Anda di halaman 1dari 2

Gambaran Klinis Erythema multiforme

UMUM

ONSET : anak-anak dan dewasa muda (20 30 tahun), jarang pada


usia >50 tahun1,2

SEX : pria lebih sering daripada wanita2

Bersifat akut dengan gejala PRODROMAL : demam, malaise, sakit


kepala, batuk, sakit pada tenggorokan 1 minggu sebelum onset 1,2

Penderita dapat asimtomatis dan lesi meluas ke kulit dan mukosa


dalam waktu <24 jam

EM simpleks bentuk self-limiting dengan gambaran makula dan


papula 0,5 2 cm dengan distribusi simetris

Predileksi kulit tangan, kaki, permukaan ekstensor, siku dan lutut,


leher dan wajah juga termasuk, tetapi hanya pada kasus yang parah
mengenai tubuh

Tipe lesi kulit dapat nonspesifik seperti makula, papula, vesikel; atau
dapat pula berupa ptekie pada pusat lesi

Lesi patognomonik lesi target atau iris yang berisi pusat bula atau
daerah pucat yang jelas dikelilingi oleh edema atau pita eritema

SSJ & TEN memiliki resiko kematian

EM diklasifikasikan sebagai SSJ jika vesikel atau bula menyeluruh


termasuk pada kulit, mulut, mata dan genital

Bentuk terparah pada penyakit ini TEN sebagai bentuk sekunder


reaksi obat menghasilkan pengelupasan kulit dan mukosa yang besar
karena kerusakan epitel akibat apoptosis sel epitel 1,2

Terjadi pada usia lanjut dan banyak pada wanita dengan rata-rata
kemunculan penyakit 1 : 1juta/tahun2

Jika pasien dapat bertahan penyembuhan kulit 2 4 minggu, sedang


lesi oralnya lebih lama serta terjadi kerusakan okuler

Morbiditas 30% - 40% akibat infeksi sekunder, ketidakseimbangan


cairan dan elektrolit atau perubahan pada paru, hati dan ginjal

ORAL

Pada penderita EM, 70% lesi oral muncul bersamaan lesi kulit

Pada lesi oral yang predominan dan tidak ada lesi target pada
kulit, EM sebaikanya dibedakan dari ulser multipel akut
khususnya infeksi herpes simpleks primer

Pembedaan ini sangat penting karena perbedaan


penatalaksanaan antara EM yang menggunakan kortikosteroid,
tetapi kontraindikasi pada infeksi herpes simpleks primer

Pemeriksaan sitologi dan isolasi virus digunakan untuk


membatasi kemungkinan infeksi HSV

Diperlukan biopsi jika diduga pemphigus akut

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis secara


keseluruhan dan kecepatan onset lesi

Lesi oral berawal dari bula pada dasar eritematos, tetapi bula yang
intak jarang ditemukan oleh klinisi karena kecepatan pecah menjadi
ulser irreguler

Lesi viral kecil, bulat, simetris, dangkal; sedang lesi EM lebih besar,
irreguler, dalam dan kadang berdarah

Lesi terjadi dimana saja pada mukosa mulut, tetapi prominen pada
bibir, dapat juga pada gingiva tetapi jarang

Perbedaan EM dengan infeksi HSV perubahan gingiva menyeluruh

Secara klinis pada bibir erosi, sebagian besar mukosa oral gundul,
pasien tidak dapat makan atau menelan, lesi menjadi krusta dalam 2
3 hari

Penyembuhan dalam 2 minggu dan pada kasus yang parah hingga


beberapa minggu