Anda di halaman 1dari 5

Artikel Kedokteran Forensik dan Medikolegal

IDENTIFIKASI SEBAB KEMATIAN DENGAN TRAUMA TUMPUL PADA


KASUS KEKERASAN
Sinta Afrida.1, Desy Permata Sari.1, Cut Zahara.1, Mutiana Safitri1
1

Bagian Kedokteran Forensik dan Medikolegal, Fakultas Kedokteran UNSYIAH


Abstrak
Trauma merupakan salah satu penyebab kematian, baik kematian yang

mendadak atautidak. Kekerasan tumpul dapat terjadi karena 2 sebab, yaitu alat
atau senjata yang mengenai ataumelukai orang yang relatif tidak bergerak dan
yang lain orang bergerak ke arah objek ataualat yang tidak bergerak. Dalam
bidang medikolegal kadang-kadang hal ini perlu dijelaskan,walaupun terkadang
sulit dipastikan. Berikut dilaporkan sebuah kasus trauma tumpul akibat kekerasan.
Telah diperiksa seorang laki-laki dalam keadaan sadar, umur sembilan
belas tahun. Dari hasil pemeriksaan fisik dijumpai lebam pada pipi kiri, luka lecet
pada leher sebelah kiri dan lebam pada paha kiri korban. Luka tersebut disebabkan
oleh ruda paksa tumpul yang dapat mengakibatkan keterbatasan aktifitas fisik
korban sehari-hari. Pada korban di laporan kasus ini luka memar berwarna
kemerahan, dimana sesuai dengan teori diperkirakan umur luka memar satu hari.
Pada korban luka lecet pada laporan kasus ini ditemukan luka lecet berwarna
kemerahan, dimana sesuai dengan teori umur luka lecet satu sampai tiga hari.
Kata kunci: trauma tumpul, kekerasan, luka memar, luka lecet
PENDAHULUAN
Traumatologi berasal dari kata
trauma dan logos. Trauma berarti
kekerasanatas jaringan tubuh yang ma
sih hidup (living tissue) sedangkan
logosberarti ilmu. Jadi, pengertian ya
ng sebenarnya dari traumatologi adala
h ilmu yang mempelajari semua aspe
k yang berkaitan dengan kekerasan

terhadap jaringan tubuh manusia yang


masih hidup, jugamempelajari tentang
luka dan cedera serta hubungannya
dengan berbagai kekerasan,sedangkan
yang dimaksud dengan luka adalah
suatu keadaan ketidaksinambungan
jaringan

tubuh

akibat

kekerasan.

Kegunaannya

selain

untuk

kepentingan

pengobatan

juga
1

dalamkepentingan

forensik

sebab

orang

(27%),

dan

terluka

dapat diaplikasikan guna membantu

bendatajam/tumpul Sebesar 144.127

penegak

hukum

dalam

rangka

orang (18,3 %).1,2

membuat

terang

tindak

pidana

kekerasan

yang

menimpa

tubuh

seseorang.1

Dari 74 kasus yang masuk di


Instalansi Forensik RS. Bhayangkara
Semarang periodeahun 1 Januari 2007

Trauma merupakan salah satu

sampai 31 Agustus 2010 didapatkan

penyebab kematian, baik kematian

kasus tersering adalah trauma benda 2

yang mendadak atautidak. Untuk itu,

tumpul 40 kasus (54,05%) dan lokasi

diperlukan pengetahuan yang teliti

perdarahan kepala merupakan lokasi

apakah perlukaan pada seseorang

perdarahan

dapat berakibat fatal atau tidak, dan

kematian tersering adalah 46 kasus

ini merupakan poin penting untuk

(62,16%).

membantu proses peradilan.Trauma

yang

menyebabkan

Adapun definisi dari benda

dikelompokkan berdasarkan sifatnya

tumpul itu sendiri adalah :

menjadi trauma mekanik, fisika dan

-Tidak bermata tajam

kimia.

-Konsistensi keras / kenyal


Dalam

sebuah

penelitian,

-Permukaan halus / kasar

jumlah data secara keseluruhan yang


berasal

Kekerasan

tumpul

dapat

dan

terjadi karena 2 sebab, yaitu alat atau

33 provinsi di Indonesia adalah 972.3

senjata yang mengenai ataumelukai

17 responden. Adapun untuk respond

orang yang relatif tidak bergerak dan

en yang pernahmengalami

cedera

yang lain orang bergerak ke arah

selama kurun waktu 12 bulan terakhir

objek ataualat yang tidak bergerak.

sebanyak

Dalam bidang medikolegal kadang-

77.248

orang.

Responden bisa mempunyai jawaban

kadang

lebih dan satu penyebab cedera selam

dijelaskan,walaupun terkadang sulit

a kurva waktu 12 bulantersebut. Dan

dipastikan.3

jumlah

tersebut

tiga

hal

ini

perlu

proporsi

penyebab cedera terbesar yaitu jatuh


sebanyak

45.987

orang

(59,6%),

kecelakaan lalu lintas sekitar 20.829

LAPORAN KASUS
2

Korban diantar oleh keluarga

C. Dijumpai luka lecet di leher

ke Instalasi Gawat Darurat RSUD dr.

kiri, berbatas tegas, berbentuk

Zainoel Abidin Banda Aceh. Menurut

memanjang, tepi luka ireguler,

keterangan

korban,

berwarna

mengalami

pemukulan

korban
yang

dengan

ukuran panjang empat koma

dilakukan oleh temannya. Kejadian


tersebut disebabkan oleh korban tidak

merah,

lima sentimeter.
D. Dijumpai lebam pada paha

membuka pintu untuk temannya.

kiri,

Kejadian tersebut berlangsung pada

berbatas tidak tegas, tepi luka

tanggal lima belas November dua ribu

ireguler,

enam belas, sekitar pukul tiga pagi

keunguan, berukuran panjang

Waktu Indonesia Barat bertempat di

tiga sentimeter dan lebar satu

Dusun Matang Tunong Gampong

sentimeter.

Ceue Kec. Jangka Kab.Bireuen

bentuk

tidak

berwarna

teratur,
merah

E. Teraba hangat dari bagian

Pemeriksaan Luar

tubuh yang lain.

A. Pemeriksaan umum korban

Kesimpulan

pada

Visum

et

dalam keadaan sadar. Tekanan

Repertum

darah seratus enam puluh per

Telah

seratus tujuh milimeter air

bernama Munandar dalam keadaan

raksa, frekuensi nadi delapan

sadar, umur sembilan belas tahun.

puluh kali per menit, frekuensi

Dari hasil pemeriksaan fisik dijumpai

napas enam belas kali per

lebam pada pipi kiri, luka lecet pada

menit, suhu tubuh dua puluh

leher sebelah kiri dan lebam pada

enam

paha kiri korban. Luka tersebut

koma

tujuh

derajat

selsius.

diperiksa

seorang

laki-laki

disebabkan oleh ruda paksa tumpul

B. Dijumpai lebam pada pipi kiri,

yang

dapat

mengakibatkan

bentuk bulat, berbatas tegas,

keterbatasan aktifitas fisik korban

tepi

sehari-hari.

luka

ireguler,

warna

kemerahan,

dengan

ukuran

diamter

dua

sentimeter,

koma
dengan

lima
nyeri

tekan.
3

PEMBAHASAN

epidermis

Pada korban dijumpai adanya


luka memar pada bagian paha kiri.
Luka memar terjadi akibat tekanan
yang besar dalam waktu yang singkat.
Penekanan

ini

menyebabkan

kerusakan pada pembuluh darah kecil


dan dapat menimbulkan perdarahan
pada jaringan bawah kulit atau organ
dibawahnya.

Berdasarkan

teori,

perubahan warna pada luka memar


berhubunan dengan waktu lamanya
luka. Umur luka memar dapat dilihat
dari warna. Pada saat perlukaan,
memar berwarna merah, lalu berubah
menjadi ungu atau hitam, dan setelah
4 sampai 5 hari akan berwarna hijau
yang

kemudian

berubah

menjadi

kuning dalam 7 sampai 10 hari, dan


akhirnya

menghilang

dalam

14

sampai 15 hari. Perubahan warna


terjadi mulai dari tepi ke arah tengah.
Pada korban di laporan kasus ini luka
memar berwarna kemerahan, dimana
sesuai dengan teori diperkirakan umur

pembuluh

darah

dapat

terkena sehingga terjadi perdarahan.


Teori menyebutkan Luka lecet gores (
Scratch)

diakibatkan oleh

benda

runcing ( misalnya kuku jari yang


menggores kulit) yang menggeser
lapisan permukaan kulit (epidermis)
di

depannya

dan

mengakibatkan

lapisan tersebut terangkat, sehingga


dapat menunjukan arah kekerasan
yang terjadi. Waktu terjadinya luka
sendiri sulit dinilai dengan mata
telanjang. Perkiraan kasar usia luka
dapat ditentukan secara mikroskopik.
Kategori

yang

digunakan

untuk menentukan usia luka adalah


saat ini (beberapa jam sebelum), baru
terjadi (beberapa jam sebelum sampai
beberapa

hari),

beberapa

hari

lalu, lebih dari benerapa hari. Pada


korban luka lecet pada laporan kasus
ini ditemukan luka lecet berwarna
kemerahan, dimana sesuai dengan
teori umur luka lecet satu sampai tiga
hari. 5

luka memar satu hari. 4


Pada korban dijumpai adanya
luka lecet pada bagian pipi kiri. Luka
lecet adalah luka yang superficial,
kerusakan tubuh terbatas hanya pada
lapisan kulit epidermis. Jika abrasi
terjadi lebih dalam dari lapisan

KESIMPULAN
Telah diperiksa seorang lakilaki dalam keadaan sadar, umur
sembilan belas tahun. Dari hasil
pemeriksaan fisik dijumpai lebam
4

pada pipi kiri, luka lecet pada leher


sebelah kiri dan lebam pada paha kiri
korban. Luka tersebut disebabkan
oleh ruda paksa tumpul yang dapat
mengakibatkan keterbatasan aktifitas
fisik korban sehari-hari. Pada korban
di laporan kasus ini luka memar
berwarna kemerahan, dimana sesuai
dengan teori diperkirakan umur luka
memar satu hari. Pada korban luka
lecet

pada

ditemukan

laporan
luka

lecet

kasus

ini

berwarna

kemerahan, dimana sesuai dengan


teori umur luka lecet satu sampai tiga
hari.

Penerbit Universitas Diponegoro,


2000
2. Amir A. Rangkaian Ilmu
Kedokteran
Forensik,
ed 2.
Bagian Ilmu kedokteranForensik
dan
Medikolegal
FK-USU.
Medan. 2007
3. Mansjoer A, dkk. Traumatologi.
Dalam
Kapita
Selekta
Kedokteran , ed 3. Jilid
kedua.Media Aeskulapius. FKUI.2000
4. Sjamsuhidajat, Wim de Jong.
Luka, 2004 Dalam: Buku Ajar
Ilmu Bedah, Ed.2, Jakarta,
Penerbit Buku Kedokteran EGC.
2004.
5. Dahlan, Sofwan. Traumatologi.

DAFTAR PUSTAKA
1. Dahlan,
Sofwan.
Ilmu
Kedokteran Forensik. Cetakan
Pertama
semarang:
Badan

2004 Dalam: Ilmu Kedokteran


Forensik..
Badan
Penerbit
Universitas
Diponegoro.Semarang.2004. Hal
67-91