Anda di halaman 1dari 8

DRAFT

LAPORAN ANALISA KURIKULUM PROGRAN DIPLOMA-IV LANJUTAN


PROGRAM STUDI TEKNIK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA 2015

DAFTAR ISI

A. Latar Belakang
B. Analisa Kompetensi
I.
Peraturan Presiden Ri No.8 Tahun 2012 Tentang Kerangka Kualifikasi
II.

Nasional Indonesia.
Peraturan Menteri Pendidikaan Dan Kebudayaan Kebudayaan Republik

3
4
4

Indonesia Nomor 73 Tahun 2013 Tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi


Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi.
III.
Kurikulum Teknik Pembangkit Tenaga Listrik berbasis KKNI 2012.
IV. Kurikulum Teknik Konversi Energi berbasis KKNI 2012
C. Hasil analisa Kompetensi
D. Analisa Kurikulum
E. Kesimpulan
F. Referensi
G. Lampiran
1. Daftar Matakuliah Program Studi Teknik Pembangkit Tenaga Listrik
2. Daftar Matakuliah Program Studi Teknik Konversi Energi

5
6
6
6
7
7
8

A. Latar Belakang
Politeknik merupakan suatu instansi pendidikan yang berbasis pada ilmu terapan,
sehingga diharapkan lulusan Politeknik memiliki keterampilan yang lebih banyak
dibandingan dengan lulusan Universitas. Salah satu ilmu yang paling diminati, paling
berkembang dan menjadi trend saat ini ialah ilmu pembangkitan tenaga listrik, terlebih
dengan program pembangungan pembangkitan berkapasitas 10.000 MW tahap II dan 35.000
2

MW pada beberapa tahun yang akan datang. Hal tersebut menyebabkan meningkatkan
permintaan industri pembangkit kepada institusi pendidikan, khususnya Politeknik untuk
mencetak lulusan yang terampil dalam bidang ini.
Salah satu program studi yang berkaitan dengan industri pembangkitan tenaga listrik
ialah Teknik Konversi Energi. Teruntuk Politeknik Negeri Jakarta, program studi ini hanya
terbatas pada jenjang pendidikan Diploma-III, namun kenyataannya adalah banyak alumni
dari program studi ini yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang Diploma-IV/Strata-I.
Permasalahan timbul saat lulusan Diploma-III Teknik Konversi Enegi ingin melanjutkan
pendidikannya ke tingkat Diploma-IV/Strata-I. Permasalahan dikarenakan sedikitnya
perguruan tinggi negeri maupun swasta yang membuka pendaftaran ekstensi/sekolah lanjutan
bagi lulusan Diploma-III khusunya di bidang pembangkitan tenaga listrik.
Permasalahan kedua ialah eksistensi Politeknik, bagi lulusannya

yang

telah

menyelesaikan program S-1 Lanjutan di perguruan tinggi lain, lulusan tersebut jarang
menggunakan nama Politeknik sebagai almamaternya.
Diharapkan dengan adanya permasalahan-permasalahan di atas, Politeknik Negeri Jakarta
dapat membuka program Diploma-IV lanjutan Pembangkit Tenaga Listrik. Terlebih dengan
adanya contoh kasus pada alumni Teknik Konversi Energi bernama :
Ainun Nidhar (lulusan 2015)
M. Tri Winarko (lulusan 2015)
yang ingin mengabdikan diri sebagai tenaga penngajar (dosen) di program studi Teknik
Konversi Energi (Diploma-III) dan Teknik Pembangkit Tenaga Listrik (Diploma-IV), dan hal
ini menjadi bentuk regenerasi tenaga pengajar di Prodi tersebut.

B. Analisa Kompetensi
I.
Peraturan Presiden Ri No.8 Tahun 2012 Tentang Kerangka Kualifikasi
Nasional Indonesia.[1]
1. Pasai 2 : Jenjang dan penyetaraan
(1) KKNI terdiri atas 9 (sembilan) jenjang kualifikasi, dimulai dari jenjang 1
(satu) sebagai jenjang terendah sampai dengan jenjang 9 (sembilan) sebagai
jenjang tertinggi.
(2) Jenjang kualifikasi KKNI sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
a. jenjang 1 sampai dengan jenjang 3 dikelompokkan dalam jabatan
operator;

b. jenjang 4 sampai dengan jenjang 6 dikelompokkan dalam jabatan


teknisi atau analis;
c. jenjang 7 sampai dengan jenjang 9 dikelompokkan dalam jabatan ahli.
(3) Setiap jenjang kualifikasi pada KKNI mencakup nilai-nilai sesuai deskripsi
umum sebagaimana tercantum dalam LampiranPeraturan Presiden ini.
2. Pasal 5 : Penyetaraan capaian pembelajaran yang dihasilkan melalui pendidikan
dengan jenjang kualifikasi pada KKNI terdiri atas:
a. lulusan pendidikan dasar setara dengan jenjang 1;
b. lulusan pendidikan menengah paling rendah setara dengan jenjang 2;
c. lulusan Diploma 1 paling rendah setara dengan jenjang 3;
d. lulusan Diploma 2 paling rendah setara dengan jenjang 4;
e. lulusan Diploma 3 paling rendah setara dengan jenjang 5;
f. lulusan Diploma 4 atau Sarjana Terapan dan Sarjana paling rendah setara
dengan jenjang 6;
g. lulusan Magister Terapan dan Magister paling rendah setara dengan jenjang
8;
h. lulusan Doktor Terapan dan Doktor setara dengan jenjang 9;
i. lulusan pendidikan profesi setara dengan jenjang 7 atau 8;
j. lulusan pendidikan spesialis setara dengan jenjang 8 atau 9.

II.

Peraturan Menteri Pendidikaan Dan Kebudayaan Kebudayaan Republik


Indonesia Nomor 73 Tahun 2013 Tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi
Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi.[2]
Pasal 10
4

(4) Dalam menerapkan KKNI bidang pendidikan tinggi, perguruan tinggi


mempunyai tugas dan fungsi:
a) Setiap program studi wajib menyusun deskripsi capaian pembelajaran
minimal mengacu pada KKNI bidang pendidikan tinggi sesuai dengan
jenjang.
b) Setiap program studi wajib menyusun kurikulum, melaksanakan, dan
mengevaluasi pelaksanaan kurikulum mengacu pada KKNI bidang
pendidikan tinggi sesuai dengan kebijakan, regulasi, dan panduan tentang
penyusunan kurikulum program studi sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) huruf b.
c) Setiap program studi wajib mengembangkan sistem penjaminan mutu
internal untuk memastikan terpenuhinya capaian pembelajaran program
studi.
III. Kurikulum Pembangkit Tenaga Listrik berbasis KKNI 2012.[3]
1. Kurikulum 2014 Program Studi Teknik Pembangkit tenaga listrik berbasis KKNI
adalah kurikulum yang dijalankan Program Studi Pembangkit Tenaga Listrik
Jurusan Mesin Politeknik Negeri Jakarta.
2. Kurikulum 2014 Program Studi Pembangkit tenaga listrik berbasis KKNI sesuai
dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 Tentang
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesiadan Peraturan Menteri Pendidikan
Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2013 Tentang
Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan
Tinggi.
3. Kurikulum 2014 Program Studi Teknik Pembangkit tenaga listrik Berbasis KKNI
disusun oleh Staf Pengajar dan Staf Administrasi Program Studi Teknik
Pembangkit tenaga listrik Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Jakarta.

IV. Kurikulum Teknik Konversi Energi berbasis KKNI 2012.[4]


1. Kurikulum 2014 Program Studi Teknik Konversi EnergiBerbasis KKNI adalah
kurikulum yang dijalankan Program Studi Teknik Konversi EnergiJurusan Mesin
Politeknik Negeri Jakarta.
2. Kurikulum 2014 Program Studi Teknik Konversi EnergiBerbasis KKNI sesuai
dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 Tentang
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesiadan Peraturan Menteri Pendidikan
Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2013 Tentang
Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan
Tinggi.
5

3. Kurikulum 2014 Program Studi Teknik Konversi Energi Berbasis KKNI disusun
oleh Staf Pengajar dan Staf Administrasi Program Studi Teknik Konversi
EnergiJurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Jakarta.

C. Hasil analisa Kompetensi


Berdasarkan jenjang kualifikasi KKNI yang tercantum pada Peraturan Presiden Ri
No.8 Tahun 2012 Tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia pasal 5 butir e dan f,
maka untuk melanjutkan jenjang pendidikan dari D3 konversi Energi ke D4 Teknik
Pembangkit Tenaga Listrik cukup meningkatkan satu level jenjang kualifikasi yaitu dari
jenjang 5 ke jenjang 6.
D. Analisa Kurikulum
Berdasarkan kurikulum 2014 Program Dtudi D4 Teknik pembangkitan Tenaga Listrik
terdapat beberapa matakuliah yang menunjang kepada jenjang kualifikasi KKNI jenjang 6,
seperti ditunjukkan pada tabel di bawah :
Tabel matakuliah yang menunjang jenjang 6 kualifikasi KKNI
No.
1

Mata Kuliah
Pemeliharaan

Mekanik

Pembangkit

(Mech

SKS
4

Semester
6

Maintenance of Power Plant)


Pemeliharaan Listrik Pembangkit

(Electrical

3
4

Maintenance of Power Plant)


Metode Penelitian (Research Metodology)
Managemen
Perawatan
dan
Perbaikan

2
2

6
6

(Maintenance Management)
On Job Training

Keterangan

Bisa

tergantikan

dengan

matakuliah OJT dan matakuliah


Tugas Akhir di jenjang D3
6

Inspeksi Pembangkit Termal (Termal Power Plant

Inspection)
Inspeksi
Pembangkit

4
2
6
32

8
8
8

8
9
10

Fluida

(Hidropower

Inspection)
Efisiensi Pembangkit (Power Plant Efficiency)
Aset Managemen (Asset Management)
Skripsi (Final Project)
Total SKS

E. Kesimpulan
1. Untuk melanjutkan pendidikan dari Program Studi D-3 Konversi Energi ke Program
Studi D-4 Teknik Pembangkit Tenaga Listrik :
a. Berdasarkan analisa kompetensi maka perlu meningkatkan satu jenjang kualifikasi
KKNI yaitu dari jenjang 5 ke jenjang 6.

b. Berdasarkan analisa kurikulum untuk meningkatkan jenjang kualifikasi KKNI dari


jenjang 5 ke jenjang 6 perlu mengambil beberapa matakuliah dari semester 6
hingga semester 8 dengan jumlah SKS sebanyak 32 SKS.
c. Karena matakuliah yang diambil dari mulai semester 6, perkuliahan bisa dimulai
pada semester genap (semester 6).
2. Untuk matakuliah OJT bisa tidak diambil karena sudah tergantikan dengan
matakuliah OJT dan matakuliah Tugas Akhir Program D-3.
3. Tidak perlu dilakukan matrikulasi karena kurikulum Program Studi D-3 Konversi
Energi dengan Kurikulum Program Studi D-4 Teknik Pembangkit Tenaga Listrik
sudah cukup sinkron.

F. Referensi
1. Peraturan Presiden Ri No.8 Tahun 2012 Tentang Kerangka Kualifikasi Nasional
Indonesia.
2. Peraturan Menteri Pendidikaan Dan Kebudayaan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 73 Tahun 2013 Tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
Bidang Pendidikan Tinggi.
3. Kurikulum 2012 Program Studi Teknik Pembangkit Tenaga Listrik Jurusan Teknik
Mesin, Politeknik Negeri Jakarta.
4. Kurikulum 2012 Program Studi Teknik Konversi Energi Jurusan Teknik Mesin,
Politeknik Negeri Jakarta.