Anda di halaman 1dari 11

TUGAS

KKPMT - 4

NAMA
NIM
GOLONGAN
TUGAS KE
SEMESTER
PRODI

: Muhammad Dudayev Caesar Putra


: G41140910
:C
:1
:5
: REKAM MEDIK

POLITEKNIK NEGERI JEMBER


TAHUN 2016/2017
SISTEM REPRODUKSI PRIA

Struktur luar dari sistem reproduksi pria terdiri dari penis, skrotum (kantung
zakar) dan testis (buah zakar).

Struktur dalamnya terdiri dari vas deferens, uretra, kelenjar prostat dan
vesikula seminalis. Sperma (pembawa gen pria) dibuat di testis dan disimpan di
dalam vesikula seminalis.
Ketika melakukan hubungan seksual, sperma yang terdapat di dalam cairan
yang disebut semen dikeluarkan melalui vas deferens dan penis yang mengalami
ereksi.

Alat kelamin laki-laki terbagi atas 3 bagian :


1. Kelenjar, yang termasuk kelenjar ialah :

a. Testis

Testis merupakan organ kelamin laki-laki tempat spermatozoa dan


hormone laki-laki dibentuk. Testosteron dehasilkan oleh testis,
berkembang di dalam abdomen sewaktu janin, dan turun melalui
saluran inguinal kiri dan kanan masuk ke dalam skrotum menjelang
akhir kehamilan.
Testis berbentuk lonjong dengan ukuran sebesar buah zaitun dan
terletak di dalam skrotum. Biasanya testis kiri agak lebih rendah dari
testis kanan. Testis terletak menggantung pada urat-urat spermatic di
dalam skrotum. Sepasang kelenjar yang masing-masing sebesar telur
ayam tersimpan di dalam skrotum masing-masing di tunika albugenia
testis. Di belakang testis, selaput ini agak menebal sehingga
membentuk suatu bagian yang disebut mediastinum testis.
Testis memiliki 2 fungsi yaitu :
1.

Membentuk gamet-gamet baru yaitu spermatozoa, dilakukan


ditubulus seminifeus

2.

Menghasilkan hormone testosterone, dilakukan oleh sel


interstial

b. Vesika Seminalis
Kelenjar yang panjangnya 5-10 cm, berupa kantong seperti huruf S
berbelok-belok, sekretnya yang alkalis bersama dengan cairan prostat
merupakan bagian terbesar semen yang mengandung fruktosa yang
merupakan sumber energy untuk spermatozoa. Vesika seminalis
bermuara pada duktus deferens pada bagian yang hamper masuk
prostat. Dindingnya tipis, mengandung serabut otot dan mukosa,
terbagi menjadi ruang-ruang dan lekuk-lekuk yang penampangnya
memperlihatkan gambaran jembatan membrane mukosa.
Vesika seminalis mempunyai saluran yang dinamai duktus vesikula
seminalis. Duktus vesikula seminalis ini akan bergabung dengan
duktus deferens. Pengejakulatorius yang bermuara pada 2 buah
kelenjar tubule alveolar yang terletak di kanan dan kiri di belakang
leher kandung kemih. Secret vesika seminalis merupakan komponen
pokok dari air mani. Fungsinya menghasilkan cairan yang disebut
semen untuk cairan pelindung spermatozoa.

c. Prostat
Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih di dalam pinggul
dan mengelilingi bagian tengah dari uretra. Biasanya ukurannya
sebesar walnut dan akan membesar sejalan dengan pertambahan usia.

Prostat dan vesikula seminalis menghasilkan cairan yang


merupakan sumber makanan bagi sperma atau menghasilkan cairan
alkalis pada cairab seminalis berguna untuk melindungi spermatozoa
terhadap tekanan yang terdapat pada uretra dan vagma. Cairan ini
merupakan bagian terbesar dari semen. Cairan lainnya yang
membentuk semen berasal dari vas deferens dan dari kelenjar lendir di
dalam kepala penis.
Kelenjar prostat, merupakan suatu kelenjar yang terdiri dari 30-50
kelenjar yang terbagi atas empat lobus yaitu :
1. Lobus posterior
2. Lobus lateral
3. Lobus anterior
4. Lobus medial

d.

Bulbouretralis
Kelenjar bulbo uretralis terletak di sebelah bawah dari kelenjar
prostat panjangnya 2-5 cm. Fungsinya hampir sama dengan kelenjar
prostat.

2. Kelenjar duktuli, yang termasuk kelenjar duktuli :


a. Epididimis
Epididimis merupakan saluran halus yang panjangnya 6 cm
terletak disepanjang atas tepi dan belakang dari testis. Terdiri dari
kepala atau kaput yang terletak di atas kutup testis. Badan dan ekor

epididimis sebagian ditutupi oleh lapisan visceral, lapisan ini pada


mediastinum menjadi lapisan parietal.
Saluran ini dikelilingi oleh jariran ikat, spermatozoa melalui
duktuli eferentis merupakan bagia dari kaput epididimis. Duktus
eferentis panjangnya 20 cm, berbelok-belok dan membentuk kerucut
kecil dan bermuara ke duktus epididimis tempat spermatozoa
disimpan, masuk ke dalam vas deferens. Fungsinya sebagai saluran
penghantar testis, mengatur sperma sebelum diejakulasi, dan
memproduksi semen.
Semen terdiri dari secret epididimis, vesika seminalis dan prostat
serta mengandung spermatozoayang dikeluarkan setiap ejakulasi.
Spermatozoa bergerak dalam semen, lingkungan cairan alkalis
melindungi dari keasaman.

b. Duktus deferens
Duktus deferens merupakan kelanjutan dari epididimis ke kanalis
inguinalis. Kemudian duktus ini berjalan masuk ke dalam rongga perut
terus ke kandung kemih di belakang kandung kemih. Akhirnya
bergabung

dengan

saluran

vesika

seminalis

dan

selanjutnya

membentuk ejakulatoris, dan bermuara di prostat.


Panjang duktus deferens 40-50 cm berjalan bersama pembuluh
darah dan saraf dalam funikulus spermatikus melalui kanalis
inguinalis, memanjang pada bagian akhir berbentuk kumparan disebut
ampula duktus deferentis. Duktus ini terletak dalam osteum vesika

seminalis berlanjut sebagai duktus ejakulatoris yang menembus


prostat.

c. Uretra
Uretra merupakan saluran kemih pada pria yang sekaligus
merupakan saluran ejakulasi (mani). Uretra memiliki 2 fungsi yaitu :
Bagian dari sistem kemih yang mengalirkan air kemih dari

kandung kemih
Bagian dari sistem reproduksi yang mengalirkan semen.

3. Bangun penyambung

a. Skrotum
Skrotum merupakan kantung berkulit tipis yang mengelilingi dan
melindungi testis. Skrotum juga bertindak sebagai sistem pengontrol
suhu untuk testis, karena agar sperma terbentuk secara normal, testis
harus memiliki suhu yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan
suhu tubuh. Otot kremaster pada dinding skrotum akan mengendur
atau mengencang sehinnga testis menggantung lebih jauh dari tubuh
(dan suhunya menjadi lebih dingin) atau lebih dekat ke tubuh (dan
suhunya menjadi lebih hangat).
b. Fenikulus spermatikus
Fenikulus spermatikus merupakan bangun penyambung yang berisi
duktus seminalis, pembuluh limfe, dan serabut-serabut saraf.

c. Penis

Struktur internal penis terdiri dari dua ruangan berbentuk jaringan


(corpora cavernosa) yang berjalan di sepanjang penis, uretra (tabung
untuk mengeluarkan urin dan ejakulasi), jaringan erektil yang
mengelilingi uretra, dua arteri utama, dan beberapa pembuluh darah
dan saraf. Bagian terpanjang dari penis adalah shaft, bagian ujung atas
penis terdapat kepala berbentuk cendawan yang disebut glans penis.
Secara umum, penis terdiri atas tiga bagian utama, yang terbuat
dari bahan seperti busa yang dapat terisi darah, yaitu:
1. Dua buah Corpora Cavernosa di kiri dan kanan atas, Kedua
Corpora Cavenosa ini diliputi oleh jaringan ikat yang disebut
tunica albuginea, satu lapisan jaringan kolagen yang padat dan di
luarnya ada jaringan yang kurang padat yang disebut fascia buck.
2. Korpus Spongiosum, yang berada di bawah dua corpora cavenosa
dan mengelilingi uretra.
Ketika seorang pria medapat stimulasi seksual dan terangsang,
saraf di sekitar penis menjadi aktif, menyebabkan otot-otot sekitar
pembuluh darah menjadi rileks sehingga darah mengalir lebih banyak
ke dalam penis membuat penis kaku dan keras atau tegak.
a) Corpora Cavernosa

Corpora cavernosa adalah dua ruangan yang mengisi


sebagian besar penis. Ruang-ruang ini terisi jaringan spons yang
mencakup otot, ruang terbuka, pembuluh darah dan arteri. Ereksi
terjadi ketika corpora cavernosa terisi dengan darah dan
berkembang.
Ereksi ini mengencangkan pembuluh darah sehingga darah
terjebak dan tidak bisa meninggalkan penis, memungkinkan penis
untuk tetap tegak selama beberapa menit. Setelah ejakulasi terjadi
atau jika gairah seks memudar, proses detumescence terjadi, di
mana otak akan mengirimkan sinyal yang memungkinkan darah
meninggalkan penis, akibatnya penis menjadi lemas kembali.
b) Selaput albuginea
Adalah sebuah membran yang mengelilingi corpora
cavenosa. Membran ini berfungsi untuk menjaga darah tetap
berada di dalam penis selama ereksi terjadi.
c) Corpus spongiosum
Corpus spongiosum adalah salah satu bagian anatomi penis
berbentuk ruang yang mengelilingi uretra. Ruangan ini menjadi
penuh dengan darah selama ereksi.
d) Glans (kepala penis)
Kepala penis berbentuk seperti kerucut. Kepala penis
sangat sensitif dan biasanya tertutup oleh kulup kecuali pada penis
yang ereksi. Kepala penis memiliki beberapa fungsi yaitu
meningkatkan peluang untuk pembuahan telur, menciptakan
gesekan saat berhubungan seks, dan bertindak sebagai penumbuk
atau penekan di dalam vagina selama hubungan seksual.
e) Kulup

Kulup adalah selubung kulit yang dapat terbuka di bagian


atas. Saat bayi, kulup sangat ketat dan biasanya tidak bisa ditarik.
Kulup akan mengendur setelah usia bayi bertambah. Saat ereksi,
kulup penis akan tertarik sepenuhnya sehingga menampakkan
kepala penis secara polos. Kulit kepala penis sangat sensitif, dan
fungsi dari kulup adalah untuk melindunginya.
Dalam budaya Yahudi dan Muslim, kulup penis selalu
dipotong saat usia pria masuk remaja dan dikenal dengan istilah
sunat atau khitan. Sunat juga banyak dilakukan di masyarakat
Barat karena penis akan lebih bersih tanpa kulup. Saat ini, karena
tingkat kebersihan sudah lebih baik dibandingkan ribuan tahun
lalu, beberapa orang tua dan dokter percaya bahwa sunat tidak lagi
diperlukan, meskipun hal tersebut masih diperdebatkan.
f) Frenulum
Organ anatomi ini adalah salah satu area yang sangat
sensitif pada penis, lokasinya terletak di bagian bawah glans
(kepala penis).
g) Smegma
Yaitu cairan pelumas alami yang dikeluarkan untuk
membuat penis tetap lembab. Smegma ditemukan di bawah kulup
penis.

Daftar Pustaka :
http://studentsng11.blogspot.co.id/2013/03/anatomi-fisiologi-sistemreproduksi.html
http://www.sehatki.com/fungsi-dan-anatomi-penis.htm

https://www.google.co.id/search?
q=struktur+anatomi+sistem+reproduksi+pria&biw=1366&bih=657&tbm=isch&tb
o=u&source=univ&sa=X&sqi=2&ved=0ahUKEwjlueLU5czPAhVLtY8KHeYW
D1gQsAQIGQ#imgrc=Ck4O_6zl8BRZQM%3A