya - Kabupaten Dairi
DPU dan Kimpraswil Kaltim
PT Petrokimia Gresik
Dep.Kim.Pras.Wilayah Riau
Sekretaris Negara
Departemen Kimpraswil
Pemkab Singkil (NAD)
Pemprov. Sumatera Selatan
Pemprov. DKI Jakarta
Dinas Perhubungan DKI Jakarta
Dit Jen Perhubungan Darat
Hubungan Istimewa lainnya
dibawah Rp 1.000.000
Jumlah

96

2007

% terhadap
Total Aktiva
2008
2007

72.706.597
119.092
30.075.680
-

16.666.689
68.901.873
1.250.999
-

1,26%
0,00%
0,52%
0,00%

0,40%
1,67%
0,03%
0,00%

207.477.000
45.886.183
102.342.481
171.264.645
782.000
2.251.000
818.692.146

471.500.000
206.750.000
975.399.088

94.273.980
19.475.175
18.739.359
17.246.886
11.364.158
9.142.026
7.580.765
5.298.833
4.881.180
3.725.931
1.772.534
1.716.925
1.456.072
1.285.540
1.164.671
1.071.776
-

6.087.212
7.144.412
2.940.830
7.225.968
4.766.494
7.305.716
7.675.108
1.682.738
2.438.498
3.833.194
5.530.184
5.693.428
7.456.798
31.786.357

1,63%
0,34%
0,32%
0,30%
0,20%
0,16%
0,13%
0,09%
0,08%
0,06%
0,03%
0,03%
0,03%
0,02%
0,02%
0,02%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%

0,00%
0,15%
0,17%
0,07%
0,17%
0,12%
0,00%
0,00%
0,00%
0,18%
0,19%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,04%
0,06%
0,09%
0,13%
0,14%
0,18%
0,77%

7.428.838
207.624.649

3.472.510
105.039.447

0,07%
3,54%

0,13%
2,59%

3,59% 11,41%
0,80%
5,00%
1,77%
0,00%
2,97%
0,00%
0,01%
0,00%
0,04%
0,00%
14,19% 23,60%

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2008

2007

% terhadap
Total Aktiva
2008
2007

PIUTANG RETENSI
PT Jasa Marga (Persero), Tbk.
Pemprov. Riau
Departemen Perhubungan
PT Pelindo II
PT Pelindo III
Bank Indonesia
Pemda Kaltim
Pemda Riau
PT Petrokimia Gresik (Persero)
Pemerintah Kabupaten Berau
Pemprov. Sumsel
Dit Jen Perhubungan Darat
DPU Bina Marga Kab Medan
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
PT Pertamina DOH Jawa Barat
BPLS
Dep.Kim.Pras.Wilayah Riau
Pemda DKI Jakarta
Pihak istimewa lainnya dibawah Rp 1.000.000
Jumlah

1.532.653
10.326.662
2.799.558
226.659
3.666.351
820.343
2.442.898
2.018.027
5.974.876
11.781.830
2.054.154
6.654.266
5.386.532
2.995.951
44.868.474

6.801.857
4.322.631
7.445.114
6.306.640
2.784.396
2.495.736
6.917.228
2.347.252
1.708.195
436.738
3.302.688
44.868.474

0,03%
0,00%
0,00%
0,18%
0,05%
0,00%
0,00%
0,00%
0,06%
0,01%
0,00%
0,04%
0,03%
0,10%
0,20%
0,04%
0,12%
0,09%
0,05%
1,09%

0,16%
0,10%
0,18%
0,15%
0,00%
0,07%
0,06%
0,17%
0,06%
0,04%
0,01%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,08%
1,05%

387.920
9.022.806
46.290.122
9.682.908
16.159.651
1.420.370
6.807.992
14.182.614
18.024.277
4.723.126
8.381.288
1.105.548

3.685.681
31.716.549
13.062.024
41.950.779
8.714.617
9.351.106
3.917.825
18.230.078
6.803.967
3.722.444
2.683.690
4.099.990
-

0,00%
0,01%
0,16%
0,80%
0,17%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,28%
0,02%
0,12%
0,25%
0,31%
0,08%
0,15%
0,02%

0,09%
0,77%
0,32%
1,02%
0,21%
0,23%
0,09%
0,44%
0,16%
0,09%
0,06%
0,10%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%

TAGIHAN BRUTO KEPADA PEMBERI KERJA


PT Jasa Marga (Persero), Tbk.
Pelindo II (Persero)
Pelindo III (Persero)
Dit Jen Perhubungan Darat
Universitas Gadjah Mada
Dep. Pek Umum
Pemprov. Kaltim
Pemda Riau
Pemkab. Singkil (Aceh)
Pemkab. Dairi (Aceh)
BPD Jawa Barat
Dept. PU Dirjen Cipta Karya
Pemda DKI Jakarta
PT Angkasa Pura I
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
Dikpora Kab. Kuantan Singingi (RIAU)
Dep.Kim.Pras.Wilayah Riau
DPU Bina Marga Kab Medan
DPU dan Kimpraswil Kaltim
PT Perkebunan Nusantara (Persero)

97

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2008
Pabrik
Pemda Kaltim
Pelanggan Realty
Pemerintah RI, Satuan Kerja Sementara
Pengembangan & Pengelolaan
Sumber Air Jratunseluna
Pihak istimewa lainnya
dibawah Rp 1.000.000
Jumlah

% terhadap
Total Aktiva
2008
2007

2007

1.404.354
5.761.649
14.063.206

11.024.967

0,02%
0,10%
0,24%
0,00%
0,00%
0,00%

0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,27%

5.796.291
163.214.123

2.618.622
161.582.338

0,10%
2,83%

0,06%
3,91%

PINJAMAN JANGKA PENDEK


2008
PT Bank Rakyat Indonesia
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
g
Indonesia ((Persero)) Tbk
PT Bank Negara
PT Bank Syariah Mandiri
Jumlah

46.513.501
331.348.955
14.998.947
392.861.404

% terhadap
Total Kewajiban
2008
2007

2007
33.662.832
17.500.000
7.011.228
58.174.060

1,08%
7,70%
0,35%
0,00%
9,13%

0,00%
1,21%
0,63%
0,25%
2,09%

Tidak ada perbedaan kebijakan harga dan syarat transaksi antara pihak hubungan istimewa sama dan pihak
ketiga.
45. PERIKATAN DAN KONTINJENSI
Kontrak Konstruksi
Perseroan telah mengikat kontrak konstruksi dengan berbagai pihak, kontrak ini mengikat kedua belah pihak
untuk memenuhi kewajibannya dalam jangka waktu kontrak. Perusahaan memiliki komitmen untuk
melaksanakan pekerjaan konstruksi dengan nilai kontrak diantaranya sebagai berikut:

No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama Proyek
PLTU Indramayu
PLTU Pelabuhan ratu
PLTU Labuan
Jetty Labuan
PLTGU Tanjung Priok

Nilai Kontrak
154.130.317
254.000.000
398.199.400
403.771.398
212.784.168
& US$ 23.353.338
144.773.151
PLTGU Muara Karang
& US$ 10.694.452
358.243.183
PLTU Sulut
Aceh Road/Bridge Reconstruction and Rehabili
732.642.000
Construction of Three (3) Storey Women and C
29.091.000
East West Motorway Project- Algeria
453.419.360

98

Pemberi Kerja
PLN
PLN
PLN
PLN
MHI

Jangka waktu
Mulai
Selesai
12-Jun-07
28-Nov-09
2-Apr-08
2-Apr-10
26-Jun-07
11-Sep-09
29-Sep-07
29-Nov-09
9-Feb-09
17-Oct-11

MHI

15-Sep-07

30-Jan-09

PLN
USAID
Catholic Relief Services (CRS)
COJAAL

30-Oct-07
22-Aug-05
6-Oct-08
1-Jul-07

30-Dec-09
30-Jun-09
20-May-09
1-Oct-09

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

No.
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51

Nama Proyek
Pemberi Kerja
Nilai Kontrak
Production of Concrete Pipe for COJAAL.Cons
47.417.000 Consortium Japonais pour L'Au
Amandit Irrigation-JO, Kalsel
126.508.000 Dept. PU, Dirjend SDA
Bendung Pengendali III- Lanjutan
22.622.000 DPU SDA Kaltim
Fly Over - PT. KPC
18.489.000 PT.KPC
Jalan Pati - Rembang A-JO
28.009.000 DPU-Bina Marga, Jateng
Jalur Ganda Cirebon-Kroya-JO
35.003.000 Departemen Perhubungan
Lanjutan Pembangunan Revetment Pantai Ama
7.230.000 DPU-Tarakan
Pembangunan Jalan MERR II-C dan Jl. A Yani
27.400.000 DPU Bina Marga, Surabaya
Pembangunan Jalan Nimbotong-Sarmi-JO
62.819.000 DPU-Bina Marga Jayapura
Pembangunan Jalan Pangkalan Lada-Jl. A.Yan
43.621.000 DPU-Bina Marga Kalteng
Pembangunan Jembatan Kelinjau
35.626.000 DPU Subdin Bina Marga
Pembangunan Jembatan Lintas Barat-JO
43.182.000 DPU Bina Marga-Sulsel
Pemeliharaan Jalan Liang Anggang-Pleihari-JO
42.126.000 DPU-Bina Marga Kalteng
Penurapan S. Kayan-Bulungan-JO
32.597.000 DPU - Kab. Bulungan
Sabo Dam Bawakaraeng 7.4, 7.5-JO
16.422.000 DPU-Ditjen SDA, Sulsel
Supply and Install Concrete Spun Pile-PT. INCO
12.526.000 PT. INCO
Pekerjaan Jalan Collection Road Muara Wahau
592.954.544 PT Swakarsa Sinar Sentosa
Normalisasi Kali Cisadane Hilir
122.479.320 DPU Dirjen SDA, BBWS CILCIS
DAM Tembesi Tahap I (PILTO DYKE) Batam
224.050.039 Otorita Pengembangan Daerah
10.017.375 PT Alfa Goldland Realty
Pemb. Jembatan Simpang Susun (Tahap I)
Pekerjaan Jalan Beton (Alam Sutera)
3.265.824 PT Alam Sutera Realti Tbk.
PROYEK JO :
53.356.100 PU Binamarga
Pembangunan Ply Over Cengkareng
( PP-WIKA 51% - 49% )
58.225.985
Pembangunan Jembatan Kakap CS Surabaya
( WIKA-TECTONIA-INTI : 40%-30%-30%)
62.099.333 Pemda Berau Kaltim
Pek. Lanjutan Tahap II PSAB Kota Tj. Redeb
(WIKA KARKA ARGANUSA )
129.500.000 PT Petrokimia Gresik
RFO II
57.615.322 Pertamina
Pipanisasi Balongan
& US$ 25.737.465 Pertamina
29.483.636 PT PN 8
PKS Malimping
& US$ 7.400 PTPN 8
& US$ 4.352.744 EPC
PLTU Sulut
41.952.000 PT Adaro
PKS Adaro
57.000.000 PT Indocement
P9-P10 PCC Grinding-Palimanan
51.000.000 PT Indocement
P9C/P10B Cement Mill
25.644.144 PT Bukaka Tehnik
Teluk Naga
23.053.734 PT. Sumberdaya Nusaphala
The Belleza Plumbing
61.404.830 PT. Lucky Sakti
Lucky Square
525.000.000 PT Adhibaladika / PT Bukit Dar
The Adhiwangsa
29.843.309 PT. Sinar Himalaya
SOHO Pulo Gadung
158.181.818 PT. Cakrawala Sakti Kencana (
Paragon City Semarang
BSD Entertainment Center
108.000.000 PT. Deyon Resources
Bandara Adi Sumarmo
52.527.273 PT. Angkasa Pura I
46.022.727 PT. Sunindo Gapura Prima (Ga
Solo Paragon - Solo
Apartemen Cervino
160.375.000 PT. Pakkodian

99

Jangka waktu
Mulai
Selesai
1-Aug-08
1-May-09
25-Feb-08
26-Aug-05
13-Jun-08
5-Sep-09
1-Jan-08
8-Jan-09
1-May-08
28-Nov-09
12-May-08
4-Oct-09
1-Nov-08
23-Jun-09
29-Aug-08
31/1209
1-May-08
26-Dec-08
23-May-08
6-Feb-10
26-Nov-07
24-Nov-09
23-Jun-08
30-Dec-09
13-May-08
3-Jan-10
1-Mar-08
6-Mar-09
1-May-08
9-Oct-09
12-Nov-08
29-Jan-09
9-Sep-08
8-Aug-09
3-Dec-08
30-May-09
23-Dec-08
26-Dec-09
19-Dec-08
18-Apr-09
19-Dec-08
18-Apr-09
12-Aug-08

15-Jan-11

15-Dec-08

29-Dec-11

26-Dec-08

25-Dec-10

15-09-2008
05-12-2007
0-Jan-00
01-08-2008
0-Jan-00
01-09-2008
01-07-2008
02-04-2008
23-09-2008
18-12-2007
22-Nov-05
28-Dec-06
9-Mar-07
7-Jan-08
3-Apr-08
7-Apr-08
15-Apr-08
21-May-08
-

15-09-2009
04-08-2009
0-Jan-00
31-07-2009
0-Jan-00
01-03-2009
28-02-2009
30-11-2009
28-08-2009
31-03-2009
22-Jul-06
6-Jun-07
9-Feb-09
7-Nov-08
28-Jan-09
2-Jan-09
11-Nov-08
14-Mar-09
-

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

No.
52
53
54
55
56
57
58
59
60

Nama Proyek
Gedung Astra
MT Haryono Square
LJ Meritus
SMAN3 Tenggarong Lanjutan
Trilium
RSIA Mandiri
CBD Serpong Arsitek
SMA Pintar Kuantan Sengingi
Sport Centre Kuantan Sengingi

Nilai Kontrak
75.000.000
44.860.909
62.954.545
39.969.649
64.340.835
22.386.364
25.272.727
65.890.909
118.590.909

Pemberi Kerja
PT. Samadistya Karya
PT. Sukses Karya Perdana
PT. Gloria Ramayana Interhote
Dinas Pendidikan Kutai Kartane
PT. Pemuda Central Investindo
Yayasan Kesehatan Bank Mand
PT. Dinamika Karya Utama
PT. Dinamika Karya Utama
PT. Dinamika Karya Utama

Jangka waktu
Mulai
Selesai
14-Jul-08
24-Jun-09
okt 08
Juli 08
19-Jul-08
20-Sep-09
16-Jul-08
16-Dec-08
31-Jul-08
30-Nov-10
9-Oct-08
4-Oct-09
11-Aug-08
7-Jun-09
8-Dec-08
4-Oct-10
8-Dec-08
3-Nov-10

Perpajakan
Sehubungan dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah RI No. 51 Tahun 2008 tanggal 20 Juli 2008 yang
diundangkan pada tanggal 23 Juli 2008 tentang Pajak Atas Penghasilan Dari usaha Jasa Konstruksi sebagai
pengganti Peraturan Pemerintah RI No. 140 tahun 2000, PT Wijaya Karya (Persero) sebagai pelaksana
konstruksi sesuai Pasal 3 PP No. 51 Tahun 2008 dikenakan tariff 3% final untuk kontrak yang diperoleh
mulai 1 Januari 2008.
Pada laporan keuangan per 31 Desember 2008, Perusahaan belum menerapkan ketentuan perpajakan
sebagaimana diatur dalam PP No. 51 Tahun 2008 secara keseluruhan, tetapi menghitung kewajiban
perpajakan sesuai PP No 51 Tahun 2008 hanya untuk kontrak yang diperoleh mulai 1 Agustus 2008 (tidak
memberlakukan sejak 1 Januari 2008), dengan pertimbangan Perusahaan secara bersama-sama dengan
Kontraktor BUMN Karya lainnya dan Asosiasi Kontraktor Indonesia telah mengajukan surat keberatan
terhadap pemberlakuan PP No. 51 Tahun 2008 dikeluarkan tanggal 20 Juli 2008 dan diundangkan pada
tanggal 23 Juli 2008, yang berlaku surut sejak 1 Januari 2008, Adapun surat yang diajukan sebagai berikut:

Surat No. 002/Dir/BUMN-Karya/2008 tanggal 15 Desember 2008, dari Kontraktor BUMN Karya ditujukan
kepada Bapak Direktur Jenderal pajak Ditjen Pajak RI, Perihal Permohonan atas pemberlakuan
Peraturan Menteri keuangan Nomor: 187/PMK.03/2008
Surat No. 008/AKI/I/2008 tanggal 22 Januari 2009, dari Asosiasi Kontraktor Indonesia ditujukan kepada
Menteri Keuangan RI, up Ibu DR. Sri Mulyani Indrawati, Perihal Keberatan terhadap PP No. 51 tahun
2008 tentang PPh Badan Usaha Jasa Konstruksi (Kontraktor)
Surat No. 009/AKI/I/2009 tanggal 22 Januari 2009, dari Asosiasi Kontraktor Indonesia ditujukan kepada
Komisi XI DPRI RI, Perihal Keberatan terhadap PP No. 51 tahun 2008 tentang PPh Badan Usaha Jasa
Konstruksi (Kontraktor)

Manajemen berkeyakinan bahwa usulan tidak memberlakukan surut PP No. 51 tahun 2008 yang diajukan
oleh Perusahaan bersama-sama dengan kontraktor BUMN lainnya dan Asosiasi Kontraktor Indonesia dapat
dikabulkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

46. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA


Pada tanggal 27 Januari 2009, Perusahaan telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa (RUPS LB) dengan Agenda :
1

Pengukuhan Pelaksanaan Buy Back & Persetujuan Kelanjutan Program Buyback Saham Perseroan.

100

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2
3

Persetujuan Rencana Perubahan Penggunaan Sisa Dana Hasil IPO


Persetujuan Atas Penerapan Ketentuan Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No. PER05/MBU/2008 Tentang Pedoman Umum Pelasksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik
Negara.

47. PERSETUJUAN LAPORAN KEUANGAN


Manajemen bertanggung jawab sepenuhnya terhadap penyusunan laporan keuangan dan catatan atas
laporan keuangan yang telah disetujui tanggal 4 Maret 2009.

101

INFORMASI TAMBAHAN

Informasi Tambahan
PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. (Induk Perusahaan Saja)
NERACA
Tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

AKTIVA
AKTIVA LANCAR
Kas dan Setara Kas
Piutang Usaha - bersih
Piutang Retensi
Tagihan Bruto Pemberi Kerja
Piutang Lain-Lain - bersih
Persediaan
Uang Muka
Pajak Dibayar Dimuka
Biaya Dibayar Dimuka
Jaminan Usaha
Jumlah Aktiva Lancar
AKTIVA TIDAK LANCAR
Aktiva Pajak Tangguhan
Investasi Pada Perusahaan Asosiasi
Aktiva Tetap - bersih
Setoran Dana Kerja Sama Operasi
Aktiva Lain-lain
Jumlah Aktiva Tidak Lancar
JUMLAH AKTIVA

2008

2007

899.312.671
585.757.513
320.367.305
660.130.416
392.068.474
180.655.104
219.459.272
151.876.658
11.991.633
5.000
3.421.624.046

1.180.798.894
318.665.517
204.228.302
546.660.807
123.885.885
53.338.382
154.969.683
102.916.380
20.529.093
550.000
2.706.542.943

321.720.177
99.495.512
94.753.932
49.175.660
565.145.281

8.954.606
179.013.434
99.073.919
116.231.346
59.097.248
462.370.552

3.986.769.327

3.168.913.495

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari laporan keuangan secara keseluruhan

Informasi Tambahan
PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk (Induk Perusahaan Saja)
NERACA
Tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2008
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KEWAJIBAN LANCAR
Pinjaman Jangka Pendek
Hutang Usaha
Hutang Lain-lain
Kewajiban Bruto Pemberi Kerja
Hutang Pajak
Biaya Yang Masih Harus Dibayar
Pendapatan Yang Diterima Dimuka
Hutang jangka panjang jatuh tempo
dalam satu tahun
Hutang Obligasi-Bersih
Jumlah Kewajiban Lancar
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Kewajiban Imbalan Pasca Kerja
Uang Muka Proyek Jangka Panjang
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar
EKUITAS
Modal Saham
Modal Dasar 16.000.000.000 saham - nilai nominal
Rp.100 (Rupiah penuh) per saham, Modal
ditempatkan dan disetor 5.846.154.000 saham
tahun 2008 dan 2007
Modal saham yang diperoleh kembali disajikan
dengan nilai nominal 127.448.000 saham
Modal saham yang beredar
Tambahan modal disetor
Saldo laba
Jumlah Ekuitas

2007

463.763.681
761.554.432
58.581.820
386.430
66.258.228
576.946.357
6.418.220

124.748.510
620.302.729
5.333.457
4.389.806
23.210.886
421.291.665
161.857

1.933.909.168

133.443.664
1.332.882.576

2.961.441
665.257.512
668.218.953

805.850
544.013.001
544.818.851

584.615.400

584.615.400

(12.744.800)
571.870.600
565.877.973
246.892.633
1.384.641.206

584.615.400
577.339.779
129.256.889
1.291.212.068

3.986.769.327
3.168.913.495
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari laporan keuangan secara keseluruhan

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS

Informasi Tambahan
PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. (Induk Perusahaan Saja)
LAPORAN LABA RUGI
Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2008
PENJUALAN BERSIH
BEBAN POKOK PENJUALAN
Laba Kotor sebelum Bagian Laba Proyek KSO
Laba / Rugi Proyek KSO
Laba Kotor setelah Bagian Laba Proyek KSO

4.311.332.558
4.071.600.239
239.732.319
(3.099.025)
236.633.294

2007
2.784.896.409
2.556.883.995
228.012.414
17.349.374
245.361.788

BEBAN USAHA
Beban Penjualan
Beban Umum dan Administrasi
Jumlah Beban Usaha

853.242
112.689.065
113.542.307

9.469.015
97.674.540
107.143.555

LABA USAHA

123.090.987

138.218.233

51.211.842
47.599.887
(323.663)
(15.334.743)
(40.378.240)

9.417.195
2.833.564
34.195.236
(44.444.154)
(19.009.974)

(29.236.795)
13.538.288

(7.508.134)
(24.516.268)

BAGIAN LABA (RUGI) PERUSAHAAN ANAK


DAN ASSOSIASI
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN

65.887.919
202.517.194

31.154.652
144.856.617

PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK


Pajak kini
Pajak tangguhan
Jumlah Penghasilan (Beban) Pajak

(37.528.193)
(8.954.606)
(46.482.799)

(15.260.583)
(457.127)
(15.717.710)

LABA BERSIH

156.034.395

129.138.907

26,75

45,09

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN


Pendapatan bunga
Laba(rugi) selisih kurs mata uang asing -bersih
Laba penjualan aktiva tetap
Beban bunga dan denda
Beban penyisihan piutang
Beban Pajak hasil pemeriksaan tahun pajak 2006
Lain-lain bersih
Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain

Laba Bersih Per Saham Dasar (rupiah penuh)

Informasi Tambahan
PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. (Induk Perusahaan Saja)
LAPORAN ARUS KAS
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
(dinyatakan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
URAIAN

2008

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERAS


Penerimaan kas dari pelanggan
Pembayaran kepada pemasok dan pelanggan
Pembayaran beban usaha
Pembayaran kepada Direksi dan Karyawan
Penerimaan bunga
Pembayaran bunga pinjaman
Pembayaran pajak penghasilan

3.975.081.127
(3.949.719.617)
(63.393.031)
(77.230.480)
51.211.842
(15.334.743)
(66.763.731)

Kas Bersih diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Operasi


ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTAS
Penurunan (penambahan) jaminan usaha
Pembelian aktiva tetap
Bagian laba anak perusahaan
Investasi pada perusahaan assosiasi
Pengeluaran investasi lainnya
Kas Bersih diperoleh dari (digunakan
Investasi

untuk)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN


Kenaikan (penurunan) pinjaman bank
Pembelian kembali Obligasi
Pembelian Kembali Saham yang Beredar
Pembayaran dividen, tantiem, jasa produksi dan PKBL
Kenaikan piutang pihak hubungan istimewa
Setoran modal
Kas Bersih diperoleh dari (digunakan untuk)
Pendanaan
KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS
SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN
SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN

2007

3.060.195.044
(2.390.658.301)
(37.509.743)
(89.506.811)
9.417.195
(44.444.154)
(37.766.803)

(146.148.633)

469.726.426

545.000
(5.739.972)
65.887.919
(142.706.743)
28.299.977

200.000
24.544.513
31.154.652
(14.679.262)
(26.054.844)

(53.713.819)

15.165.060

339.015.171
(133.443.664)
(24.206.606)
(38.398.651)
(224.590.021)
-

(301.103.522)
(25.478.021)
(2.139.793)

(81.623.771)

433.233.843

(281.486.223)

918.125.329

Aktivitas

761.955.179

Aktivitas

1.180.798.894

262.673.565

899.312.671

1.180.798.894