Anda di halaman 1dari 7

STUDI KASUS

PENGENDALIAN DI BELLAGIO CASINO RESORT

PROJECT MID TERM


LINA OKTAVIANI 008201405046
GURMILANG RAHMAT 008201605001
MONICA YOLANDA 008201405010

PENDAHULUAN
The Bellagio merupakan salah satu dari 23 properti milik MGM MIRAGE (NYSE:
MGM), salah satu perusahaan perhotelan dan permainan terdepan dunia. MGM MIRAGE
juga mengembangkan sebuah resort besar di macau (dengan mitra joint-venture) dan sebuah
metropolis urban baru bernilai miliaran dolar diatas lahan sebesar 66 acre ( 1 acre = 4047
m

) pada jalur Las Vegas. Dipenghujung tahun 2005, perusahaan memiliki lebih dari

66.00 orang karyawan dan total aset lebih dari $20 miliar.
MGM MIRAGE mulanya beroprasi dalam satu segmen industri, operasi resort kasino,
yang meliputi permainan, hotel, tempat makan, hiburan, eceran dan berbagai fasilitas resort
lainnya yang memanjakan para tamu. MGM MIRAGE beroperasi 24 jam sehari, setiap hari
dalam setahun. Lebih dari setengah penghasilan bersih perusahaan berasal dari aktifitas
nonpermainan, sebuah persentase yang lebih tinggi dibandingkan pesaing-pesaing MGM
MIRAGE.
Operasi kasino yang utama dimiliki dan dikelola oleh perusahaan. Fasilitas resort
lainnya kadang dimiliki dan dioperasikan sendiri oleh perusahaan, tapi dikelola oleh pihak
ketiga dengan bayaran tertentu, atau disewakan kepada pihak ketiga. Namun, perusahaan
umumnya mempunyai filosofi operasional yang lebih mengedepankan kepemilikan fasilitas.
Sebagai perusahaan yang berbasis resort, filosofi operasional MGM MIRAGE ialah
untuk memberikan pengalaman resort yang lengkap kepada tamu termasuk fasilitas
nonpermainan yang menekankan harga premium dengan berdasarkan pada kualitas.
Resort kasino MGM MIRAGE umumnya beroperasi dalam lingkungan yang sangat
kompetitif. Metode utama perusahaan untuk bersaing dengan sukses dalam segmen eksklusif
terdiri atas:
Menempatkan resort dalam pasar liburan dan perjalanan bisnis yang diminati, dan
beroperasi di lokasi superior dalam pasar tersebut.
Mendirikan dan mengelola resort berkualitas tinggi dan fasilitasnya, meliputi kamar
penginapan yang mewah serta tempat makan, hiburan, dan fasilitas eceran.
Merekrut, melatih, dan mempertahankan karyawan yang berkualitas dan bermotivasi
untuk memberikan pelayanan yang sempurna dan ramah pada pelanggan.
Memberikan atraksi hiburan yang unik dan menarik.
Mengembangkan program promosi dan pemasaran yang unik dan tak mudah
dilupakan.
The Bellagio, terletak di jantung jalur Las Vegas, dikenal luas sebagai salah satu resort
kasino besar di dunia. Di dalam resort yang berhias mewah tersebut, terdapat sebuah
konservatori berisikan tanaman pajangan yang berubah seiring musim. Didepannya ada
2
sebuah danau besar 8 acre ( 1 acre = 4047 m ) yang menampilkan lebih dari 1.000 air

mancur yang menyuguhkan pertunjukkan air, musik, dan lampu yang terbalut koreografi

balet. Pilihan fasilitas dan hiburan di Bellagio meliputi sebuah kolam renang yang sangat
besar, spa kelas dunia, restoran mewah, club malam dan beberapa bar juga lounge berskala
papan atas, pertunjukan dari Cirque du Soleil, beserta galeri seni. The Bellagio menyediakan
2
pula area konvensi seluas 200.000 kaki persegi ( 1 kaki persegi = 0, 929 m ).

Di area operasi kasino, the Bellagio mengoperasikan 2409 mesin permainan yang
dioperasikan oleh koin (mesin slot), dan 143 meja permainan, hampir setengahnya
merupakan meja blackjack. Meja permainan lainnya meliputi bakarat, dadu dan rollet. Kasino
juga mengoperasikan area keno dan poker. Permainan ini beroperasi 24/7 dalam 3 shift
perhari, shift day ( 08.00-16.00), shift swing (16.00- tengah malam) dan shift graveyard
(tengah malam- 08.00) diperkirakan ada 1.000 orang yang dipekerjakan di operasi kasino.
Tampilan unik dari bagan perusahaan resort kasino dibandingkan dengan perusahaan
kebanyakan, ialah perusahaan ini mayoritas diisi dengan staf keuangan yang terintegrasi.
ANALISIS MASALAH
Results Controls
Ini sudah cukup baik dilaksanakan oleh Bellagio Casino. Contohnya yaitu melalui
sistem kompensasi (imbalan terhadap karyawan). Semakin baik pekerjaan yang dilakukan
oleh dealer maka semakin banyak tip yang didapatkan dari pelanggan yang merasa puas.
Selain itu, ada beberapa penghargaan yang bukan berupa uang, seperti penghargaan karyawan
teladan. Dealer yang terus-menerus mendapat penilaian superior dari mystery shopper. Serta
Bisa meraih penghargaan ini dan diundang untuk menghadiri acara besar tahunan yang
memberikan penghargaan luar biasa.
Bellagio Casino melakukan penilaian terhadap hasil dengan melihat:

Drop merupakan jumlah total uang yang tersedia untuk dipertaruhkan oleh
pelanggan melalui kasino.
Win merupakan jumlah laba kotor kasino.
Persentase hold yang merupakan penghitungan utama terhadap profitabilitas
kasino. Ditentukan dengan win dibagi drop. Persentase hold merupakan
pengukuran terbaik yang tersedia untuk mengukur profitabilitas kasino. Dengan
menggunakan angka-angka ini, manajemen Bellagio mencari pola. Mereka tahu
bahwa tiap permainan meja harus mempertahankan persentase hold tertentu.
Contohnya, persentase menang pada permainan meja di Bellagio normalnya
berkisar antara 18-22% dari drop permainan meja.

Namun yang menjadi masalahnya yaitu bonus berupa uang hanya diberikan untuk
personel manajemen. Itupun tidak ada indikator yang pasti mengenai kinerjanya. Hal ini
dapat membuat para top level management bisa berkuasa seenaknya dan tidak adanya respect
personel-personel yang di bawah terhadap para atasannya.

Action controls
System pengendalian tindakan dianggap ketat jika besar kemungkinan karyawan terus
menerus terlibat dalam semua tindakan yang penting untuk keberhasilan operasi dan tidak
akan terlibat tindakan yang merugikan. Dalam case study Bellagio casino resort, action
control perusahaan sudah dilaksanakan dengan sangat baik. Contoh physical constraints yang
dilakukan Bellagio casino untuk mencegah karyawan dalam melakukan kecurangan atau
tindakan yang akan menimbulkan kerugian fisik bagi perusahaan, yaitu:

Brangkas uang yang terkunci di lantai kasino.


Penghitung uang tunai dan uang koin yang dilakukan harian oleh karyawan yang
terlepas dari operasi casino (adanya pemisahan kewajiban yang jelas antara record
keeping dan pemegang cash).
Pemantauan dan pengawasan area permainan oleh kamera CCTV secara konstan.
Personel yang berhubungan langsung dengan uang tunai, seperti change
personnel, coin redemption personnel, kasir masing- masing bertanggung jawab
atas sejumlah uang tertentu yang dikenakan kepada mereka ( lebih dari 1 orang
yang bertugas ketika melakukan perhitungan cash).

Contoh lain, di dalam pengendalian tegas terhadap pengeluaran kredit, banyak


karyawan yang terlibat pada bagian-bagian yang saling berhubungan. Dokumen marker
meliputi berbagai bagian :

Original, yang dikelola dalam Pit sampai marker stabil, yang sesudah itu baru
ditransfer ke cage
An Issuance stub, ditandatangani oleh bandar dan floor supervisor lalu dimasukan
ke dalam kotak drop pada meja tempat marker dikeluarkan
A payment stub, jika marker sudah dibayarkan dalam pit, payment stub
ditandatangi oleh bandar dan floor supervisor lalu dimasukan ke kotak drop pada
meja permainan.
Hal ini dibuat agar karyawan memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugasnya
masing-masing dan menjadi sistem internal control.
Jika marker tidak dibayar, maka perusahaan akan mengambil tindakan tegas.

Namun yang menjadi masalahnya yaitu seperti tanggung jawab individual pada cash
stock tidak didukung dengan formulir ataupun bukti pengambian uang tunai. Dalam hal ini,
bisa saja beberapa personel bertindak curang terhadap rekan kerjanya untuk menutupi
kesalahan pribadi. Perusahaan tidak melalukan pelatihan secara intensif untuk membimbing
Bandar yang melakukan kesalahan. Kalaupun diperbaiki oleh pengawas, prosedurnya tidak
jelas. Tidak ada reward jika ada achievement atau punishment jika ada kesalahan. Yang
dilakukan perusahaan langsung memecat karyawan yang kedapatan selisih uang. Masalah
lainnya yaitu dalam pengendalian tegas terhadap pengeluaran kredit dengan banyaknya

karyawan yang terlibat pada bagian-bagian yang saling berhubungan membuat proses
pengeluaran kredit menjadi lama, dan rentan terjadinya kesalahan.
Cultural controls
Dalam case study Bellagio casino resort, menurut kami Bellagio sudah cukup ketat
dalam menerapkan cultural control, contohnya adalah dengan:
Job description dan struktur organisasi jelas.
Merekrut, melatih dan mempertahankan karyawan yang berkualitas dan
bermotivasi untuk memberikan pelayanan yang sempurna dan ramah kepada
pelanggan.
Adanya penilaian dari mystery shoppers membantu proses evaluasi dari pelayanan
dealer terhadap pelanggan meskipun tidak dimasukkan dalam penilaian kinerja
dealer. Secara keseluruhan personnel control pada Bellagio adalah high dan cukup
baik, tetapi akan lebih biak lagi jika diadakan proses penilaian kinerja berdasarkan
skill dan kepuasan pelanggan terhadap dealer dan training yang mendukung
kemampuan dealer tersebut.
Semua karyawan kasino wajib memasukan nama, nomor jaminan sosial, posisi
yang dijabat, dan kapan tanggal karyawan tersebut dipekerjakan.
Namun yang menjadi masalahnya yaitu pernah terjadi didapati karyawan yang
kecanduan alkohol, obat-obatan dan perjudian. Jadi harus dilakukan pemeriksaan lebih
mendalam tentang kepribadian karyawan dan dilakukan secara rutin.
ANALISIS SWOT DARI HASIL PENELITAN
1. Bentuk pengendalian utama bagi Resort Bellagio Casino adalah untuk melacak setiap
permainan yang berlangsung di meja seperti yang management lakukan dengan mesin
slot, sebab mereka adalah mesin.
S= Pengendalian di mesin slot tepat waktu. Mesin tidak dapat melakukan kecurangan kecuali
jika bisa dikendalikan oleh operator. Mempercepat pengumpulan data penghasilan.
Mengurangi kecurangan yang dapat dilakukan manusia.
W= Jika terjadi kerusakan pada mesin, mesin perlu di service dengan membutuhkan waktu
lama. Sehingga mesin slot berkurang. Selain itu, adanya biaya yang harus dikeluarkan.
Apalagi jika terjadi kerusakan pada mesin yang tidak diketahui data yang dihasilkan menjadi
tidak akurat.
O= Jika management meminta data penghasilan, langsung dapat disediakan dari mesin slot
lebih cepat.
T= Mesin tidak bisa mengimprovisasi jika ada masalah yang di luar dugaan atau jarang
terjadi.

2. Mengaplikasikan sistem RFID yang lebih akurat. Karena sebelumnya tingkat


keakuratan hanya 75%.
S= Melacak setiap transaksi oleh setiap pelanggan pada meja permainan lalu mendapat
banyak informasi yang akan sangat berarti untuk tujuan pengambilan keputusan. RFID
memungkinkan kasino kemampuan untuk mendeteksi chip palsu dan menentukan kesalahan
penghitungan dealer.
W= Biaya yang dikeluarkan relatif mahal sehingga dikhawatirkan biaya lebih besar dari
manfaat. Mengganggu tingkat kenyaman pelanggan dan tingkat privasinya (mengurangi
kenikmatan pelanggan).
O= Jika adanya tindakan kriminal dari pelanggan yang dapat mengancam keberlangsungan
bisnis dapat segera terlacak atau terdeteksi data pelanggannya.
T= Sistem RFID bisa dibobol dan membocorkan kepada orang-orang yang tidak memiliki
autoritas.

3. Penggunaan CCTV yang terlatih pada setiap meja permainan dan mencakup dari
setiap inci persegi dari lantai kasino.
S= Memiliki fungsi sebagai pengawasan. Memiliki fungsi untuk pengarsipan rekaman. Serta
bisa menjadi bukti dalam suatu kejadian.
W= CCTV hanya memantau saja, tidak bisa mendeteksi kejadian. Karena CCTV tidak bisa
mengambil tindakan langsung. Rekaman CCTV juga bisa dimanipulasi dengan cara ditutupi
CCTVnya.
O= Jika ada pencurian atau kecurangan dapat dideteksi dengan melihat monitor CCTV.
T= CCTV bisa dirusak atau dibobol oleh orang-orang yang tidak memiliki autoritas.

4. Menggunakan mesin pengocok otomatis


S= Menghindari penipuan yang dilakukan oleh bandar yang bekerja sama dengan pelanggan
dengan cara melakukan stimulasi pengocokan kartu.
W= Mesin harus diprogram , tidak bisa tidak diawasi. Jadi tetap harus ada orang yang
mengawasi.
O= Mengurangi pegawai yang melakukan pengocokan kartu.
T= Dapat dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kesimpulan
1) Semua prosedur pengendalian, baik pengendalian hasil, pengendalian tindakan,
maupun pengendalian personel/kultural harus didukung dengan formulir yang jelas
untuk proses dokumentasi.
2) Perusahaan seharusnya melakukan pelatihan baik secara formal maupun informal
untuk Bandar yang tingkat kinerjanya menurun. Hal ini dimaksudkan untuk
memunculkan kembali motivasi Bandar, mengingat pekerjaan ini membutuhkan
keterampilan yang cukup sulit.
3) Pemberian bonus berupa uang sebaiknya diberlakukan untuk semua karyawan dengan
indicator yang jelas.
4) Menerapkan reward kepada semua karyawan yang mendapatkan achievement dan
memberikan punishment kepada semua karyawan yang didapati kesalahan dalam
bekerja.
5) Pengendalian hasil yang ketat dapat menimbulkan behavioral dispacement,
gamesmanship dan negative attitude. Oleh karena itu, selain pengendalian hasil yang
ketat bellagio casinno resort juga harus memastikan proses yang terjadi selama
aktivitas bisnis berlangsung berjalan dengan baik.