Anda di halaman 1dari 16

METODE PENAMBANGAN OPEN PIT

PT. KALIMANTAN PRIMA COAL (KPC).

Oleh:
ALIF VITO PALOX ( 1202085 )
ALFA ZAINAF (1206364)
BYMA BRYANCO ( 1206350)
BRAM SUBHAN MAULANA ( 1203150)
GESTIO SESAR YULINDO ( 1206360)
YOGI DWI PUTRA .S ( 1206354)

PANDU POERNADI ISWARA ( 1206352)

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN (S1)


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2015

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena
atas berkat dan limpahan rahmatnyalah maka kami boleh menyelesaikan sebuah makalah
dengan tepat waktu.
Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul Metode
Penambangan Opet pit di PT.Kalimantan Prima Coal, yang menurut kami dapat
memberikan manfaat yang besar bagi kita untuk mempelajari tentang Metode
Penambangan berupa Open Pit/Open Cast
Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon
permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang kami buat
kurang tepat atau menyinggu perasaan pembaca.
Dengan ini kami mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih
dan semoga allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat

PADANG, 22 NOVEMBER 2015

Penulis,

DAFTAR ISI
Halaman Sampul ......................................................................................................i
Kata Pengantar ........................................................................................................ii
Daftar Isi.................................................................................................................iii
BAB 1 Pendahuluan.................................................................................................1
1.1 Latar Belakang ..................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah .............................................................................................1
1.3 Tujuan dan Mamfaat..........................................................................................2
BAB II Pembahasan ................................................................................................2
II.1 Profil Perusahaan ..............................................................................................2
II.2 Pengertian Open Pit mining ..............................................................................3
II.3 Persiapan Teknis Penambangan........................................................................4
II.4 Batubara PT. Kalimantan Prima Coal (KPC)....................................................7
II.5 Peralatan Pendukung ........................................................................................7
II.6 Aktifitas Penambangan Open Pit PT.KPC........................................................8
BAB II Penutup.......................................................................................................9
KESIMPULAN ......................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................10

BAB I
PENDAHULAUN
A. Latar Belakang
Pertambangan merupakan salah satu sektor industri yang fokus pada
eksplorasi dan eksploitasi mineral serta batubara. Pertambangan bertujuan untuk
mengambil dan mengolah mineral dan batubara dalam bumi agara memiliki nilai jual
yang ekonomis.
Dalam dunia pertambangan, ada beberapa metode dalam menambang
(ekploitasi) mineral maupun batubara. Secara garis besar metode penambangan
dibagi menjadi 3 yaitu, tambang permukaan, tambang bawah tanah dan tambang
bawah air.
Metode-metode ini digunakan berdasarkan letak bijih. Dari semua jenis
metode penambangan, yang umumnya digunakan adalah open pit.
Open pit adalah salah satu jenis tambang permukaan yang digunakan untuk
menambang bijih. Open pit umumnya dipergunakan pada bijih yang letaknya tidak
terlalu dalam/jauh dari permukaan bumi.
B. Belakang Masalah
1. Bagaimana proses pembuatan dan penambangan pada open pit ?
2. Alat berat apa saja yang umum digunakan pada tambang open pit ?
C. Tujuan dan Manfaat
Tujuan :
1. Menjelaskan proses pembuatan dan penambangan pada open pit
2. Menjelaskan Alat berat yang umum digunakan pada tambang open pit.
Mamfaat:

1.

Untuk

mengetahui

segala

sesuatu

yang

berkaitan

dengan

2.

penambangan open pit di PT. Kalimantan Prima Coal.


Meningkatkan kemampuan penulis dalam menyusun makalah.

metode

BAB II
PEMBAHASAN
A. Profil Perusahaan
Nama Perusahaan

: PT. Kaltim Prima Coal

Logo Perusahaan

Tanggal Berdiri

: 9 Maret 1982

Pemilik

: PT. Bumi Resources

Produk

: Batubara

Alamat Perusahaan

: Mining Support Division, M-6Building, Sangatta

75611,Kutim, KALTIM. Telepon(0549) 521725. Fax (0549)Jumlah Karyawan :


4000Luas Area : 90.960.
Sejarah Singkat Perusahaan
PT. Kaltim Prima Coal (KPC) adalah perusahaan penghasil batubara
terbesar di Indonesia yang berlokasi di Sangatta kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur. Lokasi PT.KPC bisa dilihat pada gambar di bawah 1.1.

Gambar 1.1 Lokasi PT.KPC Sangatta


Luas wilayah konsesi KPC mencapai 90.938 hektar. Desain dan konstruksi
dimulai pada bulan Januari 1989 dan selesai sesuai dengan target yang ditentukan
pada tanggal 1 September 1991. Pengiriman batubara ke para pelanggan telah
meningkat dari 7 juta ton pada tahun 1992 menjadi 53,2 juta ton pada tahun 2013.
Operasi pertambangan KPC sepenuhnya teringrasi dan berdikari.
B. Open Pit Mining
Penambangan dengan metode tambang terbuka adalah suatu kegiatan
penggalian bahan galian seperti batubara, ore (bijih), dan sebagainya di mana para
pekerja berhubungan langsung dengan udara luar dan iklim.
Tambang terbuka (open pit mining) juga disebut dengan open cast mining
adalah metoda penambangan yang dipakai untuk menggali mineral deposit yang ada
pada suatu batuan yang berada atau dekat dengan permukaan.
Metoda ini cocok dipakai untuk ore bodies yang berbentuk horizontal yang
memungkinkan produksi tinggi dengan ongkos rendah. Walaupun stripping dan
quarrying termasuk ke dalam open pit mining, namun strip mining biasanya

dipakai untuk penambangan batubara dan quarry mining yang berhubungan dengan
produksi non-metallic minerals seperti dimension stone, rock aggregates, dll.
Kegiatan penambangan ini terkadang berada di bawah permukaan tanah,
bahkan kedalamannya dapat mencapai ratusan meter seperti.
Kebanyakan tambang batubara di Indonesia menggunakan metoda tambang
terbuka, oleh karena sebagian besar cadangan batubara terdapat pada dataran rendah
atau pada daerah pegunungan dengan topografi yang landai dengan kemiringan
lapisan batubara yang kecil (<30). Untuk cebakan yang berada di bawah permukaan
tetapi relatif masih dangkal, maka metoda penambangan terbuka umumnya akan
lebih ekonomis dibandingkan dengan tambang dalam (bawah permukaan). Dan bila
cebakan itu berada jauh di bawah permukaan dengan bentuk yang tidak beraturan,
maka mungkin penambangan dengan cara tambang bawah tanah yang masih
dianggap ekonomis.
Ada kriteria yang dapat digunakan sebagai dasar untuk penentuan pemilihan
apakah suatu cadangan (lapisan batubara) akan ditambang dengan metoda tambang
terbuka atau tambang dalam yaitu dengan membandingkan besarnya nilai tanah
penutup (waste) yang harus digali dengan volume atau tonase batubara yang dapat
ditambang. Perbandingan ini dikenal dengan istilah stripping ratio. Apabila nilai
perbandingan ini (stripping ratio) masih dalam batas-batas keuntungan, maka
metoda tambang terbuka dianggap masih ekonomis. Sebaliknya apabila nilainya di
luar batas keuntungan, maka metoda penambangan tambang dalam yang dipilih.
C. Persiapan Teknis Penambangan
Kegiatan kegiatan yang dilakukan pada awal proses pengambilan atau
penambangan bahan galian terdiri dari tahap persiapan (pra penambangan), Kegiatan
tersebut meliputi :

1. Pembuatan Jalan Rintasan


Jalan rintasan berfungsi sebagai jalur lewatnya alat alat berat ke lokasi
tambang, kemudian dikembangkan sebagai jalan angkut material dari front
penambangan ke lokasi pabrik peremukan. Pembuatan jalan diguna-kan dengan
memakai Bulldozer yang nantinya digunakan pula sebagai pengupasan lapisan
penutup.

Gambar 1.1 Pembuatan Jalan Rintasan.


2. Pembersihan Lahan (land clearing)
Pekerjaan ini dilakukan sebelum tahap pengupasan lapisan tanah penutup
dimulai. Pekerjaan ini meliputi pembabatan dan pengumpulan pohon yang tumbuh
pada permukaan daerah yang akan ditambang dengan tujuan untuk membersihkan
daerah tambang tersebut sehingga kegiatan penambangan dapat dilakukan dengan
mudah tanpa harus terganggu dengan adanya gangguan tetumbuhan yang ada
didaerah penambangan.
Kegiatan pembersihan ini dilakukan dengan menggunakan Bulldozer.
Pembersihan dilakukan pada daerah yang akan ditambang yang mempunyai
ketebalan overburden beberapa meter dengan menggunakan Bulldozer dan dilakukan
secara bertahap sesuai dengan pengupasan lapisan tanah penutup.Dalam pembabatan,

pohon didorong kearah bawah lereng untuk dikumpulkan, dimana penanganan


selanjutnya diserahkan pada penduduk setempat.

Gambar 2.1. Pembersihan Lahan


3. Pengupasan Tanah pucuk (Top Soil)
Pengupasan Tanah Pucuk bertujuan

untuk

memindahkan

atau

menyelamatkan tanah tersebut agar tidak rusak sehingga masih mempunyai unsur
tanah yang masih asli, sehingga tanah pucuk ini dapat digunakan dan ditanami
kembali untuk kegiatan reklamasi.
Tanah pucuk tersebut dipindahkan ke tempat sementara dan selanjutnya
bisa digunakan kembali umtuk reklamasi.
4. Pengupasan Tanah Penutup (overburden)
Pembuangan lapisan tanah penutup dimaksudkan untuk membersihkan
endapan batubara yang akan digali dari semua macam pengotor yang menutupi
permukaanya, sehingga akan mempermudah pekerjaan penggaliannya disamping
juga hasilnya akan relatif lebih bersih.kemudian batuan penutup (overburden)
tersebut digunakan sebagai timbunan dan sebagai jalan tambang.

Gambar 3.1. Pengupasan Tanah Penutup.


5. Penambangan Batubara
Tujuan utama dari kegiatan penambangan batubara adalah pengambilan
endapan batubara sehingga mudah untuk diangkut dan di proses pada tahapan
selanjutnya.

Gambar 4.1.Penambangan Batubara


6. Pengankutan
Kegiatan yang dilakukan untuk mengangkut atau membawa material dari
pront penambangan menuju tempat penyimpanan sementara (stock pile).

Gambar 6.1. Pengangkutan Batubara.


Diagram Alir Proses Penambangan Batubara Di PT. Kalimantan
Prima Coal ( KPC ).

Gambar 1.2 diagram alir proses penambangan batubara.


D. Batubara PT. Kalimantan Prima Coal (KPC)
KPC memproduksi tiga brand batubara:
1. Batubara Prima : Batubara Prima merupakan salah satu kualitas tertinggi yang
diperdagangkan secara

bara termal

internasional. Batubara

Ini

adalah batubara bitumen bervolatilitas tinggi disertai dengan nilai kalor yang
tinggi , abu yang sangat rendah,dan jumlah kelembaban yang relatif rendah.
2. Batubara Pinang :Batubara Pinang hampir mirip dengan batubara Prima, namun
dengan tingkat kelembaban dan energi yang lebih rendah.

3. Batubara Melawan :Batubara Melawan merupakan batubara sub-bitumen yang


paling bersih dengan tingkat debu yang paling rendah dan mengandung sulfur.
Batubara Pinang dan Melawan terdapat jauh dari Dome dan terkandung
dalam lapisan yang pada umumnya lebih tinggi dalam urutan stratigrafi.
Ketiga jenis batubara berasal dari 4 pit yaitu pit Bendili, pit J, pit AB,dan pit
Melawan.
Tabel 3.1 Jenis Batubara Yang Dihasilkan PT.KPC

BRAND

CALORIFIC
COAL TYPE

COAL
Prima
Pinang
Melawa

CHARATERISTIC
ASH
MOISTUR
SULFU

VALUE
Bituminus
Bituminus
Sub-bituminus

Hight
Hight
Low

Very Low
Very Low
Very Low

E
Moderate
Hight
Hight

R
Moderate
Low
Low

E. Peralatan Pendukung
Peralatan yang digunakan diantaranya :
a. Bulldozer, yang digunakan untuk pembersihan lahan dan pengupasan lapisan
tanah penutup.
b. Dumt Truck, digunakan

untuk

memindahkan

tanah

penutup

maupun

pengangkutan batubara.
c. Belt Conveyor, digunakan untuk memindahkan batubara dari tambang menuju
stock pile.
d. Excapator, berfungsi untuk pengangkatan batubara maupaun tanah penutup.
e. Power shovel, digunakan untuk menggali bahan tambang dengan sekop ke arah
depan.
F. Aktifitas Penambangan
Proses penambangan dilaksanakan menggunakan truk dan shovel dengan
metode open-pit. Sejumlah pit-pit pertambangan dioperasikan oleh KPC dan para
kontraktor . Batubara terdapat dalam lapisan yang tipis dan bersusun dimana
dibutuhkan pemakaian truk dan sekop (shovels) untuk ekstrak dari sejumlah pit

terbuka (Open Pits). Kegiatan pertambangan selama 24 jam per hari dan 360 hari per
tahun.

Operasi pertambangan ditunjang oleh fasilitas yang terdiri dari alat berat,
bengkel perawatan, alat perkantoran, generator bertenaga dari batubara dengan
kapasitas 2x5 mw, 5 set sentral listrik bertenaga di sett dengan kapasitas 9.4 mw,
persediaan air minum, jaringan komunikasi dan sistem yang canggih untuk areal PT.
KPC.

Hasil produksi di angkut menggunakan conveyor lalu di tempatkan di stock


pile. Untuk memproses batubara sampai dikirim ke pelanggan lewat laut, PT. KPC
telah membangun sebuah pabrik penyimpan batubara (Coal Preparation Plants)
yang terdiri dari lima buah mesin penghancur dengan kapasitas 1.000 ton per jam,
ban jalan (Convered Overland Conveyor) sejauh 13 km dengan kapasitas 2.600 ton
per jam, terminal penampungan batubara dengan kapasitas 1 juta ton.

Di terminal batubara terdapat fasilitas seperti kapal tunda (pilot tug boat),
syahbandar (biro untuk transportasi laut), bea cukai, kantor imigrasi, perusahaan
pengambilan sampel dan analisis batubara yang independent, seorang peneliti laut
yang independent dan perwakilan sebuah perusahaan perkapalan.

PT. KPC mengekspor sebagian besar produksinya ke berbagai Negara di


Asia, Amerika, Eropa,dan Mediterania. Hanya sekitar 3 % dari total produksi dijual
di pasar domestic. Termasuk dalam daftar pembeli produk batubara PT. KPC adalah
perusahaan perusahaan pembangkit tenaga listrik multi nasional dan berskala besar.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
1. Tambang terbuka (open pit mining) juga disebut dengan open cast mining; adalah
metoda penambangan yang dipakai untuk menggali mineral deposit yang ada
pada suatu batuan yang berada atau dekat dengan permukaan.
2. Alat berat digunakan berdasarkan medan dan jarak tempuh serta fungsi dari
masing-masing alat.
3. Proses pembentukan open pit hingga reklamasi hanya mengubah bentang alam
dan memiliki nilai yang positif

DAFTAR PUSTAKA

http://gandaa.blogspot.com/2013/04/reklamasi-lahan-tambang.html diakses pada tanggal


21 november 2015
http://duniatambang2012.blogspot.com/2012/04/prinsip-reklamasi.html
tanggal 21 november 2015

diakses

pada

http://psdg.bgl.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=609&It
diakses pada tanggal 21 november 2015
http://dynosidiq.blogspot.com/p/tambang-terbuka.htm diakses pada tanggal 21 november
2015.