Anda di halaman 1dari 4

Gas Alam

Natural gas atau gas alam merupakan komponen yang vital dalam hal
suplai energi, dikarenakan karakteristiknya yang bersih, aman, dan paling efisien
dibandingkan dengan sumber energi yang lain. Karakterisik lain dari gas alam
pada keadaan murni antara lain tidak berwarna, tidak berbentuk, dan tidak berbau.
Selain itu, tidak seperti bahan bakar fosil lainnya, gas alam mampu menghasilkan
pembakaran yang bersih dan hampir tidak menghasilkan emisi buangan yang
dapat merusak lingkungan
Gas alam merupakan suatu campuran yang mudah terbakar yang tersusun
atas gas-gas hidrokarbon, yang terutama terdiri dari metana. Gas alam juga dapat
mengandung etana, propana, butana, pentana, dan juga gas-gas yang mengandung
sulfur. Komposisi pada gas alam dapat bervariasi.
Komponen utama dalam gas alam adalah metana (CH 4), yang merupakan
molekul hidrokarbon rantai terpendek dan teringan. Gas alam juga mengandung
sedikit molekul-molekul hidrokarbon seperti etana (C2H6), propana (C3H8), da
butana (C4H10).
Nitrogen, helium, karbon dioksida, hidrogen sulfida, dan air dapat juga
terkandung di dalam gas alam. Merkuri dapat juga terkandung dalam jumlah
kecil. Komposisi gas alam bervariasi sesuai dengan sumber ladang gasnya.
Gas alam dapat berbahaya karena sifatnya yang sangat mudah terbakar dan
menimbulkan ledakan. Gas alam lebih ringan dari udara, sehingga cenderung
mudah tersebar di atmosfer. Akan tetapi bila ia berada dalam ruang tertutup,
seperti dalam rumah, konsentrasi gas dapat mencapai titik campuran yang mudah
meledak, yang jika tersulut api, dapat menyebabkan ledakan yang dapat
menghancurkan bangunan. Kandungan metana yang berbahaya di udara adalah
antara 5 % hingga 15 %. Secara garis besar pemanfaatan gas alam dapat dibagi
atas 3 kelompok, yaitu :
1. Gas alam sebagai bahan bakar, antara lain sebagai bahan bakar
Pembangkit Listrik Tenaga Gas / Uap, bahan bakar industri ringan,
menengah, dan berat, bahan bakar kendaraan bermotor, sebagai gas
kota untuk kebutuhan rumah tangga hotel, restoran, dan sebagainya.

2. Gas alam sebagai bahan baku, antara lain bahan baku pabrik pupuk,
petrokimia, methanol, bahan baku plastik (LDPE, HDPE, PE, PVC),
C3 dan C4 nya untuk LPG, C02 nya untuk soft drink, dry ice,
pengawet makanan, hujan buatan, industri besi tuang, pengelasan dan
bahan pemadam api ringan.
3. Gas alam sebagai komoditas energi untuk ekspor, yakni LNG.
Teknologi mutakhir juga telah dapat memanfaatkan gas alam untuk Air
Conditioner (AC), seperti yang telah digunakan di Bandara Bangkok,
Thailand, dan beberapa bangunan gedung perguruan tinggi di
Australia.
Gas alam disediakan kepada pemakai terdiri dari sebagian besar metana
dan etana. Tetapi hidrokarbon-hidrokarbon yang berat harus dihilangkan. Pada
tahun 1937, 2370 juta cu.ft dari gas alam sudah di produksi. Dan produksi terbesar
terdapat di Texas, California, Lousiana, Oklahoma,dan Virginia (Leighou, 1942).
LNG (Liqufied Natural Gas)
LNG merupakan singkatan dari Liquefied Natural Gas atau bisa
diartikan sebagai gas alam yang di cairkan. Prinsip utama dari pencairan ini
adalah menurunkan suhu gas dari 22 oC menjadi -160 oC. Prinsip pencairan gas
alam ini adalah menurunkan suhu gas dengan proses pendinginan dan expansi
pada temperatur rendah sekali yang disebut cryogenic temperatur yaitu 160 oC
pada tekanan di bawah 1 atm.
Tujuan dari pencairan ini adalah untuk mempertinggi efesiensi
pengangkutan dan penyimpanan ( Loading & Storage ), karena volume gas
sebelum dan sesudah di cairkan adalah 620:1 artinya kita akan mendapatkan 1
cuft LNG jika kita mencairkan gas alam sebanyak 620 cuft. Pada masa-masa lalu
pemakaian gas alam sebagai sumber energi masih belum mendapat perhatian
karena kesulitan dalam pengangkutan dan penyimpanan.
LNG merupakan alternatif energi yang mempunyai prospek cukup baik
dewasa ini, karena hasil pembakarannya memiliki tingkat polusi yang rendah,
efisiensi pembakarannya cukup tinggi sehingga mudah dikontrol.(Arun.PT,2001)

Bagi masyarakat Indonesia, LNG merupakan sumber daya alam yang


potensial.Semula sumber daya alam ini berbentuk endapan gas bumi sangat luas
yang terpendam didalam perut bumi.Kemudian gas bumi tersebut diproses
menjadi bahan bakar cair.Tanpa LNG, gas bumi yang berjumlah ratusan triliyun
kaki kubik akan tetap terperangkap di dalam perut bumi. (Abdaoe,1996)
Gas alam selain mengandung gas-gas hidrokarbon juga mengandung
senyawa yang dapat mengkontaminasi seperti gas CO2 dan H2S, N2 serta uap air
dengan kadar CO2 sebesar 19,2 % volume dan uap air yang relatif besar
dibandingkan H2S sebesar 10 ppm dan N2 yang bernilai trace.
Pada umumnya gas yang diperoleh dari lapangan atau dari perut bumi,
masih mengandung gas-gas atau materi lain yang tidak diinginkan tersebut disebut
impurities atau zat pengotor.Gas CO2 dan H2S tergolong impurities yang sangat
merugikan. Gas CO2 akan membeku pada temperatur yang sangat rendah
sehingga menyebabkan pemampatan pada pipa-pipa atau tube-tube yang terdapat
pada alat pencairan gas alam.Sedangkan gas H2S sendiri merupakan gas berbau
dan beracun yang sangat korosif terhadap peralatan peralatan perpipaan di
pabrik.Sehingga kedua komponen ini harus dihilangkan dari dalam gas umpan.
Proses penyerapan dilakukan dengan menggunakan larutan Benfield,
untuk mengetahui seberapa besar efisiensi yang diberikan larutan benfield dalam
penyerapan gas CO2 dan H2S. Hal ini dikarenakan penyajian data yang akurat
dari hasil analisa laboratorium akan merupakan dasar operasional kilang sehingga
unit operasi dapat bekerja secara optimum.
LPG (liquefied petroleum gas)
LPG (liquefied petroleum gas) terdiri dari campuran utama propan dan
butan dengan sedikit persentase hidrokarbon tidak jenuh (propilen dan butilen)
dan beberapa fraksi C2 yang lebih ringan dan C5 yang lebih berat. Senyawa yang
terdapat dalam LPG adalah propan (C3H8), propilen (C3H6), normal dan iso-butan
(C4H10) dan Butilen (C4H8). LPG merupakan campuran dari hidrokarbon tersebut
yang berbentuk gas pada tekanan atmosfir, namun dapat diembunkan menjadi
bentuk cair pada suhu normal, dengan tekanan yang cukup besar. Walaupun

digunakan sebagai gas, namun untuk kenyamanan dan kemudahannya, disimpan


dan ditransport dalam bentuk cair dengan tekanan tertentu. LPG cair, jika
menguap membentuk gas dengan volum sekitar 250 kali.
Uap LPG lebih berat dari udara: butan beratnya sekitar dua kali berat
udara dan propan sekitar satu setengah kali berat udara. Sehingga, uap dapat
mengalir didekat permukaan tanah dan turun hingga ke tingkat yang paling rendah
dari lingkungan dan dapat terbakar pada jarak tertentu dari sumber kebocoran.
Pada udara yang tenang, uap akan tersebar secara perlahan. Lolosnya gas cair
walaupun dalam jumlah sedikit, dapat meningkatkan campuran perbandingan
volum uap/udara sehingga dapat menyebabkan bahaya. Untuk membantu
pendeteksian kebocoran ke atmosfir, LPG biasanya ditambah bahan yang berbau
(misal merkaptan). Harus tersedia ventilasi yang memadai didekat permukaan
tanah pada tempat penyimpanan LPG. Karena alasan diatas, sebaiknya tidak
menyimpan silinder LPG di gudang bawah tanah atau lantai bawah tanah yang
tidak memiliki ventilasi udara.