Anda di halaman 1dari 2

STANDAR OPERASIONAL

PROSEDUR

PEMERINTAH
KABUPATEN
MALANG

PENILAIAN PENGENDALIAN
PENYEDIAAN DAN PENGGUNAAN
OBAT
No. Dokumen
............................
.

No. Revisi
............................
.

Tgl. Mulai
berlaku
............................

Halaman

DINAS
KESEHATAN
PUSKEMAS
WAGIR

1 dari 2

Penanggung Jawab,

SOP
PENATALAKSANA
AN DERMATITIS
KONTAK IRITAN

Disusun
Pokja Yanis

Diperiksa
Koord. Manaj. Mutu

Disahkan,
Ka. PKM Wagir

Dr. Dyah Ayu


Ikeningrum
NIP.
198407212010012016

Ottik Franisca F,
A.Md.Farm.

Drg. Widodo Widjanarko


NIP.
196306151989011003

NIP.
198502252009042002

Pengertian

Dermatisis kontak iritan (DKI) adalah reaksi peradangan


kulit non-imunologik. Kerusakan kulit terjadi secara
langsung tanpa didahului oleh proses sensitisasi. DKI
dapat dialami oleh semua orang tanpa memandang
umur, jenis kelamin, dan ras. Penyebab munculnya
dermatitis jenis ini adalah bahan yang bersifat iritan,
misalnya bahan pelarut, deterjen, minyak pelumas,
asam, alkali, dan serbuk kayu yang biasanya
berhubungan dengan pekerjaan.

Tujuan

Menangani Dermatitis Kontak Iritan

III

Kebijakan

Sebagai pedoman penanganan Dermatitis Kontak Iritan

IV

Prosedur

1. Anamnesa
2. Pemeriksaan Fisik
3. Penegakan diagnosa : Penanganan Dermatitis Kontak Iritan
4. Tatalaksana
a. Keluhan
dapat
diatasi
dengan
pemberian
farmakoterapi, berupa:
1. Topikal (2x sehari)
Pelembab krim hidrofilik urea 10%.

Kortikosteroid
Desonid krim 0.05% (catatan: bila tidak tersedia
dapat digunakan fluosinolon asetonid krim
0.025%).
Pada kasus DKI kumulatif dengan manifestasi
klinis likenifikasi dan hiperpigmentasi, dapat
diberikan golongan betametason valerat krim
0.1% atau mometason furoat krim 0.1%).
Pada
kasus
infeksi
sekunder,
perlu
dipertimbangkan pemberian antibiotik topikal.
2. Oral sistemik
Antihistamin hidroksisin (2 x 1 tablet) selama
maksimal 2 minggu, atau
Loratadine 1x10 mg/ hari selama maksimal 2
minggu.
Pasien perlu mengidentifikasi faktor risiko, menghindari
bahan-bahan yang bersifat iritan, baik yang bersifat
kimia, mekanis, dan fisis, memakai sabun dengan pH
netral dan mengandung pelembab serta memakai alat
pelindung diri untuk menghindari kontak iritan saat
bekerja.
Buku Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas
Pelayanan Kesehatan Primer Edisi I tahun 2013
UGD, Rawat Jalan, Rawat Inap

Referensi
VI

Unit Terkait