Anda di halaman 1dari 8

Robert Baden-Powell,

Baron Baden-Powell ke-1

Pendiri Kepanduan
Julukan

B-P

Dinas/caba

Tentara Britania

ng
Lama dinas

18761910

Pangkat

Letnan Jenderal

Komando

Chief of Staff, Perang Matabele Kedua (1896


1897),Pasukan Dragoon ke-5 di India(1897),
Inspektur Jenderal Kavaleri, Inggris(1903)

Perang

Perang Anglo-Ashanti,Perang Matabele Kedua,Siege of


Mafeking,Perang Boer Kedua

yang mengajar geometri di Universitas Oxford dan telah


memiliki empat anak dari kedua pernikahan sebelumnya.
Pada 10 Maret 1846 di Gereja St Lukas, Chelsea, Pendeta Powell
menikahi Henrietta Grace Smyth (3 September 1824 - 13
Oktober 1914), putri sulung Laksamana William Henry Smyth
dan 28 tahun lebih muda. Dengan begitu cepat
lahirlah Warington (awal 1847), George (akhir 1847), Augustus (
1849) dan Francis (1850). Setelah tiga anaknya meninggal
ketika masih sangat muda, mereka telah memiliki
Stephe, Agnes (1858) dan Baden (1860). Ketiga anak
termudanya dan Augustus sering sakit-sakitan. Pendeta Powell
meninggal ketika Stephe berusia tiga tahun, dan sebagai
penghormatan kepadanya serta untuk mengatur anak-anaknya
sendiri yang terpisah dari saudara dan sepupu, ibunya
(Henrietta Grace Smyth) mengubah nama keluarga menjadi
Baden-Powell. Selanjutnya, Stephe dibesarkan oleh ibunya,
seorang wanita yang berketatapan bahwa anak-anaknya harus
berhasil. Baden-Powell berkata tentang ibunya pada
tahun1933 Rahasia keberhasilan saya adalah ibu saya. [7][9][10]

Selepas bersekolah di Rose Hill School, Tunbridge Wells, Stephe


dianugerahi beasiswa untuk sekolah di Charterhouse.
Perkenalan

Keberadaannya di sana akan menjadi pengalaman yang sangat


penting, bukan hanya karena Baden-Powell berkesempatan
memimpin misi sulit di wilayah musuh, tetapi saat-saat itulah Ia
banyak mendapat inspirasi untuk membuat sistem pendidikan
kepanduan. Ia bergabung dengan tim pengintai (mata-mata) di
Lembah Matobo. Burnham mulai mengajari woodcraft kepada
Baden-Powell, keahlian yang juga memberikan inspirasi untuk
menyusun program/ kurikulum dan kode kehormatan
kepanduan. Woodcraft adalah keahlian yang banyak dikenal
dan dikuasai di Amerika, tetapi tidak dikenal di Inggris. Keahlian
itulah cikal bakal dari apa yang kiri sering disebut Ketrampilan
Kepramukaan.
Keduanya menyadari bahwa kondisi alam dan peperangan di
Afrika jauh berbeda dengan di Inggris. Maka mereka
merencanakan program pelatihan bagi pasukan tentara Inggris
agar mampu beradaptasi. Program pelatihan itu diberikan pada
anak-anak muda, isinya penuh dengan materi-materi tentang

eksplorasi, trekking, kemping dan meningkatkan kepercayaan


diri.
Saat itu juga merupakan kali pertama bagi Baden Powell
mengenakan topi khasnya (Burnham mirip topi koboi) sebagai
pengenal dan hingga kini masih digunakan oleh anggota
kepanduan di seluruh dunia. Selain itu, Baden-Powell juga
menerima sangkakala (terompet) kudu, peralatan dalam Perang
Ndebele. Terompet itu nantinya ditiup setiap pagi untuk
menjadi Pahlawan Nasional. Hal ini memberikan keuntungan,
karena buku kecil yang ditulisnya Aids to Scouting menjadi
terjual laris.
Sekembalinya ke Inggris, Ia melihat bukunya telah populer dan
banyak digunakan para guru untuk mendidik muridnya, dan
juga para pemuda yang aktif dalam organisasi. Karena itulah, Ia
diminta untuk menulis ulang bukunya tersebut agar mudah
dipahami oleh anak muda, terutama untuk anggota Boys
Brigade, sebuah orgaisasi kepemudaan yang besar dan
bernuansa militer. Baden-Powell mulai berpikir kemungkinan
hal ini bisa berkembang jauh lebih besar. Ia mulai mempelajari
materi lain yang bsa menjadi bahan pelajaran dalam
kepanduan.

Juli 1906, Ernest Thompson Seton mengirimi Baden-Powell


salinan bukunya yang berjudul The Birchbark Roll of the
Woodcraft Indians. Seton, adalah orang Kanada yang lahir di
Inggris dan tinggal di Amerika Serikat. Ia bertemu dengan
aden-Powell bulan Oktober 1906, dan mereka saling berbagi ide
tentang program pelatihan bagi pemuda. Tahun 1907, BadenPowell menulis draft buku berjudul Boy Patrols. Pada tahun
yang sama, untuk menguji idenya, Ia mengumpulkan 21
pemuda dengan latar belakan bermacam-macam (yang
diundang dari beberapa sekolah khusus laki-laki di London,
yakni Poole, Parkstone, Hamworthy, Bournemouth, dan Winton
Boys Brigade units) dan
petualangan-petualangan di alam terbuka, banyak pemuda
yang mulai membentuk kelompok kepanduan dan Baden-Powell
kebanjiran order untuk menjadi pembina kelompok-kelompok
itu. Mulai saat itulah Gerakan Kepanduan (Scout Movement)
mulai berkembang dengan pesat.
Setelah kembali, Baden-Powell mendapati buku panduan
ketentaraannya "Aids to Scouting" telah menjadi buku terlaris,
dan telah digunakan oleh para guru dan organisasi pemuda.
Kembali dari pertemuan dengan pendiri Boys' Brigade, Sir
William Alexander Smith, Baden-Powell memutuskan untuk
menulis kembali Aids to Scouting agar sesuai dengan pembaca

remaja, dan pada tahun 1907 membuat satu perkemahan


di Brownsea Island bersama dengan 22 anak lelaki yang
berlatar belakang berbeda, untuk menguji sebagian dari
idenya. Buku "Scouting for Boys" kemudian diterbitkan pada
tahun 1908 dalam 6 jilid.
Kanak-kanak remaja membentuk "Scout Troops" secara spontan
dan gerakan Pramuka berdiri tanpa sengaja, pada mulanya
pada tingkat nasional, dan kemudian pada tingkat
internasional. Gerakan pramuka berkembang seiring
dengan Boys' Brigade. Suatu pertemuan untuk semua pramuka
diadakan di Crystal Palace di London pada 1908, di mana
Baden-Powell menemukan gerakan Pandu Puteri yang pertama.
Pandu Puteri kemudian didirikan pada tahun 1910 di bawah
pengawasan saudara perempuan Baden-Powell,Agnes BadenPowell.
Walaupun dia sebenarnya dapat menjadi Panglima Tertinggi,
Baden Powell memuutuskan untuk berhenti dari tentara pada
tahun 1910 dengan pangkat Letnan Jendral menuruti
nasihat Raja Edward VII, yang mengusulkan bahawa ia lebih
baik melayani negaranya dengan memajukan gerakan
Pramuka.
Pada Januari 1912 Baden-Powell bertemu calon isterinya Olave
Soames di atas kapal penumpang (Arcadia) dalam perjalanan
ke New York untuk memulai Lawatan Pramuka Dunia. Olave
berusia 23, Baden-Powell 55, dan mereka berkongsi tanggal
lahir. Mereka bertunangan
Baden-Powell memiliki tiga anak, satu laki-laki (Peter) dan dua
perempuan. Pada tahun 1941 Peter meneruskan gelar BadenPowell barony.

Arthur Robert Peter (Peter), menyandang gelar Baron


Baden-Powell ke-2 (19131962). Ia menikah dengan Carine
Crause-Boardman pada tahun 1936, dan memiliki tiga
anak: Robert Crause, later 3rd Baron Baden-Powell; David
Michael (Michael), current heir to the titles, and Wendy.

Heather Grace (19151986), ia menikah dengan John King


dan memiliki dua anak: Michael, wafat ketika insiden
tenggelamnya SS Heraklion, dan Timothy;

Betty (19172004), ia menikah dengan Gervas Charles


Robert Clay pada tahun 1936 dan mempunyai seorang anak
perempuan: Gillian, dan tiga anak laki-laki: Robin, Nigel and
Crispin.

Pada suatu ketika, saudara perempuan Olave bernama Auriol


Davidson alias Soames meninggal pada tahun 1919, Olave dan
Robert mengambil tiga keponakan, Christian (19121975),
Clare (19131980), dan Yvonne, (19181995?), dalam keluarga
mereka dan menganggap mereka sebagai anak mereka sendiri.
[19]

Pada tahun 1939, Baden-Powell dan Olave pindah ke


Nyeri, Kenya, dekat Gunung Kenya, di mana ia sebelumnya
telah beristirahat. Sebuah rumah sebesar ruangan kecil, yang
dinamakan Paxtu, berlokasi di kawasan Hotel Outspan,
milik Eric Sherbrooke Walker, sekretaris pribadi pertama BadenPowell dan salah satu inspektur kepanduan pertama. [7] Walker
juga memiliki Treetops Hotel, kira-kira sejauh 17 km
dari pegunungan Aberdare, sering dikunjungi oleh Baden-Powell
and masyarakat Happy Valley set. Pondok Paxtu disatukan ke
dalam bangunan Hotel Outspan dan berfungsi sebagai museum
kepanduan kecil.Baden-Powell meninggal pada tanggal 8
Januari 1941 dan dimakamkan di pemakaman St. Peter, Nyeri.
[20]
Batu nisannya diberi tanda sebuah lingkaran dengan titik
ditengah "", yang merupakan tanda jejak yang berarti
"Kembali pulang" (Going home), atau "saya telah kembali
pulang" (I have gone home):[21] Ketika Olave istrinya wafat,
abunya dikirim ke Kenya dan dimakamkan disamping
suaminya. Kenya mendirikan sebuah monumen
nasional Makam Baden-Powell.

TUGAS AKHIR PRAMUKA


Biogafi Baden Powell

Anggota Sangga :
Ade Setiawan
Assyakur Prambudi
Azy Nurfitri
Deri Nopriandi
Feny pramadita
Juwita Gempita Sari
Lyza Andini
Nadya Lestari putri
Nurul Permata sari
Popi
Rina Kristiani
Risma Korselinda
Kelas : X Ipa 4