Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

RANGE OF MOTION (ROM)


Pokok Bahasan

: Kelemahan anggota gerak

Sub Pokok Bahasan

: Range Of Motion (ROM)

Sasaran

: Keluarga Pasien R.13

Hari/Tanggal

: Rabu, 25 Mei 2015

Waktu

: 30 Menit

Penyaji

: Putri Nurmalitasari

Tempat

: Ruang 13 RSUD dr Saiful Anwar

A. LATAR BELAKANG
Berdasarkan hasil pengkajian pada Ny. H, didapatkan bahwa Ny. H
mengalami kelemahan anggota gerak (ekstremitas kanan). Ny. H sedang dalam masa
terapi Stroke NonHemoragik. Keluarga belum begitu mengetahui mengenai
bagaimana ROM yang sebaiknya dilakukan oleh Ny. H. Ny. H sehari-hari ditempat
tidur. Untuk mencegah kelemahan semakin parah akibat kurangnya gerakan fisik
yang dilakukan, maka akan diajarkan ROM pasif pada ektremitas kanan yang
mengalami kelemahan dan ROM aktif pada ekstremitas kiri yang masih normal.
B. TUJUAN
1. Tujuan Penyuluhan Umum
Setelah selesai mengikuti penyuluhan tentang ROM, keluarga pasien mampu
mempraktekkan ROM secara mandiri.
2. Tujuan Penyuluhan Khusus
Setelah selesai mengikuti penyuluhan selama 1x30 menit, keluarga pasien
mampu :
1. Mengetahui pengertian ROM
2. Memahami tujuan dan manfaat dilakukannya ROM
3. Memahami kontra indikasi melakukan ROM
4. Mampu mendemonstrasikan gerakan-gerakan ROM secara benar

C. GARIS-GARIS BESAR MATERI


1.

Pendahuluan

2.

Isi
a. Pengertian ROM
b. Tujuan dan manfaat ROM
c. Kontraindikasi melakukan ROM
d. Cara melakukan ROM

3.

Penutup

1.

PELAKSANAAN KEGIATAN

NO

PENYULUH

1.

Pembukaan
a. Salam pembukaan
b. Apersepsi
c. Mengkomunikasikan
tujuan
Kegiatan inti penyuluhan
a. Menjelaskan
dan
menguraikan
materi
tentang:
Pengertian ROM
Tujuan dan manfaat
ROM
Kontaindikasi
melakukan ROM
Cara
melakukan
ROM
b. Memberikan kesempatan
kepada keluarga yang
disuluh untuk bertanya
c. Menjawab
pertanyaan
keluarga yang disuluh
yang berkaitan dengan
materi yang belum jelas
Penutup
a. Menyimpulkan
materi
yang telah disampaikan
b. Melakukan
evaluasi
penyuluhan
dengan
demonstrasi kegiatan
c. Mengakhiri
kegiatan
penyuluhan.

2.

3.

RESPON
KELUARGA

WAKTU
5 Menit

Menjawab salam
Berpartisipasi aktif
Memperhatikan
15 Menit

Memperhatikan
penjelasan penyuluh
dengan cermat

Menanyakan hal-hal
yang belum jelas.

Memperhatikan
jawaban
dari
penyuluh.

Memperhatikan
kesimpulan materi
penyuluhan
yang
telah disampaikan.
Melakukan
demonstrasi.
Menjawab

10 menit

salam.
E. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Demonstrasi
F. MEDIA DAN ALAT
1. LCD
G. EVALUASI
Keluarga dipersilahkan untuk melakukan demontrasi ROM.
H. SUMBER

Lampiran Materi:
RANGE OF MOTION (ROM) PASIF
A. Definisi

Adalah latihan gerakan sendi yang memungkinkan terjadinya kontraksi dan


pergerakan otot, dimana klien menggerakan masing-masing persendiannya sesuai
gerakan normal baik secara aktif ataupun pasif (Potter and Perry, 2006).
B. Manfaat ROM
1. Meningkatkan atau mempertahankan fleksibilitas dan kekuatan otot.
2. Mempertrahankan fungsi jantung dan pernapasan.
3. Mencegah kontraktur dan kekakuan pada sendi
4. Menjaga agar peredaran darah lancer
C. Macam-macam ROM
1. ROM pasif : Perawat melakukan gerakan persendian klien sesuai dengan
rentang gerak yang normal (klien pasif). Kekuatan otot 50 %
2. ROM aktif

Perawat memberikan motivasi, dan membimbing klien dalam

melaksanakan pergerakan sendi secara mandiri sesuai dengan rentang gerak


sendi normal (klien aktif). Keuatan otot 75 % D.
D. Indikasi klien melakukan ROM
1. Stroke atau penurunan tingkat kesadaran
2. Kelemahan otot
3. Fase rehabilitasi fisik
4. Klien dengan tirah baring lama
E. Kontra indikasi melakukan ROM
1. Trombus/emboli pada pembuluh darah
2. Kelainan sendi atau tulang
3. Klien fase imobilisasi karena kasus penyakit jantung
F. Hal Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Melakukan ROM
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Pastikan lingkungan yang aman selama melakukan ROM


Pastikan pakaian dalam keadaan longgar dan tidak mengganggu pergerakan
Jangan lakukan latihan fisik segera setelah penderita makan
Gunakan kekuatan dengan pegangan yang nyaman ketika melakukan latihan
Gerakan bagian tubuh dengan lancar, pelan dan berirama
Hindari gerakan yang terlalu sulit
Jika terjadi keletihan atau sesak nafas, segera istirahat dan lanjutkan kembali

aktivitas jika kondisi sudah membaik


8. Monitor keadaan umum klien dan tanda-tanda vital sebelum dan setelah latihan
9. Tanggap terhadap respon ketidak nyamanan klien
G. LANGKAH MELAKUKAN ROM PASIF

ANGGOTA GERAK BAWAH:


1. Pangkal paha dan lutut di tekuk (fleksi):
Keterangan 1: pegang kaki pasien
seperti gambar, tekuk kaki ke arah
dada, kemudian kembalikan seperti
posisi semula.

2. Rotasi (perputaran) pangkal paha.


Keterangan 2: Dekatkan kaki pasien pada
pelatih, kemudian putar ke arah dalam.

ATAU :
1. Dukung pada bawah lutut dan tumit.
2. Tekuk tegak ke arah dada (90 derajat).
3. Dorong kaki menjauhi pelatih.
4. Lalu tarik lagi mendekati pelatih.
3. Gerakan pinggul menjauhi tubuh:
Keterangan 3: Tempatkan tangan kanan
pelatih di bagian pergelangan kaki
pasien dan tangan kiri di bawah lutut.
Tarik

kaki

menjauhi

tubuh

dan

kembalikan seperti posisi semula lagi.


4. Perputaran pergelangan kaki:

Keterangan 4: Pegang pergelangan kaki pasien seperti gambar dan putar ke arah dalam.

5. Gerakan jari kaki di tekuk dan di tarik ke arah muka (fleksi dan ekstensi):
Keterangan

5:

pegang

jari-jari pasien dan tekuk


ke arah telapak tangan
dan kembalikan ke arah
muka pasien.

6. Tarikan tumit:
Keterangan 6: Tarik tumit ke arah luar, dan bagian atas
ke arah dalam. Kemudian ulangi ke arah yang
berlawanan seperti gambar di bawah ini:

7. Perputaran daerah lumbar:

atau

8. Tarikan lutut:
Keterangan 8: Tarik lurus bagian kaki dan
kembalikan ke posisi semula.

ANGGOTA GERAK BAGIAN ATAS


1. Fleksi dan ekstensi bagian siku:
Keterangan 1: Pegang lengan atas dan
bawah pasien, angkat lurus dan kemudian
kembali ke posisi semula.
2. Fleksi dan ekstensi bahu:
Keterangan 2: luruskan dan gerakkan tangan
ke arah atas kemudian kembali ke posisi
semula.
3. Perputaran dalam dan luar pada bahu:
Keterangan 3: Pegang tangan pasien
seperti gambar, dan lakukan gerakan
memutar ke dalam dan ke luar.

4.Gerakan horisontal bahu yang menjauhi sumbu tubuh.


Caranya: tempatkan kedua
tangan seperti gambar,
pasien merasakan seperti
adanya tarikan di dada.
Dilanjutkan gerakan:

5. Rotasi (perputaran leher).


Caranya: Putar leher ke kanan kemudian ke kiri,
usahakan

supaya

leher

menyentuh bahu apabila pasien mampu, tetapi kalau tidak


mampu maka latihan disesuaikan kondisi pasien.

6. Gerakan menekuk leher:

7. Fleksi - ekstensi jari-jari dan pergelangan tangan: Gerakkan jari dan pergelangan
tangan ke arah muka, kemudian berganti ke arah
yang berlawanan.

8. Fleksi dan ekstensi ibu jari:


Keterangan 8: Tekuk ibu jari dan kembali seperti
semula. Lakukan pada jari lainnya.