Anda di halaman 1dari 2

Gejala Klinis Mola Hidatidosa

Gejala mola hidatidosa sudah sangat berkurang dekade terakhir ini karena
dapat di deteksi dengan USG dengan baik.
Gejala yang ditemukan biasanya 1-2 bulan didapatkan amenorrhea sebelum
ditemukan mola. Dari 41 wanita dengan diagnosis mola komplit didiagnosis
pada kehamilan 10 minggu. Menurut Gemer,dkk dari 41% kasus
asimptomatik dan 58% pendarahan vaginal. Hanya 2% pasien yang
menderita anemia atau hiperemesis.
Pada umur kehamilan yang lebih lanjut gejala mola hidatidosa komplit serupa
dengan mola hidatidosa partial. Pada kehamilan mola yang tidak ditangani
maka akan terjadi pendarahan intrauterin mulai dari spot hingga perdarahan.
Perdarahan ini menunjukan tanda aborsi spontan mola. Pendarahan ini akan
berjalan intermiten dalam minggu hingga bulan.
Pada mola yang lebih berat dengan pendarahan dapat menunjukan tanda
anemia defisiensi besi. Pada beberapa wanita pertumbuhan uterus dapat
cepat. Uterus yang membesar berkonsistensi lunak namun tidak ada detak
jantung janin. Mual dan muntah sering muncul pada pasie mola.
Pada mola komplit, ovarium mengandung multipel kista lutein sebanyak 2560%. Ini disebabkan dari overstimulasi elemen luteal akibat banyaknya kadar
hCG. Kista beta lutein akan regresi ketika dilakukan terminasi. Kista luteal
yang besar dapat menyebabkan beberapa kompliasi pada ovarium seperti
torsio, infark, dan pendarahan.
Ooforektomi tidak dilakukan pada pasien mola meskipun dapat terjadi
komplikasi di atas. Namun pada Infark yang luas yang berlanjut setelah
dilakukan reposisi ovarium makan dilakukan ooforektomi.
Thyrotropin-like effect akibat melimpahnya kadar hCG menyebabkan kadar
T4 bebas meningkat dan kadar tyroid stimulating hormon (TSH) berkurang.
Namun demikian gejala thyrotoxicosis pada pasien mola biasanya
teramarkan oleh pendarahan intrauterin dan sepsis akibat infeksi. Kadar free
T4 akan berangsur turun setelah dilakukan terminasi. Gejala badai tiroid
pernah dilaporkan terjadi.
Pada mola yang besar, preeklamsi dan eklamsi yang berat biasa terjadi.
Namun, gejala ini sudah jarang timbul karena deteksi dini dengan USG.
Preekamsi dapat terjadi akibat masa tropoblastik yang hipoksia, sehingga
melepaskan antiangiogenik faktor dan memicu kerusakan endotel.

Mola
o
o
o
Mola
o

complete
Pendarahan per vaginam
Hiperemesis
Hipertiroidism
partial
Gejala mola partial berbeda dengan gejala mola complete. Tanda dan
gejala yang hadir berupa gejala aborsi inkomp