Anda di halaman 1dari 29

BAB III

ANALISA EKONOMI

Perhitungan Ekonomi meliputi :


I. Biaya Produksi (Production Cost)
A Capital Investment :
1 Fixed Capital Investment
2 Working Capital Investment
B Manufacturing Cost :
1

Direct Manufacturing Cost

Indirect Manufacturing Cost

Fixed Manufacturing Cost

C General Expense :
1

Administrasi

Sales

Research & Patents

Finance

II. Analisa Kelayakan (Fit & Proper Test)


A Profit on Sales
B Return of Investment
C Pay Out Time
D Break Event Point
E Shut Down Point
A. Capital Investment
Basis perhitungan : 1 tahun (330 hari)
Tahun evaluasi : 2019
1 US$ = Rp 14.049,76 (http://kursdollar.net/) diakses tanggal 9 Des 2015
A.1 Fixed Capital Investment
1) Purchased Equipment Cost
Untuk mengetahui harga peralatan yang pasti setiap tahun sangat
sulit, sehingga diperlukan suatu metode atau cara untuk
memperkirakan harga suatu alat dari data peralatan serupa pada
tahun lalu. Harga peralatan proses selalu mengalami perubahan
setiap tahun tergantung pada kondisi ekonomi yang ada. Untuk
mengetahui harga-harga peralatan yang ada sekarang, dapat ditaksir
dari harga tahun lalu berdasarkan indeks harga.
Persamaan pendekatan yang digunakan untuk memperkirakan
harga peralatan adalah :

Dalam hubungan ini :


Ex = Harga alat untuk tahun x
Ey = Harga alat untuk tahun y
Nx = Nilai index tahun x
Ny = Nilai index tahun y

Jenis indeks yang digunakan adalah Chemical Engineering Plant Cost


Index seperti pada tabel sebagai berikut Jenis indeks yang digunakan
adalah Chemical Engineering Plant Cost Index seperti pada tabel
sebagai berikut :
Tahun

Tahun ke-

Indeks

1991

361,3

1992

358,2

1993

359,2

1994

368,1

1995

381,1

1996

381,7

1997

386,5

1998

389,5

1999

390,6

2000

10

394,1

2001

11

394,3

2002

12

395,6

Harga indeks tahun 2019 dicari dengan persamaan least square


dengan menggunakan data indeks di atas. Diasumsikan perubahan
indeks yang terjadi merupakan fungsi linier maka dapat dibuat suatu
persamaan pendekatan :
y

mx + c

Dari perhitungan di atas didapat persamaan sebagai berikut :


y = 3,81 x + 355,27
Dimana x = tahun dan y = indeks harga yang dapat dilihat pada
gambar sebagai berikut :
Tahun 2019 adalah tahun ke 29 maka x = 29
y = 3,81 (29) + 355,27
y = 465,76
Harga alat yang dipakai pada tahun 2014, dengan perhitungan sebagai
berikut :
y = 3,81 x + 355,27

Dimana x = tahun dan y = indeks harga yang dapat dilihat pada


gambar sebagai berikut :
Tahun 2014 adalah tahun ke 24 maka x = 24
y = 3,81 (24) + 355,27
y = 446,71
Jika pesawat dengan kapasitas tertentu ternyata tidak dijumpai dalam
kurva spesifikasinya di literatur, maka harga pesawat tersebut dapat
diestimasi dengan cara membandingkan dengan pesawat sejenis yang
telah diketahui kapasitas serta harganya
Sehingga dari perhitungan diperoleh harga alat pada tabel sebagai
berikut

No

Kode

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18

R-01
M-01
E-01
MD-01
CR-01
CF-01
RD-01
T-01
S-01
HE-01
CD-01
RB-01
ACC-01
P-01
Si-01
F-01
SC-01
H-01

Nama Alat
Reaktor
Mixer
Evaporator
Menara Destilasi
Crytallizer
Centripuge
Rotary Dryer
Tangki
Silo
Heat Exchanger
Condensor
Rebolier
Accumulator
Pompa
Cyclone
Fan
Conveyor
Hopper
TOTAL

Jumlah
2
1
2
1
1
1
1
3
3
4
3
1
1
9
1
1
5
2

Harga 2019
(US$)
81,639.11
2,500.20
4,559.28
38,281.93
55,781.51
14,909.82
168,491.45
56,615,63
79,762.35
22,521.13
52,777.86
29,166,64
66,666.73
5,108.96
2,606.61
2,919.41
44,103.89
870,087.35

Harga total
(US$)
163,278.22
2,500.20
9,118.56
38,281.93
55,781.51
14,909.82
168,491.45
169,846.89
239,287.05
90,084.52
158,333.58
29,166.64
66,666.73
45,980.64
2,606.61
2,919.41
220,519.45
1,740,174,70
3,218,847.91

Harga Alat (Equipment Cost, EC)


Biaya Pengangkutan (15% EC)
Asuransi Pengangkutan (2% EC)
Provisi Bank (0,3% EC)
EMKL (5% EC)
Pajak Barang Impor (20% EC)

= US$ 3,218,847.91

Total Purchased Equipment Cost (PEC)

= US$ 4,580.420.57

= US$

=
=
=
=

US$
US$
US$
US$

482,827.19

64,376.96
9,656.54
160,942.39
643,769.58

2) Equipment Installation
Biaya instalasi sebesar 43% PEC yang terdiri dari material 11% dan
buruh 32% (Tabel 16, Aries & Newton).
Material = 11% PEC = US$ 503,846.27
Buruh

= 32% PEC

Dalam pemasangan alat digunakan 5% tenaga asing dan 95% tenaga


Indonesia.
Perbandingan tenaga asing : tenaga Indonesia = 1 : 3
1 man hour asing

US$ 20

1 man hour Indonesia

Rp 20.000,00

Ongkos buruh asing

=
=

US$ 73,286.73

Rp 4.227.343.560,00

Ongkos buruh Indonesia =

Total biaya instalasi

US$ 503,846.27+ Rp 4.227.343.560,00

3) Piping
Besarnya 86% PEC (Tabel 17, Aries & Newton), terdiri dari :
Material

= 49% PEC

Buruh

= US$ 2,244,406.08

= 37 %

Dalam pemipaan digunakan 100% tenaga Indonesia


Perbandingan tenaga asing : tenaga Indonesia = 1 : 3
1 man hour asing

US$ 20

1 man hour Indonesia

Rp 20.000,00

Buruh

= 37% PEC =
= Rp 5.084.266.833,00

Total biaya pemipaan

= US$ 2,244,406.08 + Rp 5.084.266.833,00

4) Instrumentation
Besarnya 5-30% PEC (Tabel 19, Aries & Newton), diambil 30% PEC
(extensive controls), yang terdiri dari :
Material

= 24% PEC = US$ 1,099,300,937

US$ Buruh

= 6% PEC

Dalam instrumentasi digunakan 5% tenaga asing dan 95% tenaga


Indonesia
Perbandingan tenaga asing : tenaga Indonesia = 1 : 3
1 man hour asing

US$ 20

1 man hour Indonesia

Rp 20.000,00

Ongkos buruh asing

=
=

US$ 13,741.26

Ongkos buruh Indonesia

=
=

Rp 783.251.917,50

Total biaya instrumentasi = US$ 1,099,300,937 + Rp 783.251.917,50

5) Insulation
Besarnya 8% PEC (Tabel 21, Aries & Newton), yang terdiri dari :
Material

3% PEC

Buruh

5% PEC

= US$ 137,412.62

Dalam isolasi digunakan 100% tenaga Indonesia


Perbandingan tenaga asing : tenaga Indonesia = 1 : 3
1 man hour asing

US$ 20

1 man hour Indonesia

Rp 20.000,00

Ongkos buruh

Total biaya isolasi

Rp 687.063.085,50

US$ 137,412.62 + Rp 687.063.085,50

6) Electrical Auxiliaries
Besarnya 10-15% PEC (hal.102, Aries & Newton), diambil 10% PEC,
yang terdiri dari :
Material

7% PEC

Buruh

3% PEC

= US$ 320,629.44

Dalam instalasi listrik digunakan 100% tenaga Indonesia


1 man hour asing

US$ 20

1 man hour Indonesia

Rp 20.000,00

Ongkos buruh

=
=

Total biaya listrik =

Rp 412.237.851,30

US$ 320,629.44 + Rp 412.237.851,30

7) Building
Tipe bangunan 1 lantai

Luas bangunan diperkirakan

= 4.075 m2

Harga bangunan diperkirakan = Rp


Biaya bangunan

1.500.000,00 / m2

= Rp 6.112.500.000,00

Tipe bangunan 2 lantai


Luas bangunan diperkirakan = Head office, 2.500 m2
Masjid, 280 m2
Harga bangunan diperkirakan = Rp

3.500.000,00 / m2

Biaya bangunan

= Rp 9.730.000.000,00

Total biaya bangunan

= Rp 15.842.500.000,00

8) Yard & Improvement


Luas tanah diperkirakan

= 25.500,00 m2

Harga tanah diperkirakan

= Rp

Total biaya tanah

= Rp 76.500.000.000,00

Biaya perbaikan tanah

3.000.000,00/ m2

10% PEC (hal.109, Aries &

Newton)
= US$ 458,042.05
Total Biaya yard and improvement
= US$ 458,042.05 + Rp 76.500.000.000,00

9) Utilities
Besarnya utilitas 25-75% PEC (Tabel 31, Aries & Newton), diambil
75% PEC (complete new service).
Total biaya utilitas

= US$ 3,435,315.43

10) Environmental
Biaya Environmental

= 20 % PEC
= US$ 916,084.11

Physical Plant Cost (PPC) :


Purchased Equipment Cost

US$ 4,580,420.57

Equipment Installation

US$

503,846.27

Rp

4.227.343.560,00

Piping

US$ 2,244,406.08

Rp

5.084.266.833,00

Instrumentation

US$ 1,099,300.93

Rp

783.251.917,50

Insulation

US$

137,412.62

Rp

687.063.085,50

Electrical Auxiliaries

US$

320,629.44

Rp

412.237.851,30

Rp

15.842.500.000,00

Rp

76.500.000.000,00

Building

458,042.05

Yard & Improvement

US$

Utilities

US$ 3,435,315.43

Environmental

US$

Physical Plant Cost

US$ 13,695,457.50

916,084.11
Rp

103.536.663.200,00

11) Engineering & Construction


Adalah biaya design engineering, field supervisor, temporary
construction, dan inspection. Biaya tergantung dari besarnya plant
serta kompleks tidaknya instalasi dan mudah tidaknya kondisi
pembangunan plant tersebut.
Besarnya

20% PPC (Tabel 4, Aries &

Newton)
= US$ 2,739,091.50 + Rp 2.070.733.264,00

Direct Plant Cost ( DPC )


DPC

= PPC + Engineering & Construction


= US$ 13,695,457.50 + Rp 105.607.396.500,00

12) Contractors Fee


Tergantung dari ukuran / besarnya plant, kompleksitas dan lokasi dari
plant yang besarnya 4-10% DPC (hal.4, Aries & Newton).
Diambil 6% DPC
Contractors fee

= US$ 821,727.45 + Rp 6.336.443.790,00

13) Contingency
Dimaksudkan untuk kompensasi terhadap pengeluaran yang tidak
terduga seperti perubahan proses meskipun kecil, perubahan harga,
kesalahan dalam estimasi, dan lain-lain yang besarnya 10-25% DPC
(Tabel 5, Aries & Newton).
Diambil 25 % DPC (high contingency)
Contingency

= US$ 3,423,864.37 + Rp 26.401.849.130,00

Fixed Capital Investment (FCI)


FCI = DPC + Contractors fee + Contingency
= Rp 390.413.126.500,00

A.2 Working Capital Investment


1) Raw Material Inventory
Persediaan bahan baku tergantung dari kecepatan konsumsinya,
nilainya, ketersediaannya, sumber dan kebutuhan storagenya (hal. 12,
Aries & Newton).
Asam Nitrat, lama penyimpanan 1 bulan, sebesar kg.
Harga Asam Nitrat

= US$ 0,4 / kg

Biaya raw material inventory

= 2.243,874 24 30 US$ 0,4


= US$ 646.235,712
= Rp 9.079.456.657,00

2) In Process Inventory
Tergantung dari panjangnya siklus processing. Besarnya diperkirakan 5
% dari Manufacturing Cost untuk waktu hold up sebagai berikut :
Reaktor

= 1,1 detik (diabaikan)

Switch Condenser

= 220/3 menit = 1,2 jam

Ageing Tank

= 8 jam

Feed Drum

= 1/6 jam 3 = 0,5 jam

Total waktu hold up

= 9,7 jam

= Rp 483.054.191,60

3) Product Inventory
Tergantung dari produk, ada produk yang dibuat dengan kecepatan
produksi yang tetap tapi dijual untuk waktu-waktu tertentu.Ada pula
produk yang cepat rusak atau tidak begitu stabil dan memerlukan
fasilitas penyimpanan tertentu. Besarnya dapat diperkirakan sama
dengan 1 bulan produksi untuk harga Manufacturing Cost.

= Rp 63.764.066.480

4) Extended Credit
Adalah persediaan uang untuk menutup penjualan barang yang belum
dibayar. Besarnya diperkirakan sebesar hasil penjualan untuk 1 bulan
produksi.
Total Extended Credit

= US$ 8.727.021
= Rp 122.612.550.600

5) Available Cash
Adalah persediaan uang untuk membayar buruh, service dan
material.Besarnya dapat diperkirakan setara dengan 1 bulan produksi
untuk harga Manufacturing Cost.
Total Avalaible Cash

= US$ 4.288.085 + Rp 3.517.501.370


= Rp 63.764.066.480

Working Capital Investment (WCI)


= Raw Material Inventory + In Process Inventory + Product
Inventory + Extended Credit + Available Cash
= Rp 259.703.194.400,00

Total Capital Investment (TCI)


= FCI + WCI
= Rp 650.116.320.900

B. Manufacturing Cost
B.1 Direct Manufacturing Cost
1) Raw Material
Asam Nitrat
Kebutuhan

= 32.947.504,92 kg / tahun

Harga

= US$ 0,4 / kg

Biaya 1 tahun

= US$13.179.001,97

Natrium Klorida
Kebutuhan
Harga
Biaya 1 tahun

= 5.80054 kg / tahun
= US$ 0,22 / kg
= US$ 1.276,12

Total biaya bahan baku = US$ 13.180.287,09


= Rp 185.179.743.900,00

2) Labor Cost
Yang termasuk labor adalah karyawan dibawah departemen produksi
dan teknik dengan perincian biaya sebagai berikut :
Operator

Jumlah

= 58 orang

Gaji

= Rp 2.000.000,00 / bulan

Biaya 1 tahun

= Rp 1.392.000.000,00

Foreman

Jumlah

= 7 orang

Gaji

= Rp 2.500.000,00 / bulan

Biaya 1 tahun

= Rp 210.000.000,00

Total labor cost

= Rp 1.602.000.000,00

3) Supervisi
Adalah salaries untuk semua personal yang bertanggung jawab
langsung terhadap operasi produksi dengan perincian biaya sebagai
berikut :
Kepala seksi

Jumlah

= 14 orang

Gaji

= Rp 6.500.000,00 / bulan

Biaya 1 tahun

= Rp 1.092.000.000,00

Kepala bagian

Jumlah

= 6 orang

Gaji

= Rp 8.000.000,00 / bulan

Biaya 1 tahun

= Rp 576.000.000,00

Total biaya supervise

= Rp 990.000.000,00

4) Maintenance
Termasuk didalamnya biaya material dan labor untuk pemeliharaan
rutin, penggantian insidentil, revisi peralatan dan bangunan.
Untuk average maintenance besarnya 6-7% FCI (Tabel 38,Aries &
Newton).
Diambil 6% FCI
Maintenance

= Rp 23.424.787.590,00

5) Plant Supplies
Besarnya 10-20 % maintenance
Diambil 15% maintenance
Plant supplies

= Rp 3.513.718.139,00

6) Royalties and Patents


Royalties biasanya dibayar berdasarkan kecepatan produksi atau
penjualan. Patents untuk keperluan produksi diamortisasi selama waktu
proteksinya (selama patents berlaku) yang besarnya 1-5% dari harga
penjualan produk.
Diambil 1% dari harga penjualan
Produk Natrium Nitrat

= 30.000.000 kg / tahun

Harga

= US$ 3,3/ kg
= Rp 46.364,21 / kg

Penjualan produk pertahun

= US$ 99.000.000,00

Produk Nitrosyl Chloride

= 11.730,55 kg / tahun

Harga

= US$ 0,03 / kg
= Rp 421,49 / kg

Penjualan produk pertahun

= US$ 351,92

Produk Chlorine

= 12.705,26 kg / tahun

Harga

= US$ 0,15 / kg
= Rp 2.107,46 / kg

Penjualan produk pertahun

= US$ 1.905,79

Total penjualan produk pertahun = US$ 99.002.257,71


Biaya royalties and patents

= Rp 139.095.796.000,00

7) Utilitas
Besarnya 25-50% terhadap nilai bangunan + contingency.
Diambil 50%
Total Utilitas = Rp 53.095.660.900,00

Direct Manufacturing Cost (DMC)


= Raw material + Labor + Supervisi + Maintenance + Plant Supplies +
Royalties & Patents + Utilitas
= Rp 406.901.706.500,00

B.2 Indirect Manufacturing Cost (Plant Overhead Cost)


1) Payroll Overhead
Adalah pengeluaran untuk pensiun, liburan yang dibayar perusahaan,
asuransi, cacat jasmani akibat kerja, keamanan dan sebagainya yang
besarnya 15-20% dari labor cost.
Diambil 20% dari labor cost
Payroll overhead

= Rp 320.400.000,00

2) Laboratorium
Diperlukan untuk menjamin quality control, karena itu besarnya
tergantung dari produk yang dihasilkan.
Besarnya 10-20% dari labor cost.
Diambil 20% dari labor cost
Laboratorium

= Rp 320.400.000,00

3) Plant Overhead
Adalah biaya untuk service yang tidak langsung berhubungan dengan
unit produksi, termasuk didalamnya adalah biaya kesehatan, fasilitas
rekreasi, pembelian, pergudangan dan engineering (termasuk safety dan
protection) yang besarnya 50-100% dari labor cost.
Diambil 75% dari labor cost
Plant overhead

= Rp 1.201.500.000,00

4) Packaging and Shipping


Biaya container untuk packaging tergantung dari sifat-sifat fisis dan
kemis produk dan juga nilainya.Banyak produk kimia yang dijual
dengan basis FOB, karena itu shipping tidak perlu ditinjau. Tetapi
apabila produk dijual sampai ditempat (delivery basis) maka shipping
harus diperhitungkan seperti ongkos angkut dengan truk, kereta api, dan
lain-lain yang besarnya 4% dari total harga penjualan produk selama 1
tahun.
Packaging and Shipping

= Rp 55.638.318.410,00

Indirect Manufacturing Cost (IMC)


= payroll overhead + laboratorium + plant overhead + packaging +
Shipping
= Rp 57.480.618.410,00
B.3 Fixed Manufacturing Cost
1) Depresiasi
Besarnya 8-10% FCI (hal.180, Aries & Newton)
Diambil 9% dari FCI
Depresiasi = Rp 35.137.181.390,00

2) Property Taxes
Tergantung dari lokasi dan situasi plant. Secara umum plant dalam kota
harus membayar taxes yang lebih besar daripada di tempat yang
populasi penduduknya jarang yang besarnya 1-2% FCI (hal.181, Aries
& Newton).
Diambil 2% dari FCI
Property Taxes = Rp 7.808.262.530,00

3) Asuransi
Tergantung dari sifat plant (tingkat bahaya), semakin berbahaya plant
tersebut asuransinya semakin tinggi yang besarnya 1% FCI (hal.182,
Aries & Newton).
Asuransi

= Rp 3.904.131.265,00

Fixed Manufacturing Cost (FMC)


= Depresiasi + Property taxes + Asuransi
= Rp 46.849.575.190,00
Manufacturing Cost (MC)
= DMC + IMC + FMC
= Rp 511.231.900.100,00

C. General Expense
C.1 Administrasi
1) Management Salaries
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Jabatan
Direktur Utama
Direktur
Staf Ahli
Litbang
Kepala Bagian
Kepala Seksi
Sekertaris
Karyawan
Sopir
Pesuruh

Jumlah
1
2
2
2
6
14
3
137
5
12

TOTAL

Rupiah / Bulan
Rp 50.000.000,00
Rp 30.000.000,00
Rp 2.000.000,00
Rp 15.000.000,00
Rp
8.000.000,00
Rp
6.500.000,00
Rp
6.500.000,00
Rp
3.000.000,00
Rp
1.500.000,00
Rp
1.500.000,00

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

Tahunan
600.00.000,00
360.000.000,00
240.000.000,00
180.000.000,00
96.000.000,00
78.000.000,00
78.000.000,00
36.000.000,00
18.000.000,00
18.000.000,00

Rp 142.000.000,00 Rp 1.704.000.000,00

2) Legal & Fee Auditing


Disediakan tiap tahun = Rp 30.000.000,00
3) Peralatan Kantor & Komunikasi
Disediakan tiap tahun = Rp 50.000.000,00

Total biaya administrasi


= management salaries + legal & fee auditing + peralatan kantor
= Rp 1.820.000,000
C.2 Sales
Besarnya bervariasi, tergantung pada tipe produk, distribusi, market,
advertisement, dan lain-lain.Secara umum besarnya diperkirakan 3-12
% dari penjualan produk selama setahun atau 5-22 % MC.
Diambil 10% dari MC

Sales = Rp 51.231.900.100,00

C.3 Research
Besarnya diperkirakan 2-4% dari penjualan produk atau 3,5-8 % MC.
Diambil 5 % MC
Research

= Rp 25.561.595.010,00

C.4 Finance
Finance

= 6% FCI (US$) + 12% FCI (Rp) + 24% WCI (Rp)


= Rp 109.180.009.100,00

General Expense
= Administrasi + Sales + Research + Finance
= Rp 185.975.324.200,00
Production Cost
= Manufacturing Cost + General Expense
= Rp 697.207.224.300,00

II. Analisa Kelayakan


A. Profit / Keuntungan
Biaya produksi (Production Cost)

= Rp 697.207.224.300,00

Penjualan produk selama 1 tahun = Rp 1.390.957.960.000,00

Keuntungan

= penjualan produk - biaya produksi

Keuntungan sebelum pajak

= Rp 693.750.735.700,00

Pajak di Indonesia

= 20 %

Keuntungan setelah pajak

= keuntungan sebelum pajak (1 - % pajak)


= Rp 693.750.735.700,00 ( 1 0,2 )
= Rp 555.000.588.600,00

Profit on Sales (POS)

= 49.88 %

= 39.90 %

B. Return of Investment (ROI)

177.70 %

142.16 %

C. Pay Out Time (POT)

Pay Out Time

0.54 tahun

= 0.66 tahun

D. Break Even Point (BEP)

D.1 Fixed Manufacturing Cost (Fa)


Depresiasi

= US$ 2.500.909,72

Property Taxes

= US$ 555.757,72

Asuransi

= US$ 277.878,86

Fa

= Rp 46.849.575.190,00

D.2 Variable Cost (Va)


Raw material

= US$ 13.180.287,09

Utilitas

= US$ 3.779.115,15

Packaging & Shipping

= US$ 3.960.090,31

Royalties & Patents

= US$ 9.900.225,78

Va

= Rp 433.009.645.800,00

D.3 Regulated Cost (Ra)


Labor cost

= US$

114.023,30

Payroll overhead

= US$

22.804,66

Supervisi

= US$

70.463,84

Laboratorium

= US$

22.804,66

General expense

= US$ 13.236.903,99

Maintenance

= US$ 1.667.273,15

Plant supplies

= US$

250.090,97

Plant overhead

= US$

85.517,47

Ra

= Rp 217.348.129.900,00

D.4 Penjualan Produk (Sa)


Sa

= Rp 1.390.957.960.000,00

= 13.91 %

E. Shut Down Point (SDP)

8.09 %

F. Discounted Cash Flow (DCF)

Umur Pabrik (n) =


( FC + WC ) ( 1 + I ) n = { ( 1 + I )n-1 + ( 1 + I )n-2 + + 1 } c +
(WC+SV )
dimana :
FCI = Fixed Capital Investment
SV

= Salvage Value

WC = Working Capital

Salvage value diasumsi 10 % FCI = Rp 39.041.312.650,00


Depresiasi = 9 % FCI

n =

Cash Flow

= 10 th

= keuntungan setelah pajak + depresiasi + finance


= Rp 699.317.779.100,00

Harga DCF (I) dicari dengan cara trial, diperoleh = 39,37 %

BAB IV
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
1) Pengoperasian pabrik dimulai pada tahun 2019
2) Proses yang dijalankan proses kontinyu
3) Kapasitas produksi adalah 30.000 ton / tahun
4) Junlah hari kerja 330 hari / tahun
5) Umur aat alat pabrik diperkirakan 10 tahun
6) Salvage Value adalah nol
7) Upah buruh asing US$ 20 / manhour (Departement Keuangan,
www.pajak.net)
8) Upah buruh lokal Rp 20.000 / manhour
9) Perbandingan jumlah tenaga asing : Indonesia yaitu 5% : 95%
10) Harga bahan baku Asam Nitrat US$ 0,4 /kg
11) Harga bahan baku Natrium klorida US$ 0,22 /kg
12) Harga produk Natrium Nitrat US$ 3,3 /kg
13) Harga produk Chlorine US$ 0,15 /kg
14) Harga produk Nitrosyl Chloride US$ 0,03 /kg
15) Kurs rupiah yang dipakai adalah Rp 14.049,76 (http://kursdollar.net/)
diakses tanggal 9 Des 2015

16) Nilai Physical Plant Cost yang dihasilkan sebesar US$ 13,695,457.50
17) Nilai Fixed Capital Investment (FCI) yang dhasilkan sebesar
Rp 390.413.126.500,00
18) Nilai Working Capital Investment (WCI) yang dhasilkan sebesar
Rp 259.703.194.400,00
19) Nilai Total Capital Investment (TCI) yang dihasilkan sebesar
Rp 650.116.320.900
20)Keuntungan sebelum pajak yang dihasilkan sebesar
Rp 693.750.735.700,00 dan keuntungan setelah pajak

yang

dihasilkan sebesar Rp 555.000.588.600,00


21) Nilai Return of Investment yang dihasilkan sebelum pajak sebesar
177.70% dan setelah pajak sebesar 142.6%
22) Nilai Pay Out Time (POT) yang dihasilkan sebelum pajak sebesar 0.54
tahun dan setelah pajak sebesar 0.66 tahun
23) Nilai Break Event Point (BEP) yang dihasilkan sebesar 13.91%
24) Nilai Shut Down Point (SDP) diperkirakan pada titik 8.09%