Anda di halaman 1dari 3

Mengikir Dengan Benar

A. Memilih dan menyiapkan tempat kerja.


Tinggi tempat haruslah disesuaikan dengan bentuk dari benda kerja yang akan
dikerjakan dan ketinggian si pengikir yang melakukan pengikiran.
B. Melemaskan sendi-sendi
sendi tangan
Posisi kerja memperlihatkan bagaimana kecakapan seseorang bekerja. Selama
mengikir, badan berdiri di sebelah kiri benda kerja atau material dengan posisi kaki
tetap pada tempatnya. Jarak antar kaki deisesuaikan dengan panjang kikir.Sudut
antara poros tanggem dan kaki kira-kira
k kira membentuk sudut 300, sedangkan untuk
kaki kanan membentuk sudut kurang lebih 75.
C. Melakukan gerakan utama / dasar sebanyak mungkin.
Badan berdiri tegak pada posisi permulaan dan selanjutnya condong kedepan
selama pengikiran berlangsung. Sementara
Sementara posisi kaki kanan tetap lurus selama
proses pengikiran berlangsung.
Sedangkan arah pandangan mata selalu terpusat (diarahkan) melihat pada benda
kerja yang akan dikerjakan atau dikikir. D. Penjepitan benda kerja. (ragum /
catok)
Ragum atau catok adalah suatu
uatu peralatan yang dipakai untuk menjepit benda kerja
pada saat proses pengikiran selain itu ragum atau catok bias juga digunakan untuk,
menggergaji, memahat, dll.
Dalam pengerjaannya, biasanya digunakan ragum sejajar.
E. Spesifikasi ragum

Pada umumnya ragum terbuat dari besi tuang kenyal atau baja tuang. Yang
terpenting dalam pengikiran adalah pemasangan ragum harus kuat. Banyak sekali
jenis ragum yang digunakan untuk bermacam-macam
bermacam macam pekerjaan tangan. Di ATMI
(asosiasi
asosiasi tekhnik mesin Indonesia),
Indonesia ragum yangg digunakan dalam praktek
pengikiran tingkat satu adalah ragum sejajar, dimana rahang yang bergerak
(movable jaw) digerakkan oleh poros berulir dan bergerak kebelakang.
Rahang (jaw) atau mulut dapat diganti dan dikeraskan (hardened jaw) Apabila

ragum dipakai setiap hari, permukaan yang saling bergesekan dan berulir harus
sering dibersihkan dan diberi oli atau dilumasi.
Penting: jangan mengencangkan tangkai handle dengan pipa atau hammer.
F. Pemegang Kikir.

Pemegang kikir harus dipasang lurus dengan tangkai kikir dan haruslah kuat. Kikir
yang dipakai harus bergagang atau bertangkai. jika ketentuan ini diabaikan akan
mengakibatkan tangan menjadi rusak disebabkan karena tangkai kikir bergesekan
lansung dengan telapak tangan. Pemegang kikir harus dibor terlebih dahulu
sebelum dipasang ke tangkai kikir. Adapun diameter bor dan kedalamannya harus
disesuaikanj dengan ukuran kikir. Sewaktu memasang, dapat dilakukan dengan
jalan memanaskan terlebih dahulu tangkai kikir sampai merah suram, kemudian
kikir dimasukkan pada handle kayu sehingga membentuk lubang yang pas.

Cara memegang kikir

Cara memegang kikir adalah sebagai berikut: Tangan kanan memegang handle
kikir dengan kuat dan tekan gagang kikir tersebut dengan telapak tangan bagian
bawah.
Ibu jari terletak diatas, sedangkan jari-jari yang lainnya berada di bawah gagang.
Sedangkan tangan kiri memegang ujung kikir dengan telapak tangan dan ibu jari
dengan rapat satu sama lain melipat ke bawah tetapi tidak menggenggam ujung
kikir tersebut. Dengan cara memegang kikir seperti ini akan dapat mengikir benda
kerja dengan baik.
Mengikir permukaan yang rata
Untuk melakukan ini harus diperlukan 3 hal utamasehingga optimal, antara lain
yang harus dilakukan adalah tekanan pada saat mengikir.

1. Apabila mulai melakukan pengikiran harus diperhatikan tekanan yang besar


pada tangan kiri. Sedangkan tekanan yang ringan pada saat mulai
pengikiran.
2. Tekanan kedua tangan harus berimbang, karena pada saat itu benda terkikir.
3. Setelah kikir sampai pada ujung benda, kedudukan kikir sudah berada di
ujung langkah, meka tekanan tangan kanan harus maximal. Sehingga
diperoleh penyayatan yang stabil. Pada saat menarik kebelakang kikir tidak
diberi tekanan sama sekali agar gig potong kikir tidak cepat tumpul. Hal ini
dilakukan untuk pengikiran siku, sejajar dan rata.
Namun semua teori tersebut tidak dapat dipaksakan kepada semua operator, karena
setiap orang memiliki daya penyesuaian dan karakter gaya yang berbeda-beda.
Hanya secara umum saja dari teori tersebut yang memang harus diterapkan.
Sedangkan teknik yang lebih spesifik dan bersifat individu dapat berbeda setiap
orang
Beberapa contoh penyesuaian individu terhadap teori prosedur kerja antara
lain:
Lebar kaki yang sama dengan panjang kikir dan sudut antara kedua telapak kaki
menurut teori adalah 60 derajat, namun ada beberapa orang yang merasa lebih
nyaman dengan kaki lebih rapat maupun lebih renggang.
Selain itu, teknik mengikir untuk membuat flat pada benda kerja, bagi pemula
dapat dikerjakan dengan lebih cepat jika pada bagian tengah benda terlebih dahulu
dikikir, lalu dilanjutkan pada bagian pinggir. Hal ini dilakukan untuk menghindari
agar benda kerja tidak cembung (bagian pinggir lebih rendah daripada bagian
tengah). Karena menurut analisis yang diperoleh, akan lebih sulit meratakan benda
cembung daripada meratakan benda cekung. Setelah benda menjadi cekung, maka
selanjutnya tinggal meratakan bagian pinggirnya.
Kesulitan yang biasa terjadi (pada pemula) adalah belum stabilnya gerakan ayunan
(tarikan dan dorongan) kikir sehingga menyebabkan benda menjadi cembung.
Karena saat mengayun, yang terkikir hanya bagian sisi pinggirnya saja bila ayunan
kikir tidak benar-benar datar. Pengikiran tidak hanya membutuhkan tenaga dan
strategi (teknik), tetapi juga kesabaran.
Itulah cara mengikir yang baik semoga bisa dimengerti dan dipahami, jika ada
yang kurang atau ada yang mesti