Anda di halaman 1dari 2

3.

Hasil Praktikum
Tabel 3.1.
Setting time semen seng fosfat yang dimanipulasi sebagai basis
Berat
awal
(gram)

BUBUK
Berat
Akhir
(gram)

82,55 gr

CAIRAN
Berat
Akhir
Selisih
(gram)

Selisih

Berat
awal
(gram)

82,19 gr

0,36 gr

41,93 ml

41,81 ml

0,12 ml

82,18 gr

81,75 gr

0,43 gr

41,81 ml

41,69 ml

0,12 ml

81,75 gr

81,36 gr

0,39 gr

41,70 ml

41,61 ml

0,09 ml

RATA - RATA

0,39 gr

RATA - RATA

0,11 ml

Setting
Time
6 menit
5 menit
45 detik
4 menit
51 detik
5 menit
32 detik

Praktikum semen seng fosfat sebagai basis dengan perbandingan bubuk dan
cairan 1 sendok takar no.3 : 2 tetes cairan yang dilakukan sebanyak 3 kali. Dari total 3
percobaan dihasilkan rata-rata setting time 5 menit 32 detik dari rata-rata berat bubuk
0,39 gram dan berat rata-rata cairan 0,11 ml.
Tabel 3.2.
Setting time semen seng fosfat yang dimanipulasi sebagai Luting

Berat
awal
(gram)

BUBUK
Berat
Akhir
(gram)

gr
gr

CAIRAN
Berat
Akhir
Selisih
(gram)

Selisih

Berat
awal
(gram)

gr

0,36 gr

41,93 ml

41,81 ml

0,12 ml

6 menit

gr

0,43 gr

41,81 ml

41,69 ml

0,12 ml

2 menit
45 detik

RATA - RATA

0,393 gr

0,11 ml

5 menit
32 detik

RATA - RATA

Setting
Time

Praktikum semen seng fosfat sebagai luting dengan perbandingan bubuk dan
cairan 1 sendok takar no.3 : 3 tetes cairan yang dilakukan sebanyak 3 kali. Dari total 3
percobaan dihasilkan rata-rata setting time 14 menit 7 detik dari rata-rata berat bubuk
0,32 gram dan berat rata-rata cairan 0,18 ml
ANALISA HASIL PRAKTIKUM
Pada praktikum kali ini kami melakukan sebanyak 2 kali percobaan penggunaan semen seng
fosfat sebagai luting dan 3 kali percobaan penggunaan semen seng fosfat untuk basis.

Berdasarkan hasil praktikum di atas, dapat dilihat bahwa rata-rata waktu setting time pada
percobaan penggunaan semen seng fosfat sebagai basis lebih cepat dibandingkan dengan
rata-rata waktu setting time semen seng fosfat yang digunakan sebagai luting. Rata-rata
waktu setting time pada percobaan penggunaan semen seng fosfat sebagai basis adalah, 5
menit 32 detik sedangkan rata-rata setting time pada percobaan luting adalah 11 menit. Hal
ini dikarenakan liquid yang digunakan dalam percobaan basis lebih sedikit atau powder yang
digunakan lebih besar daripada yang digunakan dalam percobaan luting. Dengan kata lain,
perbandingan powder/liquid yang semakin besar inilah menyebabkan setting time pada
percobaan basis lebih cepat jika dibandingkan dengan percobaan luting . Setting time yang
lebih lama pada percobaan penggunaan luting ini berguna karena pada proses
penyemenan/luting, semen memang diharapkan memiliki flow yang baik dan diperlukan
waktu yang lebih lama agar semen tersebut mampu menjangkau hingga daerah marginal dari
suatu restorasi sebelum setting atau mengeras. Sedangkan pada percobaan basis, digunakan
perbandingan powder/liquid yang lebih besar sehingga didapatkan konsistensi yang lebih
kental dan diharapkan lebih kuat karena digunakan dibawah restorasi untuk melindungi pulpa
terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh panas, galvanic shock, dan iritasi kimia oleh bahan
restorasi yang sedang digunakan. Bahan yang digunakan untuk basis juga harus mempunyai
kekuatan yang cukup untuk menahan gaya kondensasi selama penempatan restorasi dan
untuk menahan adanya kepatahan yang ditimbulkan oleh tegangan induksi restorasi selama
pengunyahan