Anda di halaman 1dari 34

BAB III

LAPORAN KEGIATAN

Keberhasilan pembangunan kesehatan suatu puskesmas tidak akan sukses


tanpa dukungan dan keberhasilan para pemegang program, di UPTD Puskesmas
Bayongbong pelaksanaan program di bagi kedalam 7 Unit, yang mana setiap unit
membawahi beberapa program, diataranya :
1. Unit I
a. Imunisasasi
Program Imunisasi di UPTD Puskesmas Bayongbong pada tahun 2015 secara
umum telah mencapai target (Unijec, BCG, Polio 1,2,3,4, DPT 1,2,3, Campak, TT
1 dan 2).

PELAYANA
N
IMUNISASI

KINERJA

TARGET
98
98
90
90
90

93.5
88,43
90,33
86,33
92,05
(%)

CAKUPAN
(%)
84,16
86,67
81,3
77,70
82,85

SASARAN

1
BCG
1238
1042
2
DPT 1
1238
1073
3
DPT 3
1238
1065
4
POLIO 4
`1238
997
5
CAMPAK
1238
1063
PELAYANAN IMUNISASI LANJUTAN
6 Cakupan
4330
4330

NO

PENCAPAIA
N

JENIS

TABEL 3.1
CAKUPAN PROGRAM IMUNISASI
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG 2015

100

95

100

BIAS DT
Cakupan

1363

1348

100

95

100

BIAS TD
Cakupan

1372

1372

100

95

100

1372

1224

89.21

96

92.92

BIAS
9

Campak
Cakupan
Pelayanan
Imunisasi

14

Ibu Hamil
10

TT2+
Cakupan

88.88

100

88.88

33.33

100

33.33

50175

16

0.03

100

0.03

81

81

100

100

100

Desa/
Kelurahan
Universal
Child
Immunizatio
11

n (UCI)
Cakupan
Sistem
Kewaspadaa

12

n Dini
Cakupan
Surveilans
Terpadu

13

Penyakit
Cakupan
Pengendalia
n KLB

b. TB Paru

PENCAPAIAN

CAKUPAN (%)

TARGET

KINERJA (%)

Cakupan

SASARAN

JENIS
PELAYANAN
IMUNISASI

NO

TABEL 3.2
CAKUPAN PROGRAM TB Paru
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG 2015

46

31

28.26

100

28.26

Penemuan
15

Pasien baru TB
2

BTA Positif
Cakupan

31

12

41.93

100

41.93

Kesembuhan
Pasien TB
BTA Positif

Untuk menanggulangi TB Paru di UPTD Puskesmas Bayongbong sudah


dilaksanakan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Sortcourse).
Pengobatan dengan strategi DOTS ini sangat bergantung pada pemeriksaan dahak
pasien (BTA), sehingga tolak ukur dari Program penanggulangan TB paru (P2TB)
ini adalah jumlah pasien yang diperiksaan dahak dan jumlah pasien dengan hasil
BTA (+).
BTA pada tahun 2015 yang mencapai 44 orang, dengan kasus BTA (-)
negatif Rontgen 12 orang (+) positif sebanyak 32 orang dan kasus anak sebanyak
4 kasus.

c. Diare
TABEL 3.3
CAKUPAN PROGRAM DIARE
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG 2015
CAKUPAN (%)

TARGET

KINERJA (%)

Cakupan

PENCAPAIAN

SASARAN

JENIS
PELAYANAN
IMUNISASI

NO

34092

874

2.56

100

2.56

Penemuan
16

Penderita
Diare
d. ISPA

PENCAPAIAN

CAKUPAN (%)

TARGET

KINERJA (%)

Cakupan

SASARAN

JENIS
PELAYANAN
IMUNISASI

NO

TABEL 3.4
CAKUPAN PROGRAM ISPA
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG 2015

34092

874

2.56

100

2.56

Penemuan
Penderita
Diare
Hasil penatalaksanaan penderita Infeksi Saluran Pernafasan Atas
(ISPA) secara program difokuskan kepada penatalaksanaan penderita
Pnomonia pada balita, akan tetapi kasus kesakitan pnomonia yang
terjaring masih sangat jarang, yang mana dari semua kasus ISPA yang
datang berobat ke UPTD Puskesmas Bayongbong sebanyak anak 0-1
tahu 26 orang usia 1-4 tahun berjumlah 27 keseluruhan 53 orang
mendapatkan perawatan / pengobatan lebih lanjut dikarenakan masuk
kedalam kriteria Pnomonia.
e. Kusta Dan Rabies
Selama Tahun 2015 di wilayah kerja UPTD Puskesmas
Bayongbong tidak menemukan
ditemukan.
2. Unit II
17

orang penderita Kusta tidak

a. KIA

CAKUPAN (%)

PENCAPAIAN

1372

1224

89.21

78.83

113.16

1306

1085

83.07

73.33

113.28

653

558

85.45

82.5

103.57

SASARAN

KINERJA (%)

Cakupan

TARGET

JENIS
PELAYANAN
IMUNISASI

NO

TABEL 3.5
CAKUPAN PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG 2015

Kunjungan
2

Ibu Hamil K4
Cakupan
Pertolongan
Persalinan
oleh Tenaga

Kesehatan
Cakupan
Komplikasi
Kebidanan
yang
ditangani

Pelayanan antenatal K1 dan K4 merupakan pelayanan kesehatan


oleh tenaga kesehatan profesional kepada ibu hamil selama masa
kehamilannya sesuai dengan pedoman pelayanan yang ada dengan titik
berat pada upaya Promotif dan preventif. Cakupan pelayanan
kesehatan antenatal dapat dipantau melalui pelayanan kunjungan baru
ibu hamil (K1), untuk mengetahui kualitas dan melihat akses
pelayanan kesehatan ibu hamil sesuai dengan strandar, yaitu kunjungan
ibu hamil paling sedikit 4 kali yaitu : 1 kali pada triwulan pertama, 1

18

kali pada triwulan ke udua, dan 2 kali pada triwulan ke tiga, sementara
cakupan K4 merupakan indikator untuk melihat jangkauan pelayanan
antenatal dan kemampuan program dalam menggerakan masyarakat.
Pada tahun 2015 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bayongbong
pencapaian Program (K1) sebesar 91,15 % dari target 89,82 %,
sedangkan untuk pencapaian (K4) sebesar 89,25% dari target 78 %
hasil dan telah mencapai targrt adapun dari kunjungan KIA dapat
dilihat dari grafik dibawah ini :
GRAFIK 3.1
CAKUPAN KUNJUNGAN K 1
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

K1
94.41

92.13

90.5

92.07

90.8

91.13

90.63
89.93

Bayongbong Ciburuy

89.54

Ciela

89.93

Mulyasari Pamalayan

GRAFIK 3.2
CAKUPAN KUNJUNGAN K 4
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

19

K4
91.4

90.06

88.34

Bayongbong

Ciburuy

89.25

89.02

88.98
88.59

88.33 88.28

Ciela

88.49

Mulyasari

Pamalayan

Pada tahun 2015 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bayongbong


pencapaian Program Linakes sebesar 85 % hasil dan target 73 % telah
mencapai targrt adapun dari kunjungan KIA dapat dilihat dari grafik
dibawah ini :
GRAFIK 3.3
CAKUPAN LINAKES
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

20

Linakes
85.00%
84.00%
83.00%
82.00%
81.00%
80.00%
79.00%
78.00%
77.00%

Byb

Bjr

Cbry Cnst Ciel

Ckd

Mul

Mkr

Pml PKM

Cakupan kunjungan neonatal adalah persentase neonatal ( Bayi


kurang dari satu bulan ) yang memperoleh pelayanan kesehatan
minimal dua kali oleh tenaga kesehatan, satu kali pada umur 0 7 hari
dan satu kali pada umur 8-28 hari, hal ini menunjukan kualitas dan
jangkauan pelayanan kesehatan neonatal, hal ini dilakukan karena bayi
hingga kurang satu bulan mempunyai resiko gangguan kesehatan yang
paling tinggi.
GRAFIK 3.4
CAKUPAN KUNJUNGAN N 3
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

21

N3
91.55

91.22

90.6
89.37

89.91

89.73
88.79

88.89

87.56
85.97

Bayongbong

Ciburuy

Ciela

Mulyasari

Pamalayan

b. Poned
Jumlah kunjungan pasien ke Poned dari tahun ke tahun terus
mengalami peningkatan dari 49 kunjungan kasus ibu pada tahun 2011
sebanyak 23 kasus ditangani di poned dan 26 kasus di rujuk ke RSU,
tahun 2012 Kunjungan Kasus ibu mencapai 303 kasus dari jumlah
tersebut sebanyak 218 kasus ditangani diponed dan 85 kasus di rujuk
ke RSU. Sedangkan pada tahun 2013 jumlah kunjungan kasus ibu
sebanyak 280 kasus, yang mana sebanyak 234 kasus dapat di tangani
di Poned sedangkan sebanyak 46 kasus, tahun 2014 jumlah kunjungan
kasus ibu sebanyak 339 kasus, yang mana sebanyak 117 kasus dapat di
tangani di Poned sedangkan sebanyak 161 kasus, pada tahun 2015
jumla kunjungan 371, yang mana 172 kasusu dapat di tangani dan 201
kasusu dirujuk dikarenakan komlipaksi / keluhan dan sarana yang
tidak memungkinkan,

masyarakat mulai merasakan manfaat

22

keberadaan Poned, selain itu ditunjang oleh keberadaan bidan yang


jaga 24 jam sehingga memudahkan masyarakat untuk memanfaatkan
poned kapan pun bila di butuhkan, berikut ini Grafik 10 Kasus Ibu
terbanyak yang datang Ke Poned Puskesmas Bayongbong.
GRAFIK 3.5
SEPULUH BESAR KASUS IBU
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

Sepuluh Kunjungan Kasus Ibu


KELAINAN LETAK
HEG

12
12
14

SEROTIN
PARTUS LAMA

16

PER

17
23

Retensio Plasenta

30

Abortus

32

PEB

60

KPSW

98

PERSALINAN NORMAL

c. Gizi
Cakupan Vitamin A
Pencapaian program vitamin A sudah mencapai target sama seperti
tahun sebelumnya, sasaran balita umur 6 s.d 11 bulan yang harus
mendapat kapsul Vit A sebanyak 767 balita dan sasaran umur 12
s.d 59 Bulan sebanyak 4045 balita. Pencapaian cakupan pemberian
vitamin A pada balita dibantu dengan adanya sweeping terhadap
balita yang tidak datang ke posyandu, akan tetapi kita jangan

23

lengah karena dikhawatirkan adanya balita yang menerima kapsul


vit A tidak benar-benar di telan dan beresiko terhadap kejadian
kasus Xerofhtalmia. Xerofhtalmia adalah kekurangan Vitamin A

Cakupan Distribusi Kapsul

KINERJA

VITAMIN A

TARGET

CAKUPAN

UPAYA PEMBERIAN

N PENCAPAIA

SASARAN

pada tingkat berat dapat mengakibatkan kebutaan.


TABLE 3.6
CAKUPAN KUNJUNGAN VITAMIN A
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

767

767

100

90

111.11

4045

4045

100

90

111.11

diwilayah

kerja

Vitamin A bagi Bayi (6-11


bulan)
2

Cakupan Distribusi Kapsul


Vitamin A Bagi Anak Balita (1259 bulan)

Balita
Jumlah

posyandu

yang

ada

Puskesmas

Bayongbong pada tahun 2015 sebanyak 82 Posyandu, sedangkan


jumlah balita yang tercatat pada tahun 2015 sebanyak 4358 balita,
akan tetapi dari jumlah tersebut tidak seluruh balita memiliki KMS
dan ditimbang secara teratur ke posyandu,berikut ini grafik
kepemilikan KMS dan kunjungan balita dari tahun ke tahun :
GRAFIK 3.6
CAKUPAN KUNJUNGAN BALITA
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

24

0.85

0.91
0.82
0.62
0.43

Target

D/S

K/S

N/S

Hasil

N/D

Asi Eksklusif
GRAFIK 3.7
CAKUPAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

ASI Eksklusif Target 78, %


50.41

2015

47.88

2014

45.95

2013
2012
2011
2010
2009

42.98
33.98
41.52
34.8

Bila dilihat dari grafik diatas dapat dilihat cakupan pemberian ASI
Eksklusif pada tahun 2015 mengalami peningkatan bila dibandingkan
tahun sebelumnya hal ini dikarenakan meningkatnya kesadaran
masyarakat tentang pentingnya pemberian ASI Secara Eksklusif yang
ditunjang juga dengan penyuluhan yang terus menerus dari petugas.
TABLE 3.7

25

ASI EKLUSIF

Gizi Buruk
Pemantauan

1218

status

Gizi

614

50,41

dilakukan

75

melalui

KINERJA

TARGET

CAKUPAN %

ASI EKLUSIF

SASARAN

N PENCAPAIA

CAKUPAN ASI EKLUSIF


UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

67,21

pemantauan

pertumbuhan setiap bulan di posyandu melalui penimbangan berat


badan yang kemudian disesuaikan dengan standar WHO ANTROP
2005 berdasarkan BB/U, hasil PSG setiap bulan relatip belum dapat
mencerminkan status gizi balita keseluruhan karena partisipasi
masyarakat dalam penimbangan (D/S).
Melalui kegiatan Bulan Penimbangan Balita yang dilakukan setiap
tahun pada bulan agustus bersamaan dengan pemberian Vitamin A,
diharapkan dapat menggambarkan status gizi seluruh balita

di

kabupaten Garut, karena kegiatan ini sangat efektif untuk menjaring


dan mendata semua sasaran balita, hasil kegiatan tersebut dapat
menjaring balita yang bergizi baik, kurang bahkan yang Gizi Buruk,
pada tahun 2015 di temukan 4 balita dengan Gizi buruk yang tersebar
di bebepara Desa yang ada di wilayah kerja Puskesmas Bayongbong,
bila dilihat dengan tahun sebelumnya jumlah Gizi buruk mengalami
kpenurunan pada tahun 2015 ini, hal tersebut dapat di lihat pada tabel
berikut ini.
TABEL 3.8
BALITA GIZI BURUK

26

gizi buruk yang mendapatkan

100

KINERJA

TARGET

CAKUPAN %

GIZI BURUK

SASARAN

N PENCAPAIA

UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

100

1000

perawatan

GRAFIK 3.8
BALITA GIZI BURUK
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015
2015; 4
2009; 9

2014; 8
2013; 16

2010; 11
2011; 12

2012; 20

Dari 4 balita yang mengalami gizi buruk semuanya telah mendapat


bantuan baik yang bersumber dari APBD I, Dari APBD II maupun dari
BOK, dari 4 Balita yang mengalami Gizi buruk 4 orang telah
membaik. Penanggulangan balita yang mengalami kekurangan Gizi
masih jauh dari mencukupi, tetapi dengan pemberian makanan
pendamping ASI serta menggali potensi yang dimiliki baik oleh
masyarakat maupun oleh pihak Puskesmas masalah ini dapat
tertangani 100 %.
d. MTBS / MTBM
Pelaksanaan Program MTBS/MTBM walaupun dalam keadaan
yang serba kekurangan sarana dan prasarana Program MTBM sudah

27

mulai dilaksanakan, akan tetapi dalam pelaksanaannya masih sangat


jauh dari standar yang telah di tetapkan, hal ini terbentur pada
kelengkapan alat penunjang yang serba tidak ada. Adapun kunjungan
pasien MTBM kepuskesmas pada tahun 2015 adalah sebagai berikut :
GRAFIK 3.9
KUNJUNGAN PASIEN MTBM
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN
480
470 2015

op
em
be
r

Ju
li

252

Se
pt
em

M
ei

215

445

312

381

be
r

306

M
ar
et

Ja
nu
ar
i

281

384
342 354

3. Unit III
a. BP
Jumlah kunjungan pasien ke UPTD Puskesmas Bayongbong baik
rawat inap, rawat jalan, Poned maupun Puskesmas Pembantu pada
tahun 2015 sebanyak 86.545 jiwa, banyaknya kunjungan pasien ke
puskesmas dan jaringannya selain berobat jalan dan rawat inap, juga
untuk mendapatkan pelayanan preventif seperti pelayanan Keluarga
Berencana (KB), Imunisasi, Keslig, dan klinik sanitasi.
Dari sekian banyak kunjungan ke UPTD

Puskesmas

Bayongbongklasipikasi keluhan / penyakit yang paling banyak di


keluhkan oleh pasien adalah penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas
(ISPA) yang tidak spesifik, disusul oleh Penyakit Lambung /
gastroduodenitis, untuk lebih lengkapnya dapat dilihat 10 penyakit
terbanyak yang berkunjung ke UPTD Puskesmas Bayongbongseperti
yang terlihat dalam Grafik dibawah ini.

28

GRAFIK 3.10
SEPULUH BESAR PENYAKIT
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

Sepuluh penyakit terbanyak BP


ISPA
Gastritis
Dermatitis
Influnza
Diare
Pulpa & Tipikal
Artritis
Hipertensi
Kulit lainnya
Demam

8975
7376
2924
2205
1769
1732
1670
1557
901
533

GRAFIK 3.11
STATUS KUNJUNGAN PASIEN
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

Kunjungan Pasien BP
Umum

JKN

11%

89%

Status kunjungan pasien rawat jalan yang datang ke UPTD


Puskesmas Bayongbong sebagian besar masih pasien Umum dengan

29

jumlah 33722 jiwa, hal ini karena kunjungan ke Puskesmas tidak


dikenai biaya, sehingga peserta askes & jamkesmas banyak yang tidak
memanfaatkan kartu kepesertaan dengan jumlah 4282 jiwa.

b. BP GIGI
GRAFIK 3.12
STATUS KUNJUNGAN BP GIGI
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

JKN; 75
Umum; 95

c. PUSTU
GRAFIK 3.13
STATUS KUNJUNGAN PASIEN PUSTU

30

UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

JKN; 364

Umum; 4478

d. UKS
Upaya kesehatan sekolah merupakan salah satu upaya kesehatan yang
ditujukan untuk memelihara kesehatan anak sekolah mulai dari tingkat
TK sampai SMA. Fokus utama kegiatan UKS pada Tahun 2015 adalah
penjaringan kesehatan pada siswa SD/MI dimana jumlah sekolah yang
ada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bayongbongadalah 41 sekolah.
Jumlah pembinaan yang dilakukan pada Tahun 2015 sudah bisa
dilaksanakan 100%, begitu juga dengan pembinaan terhadap SMP dan
SMA sudah bisa dilaksanakan meskipun belum 100 %.
4. Unit IV
a. Kesling

31

Kondisi lingkungan mempunyai pengaruh yang sangat besar


terhadap angka kesakitan di masyarakat, baik penyakit, infeksi, parasit
atau penyakit yang disebabkan oleh populasi lingkungan.
Langkah langkah dan upaya telah dilaksanakan untuk menurunkan
angka kesakitan yang disebabkan oleh kualitas lingkungan yang buruk,
salah satunya melalui kegiatan program penyehatan lingkungan
pemukiman, penyehatan makanan dan minuman serta pengendalian
dampak negatif akibat sampah dan penanganan pestisida serta
monitoring kualitas lingkungan.
Cakupan PABPL yang mencakup rumah sehat, Akses Air Bersih,
Jamban Keluarga, tempat sampah dan pengelolaan Limbah pada tahun
2015 masih jauh dari target yang ditetapkan, hal tersebut dapat dilihat
pada grafik dibawah ini.
GRAFIK 3.14
CAKUPAN PROGRAM KESLING
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

Se
ha
t
Ru
m
ah

TT
U
an

Ca
ku
pa
n

Pe
ng
aw
as

Ak
se
s

SP
AL

ba
n
Ja
m
Ak
se
s

Ak
se
s

SA
B

100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0

Tabel 3.8

32

CAKUPAN PROGRAM KESLING


UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

SARANA AIR BERSIH ( SAB )

NAMA
DESA

Banjarsari
Bayongbong
Ciburuy
Ciela
Cikedokan
Cinisti
Mekarsari
Mulyasari
Pamalayan
Jumlah

JUML
AH
JIWA

PER
PIP
AA
N
(PP)

5906
7651
5824
5159
4783
5386
4911
6831
5585
52.089

0
3
1
1
1
1
1
5
1
14

PELIN
DUNG
AN
MATA
AIR
( PMA
)
0
1
1
3
2
2
0
0
4
13

SUMU
R
ARTE
SIS
( SA )

SUM
UR
GALI
( SGL
)

JM
L

653
78
122
88
136
95
483
183
0
1838

657
82
124
92
139
98
486
188
5
1871

0
0
0
0
0
2
0
0
6

Jumla
h
Akses
SAB
( Jiwa )

(%)

4252
5928
3745
3357
3352
4054
3188
5133
4272
37281

71,99
77,48
64,30
65,67
70,08
75,27
64,92
75,14
76,41
71,64

Tabel 3.9
JUMLAH JAMBAN KELUARGA
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2013

NAMA
DESA
Banjarsari
Bayongbong
Ciburuy
Ciela
Cikedokan
Cinisti
Mekarsar

JUML
AH
JIWA
5906
7651
5824
5159
4783
5386
4911

JUML
AH
SARA
NA
JAGA
676
755
745
678
617
646
790

JUMLAH
AKSES KE
JAGA

PERSENTASE AKSES
KE JAGA
(%)

3408
5456
3315
3729
2584
3231
3758

57,70
71.31
56,92
72,78
54,02
59,99
76,52

33

Mulyasari
Pamalayan
Jumlah

6831
5585
52.089

939
1421
7267

4695
5585
35761

68,73
100
68,72

GRAFIK 3.15
PRESENTASE KE SPAL
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

PERSENTASE AKSES KE SPAL

PA
M
AL
AY
AN

M
EK
AR
SA
RI

25.51 25.53 25.53 24.84 26.09 25.34 27.8

CI
KE
D
O
KA
N

RU
CI
BU

BA
N

32.04 30.27 31.63

JA
RS
AR
I

35
30
25
20
15
10
5
0

GRAFIK 3.16
JUMLAH KK YANG PUNYA SPAL
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015
60000
52036
50000
40000
30000
JUMLAH KK

20000

MEMILIKI SARANA SPAL

7651 8524
6831 5585
10000 5906
5159 4783 5386 4911
1892 3216 1842 1402 1220 1375 1220 1782 1415

34

N
PA
M
AL
AY
A

M
EK
AR
SA
RI

CI
KE
D
O
KA
N

Y
RU
CI
BU

BA
N

JA
RS
A

RI

Terdapat beberapa faktor yang turut berperan dalam kesehatan


lingkungan diantaranya :
1. Bila dikaitkan dengan tingkat pengetahuan hal ini berdampak pada
kurangnya kesadaran untuk menetapkan Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat (PHBS) misalnya masih banyaknya masyarakat yang
Buang Air Besar Sembarangan, kurangnya kesadaran untuk cuci
tangan memakai sabun.
2. Belum meratanya pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan yang
dilakukan dengan metoda CLTS ( Community Lead Total
Sanitation) atau Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
3. Faktor Ekonomi Masyarakat, faktor ini sangat mempengaruhi
terhadap kemampuan masyarakat untuk menyediakan sarana
sanitasi, ketiadaan sarana menyebabkan rendahnya perilaku
masyarakat terhadap sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan.
5. Unit V
GRAFIK 3.17
KUNJUNGAN PASIEN
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015
SATUAN

PRAGNOSA

50175

34092

526.5

522.5

483

35

1.39

ST
U
PU

ED

479

PO
N

IG
D

AP

1.43
1216

IN
RA
W
AT

RA
W
AT

JA
LA
N

37.19

Status kunjungan pasien di UPTD Puskesmas Bayongbong di dominasi


oleh pasien yang berkunjung mencapai 58.0% dari 9 desa yang menjadi
cakupan wilayah UPTD Puskesmas Bayongbong, 39,3% sari rawat jalan
yang berkunjung ke puskesmas, 1,43% kunjungan dari rawat inap, 0,6%
kunjungan dari rawat IGD dan 0,6% kunjungan dari PONED.
GRAFIK 3.18
SEPULUH PENYAKIT TERBANYAK RAWAT INAP
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONGTAHUN 2015

Sepuluh Besar Penyakit Rawat Inap


Diare

632

Gastritis

321

Thypoid

132

Bronchitis

52

Paringitis

50

Demam Febris
Vomitus
Hipertensi
Decom
TB Paru

78
26
43
12
32

Jenis kasus penyakit yang banyak di temukan / dirawat di UPTD


Puskesmas Bayongbongmasih di dominasi oleh Penyakit Diare sebanyak
6329 kasus Disusul Gastritis, Thypoid, Broncitis, Paringitis, Demam
Pebris, Vomitus, Hipertensi, Decom, Susp TB Paru dll, Lama hari
perawatan setiap pasien rata-rata 1 3 hari. Pasien yang di rawat juga
masih di dominasi oleh pasien yang datang dari luar wilayah kerja UPTD
Puskesmas Bayongbongseperti Wilayah kerja Puskesmas Sukamulya,
Puskesmas Pakuwon, Puskesmas Cisurupan, dan Puskesmas Sukahurip.

36

6. Unit VI
Promkes
GRAFIK 3.19
HASIL CAKUPAN PROGRAM
PROMOSI KESEHATAN TAHUN 2015
14
12

12
10

10

9
8

Posyandu
pratama

Madya

4
2
0
Bayongbong

Banjarsari

Ciburuy

Cinisti

GRAFIK 3.20
KADER AKTIF
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONGTAHUN 2015

Kader aktif
500

436

450
400
350
300

Kader aktif

250
200
150
100
50

64

43

54

47

0
Bayongbong Ciburuy

37

44
Ciela

51

51

36

46

Mulyasari Pamalayan

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)


Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan cermin keadaan
lingkungan dan perilaku masyarakat terhadap kesehatan. PHBS tersebut
dikelompokkan menurut tatanan-tatanan kelompok. Tananan tersebut antara
lain tatanan rumah tangga, sekolah, industri, puskesmas, dan tempat ibadah.
Pada tahun 2013 telah dilakukan survey terhadap sembilan Desa yang ada
diwilayah kerja UPTD Puskesmas Bayongbongtentang PHBS, didapatkan
data sebagai berikut :
a. Persentase rumah tangga yang memperoleh pertolongan
persalinan oleh tenaga kesehatan (LINAKES)
b. Persentase rumah tangga dengan balita diberi ASI ekslusif
c. Persentase rumah tangga yang tidak merokok
d. Persentase rumah tangga yang melakukan aktifitas fisik setiap
hari
e. Persentase rumah tangga yang melakukan diet sayur dan buah
f. Persentase rumah tangga yang memiliki Jaminan Pemeliharaan
Kesehatan Masyarakat (JPKM)
g. Persentase rumah tangga yang tersedia jamban
h. Persentase rumah tangga yang tersedia air bersih
i. Persentase rumah tangga yang sesuai antara luas rumah lantai
dengan jumlah penghuni
j. Persentase rumah tangga yang memiliki lantai rumah bukan
dari tanah

38

Tabel 3.10
PERSENTASE KEGIATAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DTP BAYONGBONG
TAHUN 2015
No
.

Indikator

Pencapaian

Kesenjangan

Refresing Kader

100%

Desa Siaga Aktif

77.80 %

2.2%

Saka Bakti Husada

20 %

80 %

Penyuluhan Klp Dlm Gedung

72%

3%

Penyuluhan Klp Luar Gedung

80 %

20 %

Pendataan PHBS di Tatanan


Kes

100 %

0%

Pendataan PHBS di Tatanan


Kerja

60 %

30 %

8.

Pendataan PHBS di Tatanan


Rumah Tangga

60.20 %

4.80%

40 %

60 %

9.

Pendataan PHBS di Tatanan


Rumah Tangga Sekolah

Masih banyaknya program Promosi Kesehatan yang belum


mencapai target dikarenakan masih kurangnya pembinaan.

7. Unit VII
a. Laboratorium
Berdsarkan laporan pada tahun 2015 diketahui bahwa pelaksanaan
laboratorium di UPTD puskesmas Bayongbong di ketahui bahwa
dalam pengambilan sample di lakukan dengan mengginakan specimen

39

darah, urine dan specimen lainnya (peces dan dahak ) adapun jumlah
daapat di lihat dalam grafik :
GRAFIK 3.19
PEMERIKSAAN SPESIMEN LABORATORIUM
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

3959

264

DARAH

URINE

224

SPESIMEN

Pelayanan Laboratorium kesehatan merupakan bagian dari upaya


kesehatan yang berperan dalam memberikan dukungan kepada komponen
upaya kesehatan lain. Meskipun demikian, upaya laboratorium yang
dilaksanakan

di

UPTD

Puskesmas

Bayongbong

masih

berupa

laboratorium sederhana. Pelayanan laboratorium tersebut meliputi


pemeriksaaan BTA, pemeriksaan Hb sahli, Urine rutin, Golongan darah,
dan tes kehamilan, Gula, Asam Urat, Kolesterol, Widal Dan HbsAg.
Adapun hasil kegiatan pelayanan laboratorium di UPTD Puskesmas
Bayongbongtahun 2015 kami sajikan dalam tabel berikut.

40

Tabel 3 .11
Pelayanan Laboratorium di UPTD Puskesmas Bayongbong
Tahun 2015

No.

Jenis Pelayanan

Jumlah

Persentase

1.

HB

2.

LEUKOSIT

355

7,98

3.

TROMBOSIT

370

8,32

4.

LED

0,18

5.

GOL.D

120

2,70

6.

WIDAL

417

9,38

7.

PROTEIN

203

4,56

8.

URINE LENGKAP

41

0,92

9.

PP TEST

20

0,45

10.

BTA

224

5,04

11.

GULA DARAH

325

7,31

12.

KOLESTROL

426

9,58

13

ASAM URAT

355

7,98

1584

35,61

b. Apotek
Berdasakan tahun 2015 diketahui bahwa kunjungan di UPTD
Puskesmas Bayongbong di dominasi oleh kunjungan status pasien
umum data tersebut bias di lihat dalam table :

GRAFIK 3.20
STATUS KUNJUNGAN PASIEN APOTEK
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

41

Kunjungan Pasien Apotek


33722

Umum

4282
JKN

GRAFIK 3.21
OBAT YANG SERING DIGUNAKAN DI APOTEK
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

Obat Yang Sering digunakan


194026

Parasetamol
119923

Amoxilin

97638

Antasid

82682

CTM

75909

Vit B1

59059

Dexametason

43471.8

GG
Cotrimoksazole
Amoxilin syr
Cotrimoksazole syr

16128.8
5646.4
3175

Bila melihat dari grafik diatas pemakaian parasetamol, amoxilin,


antasid, CTM dan B1 dari tahun ketahun merupakan obat pilihan yang
banyak di gunakan di Puskesmas DTP Bayongbong, akan tetapi
pemakaian Antibiotik Amoxisilin perlu di awasi secara serius, karena

42

tidak semua pasien yang datang memerlukan antibiotik, pemberian


Antibiotik harus sesuai dengan pedoman rasional pemberian Obat.
c. Jiwa
Upaya kesehatan jiwa merupakan upaya promotif dan kuratif pada
masyarakat guna mencegah gangguan jiwa. Kegiatan ini bisanya
dilakukan dengan cara penyuluhan dan deteksi gangguan jiwa terhadap
pasien yang berkunjung ke puskesmas serta pengobatan lanjutan. Hasil
kegiatan Kesehatan jiwa di UPTD Puskesmas BayongbongTahun 2013
adalah sebagai berikut.
Tabel 3.12
Cakupan Upaya Kesehatan Jiwa
Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bayongbong Tahun 2015
NO.
1

INDIKATOR

CAKUPAN TARGET KESENJANGAN

Deteksi Dini
Gangguan Kesehatan

20,00

100,00

80,00

88,07

100,00

11,93

Jiwa
2

Penanganan Pasien
Terdeteksi Gangguan
Kesehatan Jiwa
Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa Upaya Kesehatan Jiwa
yang dilakukan di UPTD Puskesmas Bayongbongbelum mencapai
target. Deteksi dini maupun penanganan kasus belum ditangani secara
optimal Dikarenakan Tidak adanya Petugas Pemegang Program Jiwa.

d. Indera
GRAFIK 3.22
PESERTA OPERASI KATARAK
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

43

2013; 7

2009; 3
2010; 5

2012; 11

2011; 11

Peserta Operasi Katarak Dari tahun ke tahun mengalami


peningkatan, hal ini karena adanya peran serta aktif dari masyarakat
dan bertambahnya pengetahuan masyarakat tentang operasi katarak,
Kegiatan Operasi Katarak di laksanakan di Puskesmas Cisurupan
dengan jumlah peserta yang di Operasi dari wilayah kerja UPTD
Puskesmas BayongbongSebanyak 7 orang.
e. Perkesmas
Upaya kesehatan untuk memandirikan individu, keluarga atau
kelompok agar individu mampu mengenal, dan mengatasi masalahnya
sendiri, Program Perkesmas yang dikembangkan di UPTD Puskesmas
Bayongbongdapat dilihat pada Tabel berikut
Tabel 3,13
Cakupan Program Perkesmas
Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bayongbong Tahun 2015

44

NO
.
1

INDIKATOR

CAKUPAN

TARGET

KESENJANGAN

Cakupan
Keluarga Dibina
(Keluarga
Rawan)

2,05

100,00

97,95

Cakupan Tingkat
Keluarga
Mandiri

53,1

100,00

46,9

Tabel diatas menggambarkan kemadirian keluarga belum memperlihatkan


hasil, yang diasumsikan program Perkesmas di UPTD Puskesmas
Bayongbongbelum optimal, masyarakat masih menganggap kehidupan yang
dijalaninya sekarang sudah merasa baik dan tidak perlu adanya pembinaan
dari petugas kesehatan.walaupun dalam kenyataannya kondisi sekarang
masih jauh dari sehat. Misalkan Ventilasi rumah yang jarang di buka,
bahkan tirai rumah kalo pagi tetap aja di tutup.
f. Lansia
UPTD Puskesmas Bayongbong Mempunyai 4 Buah Posbindu yang
dibina yang terletak di Desa Cinisti, Desa Cikedokan 1, Desa
Cikedokan 2, dan Desa Mulyasari, sedangkan jumlah lansia yang
datang ke Rawat jalan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
GRAFIK 3.24
KUNJUNGAN PASIEN LANSIA
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

45

Kunjungan Lansia
160
140
120
100
80
60
40
20

D
es

iv
N

O
kt

Se
pt

Ag
us
t

Ju
li

Ju
ni

M
ei

Ja
nu
ar
i
Fe
br
M
ar
et
Ap
ril

Berdasarkan data di atas diketahui bahwa jumlah pada tahun 2015


terdapat peningkatan dibandingkan tahun 2014 dengan jumlah 1800
jiwa pada tahun 2015 dengan perbandingan jumla laki-laki lebih besar
dari jumlah perempuan.

b. Tata Usaha
Berdasarkan data pada tahun 2014 terdapat surat masuk terdapat
80, surat keluar terdapat 123, rujukan terdapat JKN

terdapat 762

rujukan umum adalah 0, hal ini mengalami grafik kenaikan dan sejajar
berdasarkan :
TABEL 3.14
SURAT MASUK KELUAR & RUJUKAN
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015
NO

TATA USAHA

JUMLAH

GRAFIK

Rujukan JKN

1502

Rujukan Umum

Surat Masuk

759

46

Surat Keluar

123

GRAFIK 3.25
SURAT MASUK KELUAR & RUJUKAN
UPTD PUSKESMAS BAYONGBONG TAHUN 2015

Tata Usaha
1503
759

RU

JU

RU

KA
N

JU

KA
N

M
U

JK
N

AR
KE
LU
RA
T
SU

SU

RA
T

M
AS
U

123

47