Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya
sehingga makalah kelompok kami yang berjudul Penyakit Jantung Koroner ini dapat
diselesaikan.
Dan kelompok penyusun juga mengucapkan banyak terima kasih kepada ibu dosen yang
telah membimbing dalam mata kuliah ini, dan teman teman kelompok yang telah bekerjsama
dengan baik. Makalah ini masih sangat banyak kekurangannya. Untuk itu, kelompok berharap
kritik dan saran dari ibu dan para pembaca demi perbaikan makalah yang akan di buat lagi.
Akhir kata kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
menyusun makalah ini.

Sipansihaporas, November 2016

Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Tujuan
Bab II Pembahasan
2.1

Defenisi Penyakit Jantung Koroner

2.2

Penyebab, Gejala, dan Pemeriksaan Penyakit Jantung Koroner

2.3

Faktor Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner

2.4

Cara Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

Bab III Penutup


3.1

Kesimpulan

3.2

Saran

Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penyakit jantung koroner merupakan pembunuh nomor satu di negara-negara maju dan
dapat juga terjadi di negara-negara berkembang. Organisasi kesehatan duina (WHO) telah
mengemukakan fakta bahwa penyakit jantung koroner (PJK) merupakan epidemi modern dan
tidak dapat dihindari oleh faktor penuaan. Diperkirakan bahwa jika insiden PJK mencapai nol
maka dapat meningkatkan harapan hidup 3 sampai 9% (Shivaramakrishna. 2010).
Penyakit Jantung Koroner pada mulanya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding
dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner), dan hal ini lama kelamaan diikuti oleh
berbagai proses seperti penimbunan jaringan ikat, perkapuran, pembekuan darah, dll.,yang
kesemuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah tersebut. Hal ini akan
mengakibatkan otot jantung di daerah tersebut mengalami kekurangan aliran darah dan dapat
menimbulkan berbagai akibat yang cukup serius, dari Angina Pectoris (nyeri dada)
sampai Infark Jantung, yang dalam masyarakat di kenal dengan serangan jantung yang dapat
menyebabkan kematian mendadak.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan Penyakit Jantung Koroner ?
2. Bagaimana penyebab dan gejala Penyakit Jantung Koroner ?
3. Apa sajakah faktor faktor risiko dari Penyakit Jantung Koroner ?
4. Bagaimanakah cara pengobatan dan pencegahan dari Penyakit Jantung Koroner ?

1.3 Tujuan
1. Dapat mengetahui definisi dari Penyakit Jantung Koroner.
2. Dapat mengetahui peneyebab, gejala, dan diagnosis Penyakit jantung Koroner.
3. Dapat mengatahui faktor faktor risiko Penyakit Jantung Koroner.
4. Dapat mengetahui cara pengobatan dan pencegahan Penyakit Jantung Koroner.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Defenisi Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner adalah gangguan yang terjadi pada jantung akibat suplai darah
ke Jantung yang melalui arteri koroner terhambat. Kondisi ini terjadi karena arteri koroner
(pembuluh darah di jantung yang berfungsi menyuplai makanan dan oksigen bagi sel-sel
jantung) tersumbat atau mengalami penyempitan karena endapan lemak yang menumpuk di
dinding arteri (disebut juga dengan plak). Proses penumpukan lemak di pembuluh arteri ini
disebut aterosklerosis dan bisa terjadi di pembuluh arteri lainnya, tidak hanya pada arteri
koroner. Arteri koroner adalah pembuluh darah di jantung yang berfungsi menyuplai makanan
bagi sel-sel jantung.
pasokan darah karena penyempitan arteri koroner menimbulkan rasa nyeri di dada
(gejala ini dikenal dengan istilah angina). Umumnya hal ini terjadi setelah penderita melakukan
aktivitas fisik yang berat atau saat mengalami stress. Bila arteri koroner tersumbat dan darah
sama sekali tidak bisa mengalir ke jantung, penderita bisa mengalami serangan jantung, dan ini
dapat terjadi kapan saja, bahkan ketika penderitanya dalam keadaan tidur.
Penyakit jantung koroner menyebabkan kemampuan jantung memompa darah ke seluruh
tubuh melemah. Dan jika darah tidak mengalir secara sempurna ke seluruh tubuh, maka
penderitanya akan merasa sangat lelah, sulit bernafas (paru-paru dipenuhi cairan), dan timbul
bengkak-bengkak di kaki dan persendian.

2.2 Penyebab, Gejala, Dan Pemeriksaan Penyakit Jantung Koroner


Penyebab Penyakit Jantung Koroner
Penyebab jantung koroner adalah karena penumpukan zat lemak secara berlebihan di
lapisan dinding nadi pembuluh koroner, yang dipengaruhi oleh pola makan yang kurang sehat.
Kecanduan rokok, hipertensi, kolesterol tinggi juga dapat menjadi penyebab penyakit jantung
koroner.
Makanan mempengaruhi kadar kolesterol total dan karena itu makanan juga
mempengaruhi resiko terjadinya penyakit arteri koroner. Merubah pola makan (dan bila perlu
mengkonsumsi obat dari dokter) bisa menurunkan kadar kolesterol. Menurunkan kadar
kolesterol total dan kolesterol LDL bisa memperlambat atau mencegah berkembangnya penyakit
arteri koroner.

Menurunkan kadar LDL sangat besar keuntungannya bagi seseorang yang memiliki
faktor resiko berikut:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Merokok
Tekanan darah tinggi
Kegemukan
Malas berolahraga
Kadar trigliserida tinggi
Keturunan
Steroid pria (androgen).

Penyakit arteri koroner bisa menyerang semua ras, tetapi angka kejadian paling tinggi
ditemukan pada orang kulit putih. Tetapi ras sendiri tampaknya bukan merupakan faktor penting
dalam gaya hidup seseorang.
Gejala Penyakit Jantung Koroner
Pada pria, gejala jantung pun dapat dilihat dari gangguan fungsi seksual serius dan
kebotakan rambut. Kolesterol dan lemak berlebih dalam tubuh dikaitkan sebagai faktor pemicu
gangguan jantung. Untuk itu, anda perlu mengetahui dan mewaspadai gejala serangan jantung
yang muncul tiba-tiba:
1. Tiba-tiba sakit di bagian dada dibelakang tulang dada atau seperti sesak dada.
2. Nyeri dada bisa berulang beberapa menit (20 menit atau lebih)
3. Rasa nyeri bisa berupa tekanan di bagian dada, dan leher seolah tercekik hingga
menyebabkan keluar keringat dingin.
4. Tiba-tiba pingsan, namun bisa kembali sadar. Ini terjadi karena ada gangguan irama
jantung.
Pemeriksaan Penyakit Jantung Koroner
Dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan pasien penyakit jantung koroner,
kemudian melakukan pemeriksaan fisik dan tes darah rutin. Beberapa pemeriksaan dapat
dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakit jantung koroner, antara lain:
a. Elektrokardiografi (EKG), dengan pemeriksaan EKG dapat diketahui kemungkinan
adanya kelainan pada jantung dengan tingkat ketepatan 40%.
b. Echocardiografi, dengan menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan
gambar jantung. Selama proses ini, dokter dapat menentukan apakah semua bagian
dari dinding jantung berkontribusi biasa dalam aktivitas memompa jantung. Bagian
yang bergerak lemah mungkin telah rusak selama serangan jantung atau menerima

terlalu sedikit oksigen. Ini mungkin menandakan arteri koroner atau berbagai kondisi
lain.
c. Kateterisasi Koroner, untuk melihat aliran darah melalui jantung, dokter mungkin
mnyuntikkan cairan khusus ke dalam pembuluh darah (intravena). Hal ini dikenal
sebagai angiogram. Cairan disuntikkan ke dalam arteri jantung melalui pipa panjang,
tipis, fleksibel (kateter) yang dilewati melalui arteri, biasanya di kaki, ke arteri
jantung. Pewarna menandai bintik-bintik penyempitan dan penyumbatan pada gambar
sinar-X.
Jika pasien yang diperiksa memiliki penyumbatan yang membutuhkan perawatan, balon
dapat didorong melalui kateter dan ditiup untuk meningkatkan aliran darah dalam jantung.
2.3 Faktor faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner
1. Memasuki usia 45 tahun bagi pria.
2. Sangat penting bagi kaum pria untuk menyadari kerentanan mereka dan mengambil
tindakan positif untuk mencegah datangnya penyakit jantung.
3. Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menopause dini (sebagai akibat
operasi).
4. Wanita mulai menyusul pria dalam hal risiko penyakit jantung setelah mengalami
menopause.
5. Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
6. Riwayat serangan jantung di dalam keluarga sering merupakan akibat dari profil
kolesterol yang tidak normal.
7. Diabetes.
8. Kebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah karena meningkatnya level gula
darah, namun karena kondisi komplikasi jantung mereka.
9. Merokok.
10. Resiko penyakit jantung dari merokok setara dengan 100 pon kelebihan berat badan - jadi
tidak mungkin menyamakan keduanya.
11. Tekanan darah tinggi (hipertensi).
12. Kegemukan (obesitas).
13. Obesitas tengah (perut buncit) adalah bentuk dari kegemukan. Walaupun semua orang
gemuk cenderung memiliki risiko penyakit jantung, orang dengan obesitas tengah lebihlebih lagi.
14. Gaya hidup buruk.

15. Gaya hidup yang buruk merupakan salah satu akar penyebab penyakit jantung - dan
menggantinya dengan kegiatan fisik merupakan salah satu langkah paling radikal yang
dapat diambil.
16. Stress.
18. Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa, bila menghadapi situasi yang tegang,
dapat terjadi arithmias jantung yang membahayakan jiwa.

2.4 Cara Pengobatan Dan Pencegahan Penyakit Jantung Koroner


Cara Pengobatan Penyakit Jantung Koroner
Pengobatan penyakit jantung koroner tergantung jangkauan penyakit dan gejala yang
dialami pasien.
1. Perubahan Gaya Hidup
Pola makan sehat dan seimbang, dengan lebih banyak sayuran atau buah-buahan, penting untuk
melindungi arteri jantung kita. Makanan yang kaya lemak, khususnya lemak jenuh, dapat
mengakibatkan kadar kolesterol tinggi, yang merupakan komponen utama kumpulan yang
berkontribusi terhadap penyempitan arteri jantung.
Olah raga teratur berperan penting untuk menjaga kesehatan jantung. Olah raga membantu kita
untuk menjadi fit dan membangun system sirkulasi yang kuat. Ini juga membantu kita
menurunkan berat badan. Obesitas biasanya tidak sehat, karena mengakibatkan insiden
hipertensi, diabetes mellitus, dan tingkat lemak tinggi menjadi lebih tinggi, semua yang dapat
merusak arteri jantung.
2. Pengendalian faktor resiko utama penyakit jantung koroner
Diabetes melitus, merokok, tingkat kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi adalah empat
faktor utama yang mengakibatkan resiko penyakit jantung koroner lebih tinggi.
Pengendalian keempat factor resiko utama ini dengan baik melalui perubaha gaya hidup dan/atau
obat-obatan dapat membantu menstabilkan progresi atherosklerosis,dan menurunkan resiko
komplikasi seperti serangan jantung.
3. Terapi Medis
Berbagai obat-obatan membantu pasien dengan penyakit arteri jantung. Yang paling umum
diantaranya:

a. Aspirin / Klopidogrel / Tiklopidin


Obat-obatan ini mengencerkan darah dan mengurangi kemungkinan gumpalan darah terbentuk
pada ujung arteri jantung menyempit, maka dari itu mengurangi resiko serangan jantung.
b. Beta-bloker
(e.g.
Atenolol,
Bisoprolol,
Karvedilol)
Obatan-obatan ini membantu untuk mengurangi detak jantung dan tekanan darah, sehingga
menurunkan gejala angina juga melindungi jantung.
c. Nitrates
(e.g.
Isosorbide
Dinitrate)
Obatan-obatan ini bekerja membuka arteri jantung, dan kemudian meningkatkan aliran darah ke
otot jantung dan mengurangi gejala nyeri dada.
Bentuk nitrat bereaksi cepat, Gliseril Trinitrat, umumnya diberikan berupa tablet atau semprot di
bawah lidah, biasa digunakan untuk penghilang nyeri dada secara cepat.
d. Angiotensin-Converting Enzyme Inhibitors (e.g. Enalapril, Perindopril) and Angiotensin
Receptor
Blockers
(e.g.
Losartan,
Valsartan)
Obatan-obatan ini memungkinkan aliran darah ke jantung lebih mudah, dan juga membantu
menurunkan tekanan darah.
e. Obatan-obatan penurun lemak (seperti Fenofibrat, Simvastatin, Atorvastatin,
Rosuvastatin)
Obatan-obatan ini menurunkan kadar kolesterol jahat (Lipoprotein Densitas-Rendah), yang
merupakan salah satu penyebab umum untuk penyakit jantung koroner dini atau lanjut. Obatobatan tersebut merupakan andalan terapi penyakit jantung koroner.
4. Intervensi Jantung Perkutan
Ini adalah metode invasif minimal untuk membuka arteri jantung yang menyempit.
Melalui selubung plastik ditempatkan dalam arteri baik selangkang atau pergelangan, balon
diantar ke segmen arteri jantung yang menyempit, dimana itu kemudian dikembangkan untuk
membuka penyempitan.
Kemudian, tube jala kabel kecil (cincin) disebarkan untuk membantu menahan arteri
terbuka. Cincin baik polos (logam sederhana) atau memiliki selubung obat (berlapis obat).
Metode ini seringkali menyelamatkan jiwa pasien dengan serangan jantung akut. Untuk
penyakit jantung koroner stabil penyebab nyeri dada, ini dapat meringankan gejala angina
dengan sangat efektif. Umumnya, pasien dengan penyakit pembuluh darah single atau double
mendapat keuntungan dari metode ini. Dengan penyakit pembuluh darah triple, atau keadaan

fungsi jantung buruk, prosedur bedah dikenal dengan Bedah Bypass Arteri Jantung sering
merupakan alternatif yang baik atau pilihan pengobatan yang lebih baik.
5. Operasi Bedah Bypass Arteri Jantung (CABG)
CABG melibatkan penanaman arteri atau vena lain dari dinding dada, lengan, atau kaki
untuk membangun rute baru untuk aliran darah langsung ke otot jantung. Ini menyerupai
membangun jalan tol parallel ke jalan yang kecil dan sempit.
Ini adalah operasi yang aman, dengan rata-rata resiko kematian sekitar 2%. Pasien tanpa
serangan jantung sebelumnya dan melakukan CABG sebagai prosedur elektif, resiko dapat
serendah 1 persen.
Operasi biasanya dilakukan melalui sayatan di tengah dada, ahli bedah memilih untuk
melakukan prosedur dengan jantung masih berdetk, menggunakan alat khusus yang dapat
menstabilkan porsi jantung yang dijahit.
Operasi Robotik
Sebagai tambahan, NHCS juga mulai melakukan CABG melalui program operasi robotic.
Penggunaan instrument ini sekarang membolehkan operasi untuk dilakukan menggunakan
sayatan kecil keyhole di dinding dada.
Metode ini menghasilkan pemulihan lebih cepat, mengurangi nyeri, dan resiko infeksi luka lebih
rendah. Namun, ini sesuai untuk bypass hanya satu atau dua pembuluh darah.
Revaskularisasi Transmiokardia
Untuk pasien dengan pembuluh darah yang terlalu kecil untuk melakukan CABG, prosedur
disebut Revaskularisasi Transmiokardia juga tersedia di NHCS.
Pada prodesur ini, laser digunakan untuk membakar banyak lubang kecil pada otot jantung.
Beberapa lubang ini berkembang ke pembuluh darah baru, dan ini membantu mengurangi
angina.
Pencegahan Penyakit Jantung Koroner
1)
2)
3)
4)
5)

Jalani pola hidup sehat


Hindari dan berhenti merokok
Hindari makanan berkolestrol tinggi agar terhindar dari penyakit jantung koroner
Luangkan waktu untuk berolahraga setiap hari atau menciptakan gerakan-gerakan kecil
Istirahat teratur dan cukup

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit yang menyerang organ jantung. Gejala
dan keluhan dari PJK hampir sama dengan gejala yang dimiliki oleh penyakit jantung secara
umum. Penyakit jantung koroner juga salah satu penyakit yang tidak menular. Kejadian PJK
terjadi karena adanya faktor resiko yang antara lain adalah gaya hidup yang kurang aktivitas fisik
(olahraga), riwayat PJK pada keluarga, merokok, konsumsi alkohol dan faktor sosial ekonomi
lainnya. Penyakit jantung koroner ini dapat dicegah dengan melakukan pola hidup sehat dan
menghindari fakto-faktor resiko.seperti pola makan yang sehat, menurunkan kolesterol,
melakukan aktivitas fisik dan olehraga secara teratur, menghindari stress kerja.

3.2 Saran
Penyakit Jantung Koroner dapat menyerang kepada siapa saja, bukan hanya kepada usia
lanjut saja, namun pada usia yang masih sangat muda sekalipun penyakit jantung dapat
menyerang. Jadi, apabila kita tidak ingin terkena penyakit berbahaya ini maka kita harus mualai
dengan berperilaku hidup sehat, dari mulai pola makan yang sehat dan teratur hingga mulai
membiasakan untuk teratur berolahraga dan tidak merokok tentunya.
Dengan menghindari makanan berkolestrol dan berlemak adalah cara bijak untuk
mencegah penyakit jantung koroner. Sebab lemak dan kolestrol inilah yang nantinya akan
menutupi dinding pembuluh darah arteri yang memasok makanan ke jantung. Ketika anda telah
di diagnosis mengidap penyakit jantung, sebaiknya untuk segera mencari pengobatan penyakit
janntung koroner yang tepat. Dengan menggunakan bahan herbal seperti jus buah manggis atau
produk obat jantung herbal yang banyak di temukan di toko obat. Dengan menggunakan obat
berbahan herbal, tentunya akan sangat aman dan tanpa efek samping. Selain itu anda juga bisa
segera memeriksakannya ke dokter secara medis.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.medistra.com/index.php?option=com_content&view=article&id=76
http://prodia.co.id/penyakit-dan-diagnosa/penyakit-jantung-koroner
http://jantungkoronerr.blogspot.com/
http://saungherball.blogspot.com/2013/08/gejala-penyebab-faktor-resiko-penyakit.html
http://rumahsejutaide.wordpress.com/2013/05/30/pengobatan-penyakit-jantung-koroner-part2/#more-1828
http://www.penyakitjantung.net/penyakit-jantung-koroner/#more-29
http://penyakitjantungkoroner.com/
https://www.singhealth.com.sg/PatientCare/Overseas-Referral/bh/Conditions/Pages/CoronaryArtery-Disease.aspx
http://www.nosakit.com/2013/09/pengobatan-dan-pencegahan-penyakit.html