Anda di halaman 1dari 11

Struktur dan mekanisme kerja jantung

Yolanda Phingkasari
102013552/B7
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No. 6 Jakarta 11510
Telephone: (021) 5694-2061 (hunting), Fax: (021) 563-1731
Email: wieyolanda@ymail.com

Abstrak
Jantung adalah organ berongga dan memiliki empat ruang yang terletak antara kedua paruparu dibagian tengah rongga torak. Jantung dilindungi oleh mediastinum. Fungsi jantung
sebagai pompa yang mengalirkan darah yang membawa nutrisi ke seluruh jaringan tubuh.
Ventrikel kanan dan kiri memompa darah masing- masing ke paru- paru dan bagian tubuh
lain. Sedangkan atrium kanan dan kiri menerima darah masing-masing dari tubuh dan vena
pulmonalis.Jantung bekerja dipengaruhi oleh sifat kelistrikan jantung serta persarafan yang
ada pada jantung. Jantung sebagai alat pompa darah dalam tubuh kita dipersarafi oleh sistem
saraf otonom dari otak . Jantung dapat memompakan darah keseluruh tubuh dikarenakan
adanya kontraksi ventrikel yang menyebabkan perbedaan tekanan antara ventrikel dan arteri,
sehingga darah keluar dari ventrikel .begitu pula saat penampungan darah di atrium.
Kata Kunci : jantung, mekanisme jantung, struktur jantung, aliran balik vena.

Abstract
The heart is a hollow organ and have four spaces located between the lungs in the middle of
the piston cavity. Heart is protected by the mediastinum. The function of the heart as a pump
to drain blood that carries nutrients to all body tissues. Right and left ventricles pump blood
to each lung and other body parts. While the right and left atrium receives blood from the
body each and pulmonary veins. Cardiac work is influenced by the electrical properties of
the heart as well as that of the cardiac innervation. Heart as a blood pump in our body is
innervated by the autonomic nervous system of the brain. The heart can pump blood
throughout the body due to ventricular contraction that causes a pressure difference between
the ventricles and arteries, so the blood out of the ventricle. Likewise, when blood reservoir
in the atrium

Keywords: heart, heart mechanism, the structure of the heart, venous return

Pendahuluan
Jantung berfungsi sebagai pompa yang mengalirkan darah yang membawa nutrisi ke
seluruh jaringan tubuh kita. Jantung terdiri dari 4 ruangan yaitu atrium kanan, ventrikel
kanan, atrium kiri, ventrikel kiri. Ketika jantung berkontraksi maka dihasilkan tekanan darah.
Tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg. Jantung bekerja dipengaruhi oleh sifat
kelistrikan jantung serta persarafan yang ada pada jantung. Tekanan darah yang lebih tinggi
dari tekanan normal dapat membahayakan karena meningkatkan resiko pecahnya pembuluh
darah yang dapat berakibat fatal. 1
Sistem kardiovaskular adalah sistem transport yang mensuplai zat-zat yang diabsorpsi
dari saluran pencernaan dan O2 ke jaringan, mengembalikan CO2 ke paru-paru dan produkproduk metabolisme lainnya. Jantung berfungsi sebagai pompa sedangkan darah berfungsi
sebagai media transport yang menyebarkan ke jaringan. Sedangkan pembuluh darah sebagai
salurannya.8
Jantung sebagai alat pompa darah dalam tubuh kita dipersarafi oleh sistem saraf
otonom dari otak, namun pada kenyataannya jantung dapan melepaskan diri dann seperti
mempunyai pengendali tersendiri. Jantung dapat memompakan darah keseluruh tubuh
dikarenakan adanya kontraksi ventrikel yang menyebabkan perbedaan tekanan antara
ventrikel dan arteri, sehingga darah keluar dari ventrikel .begitu pula saat penampungan darah
di atrium.

Pembahasan
Anatomi jantung
Jantung adalah organ muskuler yang berkontraksi secara ritmis, memompa darah
dalam sistem sirkulasi.Dua pertiga jantung terletak di sebelah kiri garis midsternal dan sepertiga
terletak di sebelah kanan garis midsternal. Jantung memiliki empat ruangan, atrium kanan dan

kiri atas yang dipisahkan oleh septum interatrial dan ventrikel kanan dan kiri bawah
dipisahkan oleh septum interventrikular.1
Dinding atrium relatif tipis.Atrium menerima darah dari vena yang membawa kembali
ke jantung. Atrium kanan terletak dalam bagian superior kanan jantung, menerima darah dari
seluruh jaringan kecuali paru-paru.Ventrikel berdinding tebal.Bagian ini mendorong darah ke
luar jantung menuju arteri yang membawa darah meninggalkan jantung.Ventrikel kanan

terletak di bagian inferior kanan pada apex jantung.Darah meninggalkan ventrikel kanan
truncus pulmonal dan mengalir ke seluruh bagian tubuh.Trabecula carneae adalah hubungan
otot bundar atau tidak teratur yang menonjol dari permukaan bagian dalam kedua ventrikel ke
rongga ventrikular.Berikut merupakan ruangan-ruangan pada jantung :1
1

Atrium Kanan
Atrium kanan menerima darah deoksigenasi dari v. cava inferior di bawah dari v. cava

superior.Menerima darah dari sinus coronarius.Ujung atas atrium menonjol ke bagian kiri v.
cava superior menjadi aurikula dextra.Sulcus terminalis adalah sulcus vertical di permukaan
luar atrium. Pada bagian lain atrium terdapat tonjolan otot horizontal yaitu muskuli pectinati.
Terdapat sebuah katup yang akan menghubungan atrium kanan dengan ventrikel kanan yaitu
katup atrioventricularis dextrum atau biasa disebut valve tricuspidalis.
2

Ventrikel Kanan
Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan melalui katup tricuspid.Bagian tepi

daun katup melekat pada chorda tendinae yang akhirnya melekat ke m. papilaris.Dinding
ventrikel kanan lebih tebal daripada dari atrium kanan namun tidak setebal ventrikel kiri.
Dinding ini mengandung kelompok massa otot yang disebut trabecula carneae. Darah
mengalir melalui valva pulmonalis dan menuju ke runkus pulmonalis yang berakhir ke paruparu.
3

Atrium Kiri
Atrium kiri menerima darah teroksigenasi dari keempat vv. pulmonalis yang mengalir

ke posterior. Atrium kiri juga ditutupi oleh auricula yang terdapat juga mm. pectinati. Pada
permukaan septum atrium terdapat lekukan yang menandai fosa ovalis. Katup mitral
(bikuspid) mengalirkan darah dari atrium kiri ke ventrikel kiri.1
4

Ventrikel Kiri
Dinding ventrikel kiri jauh lebih tebal dibanding ventrikel kanan. Dinding yang

tebaldiperlukan untuk memompa darah teroksigenasi dengan tekanan tinggi melalui sirkulasi
sistemik. Apex cordis merupakan bagian dari ventrikel kiri yang menempati sebagian dari
facies diaphragmatica. Ventrikel kiri dihubungkan dengan aorta melalui valvula semilunaris
aorticum.1

Katup pada Jantung

Darah mengalir melalui jantung dalam satu arah tetap dari vena ke atrium keventrikel
ke arteri. Adanya empat katup jantung satu arah memastikan darah mengalir satu arah. Katupkatup terletak sedemikian rupa sehingga mereka membuka danmenutup secara pasif karena
perbedaan tekanan, serupa dengan tekanan pintu satuarah. Gradient tekanan ke arah depan
mendorong katup terbuka, seperti andamembuka pintu dengan mendorong salah satu sisinya,
sementara gradient tekanan kearah belakang mendorong katup menutup, seperti anda
mendorong ke pintu sisi lainyang berlawanan untuk menutupnya. Perhatikan bahwa gradient
ke arah belakangdapat mendorong katup menutup, tetapi tidak dapat membukanya. Keempat
katup jantung berfungsi untuk mempertahankan aliran darah searah melalui bilik - bilik
jantung. 1,2
Katup jantung terdiri atas 4 yaitu:3
1. Katup trikuspid: yang memisahkan atrium kanan dengan ventrikel kanan.
2. Katup mitral atau bikuspid : yang memisahkan antara atrium kiri dengan ventrikel kiri
serta dua katup semilunar yaitu katup pulmonal dan katup aorta.
3. Katup pulmonal : katup yang memisahkan ventrikel kanan dengan arteri pulmonalis.
4. Katup aorta adalah katup yang memisahkan ventrikel kiri dengan aorta.

Vaskularisasi Jantung
Jantung mendapat pendarahan dari a.coronaria cordis yang merupakan cabang dari
aorta ascendens. a.coronaria cordis ini ada dua:

A.coronaria dextra: timbul dari sinus aorticus anterior, mula-mula berjalan ke anterior
dextra untuk muncul di antara trunctus pulmonalis dan auricula dextra, kemudian
berjalan inferior dextra pada sulcus atrioventricularis menuju pertemuan margo dextra
dan inferior cordis, untuk kemudia berputar ke sinistra sepanjang bagian posterior
jantung sampai sulcus interventricularis posterior, dimana ia beranastomosis dengan
a.coronaria sinistra.

A.coronaria sinistra: timbul dari sinus aorticus posterior sinistra, berjalan ke anterior
di antara trunctus pulmonalis dan auricula sinistra kemudian membelok ke sinistra
menuju sulcus atrioventricularis anterior sebagai a.interventricularis anterior,
kemudian berjalan posterior mengelilingi margo sinistra untuk berjalan bersama sinus
coronarius

sampai

sejaun

sulcus

interventricularis

posterior

sebagai

a.interventricularis posterior dimana ia akan beranastomosis dengan yang dextra.

Struktur mikroskopis
mikroskopis jantung terdiri dari 3 lapisan yaitu endokardium, miokardium, dan
epikardium.3,4
Epikardium
Epikardium ada;lah lapisan paling luar dari jantung, tersusun dari lapisan sel-sel mesotelial
yang berada diatas jaringan ikat. Pada epikardium terdapat perikardium yang merupakan
selaput yang membungkus jantung dimana terdiri dari lapisan fibrosa dan serosa, dalam
cavun perikardii terdapat cairan yang berfungsi sebagai pelumas agar tidak ada gesekan
antara perikardium dan epikardium. Epikardium berupa membran serosa yang padat dengan
ketebalan yang bervariasi, banyak mengandung serabut elastin yang berbentuk lembaran,
terutama dibagian profundal. Epikardium melekat erat pada miokardiu, membungkus vasa,
nervi dan corpus adiposum, jaringan lemak banyak ditemukan pada jantung.
Miokardium
Miokardium terdiri dari otot polos. Miokardium terdiri dari 2 jenis serat otot yaitu serat
kondukdi dan serat kontraksi. Serat konduksi pada jantung merupakan modifikasi dari serat
otot jantung dan menghasilkan impuls. Serat konduksi terdiri dari 2 nodus didinding atrium
yaitu nodus SA dan AV. Serat purkinje merupakan percabangan dari nodus AV dan terletak
disubendokardial. Sel purkinje mengandung sitoplasma yang besar, sedikit miofibril, kaya
akan mitokondria dan glikogen serta mempunyai 1 atau 2 nukleus yang terletak disentral.
Endokardium
Merupakan bagian dalam dari atrium dan ventrikel. endokardium terdiri dari endotelium dan
lapisan subendokardial. Endotelium pada endokardium merupakan epitel selapis pipih
dimana terdapat occluding junction dan gap junction lapisan subendokordial terdiri dari
lapisan ikat longgar. Di lapisan subendokordial terdapat vena, saraf dan sel purkinje.

Aktivitas Listrik Jantung


Kontraksi sel otot jantung terjadi oleh adanya potensial aksi yang dihantarkan
sepanjang membran sel otot jantung. Jantung akan berkontraksi secara ritmik, akibat adanya
impuls listrik yang dibangkitkan oleh jantung sendiri atau suatu kemampuan yang disebut
autorhytmicity. Sifat ini dimiliki oleh sel khusus otot jantung. Terdapat dua jenis khusus sel
otot jantung, yaitu:5

Sel kontraktil: Sel ini melakukan kerja mekanis, yaitu memompa.

Sel otoritmik: Sel ini mengkhususkan diri mencetuskan dan menghantarkan potensial
aksi yang bertanggung jawab untuk kontraksi sel-sel pekerja.

Berbeda dengan sel saraf dan sel otot rangka yang memiliki potensial membrane
istirahat yang mantap. Sel-sel khusus jantung tidak memiliki potensial membrane istirahat.
Sel-sel ini memperlihatkan aktivitas pacemaker (picu jantung), berupa depolarisasi lambat
yang diikuti oleh potensial aksi apabila potensial membrane tersebut mencapai ambang tetap.
Dengan demikian, timbul potensial aksi secara berkala yang akan menyebar ke seluruh
jantung dan menyebabkan jantung berdenyut secara teratur tanpa adanya rangsangan melalui
saraf. Mekanisme yang mendasari depolarisasi lambat pada sel jantung penghantar khusus
masih belum diketahui secara pasti. Di sel-sel otoritmik jantung, potensial membaran tidak
menetap antara potensial potensial aksi. Setelah suatu potensial aksi, membrane secara
lambat mengalami depolarisasi atau bergeser ke ambang akibat inaktivitasi saluran K+. pada
saat yang sama ketika sedikit K+ ke luar sel karena penurunan tekanan K+ dan Na+, yang
permeabilitasnya tidak berubah, terus bocor masuk ke dalam sel. Akibatnya, bagian dalam
secara perlahan menjadi kurang negative; yaitu membrane secara bertahap mengalai
depolarisasi menuju ambang. Setelah ambang tercapai, dan saluran Ca++ terbuka, terjadilah
influks Ca++ secara cepat, menimbulkan fase naik dari potensial aksi spontan. Fase saluran
K+. inaktivitasi saluran-saluran ini setelah potensial aksi usai menimbulkan depolarisasi
lambat berikutnya mencapai ambang. Sel-sel jantung yang mampu mengalami otoritmisitas
ditemukan di lokasi-lokasi berikut:5,6

Nodus sinoatrium (SA), daerah kecil khusus di dinding atrium kanan dekat lubang
vena kava superior.

Nodus atrioventrikel (AV), sebuah berkas kecil sel-sel otot jantung khusus di dasar
atrium kanan dekat septum, tepat di atas pertautan atrium dan ventrikel.

Berkas HIS (berkas atrioventrikel), suatu jaras sel-sel khusus yang berasal dari nodus
AV dan masuk ke septum antar ventrikel, tempat berkas tersebut bercabang
membentuk berkas kanan dan kiri yang berjalan ke bawah melalui seputum,
melingkari ujung bilik ventrikel dan kembali ke atrium di sepanjang dinding luar.

Serat Purkinje, serat-serta terminal halus yang berjalan dari berkas HIS dan menyebar
ke seluruh miokardium ventrikel seperti ranting-ranting pohon.

Berbagai sel penghantar khusus memiliki kecepatan pembentukkan impuls spontan


yang berlainan. Simpul SA memiliki kemampuan membentuk impuls spontan tercepat.
Impuls ini disebarkan ke seluruh jantung dan menjadi penentu irama dasar kerja jantung,
sehingga pada keadaan normal, simpul SA bertindak sebagai picu jantung. Jaringan
penghantar khusus lainnya tidak dapat mencetuskan potensial aksi intriksiknya karena sel-sel
ini sudah diaktifkan lebih dahulu oleh potensial aksi yang berasal dari simpul SA, sebelum
sel-sel ini mampu mencapai ambang rangsangnya sendiri.5,6

Curah Jantung dan Kontrolnya


Kontraksi berulang miokardium adalah denyut jantung. Masing-masing denyut
memompa darah keluar dari jantung. Jumlah darah yang dipompa keluar per denyutan adalah
volume sekuncup (stroke volume). Curah jantung (cardiac output, CO) adalah volume darah
yang dipompa per menit, bergantung pada hasi kali kecepatan denyut jantung (heart rate/HR)
dan volume sekuncup (stroke volume/SV). Curah jantung pada orang dewasa adalah antara
4,5 dan 8 liter per menit. Peningkatan curah jantung dapat terjadi karena peningkatan
kecepatan denyut jantung atau volume sekuncup.8
Dua jenis kontrol yang mempengaruhi isi sekuncup adalah kontrol intrinsik dan
kontrol ekstrinsik. Kontrol intrinsik berkaitan dengan jumlah aliran balik vena dan kontrol
ekstrinsik berkaitan dengan tingkat stimulasi simpatis pada jantung. Kedua faktor ini
meningkatkan isi sekuncup dengan meningkatkan kekuatan kontraksi jantung. Secara
sederhana, kekuatan kontraksi otot jantung dapat diubah-ubah oleh variasi panjang awal serat
otot yang selanjutnya bergantung pada tingkat pengisian ventrikel sebelum kontraksi (kontrol
intrinsik) dan variasi tingkat stimulasi simpatis (kontrol ekstrinsik).5

Kontrol Intrinsik
Curah jantung dapat meningkat atau menurun akibat gaya-gaya yang bekerja secara
intrinsik di jantung. Kontrol intrinsik atas curah jantung ditentukan oleh panjang serat-serat
otot jantung. Apabila serat-serat otot jantung diregangkan sampai batas tertentu, maka

kontrkatilitas atau kemampuan jantung untuk memompa akan meningkat. Peningkatan


kontraktilitas akan meningkatkan kekuatan setiap denyut sehingga terjadi peningkatan
volume sekuncup dan curah jantung. Penurunan peregangan serat-serat otot menyebabkan
kontraktilitas dan kekuatan setiap denyutan berkurang. Berkurangnya volume sekuncup
menyebabkan penurunan curah jantung.
Alasan kedua mengapa peregangan serat otot jantung menentukan curah jantung
adalah meningkatnya aliran balik vena akan meregangkan dinding atrium kanan. Peregangan
ini meningkatkan kecepatan pelepasan potensial aksi nodus SA dan kecepatan denyut jantung
hingga 20%. Peningkatan kecepatan denyut jantung disertai peningkatan volume sekuncup
dapat secara drastis meningkatkan curah jantung. Namun, peningkatan curah jantung
akhirnya menurunkan volume diastolik-akhir.

Kontrol Ekstrinsik
Isi sekuncup juga berada di bawah kontrol ekstrinsik oleh faktor-faktor yaang berasal dari
luar jantung, dengan yang terpenting adalah kerja saraf simpatis jantung dan epinefrin.
Stimulasi simpatis dan epinefrin meningkatkan kontraktilitas jantung, yaitu kekuatan
kontraksi di setiap VDA. Dengan kata lain, pada stimulasi simpatis janung berkontraksi lebih
kuat dan memerah keluar lebih banyak darah yang dikandungnya sehingga penyemprotan
darag menjadi lebih tuntas.
Stimulasi simpatis meningkatankan isi sekuncup tidak saja dengan memperkuat kontraktilitas
jantung tetapi juga dengan meningkatkan aliran balik vena. Stimulasi simpatis menyebabkan
kontriksi vena, yang memeras lebih banyak darah dari vena ke jantung, meningkatkan VDA
dan karenanya semakin meningkatkan isi sekuncup.

Mekanisme pompa jantung


Jantung sebenarnya merupakan 2 pompa yang terpisah. Jantung bagian kanan yang
memompa darah ke paru-paru dan kemudian dibawa menuju ke jantung bagian kiri. Lalu
jantung bagian kiri yang akan memompa darah ke bagian tubuh lainnya. Darah mengalir
terusdalam suatu lingkaran yang disebut system sirkulasi.7
Darahyang memasuki atrium kanan dari vena besar didorong oleh kontraksi atrium
dan mengalir melalui katup trikuspidalis untuk masuk ke dalam ventrikel kanan. Dari
ventrikel kanan darahdipompakan melalui katup pulmonalis ke arteri pulmonalis yang

kemudian melalui paru-parudan terakhir melalui vena pulmonalis masuk kedalam atrium kiri.
Dengan kontraksi atriumkiri darah didorong melalui katup mitralis ke ventrikel kiri, dan dari
sini dipompa melaluikatup aorta untuk memasuki aorta dan dialirka melalui sirkulasi
sistemik.
Kedua atrium adalah pompa primer yang memaksa sisa darah terakhir masuk
kedalamventrikel yang bersangkutan sesaat sebelum kontraksi. Sisa darah terakhir yang di
pompakanmasuk ke dalam ventrikel ini membuat ventrikel menjadi lebih efisien dalam
kerjanya sebagai pompa di banding kalau tidak mempunyai mekanisme pengisian yang
khusus. Namun demikian ventrikel adalah demikian kuatnya sehingga tetap dapat memompa
sejumlah besar darah walaupun atrium tidak berfungsi.Bila seseorang dalam keadaan
istirahat, setiap menitnya jantung hanya akanmemompa 4-6 liter darah. Selama bekerja berat ,
jantung mungkin perlu memompa darahsebanyak 4-7 kali dari jumlah ini.7

Mekanisme kerja katup jantung


Darah mengalir melalui jantung dalam satu arah tetap yaitu dari vena ke atrium ke
ventrikel ke arteri. Adanya empat katup jantung satu arah memastikan darah mengalir ke satu
arah. Katup-katup diposisikan sedemikian sehingga mereka membuka dan menutup secara
pasif akibat perbedaan tekanan, serupa dengan pintu satu arah (gambar 1). Gradien tekanan
memaksa katup terbuka, seperti anda membuka pintu dengan mendorong salah satu sisinya,
sementara gradien tekanan yang mengarah ke belakang mendorong katup tertutup.7,8
Terdapat dua katup, katup atrioventrikular (AV) kanan dan kiri, yang masing-masing
terletak diantara atrium dan ventrikel di sisi kanan dan kiri. Kedua katup ini membiarkan
darah mengalir dari atrium ke ventrikel selama pengisian ventrikel, tetapi mencegah aliran
balik darah dari ventrikel ke dalam atrium sewaktu pengosongan ventrikel. Dua katup lain,
katup aorta dan katup pulmonal terletak di pertemuan dimana arteri-arteri besar
meninggalkan ventrikel. Katup-katup ini dikenal dengan katup semilunar karena memiliki
tiga daun katup yang masing-masing mirip daun dangkal. Katup-katup ini dipaksa membuka
ketika tekanan ventrikel kanan dan kiri masing-masing melebihi tekanan di aorta dan arteri
pulmonalis. Penutupan terjadi ketika ventrikel melemas dan tekanan ventrikel turun di bawah
tekanan aorta dan arteri pulmonalis.7,8

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Aliran Balik Vena


Factor-faktor yang mempengaruhi aliran balik vena antara lain pengaruh gaya
gravitasi, katup pada vena, aktivitas otot rangka, mekanisme pernafasan, pengaruh kerja saraf
simpatis.8
Gaya gravitasi berperan besar dalam aliran balik vena karena gaya gravitasi yang
ditimbulkan oleh bumi akan membuat aliran balik vena menjadi lebih berat. Darah yang
ada pada vena akan tertahan dan sulit kembali kejantung karena ditarik oleh gaya
gravitasi.
Katup pada vena menjadi kelebihan yang dimiliki vena jika dibandingkan dengan arteri.
Adanya katup pada vena akan mencegah darah kembali lagi atau berjalan berlawanan
arah. Pada saat darah pada vena sudah menumpuk, tekanan yang besar akan terbuka dan
mendorong darah menuju jantung, kemudian saat tekanan mulai seimbang katup akan
tertutup sehingga darah tidak kembali lagi.
Aktivitas otot rangka akan membuat vena membesar atau mengecil sehingga aliran vena
akan terpengaruhi. Saat otot rangka berkontraksi maka vena akan terjepit sehingga terjadi
venokonstriksi. Venokonstriksi akan membuat aliran vena menuju jantung menjadi lebih
cepat.
Mekanisme pernafasan berpengaruh pada aliran balik vena karena berhubungan dengan
tekanan intrapleura dan tekanan transmural pd vena. Ketika terjadi proses inspirasi
difragma akan turun dan rongga dada membesar. Akibatnya tekanan transmural
sepanjang vena cava superior dan vena cave inferior meningkat bersamaan dengan
membesarnya atrium dan ventrikel. Hal ini akan meningkatkan aliran balik pada vena.
Demikian sebaliknya pada saat proses ekspirasi.
Kerja saraf simpatis berpengaruh pada proses vasokonstriksi dan venokonstriksi. Ketika
tonus simpatik meningkat maka pada arteri akan terjadi vasokontriksi yang menghambat
aliran darah, namun sebaliknya pada vena. Meningkatnya tonus simpatik akan
menyebabkan terjadinya venokonstriksi yang membuat aliran balik vena meningkat.

Kesimpulan
Jantung merupakan organ berongga dan berotot yang terletak di rongga dada.
memiliki empat ruang yaitu dua ventrikel dan dua atrium di kedua sisi kanan dan kiri. Antara
atrium dan ventrikel dipisahkan oleh katup agar darah mengalir searah. Pada aliran balik vena
terdapat factor-faktor yang mempengaruhi antara lain gaya gravitasi, pengaruh kerja saraf
simpatik, kerja otot rangka, mekanisme pernafasan dan lain-lain

Daftar Pustaka
1

Sloane, Ethel. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Jakarta: EGC; 2003. h. 228-30.

Faiz O, Moffat D. At a glance series anatomi. Jakarta: Erelangga; 2004. H.14-15.

Junqueira LC, Carneiro J. Histologi dasar. Ed 7. Jakarta: EGC; 2004. h. 239-51.

Williams, Wilkins. Atlas histologi di fiore dengan korelasi fungsional. Ed 9. Jakarta:

EGC; 2003. 108-12.


Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Jakarta: Buku Kedokteran EGC;
2009.h.333-47.

Gibson J. Fisiologi dan anatomi modern. Jakarta: EGC; 2003.h.107-9.

Corwin EJ. Buku saku patofisiologi. Edisi 3. Jakarta: EGC; 2009.h. 442-3, 447-52.

Ganong WF. Buku ajar fisiologi kedokteran. Jakarta: Penerbit EGC; 2008; 329-401