Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM

BIOLOGI DASAR

PERCOBAAN II
FOTOSINTESIS

NAMA

: WIDYA AULIYA

NIM

: H31114316

GOL/KLP

: H5/II

TANGGAL PERCOBAAN : 21 AGUSTUS 2014


ASISTEN

: SARTIKA M

LABORATORIUM BIOLOGI DASAR


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2014

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang
berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organik
H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya.
Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu
pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari (Kimball,
2002).
6H2O +6O2

C6H12O6

6CO2

Fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan energi yang tidak
henti-hentinya, sumber energi ini tersimpan dalam molekul-molekul organik
seperti karbohidrat. Organisme heterotrofik hidup dan tumbuh dengan
memasukkan molekul-molekul organik ke dalam sel-selnya. Satu-satunya sumber
molekul bahan bakar yang menjadi tempat bergantung seluruh kehidupan ialah
fotosintesis. Proses ini berlangsung di dalam jasad berfotosintesis, termasuk jasad
tumbuhan tinggi, tumbuhan pakis, lumut, ganggang (ganggang hijau, biru, merah,
dan coklat), berbagai jasad renik dll (Malcome,1990).
Pada percobaan ini terdapat dua kegiatan yaitu uji sachs untuk mengetahui
apakah tanpa cahaya daun tidak berfotosintesis, dan ingenhousz untuk mengetahui
hubungan intensitas cahaya dengan laju fotosintesis.

I.2 Tujuan Percobaan

Tujuan dari percobaan fotosintesis ini yaitu:


a. Percobaan Sachs untuk membuktikan bahwa dalam proses fotosintesis
b.

dihasilkan glukosa.
Percobaan Ingenhousz untuk membuktikan bahwa proses fotosintesis
melepaskan O2 atau oksigen.

I.3 Waktu dan Tempat Percobaan


Waktu dan tempat percobaan ini yaitu pada percobaan Sachs dilaksanakan
pada hari Selasa tanggal 21 Oktober 2014 dari pukul 10.45 - 13.45 wita.
Bertempat di Laboratorium Biologi Dasar, Jurusan Biologi, Fakultas
Matekatika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin,
Makassar, dan pada percobaan Ingenhousz dilaksanakan pada hari Selasa
tanggal 21 Oktober 2014 dari pukul 10.45 - 13.45 wita. Bertempat di
Pelantaran Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Suatu sifat fisiologi yang hanya dimiliki khusus oleh tumbuhan ialah
kemampuannya untuk menggunakan zat-karbon dari udara untuk diubah menjadi
bahan organik serta diasimilasikan di dalam tubuh tanaman. Peristiwa ini hanya
berlangsung cukup cahaya dan oleh karena itu maka asimilasi zat-karbon disebut
juga fotosintesis. Lengkapnya adalah bahwa fotosintesis atau asimilasi zat-karbon
itu suatu proses di mana zat-zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil diubah
menjadi zat organik karbohidrat dengan pertolongan cahaya matahari.
Pengubahan energi sinar menjadi energy kimia (karbohidrat) dan kemudian
pengubahan energi kimia menjadi energi kerja pada peristiwa pernefasan dalam
tubuh tumbuhan merupakan rangkaian proses kehidupan di dunia ini
(Dwidjoseputro,1996).
Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini
menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil
yang terdapat dalam kloroplas. Seperti halnya mitokondria, kloroplas mempunyai
membran luar dan membran dalam. Membran dalam mengelilingi suatu stroma
yang mengandung enzim-enzim tang larut dalam struktur membran yang disebut
tilakoid. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air
(H2O), konsentrasi CO2, suhu, umur daun, translokasi karbohidrat dan
cahaya yang diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. Tanpa adanya cahaya
matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses fotosintesis, hal ini
disebabkan klorofil yang berada didalam daun tidak dapat menggunakan cahaya

matahari karena klorofil hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari
(Dwidjoseputro, 1996).
Faktor yang Mempengaruhi Fotosintesis (Malcome,1990).
1. Faktor Lingkungan
a. Intensitas cahaya dan lamanya pencahayaan
Semakin tinggi intensitas cahaya matahari, aktivitas fotosintesis akan
semakin tinggi. Hal tersebut terjadi jika ditunjang oleh tersediannya CO2, H2O,
serta kondisi suhu. Kenaikan aktivitas fotosintesis tidak terus berlanjut tetapi
berhenti sampai batas suatu kondisi karena tumbuhan memiliki batas kemampuan
tertentu.
b. Konsentrasi Karbon Dioksida
Semakin banyak karbon dioksida di udara, makin banyak jumlah bahan
yang dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.
c. Suhu

Fotosintesis merupakan reaksi yang memerlukan enzim, sedangkan kerja


enzim dipengaruhi oleh suhu. Suhu optimum fotosintesis sekitar 28oC-30oC.
d. Kadar air
Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan penghambatan saat
pembentukan C6H12O6, pembentukan klorofil , dan aktivitas fotosintesis.
Kurangnya air juga menyebabkan kerusakan klorofil sehingga daun menjadi
berwarna kuning.
Faktor Hereditas
Faktor hereditas merupakan faktor yang paling menentukan terhadap
aktivitas fotosintesis. Tumbuhan memiliki kebutuhan yang berbeda terhadap
kondisi lingkungan untuk menjalankan kehidupan yang normal. Tumbuhan yang

berbeda jenis dan hidup pada lingkungan yang sama memiliki perbedaan pada
aktivitas fotosintesisnya. Keadaan tersebut disebabkan adanya perbedaan factor
genetic atau hereditas(Malcome,1990).
Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam
fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul
penyimpan energi Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi
karbon adalah melalui kemosintesis, yang dilakukan oleh sejumlah bakteri
belerang. Meskipun masih ada langkah-langkah dalam fotosintesis yang belum
dipahami, persamaan umum fotosintesis telah diketahui sejak tahun 1800-an.
Pada awal tahun 1600-an, seorang dokter dan ahli kimia, Jan van Helmont,
seorang Flandria (sekarang bagian dari Belgia), melakukan percobaan untuk
mengetahui faktor apa yang menyebabkan massa tumbuhan bertambah dari waktu
ke waktu. Dari penelitiannya, Helmont menyimpulkan bahwa massa tumbuhan
bertambah hanya karena pemberian air. Namun, pada tahun 1727, ahli botani
Inggris, Stephen Hales berhipotesis bahwa pasti ada faktor lain selain air yang
berperan. Ia mengemukakan bahwa sebagian makanan tumbuhan berasal dari
atmosfer dan cahaya yang terlibat dalam proses tertentu. Pada saat itu belum
diketahui bahwa udara mengandung unsur gas yang berlainan (Anonim, 2014).
Pada tahun 1778, Jan Ingenhousz, dokter kerajaan Austria, mengulangi
eksperimen Priestley. Ia memperlihatkan bahwa cahaya matahari berpengaruh
pada tumbuhan sehingga dapat "memulihkan" udara yang "rusak". Ia juga
menemukan bahwa tumbuhan juga 'mengotori udara' pada keadaan gelap sehingga
ia lalu menyarankan agar tumbuhan dikeluarkan dari rumah pada malam hari
untuk mencegah kemungkinan meracuni penghuninya (Anonim, 2014).

Akhirnya di tahun 1782, Jean Senebier, seorang pastor Perancis,


menunjukkan bahwa udara yang dipulihkan dan merusak itu adalah karbon
dioksida yang diserap oleh tumbuhan dalam fotosintesis. Tidak lama kemudian,
Theodore de Saussure berhasil menunjukkan hubungan antara hipotesis Stephen
Hale dengan percobaan-percobaan "pemulihan" udara. Ia menemukan bahwa
peningkatan massa tumbuhan bukan hanya karena penyerapan karbon dioksida,
tetapi juga oleh pemberian air. Melalui serangkaian eksperimen inilah akhirnya
para ahli berhasil menggambarkan persamaan umum dari fotosintesis yang
menghasilkan makanan seperti glukosa (Anonim, 2014).
Orang yang pertama kali menemukan fotosintesis adalah Jan Ingenhousz.
Fotosintesis merupakan suatu proses yang penting bagi organisme di bumi,
dengan fotosintesis ini tumbuhan menyediakan bagi organisme lain baik secara
langsung maupun tidak langsung. Jan Ingenhosz melakukan percobaan dengan
memasukkan tumbuhan Hydrilla verticillata ke dalam bejana yang berisi air.
Bejana gelas itu ditutup dengan corong terbalik dan diatasnya diberi tabung reaksi
yang diisi air hingga penuh, kemudian bejana itu diletakkan di terik matahari. Tak
lama kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan air itu yang menandakan
adanya oksigen (Kimball, 2002).
Pada tahun 1860, Sach membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan
amilum. Dalam percobaannya tersebut ia mengguanakan daun segar yang
sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus,
dimasukkan kedalam alkoholdan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa
warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan
adanya amilum (Malcome, 1990).

Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang terdapat di alam sebagai


molekul yang kompleks dan besar. Karbohidrat sangat beraneka ragam contohnya
seperti sukrosa, monosakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah
karbohidrat yang paling sederhana. Monosakarida dapat diikat secara bersamasama untuk membentuk dimer, trimer dan lain-lain. Dimer merupakan gabungan
antara dua monosakarida dan trimer terdiri dari tiga monosakarida (Kimball,
2002).
Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik (glukosa) dari zat
anorganik (CO2 dan H2O) dengan bantuan energi cahaya matahari. Dalam proses ini
energi radiasi diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang
selanjutnya akan digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi glukosa. Maka persamaan
reaksinya dapat dituliskan (Anonim, 2014) :
6CO2 + 6H2O cahaya matahari + klorofil

C6H12O6 + 6O2 + Energi

Berdasarkan penelitian sebelumnya dapat disimpulkan bahwa jumlah CO2


yang dipakai oleh mikroalga untuk berfotosintesis sebanding dengan jumlah
materi organik C6H12O6 yang dihasilkan. Dengan kata lain, reaksi ini merupakan
reaksi elementer. Dalam peristiwa ini ada dua proses yang terjadi yaitu absorpsi
CO2 oleh media kultur air laut dan reaksi fotosintesis. Akan tetapi karena media
kultur sudah dijenuhkan dengan CO2 terlebih dahulu, maka yang mengontrol
proses secara keseluruhan adalah reaksi kimia (Elida dan Ade, 2012).
Gas karbondioksida adalah penyumbang terbesar gas rumah kaca
dibandingkan gas lainnya. Untuk menanggulangi dan mencegah dampak
pemanasan global ada beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain penggunaan
biofuel menggantikan bahan bakar konvensional seperti batubara dimana gas

buang pabrik yang menggunakan batubara mengandung CO2 jauh lebih tinggi
dibandingkan yang menggunakan biofuel, penghematan bahan bakar minyak
sehingga konsumsi energi menurun, yang akhirnya mengurangi laju produksi
bahan bakar, serta penyerapan gas CO2 menggunakan bahan kimia dan tanaman
(Elida dan Ade, 2012).
Beberapa penelitian menyelidiki bahwa gas CO2 dari limbah pabrik
digunakan mikroalga dalam berfotosintesis untuk produksi biomassa. Produk
fotosintesis tersebut dapat digunakan untuk pakan ternak, pengganti tumbuhan
hijau, makanan kesehatan, makanan suplemen serta makanan pewarna (Agus, dan
Gatut 2013).
Sebagian besar mikroorganisme fotosintetik menggunakan air sebagai
sumber elektron, sinar matahari sebagai sumber energi dan CO2 sebagai sumber
karbon. Produk yang dihasilkannya berupa oksigen, karbohidrat, protein, dan lipid
yang terkandung dalam selnya. Mikroorganisme fotosintetik ini lebih efisien
dibandingkan organisme tingkat tinggi/ pohon atau tebu dalam mengkonversikan
energi matahari menjadi biomssa dan oksigen. Hal ini disebabkan struktur
sederhana selluler, pasokan CO2 yang tersedia dan nutrisi yang dilarutkan (Agus,
dan Gatut, 2013).
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses penyerapan CO2 dan perolehan
biomassa sudah diteliti dan dipublikasikan. Pengaruh konsentrasi CO2 umpan dan
intensitas cahaya yang diberikan terhadap perolehan biomassa sudah diteliti. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi umpan CO2 maksimum adalah 15%
dan intensitas cahaya yang terbaik adalah 6000 lux. Penyerapan CO2 bervariasi
dari 12 sampai 58% (Elida, dan Ade, 2012).

Hingga sekarang fotosintesis masih terus dipelajari karena masih ada


sejumlah tahap yang belum bisa dijelaskan, meskipun sudah sangat banyak yang
diketahui tentang proses vital ini. Proses fotosintesis sangat kompleks karena
melibatkan semua cabang ilmu pengetahuan alam utama, seperti fisika, kimia,
maupun biologi sendiri. Pada tumbuhan, organ utama tempat berlangsungnya
fotosintesis adalah daun. Namun secara umum, semua sel yang memiliki kloroplas
berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. Di organel inilah tempat
berlangsungnya fotosintesis, tepatnya pada bagian stroma. Hasil fotosintesis
(disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu.
Pada dasarnya, rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian
utama: reaksi terang yang memerlukan cahaya dan reaksi gelap yang tidak
memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida (Anonim, 2014).
Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum), sedangkan reaksi
gelap terjadi di dalam stroma. Dalam reaksi terang, terjadi konversi energi cahaya
menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2). Sedangkan dalam reaksi
gelap terjadi seri reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan
energi (ATP dan NADPH). Energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini
diperoleh dari reaksi terang (Anonim, 2014).
Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari. Reaksi gelap
bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi
molekul gula. Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan, hanya panjang
gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis, yaitu
panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (Anonim, 2014).

BAB III
METODE PERCOBAAN
III.1 Alat
Alat- alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu: penjepit (paper clip),
gelas piala, kaki tiga, Bunsen (spiritus), tabung reaksi, dan corong.
III.2 Bahan
Bahan- bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu: tanaman berdaun
lebar, dalam hal ini mempergunakan daun mangga (Mangifera indica), tanaman
Hydrilla verticillata Hoyle, kertas timah (aluminium foil), alkohol 95%, indikator
JKJ, air dan air panas
III.3 Cara Kerja
III.3.1 Percobaan Sachs
1. Menutup sebagian dari permukaan daun mangga dengan menggunakan kertas
timah (aluminium foil) dan menjepit rapat daun tersebut dengan menggunakan
paper clip(penjepit. Melakukan proses ini saat permukaan daun belum terkena
sinar matahari (sebaiknya dilakukan sebelum jam 06.00 )
2. Memetik daun percobaan tersebut dan memasukkan atau mencelupkan ke
dalam air mendidih selama 120 menit hingga daun tersebut menjadi layu
3. Mengangkat daun tersebut menggunakan penjepit dan mencelupkannya
kedalam alcohol mendidih selama 3 menit
4. Mengangkat daun tersebut dan mencelupkannya kembali kedalam larutan JKJ
selama 5 menit, selanjutnya mengangkat kembali daun tersebut dan
membilasnya dengan menggunakan air yang mengalir agar sisa larutan JKJ
hilang
5. Mengamati perubahan warna pada daun

III.3.2 Percobaan Ingenhous


1. Mengisi gelas piala dengan air kemudian memasukkan Hydrilla verticillata ke
dalamnya
2. Memasukkan corong terbalik ke dalam gelas piala sedemikian rupa sehingga
Hydrilla verticillata semuanya berada di bawah corong
3. Menutup pangkal corong tersebut dengan tabung reaksi terbalik yang berisi
sejumlah air
4. Menempatkan percobaan ini dibawah matahari dan mengamati gelembunggelembung udara yang terbentuk di dasar tabung reaksi setiap 5 menit sekali

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. 1 Hasil
IV.1.1 Hasil Percobaan Sachs

Keterangan :
a. Membungkus daun mangga dengan aluminium foil dan dijepit rapat sebagian
permukaan daun. Tujuannya untuk menghambat terjadinya fotosintesis,
karena aluminium foil bertujuan untuk memantulkan cahaya.
b. Melepaskan daun mangga yang dibungkus aluminium foil, dan
memanaskannya dengan air mendidih 120oC.
c. Mengambil mangga yang telah dicelupkan kedalam air mendidih
d. Mencelupkan daun mangga kedalam larutan alkohol mendidih beberapa saat,
hal ini berfungsi melarutkan klorofil pada daun
e. Membilas air daun sampai bersih
f. Mencelupkan lagi daun mangga kedalam larutan JKJ secara merata
g. Mengamati perubahan warna yang terjadi pada daun mangga, apabila
berwarna hitam atau biru tua berarti mengandung amilum.
h.

IV.1.2 Hasil Percobaan Ingenhouz


Tanaman Hydrilla sebelum terkena cahaya matahari

Keterangan :
1.
2.
3.
4.
5.

Tabung rekasi
Gelas piala
Corong
Hydrilla Verticillata
Air

Tanaman Hydrilla setelah terkena cahaya matahari

Keterangan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tabung rekasi
Gelas piala
Corong
Hydrilla Verticillata
Air
Gelembung

Waktu

Jumlah Gelembung Dalam

Keterangan

(menit)
0
5
10
15
20
25

Ruangan
Tidak ada
2
7
35
48
53

+
+
++
+++
++++

Waktu

Jumlah Gelembung Luar Ruangan

Keterangan

(menit)
0
5
10
15
20
25

Tidak ada
8
3
5
4
2

++
+
++
++
+

IV. Pembahasan
Dari dua percobaan di atas yang bertujuan untuk membuktikan proses
fotosintesis akan menghasilkan glukosa dan proses fotosintesis melepaskan O2
atau oksigen akan kami bahas sebagai berikut.
A. Percobaan Ingenhousz
Gelas piala yang berisi air di masukkan hydrilla ke dalamnya kemudian
masukkan corong secara terbalik sehingga semua Hydrilla verticillata tepat
berada di bawah corong. Lalu corong tersebut di tutup pangkalnya dengan
tabung reaksi yang berisi air. Kemudian percobaan ini di tempatkan di bawah
matahari. Setelah itu kami mengamati apakah terdapat gelembung-gelembung
pada tabung reaksi.
Pada percobaan yang telah kami lakukan, dapat di lihat bahwa pada menit 010 terdapat sedikit gelembung, pada menit 10-20 terdapat banyak gelembung,
pada menit 20-30 terdapat sangat banyak gelembung begitupun pada menit
30-40 terdapat sangat banyak gelembung.
Proses fotosintesis hanya dapat berlangsung pada tumbuhan yang
mengandung klorofil contohnya pada percobaan ini yaitu tanaman Hydrilla
verticillata.

B. Percobaan Sachs
Pada percobaan ini bahan yang di gunakan adalah daun mangga Mangifera
indica. Sebelum percobaan ini di lakukan, kira-kira satu minggu sebelumnya
daun mangga Mangifera indica di tutup bagian tengahnya dengan kertas timah
lalu di jepit dengan jepitan kertas agar bagian tersebut tidak terkena sinar
matahari sehingga pada bagian daun mangga tersebut tidak akan berlangsung
proses fotosintesis.
Pada saat percobaan sachs, daun mangga tersebut di petik kemudian kertas
timahnya di buka. Langkah pertama yang dilakukan yaitu daun mangga di
masukkan ke dalam air mendidih agar sel-selnya mati. Kemudian setelah itu
daun tersebut di masukkan dalam alkohol mendidih agar klorofil yang
dikandung daun tersebut meluruh. Setelah di masukkan dalam alkohol daun
tersebut akan terlihat pucat karena klorofilnya telah larut. Kemudian daun
tersebut di masukkan dalam larutan JKJ lalu di bilas dengan air . Perendaman
pada larutan JKJ di maksudkan untuk menguji adanya amilum pada daun.
Apabila setelah di masukkan dalam JKJ bagian daun tersebut berwarna hijau
berbintik hitam maka pada daun tersebut terdapat amilum.
Dari hasil percobaan kami daun tersebut pada semua bagiannya berwarna
hijau berbintik hitam karena masih terdapat amilum. Percobaan kami ini gagal
di karenakan daun mangga yang kami tutupi kertas timah tidak rapat dan
daunnya sudah tua sehingga proses fotosintesis masih berlangsung.

BAB V
PENUTUP

V.1. Kesimpulan
Berdasarkan dua percobaan di atas dapat kita simpulkan bahwa
fotosintesis adalah suatu proses pembentukan bahan organik dari bahan anorganik
dengan bantuan cahaya dan zat hijau daun (klorofil).
Pada proses fotosintesis intensitas cahaya dan konsentrasi CO2 akan sangat
berpengaruh. Hasil dari fotosintesis adalah glukosa dan oksigen.
V. 2. Saran
Percobaan ini memerlukan pengamatan yang teliti, seperti saat
memperhatikan gelembung udara yang di hasilkan pada proses fotosintesis.
Sebelum melakukan percobaan sachs sebaiknya daun mangga yang di gunakan
sebagai bahan praktikum harus benar-benar di bungkus kertas timah dengan baik
dan rapat agar percobaan tersebut memberikan hasil yang sesuai.

DAFTAR PUSTAKA

Choirul Arifin, Agus dan Yudoyono, Gatut April 2013, " Fiksasi CO2 oleh
Chlorella vulgaris sebagai Medium Pengkonversi dalam Bubble Column
Reactors ". Volume 3, http://scholar.google.co.id/citations?user id,
24Oktober 2014
Dwidjoseputro. 1996. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta:Gramedia Pustaka
Utama.
Kimball, John. 2002. Biologi Jilid 1 Edisi Kelima. Erlangga. Jakarta.
Malcome, 1990. Ringkasan Biologi. Ganeca Exact. Bandung.
Purba, Elida dan Citra, Khairunisa, Ade 2012, " Kajian Awal Laju Reaksi
Fotosintesis untuk Penyerapan Gas CO2 Menggunakan Mikroalga
Tetraselmis Chuii ". Volume 4, No. 1, https://www.google.com/search?
q=jurnal+fotosintesis, 24 Oktober 2014
.
Wikipedia. 2014. Fotosintesis. id.wikipedia.org. Diakses pada tanggal 24 Oktober
19.00 WITA