Anda di halaman 1dari 56

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Kegiatan

: Kerja Praktek

Judul

: Perancangan Jaringan LAN (Local Area Network) Pada


Dinas Pendidikan Kota Kupang

Tempat Kegiatan

: Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang

Nama

: 1. Bernadeta S. Atasoge

(1306032043)

2. Edward S. Djami

(1306032015)

Laporan kerja praktek ini telah disetujui pada tanggal 11 Bulan Juli Tahun
2016 oleh

Pembimbing Kerja Praktek,

Pembimbing Lapangan,

Molina Olivia Odja, ST,MT

Jonathan Sinlae, S.Sos

NIP: 19790102 200812 2001

NIP: 19710611 199303 1 008

Mengetahui:
Ketua Jurusan Teknik Elektro,

Beby H.A Manafe, ST, MT


NIP: 19770817 200012 2 001

KATA PENGANTAR
Puji syukur Praktikan panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
atas rahmat dan bimbinganNya, Praktikan dapat menyelesaikan laporan Kerja
Praktek dengan judul, Perancangan LAN ( Local Area Network ) Pada Kantor
Dinas Pendidikan Kota Kupang.
Laporan ini adalah salah satu tugas wajib bagi mahasiswa Universitas
Nusa Cendana Kupang, khususnya Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Sains
dan Teknik sebagai persyaratan untuk mengikuti tugas akhir.
Praktikan menyadari bahwa dalam penyusunan laporan Kerja Praktek ini
masih terdapat kekurangan, sehingga saran dan kritik yang berguna dari pembaca
akan sangat Praktikan hargai. Akhir kata Praktikan berharap semoga laporan ini
dapat bermanfaat.

Kupang , Agustus 2016

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN ....................................................................

ii

KATA PENGANTAR ...............................................................................

iii

DAFTAR ISI .............................................................................................

iv

BAB I PENDAHULUAN .

1.1 Latar Belakang ...............................................................................

1.2 Tujuan ............................................................................................

1.3 Pembatasan Masalah ......................................................................

1.4 Sistematika Praktikanan .................................................................

BAB II DASAR TEORI............................................................................

2.1

Pengertian Jaringan Komputer........................................................

2.1.1 Manfaat Jaringan Komputer..................................................

LAN (Local Area Network)............................................................

2.2.1 Definisi LAN (Local Area Network) ....................................

2.2.2 Komponen Dasar LAN (Local Area Network) .....................

2.2.3 Bagian-bagian LAN (Local Area Network) .........................

Ethernet dan IEEE Wireless LAN (Local Area Network)...............

13

2.3.1 Ethernet..................................................................................

13

2.3.2 Fungsi Ethernet Card.............................................................

14

2.3.3 IEEE 802.11 wireless LAN....................................................

14

2.4

Sistem Operasi................................................................................

14

2.5

Protokol...........................................................................................

15

2.5.1 TCP/IP....................................................................................

15

2.5.2 Sistem Kerja TCP/IP..............................................................

16

Internet Protokol Address (IP Address) .........................................

17

2.6.1 IP Address Versi 4 .................................................................

17

2.6.1.1 Kelas IP Address........................................................

17

2.6.1.2 Pengalokasian IP Address..........................................

19

2.6.1.3 Statik IP......................................................................

20

2.6.1.4 Dynamic IP ................................................................

20

2.2

2.3

2.6

2.7

Faktor-faktor dalam instalasi jaringan LAN...................................

20

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ..


3.1 Dasar Hukum..................................................................................

22
22

3.2

Visi .................................................................................................

22

3.3

Misi.................................................................................................

22

3.4

Struktur Kepengurusan ..................................................................

23

3.5

Tempat dan Waktu Kerja Praktek ..................................................

23

3.6

Metode Penelitian...........................................................................

24

3.7

Jadwal Kerja Praktek......................................................................

25

BAB IV PEMBAHASAN

26

4.1

4.2

Desain sistem jaringan LAN (Local Area Network) yang digunakan


pada Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang.................................

26

4.1.1 Perangkat jaringan yang digunakan.......................................

27

4.1.2. Spesifikasi Komputer ..........................................................

28

4.1.3 Spesifikasi Laptop..................................................................

29

4.1.4 Evaluasi Sistem yang sedang digunakan...............................

30

Redesain Sistem Jaringan LAN (Local Area Network) sebagai


solusi untuk mengatasi masalah pada Kantor Dinas Pendidikan
Kota Kupang...................................................................................

32

BAB V PENUTUP.....................................................................................

39

5.1

Kesimpulan ....................................................................................

39

5.2

Saran...............................................................................................

39

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................

40

LAMPIRAN .............................................................................................

41

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Salah satu hasil teknologi khususnya di bidang komunikasi data
yang berkembang pesat saat ini adalah PC (personal computer).
Penggunaan PC yang sudah akrab di kalangan umum digunakan sebagai
sarana penunjang dalam menyelesaikan tugas-tugas keseharian yang telah
menjadi suatu hal yang lumrah baik di kalangan pemerintahan maupun
swasta.
Dinas Pendidikan Kota Kupang sebagai suatu lembaga pendidikan
yang terdiri atas pimpinan dan beberapa sub-sub bagian unit kerja yang
terdapat di dalamnya, tentunya tidak terlepas dari penggunaan komputer
untuk mendukung kinerjanya. Hal ini terbukti dari penyebaran komputer
yang terlihat cukup merata pada setiap unit kerja yang terdapat di Kantor
Dinas Pendidikan Kota Kupang.
Sejalan dengan itu, kebutuhan akan pertukaran informasi dan
pengolahan data, antara pihak-pihak terkait di Dinas Pendidikan Kota
Kupang semakin meningkat. Hal ini menyebabkan pertukaran informasi
secara manual (dengan perantara manusia) tidak lagi efisien sebab akan
memakan waktu yang relatif lama dan pemborosan tenaga serta biaya. Pada
akhirnya mutu kerja akan menurun.
Pada Dinas Pendidikan Kota Kupang telah dibangun suatu Jaringan
LAN (Local Area Network) yang terkoneksi internet dengan menggunakan
ISP (Internet Service Provider) pada PT. Telkom Indonesia cabang Kupang.
Walaupun telah memiliki akses internet, pada kantor Dinas Pendidikan Kota
Kupang masih memiliki beberapa permasalahan, diantaranya tidak
terdapatnya guest network sehingga para tamu yang datang dalam rangka
menyelesaikan kepentingannya pada Dinas Pendidikan tidak dapat
mengakses jaringan internet dan pada beberapa sub - sub bagian unit kerja
belum memiliki akses internet.
Oleh sebab itu dalam upaya untuk menciptakan suatu lingkungan
kerja yang lebih efisien, tentulah hal-hal diatas merupakan suatu kendala
yang tidak dapat disepelekan. Untuk itu, perlulah kiranya dikembangkan

suatu sistem jaringan komputer atau disebut Local Area Network (LAN)
sehingga semua sub - sub bagian unit kerja pada Kantor Dinas Pendidikan
Kota Kupang dapat terkoneksi internet dan saling bertukar informasi.
Pihak-pihak yang terhubung dalam LAN akan lebih mudah dalam
melakukan pengolahan dan pertukaran informasi karena memungkinkan
semua komputer di Dinas Pendidikan Kota Kupang terhubung dalam satu
sistem, dengan adanya LAN ini, akan memudahkan Dinas Pendidikan Kota
Kupang untuk mengelola data kepegawaian, data yang berkaitan dengan
pendidikan, serta segala urusan administrasi yang di perlukan, sehingga
menjadi lebih efektif dan efisien karena di percepat oleh suatu sistem yang
terkomputerisasi. Apabila ini terwujud, sumber daya manusia yang selama
ini digunakan untuk melakukan proses yang sifatnya manual dan berulangulang dapat dialihkan ke kegiatan-kegiatan lain yang jauh lebih bermanfaat.
Berdasarkan keadaaan ini maka Praktikan merasa perlu
mengadakan suatu perancangan untuk pengembangan suatu jaringan LAN
(Local Area Network) Dinas Pendidikan Kota Kupang dengan judul
PERANCANGAN JARINGAN LAN (Local Area Network) PADA
KANTOR DINAS PENDIDIKAN KOTA KUPANG. Agar sekiranya dapat
memperbaiki kinerja Dinas Pendidikan Kota Kupang di hari-hari
mendatang.
1.2 Tujuan
Adapun Tujuan dari Kerja Praktek ini adalah :
1. Menerapkan ilmu yang telah didapat selama perkuliahan untuk
dipraktekkan di dunia kerja yang sesungguhnya.
2. Mengamati dan mengetahui secara langsung desain sistem jaringan
LAN (Local Area Network) yang digunakan pada Kantor Dinas
Pendidikan Kota Kupang.
3. Mengatasi permasalahan yang dialami pada Kantor Dinas Pendidikan
Kota Kupang.

1.3 Pembatasan Masalah


2

1. Menjabarkan kondisi sistem jaringan LAN (Local Area Network) di


Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang
2. Membahas solusi yang mungkin sehingga masalah pada Kantor Dinas
Pendidikan Kota Kupang dapat teratasi
1.4 Metodologi Penyusunan Laporan Kerja Praktek
1.4.1 Tempat dan Waktu Kerja Praktek
Kerja Praktek dilaksanakan mulai dari tanggal 11 bulan juli 2015
sampai 31 Juli 2015. Pada Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang,
Jl. S.K. Lerik Kota Kupang.
1.4.2

Metode Penelitian Kerja Praktek


Dalam pengumpulan data di lapangan, penulis menggunakan
sistem kerja praktek, yaitu dengan langsung ikut serta dalam
kegiatan pekerjaan (menjadi partisipan) pada Kantor Dinas
Pendidikan Kota Kupang. Sedangkan untuk memperoleh data dan
informasi yang diperlukan dalam penulisan laporan kerja praktek ini,
penulis menggunakan beberapa pendekatan teknik yang diperlukan :
1. Teknik Interview
Yaitu dengan cara melakukan tanya jawab kepada para
pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang dengan
bagian yang terkait dengan masalah yang dihadapi.
2. Teknik Observasi
Yaitu dengan cara melakukan pengamatan langsung pada
Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang.
3. Studi Literatur
Yaitu dengan melakukan peninjauan pada buku-buku dan
literature yang berhubungan dengan masalah yang terjadi pada
Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang.

1.4.3

Jadwal Kerja Praktek


Pelaksanaan Kerja Praktek direncanakan berlangsung selama 1
bulan dengan pembagian jadwal sebagai berikut :

No

Minggu Ke-

Kegiatan
I

II

III

IV

Observasi,wawancara
1.

dan Pengenalan
Tempat Kerja Praktek

2.

Identifikasi Masalah

3.

Pengumpulan Data

4.

Perancangan Sistem

5.

Penyusunan Laporan

1.4.4

Diagram Alir Kerja Praktek

1.5 Sistematika Penulisan


Agar alur penyampaian laporan kerra praktek ini lebih mudah dipahami,
maka dapat disajikan dalam sistematika sebagai berikut:
Bab I

Pendahuluan
Pada bab ini berisi tentang latar belakang, tujuan, pembatasan

Bab II

masalah dan sistematika penulisan.


Dasar Teori
Pada bab ini praktikan menjelaskan tentang konsep-konsep
dasar dari hal-hal yang berkaitan dengan masalah dan

Bab III

pembuatan sistem yang akan dibangun.


Metodologi Penelitian
Berisi deskripsi umum tempat kerja praktek, metode penelitian

Bab IV

dan jadwal kerja praktek.


Pembahasan
Bab ini membahas tentang desain sistem jaringan LAN yang
sedang digunakan pada Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang
dan redesain sistem jaringan LAN sebagai solusi untuk

Bab V

mengatasi masalah yang ada.


Penutup
Berisi kesimpulan dan saran yang bekaitan dengan topik
permasalahan yang dibahas dalam penulisan ini.

BAB II
TINJAUAN UMUM
DINAS PENDIDIKAN KOTA KUPANG
2.1

Dasar Hukum
Dasar Hukum Pembentukan Dinas Pendidikan, Pemuda dan olahraga Kota
Kupang adalah Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 6 Tahun 2008

2.2 Visi
Mewujudkan pelayanan pendidikan, pemuda dan olahraga yang terjangkau
bermutu, berdaya saing dan berkelanjutan
2.3 Misi
1. Memperluas pemerataan akses terhadap pendidikan bagi semua
lapisan masyarakat;
2. Meningkatkan kualitas pada semua jenis dan jenjang pelayanan
pendidikan;
3. Meningkatkan relevansi dan daya daya saing pendidikan secara
nasional dan global;
4. Mendorong partisipasi

masyarakat

dalam

penyelenggaraan

pendidikan;
5. Mengembangkan manajemen pendidikan yang transparan dan
akuntabel;
6. Mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas dan kreatif;
7. Meningkatkan pembinaan olahraga secara menyeluruh
berprestasi;

2.4

Struktur Kepengurusan

Gambar 1. Struktur Kepengurusan

dan

BAB III
DASAR TEORI
3.1 Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan Komputer adalah hubungan dua buah simpul (umumnya berupa
komputer) atau lebih yang tujuan utamanya adalah untuk melakukan
pertukaran data (Abdul Kadir, 2003:415)
3.1.1

Manfaat Jaringan Komputer


1. Sharing resources
Sharing resources

bertujuan

agar seluruh program,

peralatan atau peripheral lainnya dapat dimanfaatkan oleh setiap


orang yang ada pada jaringan komputer tanpa terpengaruh oleh
lokasi maupun pengaruh dari pemakai.
2. Media Komunikasi
Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi
antar pengguna, baik untuk teleconference maupun untuk mengirim
pesan atau informasi yang penting lainnya.
3. Integrasi Data
Jaringan komputer dapat mencegah ketergantungan pada
komputer pusat, karena setiap proses data tidak harus dilakukan
pada satu komputer saja, melainkan dapat didistribusikan ke
tempat lainnya. Oleh sebab inilah maka dapat terbentuk data yang
terintegrasi yang memudahkan pemakai untuk memperoleh dan
mengolah informasi setiap saat.
4. Pengembangan dan Pemeliharaan
Pengembangan peralatan dapat dilakukan dengan mudah
dan menghemat biaya, karena setiap pembelian komponen seperti
printer, maka tidak perlu membeli printer sejumlah komputer yang
ada tetapi cukup satu buah karena printer itu dapat digunakan
secara bersama sama. Jaringan komputer juga memudahkan

pemakai dalam merawat harddisk dan peralatan lainnya, misalnya


untuk memberikan perlindungan terhadap serangan virus maka
pemakai cukup memusatkan perhatian pada harddisk yang ada
pada komputer pusat.
5. Keamanan Data
Sistem Jaringan Komputer dapat memberikan perlindungan
terhadap data. Karena pemberian dan pengaturan hak akses kepada
para pemakai, serta teknik perlindungan terhadap harddisk
sehingga data mendapatkan perlindungan yang efektif.
6. Sumber Daya Lebih Efisien dan Informasi Terkini
Dengan pemakaian sumber daya secara bersama sama,
akan mendapatkan hasil yang maksimal dan kualitas yang tinggi.
Selain itu data atau informasi yang diakses selalu terbaru, karena
setiap ada perubahan yang terjadi dapat segera langsung diketahui
oleh setiap pemakai.
3.2 Local Area Network (LAN)
3.2.1 Definisi LAN
LAN adalah jaringan sejumlah komputer yang saling berhubungan
dalam area tertentu, dimana setiap komputer yang terhubung ke
jaringan tersebut biasa saling berkomunikasi, berbagi pakai data dan
berbagi pakai piranti yang terhubung ke komputer dan dikendalikan
3.2.2

olehnya. (Tutang, 2002)


Komponen Dasar LAN
1) Workstation
Workstation adalah host atau node yang berupa suatu sistem
komputer. User atau pemakai berhubungan dengan jaringan
melalui workstation untuk saling bertukar data dan saling
berkomunikasi.
2) Server
Server adalah sebuah komputer yang berfungsi melayani
jaringan dan workstation yang terhubung pada jaringan tersebut.

Software yang mengelola jaringan berada pada server. Pada


umumnya sumber daya (resources) seperti printer, disk dan
sebagainya yang hendak digunakan secara bersama oleh para
pemakai di workstation berada dan bekerja pada server.
3) Client
Sebuah workstation berfungsi sebagai client dari suatu server
karena workstation akan menggunakan fasilitas yang diberikan
oleh suatu server. Setiap pengguna mendapatkan sebuah
komputer dengan data yang disimpan pada sebuah atau lebih
mesin file server yang dapat dipakai bersama-sama. Umumnya
model client server berbentuk pesan permintaan untuk
melaksanakan berbagai pekerjaan dari client kepada server.
Setelah server mengerjakan tugasnya kemudian hasilnya akan
dikirim kembali kepada client
4) Link (hubungan)
Workstation dan server tidak dapat berfungsi apabila peralatan
tersebut secara fisik tidak saling dihubungkan. Hubungan atau
link ini umumnya dikenal sebagai media transmisi yang
umumnya berupa kabel dan peralatan pelengkap lainnya yang
berguna untuk memperpanjang jarak capai hubungan jaringan
tersebut misalnya repeater, bridge, gateway, hub dan router.
a. Hub
Adalah piranti yang menyediakan lokasi bertemunya
seluruh kabel. Setiap piranti yang terkait ke Hub memiliki
akses ke piranti-piranti lian yang berhubungan dengan Hub,
hub berfungsi untuk memperkuat sinyal. Pada Hub sinyal
yang diterima pada suatu port akan diteruskan kesemua
port yang dimilikinya. Hub umumnya digunakan pada
jaringan dengan Topologi Star.
Jaringan komputer dapat diibaratkan sebagai jalan untuk
kendaraan umum. Pada suatu Hub, hanya terdapat satu jalur
untuk semua kendaraan yang masuk dan keluar. Oleh sebab
itu setiap kendaraan harus bergantian menggunakan jalur tol
(Hub) tersebut, jika tidak ingin terjadi tabrakan. Oleh sebab
itu dikatakan bahwa Hub hanya mempunyai satu collision

10

domain (wadah tabrakan) untuk semua port. Hub hanya


mendukung mode half-duplex, data hanya dapat dikirim atau
diterima secara bergantian.
b. Swicth
Pada dasarnya adalah Hub juga, dengan bentuk fisik yang
sama. Perbedaan antara kedua terletak pada kemampuan dan
fasilitas yang tersedia. Cara menghubungkan komputer ke
switch sangat mirip dengan cara menghubungkan ke
komputer ke Hub. Oleh sebab itu switch dapat digunakan
langsung untuk menggantikan hub. Seperti telah dijelaskan
sebelumnya, jaringan komputer dapat diibaratkan sebagai
jalan untuk kendaraan umum. Pada switch disediakan satu
jalur tersendiri untuk setiap port, jadi tampak bahwa
kendaraan yang masuk dan keluar dari suatu jalan cabang
(port) dapat langsung masuk ke jalan tol (switch) tanpa harus
menunggu kendaraan lain yang masuk melalui jalan cabang
(port) lain. Hal ini dikatakan bahwa setiap port pada switch
mempunyai

collision

domain

sendiri

yang

sangat

mempercepat pengiriman data pada jaringan. Inililah yang


merupakan keunggulan switch dibandingkan hub.
c. Bridge
Jika jumlah komputer bertambah banyak, lalulintas data
pada jaringan menjadi bertambah padat sehingga dapat
menimbulkan

masalah

kemacetan

jaringan.

Untuk

mengurangi kemacetan pada jaringan komputer maka


jaringan komputer maka jaringan tersebut dibagi-bagi
menjadi beberapa segmen jaringan yang lebih kecil.
Peralatan jaringan yang dapat membagi suatu jaringan
menjadi dua segmen adalah Bridge. Bridge memiliki table
penerjemah yang secara otomatis membuat daftar alamat
MAC (Media Access Control) dari komputer yang berada di
jaringan. Dengan menggunakan table penerjemah ini, bridge
11

meneruskan data yang diterima ke alamat MAC yang dituju.


Bridge melakukan tiga langkah berikut saat mentransfer
informasi :
1. Penemuan

salah satu sisi bridge memberitahu bridge bahwa


dia memiliki sesuatu yng perlu ditransmisikan ke
sisi lain.
2. Penyaringan
:
bridge menterjemahkan informasi ke protocol yang
digunakan pada sisi tujuan.
3. Pengarahan
:
bridge mentransfer informasi ke alamat yang benar
pada table tujuan.
d. Router
Adalah

piranti

hardware

yang

digunakan

untuk

mengarahkan informasi dari protocol pengalamatan sumber


ke

protocol

pengalamatan

tujuan.

Router

umumnya

digunakan untuk menghubungkan sejumlah LAN, sekaligus


mengisolasikan trafik data antara LAN satu dengan yang
lainnya.
5) Transceiver
Transceiver adalah peralatan yang menghubungkan workstation
dengan media transmisi.
6) NIC (Network Interface Card)
NIC merupakan peralatan jaringan yang harus ada pada setiap
komputer untuk dapat berkomunikasi.
7) Software Jaringan
Software memungkinkan sistem komputer

yang

satu

berkomunikasi dengan sistem komputer yang lain. (Tanutama,


1990).
3.2.3 Bagian-bagian LAN
LAN pada dasarnya dapat dibedakan atas :
a. Topologi
Topologi jaringan komputer adalah insfrastruktur fisik
jaringan

komputer

12

yang

digunakan

untuk

mengimplemantasikan LAN (Khoirul Anam, 2010 :15).


Berikut adalah jenis topologi LAN yang sering digunakan :
1. Topologi Ring
Merupakan topologi jaringan yang berupa ingkaran
tertutup yang berisi node-node. Semua komputer yang
saling tersambung membentuk lingkaran (seperti Bus,
tetapi

ujung-ujungnya

disambung).

Setiap

simpul

mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut


sebagai loop. Data dikirimkan ke setiap simpul dan setiap
informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya
apakah data itu untuknya atau bukan.

2. Topologi Bus
Topologi Bus adalah topologi jaringan komputer yang
menggunakan sebuah kabel utama (backbone) sebagai
tulang punggung jaringan.
Keunggulan
o Hemat kabel sehingga biaya instalasi relatif lebih
murah
o Penambahan

dan

pengurangan

terminal

dapat

dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan


o Layout kabel sederhana sehingga instalasi relatif lebih
mudah
Kelemahan
o Kepadatan pada jalur lalu lintas
o Bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat,
maka

keseluruhan

jaringan

akan

mengalami

gangguan.
Gambar topologi Bus dapat dilihat pada gambar
berikut :

13

3. Topologi Star
Topologi bintang adalah topologi jaringan komputer yang
menggunakan

concentrator

(hub/switch)

sebagai

pengatur paket data. Topologi bintang memiliki kontrol


yang terpusat. Semua link harus melewati pusat yang
menyalurkan data tersebut ke semua simpul atau client
yang dipilihnya.

b. Media Transmisi
Pada dasarnya semua media yang dapat menyalurkan
gelombang listrik atau elektromagnetik dapat dipergunakan
sebagai media transmisi pengiriman data di dalam suatu
LAN
1) Jaringan Berkabel (Wired Network)
Wired network adalah jaringan komputer yang
menggunakan kabel sebagai media pengantar untuk
menghubungkan satu komputer dengan komputer
lain. Kabel yang umum digunakan pada jaringan
komputer

biasanya

14

menggunakan

bahan

dasar

tembaga terutama pada jaringan LAN. Kabel jaringan


mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar
komputer jaringan. (Sofana, 2011:31)
a.

Twisted Pair
Media ini banyak digunakan

khususnya

sebagai kabel telepon. Twisted pair terdiri dari


pasangan kawat tembaga terisolasi yang dipilih
satu menjadi ketebalan rata-rata 1 mm. Kawat ini
di jalin dalam bentuk vertikal, untuk mengurangi
interferensi elektris terhadap pasangan bersama
yang berdekatan.
Kabel Twisted Pair terdiri dari dua jenis yaitu
Shielded Twisted Pair (STP) dan Unshielded
Twisted Pair (UTP). Keuntungan dari penggunaan
kabel ini adalah kemudahan dalam membangun
instalasi dan harganya relatif murah. Namun jarak
jangkau dan kecepatan datanya terbatas dan
mudah terpengaruhi oleh noise.

b. Coaxial
Kabel coaxial ini berisi kawat tembaga keras
sebagai intinya, dimana di sekelilingnya dilapisi
dengan penyekat. Pelapisan ini dilapisi lagi
dengan konduktor silindris yang bentuknya seperti
jalinan anyaman. Kemudian konduktor sebelah
luar ditutupi dengan pelindung plastik yang aman.
Terdapat dua jenis coaxial, yaitu coaxial
baseband (kabel 50 ohm) yang digunakan untuk
transmisi digital dan kabel coaxial broadband
(kabel 75 ohm) yang digunakan untuk transmisi
analog.

Kabel

coaxial

ini

memiliki

jarak

jangkauan yang jauh, yaitu 200 meter dengan


kecepatan 10 Mbps (10 base 2-thin coaxial), 500
meter dengan kecepatan 10 Mbps (10 base 5-thin

15

coaxial). Kabel hampir tidak dipengaruhi oleh


noise dan harganya jauh lebih murah namun kabel
ini mudah di bajak.
c. Fiber Optic
Fiber optic merupakan salah satu media
transfer data dalam jaringan komputer. Sekilas
bentuknya mirip kabel, namun berbeda dengan
kabel lain karena media ini mentransfer data
dalam bentuk cahaya. Untuk menggunakan fiber
optic dibutuhkan kartu jaringan yang memiliki
konektor tipe ST (ST connection). Kelebihan fiber
optic adalah dalam hal kecepatan tranmisi datanya
yang tinggi, selain itu fiber optik mampu
mentrasnfer data pada jarak yang cukup jauh yaitu
mampu

mencapai jarak

1 kilometer

tanpa

menggunakan perangkat repeater dan juga data


memiliki

kelebihan

dalam

ketepatan

dan

keamanan transmisi data. Adapun kekurangan


fiber optic yaitu harganya sangat mahal dan sulit
dalam menginstalasinya

2) Jaringan Nirkabel (Wireless Network)


Wireless network adalah jaringan komputer yang
menggunakan gelombang radio atau cahaya untuk
transmisi data sehingga tidak diperlukan kabel untuk
menghubungkan antar komputer (infrared atau laser).
Biasanya digunakan di pusat perbelanjaan, airport,
rumah sakit, dan lokasi lainnya dengan menggunakan
handphone, laptop, PDA, dan perangkat genggam
lainnya.
Wireless network memiliki beberapa keunggulan dan
kekurangan.
Keunggulan :

16

c. Proses instalasi yang lebih mudah dibandingkan


wire network
d. Dapat mencapai area yang sulit dijangkau
e. Biaya instalasi dan perawatan lebih murah
Kekurangan :
o Masalah interferensi dengan perangkat
microwave
o Rawan penyadapan
o Mudah dipengaruhi oleh cuaca buruk
(Sofana, 2011:53-54)
3.3 Ethernet dan IEEE 801.1 Wireless LAN
3.3.1 Ethernet
Ethernet adalah teknologi jaringan komputer berdasarkan pada
kerangka jaringan area lokal (LAN). Sistem komunikasi melalui
Ethernet membagi aliran data ke dalam paket individual yang
disebut frame. Setiap frame, berisi alamat sumber dan tujuan serta
pengecekan error data sehingga data yang rusak dapat dideteksi dan
dikirim

kembali.

Ethernet

adalah

protokol

LAN

yang

memungkinkan setiap PC berlomba untuk mengakses network.


Sekarang Ethernet menjadi protokol LAN yang paling populer
karena relatif murah dan mudah di-install serta ditangani.
3.3.2

Fungsi Ethernet Card


Ethernet Card berfungsi membantu pertukaran file dan data
melalui jaringan komputer. Komputer-komputer ini berkomunikasi
melalui jaringan komputer dengan bantuan dari akses fisik ke media
jaringan

dan

sistem

pengalamatan

tingkat

rendah

melalui

penggunaan alamat MAC (nomor seri unik 48-bit yang disimpan


dalam ROM yang dilakukan pada Ethernet Card). Dalam sebuah
jaringan, setiap komputer memiliki kartu dengan alamat MAC yang
unik.
3.3.3

IEEE 802.11 Wireless LAN


IEEE 802.11 adalah sebuah standar untuk implementasi jaringan
Wireless atau Nirkabel pada frekuensi band 2.4, 3.6 dan 5 GHz. Jadi
semua perangkat dan ketentuan yang ada pada wireless saat ini

17

mengikuti standar ini. Dengan adanya standar dimaksudkan agar


setiap perangkat wireless yang berbeda tetap dapat berkomunikasi
meski berbeda vendor. Sampai saat ini ada lima standar jaringan
wireless yang sudah digunakan, dan ada satu standar yang masih
berupa draft, yaitu IEEE 802.11ac
3.4 Sistem Operasi
Sistem operasi jaringan atau Network Operating System adalah sebuah
sistem operasi untuk mengkoordinasikan kegiatan dari beberapa komputer
dalam sebuah jaringan. Secara umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak
layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti layanan
berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer), DNS Service, HTTP
Service, dan lain sebagainya.
Sistem operasi yang dibutuhkan dalam membangun jaringan LAN harus
disesuaikan dengan hardware yang tersedia untuk server. Adapun perancangan
pada sistem menggunakan windows 7.
3.5 Protokol
Protokol merupakan himpunan aturan-atran yang memungkinkan komputer
satu dapat berhubungan dengan komputer lain. Aturan-aturan ini meliputi tata cara
bagaimanan agar komputer bisa saling berkomunikasi. Aturan-aturan ini berupa
bentuk (model) komunikasi, waktu saat berkomunikasi, barisan (traffic saat
berkomunikasi), pemeriksaan error saat transmisi data, dan lain-lain.
3.5.1

TCP/IP
TCP/IP adalah sekumpulan protokol yang terdapat di dalam jaringan
komputer yang digunakan untuk berkomunikasi atau bertukar data
antara komputer. TCP/IP merupakan protokol standar pada jaringan
internet yang menghubungkan banyak komputer yang berbeda jenis
mesin maupunnn sistem operasi agar dapat berinteraksi satu sama lain.
TCP/IP terdiri atas empat lapisan sebagai berikut:
Application
Transport
Internet
Network Interface

18

Gambar 3.13 Lapisan TCP/IP


a. Lapisan Antarmuka Jaringan (Network Interface Layer)
Lapisan ini sering disebut juga link layer paling bawah yang
bertanggung jawab mengirim dan menerima data ke dan dari
media fisik. Media fisiknya dapat berupa kabel, serat optik,
atau gelombang radio. Protokol pada lapisan ini harus mampu
menjadi data digital yang dimengerti komputer yang berasal
dari peralatan lain yang sejenis.
b. Lapisan Internet (Internet Layer)
Protokol yang berada pada lapisan ini bertanggung jawab
dalam pengiriman paket

ke alamat yang tepat. Pada lapisan ini

terdapat tiga macam protokol yaitu IP (Internet Protocol), ARP


(Address Revolution Protocol), dan ICMP (Internet

Control

Message Protocol).
c. Lapisan Transport (Transport Layer)
Lapisan ini berisi protokol yang bertanggungjawab untuk
mengadakan komunikasi antara dua host. Kedua protokol yang
terdapat pada lapisan ini adalah TCP

(Transmission Control

Protocol) dan UDP (User Diagram Protocol).


d. Lapisan Aplikasi (Application Layer)
Pada lapisan ini pengguna memakai semua aplikasi yang
disediakan oleh layanan TCP/IP. Program aplikasi akan memilih
jenis protokol tranportasi yang diperlukan.
3.5.2

Sistem Kerja TCP/IP


Seperti yang telah dikemukakan di atas TCP/IP hanyalah
merupakan suatu lapisan protokol (penghubung) antara satu
komputer dengan yang lainnya dalam network, meskipun kedua
komputer tersebut memiliki OS yg berbeda. Dalam pengiriman email
ada beberapa prinsip dasar yang harus dilakukan. Pertama,
mencakup hal-hal umum berupa siapa yg mengirim email, siapa
yang menerima email tersebut serta isi dari email tersebut. Kedua,
bagaimana cara agar email tersebut sampai pada tujuannya. Dari
konsep ini kita dapat mengetahui bahwa pengirim email memerlukan
"perantara" yang memungkinkan emailnya sampai ke tujuan (seperti

19

layaknya pak pos). Dan ini adalah tugas dari TCP/IP. Antara TCP
dan IP ada pembagian tugas masing-masing.
TCP merupakan connection-oriented, yg berarti bahwa kedua
komputer yang ikut serta dalam pertukaran data harus melakukan
hubungan terlebih dulu sebelum pertukaran data (dalam hal ini
email) berlangsung. Selain itu TCP juga bertanggungjawab untuk
menyakinkan bahwa email tersebut sampai ke tujuan, memeriksa
kesalahan dan mengirimkan error ke lapisan atas hanya bila TCP
tidak berhasil melakukan hubungan (hal inilah yg membuat TCP
sukar untuk dikelabuhi).
IP bertanggung jawab setelah hubungan berlangsung, tugasnya
adalah untuk merute data paket di dalam network. IP hanya bertugas
sebagai kurir dari TCP dalam penyampaian datagram dan "tidak
bertanggungjawab" jika data tersebut tidak sampai dengan utuh (hal
ini disebabkan IP tidak memiliki informasi mengenai isi data yg
dikirimkan). Jika hal ini terjadi maka IP hanya akan memberikan
pesan kesalahan (error message) kembali ke sumber data.
3.6 Internet Protocol Address (IP Address)
IP address adalah suatu identitas numerik yang dilabelkan kepada suatu alat
seperti komputer, router atau printer yang terdapat dalam suatu jaringan komputer
yang menggunakan internet protokol sebagai sarana komunikasi. Terdapat dua
jenis IP address yaitu IP address private yang digunakan pada jaringan area lokal
(LAN) dan IP address public

yang digunakan di Internet. Ada dua standar

pengalamatan IP address yang digunakan saat ini yaitu IPv4 yang terdiri dari
empat byte (32 bit) dan IPv6 yang terdiri dari 16 byte (128 bit).
IP address dirancang untuk memungkinkan satu komputer (atau perangkat
digital lainnya) untuk berkomunikasi dengan yang lain melalui Internet maupun
intranet. IP address memungkinkan miliaran perangkat digital terhubung Internet
dan dibedakan satu sama lain. Dalam arti yang sama bahwa seseorang
membutuhkan alamat Anda untuk mengirimkan surat, begitu juga komputer
membutuhkan alamat IP untuk berkomunikasi dengan komputer yang lain.
3.6.1

IP Address Versi 4

20

Format IP address bilangan 32 bit yang tiap 8 bit-nya


dipisahkan oleh tanda titik adapun format IP address dalam berupa
bentuk biner. (xxxxxxxx.xxxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx) dengan
x merupakan bilangan biner 0 atau 1 atau dengan bentuk 4
bilangan desimal yang

masing-masing dipasahkan oleh titik.

3.6.1.1 Kelas IP Address


IP address (yang berjumlah sekitar 4 milyar) dibagi
kedalam lima kelas yakni:
a. Kelas A
Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit pertama : 0
Panjang NetID : 8 bit
Panjang HostID : 24 bit
Byte pertama : 0-127
Jumlah : 126 Kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
Jumlah IP : 16.777.214 IP address pada setiap Kelas A
Dekripsi : Diberikan untuk jaringan dengan jumlah host
yang besar.
b. Kelas B
Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit pertama : 10
Panjang NetID : 16 bit
Panjang HostID : 16 bit
Byte pertama : 128-191
Jumlah : 16.384 Kelas B
Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
Jumlah IP : 65.532 IP address pada setiap Kelas B
Deskripsi : Dialokasikan untuk jaringan besar dan
sedang.
c. Kelas C
Format : 110nnnnn. nnnnnnnn. nnnnnnnn. hhhhhhhh
Bit pertama : 110
Panjang NetID : 24 bit
Panjang HostID : 8 bit
Byte pertama : 192-223
Jumlah : 2.097.152 Kelas C
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 223.255.255.xxx
Jumlah IP : 254 IP address pada setiap Kelas C
Deskripsi : Digunakan untuk jaringan berukuran kecil.

21

d. Kelas D
Format

: 1110mmmm. mmmmmmm. mmmmmmm.

mmmmmmm
Bit pertama : 1110
Bit multicast : 28 bit
Byte inisial : 224-247
Deskripsi : Kelas D digunakan untuk keperluan IP
multicasting.
e. Kelas E
Format : 1111rrrr.rrrrrrrr. rrrrrrrr. rrrrrrrr
Bit pertama : 1111
Bit cadangan : 28 bit
Byte inisial : 248-255
Deskripsi : Kelas E adalah kelas yang dicadangkan
untuk keperluan eksperimen.
3.6.2

Pengalokasian IP Address
IP address terdiri atas dua bagian network ID dan host ID. Network
ID merupakan nomor network, sedangakan host ID mengidentifikasi
host dalam satu network. Pengalokasian IP address pada dasarnya
ialah proses memilih network ID dan host ID yang tepat untuk suatu
jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan
yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien
mungkin.
Terdapat beberapa aturan dasar dalam menentukan network ID
dan host ID yang hendak digunakan. Aturan tersebut adalah:
a. Network ID 127.0.0.1 tidak dapat digunakan karena secara
default digukan dalam keperluan loop-back. (IP address yang
digunakan komputer untuk menunjukkan dirinya sendiri).
b. Host ID tidak boleh semua bit-nya di set 1, karena akan di
artikan sebagai alamat broadcast. ID broadcast merupakan
alamat yang mewakili seluruh anggota jaringan. Pengiriman
paket ke alamat ini akan menyebabkan paket didengarkan oleh
seluruh anggota network tersebut.
c. Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0 (seluruh bit
di set 0 seperti 0.0.0.0), karena IP address dengan host ID 0 di
artikan sebagai alamat network. Alamat network adalah alamat
22

yang digunakan untuk menujukkan suatu jaringan dan tidak


menujukkan suatu host.
d. Host ID harus unik dalam suatu network. Dalam satu network
tidak boleh ada dua host dengan host ID yang sama.
3.6.3

Static IP
Setiap kali seseorang menggunakan internet ,ISP yang bersangkutan
akan memberikan satu IP berbentuk xxx.xxx.xxx.xxx. Static IP
biasanya diberikan untuk pengguna internet yang menyewa line khusus
ke ISP yang bersangkutan (mis:Leased Line), IP ini tidak akan berubah.
Jadi dengan menggunakan static IP seorang pengguna internet tidak
perlu lagi melakukan dial up sebelum masuk ke internet. Tapi
bagaimanapun ongkos yang mesti di keluarkan biasanya lebih tinggi
ketimbang dial up karena memang Static IP ini menggunakan tehnologi
khusus dan mahal.

3.6.4

Dynamic IP
Dynamic IP biasanya digunakan oleh pengguna internet dial up dengan
menggunakan

modem

analog,

modem

digital

maupun ADSL

(Asynchronous Digital Subscriber Line) atau TA (Terminal Adapter)


ISDN. IP ini akan berubah-ubah setiap kali kita melakukan proses dial
up. Proses penyediaan IP Dynamic ini diatur oleh server di ISP dengan
proses DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

3.7 Faktor-faktor dalam instalasi jaringan LAN (Local Area Network)


Dalam instalasi jaringan LAN (Lokal Area Network) perlu diperhatikan
beberapa faktor, diantaranya :
o Biaya : Biaya instalasi dan implementasi yang besar seiring dengan
jumlah pengguna yang banyak, karena bukan hanya harga kabel
yang perlu diperhatikan namun perangkat pendukung lainnya untuk
membuat cabling system yang baik seperti tambahan perangkat
server, patch panel, face plate/wall plate, modular, racking dan lainlainnya.
o Biaya pemeliharaan / maintenance relatif tinggi karena harus
dipersiapkan untuk penggantian switch atau kabel yang rusak.

23

Kemungkinan gangguan atau kerusakan lebih tinggi terutama yang


melalui area publik.
o Faktor estetika : untuk suatu gedung yang sudah tertata rapi, untuk
menarik kabel baru akan mengalami kesulitan dalam pemasangan
kabel, sehingga jalur kabel harus terlihat dan ini mengurangi nilai
estetika akan kerapihan gedung.

24

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Desain Sistem Jaringan LAN (Local Area Network) yang digunakan
pada Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang
Sistem jaringan LAN (Local Area Network) yang digunakan adalah sistem
jaringan peer to peer. Adapun hasil dari observasi dan wawancara yang
diperoleh mengenai kebutuhan akan jaringan komputer pada Kantor Dinas
Pendidikan Kota Kupang, yakni :
1. Untuk pertukaran informasi
2. Pemakaian secara bersama sumber daya komputer
3. Akses bersama ke Internet
4. Pemakaian peralatan printer, scanner, ploter secara bersama.
Berikut adalah gambaran desain sistem jaringan LAN (Local Area
Network) yang ada pada Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang

25

26

4.1.1

Perangkat Jaringan yang digunakan (lampiran)


1 Modem ZTE (ISP Telkom Indonesia Cabang Kupang

dengan bandwith 20 Mbps)


2 Router Asus N66W Dual
1 Router TP-Link
2 Hub TP-Link
1 Switch Office Connect
Kabel UTP
Konektor RJ 45

27

4.1.2
No
.
1

Spesifikasi Komputer Pada Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang

Nama Ruangan
Ruang DIKMENUM

Prosesor
Intel Pentium CPU
6320@3.000GHz

M
2

500 GB

Printer

Keterangan
1

GB
i3-340 2

500 GB

Epson L210

Ruang DIKMENJUR

Intel

Ruang DIKDAS

CPU@3.40GHz
GB
Intel Pentium CPU 2,80 1

500 GB

Epson L210

GHz
Intel

GB
i3-550 2

500 GB

Epson L210

@3.20GHz
GB
Intel Pentium D CPU 1

500 GB
500 GB

SUB BAGIAN
KEUANGAN DAN
PERLENGKAPAN

Harddisk

Core

RA

Core

BAGIAN UMUM DAN

2,80 GHz
Intel
Celeron

GB
CPU 2

KEPEGAWAIAN
Ruang DAPODIK

N2840 CPU @2.16GHz


Intel Celeron CPU

GB
2

N2840 CPU@2.16GHz

GB

500 GB

Hp Laserjet

Jumlah Komputer
4.1.3
No.

4
10

Spesifikasi Laptop Pada Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang

Nama Ruangan

Prosesor

RAM

28

Harddisk

Printer

Keterangan

Ruang PLS

Intel Core i3-4005U 2 GB

500 GB

CPU@1.70GHz
Intel Core i3-4005U
CPU@1.70GHz
2

Ruang PORA

Intel Core i3-4005U

2 GB

CPU@1.70GHz
Intel Core i3-4005U
CPU@1.70GHz

29

500 GB

Epson L210

4.1.4

Evaluasi Sistem Jaringan LAN (Local Area Network) yang


digunakan pada Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang
Berikut hasil evaluasi dari desain sistem jaringan LAN (Local Area
Network) pada Kantor Dinas Pendidikan :
1. Modem ZTE Pada kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang
menggunakan jaringan Indihome dengan bandwith sebesar
20 Mbps sebagai sumber jaringan internet. Alamat IP pada
modem : 192.168.1.1
2. Dari 4 port pada modem ZTE digunakan 2 port LAN untuk
menghubungkan Hub TP- Link (8 port) dan Switch Office
Connect (16 port)
3. Pada Hub TP-Link (8 port), digunakan 5 port yang
dihubungkan dengan 4 PC dan 1 printer pada ruang
DAPODIK
4. Pada Switch Connect (16 port), digunakan 3 port untuk
menghubungkan Hub TP-Link , Router TP-Link (Router A)
dan Router Asus (Router B)
5. Pada Router Asus (Router B), digunakan 2 port LAN. Port 1
digunakan untuk dihubungkan dengan Hub TP-Link (4 port)
dan 1 port dihubungkan dengan kabel LAN yang disediakan
bagi karyawan yang ingin mengakses internet menggunakan
kabel LAN. Alamat IP Router B : 192.168.1.2
6. Hub TP-Link (4 port) digunakan untuk menghubungkan 1
PC dan 1 laptop
7. Router C terhubung secara wireless dengan router B (sebagai
bridge). Dimana jarak antara router B dan router C sejauh 12
meter.
8. Pada router C digunakan 2 port LAN, yaitu pada port 1 untuk
menghubungkan 1 PC pada ruang Dikmenjur dan 1 port
untuk menghubungkan 1 PC pada ruang Dikdas
9. Berikut penjabaran penggunaan hotspot pada router B dan
router C menurut ruangan yang ada. Dimana router A tidak
difungsikan (belum dikonfigurasi)
- Hotspot router B : ruang Dikmenum, ruang Sub
Bagian Keuangan, ruang Sub Bagian Perencanaan,
ruang PLS dan ruang PORA
30

Hotspot router C : ruang Dukdas dan ruang


Dikmenjur

Berdasarkan Evaluasi sistem Jaringan LAN (Local Area Network) yang


dilakukan, maka diperoleh masalah-masalah sebagai berikut :
1. Belum adanya koneksi internet pada PC di ruangan Sub Bagian
Keuangan dan Perlengkapan
2. Belum adanya akses internet bagi tamu/pengunjung
3. Belum adanya sharing data untuk semua sub-sub unit kerja
4. Belum tertata dengan rapi pengkabelan jaringan (sistem pengkabelan
semrawut)
4.2 Redesain Sistem Jaringan LAN (Local Area Network) sebagai solusi
untuk mengatasi masalah pada Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang
LAN (Local Area Network) adalah jaringan Komputer Lokal yang
memungkinkan beberapa system komputer dapat saling berkomunikasi (bertukar
data atau informasi). Berdasarkan masalah yang dihadapi berdasarkan evaluasi
sistem jaringan LAN (Local Area Network) pada Kantor Dinas Pendidikan Kota
Kupang dan bahan yang telah tersedia maka di redesain sedemikian rupa sehingga
masalah-masalah pada desain sistem sebelumnya dapat teratasi.
Dengan adanya LAN ini, akan memudahkan Kantor Dinas Pendidikan
Kota Kupang untuk mengelola pendataan hal-hal yang berhubungan dengan
pendidikan di kota Kupang sehingga dengan demikian menjadi jauh lebih efektif
dan efisien karena dipercepat oleh suatu system yang terkomputerisasi dan juga
sumber daya manusia yang selama ini digunakan untuk melakukan proses yang
sifatnya manual dan berulang-ulang dapat dialihkan ke kegiatan-kegiatan lain
yang jauh lebih bermanfaat.
Untuk menunjang hal tersebut, maka jaringan komputer local yang akan
dibangun yaitu menghubungkan beberapa komputer yang terdapat pada ruanganruangan yang dapat dilihat pada table 4.1.2 dan 4.1.3. Dari table tersebut terdapat
9 ruangan yang akan dihubungkan secara Wireless LAN dan Wire LAN.
Berikut tahapan-tahapan yang dilakukan dalam meredesain sistem jaringan
komputer pada Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang :

31

1. Penentuan Topologi Jaringan


Topologi jaringan komputer adalah insfrastruktur fisik jaringan komputer
yang digunakan untuk mengimplemantasikan LAN (Khoirul Anam, 2010 :15).
Penentuan Topologi Jaringan sangat perlu , karena dari Topologi ini kita akan
menentukan perangkat keras yang diperlukan. (Madcoms, Mei 2003)
Topologi jaringan yang akan di gunakan pada Kantor Dinas Pendidikan
Kota Kupang adalah topologi Star. Kelebihan topologi ini adalah mudah dalam
hal instalasi, akan tetapi topologi ini juga memiliki kekurangan yaitu boros dalam
menggunakan komponen jaringan (switch) dan jika terjadi gangguan pada switch
maka akan terjadi gangguan pada seluruh perangkat jaringan komputer lainnya
yang menggunakan switch tersebut . Kekurangan lainnya yaitu jika lalulintas data
padat maka akan menyebabkan jaringan lambat.
2. Penentuan Perangkat Keras
Didalam menentukan hardware dan interface jaringan, yang paling
penting untuk dipertimbangkan dengan baik. Adapun perangkat- perangkat keras
dan interface jaringan yang dibutuhkan di dalam membangun sebuah jaringan
local adalah sebagai beikut

Perangkat keras Workstation


Komputer PC(Personal Computer) yang dugunakan sebagai workstation
atau client bisa bermacam-macam mesin tergantung kebutuhan. Workstation
adalah komputer berfungsi sebagai tempat dimana para pengguna komputer
jaringan bisa bekerja.

Perangkat Keras Jaringan Internet


Perangkat Keras Jaringan internet yang dipakai pada Kantor Dinas
Pendidikan Kota Kupang , yaitu :
1) NIC (Network Interface Card)
NIC merupakan peralatan jaringan yang harus ada pada setiap komputer
untuk dapat berkomunikasi, karena jumlah PC yang akan terhubung ke

32

dalam jarinagan adalah sebanyak 12 unit, maka dibutuhkan 14 buah fast


Ethernet card untuk masing masing komputer
2) Switch/Hub
Pada dasarnya adalah Hub juga, dengan bentuk fisik yang sama.
Perbedaan antara kedua terletak pada kemampuan dan fasilitas yang
tersedia. Cara menghubungkan komputer ke switch sangat mirip dengan
cara menghubungkan ke komputer ke Hub. Oleh sebab itu switch dapat
digunakan langsung untuk menggantikan hub. Seperti telah dijelaskan
sebelumnya, jaringan komputer dapat diibaratkan sebagai jalan untuk
kendaraan umum. Pada switch disediakan satu jalur tersendiri untuk
setiap port, jadi tampak bahwa kendaraan yang masuk dan keluar dari
suatu jalan cabang (port) dapat langsung masuk ke jalan tol (switch)
tanpa harus menunggu kendaraan lain yang masuk melalui jalan cabang
(port) lain. Hal ini dikatakan bahwa setiap port pada switch mempunyai
collision domain sendiri yang sangat mempercepat pengiriman data
pada

jaringan.

Inililah

yang

merupakan

keunggulan

switch

dibandingkan hub. Swicth yang digunakan adalah Swicth Office


Connect 16 Port dengan kecepatan 10/100 Mbps dan HUB TP-LINK 8
Port dan 4 Port.
3) Router
Adalah piranti hardware yang digunakan untuk mengarahkan informasi
dari protocol pengalamatan sumber ke protocol pengalamatan tujuan.
Router umumnya digunakan untuk menghubungkan sejumlah LAN,
sekaligus mengisolasikan trafik data antara LAN satu dengan yang
lainnya. Router yang digunakan adalah 2 buah Router Asus N66W
Dual.

3. Penentuan Perangkat Lunak (Software) Jaringan


Pada penentuan perangkat lunak (software) jaringan, hanya dilakukan
pada sisi client . Hal ini dikarenakan sistem jaringan yang digunakan pada
Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang tidak memiliki server sendiri.
Sistem Operasi Workstation

33

Sistem Operasi yang digunakan di lingkungan Kantor Dinas


Pendidikan Kota Kupang adalah versi Windows 7 dan Windows 8.
Sistem Operasi ini mudah digunakan, cepat dalam pengoperasian
program dan dapat berintegrasi dengan internet.
4. Penentuan Sistem Perkabelan dan konektor
Bila sumber data dan penerima jaraknya tidak terlalu jauh dan
dalam area local, maka dapat digunakan kabel sebagai media transmisinya.
Kabel merupakan tulang punggung (backbone) sebuah jaringan. Semua
informasi dikirim melewati kabel, baik dalam bentuk transmisi frekuensi
radio elektris (RF) (via kabel coaxial atau pasangan kabel terbelah),
maupun dalam bentuk cahaya ( via kabel serat optic).
Ada beberapa factor yang perlu dipertimbangkan didalam memilih
kabel yang tepat untuk jaringan yaitu : biaya, kemudahan pemasangan dan
pemeliharaan, kehandalan, kecepatan dan jarak. (Campbell,1997).
Sesuai dengan hasil pengukuran yang didalkukan di lapangan
terhadap ruangan masing-masing, terhadap switch untuk menentukan
berapa panjang kabel. Banyak kabel dan jenis kabelnya serta konektor
yang akan dipakai untuk menghubungkan tiap-tiap node, maka disertakan
daftar panjang kabel untuk tiap-tiap node terhadap switch yang tertera
pada Tabel 4.

34

Tabel 4. Daftar Panjang Kabel


No

Keterangan

Panjang kabel

1.
2.
3.
4
3
4
5
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

Modem ke Swicth
Swicth ke Hub
Hub (8 port) ke PC Dapodik 1
Hub (8 port) ke PC Dapodik 2
Hub (8 port) ke PC Dapodik 3
Hub (8 port) ke PC Dapodik 4
Swicth ke Router B
Router B ke Hub (4 Port)
Hub (4 Port) ke Laptop
Hub (4 Port) ke PC Kepegawaian
Router C ke PC Dikmenjur
Router C ke PC Dikdas
Router C ke PC Dikmenum
Router ke Sub Bagian Keuangan Dan

(meter)
0,5 m
0,5 m
2m
2m
2m
3m
5m
3m
0,5 m
0,5 m
3m
10 m
13 m
15 m

Perlengkapan
Total

60

Dari data panjang kabel terlihat bahwa total kabel yang digunakan 60 m
dan 1 buah switch sebagai Topologi Star. Dimana jarak antara modem ke
switch adalah 0,5 m. Dalam menentukan letak Topologi Star yang tepat
pada satu gedung, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Jumlah dan letak workstation yang akan dihubungkan.
Pada ruangan yang bisa menjangkau seluruh workstation yang
akan dihubungkan tanpa perlu menggunakan kabel yang
berlebihan.
Berdasarkan pada ruangan-ruangan yang akan dihubungkan kedalam suatu
jaringan komputer atau LAN pada perancanaan di Kantor Dinas
Pendidikan Kota Kupang, modem diletakan di ruangan Dapodik.
Twisted Pair Cable
Media ini banyak dikenal karena telah banyak digunakan khususnya
sebagai kabel telepon. Twisted pair terdiri dari pasangan kawat tembaga
terisolasi yang dipilih menjadi satu dengan ketebalan rata-rata 1 mm.
kawat ini dijalin dalam bentuk vertical, bentuk yang digunakan dengan
mengurangi interferensi elektris terhadap pasangan yang sama yang
berdekatan.

35

Kabel twisted pair terdiri atas 2 jenis, yaitu STP ( Shielded Twisted Pair)
dan UTP (Unshielded Twisted Pair), pada perancangan ini dugunakan
kabel jenis UTP kat. 5 dengan konektor pendukungnya konektor RJ-45.
Jenis kabel ini mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai
100 Mbps. Selain itu ada 2 tipe kabel yang dapat dipakai sebagai
penghubung yaitu kabel UTP Straight-Through digunakan untuk
menghubungkan switch ke network adapter (NIC), sedangkan kabel
crossover digunakan untuk menghubungkan switch ke switch. Keuntungan
dalam penggunaan media Twisted Pair ini dalam suatu jaringan adalah
kemudahan dalam pembangunan instalasi dan relative murah harganya,
disamping itu juga terhadap kebutuhan akan jaringan dan jenis topologi
yang digunakan serta perangkat-perangkat keras yang digunakan didalam
membangun jaringan komputer local tersebut dan terkait faktor estetika

Berikut perubahan yang dilakukan , diantaranya :

36

1. Router A dicabut
2. Pada modem digunakan 1 port untuk disambungkan dengan switch
office connect (16 port)
3. Pada switch office connect (16 port) digunakan 1 port LAN untuk
disambungkan dengan Hub TP-Link (8 port)
4. Pada Hub TP-Link (8 port) digunakan 4 port saja , masing-masing
port disambungkan ke 4 PC pada ruang Dapodik
5. Pada router B digunakan keempat port LANnya . Dimana , port 1
disambungkan ke PC Dikdas, port 2 disambungkan ke PC ruang Sub
Bagian Keuangan dan Perlengkapan, port 3 disambungkan ke PC
ruang Dikmenjur dan port 4 disambungkan ke ruang Dikmenum.
6. PC pada ruang Sub Bagian Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan
digunakan USB Wireless untuk terkoneksi dengan internet
7. Berikut settingan dari router ASUS untuk membuat GUEST
Network. Dimana sasaran GUEST Network adalah para tamu yang
datang ke Kantor .

37

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Masalah yang ada pada Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang dapat
teratasi, yakni :
1. Adanya koneksi internet pada PC di ruangan Sub Bagian Keuangan dan
Perlengkapan
2. Adanya akses internet bagi tamu/pengunjung
3. Dapat sharing data untuk semua sub-sub unit kerja
4. Tertata dengan rapi pengkabelan jaringan (sistem pengkabelan lebih rapi
dari yang sebelumnya)
5.2

Saran
Penambahan perangkat mikrotik sehingga lebih memudahkan dalam
pemberian guest network dan pembagian bandwith yang sesuai

38

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Kadir. 2003. Pengenalan Sistem Informasi, Andi, Yogyakarta.


Anam, Khoirul, 2010, Manajemen Bandwidth Menggunakan Router Mikrotik di
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pekalongan, Sekolah Tinggi
Manajemen Informatika dan Komputer Widya Pratama Pekalongan, Pekalongan.
Campbell Patrick T, 1997, Jaringan Di Kantor Kecil, Penerbit PT Elex Media
Komputindo, Jakarta
Durr Michael, 1991, Jaringan PC IBM, Erlangga, Jakarta.
Gunadi FX Sutiono, Hanny, 1991, Belajar Sendiri Memahami Konsep Local Area
Network, PT Elex Media Komputindo, Jakarta
Http://ilmukomputer.org/kelebihan-dan-kekurangan-peer-to-peer-dan
clientserver/, diakses pada Juni 2016
Http://m.autojaya.com/pic/218-vol-12-b.pdf , diakses pada Juni 2016
Madcoms, 2003, Dasar Teknisi Instalasi Jaringan Komputer, Penerbit Andi
Yogyakarta
Sofana, Iwan,2011, Teori dan Modul Praktikum Jaringan Komputer, Modula,
Bandung.
Tanutama, Ir. Lukas S., 1990, Pengantar komunikasi, Jakarta : PT Elex Media
Komputindo

39

Tutang. 2002. Membangun Jaringan Sendiri LAN (Local Area Network). Jakarta:
Ikrar Mandiriabadi

40

LAMPIRAN
No

Kegiatan

Foto

Observasi,wawancara
1.

dan Pengenalan Tempat


Kerja Praktek

41

2.

Identifikasi Masalah

42

3.

Pengumpulan Data

43

4.

Perancangan Sistem

44

Implementasi redesain
5.

sistem Jaringan LAN


(Local Area Network)

45

Implementasi redesain sistem


5.

Jaringan LAN (Local Area


Network)

46

Spesifikasi Hardware
1. Personal Computer (PC)
Ruang DIKMENUM
- OS Windows 7 64 bit
- Processor Intel Pentium CPU 6320@3.000GHz
- Network Adapters : Microsoft Virtual Wifi miniport adapter
Qualcom Atheros AR9485 wireless network adapter
Realtek PCIe GBE Family controller
- Hardisk WD500 AAkx-08V6AA ATA Device
- RAM 2GB
Ruang DIKMENJUR
- OS Windows 7 32 bit
- Processor Intel Core i3-340 CPU@3.40GHz
- Network Adapters :
Realtek PCIe FE Family controller
- Hardisk ST1000DM003-ICH16 ATA 150 GB
- RAM 2 GB
Ruang DIKDAS
- OS Windows 7 32 bit
- Processor IntEL Pentium CPU 2,80 GHz
- Network Adapters :
IBA Fe Slot D 240 V4119
Lite on combo S0H-4
- Hardisk ST1000DM003-ICH16 ATA 150 GB
- RAM 1 GB
Ruang KEUANGAN
PC 1 (tidak terkoneksi internet)
- OS Windows 7 64 bit
- Processor Intel Pentium D CPU 2,80 GHz
- Network Adapters :
Intel Pro/100 VE Network Connection
- Hardisk Maxtor STM316015AS ATA Device 150 GB
- RAM 1 GB
PC 2 (tidak terkoneksi internet)
- OS Windows 7 32 bit
- Processor Intel Core i3-550 @3.20GHz
- Network Adapters :
Realtek PCIe GBE Family controller
- Hardisk ST3500418AS ATA Device 150 GB
- RAM 2 GB

47

Ruang DAPODIK
- OS Windows 8 64 bit
- Processor Intel Celeron CPU N2840 CPU @2.16GHz
- Network Adapters :
Realtek PCIe GBE Family controller
Realtek RTL 8188EE Wireless LAN 802.11n PCIe NLc
- Hardisk WDC-WD5000LPVX-220V0TT0 500 GB
- RAM 2 GB
2. Modem ZTE

Spesifikasi
- Product Description: 3Com OfficeConnect Fast Ethernet Switch 16,
switch, 16 ports
- Device Type: Switch
- Form Factor: External
- Dimensions (WxDxH): 8.2 in x 6.3 in x 1.6 in
- Weight: 1.4 lbs
- Ports Qty: 16 x Ethernet 10Base-T, Ethernet 100Base-TX
- Data Transfer Rate: 100 Mbps
- Data Link Protocol: Ethernet, Fast Ethernet
- Communication Mode: Half-duplex, full-duplex
- Features: Flow control, full duplex capability, auto-sensing per device,
auto-negotiation, auto-uplink (auto MDI/MDI-X), store and forward
- Compliant Standards: IEEE 802.3u, IEEE 802.3i,IEEE 802.3x
- Power: AC 120/230 V ( 50/60 Hz )

48

3. Router N66w Dual band wireless N900 Gigabit (2 buah)

Spesifikasi

49

50

4. HUB TP-Link TL-SF1008D

Spesifikasi
- 8 port RJ45 10/100Mbps Auto-Negotiation, Mendukung Auto MDI /
-

MDIX
Green Ethernet teknologi menghemat daya hingga 70%
IEEE 802.3x flow control menyediakan transfer data yang handal
Casing plastik, didesain untuk pemasangan desktop / pada dinding
Plug and play, tidak ada konfigurasi yang diperlukan

5. Switch Office Connect

Product Description: 3Com OfficeConnect Fast Ethernet Switch 16,


switch, 16 ports

Device Type: Switch

Form Factor: External

Dimensions (WxDxH): 8.2 in x 6.3 in x 1.6 in

Weight: 1.4 lbs

Ports Qty: 16 x Ethernet 10Base-T, Ethernet 100Base-TX

Data Transfer Rate: 100 Mbps

51

Data Link Protocol: Ethernet, Fast Ethernet

Communication Mode: Half-duplex, full-duplex

Features: Flow control, full duplex capability, auto-sensing per device,


auto-negotiation, auto-uplink (auto MDI/MDI-X), store and forward

Compliant Standards: IEEE 802.3u, IEEE 802.3i, IEEE 802.3x

Power: AC 120/230 V ( 50/60 Hz )

Manufacturer Warranty: 3 years warranty

52