Anda di halaman 1dari 3

Nama Kelompok:

Nisain Kamala

(13670005)

Fina Rahmah sona

(13670020)

Mutholiatul Masyrifah (13670037)

Studi Case control


Merupakan salah satu studi analitik yang digunakan ntuk mengetahui factor resiko
atau masalah kesehatan yang diduga memiliki hubungan erat dengan penyakit
yang terjadi di masyarakat. Studi ini bersifat retrospektif yaitu menelusuri ke
belakang penyebab- penyebab yang dapat menimbulkan suatu penyakit di
masyarakat. Studi kasus control membandingkan antara kelompok studi, yaitu
orang- orang yang sakit, dan kelompok control, yaitu orang- orang yang sehat
tetapi meiliki karakteristik yang sama dengan orang yang sakit atau kelompok
studi. Dari hasil perbandingan antara kelompok studi dan kelompok control,
didapatkan nilai rasio, yaitu proporsi antara orang sakit yang memiliki factor
resiko dan orang sehat (tidak sakit) yang memiliki fakor resiko.
Faktor- factor yang harus diperhatikan dalam studi case control:
1. Bias seleksi
Bias ini sering terjadi pada saat melakukan seleksi sampel penelitian karena
sampel terdiri dua populasi yang berbeda, yang menderita penyakit dan yang
sehat(tidak menderita penyakit). Sehingga sulit untuk memastikan bahwa kedua
populasi itu benar- benar cocok dan bebas dar kesalahan memilih.
2. Bias informasi
Bias ini disebabkan oleh ketidakteatan informasi mengenai factor resiko pada
responden karena data mengenai factor resiko didapat setelah penyakit terjadi.
Sehingga pada waktu wawancara pasien, lupa atau tidak mengerti mengenai factor
resiko yang dapat menimbulkan terjadinya penyakit. Biasinformasi juga mungkin
disebabkan oleh data rekam medis pasien tidak lengkap.
3. Bias confounding
Bias ini berupa penyimpana yang berasal dari factor eksternal atau variable
confounding yang dapat mempengaruhi hubungan antara factor resiko dan
penyakit, seperti usia, durasi kontak orang yang sakit dengan fakto resiko,
perbedaan tempa tinggal, dll.

Kelebian dan kekurangan


-

Kelebihan

a. Studi kasus control sangat berguna untuk meneliti masalah kesehatan


yang jarang terjadi dmasyarakat
b. Sangat berguna untuk meneliti masalah kesehatan yang terjadi secara
laten di masyarakat
c. Sangat berguna untuk mempelajari karakteristik berbagai factor resiko
potensial pada masalah kesehatan yang diteliti
d. Hanya memerlukan waktu yang singkat dan biaya yang lebih murah
dibandingkan studi kohort
Kekurangan
a. Tidak dapat dipakai untuk menentukan angka insidensi penyakit
b. Data factor resiko disimpulkan setelah penyakit terjadi sehingga data
tidak lengkap dan serin terjadi penyimpangan

Studi Kohort
Disebut juga sebagai studi follow up, insidensi longitudinal ta studi prospektif,
merupaka penelitian analitik pada sekelompok orang yang memiliki atribute sama,
seperti tempa tinggal, jenis kelamin, pekerjaan, dll. Studi ini dilakukan dengan
menggunakan dua kelompok, yaitu kelompok studi (sekelompok orang yang
terpajan pada factor resiko) dan kelompok control (sekelompok orang yang tidak
terpajan factor resiko). Kedua kelompok itu selanjutnya diikuti terus menerus
selama periode waktu tertentu untuk memastikan apakah individu yang terpajan
atau tidak terpajan factor resiko itu menjadi sakit atau tidak. Kegunaan studi
kohort adalah untuk memberikan informasi yang pasti mengenai factor etiologi,
terutama pada penyakit yang kronik, dan untuk mengukur asosiasi berbagai
tingkatan factor resiko dengan penyakit.
Seleksi populasi penelitian:
-

Komparabilitas sampel
Frekuensi factor resiko
Frekuensi penyakit
Derajat sensitivitas studi
Representasi populasi penelitian
Asesibilitas

Kelebihan dan kekurangan


-

Kelebihan
a. Dapat digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya asosiasi antara
factor resiko dan penyakit
b. Sangat bermanfaat untuk studi penyakit penyakit yang jarang dijumpai
dimasyarakat
c. Dapat memberikan keterangan yang lengkap mengenai factor resiko
atau (pajanan) yang dialami oleh individu dan riwayat alamiah
perjalanan penyakit

d. Masalah etika lebih sedikit daripada studi eksperimental dapat secara


langsung menghitung angka insidensi penyakit dan resiko relative serta
dapat mengetahui factor resiko yang diteliti
e. Informasi mengenai studi mudah dimengerti oleh orang selain ahli
epidemiologi
Kekurangan
a. Memerlukan ukuran sampel yang besar, terutama jenis penyakityang
jarang dijumpai dimasyarakat
b. Memerlukan waktu follow up yang cukup lama
c. Biaya yang diperlukan selama melaksanakan studi cukup besar
d. Follow up kadang sulit dilakukan dan sampel yang loss of follow up
dapat mempengaruhi hasil studi