Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap organisasi perlu melakukan suatu perencanaan dalam setiap kegiatan
organisasinya, baik perencanaan produksi, perencanaan rekrutmen karyawan baru, program
penjualan produk baru, maupun perencanaan anggarannya. Perencanaan(planning) merupakan
proses dasar bagi organisasi untuk memilih sasaran dan menetapkan bagaimana cara
mencapainya. Oleh karena itu, perusahaan harus menetapkan tujuan dan sasaran yang hendak
dicapai sebelum melakukan proses-proses perencanaan.
Perencanaan diperlukan dan terjadi dalam berbagai bentuk organisasi, sebab perencanaan
ini merupakan proses dasar manajemen di dalam mengambil suatu keputusan dan tindakan.
Perencanaan diperlukan dalam jenis kegiatan baik itu kegiatan organisasi, perusahaan maupun
kegiatan di masyarakat, dan perencanaan ada dalam setiap fungsi-fungsi manajemen, karena
fungsi-fungsi tersebut hanya dapat melaksanakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan
dalam perencanaan.
Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen, terutama
dalam menghadapi lingkungan eksternal yang berubah dinamis. Dalam era globalisasi ini,
perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis dan bukan hanya
dengan firasat (dugaan).
Pokok pembahasan pada makalah ini berfokus pada elemen-elemen tertentu dari proses
perencanaan dan proses yang sangat berhubungan dengan pemecahan masalah dan pengambilan
keputusan. Kemudian memperkenalkan konsep perencanaan dan menyajikan sejumlah
pendekatan untuk mengefektifkan perencanaan dari berbagai jenis.
Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi,
membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja
organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa
perencanaan fungsi-fungsi lain seperti pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tidak
akan dapat berjalan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian dari Perencanaan ?
1

2. Apa Yang Dimaksud Perencanaan Adalah Menetapkan Alternatif ?


3. Apa Yang Dimaksud Perencanaan Jangka Pendek dan Jangka Panjang ?
4. Apa Yang Dimakud Perlunya Koordinasi dalam Perencanaan
5. Sebutkan Macam-Macam Perencanaan ?
6. Bagaimana Bentuk - Bentuk Perencanaan?
7. Bagaimana Sifat Perencanaan ?
8. Bagaimana Tahap-Tahap Dalam Pembuatan Perencanaan ?
9. Apa Kegunaan Perencanaan ?
10. Bagaimana Manfaat Perencanaan ?
11. Bagaimana Kesulitan-Kesulitan dalam Membuat Perencanaan ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui Pengertian dari Perencanaan
2. Untuk mengetahui Perencanaan Dalam Menetapkan Alternatif
3. Untuk mengetahui Perencanaan Jangka Pendek dan Jangka Panjang
4. Untuk mengetahui Perlunya Koordinasi dalam Perencanaan
5. Untuk mengetahui Macam-Macam Perencanaan
6. Untuk mengetahui Bentuk - Bentuk Perencanaan
7. Untuk mengetahui Sifat Perencanaan
8. Untuk mengetahui Tahap-Tahap Dalam Pembuatan Perencanaan
9. Untuk mengetahui Kegunaan Perencanaan
10. Untuk mengetahui Manfaat Perencanaan
11. Untuk mengetahui Kesulitan-Kesulitan dalam Membuat Perencanaan

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Perencanaan
Perencanaan secara garis besar diartikan sebagai proses mendefinisikan tujuan organisasi,
membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkann rencana aktivitas kerja
organisasi. Pada dasarnya yang dimaksud perencanaan yaitu memberi jawaban atas pertanyaan2

pertanyaan apa (what), siapa (who), kapan (when), dimana (where), mengapa(why), dan
bagaimana (how). Jadi perencanaan yaitu fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan
pemilihan dari sekumpulan kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan, kebijaksanaankebijaksanaan serta program-program yang dilakukan. Perencanaan merupakan proses terpenting
dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan berjalan. Rencana dapat berupa rencana
informal atau secara formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan
merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana
tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal
adalah merupakan bersama anggota korporasi, artinya setiap anggota harus mengetahui dan
menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi kesalahpahaman dan
menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.
Dalam sebuah perencanaan terdapat unsur-unsur perencanaan. Perencanaan yang baik
harus dapat menjawab enam pertanyaan yang disebut sebagai unsur-unsur perencanaan. Unsur
pertama adalah tindakan apa yang harus dikerjakan, kedua ada sebabnya tindakan tersebut harus
dilakukan, ketiga dimana tindakan tersebut dilakukan, keempat kapan tindakan tersebut
dilakukan, kelima siapa yang akan melakukan tindakan tersebut, dan yang terakhir bagaimana
cara melaksanakan tindakan tersebut.
Dalam sebuah perencanaan juga perlu memperhatikan sifat rencana yang baik. Sifat
rencana yang baik yakni :
1. Pemakaian kata-kata yang sederhana dan jelas dalam arti mudah dipahami oleh yang
menerima sehingga penafsiran yang berbeda-berbeda dapat ditiadakan.
2. Fleksibel, suatu rencana harus dapat menyesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya bila ada
perubahan maka tidak semua rencana diubah dimungkinkan diadakan penyesuaian-penyesuaian
saja. Sifatnya tidak kaku harus begini dan begitu walaupun keadaan lain dari yang direncanakan.
3. Stabilitas, tidak perlu setiap kali rencana mengalami perubahan jadi harus dijaga stabilitasnya
setiap harus ada dalam pertimbangan.
Ada dalam perimbangan berarti bahwa pemberian waktu dan faktor-faktor produksi
kepada siapa tujuan organisasi seimbang dengan kebutuhan.
Meliputi seluruh tindakan yang dibutuhkan, jadi meliputi fungsi-fungsi yang ada dalam
organisasi.

2.2 Perencanaan Adalah Menetapkan Alternatif


Perencanaan yang dibuat mendadak kemungkinan hasilnya tidak/kurang baik sebab
dengan demikian kita tidak/kurang mempunyai waktu untuk dapat berpikir dengan baik.
Mungkin suatu keputusan yang baik dapat diambil secara mendadak, tapi perencanaan adalah
merupakan suatu kumpulan keputusan-keputusan yang saling mengait sehingga sulit
perencanaan tersebut dibuat secara mendadak.
Dalam membuat suatu perencanaan yang baik maka sebelumnya kita harus menetapkan
alternative-alternatife dan kemungkinan kita memilih satu atau beberapa alternative yang kita
anggap paling baik. Misalnya kita tinggal dikota Bogor dan pada pagi hari mendapatkan
interlokal untuk menghadiri rapat di Jakarta pada pukul 18.00 hari itu juga. Berdasarkan hal itu
kita dapat menetapkan beberapa alternative untuk pergi ke Jakarta dengan kereta api, bus, taksi,
serta kendaraan pribadi. Dari alternative-alternatif ini kita akan memilih yang paling baik.
Tetapi karena untuk membuat perencanaan sering sekali tidak sesederhama yang kami
contohkan ditas dan masalhanya kompleks, saling kait-mengait dan kadang-kadang perlu
mengikutsertakan semua kegitan,fasilitas, personalia, dan sebagaianya. Maka untuk itu dapat
menetapkan alternative-alternatif tersebut serta meilih alternative yang paling baik tidaklha
semudah apa yang akan dicontohkan dimuka. Hal ini berarti untuk menetapkan serta memilihnya
diperlukan waktu yang cukup agar kita dapat beripikir dengan baik.
2.3 Perencanaan Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Perencanaan berdasrkan waktunya dapat dibedakan anatara lain perencanaan jangka
pendeka dan perncanaan jangka panjang. Dengan perencanaan jangka pendek yang dimaksud
adalah perencanaan yang diarahkan untuk mencapai tujuan jangka pendek, yang pada umumnya
sampai dengan satu tahun. Sedang dengan perencanaan jangka panjang yang diarahkan untuk
mencapai tujuan jangka panjang pada umumnya lebih daripada satu tahun bahkan sampai
sepuluh tahun atau lebih.
Meskipun antara perencanaan jangka pendek dan jangka panjang waktu tujuan itu akan
dicapai, tetapi sebenarnya keduanya saling menunjang. Dengan kata lain perencanaan jangka

pendeka adalah untuk menunjang perencanaan janggka panjang, sedang perencanaan jangka
panjang harus didasarkan perencanaan jangka pendek.
Karena itulah seringkali perencanaan jangka pendek yang dibuat sepintas adalah
merupakan suatu perencanaan yang kurang efisien. Tetapi kalau diteliti lebih lanjut didalam
jangka panjang justru merupakan perencanaan yang baik sebab perencanaan tersebut dapat
menunjang perencanaan jangka panjang.
Contoh suatu perusahaan yang baru didirikan dalam membuat perencanaan jangka
pendek akan mengadakan sales promotion dengan biaya yang cukup besar. Dengan sales
promotion tersebut manajer mengharapkan agar hasil produksinya sefera dapat terkenal.
Perencananan yang demikian ini akan menyebabkan pada tahun pertama kemungkinan
perusahaan tersebut tidak akan mendapatkan keuntungan bahkan mungkin menderita kerugian.
Tapi dalam jangka panjang mungkin justru perencanaan tersebut merupakan suatu perencanaan
yang baik.
Berdasarkan contoh maka dapat terjadi suatu perencanaan yang dalam jangka pendek
seakan-akan merugikan, tetapi dalam jangka panjang akan menimbulkan keuntungankeuntungan.
2.4 Perlunya Koordinasi dalam Perencanaan
Perencanaan dalam suatu perusahaan/instansi atau kegiatan apapun maka kadang-kadang
perencanaan tersebut begitu kompleks, karena untuk perencanaan tersebut meliputi berbagai
bidang/kegiatan di mana tanpa koodinasi yang baik dapat menimbulkan benturan-benturan yang
akibatnya dapat cukup parah. Misalnya suatu perusahaan telah menciptakan suatu tujuan untuk
menaikan omset penjualan sebanyak 10% untuk tahun yang akan datang. Tapi karena tidak ada
koordinasi yang baik antara bagian pemasaran dengan bagian produksi maka kemungkinan
kapasitas produksi yang tersedia tidak dapat memenuhi kenaikan penjualan tersebut.
Untuk dapat menyesuaikan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain, tidak dapat
dikerjakan secara mendadak karena kompleksnya masalah yang dihadapi. Apalagi jika
perencanaan tersebut untuk perusahaan-perusahaan yang besar.

Perencanaan yang dilakukan tanpa adanya koordinasi yang baik, akibatnya dapat kita
misalkan dengan perjalanan suatu kereta api yang tanpa adanya koordinasi yang baik di mana
kemungkinan akan terjadi tabrakan-tabrakan atau harus menunggu terlalu lama pada simpangansimpangan sehingga kurang efisien.
Berdasarkan penjelasan di atas maka koordinasi dalam perencanaan mutlak diperlukan
jika kita menginginkam suatu perencanaan yang baik dan selaras di mana kegiatan yang satu
dengan yang lain dapat disesuaikan.
2.5 Macam-Macam Perencanaan
Macam-macam perencanaan dalam pengantar manajemen dibagi menjadi 2 yaitu :
a. Perencanaan Organisasi
Perencanaan ini terdiri dari:
1.

Perencanaan strategis
Rencana strategis yaitu rencana yang dikembangkan untuk mencapai tujuan

strategis. Tepatnya, rencana strategis adalah rencana umum yang mendasari keputusan
alokasi sumber daya, prioritas, dan langkah-langkah tindakan yang diperlukan untuk
mencapai tujuan strategis.
2.

Perencanaan taktis
Adalah rencana ditujukan untuk mencapai tujuan taktis, dikembangkan untuk

mengimplementasikan bagian tertentu dari rencana strategis. Rencana strategis pada


umumnya melibatkan manajemen tingkat atas dan menengah dan jika dibandingkan
dengan rencana strategis, memiliki jangka waktu yang lebih singkat dan suatu fokus yang
lebih spesifik dan nyata
3.

Perencanaan operasional
Adalah rencana yang menitikberatkan pada perencanaan rencana taktis untuk

mencapai tujuan operasional. Dikembangkan oleh manajer tingkat menengah dan tingkat
bawah, rencana operasional memiliki fokus jangka pendek dan lingkup yang relatif lebih
sempit. Masing-masing rencana operasional berkenaan dengan suatu rangkaian kecil
aktivitas. Kami menjelaskan perencanaan dengan lebih mendekati pada bagian
selanjutnya.
b. Perencanaan Kontinjensi
6

Jenis perencanaan lain yang juga penting adalah perencanaan kontinjensi (contingency
planning) yaitu penentuan serangkaian tindakan alternatif jika suatu rencana tindakan secara
tidak terduga terganggu atau dianggap tidak sesuai lagi.
2.6 Bentuk - Bentuk Perencanaan
Seperti telah diuraikan di muka bahwa perencanaan ditetapkan sekarang dan
dilaksanakan serta digunakan untuk waktu yang akan datang. Dengan mendasarkan diri kepada
pengertian ini, maka perencanaan memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut :
1. Tujuan (Objective), merupakan suatu sasaran dimana kegiatan itu diarahkan dan
diusahakan untuk sedapat mungkin dicapai dalam jangka waktu tertentu. Semua orang
harus mengetahui tujuan dalam organisasi yang hendak dicapainya, agar kegiatankegiatan yang dilakukannya tidak saling bertentangan. Cara yang mereka tempuh dapat
berbeda-beda sesuai dengan pembagian tugas masing-masing orang.
2. Kebijaksanaan (Policy), adalah suatu pernyataan atau pengertian untuk menyalurkan
pikiran dalam mengambil keputusan terhadap tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan.
Karena kebijaksanaan ini biasanya tidak tertulis, maka sering kali sulit untuk dipahami
oleh para bawahan.
3. Strategi, merupakan tindakan penyesuaian dari rencana yang telah dibuat. Perlu diadakan
penyesuaian ini disebabkan oleh adanya berbagai macam reaksi. Oleh karena itu dalam
membuat strategi haruslah memperhatikan beberapa faktor seperti ketepatan waktu,
ketepatan tindakan yang akan dilakukan dan lain sebagainya.
4. Prosedur, merupakan rangkaian tindakan yang akan dilaksanakan untuk waktu
mendatang. Jadi, prosedur ini lebih menitik beratkan pada suatu tindakan. Adanya
prosedur akan lebih memudahkan pelaksanaan semua aktivitas dalam organisasi.
5. Aturan (Rule), adalah suatu tindakan yang spesifik yang merupakan bagian dari
prosedur. Aturan-aturan yang saling berkaitan dapat dikelompokkan menjadi satu
golongan, disebut prosedur.
6. Program, merupakan campuran antara kebijaksanaan, prosedur, aturan dan pemberian
tugas yang disertai dengan suatu anggaran (budget), semuanya ini akan menciptakan
adanya tindakan. Dalam organisasi biasanya program dibuat dua macam, yakni program
umum dan program khusus. Program umum meliputi seluruh organisasi, sedangkan
program khusus hanya mencakup kegiatan-kegiatan dari masing-masing bagian yang ada
dalam organisasi tersebut.
7

2.7 Sifat Perencanaan


a. Sifat sifat dari perencanaan

Kontribusi terhadap tujuan (contribution of onjective)


Yaitu perencanaan dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah di rencanakan.

Kedudukan yang istemewa dari suatu perencanaan (primacy of planning)


Bahwa setiap perencanaan selalu mendapat tempat yang pertama dalam suatu proses
manajemen dan perencanaan harus mampu memberikan arah terhadap proses

manajemen selanjutnya.
Kemampuan pengisian dari planning (pervasiveness of planning)
Yaitu perencanaan merupakan dasar manajemen yang berisi tujuan dan cara

pencapaiannya.
Efisiensi dari perencanaan (effeciency of planning)
Rencana yang telah direncanakan dapat tercapai dengan cara yang efisien.

2.8 Tahap-Tahap Dalam Pembuatan Perencanaan


a. Penetapan Tujuan
Suatu perencanaan tidak dapat dibuat tanpa ditetapkan terlebih dahulu tujuan yang ingin
dicapai, sebab perencanaan justru dibuat untuk mencapai tujuan. Tujuan yang ditetapkan
terutama adalah tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang di mana tujuan jangka pendek
haurs merupakan batu loncatan untuk mencapai tujuan jangka panjang. Karena itu dapat terjadi
tujuan jangka pendek.
Penetapan tujuan hendaknya dilakukan secara hati-hati sebab tujuan yang ditetapkan
harus realistis dan ekonomis. Tujuan yang realistis adalah tujuan yang mempunyai kemungkinan
untuk dicapai berdasarkan situasi dan kondisi yang dapat dicapai. Misalnya suatu perusahaan
menetapkan tujuan untuk meningkatkan produksinya sebanyak 25% untuk tahun yang akan
datang, tetapi kapasitas mesin yang ada pada saat ini telah terpakai sepenuhnya. Padahal menurut
dugaan peruahaan tidak mampu lagi menambah mesin baru. Sedangkan tujuan yang ekonomis
apabila tujuan yang ditetapkan terebut adalah merupakan tujuan yang secara maksimal dengan
penggunaan daya dan dana serta fasilitas dari perusahaan yang telah tersedia semaksimal
mungkin.
b. Mengumpulkan Data Serta Menetapkan Dugaan-Dugaan Serta Ramalan-Ramalan
Dalam membuat perencanaan kita harus mengumpulkan data-data yang diperlukan.
Misalnya suatu perusahaan dalam usaha untuk meningkatkan omset penjulan mengadakan
perencanaan tentang sales promotion. Yang perlu dalam pengumpulan data adalah kelengkapan,
8

dapat dipercaya dan relevan. Selain data-data diperlukan pula dugaan-dugaan atau ramalanramalan karena perencanaan tersebut didasarkan pada ramalan atau dugaan-dugaan tersebut.
c. Menetapakan Alternatif Cara Bertindak
Dengan menetapkan alternatif kemungkinan perusahaan akan mendapatkan suatu cara
untuk mencapai tujuan dengan cara yang paling baik dalam arti yang lebih efisien. Bagaimana
kita dapat menetapkan bahwa cara itu yang paling baik bilamana kita tidak membandingkan
dengan alternatif-alternatif yang lain.
d. Mengadakan Penilaian Alternatif
Setelah menetapkan altrnatif kita harus mengadakan penilaian terhadap alternatif
tersebut. Dengan penilaian tersebut kita akan mengetahui kelemahan-kelemahan dan kelebihankelebihan dari masing-masing alternatif.
e. Memilih Alternatif
Berdasarkan penilaian terhadap masing-masing alternatif tersebut kita dapat memilih
yang menurut kita yang paling tepat untuk mencapai tujuan. Tepat di sini adalah dalam arti
dengan cara perencanaan tersebut akan dicapai suatu tujuan dengan yang paling efisien. Dengan
kata lain perencanaan yang kita buat tersebut adalah perencanaan yang efisien dan efektif.
2.9 Kegunaan Perencanaan
Dibandingkan dengan fungsi-fungsi yang lain, perencanaan sangat penting sebab
merupakan fungsi dasar bagi fungsi-fungsi tersebut. Adapun kegunaan dari pada perencanaan
adalah :
1. Mengurangi ketidakpastian serta perubahan pada waktu mendatang.
Waktu yang akan datang bersifat tidak statis, akan tetapi selalu bersifat dinamis dan
berubah-ubah, oleh karena itu diperlukan adanya perencanaan. Sebelum melakukan sesuatu
untuk waktu yang akan datang, lebih dulu dibuat suatu pedoman atau dasar atau standard dimana
standard ini dapat dipakai sebagai ukuran. Walaupun demikian sering terjadi bahwa kejadiankejadian di masa mendatang kurang sesuai atau timbul penyimpangan dari rencana semula.
Dalam hal ini, yang penting adalah memilih suatu cara yang dianggap paling tepat untuk
mencapai tujuan.
2. Mengarahkan Perhatian Pada Tujuan,
Perencanaan dibuat untuk digunakan sebagai penentu arah dalam mencapai tujuan yang
telah ditetapkan. Dengan demikian jelaslah bahwa perencanaan mempunyai fungsi untuk
mengarahkan perhatian kepada tujuan tersebut. Perencanaan yang baik akan memberikan arah
9

dari masing-masing bagian dalam organisasi menuju kepada satu sasaran/tujuan yang telah
ditetapkan.
3. Memperingan Biaya,
Dengan adanya perencanaan memungkinkan diadakan penghematan ongkos-ongkos,
sebab semua kegiatan dapat dilakukan secara efisien dan efektif.
4.Merupakan Sarana Untuk Mengadakan Pengawasan,
Hasil kerja yang telah dicapai oleh seseorang sulit untuk diukur keefektifannya tanpa
adanya perencanaan. Seperti telah di uraikan di muka, bahwa pengawasan dilakukan dengan
membandingkan apa yang telah dilakukan dengan apa yang telah direncanakan.
2.10 Manfaat Perencanaan
a. Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan,
b. Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas,
c. Pemilihan berbagai alternatif terbaik,
d. Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
e. Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi,
f. Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami,
g. Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, dan
h. Menghemat waktu, usaha dan dana.
i. Standar pelaksanaan dan pengawasan,
2.11 Kesulitan-Kesulitan dalam Membuat Perencanaan
Dalam pembuatan perencanaan terdapat kesulitan-kesulitan yang harus dihadapi oleh
manajer, yang antara lain :
a. Kesulitan Meramalkan Kejadian yang Akan Datang
Dalam membuat perencanaan selalu dibutuhkan ramalan untuk masa-masa yang akan datang, di
mana berdasarkan ramalan tersebut dibuatlah perencanaan. Tapi dalam praktek sulit bagi seorang
manajer untuk membuat suatu ramalan yang tepat untuk masa yang akan datang, meskipun untuk
itu telah diusahakan semaksimal mungkin berdasarkan metode-metode yang berlaku. Oleh
karena itu, ada manajer yang di dalam usaha meramalkan kejadian-kejadian yang akan datang
10

tidak hanyan mendasarkan diri pada pengalaman-pengalaman saja tetapi juga mendasarkan diri
pada intuisinya.
Penggunaan intuisi dalam mengambil keputusan dalam manajemen dibenarkan, sehingga
apabila benar-benar orang yang dimanfaatkan intuisinya tersebut mempunyai kelebihan
dibandingkan orang-orang lain pada umumnya, maka secara logikanya tindakan manajer tersebut
dapat dibenarkan. Hanya saja kita tidak boleh menggantikan seluruhnya kepada intuisi ini tetapi
intuisi ini sekedar sebagai penguat ataupun memantapkan yang masih menimbulkan keraguan.
b. Kesulitan Mendapatkan Data-Data
Untuk mendapatkan data-data sebagai bahanuntuk membuat perencanaan maka
diperlukan penelitian. Memang untuk mendapatkan data-data dapat pula diperoleh oleh pihak
lain misalnya biroi statistik, departemen perdagangan, warta ekonomi, dan sebagainya. Meskipun
demikian tidak semua data-data yang diperlukan dapat diperoleh dari pihak lain, sehingga
penelitian perlu dilakukan. Dan dalam pelaksanaan penelitian banyak perusahaan yang
mengalami kesulitan-kesulitan terutama dalam masalah dana dan tenaga ahli.
c. Kesulitan Tentang Besarnya Biaya
Untuk membuat perencanaan diperlukan suatu biaya. Biaya ini bukan sekedar biaya
untuk mendapatkan data-data dalam suatu penelitian tetapi masih banyak biaya-biaya lain untuk
membuat perencanaan yang baik. Memang dengan perencanaan kemungkinan tujuan akan dapat
dicapai secara efisien dan efektif. Tetapi hal ini apabila belum dihubungkan dengan biaya-biaya
untuk membuat perenanaan tersebut. Oleh karena itu, masalah biaya dalam perencanaan harus
pula diperhitungkan, sehingga jangan sampai perencanaan itu sendiri tidak efisien karena terlalu
banyaknya biaya yang dikeluarkan untuk membuat perencanaan tersebut.
d. Kesulitan Psikologis
Dalam membuat perencanaan harus didasarkan pada ramalan tentang hal-hal yang akan
datang, padahal ramalan yang akan datang dapat dimisalkan orang yang memasuki rimba
belantara yang belum pernah dimasuki orang. Dengan kata lain, suatu ramalan yang
bagaimanapun baiknya tidak akan merupakan suatu kepastian. Kejadian-kejadian tersebut dapat
menimbulkan ketidakpercayaan orang terhadap ramalan, sehingga ini berarti orang tidak percaya
11

dan menganggap tidak berguna adanya suatu perencanaan. Hal ini semua merupakan suatu
hambatan psikologi yang harus dipecahakan dalam membuat suatu perencanaan.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen, terutama
dalam menghadapi lingkungan eksternal yang berubah dinamis. Dalam era globalisasi ini,
perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis. Suatu
perencanaan juga terdapat berbagai hambatan dalam penetapan tujuan. Hambatan tersebut antara
lain tujuan yang tidak tepat, sistem penghargaan yang tidak tepat, penolakan terhadap terhadap
perubahan dan keterbatasan.
B. SARAN
Sebaiknya dalam pengambilan keputusan dan tindakan dalam berbagai bentuk organisasi
menggunakan proses dasar manajemen berup perencanaan. Dalam sebuah perencanaan perlu
memperhatikan sifat rencana yang baik untuk mencapai hasil yang diinginkan.
12

DAFTAR PUSTAKA
Handoko, T. Hani. 1999. Manajemen. BPFE Yogyakarta
Stoner, James A.F. 1996. Manajemen (Terjemahan). Penerbit Erlangga Jakarta
Griffin. 2003. Pengantar Manajemen. Penerbit Erlangga Jakarta

13