Anda di halaman 1dari 7

Tugas 02 Sistem Perancangan Teknik

Nama : Sutanti
NIM : 061001500542
Kelas : Ekstensi Teknik Mesin 09
Bahasan : Pembuatan Cylinder Head Pada Sepeda Motor

Cylinder Head merupakan salah satu komponen mesin yang terdapat pada sepeda
motor. Cylinder head atau kepala silinder terletak di bagian atas dari cylinder comp. atau blok
silinder, dan menjadi tempat kedudukan katup masuk, katup buang dan busi. Berfungsi

sebagai tempat terjadinya penyalaan api dari loncatan/lentikan dari spark plug(busi) atau
lebih dikenal sebagai tempat pengapian.
Banyak hal yang disusun untuk membuat cylinder head. Fokus pada pembahasan
pembuatan Cylinder Head, tidak pada komponen assembly lainnya.
Proses pembuatan cylinder head merupakan sebagian kecil dari komponen penyusun
sepead motor. Dalam pembahasan ini, organisasi perancangan didasarkan pada productoriented.

Berdasarkan siklus hidup produk, dapat dijadikan acuan untuk perancangan suatu
produk. Diawali dengan data yang didapatkan dari pasar atau konsumen. Bagaimana suatu
produk dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan. Karena kebutuhan manusia yang
sekarang ini yang semakin bervariasi. Desain awal yang sudah ada terus menerus
dikembangkan, dimulai dengan produk yang didasarkan pada faktor keamanan, kenyamanan,
dsb.
Kemudian, data yang didapatkan tersebut diolah, menjadi suatu rangkaian rencana
produk apa yang akan dibuat. Langkah-langkah yang dapat diambil:
1. Membuat Drawing / Gambar produk
2. Menentukan Basic Manufacture Plan; Membuat perencanaan produk dari awal hingga
proses akhir, dapat dikatakan mapping pembuatan produk secara menyeluruh. Dalam
hal ini juga mencakup biaya proses yang dibutuhkan.
3. Membuat Alur proses produksi yang melibatkan pengendalian kualitas produk dan
juga pengendalian mesin maupun equipment.
4. Membuat Standar Proses per workstation; berisi gambaran kerja dan standar kerja
yang berlaku untuk man power atau mesin maupun equipment yang ada.
5. Perenacanaan pembuatan produk dalam tahap percobaan, hingga menjadi massproduction.
6. Penambahan dokumen-dokumen kontrol berupa checksheet, dll
7. Perencanaan maintenance/perawatan mesin dan alat kerja, termasuk mendata
kebutuhan spare-part yang digunakan disetiap mesin maupun alat kerja yang
digunakan.
8. Perencanaan perbaikan dan pengembangan produk.

Diagram Aliran Produksi Pembuatan Cylinder Head

Semua teknik proses casting casting dapat dilakukan terhadap alumunium baik gravity
die casting, High pressure die casting, Low pressure die casting, dll. Teknik pengecoran yang
dilakukan terhadap alumunium dapat secara langsung mempengaruhi struktur mikro
alumunium sekaligus sifat-sifat mekaniknya. Desain produk menentukan proses yang akan
digunakan. Dalam hal ini, pembuatan cylinder head menggunakan proses Low pressure die
casting (LPDC).

Tahapan Proses Pembuatan Cylinder Head


1. Melting / Peleburan
Proses Peleburan material dari padat menjadi cair (Molten).

Proses Melting:
- Charging, Proses pemuatan material Ingot dan Scrap kedalam Furnace, dengan
perbandingan Ingot 55% dan Scrap (max) 45%.
- Fluxing

- Disludging, Proses pengambilan kotoran / sludge.


- Keep, Tapping & GBF , Proses penyimpanan dan penahanan molten dalam
furnance untuk mencegah temperatur molten turun, dan proses distribusi molten saat
pengambilan oleh ladle transport.

Proses pengangkatan gas hidrogen keluar dari alumunium dengan gas nitrogen.
- Test spectro alumunium , proses pengangkatan gas hidrogen keluar dari
alumunium dengan gas nitrogen.
2. Core Making, Pembuatan insert core yang menjadi saluran masuk maupun saluran
keluar dari proses pembakaran.

3. Proses casting, yang menggunakan tekanan rendah, digunakan untuk menghasilkan


benda cor yang memiliki rongga yang kompleks dan memerlukan core (inti) dalam
pembuatannya, menghasilkan blank casting Cylinder Head.

4. Proses Chipping, Proses penghilangan Core (pasir Resin) dengan menggunakan mesin
chipping dan bor tangan. Bagian IN dan OUT akan dibor dengan bor tangan terlebih
dahulu, kemudian cylinder head dimasukkan ke mesin chipping.

5. Proses Cutting, Proses pemotongan gate. Menggunakan mesin gergaji dengan jig
berkapasitas 4 buah cylinder head.

6. Perlakuan opsional, dilakukan jika ada bagian dari part yang misrun karena core yang
rusak, pressure yang berkurang dll. Total waktu 40 + 10 detik

7. Proses Trimming, Proses penghilangan skrap atau part line dari produk. Proses
dilakukan menggunakan analloy cutter dan paper disc.

8. Proses T4 Heat Treatmenr, Proses kombinasi pemanasan dan pendinginan yang


bertujuan mengubah struktur mikro dan sifat mekanis.
9. Shot Blasting, Proses untuk memperbaiki visual part dengan menghilangkan goresan
sisa pengerjaan trimming, dan juga menghilangkan tegangan sisa. Menggunakan
material steel ball.
10. Final Inspection, pengecekan kualitas produk cylinder head. Pengecekan dilakukan
100% check.