Anda di halaman 1dari 8

RS.

AT MEDIKA

HAND OFF PERAWAT RAWAT INAP


SAAT MENINGGALKAN TEMPAT SEMENTARA

No. Dokumen
Jl. Andi Djemma No.6
Kota Palopo
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN

Tanggal Terbit

No. Revisi
0

Halaman
1/1
Ditetapkan
Direktur

dr. Anton Yahya, M. Kes


Serah terima tanggung jawab asuhan keperawatan dan perawat yang akan
meninggalkan tempat untuk sementara kepada perawat yang diberikan

TUJUAN
KEBIJAKAN

tanggung jawab.
1. Untuk mempertahankan kesinambungan asuhan keperawatan.
2. Agar pasien tidak terbengkalai dan menghindari KTD
1. Kebijakan Direktur RS AT MEDIKA No. 127 / SKEP / DIR / RS ATM /
PLP / II /2015 tentang Kebijakan keselamatan pasien RSU AT
MEDIKA
2. Kebijakan Direktur RS AT MEDIKA No. 122 / SKEP / DIR / RS ATM /

PROSEDUR

PLP / II / 2015 tentang Komunikasi Efektif RSU AT MEDIKA.


1. Memilih/menentukan perawat yang akan diberi tangung jawab.
2. Perawat yang akan meninggalkan tempat untuk sementara waktu
menginformasikan kepada perawat pengganti sementara tentang :
Kondisi akhir pasien
Tindakan yang telah dan belum dilakukan
Pengobatan yang telah dan belum dilakukan
3. Setelah perawat yang meninggalkan tempat kembali, perawat yang diberi

UNIT TERKAIT

RS. AT MEDIKA

tanggung jawab melaporkan kembali tentang kondisi pasien seperti diatas.


Semua unit pelayanan perawatan di Rumah Sakit

HAND OFF PASIEN ANTAR PERAWAT

No. Dokumen

No. Revisi
0

Halaman
1/1

Jl. Andi Djemma No.6


Kota Palopo
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

dr. Anton Yahya, M. Kes


1. Serah terima tanggung jawab asuhan keperawatan dari shift jaga sebelumnya
ke shift jaga berikutnya
2. Pertukaran informasi sesuai otoritas dan responsibilitas untuk memastikan

TUJUAN

kesinambungan pelayanan dan keselamatan pasien selama serah terima.


Untuk memberi informasi yang akurat tentang perawatan (pasien), pengobatan

KEBIJAKAN

dan pelayanan, kondisi terkini dan tiap perubahan.


1. Kebijakan Direktur RS AT MEDIKA No. 127/SKEP/DIR/RS
ATM/PLP/II/2015 tentang Kebijakan keselamatan pasien RSU AT
MEDIKA
2. Kebijakan Direktur RS AT MEDIKA No. 122/SKEP/DIR/RS

PROSEDUR

ATM/PLP/II/2015 tentang Komunikasi Efektif RSU AT MEDIKA.


1. Mengucapkan salam dan memperkenalkan diri kepada pasien dan keluarga.
2. Memberikan informasi mengenai nama dokter yang merawat pasien.
3. Melakukan hand off dari jaga sebelumnya ke jaga berikutnya, menjelaskan
tentang:
Identitas pasien, minimal nama dan RM
Riwayat pasien: diagnose, obat yang telah dikonsumsi, penyakit dahulu,

UNIT TERKAIT

RS. AT MEDIKA

riwayat alergi
Situasi pasien saat ini meliputi terapi/obat dan hasil pemeriksaan

penunjang
Assessment: keadaan umum pasien, resiko yang dapat terjadi
Follow up: melaporkan instruksi dokter, konsul, rencana pemeriksaan,

observasi akhir dan rencana tindakan.


4. Setelah selesai hand off, petugas meninggalkan ruangan.
Semua unit pelayanan perawatan di Rumah Sakit

KOMUNIKASI VIA TELEPON

No. Dokumen
Jl. Andi Djemma No.6
Kota Palopo
Tanggal Terbit
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

No. Revisi
0

Halaman
1/1
Ditetapkan
Direktur

dr. Anton Yahya, M. Kes


Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang dilakukan secara akurat,
lengkap, dimengerti, tidak duplikasi dan tepat kepada penerima informasi untuk
mengurangi kesalahan dan untuk meningkatkan keselamatan pasien.
Komunikasi dapat menggunakan tulisan dan via telepon.
1. Sebagai acuan petugas dalam melaksanakan komunikasi efektif.
2. Agar tercapai sasaran kedua keselamatan pasien
1. Kebijakan Direktur RS AT MEDIKA No. 127 / SKEP / DIR / RS ATM
/ PLP / II / 2015 tentang Kebijakan keselamatan pasien RSU AT
MEDIKA
2. Kebijakan Direktur RS AT MEDIKA No.122 / SKEP / DIR / RS ATM
/ PLP / II / 2015 tentang Komunikasi Efektif RSU AT MEDIKA.
Metode Komunikasi Via Telepon
1. Tenaga kesehatan yang melaporkan kondisi pasien/hasil laboratorium
kepada DPJP menggunakan teknik komunikasi SBAR (SituationBackground-Assessment-Recommendation)
2. Ketika dokter member instruksi Via telepon maka tenaga kesehatan
menerapkan write down readback/TBK (Tulis Baca Kembali).
3. Petugas menuliskan instruksi dalam catatan formulir yang meliputi:
Tanggal dan jam pesan diterima.
Isi perintah (tulis lengkap, baca ulang-Eja untuk LASA/NORUM).
4. Petugas membacakan kembali instruksi tersebut kepada DPJP serta
menyebutkan nama, usia dan diagnosis.
5. Tulis nama dokter yang memberikan instruksi.
6. Tulis nama dan tanda tangan petugas yang menerima instruksi.
7. Konfirmasi dokter yang memberikan instrusi dengan menandatangani
sebagai tanda persetujuan dalam waktu 1x24jam
Metode Komunikasi Tertulis
1. Penulisan instruksi harus dilakukan secara lengkap, dapat terbaca
dengan jelas. Setiap penulisan instruksi harus disertai dengan nama dan
tanda tangan penulis, serta tanggal dan waktu penulisan instruksi.

2. Hindari penggunaan singkatan dan simbol yang berpotensi


menimbulkan masalah dalam penulisan instruksi dan dokumentasi
medis.

UNIT TERKAIT

Semua unit pelayanan perawatan di Rumah Sakit

AT MEDIKA

KOMUNIKASI EFEKTIF

No. Dokumen
Jl. Andi Djemma No.6
Kota Palopo
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN

Tanggal Terbit

No. Revisi
0

Halaman
1/2
Ditetapkan
Direktur

Dr. Anton Yahya, M. Kes


1. Komunikasi efektif adalah komunikasi yang dilakukan secara tepat
waktu,akurat,jelas,dan mudah dipahami oleh penerima,sehingga dapat
mengurangi tingkat kesalahan/kesalahpahaman.
2. Komunikasi melalui telepon menggunakan metode SBAR (Situation,
Background, Assesment, Recommendation), saat melaporkan/konsul ke
dokter.
3. Komunikasi melalui telepon menggunakan metode Write, Read, Repeat
Back/reconfirm saat menerima pesan atau instruksi.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melakukan komunikasi lisan
secara efektif sehingga meminimalkan salah pengertian/salah persepsi.
1. Kebijakan Direktur RS AT MEDIKA No. 127 /SKEP / DIR / RS ATM /
PLP / II / 2015 tentang Kebijakan keselamatan pasien RSU AT
MEDIKA
2. Kebijakan Direktur RS AT MEDIKA No. 122 / SKEP / DIR / RS ATM /
PLP / II / 2015 tentang Komunikasi Efektif RSU AT MEDIKA.

PROSEDUR

1. Prosedur komunikasi antar petugas medis dengan menggunakan SBAR :


1) Ucapkan salam sesuai waktu saat berkomunikasi
2) Bila komunikasi dilakukan melalui telepon, pastikan orang yang
dihubungi adalah yang benar dengan mengkonfirmasi namanya .
3) Jelaskan SITUATION (situasi atau kondisi yang dilihat pada pasien)
yang terjadi :
Sebutkan identitas petugas yang berbicara : nama, ruangan dan
rumah sakit tempat bertugas.
Sebutkan identitas pasien yang akan dilaporkan : Nama
(Tn/Ny/Nn/An ) dan tanggal lahir atau nama dan alamat.
Jelaskan perubahab kondisi pasien yang diamati : berdasarkan
pengamatan petugas, keluhan subyektif pasien atau perubahan
tanda-tanda obyektif yang ditemukan pada pasien
4) Jelaskan BACKGROUND (latar belakang medis) yang berkaitan dengan
situasi tersebut:
Tanggal mulai dirawat
Diagnosa awal dan diagnose kerja saat ini.
Hasil pemeriksaan,sebelumnya: pemeriksaan fisik, laboratoris,
radiologis dan lain-lain.
Terapi (obat-obatan dan tindakan )yang diberikan sebelumnya.
Riwayat alergi obat bila ada)

RS. AT MEDIKA

KOMUNIKASI EFEKTIF

No. Dokumen
Jl. Andi Djemma No.6
Kota Palopo
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

PROSEDUR

Tanggal Terbit

No. Revisi
0

Halaman
2/2
Ditetapkan
Direktur

Dr. Anton Yahya, M. Kes


5) Sebutkan ASSESMENT (penilaian atas kondisi ) terkait dengan situasi
tersebut :
Kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada pasien terkait
perubahankondisi yang ditemukan pada saat ini.
Tindakan-tindakan yang sudah diambil terkait kondisi yang terjadi.
6) Sebutkan RECOMMEDATION (Rekomendasi tindak lanjut) yang
dianjurkan saat itu, rekomendasi yang dianjurkan bisa antara lain :
Permintaan untuk melihat pasien sesegera mungkin,merujuk atau

transfer pasien, konsultasi ke dokter lain atau menjelaskan pada


pasien atau keluarganya tentang perubahan kondisi yang terjadi.
Permintaan advis pemeriksaan penunjang lain yang diperlukan
Permintaan advis perubahan terapi atau tindakan lain yang
diperlukan.
2. Prosedur menerima informasi dengan metode Write Read - Repeat
Back/Reconfirm.
1) Ucapkan salam
2) Terima pesan secara lengkap melalui telepon dan tuliskan secara
lengkap pula (write).
3) Bacakan pesan yang ditulis secara lengkap kepada pemberi pesan.
4) Mohon kepada pemberi pesan untuk mengulang pesan yang telah
disampaikan (repeat back /reconfirm)
5) Untuk pesan yang kurang jelas, lakukan pengejaan dengan International
Code Of Signal (Interco) atau International Phonetic Alphabet (IPA).
6) Untuk pesanan tentang terapi (obat), lakukan konfirmasi ulang dengan
pengejaan sesuai international Code of Signal (Interco) atau
International Phonetic Alphabet (IPA) dan bila perlu sebutkan nama
generiknya.
7) Lakukan dokumentasi sesuai ketentuan di rekam medis.
UNIT TERKAIT

Semua instalasi Rumah sakit

RS. AT MEDIKA

KOMUNIKASI VIA TELEPON

No. Dokumen

Halaman
1/1

No. Revisi

Jl. Andi Djemma No.6


Kota Palopo
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur

dr. Anton Yahya, M. Kes


Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang dilakukan secara akurat,
lengkap, dimengerti, tidak duplikasi dan tepat kepada penerima informasi untuk
mengurangi kesalahan dan untuk meningkatkan keselamatan pasien.

Komunikasi dapat menggunakan tulisan dan via telepon.


TUJUAN

1. Sebagai acuan petugas dalam melaksanakan komunikasi efektif.


2. Agar tercapai sasaran kedua keselamatan pasien

KEBIJAKAN

Kebijakan Direktur RSU. AT MEDIKA No. 127/SKEP/DIR/RS ATM /PLP/V/2015


tentang Kebijakan keselamatan pasien RSU AT MEDIKA, dan tentang
kebijakan pelayanan hak pasien.

PROSEDUR

Metode Komunikasi Via Telepon


1. Tenaga kesehatan yang melaporkan kondisi pasien/hasil laboratorium
kepada DPJP menggunakan teknik komunikasi SBAR (SituationBackground-Assessment-Recommendation)
2. Ketika dokter member instruksi Via telepon maka tenaga kesehatan
menerapkan write down readback/TBK (Tulis Baca Kembali).
3. Petugas menuliskan instruksi dalam catatan formulir yang meliputi:
Tanggal dan jam pesan diterima.
Isi perintah (tulis lengkap, baca ulang-Eja untuk LASA/NORUM).
4. Petugas membacakan kembali instruksi tersebut kepada DPJP serta
menyebutkan nama,umur,berat badan dan diagnosis.
5. Tulis nama dokter yang memberikan instruksi.
6. Tulis nama dan tanda tangan petugas yang menerima instruksi.
7. Konfirmasi dokter yang memberikan instrusi dengan menandatangani
sebagai tanda persetujuan dalam waktu 1x24jam
Metode Komunikasi Tertulis
1. Penulisan instruksi harus dilakukan secara lengkap, dapat terbaca dengan
jelas. Setiap penulisan instruksi harus disertai dengan nama dan tanda
tangan penulis, serta tanggal dan waktu penulisan instruksi.
2. Hindari penggunaan singkatan dan simbol yang berpotensi menimbulkan
masalah dalam penulisan instruksi dan dokumentasi medis.

UNIT TERKAIT

Semua unit pelayanan perawatan di Rumah Sakit

RS. AT MEDIKA

PELAPORAN HASIL NILAI TES KRITIS

No. Dokumen
Jl. Andi Djemma No.6
Kota Palopo
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit

No. Revisi
0

Halaman
1/1
Ditetapkan
Direktur

PENGERTIAN

Dr. Anton Yahya, M. Kes


Proses penyampain tes kritis kepada dokter yang merawat (DPJP)

TUJUAN

Untuk peningkatan keselamatan pasien

KEBIJAKAN

1. Kebijakan Direktur RS AT MEDIKA No. 127 / SKEP / DIR / RS ATM PLP /


VI / 2015 tentang Kebijakan keselamatan pasien RSU AT MEDIKA
2. Kebijakan Direktur RS AT MEDIKA No. 122 / SKEP / DIR / RS ATM / PLP /
II / 2015 tentang Komunikasi Efektif RSU AT MEDIKA.

PROSEDUR

1. Pemeriksaan tes kritis dilakukan oleh petugas Laboratorium dan Radiologi


2. Hasil nilai kritis dilaporkan oleh petugas laboratorium dan radiologi kepada
petugas ruangan//penerima diunit kerja dengan menyebutkan identitas
pasien, jam pemeriksaan serta menyebutkan nama yang memberi
informasi.
3. Petugas ruangan yang menerima informasi hasil nilai kritis, mencatat
kembali identitasi pasien serta jam pemeriksaan dan nama pemberi
informasi hasil nilai kritis
4. Petugas ruangan melaporkan hasil nilai kritis kepada dokter DPJP secepat
mungkin dalam waktu 1 jam.
5. Apabila pelaporan nilai kritis ke DPJP tidak berhasil, dialihkan kedokter jaga.
6. Pelaporan hasil nilai kritis dengan system SBAR.

UNIT TERKAIT

Semua unit pelayanan perawatan di Rumah Sakit