Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Penyusun memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan petunjukNya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan karya tulis dengan judul Penerapan Corporate
Social Responsibility (CSR)
Didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak
lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa
hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam
pembuatan makalah ini.
Penyusun juga menyadari bahwa karya tulis yang disusun masih jauh dari kesempurnaan.
Untuk itu, segala masukan, kritik, dan saran yang membangun dari berbagai pihak, sangat
diharapkan penyusun guna memperbaiki karya tulis selanjutnya.
Akhir kata, penyusun berharap semoga karya tulis ini bermanfaat bagi seluruh pihak yang
membutuhkan.

Penulis,

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

B. IDENTIFIKASI MASALAH

C. RUMUSAN MASALAH

D. TUJUAN PENELITIAN

E. MANFAAT PENELITIAN

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN CSR

B. SEJARAH CSR

C. DASAR HUKUM CSR

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

B. SARAN

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang CSR

Dalam sebuah perusahaan atau badan usaha, kegiatan bisnis menjadi perilaku utama dari para
pelaku bisnis. Selama ini perusahaan dianggap sebagai lembaga yang memberikan keuntungan bagi
masyarakat, dimana menurut pendekatan akuntansi tradisional, perusahaan harus dapat memaksimalkan
labanya agar dapat memberikan sumbangan yang maksimum kepada masyarakat.
Namun, kegiatan bisnis tersebut tetap berorientasi pada keuntungan tanpa dibatasi oleh perbedaan
sistem hukum. Kegiatan bisnis tersebut terutama yang bergerak di bidang pemanfaatan sumber daya alam
baik secara langsung maupun yang tidak langsung tentu memberikan dampak pada lingkungan sekitarnya
seperti masalah-masalah polusi, limbah, keamanan produk dan tenaga kerja.
Adanya dampak pada lingkungan tersebut mempengaruhi kesadaran masyarakat akan pentingnya
melaksanakan tanggung jawab sosial atau yang dikenal dengan CSR (Corporate Social Responsibility),
sebuah konsep yang tengah berkembang pesat dalam dunia industri. CSR adalah komitmen perusahaan
yang menekankan bahwa perusahaan harus mengembangkan etika bisnis dan praktik bisnis yang
berkesinambungan secara ekonomi, sosial dan lingkungan.
Saat ini seluruh perusahaan berbagai sektor bisnis di Indonesia sebagian besar mengklaim bahwa
perusahaan mereka telah melaksanakan kewajiban sosialnya terhadap lingkungan sekitar perusahaan, oleh
karena itu, sebagian besar perusahaan tersebut melakukan pengungkapan Corporate Sosial Responsibility
sebagai motivasi untuk meningkatkan kepercayaaan publik terhadap pencapaian usaha perbaikan terhadap
lingkungan sekitar perusahaan.
Selain usaha perbaikan terhadap lingkungan, perusahaan juga berpartisipasi didalam pengabdian
kepada masyarakat, seperti memberi lapangan pekerjaan kepada masyarakat sekitar perusahaan,
perbaikan tingkat pendidikan masyarakat, pelayanan kesehatan, dan sebagainya.
Perusahaan akan mempertimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperoleh ketika mereka
memutuskan untuk mengungkapkan informasi sosial. Untuk itu pemerintah juga mengeluarkan peraturan
yang mengenai tanggung jawab sosial, yang diatur dalam Undang-Undang R.I. No. 40 tahun 2007
pasal 74 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, yang berisi :
1. Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan
sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
2. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1)
merupakan kewajiban Perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya
Perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan
kewajaran.
3. Perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
4. Ketentuan lebih lanjut mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan diatur dengan
Peraturan Pemerintah.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas, maka dapat diidentifikasi permasalahan sebagai
berikut:

1. Permasalahan-permasalahan sosial yang dihadapi oleh perusahaan di Indonesia juga


terjadi karena lemahnya penegakan peraturan tentang tanggung jawab sosial perusahaan,
misalnya tentang aturan ketenagakerjaan, pencemaran lingkungan, perimbangan bagi
hasil suatu industri dalam era otonomi daerah.
2. Belum terdapat standar mengenai seberapa banyak Corporate Social Responsibility yang
harus diungkap. Pengungkapan Corporate Social Responsibility hanya bersifat wajib bagi
perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan atau berkaitan dengan
sumber daya alam.
3. Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan sebagian besar
perusahaan di Indonesia merupakan motivasi untuk meningkatkan kepercayaaan publik
terhadap pencapaian usaha perbaikan terhadap lingkungan sekitar perusahaan.
4. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi perusahaan
pengungkapan indeks Corporate Social Responsibility

dalam

melakukan

C. Rumusan Masalah

1. Bagaimana pengaruh ukuran perusahaan terhadap pengungkapan Corporate Social


Responsibility?
2. Bagaimana pengaruh leverage terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility?
3. Bagaimana pengaruh pengungkapan media terhadap pengungkapan Corporate Social
Responsibility?
4. Bagaimana pengaruh secara bersama-sama (simultan) profitabilitas, ukuran perusahaan,
kepemilikan saham publik, dewan komisaris dan leverage, serta pengungkapan media
terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility?

D. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui Pengaruh profitabilitas terhadap pengungkapan Corporate Social
Responsibility.
2. Mengetahui pengaruh kepemilikan saham publik terhadap pengungkapan Corporate
Sosial ReSponsibility
3. Mengetahui pengaruh profitabilitas,ukuran perusahaan, kepemilikan saham publik,
dewan komisaris, leVerage dan pengungkapan media terhadap pengungkapan
Corporate Social Responsibility

E. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang berarti dalam
pengembangan ilmu ekonomi, khususnya pada bidang ilmu akuntansi. Hasil penelitian ini juga
diharapkan dapat menjadi bahan referensi dan perbandingan untuk penelitian-penelitian selanjutnya
yang berkaitan dengan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Pihak Perusahaan / Manajemen
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi untuk pengambilan
kebijakan oleh manajemen perusahaan mengenai pengungkapan tanggungjawab
sosial perusahaan dalam laporan keuangan yang disajikan.
b. Bagi Investor dan Calon Investor
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang laporan keuangan tahunan
sehingga dijadikan sebagai acuan untuk pembuatan keputusan investasi. Penelitian ini diharapkan
akan memberikan wacana baru.
c. Bagi masyarakat
Memberikan stimulus sebagai pengontrol atas perilaku-perilaku perusahaan. Selain itu,
diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan hak-hak yang harus diperoleh.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Corporate Social Responsibility (CSR)
Corporate Social Responsibility (CSR) ialah sebuah pendekatan dimana
perusahaan mengintegrasikan kepedulian sosial di dalam operasi bisnis mereka dan

dalam interaksi mereka dengan para stakeholder berdasarkan prinsip kemitraan dan
kesukarelaan (Nuryana, 2005).
Menurut Zadek, Fostator, Rapnas
CSR adalah bagian yang tidak terpisahkan dari strategi bersaing jagka panjang
yang berorientasi pada avokasi pendampingan & kebijakan publik.
CSR (Program Corporate Social Reponsibility) merupakan salah satu kewajiban
yang harus dilaksanakan oleh perusahaan sesuai dengan isi pasal 74 Undang-undang
Perseroan Terbatas (UUPT) yang baru. Undang-undang ini disyahkan dalam sidang
paripurna DPR.
Dalam pasal 74 ayat 1 diatur mengenai kewajiban Tanggungjawab sosial dan
lingkungan bagi perseroan yang menangani bidang atau berkaitan dengan SDA, ayat 2
mengenai perhitungan biaya dan asas kepatutan serta kewajaran, ayat 3 mengenai sanksi,
dan ayat 4 mengenai aturan lanjutan. Ketiga, Undang-Undang No.25 Tahun 2007 tentang
Penanaman Modal. Pasal 15 (b) menyebutkan bahwa Setiap penanam modal
berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan.
Namun UU ini baru mampu menjangkau investor asing dan belum mengatur
secara tegas perihal CSR bagi perusahaan nasional. Tentu saja kedua ketentuan undangundang tersebut diatas membuat fobia sejumlah kalangan terutama pelaku usaha swasta
lokal. Apalagi munculnya Pasal 74 UU PT yang terdiri dari 4 ayat itu sempat
mengundang polemik. Pro dan kontra terhadap ketentuan tersebut masih tetap berlanjut
sampai sekarang. Kalangan pelaku bisnis yang tergabung dalam Kadin dan Asosiasi
Pengusaha Indonesia (Apindo) yang sangat keras menentang kehadiran dari pasal
tersebut.

B. Sejarah Corporate Social Responsibility (CSR)


Istilah CSR pertama kali menyeruak dalam tulisan Social Responsibility of the
Businessman tahun 1953. Konsep yang digagas Howard Rothmann Browen ini
menjawab keresahan dunia bisnis. Belakangan CSR segera diadopsi, karena bisa jadi
penawar kesan buruk perusahaan yang terlanjur dalam pikiran masyarakat dan lebih dari
itu pengusaha di cap sebagai pemburu uang yang tidak peduli pada dampak kemiskinan
dan kerusakan lingkungan. Kendati sederhana, istilah CSR amat marketable melalu CSR
pengusaha tidak perlu diganggu perasaan bersalah.
CSR merupakan tanggung jawab aktivitas sosial kemasyarakatan yang tidak
berorientasi profit.
John Elkington dalam buku Triple Bottom Line dengan 3P tipe yaitu:
Profit Mendukung laba perusahaan
People Meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Planet meningkatkan kualitas lingkungan

Pengertian CSR sangat beragam. Intinya, CSR adalah operasi bisnis yang
berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara finansial,
tetapi untuk pembangunan sosial-ekonomi kawasan secara holistik, melembaga, dan
berkelanjutan. Beberapa nama lain yang memiliki kemiripan dan bahkan sering
diidentikkan dengan CSR adalah corporate giving, corporate philanthropy, corporate
community relations, dan community development.
Ditinjau dari motivasinya, keempat nama itu bisa dimaknai sebagai dimensi atau
pendekatan CSR. Jika corporate giving bermotif amal atau charity, corporate
philanthropy bermotif kemanusiaan dan corporate community relations bernapaskan tebar
pesona, community development lebih bernuansa pemberdayaan.
Dalam konteks global, istilah CSR mulai digunakan sejak tahun 1970-an dan
semakin populer terutama setelah kehadiran buku Cannibals with Forks: The Triple
Bottom Line in 21st Century Business (1998) karya John Elkington. Mengembangkan
tiga komponen penting sustainable development, yakni economic growth, environmental
protection, dan social equity yang digagas the World Commission on Environment and
Development (WCED) dalam Brundtland Report (1987), Elkington mengemas CSR ke
dalam tiga fokus: 3P (profit, planet, dan people). Perusahaan yang baik tidak hanya
memburu keuntungan ekonomi belaka (profit), tetapi memiliki kepedulian terhadap
kelestarian lingkungan (planet) dan kesejahteraan masyarakat (people).

C. Dasar Hukum Corporate Social Responsibility (CSR)


Landasan hukum yang menyangkut CSR terdapat dalam:
UU. 40 tahun 2007 yang berisi peraturan mengenai diwajibkannya melakukan
CSR. Direksi yang bertanggung jawab bila ada permasalahan hukum yang menyangkut
perusahaan & CSR.
Penjelasan pasal 15 huruf b UU Penanaman Modal menyebutkan bahwa yang dimaksud
dengan tanggung jawab sosial perusahaan adalah tanggung jawab yang melekat pada
setiap perusahaan penanaman modal untuk tetap menciptakan hubungan yang serasi,
seimbang, dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma, dan budaya masyarakat setempat.
Pasal 1 angka 3 UUPT , tangung jawab sosial dan lingkungan adalah komitmen
perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna
meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perseroan
sendiri, komunitas setempat maupun masyarakat pada umumnya.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
CSR merupakan tanggung jawab sosial dari perusahaan pada dasarnya memiliki
konsepdengan visi yang sama yang untuk pembangunan yang berkelanjutan. Konsep yang
dikembangkan disesuiakan dengan dimensi-dimensi yang ingin diterapakan oleh perusahaan.
berbicara tentang visi keberlanjutan dari CSR, hal ini berkaitan dengan proses-proses yang
menjadi tahapan yang harus dilewati oleh perusahaan. Mislanya dari segi CSR untuk

pemeberdayaan masyarakat penerapan CSR dimulai dari pengokohan perusahaan untuk mencapai
keberhasilan dari segi finansial, kemudian ekonomi, sehingga dapat berdampak pad sosial dan
lingkungan. Sementara itu, adanya isue-isue yang berkembang dalam penerapan CSR ini juga
menjadi hal yang perlu diantisipasi terlebih jika isue yang dimaksud lebih kepada pemaksimalan
damapak negatif adanya
B. Saran
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan
dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya
pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah
ini.

Daftar Pustaka

http://i-makalah.blogspot.com/2013/02/tanggung-jawab-sosial-perusahaan-csr.html
Pemikiran sendiri

Di SUSUN :
IRMA YULIANTI 20131220223
AKUNTANSI - P2K SEMESTER 5