Anda di halaman 1dari 3

Sambutan Direktur RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

Assalamu alaykum warahmatullahi wabarakatuh


Yang kami hormati dan banggakan
1. Gubernur Kalimantan Timur Bapak DR. Awang Faroek Ishak
2. Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan Kemenkes RI Ibu dr. Tri
Hesty, SpM
3. Dari Yayasan Kanker Indonesia Bapak H. Sjahrir Basran,
4. Para Narasumber :
-

Dr. Dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk

dr. Michel Resbeut, France

dr. Hussein S. Kartamihardja

5. Para sejawat peserta symposium hari ini


6. Bapak dan Ibu undangan lainnya
Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena pada hari
ini kita masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk hadir pada acara
symposium yang sangat bermanfaat untuk kita semua sebagai upaya
peningkatan kualitas kesehatan di Kalimantan Timur,. Acara symposium
seperti ini secara rutin dilaksanakan sejak Tahun 2013 dalam rangka
HUT RSUD AW Sjahranie. Pelaksanaan Symposium

kami dibagi 2

yaitu symposium ilmiah untuk praktisi kesehatan dan juga symposium


awam untuk masyarakat umum agar mendapatkan informasi dari para
ahli.
Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie saat ini mendapat apresiasi
sangat besar dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian
Kesehatan, dimana pada bulan februari 2014 RSUD AW Sjahranie
berhasil membuat sejarah dengan melakukan operasi bedah jantung
pertama kalinya sehingga ditetapkan sebagai centre ke 10 di Indonesia
(dimana hanya ada 3 RS diluar jawa) untuk pelayanan jantung terpadu
di Indonesia. Selanjutnya pada oktober 2014 ditetapkan Sebagai salah
satu dari 14 Rumah Sakit Rujukan Nasional di Indonesia (hanya 4 RS
diluar jawa dimana RSUD AW Sjahranie termasuk 3 RS milik

Pemerintah daerah dan yang lain adalah Rumah Sakit dibawah


Kementerian Kesehatan).
Hal ini tentu menjadi tantangan yang besar bagi RSUD AW
Sjahranie ke depan, dimana saat pelaksanaan Rapat Kerja Nasional
Kementerian Kesehatan di Jakarta pada bulan april 2016 dan RSUD
AW Sjahranie berpartisipasi sebagai salah satu dari 46 peserta
pameran nasional dari seluruh dinas kesehatan di Indonesia dan
beberapa Rumah Sakit Rujukan nasional dan RSUD menjadi salah satu
dari 4 peserta dari kriteria pelayanan kesehatan inovasi di Indonesia
mendapat amanah dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia untuk
bersiap menjadi Rumah Sakit Rujukan Kanker untuk wilayah tengah.
Penyakit kanker merupakan penyakit tidak menular yang ditandai
dengan adanya sel/jaringan abnormal yang bersifat ganas, tumbuh
cepat tidak terkendali dan dapat menyebar ke tempat lain dalam tubuh
penderita.
Data dari WHO menyebutkan bahwa Setiap tahun, 12 juta orang
di dunia menderita kanker dan 7,6 juta diantaranya meninggal akibat
kanker, terlebih untuk negara miskin dan berkembang kejadiannya akan
lebih cepat.
Sebagai mana diketahui bahwa sebelumnya kasus-kasus kanker
yang diterima di RSUD AW Sjahranie tidak bisa dilayani secara optimal
karena keterbatasan alat dan Sumber Daya Manusia. Pasien yang di
rujuk hanya bisa dilakukan tindakan operatif dan kemoterapi, namun
untuk kasus yang memerlukan tindakan lanjut seperti radioterapi di
rujuk ke beberapa Rumah Sakit besar seperti RSUP Wahidin di
Makassar, RSUD Soetomo di Surabaya ataupun ke RSUD Ulin di
Banjarmasin. Untuk deteksi awal pun kita masih membutuhkan
pengiriman sampel keluar dari RSUD AW Sjahranie.
Namun berkat dukungan Pemerintah Kalimantan Timur dalam hal
ini Bapak Gubernur Awang Faroek Ishak maka perlahan-lahan kendala
tersebut sudah bisa mulai diatasi. Dengan pembelian alat canggih untuk
deteksi awal kanker hingga pembelian alat radioterapi canggih yang
spesifikasinya paling bagus di Wilayah Kalimantan maka RSUD AW

Sjahranie bersiap untuk menjadi RS Rujukan Kanker Wilayah Tengah.


Ketersediaan SDM yang lebih kompeten juga sudah perlahan-lahan
juga terpenuhi.
Selain itu di RSUD AW Sjahranie juga sudah terbentuk Tim
Onkologi yang terdiri dari spesialis dengan berbagai ilmu dan dokter
umum yang rutin melakukan koordinasi terkait pelayanan kanker di
RSUD AW Sjahranie dan rutin melakukan diskusi kasus yang sedang
ditangani saat itu sehingga pasien bisa ditangani lebih komprehensif.
Tim ini juga sudah mengirim perwakilan untuk mengikuti workshop
Cancer registry yang bertujuan agar terdapat sistem registrasi kanker
untuk menghasilkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker yang
mewakili Indonesia dengan kualitas data yang baik sesuai standard
Internasional (WHO-IARC-IACR)
Salah satu upaya dalam meningkatkan pelayanan kepada
masyarakat secara umum, saat ini RSUD AW Sjahranie sedang
berproses

untuk

mendapatkan

sertifikat

paripurna

dari

Komite

Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dimana ini adalah pengakuan secara


Nasional dan Sertifikasi Akreditasi dari Badan Internasional yaitu JCI.
Saya mewakili seluruh manajemen dan staf mengucapan terima
kasih yang tidak ada habisnya kepada Bapak Gubernur atas
Kepercayaan dan perhatiannya yang sangat luar biasa kepada
perkembangan RSUD AW Sjahranie. Semoga ke depan harapan bapak
Gubernur dan Menteri Kesehatan agar RSUD AW Sjahranie bisa
menjadi Rujukan Nasional bukan hanya di wilayah tengah bisa
terwujud.
Demikianlah sambutan kami, mohon maaf jika ada salah kata dalam
penyampaian kami.
Billahi Taufik Wal hidayah
Assalamu Alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh